RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
BAB I
ORGANISASI DAN TATA KERJA
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
A. ORGANISASI
Organisasi adalah wadah berhimpun sejumlah orang untuk menyalurkan aspirasi dan semangat
pengabdian dalam upaya mewujudkan Tujuan dan Ideal Cita Bersama. Organisasi Masyarakat
merumuskan ideal cita bersama dalam bentuk Visi dan Misi. Selanjutnya Program Kerja Nasional
disusun sebagai formulasi Misi dengan menjabarkan Besaran Program pada setiap Misi.
Untuk melaksanakan Program Kerja Nasional diperlukan Struktur Organisasi yang tertata pada
Anggaran Rumah Tangga Organisasi Masyarakat.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan maupun UU Nomor 5
Tahun 1985 tentang Keormasan menggariskan bahwa Setiap Organisasi Masyarakat wajib memiliki
AD-ART. Anggaran Dasar merupakan formulasi ideal cita pembentukan OrMas dan memuat
filosofi, landasan pemikiran dan gambaran keinginan bersama yang ingin diwujudkan melalui
Pembentukan OrMas tersebut.
Organisasi RAPI adalah Organisasi Kemasyarakatan yang bergerak di bidang Komunikasi Radio
Antar Penduduk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tertera dalam AKTA RAPI
sebagaimana tercantum dalam Berita-Negara R.I No. 45 Tahun 2008 - Tambahan Berita-Negara R.I.
Tanggal 1/8 - 2008 No. 62; sebagaimana telah diberikan Pengesahan Akta Pendirian oleh Menteri
Hukum dan HAM R.I Nomor [Link].01.06. Tahun 2008 Tanggal 18 Juni 2008; Pengesahan
Akta Pendirian : Perkumpulan Radio Antar Penduduk Indonesia, NPWP.02.655. 517.7-002.000
berkedudukan di IbuKota Jakarta, sebagaimana Anggaran Dasarnya termuat dalam Akta Nomor 01
tanggal 02 Agustus 2007 yang dibuat oleh Notaris Eduard Avianta, [Link].N, berkedudukan di
Kabupaten Serang, dan oleh karena itu, mengakui perkumpulan tersebut sebagai badan hukum pada
hari pengumuman anggaran dasarnya dalam Tambahan Berita-Negara Republik Indonesia.
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga RAPI menata lingkup organisasi secara Nasional dan
berjenjang sampai tingkat Kecamatan/Distrik.
Tujuan Organisasi RAPI: Menjadi wahana dalam pengabdian kepada masyarakat dan turut ber peran
aktif membantu pemerintah dalam bentuk bantuan komunikasi radio antar penduduk, dipertajam
dengan Visi:
”Menjadi Radio Antar Penduduk Indonesia yang Berkualitas Sebagai Aset Nasional”, dan dilengkapi
dengan 6 (enam) butir Misi, yang pada dasarnya mencanangkan bahwa Organisasi RAPI sebagai
Organisasi Komunikasi Radio Antar Penduduk yang diakui dan disahkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia, adalah Merupakan Sarana Pengabdian Bagi Masyarakat. Keenam Butir MISI RAPI
inilah yang Menjadi Besaran PKN (Program Kerja Nasional) RAPI.
Organisasi RAPI Secara Nasional telah memiliki Landasan Kerja/Regulasi yang cukup memadai,
antara lain :
1. Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi;
2. Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan;
3. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
4. Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi;
5. Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2000 tentang Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit
Satelit;
6. Peraturan Menteri Kominfo No. PM.34/PER/[Link]/8/2009 Tentang
Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk;
7. AKTA Perkumpulan RAPI;
8. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga RAPI;
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 1
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
9. VISI, MISI, KODE ETIK dan PROGRAM KERJA NASIONAL RAPI;
VISI : “Menjadi Radio Antar Penduduk Indonesia Yang Berkualitas Sebagai Aset Nasional”
MISI :
