0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan10 halaman

Materi dan Soal Pecahan Kelas 5-6

Yayasan Kanisius SMP Kanisius Pati merupakan lembaga pendidikan yang terakreditasi A. Dokumen tersebut berisi penjelasan mengenai konsep pecahan, operasi hitung pecahan, dan latihan soal mengenai materi pecahan.

Diunggah oleh

Yulius Fajar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan10 halaman

Materi dan Soal Pecahan Kelas 5-6

Yayasan Kanisius SMP Kanisius Pati merupakan lembaga pendidikan yang terakreditasi A. Dokumen tersebut berisi penjelasan mengenai konsep pecahan, operasi hitung pecahan, dan latihan soal mengenai materi pecahan.

Diunggah oleh

Yulius Fajar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

YAYASAN KANISIUS

SMP KANISIUS PATI


STATUS : TERAKREDITASI A
Jalan Panglima Sudirman 152 Telepon (0259) 381952 Pati 59114

A. BILANGAN PECAHAN

1. Pengertian
Pengertian pecahan melalui benda konkrit gambar dan lambangnya,

1 1 3
1 bagian bagian bagian bagian
4 2 4

│ │ │ │ │ │ │ │ │
1 2 3 4 5 6 7 8
0
8 8 8 8 8 8 8 8
1
Jarak titik 0 sampai 1 dibagi menjadi 8 bagian yang sama, sehingga terdapat bilangan ,
8
2 3
, , dan seterusnya.
8 8
2. Mengurutkan pecahan
Contoh :
3 5 1
Susunlah deretan pecahan , , dalam urutan naik
4 6 2
Jawab
3 9 5 10 1 6
= , = , =
4 12 6 12 2 12
6 9 10 1 3 5
Karena   maka  
12 12 12 2 4 6
1 3 5
Jadi, deretan pecahan dalam urutan naik adalah , ,
2 4 6
3. Jenis-Jenis Pecahan
a. Pecahan Murni
Pecahan murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya.
1 2 3
Contoh : , , , dan seterusnya
4 8 4
b. Pecahan Tidak Murni
Pecahan tidak murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih dari atau sama dengan
25 7 10
penyebutnya. Contoh : , , , dan seterusnya.
4 2 3
c. Pecahan Campuran
Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan bagian bilangan
2 1 2
pecahan murni. Contoh : 1 ,3 ,5 , dan seterusnya.
3 4 3
Pecahan tidak murni dapat dinyatakan menjadi pecahan campuran dan sebaliknya.
Contoh :
25
1. Nyatakan menjadi pecahan campuran
4
25 24 + 1 24 1 1 1
Jawab : = = + = 6+ = 6
4 4 4 4 4 4
1
2. Nyatakan 3 dalam bentuk pecahan tidak murni.
4
1 1 12 1 12 + 1 13
Jawab : 3 = 3+ = + = =
4 4 4 4 4 4
d. Bentuk desimal
1) Dalam sistem desimal, angka-angka dalam suatu bilangan mempunyai arti :

Ribuan 1 2 3 4, 5 6 7 Perseribuan
Ratusan Perseratusan
Puluhan Persepuluhan
Satuan
2) Dengan menggunakan pengertian tersebut, maka
• Bilangan desimal dapat diubah menjad pecahan campuran atau pecahan murni
2 1
Contoh : 0,2 = =
10 5
• Pecahan campuran atau pecahan murni dapat diubah menjadi bilangan
desimal.
1 1 5 5
Contoh : = = = 0,5
2 2  5 10
e. Persen
Persen artinya perseratusan, ditulis dengan notasi %. Jadi pecahan dengan penyebut
100 disebut persen
30 42
Contoh : = 30 %, = 42 %
100 100
Untuk mengubah pecahan menjadi persen :
a a
=  100 % , dengan b  0
b b
3 3 300
Contoh : =  100 % = % = 25 %
12 12 12
15 3
15 % = =
100 20
f. Permil

