HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA DIABETES
MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU
KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020
PROPOSAL PENELITIAN
Disusun Oleh :
AHMAD SAFI,I
142012016039
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PRINGSEWU LAMPUNG
2020
i
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA
DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020
Skripsi
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan
Pendidikan pada Program Studi S1 Ilmu Keperawatan
Disusun oleh :
AHMAD SAFI,I
NIM : 142012016039
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PRINGSEWU LAMPUNG
2020
ii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HALAMAN PERSETUJUAN PENELITIAN
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA
DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020
Yang diajukan oleh
AHMAD SAFI,I
NIM : 142012016039
Telah disetujui tanggal :
Oleh
Pembimbing 1
Ns. Marlinda, [Link]
NBM : 909729
Pembimbing II
Yossy wijayanti, [Link]
NBM : 1282503
iii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal
Telah diperiksa dan disetujui untuk uji proposal Tim penguji proposal
Judul Proposal :Hubungan Gaya Hidup dengan Prevalensi Penderita
Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas
Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020
Nama Mahasiswa : Ahamd Safi,i
Nim :142012016039
MENYETUJUI
Pembimbing 1
Ns. Marlinda, [Link]
NBM : 909729
Pembimbing II
Yossy wijayanti, [Link]
NBM : 1282503
iv
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HALAMAN PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang yang telah
memberikan rahmat-Nya hingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi ini. Skripsi ini saya persembahkan kepada :
1. Kepada Kedua orang tua tercinta Bpk Suyanto dan Ibu Susiati yang tak
pernah henti memberikan dukungan doa, semangat, motivasi, kasih
sayang dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Ns. Marlinda, [Link] selaku pembimbing 1 yang selalu
sabar dalam memberikan bimbingan serta arahan dan memberi
motivasi dalam penulisan skripsi ini
3. Yossy wijayanti, [Link] selaku pembimbing II yang memberikan
bimbingan dengan sabar serta memberi arahan dalam penulisan skripsi
ini.
4. Bapak/Ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Pringsewu Lampung yang memberikan banyak ilmu
serta pelajaran yang sangat berharga bagi penulis.
5. Teman-teman seperjuangan S1 Keperawatan yang selalu memberikan
semangat dan kerja sama kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Dilahirkan pada tanggal 21Juni 1994 di Sendang Mulyo, putra pertamadari
3 bersaudara dari pasangan Bapak Suyanto dan Ibu Susiati. Pendidikan
dasar di SDN 04 Sendang Mulyo Kec. Sendang Agung Kab. Lampung
Tengah diselesaikan pada tahun 2008, kemudian SMP N 01 Sendang Agung
diselesaikan pada tahun 2011 dan SMKMa’arif01 KalirejoKec. Kalirejo
Kab. Lampung Tengah diselesaikan pada tahun [Link] penulis
pada tahun 2016 – 20117 melanjutkan kuliah di STIKes Muhammadiyah
Pringsewu Lampung Prodi S1 Keperawatan sampai dengan sekarang,
namun sekarang sudah berubah menjadi Universitas Muhammadiyah
Pringsewu Lampung.
vi
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah dan
karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan semua
kelemahan yang penulis miliki namun penulis berusaha semaksimal mungkin
dengan ilmu yang sangat sedikit ini mencoba menyelesaikan skripsi ini dengan
judul “Hubungan Gaya Hidup dengan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus Tipe
II di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020 ”
skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan pada
program studi S1 ilmu keperawatan.
Penulis mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan proposal penelitian ini,
namun peran serta dan dukungan dari berbgai pihak maka penulis dapat
menyelesaikan proposal penelitian ini, untuk itu dalam kesempatan ini penulis
ingin megucapkan terima kasih kepada :
1. Drs. H. Wanawir Am, M.M, [Link], selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Pringsewu Lampung
2. Elmi Nuryati, [Link] selaku Ketua Fakultas Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Pringsewu Lampung.
3. Ns. Desi Ari madi yati, [Link].,[Link] Ketua Program Studi S1
keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Lampung.
4. Ns. Marlinda, [Link] selaku pembimbing 1 yang telah
memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan proposal ini.
vii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
5. Yossy wijayanti, [Link] selaku pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan serta arahan dalam penulisan proposal ini
6. Bapak/Ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Pringsewu Lampung.
7. Kedua orangtua tercinta yang selalu memberikan dukungan doa dan semangat
sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini.
8. Teman-teman kelas seperjuangan S1 Keperawatan angkatan 08 yang selalu
memberikan semangat dan kerja sama kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
Pringsewu, 16 Maret 2020
Penulis,
Ahmad Safi,I ,I
142012016039
viii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DEPAN ...................................................................... i
HALAMAN JUDUL DENGAN SPESIFIKASI ............................................ ii
HALAMAN PERSETUJUAN PENELITIAN ............................................... iii
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN PROPOSAL PENELITIAN ........... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v
RIWAYAT HIDUP PENULIS ........................................................................ vi
KATA PENGANTAR ...................................................................................... vii
DAFTAR ISI...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................x
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang............................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................5
C. Tujuan penelitian........................................................................................6
D. Ruang lingkup penelitian...........................................................................7
E. Manfaat penelitian......................................................................................7
BAB II TINJAUAN TEORI
[Link] Diabetes Mellitus............................................................................9
[Link] Gaya Hidup...................................................................................16
[Link]............................................................................................23
D. Kerangka Konsep......................................................................................24
[Link].....................................................................................................24
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian.......................................................................................25
B. Variabel Penelitian....................................................................................25
C. Definisi Operasional..................................................................................26
D. Populasi dan Sampel.................................................................................27
E. Tempat dan Waktu Penelitian....................................................................29
F. Etika Penelitian.........................................................................................30
G. Instrumen Penelitian dan Metode Pengumpulan Data..............................32
H. Metode Pengelohan Data..........................................................................35
I. Analisa Data..............................................................................................36
J. Jalannya Penelitian...................................................................................37
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
ix
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional.......................................................................26
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2,1 Kerangka Teori............................................................................23
Gambar 2.2 Kerangka Konsep........................................................................24
xi
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Lembar Penjelasan Penelitian (Informed Consent)
Lampiran 2 : Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran 3 : Lembar Kuesioner
Lampiran 4 : Surat Pra Survey
Lampiran 5 : Surat Balasan Pra Survey
Lampiran 6 : Lembar Konsul
xii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit tidak menular (PTM) adalah masalah yang sangat substansial,
mengingat peningkatan status kesehatan disuatu Negara secara global.
Menurut World Health Organization (WHO) penyakit tidak menular
seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus dan kanker merupakan
60% penyebab kematian di seluruh dunia (Kemenkes, 2019). Diabetes
Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang
prevalensinya terus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara
maju ataupun negara berkembang, penyakit ini sudah lama dikenal,
terutama dikalangan keluarga, khususnya keluarga berbadan besar
(kegemukan) bersama gaya hidup yang tinggi (Kurniadi & Nurrahmani
2015).
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh
pankreas tidak menghasilkan cukup insulin dan dapat menyebabkan
konsentrasi glukosa dalam darah meningkat. Diabetes melitus terjadi
akibat kegagalan sel – sel beta pankreas untuk memproduksi insulin yang
cukup pada diabetes mellitus tipe 1 atau tubuh tidak dapat menggunakan
insulin secara efektif pada diabetes mellitus tipe 2 (Smeltzer & Bare
2016).
