0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
328 tayangan6 halaman

Jenis dan Keputusan Bukti Audit

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang bukti audit dan jenis-jenis bukti audit yang dapat digunakan oleh auditor seperti pemeriksaan fisik, konfirmasi, inspeksi, prosedur analitis, wawancara, rekalkulasi, pelaksanaan ulang, dan observasi. 2. Dokumen juga membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persuasivitas bukti audit seperti ketepatan dan kecuk

Diunggah oleh

psallsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
328 tayangan6 halaman

Jenis dan Keputusan Bukti Audit

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang bukti audit dan jenis-jenis bukti audit yang dapat digunakan oleh auditor seperti pemeriksaan fisik, konfirmasi, inspeksi, prosedur analitis, wawancara, rekalkulasi, pelaksanaan ulang, dan observasi. 2. Dokumen juga membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persuasivitas bukti audit seperti ketepatan dan kecuk

Diunggah oleh

psallsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME PENGAUDITAN 1

BAB 7

BUKTI AUDIT

NAMA: PUTRI SALSABILA(18043138)

A. SIFAT BUKTI

Bukti audit telah didefinisikan sebagai setiap informasi yang digunakan oleh auditor
untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang di
tetapkan. Informasi ini sangat bervariasi sesuai kemampuannya dalam menyakinkan auditor
bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Bukti audit mencakup informasi yang
sangat persuasif, seperti perhitungan auditor atas sekuritas yang dapat diperjual belikan dan
informasi yang kurang persuasive seperti respons atas pertanyaan-pertanyaan dari para karyawan
klien

B. KEPUTUSAN BUKTI AUDIT

Keputusan penting yang dihadapi para auditor adalah meentukan jenis dan jumlah bukti
audit yang tepat yang diperlukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah disajikan
secara wajar. Ada empat keputusan mengenai bukti apa yang harus dikumpulkan dan berapa
banyak:

1. Prosedur audit yang akaan digunakan


2. Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk prosedur tersebut
3. Item-item mana yang akan dipilih dari populasi
4. Kapan melaksanakan prosedur tersebut

Prosedur audit adalah rincian instuksi yang menjelaskan bukti audit yang harus diperoleh
selama audit. Pesifik agar auditor dapat mengikuti instruksi.

Prosedur audit untuk verifikasi pengeluaran kas :

 Periksa jurnal pengeluaran kas dalam system akuntansi dan membandingkan nama,
peyer, jumlah dan tanggal dengan informasi online yang diberikan oleh bank tentang cek
yang diproses untuk pembayaran.
 Audit dapat mengubah ukuran sampel dari satu hingga semua item dalam populasi yang
sedang di uji
 Audoitor harus bisa memilih item-item mana dalam populasi yang akan diuji.
 Audit dalam laporan keuangan umumnya mencakup suatu periode seperti satu tahun .
audit dikatakan selesai apabila setelah beberapa minggu atau bukan berakhirnya suatu
periode.
 Daftaar prosedur audit untuk dalam bidang audit disebut program audit.
C. PERSUASIVITAS BUKTI

Dua penentu persuasivitas bukti audit adalah ketepatan dan mencukupi.

1. Ketepatan bukti ( appropriateness of evidence)

Ukuran yang memuat mutu bukti berarti relevan dan reabilitasnya memenuhi
tujuan audit untuk transaksi saldo akun.

a) Relevansi bukti, bukti audit yang berkaitan dengan tujuan audit yang akan
diuji oleh auditor sebelum bukti tersebut dianggap tepat. Prosedur yang
relevan adalah menelusuri sampel dokumen pengiriman kesalinan faktur
penjualan untuk menentukan pengiriman barang tersebut telah ditagih.

b) Reabilitasbukti (reliability of evidence)

Dimana bukti tersebut dapat dipercaya. Enam karakteritik yang dapat


diandalkan yaitu:

1. Idenpendensi penyedia bukti. Bukti yang diperoleh dari sumber luar


sehingga dapat diandalkan ketimbang dari dalam entitas.

