0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan67 halaman

Gaya Hidup dan Diabetes Tipe II Pringsewu

Proposal ini membahas hubungan antara gaya hidup dengan prevalensi diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup terhadap prevalensi diabetes melitus tipe 2.

Diunggah oleh

ahmad safii94
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
197 tayangan67 halaman

Gaya Hidup dan Diabetes Tipe II Pringsewu

Proposal ini membahas hubungan antara gaya hidup dengan prevalensi diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup terhadap prevalensi diabetes melitus tipe 2.

Diunggah oleh

ahmad safii94
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA DIABETES

MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU


KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020

PROPOSAL PENELITIAN

Disusun Oleh :

AHMAD SAFI,I
142012016039

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

PRINGSEWU LAMPUNG

2020

i
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA
DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020

Skripsi
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat dalam Menyelesaikan
Pendidikan pada Program Studi S1 Ilmu Keperawatan

Disusun oleh :

AHMAD SAFI,I
NIM : 142012016039

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

PRINGSEWU LAMPUNG

2020

ii
Universitas Muhammadiyah Pringsewu
HALAMAN PERSETUJUAN PENELITIAN

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA


DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020

Yang diajukan oleh

AHMAD SAFI,I
NIM : 142012016039

Telah disetujui tanggal :

Oleh

Pembimbing 1

Ns. Marlinda, [Link]


NBM : 909729

Pembimbing II

Yossy wijayanti, [Link]


NBM : 1282503

iii

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal

Telah diperiksa dan disetujui untuk uji proposal Tim penguji proposal

Judul Proposal :Hubungan Gaya Hidup dengan Prevalensi Penderita


Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas
Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020
Nama Mahasiswa : Ahamd Safi,i
Nim :142012016039

MENYETUJUI

Pembimbing 1

Ns. Marlinda, [Link]


NBM : 909729

Pembimbing II

Yossy wijayanti, [Link]


NBM : 1282503

iv

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang yang telah


memberikan rahmat-Nya hingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi ini. Skripsi ini saya persembahkan kepada :

1. Kepada Kedua orang tua tercinta Bpk Suyanto dan Ibu Susiati yang tak
pernah henti memberikan dukungan doa, semangat, motivasi, kasih
sayang dan menyediakan kebutuhan yang diperlukan sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.

2. Ns. Marlinda, [Link] selaku pembimbing 1 yang selalu


sabar dalam memberikan bimbingan serta arahan dan memberi
motivasi dalam penulisan skripsi ini

3. Yossy wijayanti, [Link] selaku pembimbing II yang memberikan


bimbingan dengan sabar serta memberi arahan dalam penulisan skripsi
ini.

4. Bapak/Ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Kesehatan Universitas


Muhammadiyah Pringsewu Lampung yang memberikan banyak ilmu
serta pelajaran yang sangat berharga bagi penulis.

5. Teman-teman seperjuangan S1 Keperawatan yang selalu memberikan


semangat dan kerja sama kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


RIWAYAT HIDUP PENULIS

Dilahirkan pada tanggal 21Juni 1994 di Sendang Mulyo, putra pertamadari


3 bersaudara dari pasangan Bapak Suyanto dan Ibu Susiati. Pendidikan
dasar di SDN 04 Sendang Mulyo Kec. Sendang Agung Kab. Lampung
Tengah diselesaikan pada tahun 2008, kemudian SMP N 01 Sendang Agung
diselesaikan pada tahun 2011 dan SMKMa’arif01 KalirejoKec. Kalirejo
Kab. Lampung Tengah diselesaikan pada tahun [Link] penulis
pada tahun 2016 – 20117 melanjutkan kuliah di STIKes Muhammadiyah
Pringsewu Lampung Prodi S1 Keperawatan sampai dengan sekarang,
namun sekarang sudah berubah menjadi Universitas Muhammadiyah
Pringsewu Lampung.

vi

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah dan

karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan semua

kelemahan yang penulis miliki namun penulis berusaha semaksimal mungkin

dengan ilmu yang sangat sedikit ini mencoba menyelesaikan skripsi ini dengan

judul “Hubungan Gaya Hidup dengan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus Tipe

II di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020 ”

skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan pada

program studi S1 ilmu keperawatan.

Penulis mengalami banyak kesulitan dalam penyusunan proposal penelitian ini,

namun peran serta dan dukungan dari berbgai pihak maka penulis dapat

menyelesaikan proposal penelitian ini, untuk itu dalam kesempatan ini penulis

ingin megucapkan terima kasih kepada :

1. Drs. H. Wanawir Am, M.M, [Link], selaku Rektor Universitas

Muhammadiyah Pringsewu Lampung

2. Elmi Nuryati, [Link] selaku Ketua Fakultas Kesehatan Universitas

Muhammadiyah Pringsewu Lampung.

3. Ns. Desi Ari madi yati, [Link].,[Link] Ketua Program Studi S1

keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Lampung.

4. Ns. Marlinda, [Link] selaku pembimbing 1 yang telah

memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan proposal ini.

vii

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


5. Yossy wijayanti, [Link] selaku pembimbing II yang telah memberikan

bimbingan serta arahan dalam penulisan proposal ini

6. Bapak/Ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Kesehatan Universitas

Muhammadiyah Pringsewu Lampung.