Diabetes mellitus memiliki 3 tipe yaitu DM tipe I, DM tipe II, dan DM
tipe gestational (WHO, 2017). Pada DM tipe II jumlah penderita lebih
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
banyak sekitar 90 - 99%, tingginya prevalensi yang sebagian besar adalah
tergolong dalam DM tipe II disebabkan oleh faktor lingkungan yang di
perkirakan dapat meningkatkan faktor resiko DM tipe II adalah kebiasaan
makan yang tidak seimbang akan menyebabkan obesitas, selain pola
makan yang tidak seimbang aktivitas fisik juga merupakan faktor dalam
memicu terjadinya diabetes mellitus (Awad & Langi, 2013). Berdasarkan
Riskesdas 2013 prevalensi obesitas (15,4%) merupakan salah satu factor
resiko terbesar DM (Kurniadi & Nurrahmani 2015).
Hal ini dapat dilihat dari jumlah penderita dan prevalensi diabetes melitus
yang meningkat dimasa yang akan datang, dimana menurut WHO jumlah
penderita diabetes mellitus meningkat dari 171 juta di tahun 2000 menjadi
366 juta pada tahun 2030, pada tahun 2015 di perkirakan 1,6 juta kematian
secara langsung di sebabkan oleh Diabetes Mellitus, WHO juga
memproyeksikan bahwa diabetes mellitus akan menjadi penyebab
kematian ketujuh di tahun 2030 (WHO, 2017).
Peningkatan prevalensi akan lebih menonjol perkembagannya di Negara
berkembang di bandingkan dengan Negara maju, dimana Indonesia
termasuk salah satu Negara berkembang dengan prevalensi diabetes
mellitus sebesar 1,2 % - 2,3% dari penduduk usia > 15 tahun. Pada
prevalensi DM di Indonesia mencapai jumlah 8.426.000 (tahun 2000)
yang di proyeksikan mencapai 21.257.000 pada tahun 2030, artinya terjadi
kenaikan tiga kali lipat dalam waktu 30 tahun (Bustan, 2015).
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Provinsi Lampung sendiri merupakan salah satu Provinsi yang ada di
Indonesia dengan data saat ini angka prevalensi kejadian penyakit diabetes
mellitus mencapai 0,6% di tahun 2013, data yang terbaru di dapatkan
Provinsi Lampung mengalami kenaikan secara grafik, dengan jumlah
kenaikan kejadian Diabetes Mellitus mencapai 0,8% di tahun 2018
(Riskesdas, 2018).
Hal tersebut menunjukan semakin tingginya prevalensi diabetes mellitus
yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dan memiliki hubungan
yang sangat erat dengan perubahan gaya hidup modern yang tidak sehat
dapat memicu terjadinya diabetes mellitus tipe II (Alfiani, Yulifah, &
Sutriningsih, 2017). Tinggi jumlah peyandang diabetes mellitus tipe II
antara lain disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat,
kurangnya aktifitas fisik, pengaturan pola makan tradisional yang
mengandung karbohidrat dan serat dari sayuran ke pola makan yang berat-
berat dengan komposisi makanan yang terlalu banyak protein, lemak,
garam dan gula (Departemen Kesehatan RI, 2014).
Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan
dalam aktifitas, minat dan opininya menggambarkan keseluruhan diri
seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup dapat di
pengaruhi oleh beberapa faktor sosial, faktor sosial yang berpengaruh
terhadap konsumsi pangan adalah tingkat pendapatan, pengeluaran,
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
pendidikan dan pengetahuan (Tawakali, 2017).Maka dari itu, pemerintah
menyiapkan program pencegahan dan pengendalian secara nasional yaitu
Program Pengendalian PTM 2013 – 2020 yang salah satunya fokus
terhadap penyakit diabetes melitus dengan cara meningkatkan gaya hidup
sehat dengan 4 aspek yaitu pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup,
hindari merokok dan konsusmsi alcohol (Kemenkes, 2019).
Menurut penelitian Dafriani (2017) mengatakan terdapat hubungan pola
makan dengan kejadian diabetes mellitus tipe II disebabkan karena
tingginya konsumsi karbohidrat, lemak, gula. Tinggi karbohidrat dapat
meningkatkan kadar glukosa dalam darah , lemak yang tinggi dapat
menjadikan sel – sel dalam tubuh tidak peka terhadap insulin, hasilnya
kadar glukosa darah naik diatas normal karena sel tubuh tidak dapat
menggunakan insulin dengan optimal sehingga menyebabkan DM. Hasil
penelitian menunjukan bahwa kejadian DM tipe IIlebih tinggi pada
responden dengan pola makan yang tidak baik yaitu 27 responden (51,9%)
dibandingkan yang memiliki pola makan yang baik yaitu 12 responden
(29,3%).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Styawan (2015) menyatakan
bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah
sewaktu pada pasien diabetes mellitus, dimana kadar gula darah akan
terkontrol pada pasien yang melakukan aktivitas sesuai anjuran
dibandingkan pada pasien yang melakukan aktivitas fisik. Ainurafiq
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
(2015) dalam penelitiannya menyatakan bahwa perokok aktif memiliki
resiko 22% lebih tinggi untuk terserang diabetes mellitus tipe 2 dibanding
orang yang tidak merokok, sedangkan perokok pasif ditemukan memiliki
resiko 17% lebih tinggi untuk terserang diabetes mellitus dibanding
dengan orang yang tidak terpajan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Pringsewu diabetes mellitus masuk pada urutan ke 9 dari 10 penyakit
terbesar dengan angka 6,31%. 13 Puskesmas di Kabupaten Pringsewu,
Puskesmas yang menempati urutan pertama dengan penyakit diabetes
mellitus adalah Puskesmas Pringsewu (Dinkes Kabupaten Pringsewu,
2019). Jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun terakhir sebanyak
150 (Puskesmas Pringsewu, 2019). Hasil wawancara yang dilakukan
peneliti terhadap 10 responden penderita diabetes mellitus yang sedang
kontrol kesehatanya, 5 diantaranya mengatakan bahwa factor penyebab
terjadinya diabetes mellitus adalah pola makan yang tidak sehat, 3
diantaranya mengatakan karena kurangnya aktivitas fisik karena padatnya
pekerjaan dan 2 diantaranya karena kebiasaan merokok, gaya hidup yang
tidak sehat akan cenderung memicu terjadinya penyakit diabetes mellitus
tipe II.
B. Rumusan Masalah
Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit dengan prevalensi terus
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, gaya hidup yang
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
moderntingginya jumlah penderita diabetes mellitus di pengaruhi oleh
beberapa faktor gaya hidup antara lain pola makan yang tidak sehat ,
merokok, aktivitas fisik, orang yang gaya hidupnya tidak sehat lebih
mudah terkena penyakit Diabetes Mellitus Tipe II. Oleh sebab itu peneliti
merumuskan masalah sebagai berikut “Adakah Hubungan Gaya Hidup
dengan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja
Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui Hubungan Gaya Hidup Dengan Prevalensi Penderita
Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu
Kabupaten Pringsewu Tahun 2020.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui karateristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin,
dan lama menderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja
Puskesmas Kabupaten Pringsewu.
b. Mengetahui distribusi frekuensi tentang gaya hidup diabetes pada
penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas
Kabupaten Pringsewu
c. Mengetahui distribusi frekuensi prevalensi penderita diabetes
mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
d. Diketahui hubungan gaya hidup dengan prevalensi penderita
diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten
Pringsewu.
D. Ruang Lingkup Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah cross sectional
2. Objek penelitian
Objek penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II
3. Variabel penelitian
Variabel penelitian ini adalah gaya hidup dan prevalensi penderita
diabetes mellitus tipe II
4. Waktu
Waktu penelitian dilakukan pada bulan mei 2020.
5. Lokasi penelitian
Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu.
E. Manfaat Penelitian
1. Praktis
a. Responden
Penelitian ini memberikan informasi bagi responden bahwa gaya
hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe II
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
b. Bagi Petugas
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pihak
Puskesmas Pringsewu agar lebih meningkatkan edukasi tentang
gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah peningkatan kejadian
penderita diabetes mellitus tipe II.
c. Bagi keluarga
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada
keluarga bahwa gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi
penyebab penyakit diabetes mellitus tipe II.