2. efektivitas pengendalian internal klien. Apabila pengendalian efektif


maka bukti audit dapat diandalakan dibandingkan pengendaliannya
lemah

3. pengetahuan kangsung auditor. Bikti yang lansung diperoleh oleh auditor


dapat melalui pemeriksaan fisik, observasi, perhitungan ulang, dan
inspeksi yang dapat diandalkan.

4. Kualifikasi individu yang menyediakan informasi. Yang bersifat


independent

5. Tingkat objektivitas. Bukti yang objekti lebih dapat diandalkan

6. Ketepatan waktu. Kapan Bukti dikumpulkan pada periode yang tercakup


oleh audit.

Kecukupan bukti diukur dari ukuran sampel yang dipilih auditor . factor yang
menentukan ukuran sampel dalam audit yaitu ekspektasi auditor atas salah saji dan keefektifan
pengendalian internal klien. Persuasivitas bukti dapat dievaluasi setalah mempertimbangkan
kombinasi antara ketepatan dan kecukupan. Dan termasuk pengaruh factor-faktor yang dapat
mempengaruhi ketepatan dan kecukupan .Dalam membuat bukti pada audit baik persuasivitas
maupun biaya harus dipertimbangkan. Persuasivitas dan biaya harus dipertimbangkan sebeleum
memilih jenis yang terbaik. Tujuan auditor yaitu untuk memperoleh bukti audit yang tepat dan
mencakup dengan total biaya yang seminimal mungkin.

D. JENIS JENIS BUKTI AUDIT

Pemeriksaan fisik (physical examination)

Inspeksi atau hitungan yang dilakukan auditor atas aktiva atau asset tidak berwujud.
Paling sering berkaitan dengan persediaan dan kas tetapi dapat diterapkan juga pada verifikasi
sekuritas, wesel tagih dan asset tetap berwujud. Perbedaan dalam auditing antara pemeriksaan
fisik asset seperti sekuritas dan kas dan pemeriksaan dokumen yaitu cek-cek yang dibatalkan dan
dokumen penjualan.

Konfirmasi (confirmation)

Untuk menggambarakan penerimaan tanggapan baik secara tertulis maupun lisan, dari
pihak ketiga yang independen yang memverifikasikan keakuratan informasi sebagaimana yang
telah diminta oleh auditor. Permintaan ini ditunjukan untuk klien dan klien meminta pihak ketiga
yang idependen untuk memberikan tanggapan secara langsung kepada auditor.

Inspeksi (inspection)

pemeriskasaan yang dilakukan auditor atas dokumen dan catatan klien untuk mendukung
informasi yang tersaji atau yang seharusnya tersaji dalam laporan keuangan. Dokumen yang di
catat diperiksa oleh auditor berguna untuk menyediakan informasi bagi pelaksanaan bisnis
dengan cara yang terorganisasi dalam bentuk kertas atau pun bentuk elektronik.

Prosedur analitis (analytical procedures)

Prosedur yang menggunakan berbagai perbandingan untuk menilai saldo-saldo akun atau
data Nampak wajar. Tujuan prosedur analitis yaitu:

 Memahami industry dan bisnis


 Menilai kemampuan keberlanjutan bisnis entitas
 Menunjukkan munculnya kemungkinan sesalahan penyajian dalam laporan keuangannya
 Memngurangi ujian audit rinci.

Wawancara kepada klien (imquiries of the client)

upaya untuk memperoleh informasi baik secara lisan maupun tulisan dari klien sebagai
tannggapanya atas berbagi tanggapannya dan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh auditor.
Rekalkulasi (recalculation)

Melibatkan pengujian kembali bebagai perhitungan dan transfer informasi yang dibuat
oleh klien pada suatu periode yang berada dalam periode audit pada sejumlah sampel yang
diambil auditor.

