MAKALAH DASAR ADMINISTRASI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS
SISTEM RUJUKAN
Disusun oleh:
Kelompok 3
Arifatul Nurlailia (101711535007)
I’anatul Ulya Dewi (101711535013)
Xindy Imey Pratiwi (101711535015)
Sandi Aminulloh (101711535024)
Acknes Leonita (101711535028)
Eqia Arum Azzahro (101711535042)
Adi Zayd Bintang (101711535043)
Dosen Pembimbing:
Dr. Setya Haksama., drg., [Link].
Syifaul Lailiyah., [Link]., [Link]
Diansanto Prayoga., [Link]., [Link]
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2018
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, ridho dan hidayah-
Nya sehingga Makalah Administrasi dan Kebijakan Kesehatan dapat tersusun hingga selesai.
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan berupa materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, tidak menutup
kemungkinan masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.
Banyuwangi, 6 September 2018
Penyusun
i
DAFTAR ISI
JUDUL........................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..............................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................2
1.3 Tujuan...........................................................................................................................2
BAB II.......................................................................................................................................3
2.1 Pengertian Sistem Rujukan..................................................................................................3
2.1.1 Pengertian Sistem Rujukan Secara Umum................................................................3
2.1.2 Pengertian Sistem Rujukan Menurut Hukum dan Para Ahli.....................................3
2.2 Jenis – Jenis Sistem Rujukan di Puskesmas..............................................................4
2.2.1 Rujukan Medis...................................................................................................4
2.2.2 Rujukan Kesehatan............................................................................................6
2.3 Peran Puskesmas di Era Jaminan Kesehatan Nasional............................................8
BAB III.....................................................................................................................................10
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................10
3.2 Saran............................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................11
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu bentuk pelaksanaan dan pengembangan upaya kesehatan dalam sistem
kesehatan nasional (SKN) adalah rujukan upaya kesehatan, untuk mendapatkan mutu
pelayanan yang lebih terjamin, berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien), perlu
adanya jenjang pembagian tugas diantara unit – unit pelayanan kesehatan melalui suatu
tatanan sistem rujukan sebab pelayanan kesehatan merupakan hak dasar rakyat Indonesia
yang sesuai dengan Undang – Undang Dasar 1945 dan Undang – Undang Nomor 36
Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas pelayanan
kesehatan dengan sistem rujukan berjenjang dimulai dari pelayanan dasar hingga lanjutan
guna memenuhi upaya pemenuhan hak dasar rakyat Indonesia. Sistem rujukan ini sudah
diatur sedemikian rupa dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan
kesehatan dan mencegah terjadinya penumpukan pasien di suatu puskesmas. Pelaksanaan
sistem rujukan di Indonesia telah diatur dengan bentuk bertingkat atau berjenjang, yaitu
pelayanan rujukan tingkat pertama, pelayanan rujukan tingkat kedua, dan pelayanan
tingkat ketiga, dimana dalam pelaksanaanya tidak berdiri sendiri namun berada di suatu
sistem dan saling berhubungan.
Salah satu kelemahan pelayanan adalah pelaksanaan rujuan yang kurang cepat dan
tepat yang dilakukan dibeberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Rujukan bukan salah satu
kekurangan, melainkan suatu tanggungan yang tinggi dan mendahulukan kebutuhan
masyarakat, salah satu contohnya yaitu dapat kita ketahui bersama bahwa tingginya
kematian ibu dan bayi merupakan masalah kesehatan yang dihadapi oleh Negara
Indonesia dimana angka kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi sehingga Negara
Indonesia melakukan kegagalan dalam melaksanakan SDGs. Masalah yang paling utama
yaitu faktor 3T, terutama terlambatnya mencapai pelayanan kesehatan. Faktor tersebut
merupakan penyebab tidak langsung, namun dapat menjadi penyebab mendasar dalam
permasalan tingginya angka kematian.
Adanya sistem rujukan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang
lebih bermutu karena tindakan rujukan ditunjukan pada kasus yang tergolong beresiko
tinggi. Oleh karena itu apabila pelayanan kesehatan rujukan dan seluruh faktor
pendukung seperti pemerintah, teknologi, transportasi terpenuhi maka proses ini akan
berjalan dengan baik
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi sistem rujukan secara umum, hukum dan para ahli ?
2. Bagaimana jenis – jenis rujukan di puskesmas ?
3. Bagaimana peran puskesmas di Era jaminan kesehatan nasional ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi sistem rujukan secara umum, hukum dan para ahli.