2. Institusi
Penelitian ini memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu
pengetahuan di bidang kesehatan tentang gaya hidup dengan diabetes
mellitus tipe II, dan dapat menambah wawasan dan informasi untuk
mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhamadiyah Pringsewu Lampung
3. Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi atau bahan
rujukan untuk penelitian selanjutnya yang sifatnya lebih besar dan
bermanfaat bagi kemajuan keperawatan.
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
BAB II
TINAJUAN TEORI
A. Diabetes Mellitus
1. Definisi Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metebolisme
kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah (hiperglekemia),
disebabkan karena ketidakseimbangan antara supplai dan kebutuhan
insulin. Insulin dalam tubuh dibutuhkan untuk memfasilitasi masuknya
glukosa dalam sel agar dapat di gunakan untuk metebolisme dan
pertumbuhan sel. Berkurang atau tidak adanya insulin menjadikan
glukosa tertahan di dalam darah dan menimbulkan peningkatan gula
darah, sementara sel menjadi kekurangan glukosa yang sangat di
butuhkan dalam kelangsungan dan fungsi sel (Tarwoto, 2012).
Diabetes mellitus adalah tidak seimbangnya kadar gula dalam darah
karena terjadinya gangguan pada hormone insulin dimana tubuh tidak
mampu untuk menghasilkan insulin, dari pankreas yang cukup untuk
memenuhi kebutuhannya, atau tidak mampunya penderita untuk
menghasilkan insulin sama sekali, atau penderita mampu
menghasilkan insulin yang cukup namun sel tidak dapat menerima
insulin tersebut, karena reseptor yang berfungsi sebagai penangkap
insulin mengalami penurunan fungsi (Pranata, 2017)
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Diabetes mellitus adalah suatu sindroma gangguan metabolism dengan
hiperglikimia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu defesiensi
sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin atau
keduanya (Rendi, 2012)
2. Klasifikasi Diabetes Mellitus
Menurut Pranata dan Khasanah (2017), diabetes mellitus
diklasifikasikan menjadi empat kelas klinis yaitu :
a. Diabetes mellitus tipe 1 merupakan tipe diabetes yang terjadi di
karenanakan tubuh tidak mampu menghasilkan insulin sama sekali
sehingga gula tidak mampu dihantarkan ke sel.
b. Diabetes mellitus tipe 2 (NIDDM/Non insulin dependen diabetes
mellitus) Diabetes mellitus tipe 2 merupakan tipe diabetes dimana
tubuh mampu menghasilkan insulin namun tidak mencukupi
kebutuhan/kurang. Diabetes mellitus tipe 2 terjadi akibat
penurunan sensitivitas terhadap insulin atau akibat penurunan
produksi insulin normalnya insulin terikat oleh reseptor khusus
pada permukaan sel dan mulai terjadi rangkian reaksi termasuk
metabolism glukosa. Pada diabetes mellitus tipe 2 reaksi dalam sel
kurang efektif karena kurangnya insulin yang berperan dalm
menstimulus glukosa masuk ke jaringan dan pengaturan pelepasan
glukosa dihati.
c. Diabetes mellitus gestational
10
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Merupakan diabetes tidak seimbangnya kadar gula darah saat
mengalami kehamilan, saat seseorang hamil ketidakseimbangan
hormon didalam tubuh beresiko semakin besar.
d. Diabetes mellitus syndrome
Merupakan jenis diabetes mellitus yang terjadi dikarenakan banyak
factor, factor terebut terdiri dari kanker pankreas atau konsumsi
obat – obatan yang dspat meningkatkan gula darah.
3. Etiologi
Damayanti ( 2015) terdapat faktor resiko yang mempengaruhi
diabetes mellitus tipe 2 adalah :
a. Genetik
Anggota keluarga penderita diabetes memiliki kemungkinan lebih
besar terserang penyakit diabetes mellitus dibandingkan dengan
anggota keluarga yang tidk mendrita diabetes.
b. Virus dan bakteri
Virus penyebab diabetes mellitus adalah rubella, mumps dan
human coxsackievirus B4.
c. Bahan toksik
Bahan beracun yang merusak sel beta secara langsung adalah
alloxan, pyrinuron dan streptozoctin
d. Kegemukan, didefinisikan sebagai kelebihan berat badan minimal
20% lebih dari berat badan yang diharapkan atau memiliki indeks
masa tubuh (IMT) minimal 27 kg
11
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
e. Kadar kortikosteroid yang tinggi
f. Jenis kelamin
g. Hipertensi, ( ≥ 140/90 mmHg )
h. HDLkolestrol lebih dari atau sama dengan 35 mg/dl, atau
trigiserida lebih dari 250 mg/dL
i. Gaya hidup yang salah setelah keturunan (genetik), faktor risiko
diabetes selanjutnyaadalah gaya hidup. Gaya hidup dapat
menentukan besar kecilnya resiko seseorang untuk terkena
diabetes, hal ini berkaitan denganpola makan dan aktivitas yang
dilakukan seseorang sebagai gayahidupnya.
4. Patofisiologi
pada keadaan normal kurang lebih 50% glukosa yang dimakan
mengalami metabolisme sempurna menjadi CO2 dan air, 10% menjadi
glikogen dan 20% sampai 40% diubah menjadi lemak. Pada diabetes
melitus semua proses tersebut terganggu karena terdapat defisiensi
insulin. Penyerapan glukosa kedalam sel macet dan metabolismenya
terganggu, keadaan inimenyebabkan sebagian besar glukosa tetap
berada dalam sirkulasi darah sehingga terjadi hiperglikemi(Rendi,
2012)
12
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Pathway diabetes mellitus tipe 2
Idiopatik, usia, genetic, obesitas, merokok dll
Sel β pankreas hancur
Defisiensi insulin
Katabolisme protein Lipolisi meningkat
Penuruna BB Polifagi
Gliserol asam lemak bebas
meningkat
Ketogenesis
Ketonuria
Ketoasidosis
Coma
Sumber : (Rendi, 2012)
13
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
5. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Menurut Tarwoto ( 2012 ) tanda dan gejala penderita diabetes mellitus
a. Sering kencing/miksi atau meningkatnya frekuensi buang air kecil
(poliuria).
Adanya hiperglikemia menyebabkan sebagian glukosa dikeluarkan
oleh ginjal bersama urine karena keterbatasan kemampuan filtrasi
ginjal dan kemampuan reabsorpsi dari tubulus ginjal.
b. Meningkatnya rasa haus (Polidipsia)
Banyaknya miksi menyebabkan tubuh kekurangan cairan
(dehidrasi) hal ini merangsang pusat haus yang mengakibatkan
peningkatan rasa haus.
c. Meningkatnya rasa lapar ( polipagia)
Meningkatnya katabolisme pemecahan glikogen untuk energy
menyebabkan cadangan energi berkurang, keadaan ini
menstimulusi pusat lapar.
d. Penurunan berat badan
Penuruanan berat badan disebabkan karena banyaknya kehilangan
cairan, glikogen dan cadangan trigliserida serta masa otot.
e. Kelainan pada mata, penglihatan kabur
Pada kondisi kronis keadaan hiperglikemia menyebabkan aliran
darah menjadi lambat, sirkulasi ke vaskular tidak lancar, termasuk
pada mata yang dapat merusak retina serta kekeruhan pada lensa.
f. Kulit gatal infeksi kulit, gatal gatal disekitar penis dan vagina
peningkatan glukosa darah mengakibatkan penumpukan pula pada
14
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
kulit sehingga menjadi gatal, jamur dan bakteri mudah menyerang
kulit.
g. Ketonuria
Ketika glukosa tidak lagi di gunakan untuk energy, maka
digunakan asam lemak untuk energi, asam lemak akan di pecah
menjadi katon yang kemudian berada pada darah dan dikeluarkan
melalui ginjal.
h. Kelemahan dan keletihan
Kurangnya cadangan energy, adanya kelaparan sel, kehilangan
potassium menjadi akibat pasien mudah lelah dan letih
i. Terkadang tanpa gejala
Pada keadaan tertentu tubuh sudah dapat beradaptasi dengan
peningkatan glukosa darah.