7. Kedua orangtua tercinta yang selalu memberikan dukungan doa dan semangat

sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini.

8. Teman-teman kelas seperjuangan S1 Keperawatan angkatan 08 yang selalu

memberikan semangat dan kerja sama kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini.

Pringsewu, 16 Maret 2020


Penulis,

Ahmad Safi,I ,I
142012016039

viii

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN ...................................................................... i


HALAMAN JUDUL DENGAN SPESIFIKASI ............................................ ii
HALAMAN PERSETUJUAN PENELITIAN ............................................... iii
HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN PROPOSAL PENELITIAN ........... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v
RIWAYAT HIDUP PENULIS ........................................................................ vi
KATA PENGANTAR ...................................................................................... vii
DAFTAR ISI...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................x
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang............................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................5
C. Tujuan penelitian........................................................................................6
D. Ruang lingkup penelitian...........................................................................7
E. Manfaat penelitian......................................................................................7

BAB II TINJAUAN TEORI


[Link] Diabetes Mellitus............................................................................9
[Link] Gaya Hidup...................................................................................16
[Link]............................................................................................23
D. Kerangka Konsep......................................................................................24
[Link].....................................................................................................24

BAB III METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian.......................................................................................25
B. Variabel Penelitian....................................................................................25
C. Definisi Operasional..................................................................................26
D. Populasi dan Sampel.................................................................................27
E. Tempat dan Waktu Penelitian....................................................................29
F. Etika Penelitian.........................................................................................30
G. Instrumen Penelitian dan Metode Pengumpulan Data..............................32
H. Metode Pengelohan Data..........................................................................35
I. Analisa Data..............................................................................................36
J. Jalannya Penelitian...................................................................................37

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ix

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional.......................................................................26

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2,1 Kerangka Teori............................................................................23

Gambar 2.2 Kerangka Konsep........................................................................24

xi

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lembar Penjelasan Penelitian (Informed Consent)


Lampiran 2 : Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran 3 : Lembar Kuesioner
Lampiran 4 : Surat Pra Survey
Lampiran 5 : Surat Balasan Pra Survey
Lampiran 6 : Lembar Konsul

xii

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Penyakit tidak menular (PTM) adalah masalah yang sangat substansial,

mengingat peningkatan status kesehatan disuatu Negara secara global.

Menurut World Health Organization (WHO) penyakit tidak menular

seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus dan kanker merupakan

60% penyebab kematian di seluruh dunia (Kemenkes, 2019). Diabetes

Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang

prevalensinya terus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara

maju ataupun negara berkembang, penyakit ini sudah lama dikenal,

terutama dikalangan keluarga, khususnya keluarga berbadan besar

(kegemukan) bersama gaya hidup yang tinggi (Kurniadi & Nurrahmani

2015).

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh

pankreas tidak menghasilkan cukup insulin dan dapat menyebabkan

konsentrasi glukosa dalam darah meningkat. Diabetes melitus terjadi

akibat kegagalan sel – sel beta pankreas untuk memproduksi insulin yang

cukup pada diabetes mellitus tipe 1 atau tubuh tidak dapat menggunakan

insulin secara efektif pada diabetes mellitus tipe 2 (Smeltzer & Bare

2016).

Diabetes mellitus memiliki 3 tipe yaitu DM tipe I, DM tipe II, dan DM

tipe gestational (WHO, 2017). Pada DM tipe II jumlah penderita lebih

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


banyak sekitar 90 - 99%, tingginya prevalensi yang sebagian besar adalah

tergolong dalam DM tipe II disebabkan oleh faktor lingkungan yang di

perkirakan dapat meningkatkan faktor resiko DM tipe II adalah kebiasaan

makan yang tidak seimbang akan menyebabkan obesitas, selain pola

makan yang tidak seimbang aktivitas fisik juga merupakan faktor dalam

memicu terjadinya diabetes mellitus (Awad & Langi, 2013). Berdasarkan

Riskesdas 2013 prevalensi obesitas (15,4%) merupakan salah satu factor

resiko terbesar DM (Kurniadi & Nurrahmani 2015).

Hal ini dapat dilihat dari jumlah penderita dan prevalensi diabetes melitus

yang meningkat dimasa yang akan datang, dimana menurut WHO jumlah

penderita diabetes mellitus meningkat dari 171 juta di tahun 2000 menjadi

366 juta pada tahun 2030, pada tahun 2015 di perkirakan 1,6 juta kematian

secara langsung di sebabkan oleh Diabetes Mellitus, WHO juga

memproyeksikan bahwa diabetes mellitus akan menjadi penyebab

kematian ketujuh di tahun 2030 (WHO, 2017).

Peningkatan prevalensi akan lebih menonjol perkembagannya di Negara

berkembang di bandingkan dengan Negara maju, dimana Indonesia

termasuk salah satu Negara berkembang dengan prevalensi diabetes

mellitus sebesar 1,2 % - 2,3% dari penduduk usia > 15 tahun. Pada

prevalensi DM di Indonesia mencapai jumlah 8.426.000 (tahun 2000)

yang di proyeksikan mencapai 21.257.000 pada tahun 2030, artinya terjadi

kenaikan tiga kali lipat dalam waktu 30 tahun (Bustan, 2015).