Pelaksanaan ulang (reperformance)

Pengujian independent yang dilakukan auditor atas prosedur atau pengendalian klien
dilakukan sebagai bagian dari system akuntansi dan pengendalian eksternal klien.

Observasi ( observation)

penggunaan indera untuk menilai aktivitas klien. Selama menjalani penugasan klien,
auditor mempunyai banyak kesemptana untuk menggunakan inderanya yaitu penglihatan,
perasaan, dan penciuman guna untuk mengevaluasi berbagai item. Jenis observasi kurang tetap
untuk diandalkan karena resiko personil klien akan mengubah perilakunya akibat kehadiran
auditor.

Ketepatan jenis bukti :

 Keefektifan pengendalian klien memilki pengaruh yang sinifikan terhadap rehabilitas


sebagian besar jenis bukti audit
 Pemeriksaan fisik maupun rekalkulasi mungkin dapat lebih diandalkan jika pengendalian
internal efektif tetapi penggunaan kedua jenis bukti itu sangat berbeda.
 Jenis bukti yang spesifik jarang mencukupi untuk memberikan bukti audit yang tepat
dalam memenuhi setiap tujuan audit.

Dua jenis audit yang paling mahal adal;ah pemeriksaan fisik dan konfirmasi. Karena
konfirmasi mempunyai biya besar karena umumnya mewajibkan kehadiran auditor ketika klien
sedang menghitung asset, yang sering kali dilakukan pada tanggal neraca.

Auditor harus memutuskan keputusan buki yaitu:

 Prosedur audit apa yang akan digunakan untuk memenuhi setiap tujuan audit yang
berkaitan dengan saldo
 Berapa ukuran sampel yang tepat untuk setiap preosedur
 Item-item mana dari populasi yang harus dimasukkan dalam sampel
 Kapan melaksankan setiap prosedur.

E DOKUMENTASI AUDIT

Catatan utama tentang prosedur auditing yang diterapkan bukti yang diperoleh dan
kesimpulan yang di capai auditor dalam melaksankan penugasan.
Tujuan dokumentasi audit adalah untuk membantu auditor memberikan kepastian yang
layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit. Dekumentasi
audit memberikan:
1. Dasar bagi perencanaan audit merencanakan audit yang memadai informasi tentang
referensi yang diperlukan harus tersedia dalam file audit .
2. Catatan bukti yang dikumpulkan dalam hasil pengujian. Dokumentasi audit adalah sarana
utama untuk mendokumentasikan bahwa audit yang memadai telah dilaksankan sesuai
standar auditing.
3. Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat dekomentasi audit menyediakan
sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam memutuskan bukti apakah
bukti yang terjadi mencukupi yang berguna untuk menjustifikasi laporan audit
berdasarkan situasi tertentu.
4. Dasar bagi review oleh supervisor dan partnee file audit adalah rangka referensi utama
myang digunakan oleh supervisor untuk mereview pekerjaan asisten review yang cermat
oleh supervisor juga memberikan bukti bahwa audit telah diawali secar memadai.
5. Isi dan organisasi audit setiap perusahaan akuntansi publik membuat pendekatan sendiri
untuk menyiapkan dan mengatur arsip audit.
6. File permanen disengaja untuk mengandung data yang sifatnya historis atau
[Link] permanen padaumunya meliputi ;