6. Komplikasi
Edwina & Manaf (2015) pasien dengan diabetes mellitus tipe 2
beresiko terjadi komplikasi baik bersifat akut maupun kronis
diantaranya :
a. Komplikasi akut
1) koma hiperglikemia disebabkan kadar gula sangat tinggi
biasanya terjadi pada NIDDM.
2) Ketoasidosis atau keracunan zat keton sebagai hasil
metabolism lemak dan protein terutama terjadi pada IDDM.
15
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
3) Koma hipoglikemia akibat terapi insulin yang berlebihan atau
tidak terkontrol.
b. Komplikasi kronis
1) Mikrovaskular merupakan lesi spesifik diabetes yang
menyerang kapiler dan arteriola retina, glomerulus ginjal, dan
saraf – saraf perifer.
2) Makrovaskular komplikasi makrovaskular melibatkan pembulu
darah bear yaitu pembulu darah koroner, pembulu darah otak
dan pembulu darah perifer
7. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus dimulai dengan menerapkan pola
hidup sehat (terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik) bersamaan dengan
intervensi farmakologis dengan obat anti hiperglikemia secara oral
dan/atau suntikan. Penatalaksanaan pada pasien Diabetes melitus
menurut Perkenni (2015) terdiri dari 4 pilar utama yaitu edukasi, terapi
nutrisi, jasmani dan farmakologis.
a. Edukasi
Edukasi dengan tujuan promosi hidup sehat, perlu selalu dilakukan
sebagai bagian dari upaya pencegahan dan merupakan bagian yang
sangat penting dari pengelolaan Diabetes Mellitus secara
[Link] edukasi terdiri dari materi edukasi tingkat awal dan
materi edukasi tingkat lanjutan.
16
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
b. Terapi Nutrisi Medis (TNM)
TNM merupakan bagian penting dari penatalaksanaan DMT2
secara komprehensif. Kunci keberhasilannya adalah keterlibatan
secara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gizi,petugas
kesehatan yang lain serta pasien dan keluarganya). Guna mencapai
sasaran terapi TNM sebaiknya diberikan sesuai dengan kebutuhan
setiap penyandang Diabetes Mellitus. Prinsip pengaturan makan
pada penyandang Diabetes Mellitus hampir sama dengan anjuran
makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbangdan
sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing
individu. Penyandang Diabetes Mellitus perlu diberikan penekanan
mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah
kandungan kalori, terutama pada mereka yang menggunakan obat
yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri.
c. Jasmani
Latihan jasmani merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan
DMT2 apabila tidak disertai adanya nefropati. Kegiatan jasmani
sehari-hari dan latihan jasmani dilakukan secara secara teratur
sebanyak 3-5 kali perminggu selama sekitar 30-45menit, dengan
total 150 menit perminggu. Jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari
berturut-turut. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan glukosa
darah sebelum latihan jasmani. Apabila kadar glukosa darah <100
mg/dL pasien harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu dan
bila>250 mg/dL dianjurkan untuk menunda latihanjasmani.
17
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Kegiatan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari bukan termasuk
dalam latihan jasmani meskipun dianjurkan untuk selalu aktif
setiap [Link] jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga
dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas
insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah
(Perkenni, 2015).
d. Farmakologi
Terapi farmakologis diberikan bersama dengan pengaturan makan
dan latihan jasmani (gaya hidupsehat).
B. Gaya Hidup
1. Pengertian gaya hidup
Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang di
ekspresikan dalam aktifitas, minat dan opininya yang menggambarkan
keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan
lingkungannya(Tawakali, 2017).
2. Gaya Hidup yang Mempengaruhi Diabetes Melitus
a. Pola makan tidak sehat
Pola makan yang tidak terkontrol dan mengakibatkan kadar
glukosa darah meningkat sehingga berkontribusi terjadinya
diabetes mellitus. Adapun metabolisme yang mempengaruhi kadar
gula darah adalah asupan kalori yang diubah menjadi energy, gula
darah atau gula yang berada di dalam aliran darah berfungsi
sebagai penyedia energi bagi tubuh dan seluruh sel – sel jaringan
tubuh. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, maka sel beta pulau
18
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
langerhans pada pankreas akan mengeluarkan insulin, insulin
tersebut akan menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara
mendistribusikan gula masuk ke dalam sel – sel yang akan
diproduksi untuk menghasilkan energy. Namun apabila asupan
kalori terus menerus tinggi akan meyebabkan insulin bekerja
terlalu berat dan terjadi penurunan fungsi insulin yang
berkelanjutan menyebabkan diabetes mellitus (Sukenty,
Shaluhiyah, & Suryoputro, 2018). Terdapat beberapa cara untuk
untuk menentukan kalori yang di butuhkan pasien diabetes mellitus
saat memulai perencanaan makan, di antaranya adalah
memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25 – 30
kalori/kg BB ideal, lalu ditambah atau di kurangi tergantung pada
beberapa factor seperti jenis, klamin, umur, aktivitas dan status
gizi. Selain itu komposisi energy terdari dari karbohidrat 45 – 65%
dari energy total, protein 10 – 20% dari energy total dan lemak 20
– 25% dari energy total (PERKENI, 2015).
b. Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari
penimbunan lemak tubuh yang berlebihan, setiap orang
memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energy
sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainya.
Rata – rata wanita memiliki lemnak tubuh yang lebih banyak
dibandingkan pria, perbandingan yang noirmal antara lemak tubuh
dengan berat badan adalah sekitar 25% - 30% pada wanita dan
19
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
18% - 23% pada pria (Irianto, 2014). Mungkin kegemukan ini
adalah factor yang paling penting untuk diperhatikan. Sebab
melonjaknya angka kejadian diabetes mellitus tipe 2 sangat terkait
dengan obesitas, menurunkan berat badan bukan sekedar soal
berdiet, tetapi juga menyangkut perubahan gaya hidup. Makin
banyak jaringan lemak, jaringan tubuh dan otot akan makin
resisten terhadap terhadap kerja insulin terutama bila lemak tubuh
atau kelebihan berat badan terkumpul di daerah sentral atau perut
(Tandra, 2017).
c. Kurangnya aktivitas Fisik
Aktivitas fisik atau disebut juga aktivitas eksternal adalah kegiatan
yang menggunakan tenaga atau energy untuk melakukan berbagai
kegiatan fisik seperti olahraga, setiap kegiatan fisik yang
menentukan jumlah energy dikeluarkan menurut lamanya
intensitas dan sifat kerja otot. Pengaruh aktivitas fisik secara
langsung berhubungan dengan peningkatan kecepatan pemulihan
glukosa otot (sebarapa banyak otot menyerap glukosa dari aliran
darah), saat beraktivitas fisik, otot menggunakan glukosa yang
tersimpan dalam otot dan jika glukosa berkurang otot mengisi
kekosongan dengan mengambil glukosa dari darah, hal tersebut
membuat glukosa darah menurun dan mampu mempertahankan
glukosa darah tetep normal (Sukenty et al., 2018).
20
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Olahraga adalah serangkian gerak raga yang teratur dan terencana
untuk memelihara hidup, meningkatkan kualitas hidup dan
mencapai tingkat kemampuan jasmani yang sesuai dengan tujuan
(Giriwijoyo & Sidik, 2012).