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Provinsi Lampung sendiri merupakan salah satu Provinsi yang ada di

Indonesia dengan data saat ini angka prevalensi kejadian penyakit diabetes

mellitus mencapai 0,6% di tahun 2013, data yang terbaru di dapatkan

Provinsi Lampung mengalami kenaikan secara grafik, dengan jumlah

kenaikan kejadian Diabetes Mellitus mencapai 0,8% di tahun 2018

(Riskesdas, 2018).

Hal tersebut menunjukan semakin tingginya prevalensi diabetes mellitus

yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dan memiliki hubungan

yang sangat erat dengan perubahan gaya hidup modern yang tidak sehat

dapat memicu terjadinya diabetes mellitus tipe II (Alfiani, Yulifah, &

Sutriningsih, 2017). Tinggi jumlah peyandang diabetes mellitus tipe II

antara lain disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat,

kurangnya aktifitas fisik, pengaturan pola makan tradisional yang

mengandung karbohidrat dan serat dari sayuran ke pola makan yang berat-

berat dengan komposisi makanan yang terlalu banyak protein, lemak,

garam dan gula (Departemen Kesehatan RI, 2014).

Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan

dalam aktifitas, minat dan opininya menggambarkan keseluruhan diri

seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup dapat di

pengaruhi oleh beberapa faktor sosial, faktor sosial yang berpengaruh

terhadap konsumsi pangan adalah tingkat pendapatan, pengeluaran,

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


pendidikan dan pengetahuan (Tawakali, 2017).Maka dari itu, pemerintah

menyiapkan program pencegahan dan pengendalian secara nasional yaitu

Program Pengendalian PTM 2013 – 2020 yang salah satunya fokus

terhadap penyakit diabetes melitus dengan cara meningkatkan gaya hidup

sehat dengan 4 aspek yaitu pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup,

hindari merokok dan konsusmsi alcohol (Kemenkes, 2019).

Menurut penelitian Dafriani (2017) mengatakan terdapat hubungan pola

makan dengan kejadian diabetes mellitus tipe II disebabkan karena

tingginya konsumsi karbohidrat, lemak, gula. Tinggi karbohidrat dapat

meningkatkan kadar glukosa dalam darah , lemak yang tinggi dapat

menjadikan sel – sel dalam tubuh tidak peka terhadap insulin, hasilnya

kadar glukosa darah naik diatas normal karena sel tubuh tidak dapat

menggunakan insulin dengan optimal sehingga menyebabkan DM. Hasil

penelitian menunjukan bahwa kejadian DM tipe IIlebih tinggi pada

responden dengan pola makan yang tidak baik yaitu 27 responden (51,9%)

dibandingkan yang memiliki pola makan yang baik yaitu 12 responden

(29,3%).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Styawan (2015) menyatakan

bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah

sewaktu pada pasien diabetes mellitus, dimana kadar gula darah akan

terkontrol pada pasien yang melakukan aktivitas sesuai anjuran

dibandingkan pada pasien yang melakukan aktivitas fisik. Ainurafiq

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


(2015) dalam penelitiannya menyatakan bahwa perokok aktif memiliki

resiko 22% lebih tinggi untuk terserang diabetes mellitus tipe 2 dibanding

orang yang tidak merokok, sedangkan perokok pasif ditemukan memiliki

resiko 17% lebih tinggi untuk terserang diabetes mellitus dibanding

dengan orang yang tidak terpajan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten

Pringsewu diabetes mellitus masuk pada urutan ke 9 dari 10 penyakit

terbesar dengan angka 6,31%. 13 Puskesmas di Kabupaten Pringsewu,

Puskesmas yang menempati urutan pertama dengan penyakit diabetes

mellitus adalah Puskesmas Pringsewu (Dinkes Kabupaten Pringsewu,

2019). Jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun terakhir sebanyak

150 (Puskesmas Pringsewu, 2019). Hasil wawancara yang dilakukan

peneliti terhadap 10 responden penderita diabetes mellitus yang sedang

kontrol kesehatanya, 5 diantaranya mengatakan bahwa factor penyebab

terjadinya diabetes mellitus adalah pola makan yang tidak sehat, 3

diantaranya mengatakan karena kurangnya aktivitas fisik karena padatnya

pekerjaan dan 2 diantaranya karena kebiasaan merokok, gaya hidup yang

tidak sehat akan cenderung memicu terjadinya penyakit diabetes mellitus

tipe II.

B. Rumusan Masalah

Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit dengan prevalensi terus

mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, gaya hidup yang

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


moderntingginya jumlah penderita diabetes mellitus di pengaruhi oleh

beberapa faktor gaya hidup antara lain pola makan yang tidak sehat ,

merokok, aktivitas fisik, orang yang gaya hidupnya tidak sehat lebih

mudah terkena penyakit Diabetes Mellitus Tipe II. Oleh sebab itu peneliti

merumuskan masalah sebagai berikut “Adakah Hubungan Gaya Hidup

dengan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja

Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui Hubungan Gaya Hidup Dengan Prevalensi Penderita

Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu

Kabupaten Pringsewu Tahun 2020.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui karateristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin,

dan lama menderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja

Puskesmas Kabupaten Pringsewu.

b. Mengetahui distribusi frekuensi tentang gaya hidup diabetes pada

penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas

Kabupaten Pringsewu

c. Mengetahui distribusi frekuensi prevalensi penderita diabetes

mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


d. Diketahui hubungan gaya hidup dengan prevalensi penderita

diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten

Pringsewu.