2. Untuk mengetahui jenis – jenis rujukan di puskesmas.
3. Untuk mengetahui peran puskesmas di Era jaminan kesehatan nasional
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Rujukan
2.1.1 Pengertian Sistem Rujukan Secara Umum
Sistem Rujukan adalah sistem penyelenggara pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal
balik baik vertikal maupun horizontal yang wajib dilaksanakan oleh peserta
jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan seluruh fasilitas kesehatan.
Sistem rujukan merupakan sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang
memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas
masalah yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal ke fasilitas pelayanan
yang lebih kompeten, terjangkau, rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah
administrasi.
2.1.2 Pengertian Sistem Rujukan Menurut Hukum dan Para Ahli
Berikut merupakan pengertian sistem rujukan menurut beberapa ahli:
1. Menurut SK Mentri Kesehatan No.23/1972, Sistem rujukan adalah suatu
sistem penyelenggaraan pelayanan yang melaksanakan pelimpahan tanggung
jawab timbal balik terhadap suau kasus penyakit atau masalah kesehatan
secara vertikal dalam arti unit berkemampuan kurang kepada unit yang lebih
mampu, atau secara horizontal dalam arti antar unit – unit yang setingkat
kemampuannya.
2. Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahum
2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Sistem Rujukan adalah
penyelenggara pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan
tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun
horizontal.
3. Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 001 Tahun
2012 Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, Sistem
rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan yang mengatur pelimphan tugas dan tanggung jawab pelayanan
kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal
4. Menurut Depkes RI tahun 2006, Sistem rujukan adalah sistem yang dikelolah
secara trategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin
pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan
komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama ibu dan bayi
baru lahir, dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi
manapun agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi
melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan dan
neonatal di wilayah mereka berada.
5. Menurut Mochtar tahun 1998, Sistem rujukan merupakan pelimpahan
tanggung jawab timbal balik secara vertikal maupun horizontal.
6. Menurut Hatmoko tahun 2000, Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan
pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung
jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau
masalah kesehatan masyarakat, baik secara vertikal maupun horizontal kepada
yang lebih kompeten, terjangkau dan dilakukan secara rasional.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan sistem rujukan adalah suatu
pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab
secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik vertikal (dari unit yang lebih
mampu) maupun horizontal (antar unit – unit yang setingkat kemampuannya) secara
rasional kepada yang lebih mampu. Tujuan umum sistem rujukan adalah untuk
pemerataan upaya kesehatan yang disukung mutu pelayanan yang optimal dalam
rangka memecahkan masalah kesehatan secara berhasil dan berdaya guna sedangkan
tujuan khusus sistem rujukan yaitu salah satu upaya pelayanan kesehatan klinik yang
bersifat kuratif dan rehabilitative secara berhasil guna dan berdaya guna serta upaya
kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotid secara berhasil guna dan
berdaya guna
2.2 Jenis – Jenis Sistem Rujukan di Puskesmas
Sistem rujukan merupakan kewajiban yang harus dilakukan PPK 1. Apabila PPK1
tidak mampu memberikan pelayanan spesialistik yang harus diperoleh oleh pasien
berdasarkan indikasi medis pasien maka dapat melakukan ke rujukan PPK lanjutan.
2.2.1 Rujukan Medis
Rujukan medis adalah pelimpahan wewenang dna tanggung jawab untuk
masalah kedokteran sebagai reson terhadap ketidakmampuan fasilitas kesehatan
untuk memenuhi kebutuhan para pasien dengan tujuan untuk menyembuhkan dan
atau memulihkan status kesehatan pasien. Rujukan medis mengarah pada
rehabilitatif dan kuratif. Rujukan pelayanan kesehatan dimulai dari pelayanan
kesehatan primer dan diteruskan ke jenjang pelayanan sekunder dan tersier yang
hanya dapat diberikan jika ada rujukan dari pelayanan primer atau sekuder. Sistem
rujukan medis dan karakteristiknya menurut Sweenty (1994) dalam sebuah
editorial untuk British Medical Journal menyatakan secara singkat keuntungan
keuntungan dari sistem rujukan : “…Sistem rujukan berkontibusi terhadap
tingginya standar perawatan kesehatan dengan membatasi over – medicalisasi,
dengan pendelegasian tugas yang jelas antara spesialis dan dokter umum, dan
membebaskan spesialis untuk mengembangkan pengetahuan khusus mereka,
dengan biaya perawatan medis yang sesuai…”.