Adapun petunjuk olahraga untuk penderita diabetes mellitus tip 2
adalah sebagai berikut:
1. Program latihan
Program latihan yang dianjurkan bagi penderita diabetes
mellitus untuk meningkatkan kesegaran jasmani adalah CRIPE,
karena program ini dianggap memenuhi kebutuhan CRIPE
adalah kepanjangan dari:
a. Continuous , artinya latihan jasmani terus menerus tidak
berhenti dapat menurunkan intensitas, kemudian aktif lagi
dan seterusnya lagi dan seterunya intensitas dikurangi lagi,
aktif lagi dan seterusnya melakukan aktivitas latihan terus
menerus selama 50 – 60 menit
b. Rhytmical, artinya latihan harus dilakukan berirama,
melakukan latihan otot kontraksi dan relaksasi, jadi gerakan
berirama tersebut diatur dan terus menerus
c. Interval, artinya latihan dilaksanakan terselang – seling
kadang – kadang cepat, kadang – kadang lambat tetapi
kontiyu selama periode latihan
21
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
d. Progresif, artinya latihan haris dilakukan peningkatan
secara bertahap dan beban latihan juga ditingkatan secara
perlahan – lahan
e. Endurance, artinya latihan untuk meningkatkan kesegaran
dan ketahanan system kardiovaskuler dan kebutuhan tubuh
penderita diabetes mellitus.
2. Porsi Latihan
Porsi latihan harus ditentukan supaya maksud dan latihan oleh
penderita diabetes mellitus, memberikan manfaat yang baik,
latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan sedangkan
latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat, penentuan
porsi latihan harus memperhatikan intensitas latihan lama
latihan dan frekuensi latihan.
3. Resiko berolahraga pada penderita diabetes mellitus
Berolahraga dapat menjadi kegiatan yang aman bagi penderita
diabetes, tetapi terdapat juga resiko ketika melakukan olahraga
tersebut. Ada tiga masalah utama yang kerap menimpa
penderita DM yang gemar berolahraga yaitu hipoglikemia,
hiperglikemia, dan penyakit degeneratif kronis. Keseimbangan
antara kerja insulin dan hormone antagonisnya tidak dapat
terwujud selama olahraga aerobic, mengakibatkan hipo ataupun
hiperglikemia. Olahraga yang di langsungkan dalam suasana
hiperglikemia terutama ketika insulin berkurang dan ketosis
telah muncul, terbukti memperburuk pengendalian metabolic,
22
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
akibatnya kadar gula darah yang telah tinggi semakin
menjulang sementara keton merajalela menjauhi urin, dehidrasi
adlah salah satu dampak buruk yang tak terhindarkan.
d. Merokok
1) Pengertian
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus,
dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica
dan spesies lainya atau sintetisnya yang mengandung nikotin
dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan (Heryani, 2014).
2) Merokok dengan diabetes mellitus
Merokok merupakan kegiatan memasukan berbagai senyawa
kimia berbahaya termasuk berbagai senyawa radikal ke dalam
tubuh, seseorang perokok mengalami paparan radikal bebas
yang besar dan memiliki kandungan antioksidan plasma yang
lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Hal ini berakibat terjadinya kerusakan membrane sel yang
berakibat fatal pada metabolisme, kerusakan metabolisme ini
sebagai pencetus resitensi insulin yang apabila tidak terkontrol
dengan baik akan berlanjut pada tahap diabetes mellitus
(Sukenty et al., 2018).
e. Mengkonsumsi alcohol
Efek alcohol pada kadar gula darah tidak hanya tergantung pada
alcohol yang dikonsumsi, tapi juga berhubungan dengan asupan
makanan. Proses untuk mencerna alcohol yang ada di dalam tubuh
23
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
kita itu sama dengan proses saat tubuh kita mencernak lemak,
alcohol yang dikonsumsi akan meningkatkan kadar gula darah
dalam darah karena alcohol akan mempengaruhi kinerja hormone
insulin (Tjokroprawiro, 2011). Karbohidrat merupakan kandungan
yang banyak ditemui dalam alcohol sehingga pada saat dikonsumsi
pankreas akan mengeluarkan lebih banyak hormon insulin
sehingga meningkatkan kadar gula darah dalam darah.
C. Kerangka teori
Kerangka teori adalah ringkasan dari tinjuan pustaka yang digunakan
untuk mengidentifikasi variabel – variabel yang akan diteliti yang
berkaitan dengan konteks ilmu pengetahuan yang digunakan untuk
mengembangkan kerangka konsep penelitian (Notoadmodjo, 2014).
Keranngka teori dapat di lihat pada skema 2.1
24
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Skema 2.1 Kerangka Teori
Diabetes Mellitus
Diabetes tipe 1 Diabetes tipe 2
Factor – factor gaya hidup Etiologi :
1. Pola makan 1. Genetik
2. Merokok 2. Virus
3. Aktivitas fisik 3. Bahan toksik
4. Kegemukan
4. Obesitas
5. Jenis kelamin
5. Konsumsi alkohol
Tanda dan gejala
Komplikasi akut 1. Sering kencing
2. Meningkatnya
1. Mikroangiopati rasa haus
2. Makroangiopati 3. Meningkatnya
3. Gangrendiabetik rasa lapar
a karena adanya 4. Penurunan
neuropati berat badan
4. Disfungsi erektil 5. Pandangan
diabetika kabur
6. Gatal - gatal
Sumber : (Sukenty et al., 2018;Tarwoto 2012;Damayanti 2015;Irianto 2014;Tandra 2017)
Keterangan : Cetak tebal variabel yang diteliti
D. Kerangka Konseep
Kerangka konsep adalah suatu urian dan visualisasi hubungan atau kaitan
antara konsep satu terhadap konsep yang lainya, atau antara variabel yang
satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti
(Notoadmodjo, 2014). Kerangka konsep dapat dilihat pada skema 2.2
25
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Skema 2.2 kerangka konsep
Variabel Independen Variabel Dependen
Faktor gaya hidup
1. Pola makan Diabetes mellitus tipe II
2. Aktivitas fisik
3. merokok
E. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan awal peneliti mengenai hubungan antara
variabel yang merupakan jawaban peneliti tentang kemungkinan hasil
penelitian (Dharma, 2015).
Ha : Ada hubungan gaya hidup (pola makan, merokok, aktivitas fisik)
dengan peningkatan prevalensi penderita diabtes mellitus tipe II.
Ho : Tidak ada hubungan gaya hidup (pola makan, merokok, aktivitas
fisik) dengan peningkatan prevalensi penderita diabetes mellitus tipe II.
26
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan
menggunakan metode penelitian cross sectional, yaitu suatu penelitian
untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor resiko dengan
efek, dengan cara pendekatan observarsi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat (point time approach). Penelitian ini untuk mengetahui
hubungan variabel independen dan variabel dependen (Notoadmodjo,
2014).
B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah karakteristik yang melekat pada populasi,
bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya dan diteliti dalam suatu
penelitian(Dharma, 2015). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari :
1. Variabel independen atau variabel bebas adalah karakteristik dari
subjekyang dengan keberadaannya menyebabkan perubahan pada
variabellainnya, yang dalam penelitian ini adalah gaya hidup (pola
makan, aktivitas fisik, merokok).
2. Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang akan
berubahakibat pengaruh atau perubahan yang terjadi pada variabel
independen, dalam penelitian ini adalah prevalensi penderita diabetes
mellitus tipe II.