 Kutipan atau Salinan dari dokumen perusahaan yang terus menerus sebagai
artikel korporasi anggaran rumah tangga, perjanjian obligasi dan kontrak.
Kontrak adalah rencana pension penyewaan pilihan saham dan lainnya.
 Analisis, dari tahun sebelumnya dari akun yang senantiasa penting bagi auditor
termasuk seperti utang jangka Panjang akun ekuitas pemegang saham niat baik
dan aktiva tetap.
 Informasi yang berhubungan dengan pemahaman akan control internal dan
penilainan resiko control
 Hasil dari prosedur analitis atas audit tahun sebelumnya
1) File tahun berjalan Mencakup semua dokumentasi audit yang bisa diterapkan kedlam audit.
Ada kumpulan arsip permanent untuk klien dan sekumpulan file tahun berjalan untuk
masing-masing tahun audit. Jenis informasi yang disertakan dalam arsip sekarang akan
dibahas singkat di bawah ini:
a. Program Audit
Standar audit membutuhkan program audit tertulis untuk setiap audit. Program
audit biasanya dipelihara dalam arsip terpisah untuk memperbaiki koordinasi
dan mengintegrasikan semua bagian audit. Saat audit berjalan, setipa auditor
memulai program itu untuk prosedur audit yang dilakukan dan menunjukkan
tanggal penyelesaian.
b. Informasi umum,
Sebagian arsip audit mencakup informasi periode sekarang yag sifatnya umum
bukannya dirancang untuk mendukung jumlah laporan keuangan tertentu. Ini
termasuk item seperti memo perencanaan audit, abstrak atau salinan pertemuan
dewan direksi, abstrak kontrak dan lain-lain.
c. Neraca Saldo Berjalan, Karena dasar untuk menyiapkan laporan keuangan
adalah buku besar umum, jumlah yang disertakan dalam catatan adalah titik
utama dari audit. Seawal mungkin setelah tanggal neraca saldo, auditor
memperoleh atau menyiapkan daftar akun buku besar umum dan saldo akhir
tahun mereka. Jadwal ini adalah neraca saldo berjalan
d. Menyesuiakan dan Reklasifikasi Ayat Jurnal, Saat auditor menemukan
kesalahan penyajian material dalam catatan akuntansi, laporan keuangan harus
diperbaiki. Sebagai contoh, jika klien gagal untuk mengurangi persediaan
dengan tepat untuk bahan mentah yang tidak terpakai, maka bisa dibuat
penyesuaian ayat jurnal oleh auditor untuk mencerminkan nilai yang biasa
diwujudkan dari persediaan itu.
e. Reklasifikasi ayat jurnal seringkali dibuat dalam laporan untuk memberikan
informasi akuntansi yang benar bahkan saat saldo buku besar umum itu benar.
f. Jadwal Pendukung, Bagian terbesar dari dokumentasi audit meliputi jadwal
pendukung yang rinci yang disiapkan oleh klien atau auditor untuk mendukung
jumlah tertentu pada laporan keuangan. Banyak jenis jadwal yang digunakan dan
penggunaan jenis yang tepat adalah perlu untuk mendokumentasikan
memadainya audit dan memenuhi tujuan lain dari dokumentasi audit. Berikut
jenis utama dari jadwal pendukung:
 Analisis, Dirancang untuk memperlihatkan aktivitas dalam akun
buku besar umum selama seluruh periode audit, menghubungkan
awal dan akhir saldo.
 Neraca Saldo atau Daftar, Jenis jadwal ini terdiri dari rincian yang
membuat saldo akhir tahun dari akun buku besar [Link] berbeda
dari sebuah analisis dimana hanya meliputi item yang merupakan
saldo akhir periode.
 Rekonsiliasi Jumlah, rekonsiliasi yang mendukung jumblah tertentu
dan biasanya diharapkan akan meningkatkan jumblah yang di catat
pada catatan klien dengan sumber informasi lainnya.
 Ujian Kewajaran, bersipat informasi yang memungkinkan auditor
untuk mengapaluasi apakah saldo tampak mengandung salah saji
dengan mempertimbangkan sitiuasi penugasan.
 Ringaksan prosedur jenis jadwal lain meringkaskan hasil dari
prosedur audit khusus yang dilakukan contohnya ringkasan hasil
konfirmasi piutang dagang dan rimngkasan observasi persediaan
 Penyelidikan dokumen pendukung sejumlah jadwal tujuan khusus
dilrancang untuk melihatkan ujian rinci yang dilaksankan seperti
ujian dokumen selam ujian komtrol dan ujian substansi transaksi
atau cutoff

Anda mungkin juga menyukai