1. Meningkatkan Kinerja Pengurus Organisasi;
2. Meningkatkan Sumber Daya Organisasi Secara Berjenjang dan Berkelanjutan;
3. Meningkatkan Validitas Organisasi Secara Struktural;
4. Meningkatkan Jaring Komunikasi Radio untuk Pengabdian Masyarakat;
5. Meningkatkan Peran Organisasi Secara Internal dan Eksternal;
6. Meningkatkan Kemandirian, Profesionalisme dan Independensi Organisasi.
KEGIATAN :
1. Menunjang program Pemerintah dalam Pembangunan Nasional, Membantu
Memelihara Keamanan Negara, Ketertiban Masyarakat serta berperan Membina
Penggunaan Perangkat Komunikasi Radio Antar Penduduk;
2. Membantu Pemerintah dalam Bantuan Komunikasi Cadangan dan Menyelenggarakan
Bantuan Komunikasi Radio dalam hal Penanggulangan Bencana alam, Marabahaya,
Wabah Penyakit, serta Bantuan Komunikasi lainnya;
3. Membantu pemerintah, organisasi dan masyarakat yang membutuhkan Bantuan
Komunikasi Radio pada kegiatan kemasyarakatan, serta Bantuan Teknis Komunikasi;
4. Membina ketaatan anggota terhadap peraturan perundang-undangan dan Peraturan
Organisasi;
5. Membina anggota dalam hal berkomunikasi radio dengan baik, benar dan bertanggung
jawab;
6. Meningkatkan keterampilan anggota dalam Memberikan Bantuan Komunikasi Radio
dan Pengabdian kepada Masyarakat;
7. Meningkatkan Kualitas SumberDaya Anggota terutama dalam hal Kepemimpinan dan
Manajemen Organisasi;
8. Meningkatkan Sarana dan Prasarana untuk kemudahan berkomunikasi anggota.
KODE ETIK RAPI:
1. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap PATUH
Anggota RAPI harus Patuh dan Tertib Menjalankan Peraturan, dan Perundang-
undangan yang berlaku pada umumnya, serta Peraturan, Undang-Undang tentang
Telekomunikasi pada khususnya;
2. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap JUJUR
Anggota RAPI harus memiliki jiwa yang bersih dan berperilaku Jujur;
3. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap SANTUN
Anggota RAPI harus berjiwa, bersikap Santun dalam bertindak dan berbicara sopan
saat berkomunikasi;
4. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap TANGGUNG JAWAB
Anggota RAPI harus memiliki jiwa dan sikap Tanggung Jawab terhadap perkumpulan
dalam menjalankan roda perkumpulan serta pengabdian terhadap masyarakat;
5. Anggota RAPI harus berjiwa dan bersikap TANGGAP
Anggota RAPI harus memiliki jiwa, sikap cepat tanggap, peka dan peduli terhadap
situasi lingkungan sosial.
10. PROGRAM KERJA NASIONAL (PKN) RAPI;
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 2
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
Program Kerja Nasional RAPI adalah Rangkaian upaya bersama untuk Mewujudkan Visi,
Misi RAPI oleh Setiap Institusi RAPI, Nasional, Provinsi,Kabupaten/Kota,
Kecamatan/Distrik, sampai Anggota.
Program Kerja Nasional RAPI disusun oleh Pengurus Nasional dan Telah Disahkan pada
MuNas VI/2000 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
RAPI Provinsi Menjabarkan PKN RAPI Menjadi PKP (Program Kerja Provinsi) Melalui
Musyawarah Provinsi dan/atau Rapat Kerja Provinsi.
RAPI Kabupaten/Kota Menjabarkan PKP Menjadi PKK (Program Kerja Kab./Kota) Melalui
Musyawarah Kab./Kota dan/atau Rapat Kerja Kab./Kota.
RAPI Kecamatan/Distrik Memilah dan Memilih PKK Kab./Kota Menjadi Jadwal Kegiatan
RAPI Kecamatan/Distrik.
Rincian Program Kerja Nasional RAPI :
1. Peningkatan Kinerja Pengurus Organisasi :
a. Peningkatan Kualitas Manajemen Organisasi;
b. Penyelenggaraan Administrasi Organisasi secara Tertib dan Transparans;
c. Pelaksanaan Rapat Mingguan Pengurus;
d. Pelaksanaan Rapat Kordinasi Bulanan (Pengurus RAPI Kota bersama
RAPI Kecamatan);
e. Penataan Job Description Pengurus;
f. Komitmen Pengurus Melaksanakan Tugas Secara Bertanggung Jawab
Sesuai dengan Job Description-nya;
g. Peningkatan silaturahmi, kebersamaan dan kepedulian di lingkungan
Keluarga Besar RAPI;
h. Peningkatan Kerjasama RAPI se JaBoDeTaBek;
2. Peningkatan Sumberdaya Organisasi secara Berjenjang dan Berkelanjutan :
a. Pendataan dan Validasi Data Anggota;
b. Pelatihan Peningkatan Keterampilan Anggota;
c. Diskusi Berkala, Sosialisasi Regulasi, DikLat, Pemantapan Ketrampilan;
d. Penugasan RAPI Kecamatan untuk mengaktifkan pendekatan dengan
Kelompok Pengguna KRAP (Paguyuban) untuk Rekruitmen Anggota Baru.