27
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
C. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati
dari sesuatu yang didefinisikan tersebut memungkinkan peneliti untuk
melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek
atau fenomena(Nursalam, 2015). Definisi Operasional pada penelitian ini
dapat dilihat pada tabel 2.1
Table 3.1
Definisi operasional
No Variabel Definisi Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala
operasional ukur
Variabel Independen
1 Pola Memilih makanan Kuesioner Checklist 0: <3 kali per hari Nominal
makan yang membentuk C pada 1: ≥3 kali per hari
pola prilaku makan, lembar
keluarga indonesia kuesioner
umumnya makan 3
kali dalam sehari
2 Aktivitas kegiatan yang Kuesioner Mengisi [Link] sedang Nominal
fisik menggunakan aktivitas fisik kuesioner (jogging 30 menit)
tenaga atau energy D [Link] ringan,
untuk melakukan membersihkan
berbagai kegiatan rumah.
fisik seperti (Handayani,2018)
olahraga,
3 Merokok Perilaku yang Kuesioner Wawancara 0:Tidak Merokok Nominal
dilakukan seseroang E 1:Merokok
dengan cara
menghisap rokok
yang mengandung
nikotin dan tar ke
dalam sistem
pernafasan dengan
cara membakar
tembakau
Variabel Dependen
4 Kejadian Suatu kondisi atau Rekam medic Ceklis 0 = Tidak Nominal
Diabetes kejadian dimana 1= Ya
mellitus pasien mengalami
tipe 2 DM tipe II
berdasarkan
diagnosa dokter
28
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah merupakan subjek yang memenuhi criteria yang sudah
ditetapkan (Nursalam, 2015) . Populasi dalam penelitian ini adalah
semua responden yang mengalami penyakit diabetes mellitus di
wilayah kerja Puskesmas Pringsewu, didapatkan data dengan populasi
sebanyak 150 penderita diabetes mellitus
2. Sampel
Sampel merupakan sekelompok individu yang termasuk dalam bagian
dari populasi, dimana peneliti langsung mengumpulkan sampel dan
mengobservasi penderita diabetes mellitus. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik random
sampling, teknik ini adalah teknik yang dilakukan pengambilan sampel
secara acak sederhana dengan asumsi bahwa karateristik tertentu yang
dimiliki oleh populasi tidak dipertimbangkan dalam penelitian
(Dharma, 2015). Menentukan besar sampel, peneliti menggunakan
rumus uji beda dua proporsi.
N = {Z1α/2√2p(1 – P) + Z1_β√P1(1 – P1) + P2(1 – P2)}c²
(P1 – P2)²
Keterangan :
N = Besar sampel
P1 = Kategori tidak baik (0,51) (Dafriani, 2017)
P2 = Kategori baik (0.29) (Dafriani, 2017)
P = Rata – rata P1 dan P2 (P1 + P2)/2 = 0.4
Z1α/2 = Nilai Z pada derajat (1,96)
29
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Z1_β = Nilai Z pada kekuatan uji power (0,84)
N = {1,96 √2(0,4) (1 – 0,4) + 0,84 √0,51 (1 – 0,51) + 0,29 (1 – 0,29)}²
(0,51 – 0,29)²
N = {1,96 √2(0,4) ( 0,6) + 0,48 √0,51 (0,49) + 0,29 (0,71)}²
(0,51 – 0,29)²
N = {1,96 √(0,8) (0,6) + 0,84 √(0,24 + 0,20)}²
(0,51 – 0,29)²
N = (1,96) (0,48) + (0,84) ( 0,44)²
(0,51 – 0,29)²
(0,94 + 0,36)²
(0,51 – 0,29)²
1,69
0,04
N = 42,25
Jadi besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 42 respomden,
untuk mencegah terjadinya drop out maka ditambah 10% dari jumlah
responden menjadi 46 responden.
3. Kriteria sampel
a. Kriteria inklusi
Kriteria ini merupakan ciri yang perlu dipenuhi dari setiap anggota
populasi yang dapat diambil sebagai sampel (Notoadmodjo, 2014).
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah :
30
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
1) Responden yang terdiognosa diabetes mellitus oleh tenaga
medis.
2) Usia rentang 40 – 60 tahun
3) Bisa membaca dan menulis
4) Lama terdiagnosa diabetes mellitus 1 – 5 tahun
5) Bersedia menjadi responden
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria ini merupakan ciri anggota populasi yang tidak dapat
diambil sebagai sampel (Notoadmodjo, 2014). Kriteria eksklusi
pada penelitian ini adalah :
1) Responden yang tidak kooperatif
2) Penderita DM dengan Penyakit penyerta seperti
kardiovaskuler, hipertensi, kanker
E. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2020
2. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu
Kabupaten Pringsewu
F. Etika Penelitian
Etika penelitian merupakan perilaku penelitian atau perlakuan peneliti
terhadap subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi
masyarakat (Notoatmodjo, 2014).Kerahasiaan catatan tentang data calon
31
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
responden dijaga dengan tidak menuliskan nama responden pada
instrumen penelitian tetapi hanya menuliskan inisial namanya saja
untuk menjaga semua kerahasiaan semua informasi yang diberikan.
Data-data yang telah diperoleh dari calon responden juga hanya digunakan
untuk kepentingan penelitian (Nursalam, 2015).
1. Informed Consent (Lembar Persetujuan)
Lembar persetujuan ini diberikan kepada setiap responden yang
menjadi subyek penelitian dengan memberikan penjelasan tentang
maksud dan tujuan dari penelitian serta menjelaskan akibat-akibat
yang akan terjadi bila bersedia menjadi privasi dan kerahasiaan
identitas atau jawaban yang diberikan. Subyek berhak untuk tidak
mencantumkan identitasnya dan berhak mengetahui kepada siapa saja
data tersebut disebarluaskan.
2. Anonymity(Tanpa Nama)
Anonymity merupakan kerahasiaan identitas subjek. Pada penelitian
ini kerahasiaan identitas subyek sangat diutamakan, sehingga peneliti
sengaja tidak mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Peneliti akan menjamin kerahasiaan responden tanpa menyebar
luaskan pada pihak yang tidak berkepentingan, pada saat proses
pengolaan data analisis dan publikasi identitas responden tidak
diketahui oleh orang lain. Penulis melindungi privasi dan kerahasiaan
identitas atau jawaban yang diberikan. Subyek berhak untuk tidak
mencantumkan identitasnya dan berhak mengetahui kepada siapa saja
data tersebut disebarluaskan.
32
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
4. Respect for Justice an Inclusiveness (Keadilan dan Keterbukaan)
Respect for Justice an Inclusiveness adalah penelitian harus dilakukan
secara jujur, adil, hati-hati, professional, dan berperikemanusiaan.
Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan
kejujuran, keterbukaan dan kehati-hatian. Untuk itu, lingkungan
penelitian perlu dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan,
yakni dengan menjelaskan prosedur penelitian. Prinsip keadilan ini
menjamin bahwa semua subyek penelitiaan memperoleh perlakuan dan
keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender, agama, etnis dan
sebagainya.
5. Balancing Harm and Benefits (Memperhitungkan Manfaat dan
Kerugian yang ditimbulkan)
Balancing Harm and Benefits merupakan dalam penelitian harus
mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi subjek
penelitian dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan.
Kemudian meminimalisirkan resiko/dampak yang merugikan bagi
subjek penelitian. Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat
semaksimal mungkin bagi masyarakat pada umumnya dan subyek
penelitian pada khususnya. Peneliti hendaknya berusaha
meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek. Oleh sebab itu,
pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah atau paling tidak
mengurangi rasa sakit, cidera, stres maupun kematian subyek (Milton
dalam Notoatmodjo, 2014).
33
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
G. Instrumen dan Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian merupakan suatu alat yang digunakan oleh
peneliti untuk mengobservasi, mengukur atau menilai suatu fenomena.
Data yang diperoleh dari suatu pengukuran kemudian dianalisis dan
dijadikan sebagai bukti dari suatu penelitian. Sehingga instrumen atau
alat ukur merupakan bagian yang penting dalam suatu penelitian.
(Dharma, 2015). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kuisioner.
Kuisioner adalah metode pengumpulan data dengan cara memberikan
daftar pertanyaan secara tertulis dengan beberapa pilihan jawaban
kepada responden, kuisioner juga berupa alat ukur yang tersteruktur,
karena bagian bagiannya disusun secara berurutan mulai dari judul
kuisioner, petunjuk pengisian, pertanyaan mengenai karateristik
responden dan daftar item pertanyaan utama. (Dharma, 2015).