D. Ruang Lingkup Penelitian

1. Jenis penelitian

Jenis penelitian ini adalah cross sectional

2. Objek penelitian

Objek penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II

3. Variabel penelitian

Variabel penelitian ini adalah gaya hidup dan prevalensi penderita

diabetes mellitus tipe II

4. Waktu

Waktu penelitian dilakukan pada bulan mei 2020.

5. Lokasi penelitian

Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu.

E. Manfaat Penelitian

1. Praktis

a. Responden

Penelitian ini memberikan informasi bagi responden bahwa gaya

hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe II

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


b. Bagi Petugas

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pihak

Puskesmas Pringsewu agar lebih meningkatkan edukasi tentang

gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah peningkatan kejadian

penderita diabetes mellitus tipe II.

c. Bagi keluarga

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada

keluarga bahwa gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi

penyebab penyakit diabetes mellitus tipe II.

2. Institusi

Penelitian ini memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu

pengetahuan di bidang kesehatan tentang gaya hidup dengan diabetes

mellitus tipe II, dan dapat menambah wawasan dan informasi untuk

mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhamadiyah Pringsewu Lampung

3. Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi atau bahan

rujukan untuk penelitian selanjutnya yang sifatnya lebih besar dan

bermanfaat bagi kemajuan keperawatan.

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


BAB II

TINAJUAN TEORI

A. Diabetes Mellitus

1. Definisi Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metebolisme

kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah (hiperglekemia),

disebabkan karena ketidakseimbangan antara supplai dan kebutuhan

insulin. Insulin dalam tubuh dibutuhkan untuk memfasilitasi masuknya

glukosa dalam sel agar dapat di gunakan untuk metebolisme dan

pertumbuhan sel. Berkurang atau tidak adanya insulin menjadikan

glukosa tertahan di dalam darah dan menimbulkan peningkatan gula

darah, sementara sel menjadi kekurangan glukosa yang sangat di

butuhkan dalam kelangsungan dan fungsi sel (Tarwoto, 2012).

Diabetes mellitus adalah tidak seimbangnya kadar gula dalam darah

karena terjadinya gangguan pada hormone insulin dimana tubuh tidak

mampu untuk menghasilkan insulin, dari pankreas yang cukup untuk

memenuhi kebutuhannya, atau tidak mampunya penderita untuk

menghasilkan insulin sama sekali, atau penderita mampu

menghasilkan insulin yang cukup namun sel tidak dapat menerima

insulin tersebut, karena reseptor yang berfungsi sebagai penangkap

insulin mengalami penurunan fungsi (Pranata, 2017)

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Diabetes mellitus adalah suatu sindroma gangguan metabolism dengan

hiperglikimia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu defesiensi

sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin atau

keduanya (Rendi, 2012)

2. Klasifikasi Diabetes Mellitus

Menurut Pranata dan Khasanah (2017), diabetes mellitus

diklasifikasikan menjadi empat kelas klinis yaitu :

a. Diabetes mellitus tipe 1 merupakan tipe diabetes yang terjadi di

karenanakan tubuh tidak mampu menghasilkan insulin sama sekali

sehingga gula tidak mampu dihantarkan ke sel.

b. Diabetes mellitus tipe 2 (NIDDM/Non insulin dependen diabetes

mellitus) Diabetes mellitus tipe 2 merupakan tipe diabetes dimana

tubuh mampu menghasilkan insulin namun tidak mencukupi

kebutuhan/kurang. Diabetes mellitus tipe 2 terjadi akibat

penurunan sensitivitas terhadap insulin atau akibat penurunan

produksi insulin normalnya insulin terikat oleh reseptor khusus

pada permukaan sel dan mulai terjadi rangkian reaksi termasuk

metabolism glukosa. Pada diabetes mellitus tipe 2 reaksi dalam sel

kurang efektif karena kurangnya insulin yang berperan dalm

menstimulus glukosa masuk ke jaringan dan pengaturan pelepasan

glukosa dihati.

c. Diabetes mellitus gestational

10

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Merupakan diabetes tidak seimbangnya kadar gula darah saat

mengalami kehamilan, saat seseorang hamil ketidakseimbangan

hormon didalam tubuh beresiko semakin besar.

d. Diabetes mellitus syndrome

Merupakan jenis diabetes mellitus yang terjadi dikarenakan banyak

factor, factor terebut terdiri dari kanker pankreas atau konsumsi

obat – obatan yang dspat meningkatkan gula darah.