e. Peningkatan Monitoring proses Izin KRAP dan KTA;
f. Peningkatan Kualitas Manajemen Organisasi dan Komunikasi Anggota;
g. Pembinaan Ketaatan Anggota terhadap peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
3. Peningkatan Validitas Organisasi secara Struktural :
a. Pembentukan Pengurus Sementara;
b. Pelaksanaan Musyawarah RAPI Kecamatan;
c. Peningkatan Pembuatan Laporan Kegiatan, Laporan Berkala dan
Laporan Tahunan;
d. Penyusunan, Updating dan Penyajian Data Potensi RAPI Kota Depok
secara Berkala;
e. Proses Persiapan Pemekaran dan Pembentukan RAPI Kecamatan;
4. Peningkatan Jaringan Komunikasi Radio untuk Masyarakat :
a. Pengaktifan Frekuensi Kerja Kota dan Kecamatan;
b. Penataan Jaring Komunikasi Info Dini Tanggap Darurat Bencana;
c. Pengamanan penggunaan frekuensi KRAP di Kota Depok;
d. Peningkatan Peran Anggota dalam mendukung Komunikasi dan Informasi
Kamtibmas;
5. Peningkatan Peran Organisasi secara Internal dan Eksternal :
a. Konsultasi dan kordinasi dengan Walikota dan Instansi terkait;
b. Kesiapan RAPI mendukung kegiatan pembangunan dan kegiatan
kemasyarakatan;
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 3
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
c. Usulan Program Kerja Dinas Instansi Usulan program Karya Bakti RAPI
untuk dibiayai melalui APBD;
d. Rintisan Pembentukan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota
Depok;
e. Pengaktifan Satuan Tugas Komunikasi RAPI;
f. Penataan Jadwal Tetap Kegiatan Nasional/Daerah; (PemiluKada, Angkutan
Lebaran Terpadu, HUT Kota Depok; dan kegiatan lainnya, seperti Peringatan
Hari Besar Nasional, Jambore, Bakti Sosial, Pekan Imunisasi Nasional, dll.);
g. Pemantapan Jalinan Kerja dengan Dinas Instansi serta Lembaga Masyarakat
Kota Depok;
6. Peningkatan Kemandirian, Profesionalisme dan Independensi Organisasi :
a. Pemantapan Organisasi RAPI sebagai ormas independen;
b. Peningkatan keterampilan penanganan Bantuan Komunikasi Kegiatan
Kemasyarakatan;
c. Peningkatan kegiatan Bakti Sosial: Pengobatan, Donor Darah, Khitanan Massal,
Santunan Anak Yatim, Korban Banjir, Musibah Kebakaran, dll;
d. Pemantapan penanganan kegiatan organisasi;
e. Peningkatan Jalinan Kerja dengan Mitra Kerja dan Lembaga Masyarakat;
f. Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan Keterampilan, khususnya tentang
Pengelolaan Organisasi, BanKom dan Peran Penanggulangan Bencana;
g. Penyelenggaraan Administrasi, Data dan Aset Inventaris Organisasi;
h. Konsolidasi organisasi secara berkala;
i. Pemantapan Ketaatan Terhadap Kode Etik dan Peraturan Organisasi RAPI;
j. Terjalinnya hubungan kerja secara timbal balik antara Kecamatan-Kota-
Provinsi-Nasional sebagai perwujudan wawasan nusantara dan ketahanan
nasional;
Rincian : lihat Bab V tentang Program Kerja RAPI 10.24 Kota Depok 2013 – 2016.