Beberapa literature menyatakan karakteristik rujukan medis adalah sebagai
berikut :
1. Menurut WHO pada Referral Health System, karakteristik rujukan medis
dinyatakan sebagai berikut :
a. Adanya kerjasama antara fasilitas pelayanan kesehatan
b. Kepatuhan terhadap SOP rujukan
c. Kelengkapan sumber daya pendukung, termasuk transportasi dan
komunikasi
d. Kelengkapan formulir rujukan
e. Komunikasi pra rujukan dengan fasilitas tujuan rujukan
f. Ketentuan rujuk balik
2. Menurut UNFPA dalam The Health Referral System In Indonesia,
karakteristik rujukan medis dinyatakan sebagai berikut :
a. Ketepatan dalam merujuk
b. Pertimbangan kemampuan bayar pasien
c. Kelayakan dan keterjangkauan fasilitas rujukan
d. Kepatuhan terhadap kebijakan dan SOP rujukan
e. Kelengkapan fasilitas kesehatan rujukan lebih baik daripada perunjuk
f. Melakukan rujukan balik dan juga feedback ke fasilitas perujuk
3. Menurut KEMENKES dalam Pedoman Sistem Rujukan Nasional,
karakteristik rujukan medis dinyatakan sebagai berikut :
a. Rujukan berdasarkan indikasi
b. Prosedur rujukan pada kasus kegawatan
c. Melakukan rujukan balik ke fasilitas perujuk
d. Keterjangkauan fasilitas rujukan
e. Rujukan pertama dari fasilitas primer
Prosedur rujukan pada dasarnya yaitu sesuai dengan prosedur fasilitas
pemberian pelayanan kesehatan pengirim rujukan dimana dinyatakan sebagai
berikut :
a. Menjelaskan kepada para pasien atau keluarganya tentang alasan rujuk
b. Melakukan komunikasi dengan fasilitas kesehatan yang dituju sebelum
merujuk
c. Membuat surat rujukan dan juga melampirkan hasil diagnosis pasien dan
catatan medisnya
d. Mencatat pada register dan juga membuat laporan rujukan
e. Stabilisasi keadaan umum pasien dan dipertahankan selama dalam
perjalanan
f. Pendampingan pasien oleh tenaga kesehatan
g. Menyerahkan surat rujukan kepada pihak – pihak yang berwewenang di
fasiliras pelayanan kesehatan di tempat rujukan
h. Surat rujukan pertama harus berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan
primer, kecuali dalam keadaan darurat
i. Ketentuan yang terdapat pada akses, jamkesmas, jamkesda, surat
keteranagn tidak mampu, dan badan penjamin kesehatan lainnya tetap
berlaku
2.2.2 Rujukan Kesehatan
Rujukan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal
balik baik secara vertikal maupun horizontal. Rujukan vertikal merupakan rujukan
antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan dapat dilakukan dari tingkatan
pelayanan yang lebih rendah ke tingkatan pelayanan yang lebih tinggi atau
sebaliknya, sedangkan rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan
kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas peralatan
dan/atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau menetap (Peraturan Mentri
Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012).
1. Rujukan Horizontal
Apabila rujukan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai
dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau
ketenagaan yang bersifat sementara atau menetap maka sistem rujukannya
adalah rujukan antara pelayanan kesehatan dalam satu tingkat.
2. Rujukan Vertikal
Rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan, dimana
dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan
yang lebih tinggi atau sebaliknya, apabila :
a. Permasalahan kesehatan pasien dapat ditangani oleh tingkatan
pelayanan kesehatan yang lebih rendah dan untuk alas an kemudahan,
efisien dan pelayanan jangka panjang
b. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan
kebutuhan pasien karena keterbatasan sarana, prasarana, peralatan
atau/dan ketenagaan.
Rujukan ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan
kesehatan (Promotif). Rujukan ini mencakup teknologi, sarana, operasional, ilmu
pengetahuan, dan keterampilan, misalnya :
1. Pengiriman dokter ahli terutama ahli bedah, kebidanan dan kandungan, penyakit
dala, dan dokter anak dari RSU Provini ke RSU Kabupaten.
2. Pengiriman asisten ahli senior ke RS Kabupaten yang belum ada dokter ahli dalam
jangka waktu tertentu.
3. Pengiriman tenaga kesehatan dari puskesmesm, RSU kabupaten ke RS Provinsi.
4. Ahli pengetahuan dan keterampilan di bidang klinik, manajemen dan
pengoperasian peralatan.
Secara skematis pelaksanaan azas rujukan dapat digambarkan sebagai berikut :
2.3 Peran Puskesmas di Era Jaminan Kesehatan Nasional
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi – tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes RI No.75 Tahun
2014 Tentang Puskesmas). Pelayanan yang di sediakan dalam sistem Jaminan Kesehatan
Nasional merupakan layanan yang menyeluruh bagi pesertanya, meliputi pelayanan
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Pelayanan promotif dan preventif
merupakan tugas utama Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat I (PPK I) salah satunya
adalah puskesmas. Puskesmas menjadi fasilitas kesehatan yang paling banyak pengobatan
para peserta jaminan kesehatan nasional. Diperkirakan dari total layanan kesehatan yang
diakses peserta jaminan kesehatan nasional, sekitar 79,5% dilaksanakan di Puskesmas.