Kuisioner gaya hidup ini bukan mengadopsi dari peneliti orang lain
tapi peneliti membuat sendiri dengan berisikan 17 pertanyaan, skala
yang digunakan dalam instrumen ini guttmaan yaitu skala yang
meginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar salah, ya tidak atau
pernah tidak. Jawaban positif seperti setuju, benar, pernah diberi skor
1, sedangkan untuk jawaban negative diberi skor 0, setiap pertanyaan
dinilai dengan memberikan tanda Checklist.
34
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
2. Uji Validitas
Validitas adalah syarat mutlak bagi suatu alat ukur agar dapat
digunakan dalam suatu pengukuran. Suatu penelitian meskipun
didesain dengan tepat, namun tidak akan memperoleh hasil penelitian
akurat jika menggunakan alat ukur yang tidak valid (Dharma, 2015).
Untuk mengetahui validitas suatu instrument perlu dilakukan uji
korelasi antara skors tiap – tiap pertanyaan dengan skor total kuesioner
tersebut. Teknik korelasi yang dipakai adalah product moment dengan
hasil valid apabila nilai korelasi dari pertanyaan dalam kuisioner
tersebut memenuhi taraf signifikan di atas r tabel. Bila r hitung > r
tabel maka Ho ditolak, artinya variabel valid, bila r hitung < r tabel
maka Ho gagal ditolak, artinya variabel tidak valid (Notoatmodjo,
2014).
Pada penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner, maka
dilakukan Uji validitas instrumen ini di Puskesmas Rejosari Kabupaten
Prungsewu, pada uji validitas akan dibagikan kuesioner kepada 20
responden dengan 17 pertanyaan tentang gaya hidup pola makan,
aktivitas fisik, merokok pada penderita diabetes mellitus. Peneliti
menyebarkan kuesioner kepada 20 responden Uji validitas instrument
dengan menggunakan teknik degree of freedom 25-2 = 23 (r table 23=
0,413). Diperoleh 9 pertanyaan pola makan dinyatakan valid dengan
semua hasil validitas r bergerak dari (0,541 – 0.860), kuesioner
aktivitas fisik dengan 4 pertanyaan r tabelnya yaitu (0, 605 - .0.907)
sedangkan kuesioner merokok degan 4 peryataan nilai r tabel bergerak
35
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
dari (0.676- 0.940) r hitung > r tabel (taraf signifikan 5%). Hal ini
menunjukan tiap – tiap pertanyaan valid, karena r hitung > r tabel.
3. Uji Reliabilitas
Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat
pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti
menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau
tetap asas (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama
(Notoajmodjo, 2014). Kriteria pengukuran uji reliabilitas dengan
membandingkan nilai r table dengan r hasil (Cronbach Alpha), dan
jika Cronbach Alpha lebih besar dibanding r table (0,413), maka
pertanyaan dinyatakan reliabel. Hasil dari uji reliabilitas untuk pola
makan 0,911, kuesioner aktivitas fisik 0,871 dan merokok 0,916 maka
disimpulkan Cronbach Alpha > r table (0,413). Maka hasil uji
reliabelitas untuk masing - masing kuesioner dinyatakan reliable.
4. Pengumpulan Data.
Cara mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu dengan data primer.
Data primer didapat langsung dari responden dengan cara membagikan
lembar kuesioner pada responden. Pengisian lembar kuesioner gaya
hidup (pola makan, aktivitas fisik, merokok) secara langsung terhadap
responden yang menderita diabetes mellitus tipe II, setelah pengisian
selesai dilakukan maka kuesioner dikembalikan pada peneliti.
36
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
H. Metode Pengolahan Data
Menurut Notoajmodjo (2014), pengelolaan data merupakan salah satu
langkah yang penting. Hal ini disebabkan karena data yang diperoleh
langsung dari peneliti masih mentah, belum memberikan informasi apa-
apa dan belum siap untukdisajikan. Untuk memperoleh penyajian data
sebagai hasil yang berarti dan kesimpulan yang baik, diperluka
pengelolaan data. Langkah-langkah yang digunakan dalam pengelolaan
data adalah :
1. Editing (Penyuntingan)
Editing merupakan kegiatan yang dilakukan setelah data terkumpul
baik dari kuisioner ataupun dari pengamatan secara langsung. Editing
dilakukan untuk memeriksa ulang kelengkapan pengisian, kesalahan
dan kelengkapan jawaban dari responden.
2. Coding (Pengkodean)
Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjunya dilakukan
pengkodean atau coding, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau
huruf menjadi data angka atau bilangan. Adapun koding untuk melihat
variabel pola makan yaitu 0 : < 3 kali per hari 1 : ≥ 3 kali per hari,
variabel aktivitas fisik 0 : aktivitas ringan 1 : aktivitas sedang dan
variabel merokok 0 : tidak merokok 1 : merokok
3. Processing (Memproses data)
Processing adalah memproses data agar data yang sudah di-entry dapat
dianalisis. Pemprosesan data dapat dilakukan dengan cara mengentri
data dari kuesioner kedalam program computer lalu dimasukan dalam
37
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
program Microsoft exelterlebih dahulu lalu di pindahkan keprogram
SPSS.
4. Cleaning(Pembersihan data)
Setelah semua data dari semua responden telah selesai diproses, perlu
dilakukan pengecekan ulang kembali untuk melihat kemungkinan
adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan data, kelebihan data yang
dimasukkan, sehingga dapat dilakukan koreksi.
5. Tabulating
Tabulating adalah penyususnan data yang merupakan pengorganisasi
data yang sedemikian rupa agar mudah disajikan dan dinamis. Tahap
ini hasil pemeriksaan yang sama dikelompokan dengan teliti dan
teratur lalu di hitung dan dijumlahkan kemudian ditulis dalam bentuk
tabel – tabel.
I. Analisa Data
1. Analisis Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2014). Analisa
univariat menggunakan rumus presentase untuk melihat distribusi
frekuensi dan presentase dari karateristik responden penelitian meliputi
usia, jenis kelamin, pendidikan, lamanya menderita diabetes mellitus
dan variabel penelitian pola makan, aktivitas fisik, merokok (variabel
independen) serta prevalensi penderita diabetes mellitus (variabel
dependen).
38
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
2. Analisa Bivariat
Analisa bivariat merupakan analisa yang dilakukan terhadap dua
variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo,
2014). Analisis ini menggunakan uji Chi Square digunakan untuk
menguji perbedaan proporsi atau presentase antara beberapa kelompok
data. Karena melihat dari skala ukur dalam definisi operasional yang
kedua variabel menggunakan data nominal dan nominal. Untuk
melihat hasil kemaknaan perhitungan statistik di gunakan batas
kemaknaan 95% dengan nilai p (P value) ≤ 0,05 maka Ho ditolak, dan
p (pvalue) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak.
J. Jalannya Penelitian
1. Langkah Persiapan
Persiapan merupakan rancangan yang berfungsi sebagai karangka awal
dalam penelitian. Langkah – langkah yang dilakukan dalam tahap
persiapan meliputi :
a. Melakukan perizinan kepada institusi dan tempat penelitian
b. Melakukan survey pendahuluan untuk mengetahui jumlah
penderita diabetes mellitus di wilayah kerja puskesmas Pringsewu
Lampung.
c. Mengajukan surat permohonan izin pelaksanaan penelitian pada
institusi pendidikan Universitas Muhammadiyah pringsewu.
d. Menyerahkan surat permohonan izin yang diperoleh ketempat
penelitian.