3. Etiologi

Damayanti ( 2015) terdapat faktor resiko yang mempengaruhi

diabetes mellitus tipe 2 adalah :

a. Genetik

Anggota keluarga penderita diabetes memiliki kemungkinan lebih

besar terserang penyakit diabetes mellitus dibandingkan dengan

anggota keluarga yang tidk mendrita diabetes.

b. Virus dan bakteri

Virus penyebab diabetes mellitus adalah rubella, mumps dan

human coxsackievirus B4.

c. Bahan toksik

Bahan beracun yang merusak sel beta secara langsung adalah

alloxan, pyrinuron dan streptozoctin

d. Kegemukan, didefinisikan sebagai kelebihan berat badan minimal

20% lebih dari berat badan yang diharapkan atau memiliki indeks

masa tubuh (IMT) minimal 27 kg

11

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


e. Kadar kortikosteroid yang tinggi

f. Jenis kelamin

g. Hipertensi, ( ≥ 140/90 mmHg )

h. HDLkolestrol lebih dari atau sama dengan 35 mg/dl, atau

trigiserida lebih dari 250 mg/dL

i. Gaya hidup yang salah setelah keturunan (genetik), faktor risiko

diabetes selanjutnyaadalah gaya hidup. Gaya hidup dapat

menentukan besar kecilnya resiko seseorang untuk terkena

diabetes, hal ini berkaitan denganpola makan dan aktivitas yang

dilakukan seseorang sebagai gayahidupnya.

4. Patofisiologi

pada keadaan normal kurang lebih 50% glukosa yang dimakan

mengalami metabolisme sempurna menjadi CO2 dan air, 10% menjadi

glikogen dan 20% sampai 40% diubah menjadi lemak. Pada diabetes

melitus semua proses tersebut terganggu karena terdapat defisiensi

insulin. Penyerapan glukosa kedalam sel macet dan metabolismenya

terganggu, keadaan inimenyebabkan sebagian besar glukosa tetap

berada dalam sirkulasi darah sehingga terjadi hiperglikemi(Rendi,

2012)

12

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Pathway diabetes mellitus tipe 2

Idiopatik, usia, genetic, obesitas, merokok dll

Sel β pankreas hancur

Defisiensi insulin

Katabolisme protein Lipolisi meningkat

Penuruna BB Polifagi

Gliserol asam lemak bebas


meningkat

Ketogenesis

Ketonuria

Ketoasidosis

Coma

Sumber : (Rendi, 2012)

13

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


5. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

Menurut Tarwoto ( 2012 ) tanda dan gejala penderita diabetes mellitus

a. Sering kencing/miksi atau meningkatnya frekuensi buang air kecil

(poliuria).

Adanya hiperglikemia menyebabkan sebagian glukosa dikeluarkan

oleh ginjal bersama urine karena keterbatasan kemampuan filtrasi

ginjal dan kemampuan reabsorpsi dari tubulus ginjal.

b. Meningkatnya rasa haus (Polidipsia)

Banyaknya miksi menyebabkan tubuh kekurangan cairan

(dehidrasi) hal ini merangsang pusat haus yang mengakibatkan

peningkatan rasa haus.

c. Meningkatnya rasa lapar ( polipagia)

Meningkatnya katabolisme pemecahan glikogen untuk energy

menyebabkan cadangan energi berkurang, keadaan ini

menstimulusi pusat lapar.

d. Penurunan berat badan

Penuruanan berat badan disebabkan karena banyaknya kehilangan

cairan, glikogen dan cadangan trigliserida serta masa otot.

e. Kelainan pada mata, penglihatan kabur

Pada kondisi kronis keadaan hiperglikemia menyebabkan aliran

darah menjadi lambat, sirkulasi ke vaskular tidak lancar, termasuk

pada mata yang dapat merusak retina serta kekeruhan pada lensa.

f. Kulit gatal infeksi kulit, gatal gatal disekitar penis dan vagina

peningkatan glukosa darah mengakibatkan penumpukan pula pada

14

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


kulit sehingga menjadi gatal, jamur dan bakteri mudah menyerang

kulit.

g. Ketonuria

Ketika glukosa tidak lagi di gunakan untuk energy, maka

digunakan asam lemak untuk energi, asam lemak akan di pecah

menjadi katon yang kemudian berada pada darah dan dikeluarkan

melalui ginjal.

h. Kelemahan dan keletihan

Kurangnya cadangan energy, adanya kelaparan sel, kehilangan

potassium menjadi akibat pasien mudah lelah dan letih

i. Terkadang tanpa gejala

Pada keadaan tertentu tubuh sudah dapat beradaptasi dengan

peningkatan glukosa darah.

6. Komplikasi

Edwina & Manaf (2015) pasien dengan diabetes mellitus tipe 2

beresiko terjadi komplikasi baik bersifat akut maupun kronis

diantaranya :

a. Komplikasi akut

1) koma hiperglikemia disebabkan kadar gula sangat tinggi

biasanya terjadi pada NIDDM.

2) Ketoasidosis atau keracunan zat keton sebagai hasil

metabolism lemak dan protein terutama terjadi pada IDDM.

15

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


3) Koma hipoglikemia akibat terapi insulin yang berlebihan atau

tidak terkontrol.

b. Komplikasi kronis

1) Mikrovaskular merupakan lesi spesifik diabetes yang

menyerang kapiler dan arteriola retina, glomerulus ginjal, dan

saraf – saraf perifer.

2) Makrovaskular komplikasi makrovaskular melibatkan pembulu

darah bear yaitu pembulu darah koroner, pembulu darah otak

dan pembulu darah perifer

7. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

Penatalaksanaan Diabetes Mellitus dimulai dengan menerapkan pola

hidup sehat (terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik) bersamaan dengan

intervensi farmakologis dengan obat anti hiperglikemia secara oral

dan/atau suntikan. Penatalaksanaan pada pasien Diabetes melitus

menurut Perkenni (2015) terdiri dari 4 pilar utama yaitu edukasi, terapi

nutrisi, jasmani dan farmakologis.

a. Edukasi

Edukasi dengan tujuan promosi hidup sehat, perlu selalu dilakukan

sebagai bagian dari upaya pencegahan dan merupakan bagian yang

sangat penting dari pengelolaan Diabetes Mellitus secara

[Link] edukasi terdiri dari materi edukasi tingkat awal dan

materi edukasi tingkat lanjutan.

