0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan9 halaman

Perhitungan Isotonis dan Evaluasi Tablet

Berdasarkan soal-soal yang diajukan, sebagian besar berkaitan dengan evaluasi kualitas sediaan farmasi seperti tablet, granul, dan injeksi. Beberapa parameter yang dievaluasi antara lain kompresibilitas dan aliran granul, stabilitas tablet, keseragaman ukuran tablet, dan penentuan jumlah bahan tambahan untuk memperoleh larutan isotonis.

Diunggah oleh

LiaAmura
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
389 tayangan9 halaman

Perhitungan Isotonis dan Evaluasi Tablet

Berdasarkan soal-soal yang diajukan, sebagian besar berkaitan dengan evaluasi kualitas sediaan farmasi seperti tablet, granul, dan injeksi. Beberapa parameter yang dievaluasi antara lain kompresibilitas dan aliran granul, stabilitas tablet, keseragaman ukuran tablet, dan penentuan jumlah bahan tambahan untuk memperoleh larutan isotonis.

Diunggah oleh

LiaAmura
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Seorang apoteker sedang membuat sediaan injeksi metadon HCl.

jika bobot metadon HCl


adalah 10 mg dan akan dibuat sediaan injeksi dengan NaCl sebagai pengisotonis dengan
volume 100 ml maka berapa gram NaCl yang diperlukan supaya larutan isotonis.
Diketahui: a= 0,101 (PTB Methadon HCl) dan b = 0,576 (PTB NaCl)
a. 0,085
b. 0,086
c. 0,8852
d. 0,08852
e. 0,867

2. Seorang apoteker sedang membuat sediaan injeksi metadon HCl. jika bobot metadon HCl
adalah 10 mg dan akan dibuat sediaan injeksi dengan NaCl sebagai pengisotonis dengan
volume 30 ml maka berapa gram NaCl yang diperlukan supaya larutan isotonis.
Diketahui: a= 0,101 (PTB Methadon HCl) dan b = 0,576 (PTB NaCl)
a. 0,8852
b. 0,08852
c. 0,026556
d. 0,26556
e. 0,008852

3. Suatu industry farmasi ingin melakukan evaluasi serbuk pada pembuatan sediaan tablet.
Evaluasi ini menggunakan alat tapped density tester. Tujuan hari evaluasi tersebut adalah
untuk mengetahui ?
a. Distribusi ukuran partakel
b. Kompresibilitas
c. Sifat alir granul
d. Densitas ruah
e. Keseragaman kadar
4. Tablet asetosal saat proses pencetakan mengalami capping. Bahan tambahan yang harus
ditambahkan untuk mengatasi capping adalah?
a. Penghancur
b. Pelicin
c. Pengisi Capping adalah membelahnya tablet dibagian atas
d. Pelincir
e. Pengikat

5. Seorang apoteker membuat sediaan steril dimana zat aktif yang digunakan yaitu
pilokarpin nitrat 1% larutan dibuat isotonis dengan NaCl dan aquadest ad 100ml.
diketahui harga E pilokarpin nitrat yaitu 0,23. Untuk membuat larutan tersebut isotonis.
Berapa jumlah NaCl yang harus ditambahkan ?
a. (d) 0,87
Gram atropine sulfate 1% x 100 ml = 1 g
b. (e) 0,9 E atropine = 0,23
c. (c) 0,77 Jadi jumlah NaCl yg diperlukan 1 g x 0,23 = 0,23
Larutan 30 memerlukan NaCl 0,9% x 100 ml = 0,9 g
d. (b) 0,67 Kekurangan NaCl 0,9 – 0,23 = 0,67
e. (a) 0,57

6. Industri farmasi membuat tablet salut dan mengalami masalah cracking pada saat
penyalutan. Solusi yang indutri farmasi gunakan adalah?
a. Menambah pewarna
b. Menambah plasticizer
c. Menambah konsentrasi gula
d. Melakukan pengadukan
e. Mengurangi viskositas penyalut

7. Industry farmasi membuat tablet effervescent achinaceae. Pada proses evaluasi dilakukan
pengujian dengan menimbang 20 tablet kemudian dimasukkan pada alat yang dijalankan
selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Lalu 20 tablet tersebut ditimbang ulang.
Evaluasi apakah yang dimaksud ?
a. Kekerasan
b. Waktu hancur
c. Kerapuhan
d. Disolusi
e. Friabilitas

8. Diindustri farmasi dilakukan pembuatan baru obat tablet. Selesai pencetakan ditemukan
tablet lengket pada punch atas. Permasalahan apakah?
Chiping

9. Suatu tablet dilakukan uji stabilitas dengan menggunakan uji stabilitas jangka panjang.
Pada tahun tahun pertama, berapa kali evaluasi dilakukan ?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

10. Suatu tablet dilakukan uji stabilitas dengan menggunakan uji stabilitas jangka panjang
selama 5 tahun. Hingga tahun kedua, sudah berapa kali evaluasi dilakukan ?
a. 2
b. 5
c. 3
d. 6
e. 4