39
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
2. Langkah Pelaksanaan
Tahapan pada pelaksanaan ini peneliti akan melakukan proses dan
pengolahan data yang meliputi :
a. Menyerahkan surat permohonan izin kepada kepala Puskesmas
Rejosari untuk memberikan surat rekomendasi untuk melakukan
uji validitas di wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kabupaten
Pringsewu Lampung.
b. Setelah mendapatkan izin peneliti memilih responden sesuai
kriteria dan memberikan instrument yang akan diuji validittas.
Data terkumpul dan dianalisa bila valid semua kuisoner akan di
pakai untuk pengumpulan data responden bila ada item pernyataan
tidak valid, maka peneliti akan meralad kembali kuesioner.
c. Menyerahkan surat izin dan menetapkan tanggal dan waktu
penelitian ke wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten
Pringewu.
d. Peneliti memberikan penjelasan kepada calon responden mengenai
tujuan dan manfaat dari penelitian ini. Selanjutnya peneliti
meminta kesedian danpersetujuan responden untuk mengikuti
penelitian dengan menandatangani lembar informed consent.
e. Peneliti melakukan penelitian dengan meminta responden untuk
mengisi kuesioner yang sudah dibagikan dengan sebenar
-benarnya.
40
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
f. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan pengolahan data dan
analisis data, hasil pengolahan dan analisis data dirumuskan
kesimpulan penelitian, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel
41
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
DAFTAR PUSTAKA
Alfiani, N., Yulifah, R., & Sutriningsih, A. (2017). Pengetahuan Diabetes Mellitus
dengan Gaya Hidup Pasien Diabetes melitus. Nursing News, Vol 2, No 2,
2017.
Awad, N., & Langi, Y. A. (2013). Faktor Resiko Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Jurnal e-Biomedik, Vol 1, No 1.
Bustan , N., M. (2015). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. PT. Renika Cipta.
Dafriani, P. (2017). Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes
Mellitus. jurnal Kepetawatan, Vol 13, No 2, 2017.
Damayanti. (2015). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat
Pengetahuan Diabetes mellitus Tipe 2.
Dharma, K. K. (2015). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: CV. Trans
Info Media.
Edwina, D. A. & Manaf, A. (2015). Komplikasi Koronis Penderita Diabetes
Mellitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Andalan, Vol. 4, No 1.
Giriwijoyo, H. Y. S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung:
PT Remaja.
Handayani, S, T. (2018). Hubungan Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian
Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Kesmas Jambi. Vol 02, 2018.
Heryani, R. (2014). Kumpulan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Khusus Kesehatan. . Jakarta:: CV. Trans Info Media
Irianto, K. (2014). Anatomi dan Fisiologi. Bandung: Alfabeta.
Kemenkes, R. (2019). Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak
Menular.
42
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Kurniadi , H., & Nurrahmani , U. (2015). Stop Gejala Penyakit Diabetes
Hipertensi Kolesterol Jantung Koroner. PT. Istana Media.
Notoadmodjo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. from Renika Cipta
Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.
Pranata, S. K. (2017). Merawat Penderita Diabetes Melitus. .
Rendi. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Beda.h dan Penyakit Dalam.
Yogyakarta: Nuha Medika.
Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018.
Smeltzer, S., C, & Bare , B., G. (2016). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Jakarta: EGC.
Sukenty, N. T., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2018). Faktor Perilaku dan
Gaya Hidup yang Mempengaruhi Status Prediabetes melitus. Jurnal
Promosi Kesehatan Indonesia, Vol. 13 , No. 2.
Tandra. (2017). Segala Sesuatu Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes.
Yogyakarta: Nuha Medika.
Tarwoto. (2012). Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Endokrin.
Jakarta: Trans Info Media.
Tawakali. (2017). Hubungan Pengetahuan Diabetes Mellitus dengan Gaya Hidup
Pasien DM. Nursing News, Vol 2. No. 2. 2017.
Tjokroprawiro, A. (2011). Hidup Sehat Bersama Diabetes. Jakarta:: PT Gramdia
Pustaka.
WHO. (2017). Diabetes Mellitus 2017 Juni.
43
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
LAMPIRAN-LAMPIRAN
44
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
INFORMED CONSENT
Pringsewu……….
Kepada Yth,
Calon Responden
Di Tempat
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Ahmad Safi,i
NIM : 142012016039
Akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Gaya Hidup dengan
Prevalensi Penderita Diabetes mellitus Tipe II di Wilayah Kerja
Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020”. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gaya hidup yang tidak sehat seperti pola
makan tidak baik, kurang nya aktivitas fisik dan merokok yang dapat
menjadi penyebab terjadinya diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini tidak
menimbulkan kerugian bagi saudara, kerahasian informasi yang diberikan
akan dijaga dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. jika
saudara tidak bersedia menjadi responden, maka tidak menjadi ancaman
bagi saudara. Apa bila saudara menyetujui, maka kami mohon kesedianaan
saudara untuk menandatangani lembar yang kami sertakan ini.
Atas perhatian dan kesediaan saudara, saya ucapkan terima kasih.
(Ahmad Safi,i)
(............................)
45
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Yang bertanda tangan dibawah ini saya selaku responden penelitian :
Nama :
Jenis kelamin :
Umur :
Kelas :
Dengan ini saya menyatakan bersedia guna berperan serta dalam penelitian ini dan
bersedia memberikan jawaban kuesioner/pertanyaan yang diajukan, tidak ada
yang diberitahukan kepada siapapun atau dijamin kerahasiaannya dan saya
bersedia mengikuti penelitian ini.
Demikian surat permohonan ini saya buat, semoga penelitian ini bermanfaat dan
dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pringsewu,…………………2020
Hormat saya,
(………………………………..)
46
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
LEMBAR KUESONER
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA
DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILIYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN 2020
Tanggal Pengambilan Data :
Nomer Responden :
A. Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Klamin :
4. Pekerjaan :
5. Pendidikan :
6. Alamat :
B. Petunjuk pengisian soal
1. Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar
2. Jawaban dari setiap soal tidak boleh lebih dari satu jawaban
3. Apabila ada pertanyaan yang kurang jelas anda diperkenankan bertanya
kepada penelitian
C. Pola Makan
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda makan nasi putih 4-5 kali sehari
bahkan lebih?
2 Apakah andamengkonsumsi makanan seperti
roti, mie, kentang?
3 Apakah anda membatasi asupan makanan yang
mengandung gula (kue manis, cake, jelly)?
4 Apakah anda sering mengkonsumsi makanan
cepat saji ( fried chicken, pizza, burger, sosis,
47
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
spageti, pasta, dll) ?
5 Dalam pola makan yang anda konsumsi apakah
anda bahan makanan seperti ikan asin, telur
asin dan makanan yang diawetkan?
6 Apakah anda mengkonsumsi minuman seperti
teh manis, sirup atau minuman yang
mengandung gula dalam sehari?
7 Apakah anda suka mengkonsumsi makanan
berserat seperti buah dan sayuran ?
8 Apakah anda minum susu kental manis sebagai
pelengkap gizi makanan?
9 Apakah anda makan dengan teratur 3x dalam
sehari?
D. Aktivitas Fisik
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda melakukan pekerjaan rumah
tangga setiap hari (mencuci, memasak,
membersihkan rumah) ?
2 Apakah anda sering melakukan olahraga seperti
senam, bersepeda, berenang?
3 Seberapa lama anda dalam berolahraga apakah
lebih dari 30 menit?
4 Apakah anda suka melakukan aktivitas seperti
berjalanan menanjak dengan membawa beban,
mendaki gunung?
E. Merokok
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar
No Pertanyaan Ya Tidak
48
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
1 Apakah anda merokok?
2 Dalam 1 hari semalam apakah anda
menghabiskan 1 bungkus?
3 Apakah sudah 5 tahun lebih anda merokok?
49
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
50
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
51
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
52
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
53
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
54
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
55
Universitas Muhammadiyah Pringsewu