16

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


b. Terapi Nutrisi Medis (TNM)

TNM merupakan bagian penting dari penatalaksanaan DMT2

secara komprehensif. Kunci keberhasilannya adalah keterlibatan

secara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gizi,petugas

kesehatan yang lain serta pasien dan keluarganya). Guna mencapai

sasaran terapi TNM sebaiknya diberikan sesuai dengan kebutuhan

setiap penyandang Diabetes Mellitus. Prinsip pengaturan makan

pada penyandang Diabetes Mellitus hampir sama dengan anjuran

makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbangdan

sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing

individu. Penyandang Diabetes Mellitus perlu diberikan penekanan

mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah

kandungan kalori, terutama pada mereka yang menggunakan obat

yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri.

c. Jasmani

Latihan jasmani merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan

DMT2 apabila tidak disertai adanya nefropati. Kegiatan jasmani

sehari-hari dan latihan jasmani dilakukan secara secara teratur

sebanyak 3-5 kali perminggu selama sekitar 30-45menit, dengan

total 150 menit perminggu. Jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari

berturut-turut. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan glukosa

darah sebelum latihan jasmani. Apabila kadar glukosa darah <100

mg/dL pasien harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu dan

bila>250 mg/dL dianjurkan untuk menunda latihanjasmani.

17

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Kegiatan sehari-hari atau aktivitas sehari-hari bukan termasuk

dalam latihan jasmani meskipun dianjurkan untuk selalu aktif

setiap [Link] jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga

dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas

insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah

(Perkenni, 2015).

d. Farmakologi

Terapi farmakologis diberikan bersama dengan pengaturan makan

dan latihan jasmani (gaya hidupsehat).

B. Gaya Hidup

1. Pengertian gaya hidup

Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang di

ekspresikan dalam aktifitas, minat dan opininya yang menggambarkan

keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan

lingkungannya(Tawakali, 2017).

2. Gaya Hidup yang Mempengaruhi Diabetes Melitus

a. Pola makan tidak sehat

Pola makan yang tidak terkontrol dan mengakibatkan kadar

glukosa darah meningkat sehingga berkontribusi terjadinya

diabetes mellitus. Adapun metabolisme yang mempengaruhi kadar

gula darah adalah asupan kalori yang diubah menjadi energy, gula

darah atau gula yang berada di dalam aliran darah berfungsi

sebagai penyedia energi bagi tubuh dan seluruh sel – sel jaringan

tubuh. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, maka sel beta pulau

18

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


langerhans pada pankreas akan mengeluarkan insulin, insulin

tersebut akan menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara

mendistribusikan gula masuk ke dalam sel – sel yang akan

diproduksi untuk menghasilkan energy. Namun apabila asupan

kalori terus menerus tinggi akan meyebabkan insulin bekerja

terlalu berat dan terjadi penurunan fungsi insulin yang

berkelanjutan menyebabkan diabetes mellitus (Sukenty,

Shaluhiyah, & Suryoputro, 2018). Terdapat beberapa cara untuk

untuk menentukan kalori yang di butuhkan pasien diabetes mellitus

saat memulai perencanaan makan, di antaranya adalah

memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25 – 30

kalori/kg BB ideal, lalu ditambah atau di kurangi tergantung pada

beberapa factor seperti jenis, klamin, umur, aktivitas dan status

gizi. Selain itu komposisi energy terdari dari karbohidrat 45 – 65%

dari energy total, protein 10 – 20% dari energy total dan lemak 20

– 25% dari energy total (PERKENI, 2015).

b. Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari

penimbunan lemak tubuh yang berlebihan, setiap orang

memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energy

sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainya.

Rata – rata wanita memiliki lemnak tubuh yang lebih banyak

dibandingkan pria, perbandingan yang noirmal antara lemak tubuh

dengan berat badan adalah sekitar 25% - 30% pada wanita dan

19

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


18% - 23% pada pria (Irianto, 2014). Mungkin kegemukan ini

adalah factor yang paling penting untuk diperhatikan. Sebab

melonjaknya angka kejadian diabetes mellitus tipe 2 sangat terkait

dengan obesitas, menurunkan berat badan bukan sekedar soal

berdiet, tetapi juga menyangkut perubahan gaya hidup. Makin

banyak jaringan lemak, jaringan tubuh dan otot akan makin

resisten terhadap terhadap kerja insulin terutama bila lemak tubuh

atau kelebihan berat badan terkumpul di daerah sentral atau perut

(Tandra, 2017).

c. Kurangnya aktivitas Fisik

Aktivitas fisik atau disebut juga aktivitas eksternal adalah kegiatan

yang menggunakan tenaga atau energy untuk melakukan berbagai

kegiatan fisik seperti olahraga, setiap kegiatan fisik yang

menentukan jumlah energy dikeluarkan menurut lamanya

intensitas dan sifat kerja otot. Pengaruh aktivitas fisik secara

langsung berhubungan dengan peningkatan kecepatan pemulihan

glukosa otot (sebarapa banyak otot menyerap glukosa dari aliran

darah), saat beraktivitas fisik, otot menggunakan glukosa yang

tersimpan dalam otot dan jika glukosa berkurang otot mengisi

kekosongan dengan mengambil glukosa dari darah, hal tersebut

membuat glukosa darah menurun dan mampu mempertahankan

glukosa darah tetep normal (Sukenty et al., 2018).