11. Dalam formulasi sediaan parenteral, dikatakan isotonis apabila mempuanyai tekanan
osmosis dan titik beku yang sama dengan cairan tubuh. Untuk itu dibutuhkan suatu
metode untuk menghitung tekanan osmosis. Metode yang digunakan jika PTB zat aktif
tidak diketahui adalah?
a. Metode ekivalensi
b. Metode liso
c. Metode penurunan titik beku
d. Metode white Vincent
e. Metode krioskopik

12. Suatu industry farmasi ingin membuat tablet CTM 20 mg, bahan lain yang digunkan
untuk membuat tablet adalah [Link], lactulose, Mg stearate dan talcum. Pada
pembuatan tablet ini Mg stearate berfungsi sebagai ?
a. Pengisi
Lubricant : pelincir
b. Pengikat Glidan : pelicin
c. Pelican Antiadheran : antilengket
Binder : pengikat kering
d. Penghancur Adhesive : pengikat basah
e. Pelincir

13. Suatu industry farmasi akan memproduksi suppositoria. Berapa gram lemak coklat yang
diperlukan untuk membuat 15 suppositoria dengan bobot 2 gram yang mengandung 0,5 g
aminofilin per supositoria. Jika diketahui nilai tukar lemak coklat untuk aminofilin = 0,86
a. 38,55
b. 37,55
c. 22,5
d. 23,55
e. 23,75

14. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian QC suatu industry farmasi melakukan in
process control pada saat proses produksi tablet paracetamol 500 mg. hasil pengujian
tersebut menyimpulkan bahwa waktu hancur tablet sebesar 20 menit. Apakah bahan
tambahan dalam formulasi tersebut yang perlu dievaluasi ?
a. Diluent (pengisi)
b. Glidant (pelican)
c. Antiadherant (antilengket)
d. Lubricant (pelincir)
e. Desintegran (penghancur)

15. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian QC suatu industry farmasi melakukan in
process control pada saat proses produksi tablet paracetamol 500 mg dengan metode
granulasi basah. Hasil pengujian tersebut menyimpulkan bahwa waktu hancur tablet
sebesar 40 menit. Apakah bahan tambahan dalam formulasi tersebut yang perlu
dievaluasi?
a. Binder dan disintegran
b. Adhesive dan disintegran
c. Diluent dan adhesive
d. Binder dan lubricant
e. Lubricant dan antiadherant

16. Seorang apoteker bagian RnD industry farmasi akan mengembangkan sediaan injeksi
vitamin C. formulasi injeksi terdiri dari vitamin C 1000 mg. NaOH 100 mg.
benzalkonium klorida 10 mg. NaEDTA 0,1% dan aqua pro injeksi ad 5 ml. apakah fungsi
[Link] pada formula tersebut
a. Pengisotonis
b. Pelarut
c. Penyangga
d. Anti mikroba
e. Pengkelat

Seorang apoteker industry farmasi melakukan evaluasi terhadap granul paracetamol.


Sejumlah 50 gram granul dimasukkan kedalam alat tapped density tester, hasil
menunjukkan volume granul sebelum di tapped = 90 ml, volume granul setelah di tapped
10 kali (V10) = 85 ml, 500 kali (V500) = 72 ml dan setelah di tapped 1250 kali (V1250)
= 70 ml.
17. Berapakah nilai tapped density granul tersebut ?
a. 0,555
Tap density = bobot / Vtap
b. 0,714
= 50 / 70 = 0,714
c. 0,694
Parameter : volume granul pada ketukan ke 1250 ( v1250)
d. 1,888
18. Berapakah nilai bulk density granul tersebut ?
a. 0,714
Bulk density = bobot awal / Vol
b. 1,714
= 50 / 90
c. 1,8888
= 0,5555
d. 0,5555
e. 0,694

19. Berapakah % kompresibilitas granul tersebut ?


a. 22,2
T −B
b. 43,3 % kompres = x 100%
T
c. 77,73 0,714−0,5555
= x 100%
d. 1,28 0,714
e. 0,555 = 22,1988 = 22,2

20. Berapakah rasio haousner granul tersebut ?


a. 0,777
T
b. 1,888 % rasio housner = x 100%
B
c. 0,694 0,714
= x 100%
d. 1,28 0,5555
e. 0,555 = 1,28

a. 1,98
b. 2,02
c. 3,96
d. 2,98
e. 4,12
21. Berdasarkan hasil evaluasi granul diketahui bahwa nilai bulk density sebesar 0,5329 dan
tap density 0,7263. Berapa nilai kompresibilitas granul tsb ?
a. 73,37%
% kompres = df-do/ df x 100%
b. 13,63% = 0,7263- 0,5329/ 0,7263 x
c. 36,29% 100%
= 0,1934/0,7263 x 100 %
d. 26,63% = 26,628 % = 26,63%
e. 19,34%

22. Berdasarkan hasil evaluasi granul diketahui bahwa nilai bulk density sebesar 0,5329 dan
tap density 0,7263. Berapa rasio housner untuk granul tersebut?
a. 0,7337
Rasio Housner = df/ do
b. 1,3629
= 0,7263 / 0,5329
c. 0,9091
= 1,3629
d. 1,2592
e. 0,1934