Permil adalah perseribuan, ditulis dengan notasi 0 . Jadi pecahan dengan penyebut
00
1.000 disebut permil.
20 45
Contoh : = 20 0 , = 45 0
1000 00 1000 00
Untuk mengubah pecahan menjadi persen :
a a
= 1.000 0 , dengan b  0
b b 00
3 3 3.000 0
Contoh : = 1.000 0 = = 24 0
125 125 00 125 00 00
250 1
250 0 = =
00 1000 4
B. OPERASI HITUNG PADA PECAHAN
1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
a. Penjumlahan atau pengurangan dua pecahan atau lebih, dapat dilakukan jika pecahan-
pecahan itu memiliki penyebut yang sama.
a c a+c
+ = ,b  0
b b b
a c a−c
− = ,b  0
b b b
Contoh :
3 1 3 +1 4
1. + = =
5 5 5 5
9 2 9−2 7 3
2. − = = =1
4 4 4 4 4
b. Untuk penjumlahan atau pengurangan yang penyebutnya tidak sama kita harus
samakan dahulu penyebutnya dengan menggunakan KPK dari penyebut-penyebutnya.
a c ad cb ad + cb
+ = + =
b d bd bd bd
a c ad cb ad − cb
− = − =
b b bd bd bd
Contoh
2 4 10 12 10 + 12 22 7
1. + = + = = =1
3 5 15 15 15 15 15
3 1 12 5 12 − 5 7
2. − = − = =
5 4 20 20 20 20
c. Penjumlahan pecahan memiliki sifat-sifat berikut :
1) Komutatif
a c c a
+ = +
b d d b
Contoh
2 3 3 2
+ = +
3 5 5 3
2) Asosiatif
a c  e a  c e 
 +  + = +  + 
b d  f b d f 
Contoh
1 3 4 1 3 4
 + + = + + 
5 5 7 5 5 7

2. Perkalian dan Pembagian Pecahan


a. Hasil perkalian dua pecahan diperoleh dengan mengalikam pembilang dengan
pembilang dan penyebut dengan penyebut.
a c a  c ac
 = =
b d b  d bd
2 4 2 4 8
Contoh :  = =
3 5 3  5 15
b. Untuk membagi suatu pecahan dengan pecahan lain sama artinya dengan mengalikan
pecahan pertama dengan kebalikan pecahan kedua
a c a d a  d ad
: =  = =
b d b c b  c bc
2 4 2 5 2  5 10 5
Contoh : : =  = = =
3 5 3 4 3  4 12 6

3. Penjumlahan dan Pengurangan pada Pecahan Desimal


Untuk menjumlahkan atau mengurangkan bilangan-bilangan desimal, maka tanda koma
desimal diletakan pada satu lajur, sehingga angka ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan,
perseratusan dan seterusnya masing-masing terletak pada satu lajur.
Contoh :
1. 234,56 + 45,678 disusun menjadi 234,56
45,678 +
280,238

2. 67,27 – 21,213 disusun menjadi 67,27


21,213 –
46,057
4. Perkalian dan Pembagian pada Pecahan Desimal
a. Perkalian pada pecahan desimal
Perkalian dengan 10,100,1000, dan seterusnya dilakukan dengan menggeser koma
desimal ke kanan menurut angka nol pada bilangan-bilangan di atas2,723 x 100 =
272,3

Tanda koma bergeser 2 kali berdasarkan banyaknya 0


Banyaknya tempat desimal dari hasil kali dua bilangan desimal dengan
menjumlahkan banyak tempat dari pengali-pengalinya
Contoh : 3, 67
  4, 258
 = 15, 62686


2 tempat desimal 3 tempat desimal 5 tempat desimal


b. Pembagian bilangan dalam bentuk desimal
Pembagian dengan 10, 100, 1000 dan seterusnya dilakukan dengan menggeser tanda
koma kekiri menurut banyaknya angka nol pada bilangan-bilangan diatas.
Contoh : 1,725 x 1000 = 0,001725

Tanda koma bergeser 3 angka.