20

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Olahraga adalah serangkian gerak raga yang teratur dan terencana

untuk memelihara hidup, meningkatkan kualitas hidup dan

mencapai tingkat kemampuan jasmani yang sesuai dengan tujuan

(Giriwijoyo & Sidik, 2012).

Adapun petunjuk olahraga untuk penderita diabetes mellitus tip 2

adalah sebagai berikut:

1. Program latihan

Program latihan yang dianjurkan bagi penderita diabetes

mellitus untuk meningkatkan kesegaran jasmani adalah CRIPE,

karena program ini dianggap memenuhi kebutuhan CRIPE

adalah kepanjangan dari:

a. Continuous , artinya latihan jasmani terus menerus tidak

berhenti dapat menurunkan intensitas, kemudian aktif lagi

dan seterusnya lagi dan seterunya intensitas dikurangi lagi,

aktif lagi dan seterusnya melakukan aktivitas latihan terus

menerus selama 50 – 60 menit

b. Rhytmical, artinya latihan harus dilakukan berirama,

melakukan latihan otot kontraksi dan relaksasi, jadi gerakan

berirama tersebut diatur dan terus menerus

c. Interval, artinya latihan dilaksanakan terselang – seling

kadang – kadang cepat, kadang – kadang lambat tetapi

kontiyu selama periode latihan

21

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


d. Progresif, artinya latihan haris dilakukan peningkatan

secara bertahap dan beban latihan juga ditingkatan secara

perlahan – lahan

e. Endurance, artinya latihan untuk meningkatkan kesegaran

dan ketahanan system kardiovaskuler dan kebutuhan tubuh

penderita diabetes mellitus.

2. Porsi Latihan

Porsi latihan harus ditentukan supaya maksud dan latihan oleh

penderita diabetes mellitus, memberikan manfaat yang baik,

latihan yang berlebihan akan merugikan kesehatan sedangkan

latihan yang terlalu sedikit tidak begitu bermanfaat, penentuan

porsi latihan harus memperhatikan intensitas latihan lama

latihan dan frekuensi latihan.

3. Resiko berolahraga pada penderita diabetes mellitus

Berolahraga dapat menjadi kegiatan yang aman bagi penderita

diabetes, tetapi terdapat juga resiko ketika melakukan olahraga

tersebut. Ada tiga masalah utama yang kerap menimpa

penderita DM yang gemar berolahraga yaitu hipoglikemia,

hiperglikemia, dan penyakit degeneratif kronis. Keseimbangan

antara kerja insulin dan hormone antagonisnya tidak dapat

terwujud selama olahraga aerobic, mengakibatkan hipo ataupun

hiperglikemia. Olahraga yang di langsungkan dalam suasana

hiperglikemia terutama ketika insulin berkurang dan ketosis

telah muncul, terbukti memperburuk pengendalian metabolic,

22

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


akibatnya kadar gula darah yang telah tinggi semakin

menjulang sementara keton merajalela menjauhi urin, dehidrasi

adlah salah satu dampak buruk yang tak terhindarkan.

d. Merokok

1) Pengertian

Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus,

dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica

dan spesies lainya atau sintetisnya yang mengandung nikotin

dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan (Heryani, 2014).

2) Merokok dengan diabetes mellitus

Merokok merupakan kegiatan memasukan berbagai senyawa

kimia berbahaya termasuk berbagai senyawa radikal ke dalam

tubuh, seseorang perokok mengalami paparan radikal bebas

yang besar dan memiliki kandungan antioksidan plasma yang

lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Hal ini berakibat terjadinya kerusakan membrane sel yang

berakibat fatal pada metabolisme, kerusakan metabolisme ini

sebagai pencetus resitensi insulin yang apabila tidak terkontrol

dengan baik akan berlanjut pada tahap diabetes mellitus

(Sukenty et al., 2018).

e. Mengkonsumsi alcohol

Efek alcohol pada kadar gula darah tidak hanya tergantung pada

alcohol yang dikonsumsi, tapi juga berhubungan dengan asupan

makanan. Proses untuk mencerna alcohol yang ada di dalam tubuh

23

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


kita itu sama dengan proses saat tubuh kita mencernak lemak,

alcohol yang dikonsumsi akan meningkatkan kadar gula darah

dalam darah karena alcohol akan mempengaruhi kinerja hormone

insulin (Tjokroprawiro, 2011). Karbohidrat merupakan kandungan

yang banyak ditemui dalam alcohol sehingga pada saat dikonsumsi

pankreas akan mengeluarkan lebih banyak hormon insulin

sehingga meningkatkan kadar gula darah dalam darah.

C. Kerangka teori

Kerangka teori adalah ringkasan dari tinjuan pustaka yang digunakan

untuk mengidentifikasi variabel – variabel yang akan diteliti yang

berkaitan dengan konteks ilmu pengetahuan yang digunakan untuk

mengembangkan kerangka konsep penelitian (Notoadmodjo, 2014).