Dalam hal ini puskesmas berperan sebagai gate kipper dalam mendukung program JKN
dimana puskesmas berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan fasilitas
kesehatan. Pelayanan tersebut meliputi penyeluhan kesehatan perorangan, imunisasi
dasar, pelayanan KB, dan skrining kesehatan. Penyuluhan kesehatan perorangan ada dua,
yaitu yang pertama penyuluhan langsung yang terdiri dari penyuluhan kesehatan
langsung, olahraga sehat, dan promosi kesehatan keliling, sedangkan penyuluhan tidak
langsung, yaitu yang dilaksanakan melalui media cetak dan juga media elektronik.
Pelayanan imunisasi dasar dalam pelayanan promotif dan preventif pada sistem JKN
meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri Pertusis Tetanus dan Hepatitis-B (DPT-
HB), Polio, dan Campak.
Pelayanan KB mencakup konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi, dan tubektomi.
Pelayanan skrining kesehatan berupa pelayanan preventif primer dan preventif sekunder.
Untuk pelayanan preventif primer (skrining riwayat kesehatan) yang merupakan bentuk
deteksi dini untuk penyakit yang berdampak kepada biaya besar. Sementara skrining
untuk preventif sekunder selektif (peserta risiko tinggi penyakit kronis berdasarkan hasil
skrining riwayat kesehatan dan deteksi kanker). Deteksi kanker itu sendiri merupakan
bentuk deteksi dini untuk penyakit kanker leher rahim pada wanita yang sudah menikah
dan kanker payudara.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
The referral system is a system of health service delivery tahat regulates, the
delegation of taks and responsibilities of reciprocal health service both vertical and
horizontally that must be carried out by participants of health and health health
facilities. The referral system is a service facility management system that allows the
dissemination of tasks and responsibilities to problems related to customer needs and
needs. Vertical referral is a reference between different levels of health services can
be done from a lower level of service to a higher level of service or vice versa, while
horizontal referral is a reference between health services according to the needs of
patients because of limited equipment and / or temporary facilities or settled. The
services provided in the National Health Insurance system are comprehensive services
for participants, including promotive, preventive, curative and rehabilitative services.
The Puskesmas is the most well-being health facility for national health insurance
participants, so the puskesmas plays an important role in the era of national health
insurance
3.2 Saran
Saran untuk tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama yaitu dengan adanya sistem rujukan dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan yang lebih bermutu karena tindak rujukan yang ditujukan pada kasus yang
tergolong beresiko tinggi dimana puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama masyarakat sehingga harus memiliki kesiapan untuk merujuk dengan
berbagai keluahan ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. 2012. Panduan Praktis Sistem Rujukan Berjenjang . Di
unduh pada [Link]
[Link]/bpjs/dmdocuments/[Link]
[Online] Diakses pada 8 September 2018.
Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Permenkes Nomor 001 Tahun 2013
Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. Di unduh pada
[Link]
%202012%20ttg%20Sistem%20Rujukan%20Yankes%[Link] [Online].
Diakses pada 8 September 2018
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Data Dasar Puskesmas Kondisi Desember
2015. Di unduh pada [Link]
dasar-puskesmas/2015/Buku%20Data%20Dasar%20Puskesmas%[Link]
[Online]. Diakses pada 8 September 2018
Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014
Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Di unduh pada
[Link]
content/uploads/downloads/2015/03/PMK-No.-[Link] [Online].
Diakses pada 8 September 2018
Primasari, KArleane Lony. 2015. Analisis Sistem Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional
RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak. Lebak : Jurnal Arsi/Januari
Indrianingrum, Irawati, dan Oktio Woro Kasmini Handayani. 2017 Input Sistem Rujukan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Fasilitas Tingkat Pertama (FKTP)
Kbupaten Jepara. UNNES : Public Health Perspective Journal 2 (2) (2017) 140 – 147.
Henrini. Dwip. 2016. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sumatera Barat :
Universitas Andalas. Di unduh [Link] [Link].
[Online]. Diakses 4 September 2018.
Umami, Lidia Shafiatul. 2017. Sistem Rujukan Puskesmas. Bandung : Universitas
Diponegoro. Di unduh pada
[Link]
I_BAB_2.pdf [Online]. Di akses pada 8 September 2018