11. PERATURAN ORGANISASI RAPI;
a. P.O No. [Link]-VI.0711 PEMBUATAN P.O PENGHARGAAN /
TANDA JASA
b. P.O No. [Link]-VI.0711 PROGRAM KERJA NASIONAL RAPI
c. P.O No. [Link]-VI.0711 PEDOMAN PELAKSANAAN
MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA ORGANISASI
sebagai Pengganti P.O No. 079.09.00.0701 MUSYAWARAH DAN RAKER
d. P.O No. [Link]-VI.0711 PAKAIAN SERAGAM RAPI
e. P.O No. [Link]-VI.0711 PANCAR ULANG RAPI
f. P.O No. [Link]-VI.0711 Bantuan Komunikasi RAPI
sebagai Pengganti P.O No. 076.09.00.0701 BANKOM,
g. P.O No. [Link]-VI.0711 PEMBENTUKAN INSTITUSI BARU
sebagai Pengganti P.O No. 078.09.00.0701 Pembentukan Institusi Baru
h. P.O No. [Link]-VI.0711 Administrasi dan Kesekretariatan RAPI
sebagai Pengganti P.O No. 077.09.00.0701 ADMINISTRASI
KESEKRETARIATAN,
i. P.O No. 080.09.00.0701 PERGANTIAN PENGURUS ANTAR WAKTU
j. P.O No. 081.09.00.0701 SANKSI ORGANISASI & PEMBELAAN
k. P.O No. 115.09.00.0701 PEMBINAAN ANGGOTA
12. KESEPAKATAN KERJASAMA
a. KESEPAKATAN KERJASAMA POLRI – RAPI 1981
b. KESEPAKATAN KERJASAMA BASARNAS – RAPI 1981
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 4
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
c. KESEPAKATAN KERJASAMA RCTI – RAPI 1995
d. KESEPAKATAN KERJASAMA JASA MARGA – RAPI 2001
e. KESEPAKATAN KERJASAMA MENTERI SOSIAL – RAPI 2002
f. KESEPAKATAN KERJASAMA MENTERI KESEHATAN – RAPI 2006
g. KESEPAKATAN KERJASAMA LPN RRI – RAPI 2006
h. KESEPAKATAN KERJASAMA DITJEN SDA P.U – RAPI 2008
13. HASIL MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA ORGANISASI RAPI;
14. KEPUTUSAN ORGANISASI;
B. TATA KERJA
Tata Kerja adalah merupakan tertib bertindak dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat diperoleh
hasil kerja yang optimal. Sudah menjadi tugas setiap pengurus untuk berfungsi sebagai mana
mestinya dengan dilandasi itikad baik demi kelancaran jalannya roda organisasi.
Penataan Tata Kerja dilakukan dengan Membagi Habis seluruh Tugas Ketua selaku Mandataris
Musyawarah. Penataan Tata Kerja ini dilakukan dengan mempersilahkan kepada fungsionaris
Bidang/Biro/Bagian dan Seksi untuk merangkum PKN RAPI dan Amanat Musyawarah dan Rapat
Kerja, serta menterjemahkan seluas-luasnya menjadi Tugas Pokok, Tugas Pendukung dan Tugas
Penunjang pada Bidang/Biro/Bagian dan Seksi yang dipercayakan/ diembannya.
Fungsi manajerial melekat pada setiap Tugas Jabatan. Oleh karena itu, Fungsi Supervisi, Pembi naan
dan Pengawasan wajib difahami sebagai salah satu Tugas Pokok yang Melekat, pada se tiap
fungsionaris yang dipercaya menduduki Jabatan pada Strata/ Jenjang yang lebih tinggi.
Supervisi, Koordinasi dan Pembinaan Internal, seyogianya dilaksanakan terus menerus.
Sudah menjadi kewajiban setiap Pengurus untuk berfungsi sesuai dengan Tupoksi dengan di landasi
itikad baik demi kelancaran jalannya roda organisasi, sehingga Tata Kerja yang tersurat dalam
diskripsi tugas dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan tujuan Tri Tertib RAPI, yaitu
Tertib Organisasi, Tertib Administrasi dan Tertib Komunikasi/ Frekuensi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap Pengurus harus dapat bekerja secara kolektif kolegial dengan
jalan berkordinasi sesama pengurus, baik dengan pengurus dalam satu jenjang maupun jenjang
lainnya pada waktu-waktu yang telah ditentukan dan/atau disepakati bersama.
Dalam menggerakkan kegiatan organisasi, Pengurus RAPI wajib memperhatikan proses dan
prosedur yang telah tertata di lingkungan Organisasi RAPI.
Selanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal dalam pengambilan tindakan, kegiatan, ataupun
kebijakan maka perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
a. Koordinasi, yaitu menciptakan kesatuan tindak dan keselarasan dalam pelaksanaan kegiatan
di antara para pengurus.
b. Pelimpahan wewenang, yaitu penyerahan sebagian hak untuk mengambil tindakan yang
diperlukan demi kelancaran pelaksanaan tugas untuk kemajuan organisasi, tanpa melupakan
kebijakan organisasi yang telah digariskan.
c. Strata Jenjang organisasi, yaitu tugas dan wewenang menurut fungsinya serta dijalankan
dengan tertib, teratur, selaras dan lancar.
