0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan2 halaman

Panduan Lengkap Analisis dan Evaluasi Risiko

Analisis risiko dan evaluasi risiko penting untuk mengidentifikasi bahaya potensial dan menilai risiko kesehatan pekerja. Evaluasi risiko membandingkan tingkat risiko yang dihitung dengan standar yang ditetapkan dan menilai kembali efektivitas pengendalian risiko. Tahap pengendalian risiko meliputi hierarki lima langkah untuk menghilangkan, mengganti, merekayasa, mengendalikan secara administrasi, dan menggunakan APD. Komunikasi dan kons
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai ODT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan2 halaman

Panduan Lengkap Analisis dan Evaluasi Risiko

Analisis risiko dan evaluasi risiko penting untuk mengidentifikasi bahaya potensial dan menilai risiko kesehatan pekerja. Evaluasi risiko membandingkan tingkat risiko yang dihitung dengan standar yang ditetapkan dan menilai kembali efektivitas pengendalian risiko. Tahap pengendalian risiko meliputi hierarki lima langkah untuk menghilangkan, mengganti, merekayasa, mengendalikan secara administrasi, dan menggunakan APD. Komunikasi dan kons
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai ODT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analisis Risiko

Risiko adalah probabilitas/kemungkinan bahaya potensial menjadi nyata, yang ditentukan oleh


frekuensi dan durasi pajanan, aktivitas kerja, serta upaya yang telah dilakukan untuk pencegahan
dan pengendalian tingkat pajanan. Termasuk yang perlu diperhatikan juga adalah perilaku bekerja,
higiene perorangan, serta kebiasaan selama bekerja yang dapat meningkatkan risiko gangguan
kesehatan. Analisis risiko bertujuan untuk mengevaluasi besaran (magnitude) risiko kesehatan pada
pekerja. Dalam hal ini adalah perpaduan keparahan gangguan kesehatan yang mungkin timbul
termasuk daya toksisitas bila ada efek toksik, dengan kemungkinan gangguan kesehatan atau efek
toksik dapat terjadi sebagai konsekuensi pajanan bahaya potensial. Karakterisasi risiko
mengintegrasikan semua informasi tentang bahaya yang teridentifikasi (efek gangguan/toksisitas
spesifik) dengan perkiraan atau pengukuran intensitas/konsentrasi pajanan bahaya dan status
kesehatan pekerja, termasuk pengalaman kejadian kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang
pernah terjadi. Analisis awal ditujukan untuk memberikan gambaran seluruh risiko yang ada.
Kemudian disusun urutan risiko yang ada. Prioritas diberikan kepada risiko-risiko yang cukup
signifikan dapat menimbulkan kerugian.

Evaluasi Risiko
Evaluasi Risiko adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan analisis
risiko dengan kriteria standar yang digunakan. Pada tahapan ini, tingkat risiko yang telah diukur
pada tahapan sebelumnya dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, metode
pengendalian yang telah diterapkan dalam menghilangkan/meminimalkan risiko dinilai kembali,
apakah telah bekerja secara efektif seperti yang diharapkan. Dalam tahapan ini juga diperlukan
untuk membuat keputusan apakah perlu untuk menerapkan metode pengendalian tambahan untuk
mencapai standard atau tingkat risiko yang dapat diterima. Sebuah program evaluasi risiko
sebaiknya mencakup beberapa elemen sebagai berikut:
1. Inspeksi periodik serta monitoring aspek keselamatan dan higiene industri
2. Wawancara nonformal dengan pekerja
3. Pemeriksaan kesehatan
4. Pengukuran pada area lingkungan kerja
5. Pengukuran sampel personal
Hasil evaluasi risiko diantaranya adalah:
1. Gambaran tentang seberapa penting risiko yang ada.
2. Gambaran tentang prioritas risiko yang perlu ditanggulangi.
3. Gambaran tentang kerugian yang mungkin terjadi baik dalam parameter biaya ataupun
parameter lainnya.
4. Masukan informasi untuk pertimbangan tahapan pengendalian.
Pengendalian Risiko
Prinsip pengendalian risiko meliputi 5 hierarki, yaitu:
1. Menghilangkan bahaya (eliminasi)
2. Menggantikan sumber risiko dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih
rendah/tidak ada (substitusi)
3. Rekayasa engineering/pengendalian secara teknik
4. Pengendalian secara administrasi
5. Alat Pelindung Diri (APD).

Komunikasi dan Konsultasi


Komunikasi dan konsultasi merupakan pertimbangan penting pada setiap langkah atau tahapan
dalam proses manejemen risiko. Sangat penting untuk mengembangkan rencana komunikasi, baik
kepada kontributor internal maupun eksternal sejak tahapan awal proses pengelolaan risiko.
Komunikasi dan konsultasi termasuk didalamnya dialog dua arah diantara pihak yang berperan
didalam proses pengelolaan risiko dengan fokus terhadap perkembangan kegiatan. Komunikasi
internal dan eksternal yang efektif penting untuk meyakinkan pihak pengelolaan sebagai dasar
pengambilan keputusan. Persepsi risiko dapat bervariasi karena adanya perbedaan dalam asumsi
dan konsep, isu-isu, dan fokus perhatian kontributor dalam hal hubungan risiko dan isu yang
dibicarakan. Kontributor membuat keputusan tentang risiko yang dapat diterima berdasarkan pada
persepsi mereka terhadap risiko. Karena kontributor sangat berpengaruh pada pengambilan
keputusan maka sangat penting bagaimana persepsi mereka tentang risiko sama halnya dengan
persepsi keuntungan-keuntungan yang bisa didapat dengan pelaksanaan pengelolaan risiko.

Anda mungkin juga menyukai