23. Suatu industry farmasi ingin melakukan evaluasi serbuk pada pembuatan sediaan tablet.
Evaluasi ini menggunakan alat tapped density tester. Tujuan hari evaluasi
(Kompresibilitas ) sama kayak soal no 3

24. Apoteker bagian kontrol kualitas industry farmasi melakukan evaluasi terhadap granul
paracetamol. Hasil uji dengan menggunakan alat flow rate tester menunjukkan tinggi
tumpukan granul adala 2,5 cm dan diameter 10,5 cm. berapakah sudut henti granul pct
tsb?
a. 12,70
Dik : h(tinggi) 2,5 cm
b. 0,47 d (diameter) 10,5 cm
c. 13,4 Tan α = 2h / d
= 2 x 2,5 / 10,5
d. 2,56 = 5 / 10,5
e. 11,26 = 0,4761
Shift tan = 25,6
25. Apoteker bagian kontrol kualitas industry farmasi melakukan uji keseragaman ukuran
tablet asam mefenamat 250 mg. berapakah persyaratan diameter tablet pada uji
keseragaman ukuran menurut farmakope ?
a. Kecuali dinyatakan lain diameter tablet lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/2
tablet
b. Kecuali dinyatakan lain diameter tablet tidak lebih dari 11/2 dan tidak kurang dari tiga
kali tablet
c. Kecuali dinyatakan lain diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan kurang dari 1 1/2
tablet
d. Kecuali dinyatakan lain diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari
11/2 tablet
e. Other:
Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet.

26. Apoteker diindustri farmasi membuat tablet pct 500 mg dengan metode granulasi basah.
Pada saat proses dilakukan IPC dengan menimbang seksama 5,05 gram granulasi basah,
kemudian dikeringkan pada suhu 70o. didapat hasil konstan 4,95 gram granulasi setelah
dikeringkan. Berapa % LoD granulasi setelah dikeringkan ?
a. 1,98
b. 2,02 bobot basah−bobot kering
LoD = x 100%
bobot basah
c. 1,02 5.05−4,95
= x 100 %
d. 2,98 5,05
= (0,1/ 5,05) x 100 %
e. 1,13 = 0,0198 x 100%
=1,98%
27. Seorang apoteker melakukan uji keseragaman melakukan uji keseragaman bobot tablet
ibuprofen 400 mg. hasil pengukuran menunjukkan diameter rata2 tablet tersebut adalah
12,02. Berapa mm tebal tablet yang dipersyaratkan ?
a. 7,51 – 13,33
Diameter tablet 12,02
b. 4,00 – 9,015 Ditanya tebal tablet?
c. 16,04 – 36,06 Syarat : diameter tablet = (1 1/3 < d < 3) tebal tablet
d. 3,34 – 13,33 12,02 x 1 1/3 = 16,02
12,02 x 3 = 36,06
e. 4,00 – 36,06
28. Seorang apoteker melakukan uji keseragaman melakukan uji keseragaman bobot tablet
ibuprofen 400 mg. hasil pengukuran menunjukkan diameter rata2 tablet tersebut adalah
10,02. Berapa mm tebal tablet yang dipersyaratkan ?
a. 3,34 -7,51
Dik bobot tablet 400 mg
b. 7,51 – 13,33 Diameter tablet : 10,02
Tebal tablet ??
c. 13,33 – 30,06
Syarat : diameter tablet = (1 1/3 < d < 3) tebal tablet
d. 3,34 – 13,33 10,02 x 1 1/3 = 13,36
10,02 x 3 = 30,06
e. 7,51 – 30,06

29. Seorang apoteker membuat sediaan steril dimana zat aktif yang digunakan yaitu atropine
sulfat 2%. Larutan dibuat isotonis dengan NaCl dan aquadest ad 30 ml. diketahui harga E
atropine yaitu 0,13. Untuk membuat larutan tersebut isotonis. Berapa gram NaCl yang
harus ditambahkan ?
a. 0,87
b. 0,19 Gram atropine sulfate 2% x 30 ml = 0,6 g
E atropine = 0,13
c. 0,17
Jadi jumlah NaCl yg diperlukan 0,6 g x 0,13 = 0,078
d. 0,572 Larutan 30 memerlukan NaCl 0,9% x 30 ml = 0,27
Kekurangan NaCl 0,27 – 0,078 = 0,19
e. 0,372

30. Dalam sebuat uji friabilitas tablet, diketahui bahwa rata-rata bobot tablet sebelum diputar
pada alat friability tester adalah 0,541 gram sedangkan bobot tablet setelah diputar
menjadi 0,530 gram. Berapa nilai friabilitas tablet tersebut ?
a. 0,011%
Friabilitas = [(Wo –Wt) / Wo] x 100%
b. 1,1% = [( 0,541 gram – 0,530 gram) / 0,541 gram ] x
c. 0,02% 100%
= 0,011/ 0,541 x 100 %
d. 2,03% = 0,0203327 x 100%
e. 2,07% = 2,03 %

Anda mungkin juga menyukai