C. TUPOKSI RAPI NASIONAL
RAPI Nasional mempunyai Tugas :
1. menata, mengatur, membina, mengurus, dan memimpin segala urusan organisasi RAPI.
2. menata dan merumuskan Strategi Pengembangan Organisasi RAPI dalam bentuk Program
Kerja Nasional RAPI.
3. menata peraturan serta kebijakan untuk kepentingan pembinaan Organisasi RAPI.
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 5
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
4. melakukan supervisi dan pembinaan kepada Pengurus RAPI Provinsi.
5. membantu Pemerintah dan Masyarakat dalam komunikasi dan informasi bencana.
6. menata sistem dan metode penyampaian informasi bencana dan gawat-darurat kepada
instansi yang berwenang dan masyarakat.
7. membantu Pemerintah dan Masyarakat yang membutuhkan komunikasi radio dalam
pelaksanaan kegiatannya.
8. melakukan kerjasama dengan Mitra Strategis.
Dalam melaksanakan Tugas tersebut, RAPI RAPI Nasional menyelenggarakan Fungsi:
a. perumusan dan penetapan kebijakan nasional Organisasi RAPI.
b. koordinasi pelaksanaan kegiatan Organisasi RAPI Provinsi Seluruh Indonesia.
c. Jaring Komunikasi RAPI merupakan sub sistem dari sistem komunikasi informasi
bencana nasional, dalam koordinasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan
Kementerian Kominfo.
d. pembinaan dan pengawasan pengelolaan barang milik atau kekayaan Organisasi RAPI yang
menjadi tanggung jawab Pengurus Nasional RAPI dan Pengurus RAPI Provinsi Seluruh
Indonesia.
e. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan operasional atas kebijakan yang dibuat oleh
Pengurus Nasional RAPI dan Pengurus RAPI Provinsi Seluruh Indonesia.
f. penyampaian hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang Tugas dan Fungsi
Pengurus Nasional RAPI.
D. TUPOKSI RAPI 10 PROVINSI JAWA BARAT
RAPI 10 Provinsi Jawa Barat mempunyai Tugas :
1. menata, mengatur, membina, mengurus, dan memimpin segala urusan organisasi pada
tingkat provinsi.
2. melakukan pembinaan kepada Pengurus RAPI Kabupaten/Kota.
3. menjabarkan PKN menjadi Program Kerja Provinsi (PKP) RAPI 10 Provinsi Jawa Barat.
4. melaksanakan peraturan serta kebijakan organisasi untuk kepentingan pembinaan RAPI
Provinsi dan RAPI Kabupaten/Kota.
5. membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta masyarakat dalam komunikasi dan
informasi bencana di lingkungannya.
6. menata sistem dan metode penyampaian informasi bencana dan gawat-darurat kepada
instansi yang berwenang dan masyarakat.
7. membantu Pemerintah dan Masyarakat yang membutuhkan komunikasi radio dalam
pelaksanaan kegiatannya.
8. melakukan kerjasama dengan Mitra Strategis.
Dalam melaksanakan Tugas tersebut, RAPI 10 Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Fungsi:
a. perumusan dan penetapan kebijakan nasional Organisasi RAPI 10 Provinsi Jawa Barat.
b. koordinasi pelaksanaan kegiatan Organisasi RAPI Kabupaten/Kota.
c. Jaring Komunikasi RAPI 10 Provinsi Jawa Barat merupakan sub sistem dari sistem
komunikasi informasi bencana daerah, dalam koordinasi BPBD (Badan Penanggulangan
Bencana Daerah) dan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat.
d. pembinaan dan pengawasan pengelolaan barang milik atau kekayaan Organisasi RAPI 10
Provinsi Jawa Barat yang menjadi tanggung jawab Pengurus RAPI Provinsi serta RAPI
Kabupaten/Kota.
e. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan operasional atas kebijakan yang dibuat oleh
Pengurus RAPI 10 Provinsi Jawa Barat dan RAPI Kabupaten/Kota.
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 6
RAPAT KERJA KOTA TAHUN 2013
RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA
PROVINSI JAWA BARAT – KOTA DEPOK
Kota Depok, 8 Desember 2013
f. penyampaian hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang Tugas dan Fungsi
Pengurus RAPI 10 Provinsi Jawa Barat.
RAKER KOTA DEPOK TAHUN 2013 JZ10HAL 7