Untuk membagi suatu bilangan dengan bilangan desimal, buatlah agar pembaginya
menjadi bilangan bulat contoh
1. 13,2183 : 0,14 diubah menjadi :
2. 1321,83 : 14 ( pembagi dan bilangan yang dibagi dikalikan 100 )
LATIHAN SOAL
MATERI PECAHAN
(dikerjakan di buku tugas menggunakan cara) !!!

I. Berilah tanda silang (x) huruf a,b,c, atau d pada jawaban yang paling benar !
6
1. Bentuk sederhana dari adalah…….
15
12
a. 6
2
b. 5
10
c. 5
1
d. 63
2. Diantara pecahan – pecahan berikut yang merupakan pecahan sederhana adalah….
2
a. 10
9
b. 21
6
c.
15
7
d. 16
3. Diketahui banyak siswa kelas 7 adalah 45 anak. 25 anak di antaranya laki-laki. Tentukan
bilangan pecahan yang menyatakan perbandingan antara banyak siswa putra terhadap banyak
siswa kelas 7.
5
a. 9
4
b. 9
9
c. 4
2
d. 4
5
4. Bilangan ke dalam bentuk pecahan campuran adalah…
2
5
a. 1 2
1
b. 2 2
2
c. 3 5
5
d. 1 2
2
5. Bilangan 2 5 ke dalam bentuk pecahan biasa adalah…..
12
a. 5
5
b. 4
5
c. 12
5
d. 2
3
6. Bilangan ke dalam pecahan desimal adalah……..
8
a. 0,43
b. 0,375
c. 1,22
d. 0,90

7. Bilangan 0,3 ke dalam pecahan biasa yaitu……


5
a. 10
5
b. 7
3
c. 10
5
d. 2
4
8. Bilangan ke dalam bentuk persen adalah…….
5
a. 60%
b. 70%
c. 80%
d. 90%
1 3
9. Hasil penjumlahan + 7 ke dalam bentuk pecahan paling sederhana adalah……
7
4
a. 7
5
b. 2
5
c. 4
7
d. 4
5 3
10. Hasil pengurangan − 8 ke dalam bentuk pecahan paling sederhana yaitu……
8
7
a. 4
4
b. 7
7
c. 8
1
d. 4
3 4
11. Hasil perkalian 𝑥 ke dalam bentuk pecahan paling sederhana yaitu……
5 7
7
a. 8
12
b. 35
22
c. 12
7
d. 2
2
12. Hasil pembagian 3 ∶ 5 ke dalam bentuk pecahan paling sederhana yaitu……
1
a. 7 2
7
b. 52
7
c.
4
1
d. 6 2
1 3 1
13. Hasil operasi pecahan dari − 5 + 7 ke dalam bentuk pecahan paling sederhana adalah….
5
22
a. 12
22
b. 25
9
c. − 35
9
d. 35
14. Hasil pecahan desimal dari 1,21 + 0,052 + 0,1 yaitu…..
a. 1,234
b. 1,673
c. 1,362
d. 1,413
15. Hasil pecahan desimal dari 0,157 x 100 adalah……
a. 0,157
b. 1,57
c. 15,7
d. 157

II. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan benar !


1. Tentukan bentuk pecahan paling sederhana dari pecahan berikut :
15
a. 35
80
b. 120

2. Ubahlah bentuk-bentuk persen berikut ke dalam bentuk pecahan biasa :


a. 32 %
b. 60 %
3. Nyatakan pecahan-pecahan desimal berikut ke dalam bentuk pecahan biasa :
a. 0,06
b. 12,46
4. Tentukan hasil pecahan-pecahan berikut dalam bentuk paling sederhana :
7 3 7
a. 𝑥 5 𝑥 20
12
1 3 2
b. + 21 −
7 7

5. Tentukan hasilnya :
a. 8,665 + 2,001
b. 2,345 – 2,112
c. 6,25 x 0,56
d. 29,011 : 2,5

Anda mungkin juga menyukai