Keranngka teori dapat di lihat pada skema 2.1

24

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Skema 2.1 Kerangka Teori

Diabetes Mellitus

Diabetes tipe 1 Diabetes tipe 2

Factor – factor gaya hidup Etiologi :

1. Pola makan 1. Genetik


2. Merokok 2. Virus
3. Aktivitas fisik 3. Bahan toksik
4. Kegemukan
4. Obesitas
5. Jenis kelamin
5. Konsumsi alkohol

Tanda dan gejala

Komplikasi akut 1. Sering kencing


2. Meningkatnya
1. Mikroangiopati rasa haus
2. Makroangiopati 3. Meningkatnya
3. Gangrendiabetik rasa lapar
a karena adanya 4. Penurunan
neuropati berat badan
4. Disfungsi erektil 5. Pandangan
diabetika kabur
6. Gatal - gatal
Sumber : (Sukenty et al., 2018;Tarwoto 2012;Damayanti 2015;Irianto 2014;Tandra 2017)

Keterangan : Cetak tebal variabel yang diteliti

D. Kerangka Konseep

Kerangka konsep adalah suatu urian dan visualisasi hubungan atau kaitan

antara konsep satu terhadap konsep yang lainya, atau antara variabel yang

satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti

(Notoadmodjo, 2014). Kerangka konsep dapat dilihat pada skema 2.2

25

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Skema 2.2 kerangka konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Faktor gaya hidup

1. Pola makan Diabetes mellitus tipe II


2. Aktivitas fisik
3. merokok

E. Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan awal peneliti mengenai hubungan antara

variabel yang merupakan jawaban peneliti tentang kemungkinan hasil

penelitian (Dharma, 2015).

Ha : Ada hubungan gaya hidup (pola makan, merokok, aktivitas fisik)

dengan peningkatan prevalensi penderita diabtes mellitus tipe II.

Ho : Tidak ada hubungan gaya hidup (pola makan, merokok, aktivitas

fisik) dengan peningkatan prevalensi penderita diabetes mellitus tipe II.

26

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan

menggunakan metode penelitian cross sectional, yaitu suatu penelitian

untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor resiko dengan

efek, dengan cara pendekatan observarsi atau pengumpulan data sekaligus

pada suatu saat (point time approach). Penelitian ini untuk mengetahui

hubungan variabel independen dan variabel dependen (Notoadmodjo,

2014).

B. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah karakteristik yang melekat pada populasi,

bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya dan diteliti dalam suatu

penelitian(Dharma, 2015). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari :

1. Variabel independen atau variabel bebas adalah karakteristik dari

subjekyang dengan keberadaannya menyebabkan perubahan pada

variabellainnya, yang dalam penelitian ini adalah gaya hidup (pola

makan, aktivitas fisik, merokok).

2. Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang akan

berubahakibat pengaruh atau perubahan yang terjadi pada variabel

independen, dalam penelitian ini adalah prevalensi penderita diabetes

mellitus tipe II.

27

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


C. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati

dari sesuatu yang didefinisikan tersebut memungkinkan peneliti untuk

melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek

atau fenomena(Nursalam, 2015). Definisi Operasional pada penelitian ini

dapat dilihat pada tabel 2.1

Table 3.1
Definisi operasional

No Variabel Definisi Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala


operasional ukur
Variabel Independen
1 Pola Memilih makanan Kuesioner Checklist 0: <3 kali per hari Nominal
makan yang membentuk C pada 1: ≥3 kali per hari
pola prilaku makan, lembar
keluarga indonesia kuesioner
umumnya makan 3
kali dalam sehari
2 Aktivitas kegiatan yang Kuesioner Mengisi [Link] sedang Nominal
fisik menggunakan aktivitas fisik kuesioner (jogging 30 menit)
tenaga atau energy D [Link] ringan,
untuk melakukan membersihkan
berbagai kegiatan rumah.
fisik seperti (Handayani,2018)
olahraga,
3 Merokok Perilaku yang Kuesioner Wawancara 0:Tidak Merokok Nominal
dilakukan seseroang E 1:Merokok
dengan cara
menghisap rokok
yang mengandung
nikotin dan tar ke
dalam sistem
pernafasan dengan
cara membakar
tembakau
Variabel Dependen
4 Kejadian Suatu kondisi atau Rekam medic Ceklis 0 = Tidak Nominal
Diabetes kejadian dimana 1= Ya
mellitus pasien mengalami
tipe 2 DM tipe II
berdasarkan
diagnosa dokter

28

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah merupakan subjek yang memenuhi criteria yang sudah

ditetapkan (Nursalam, 2015) . Populasi dalam penelitian ini adalah

semua responden yang mengalami penyakit diabetes mellitus di

wilayah kerja Puskesmas Pringsewu, didapatkan data dengan populasi

sebanyak 150 penderita diabetes mellitus

2. Sampel

Sampel merupakan sekelompok individu yang termasuk dalam bagian

dari populasi, dimana peneliti langsung mengumpulkan sampel dan

mengobservasi penderita diabetes mellitus. Teknik sampling yang

digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik random

sampling, teknik ini adalah teknik yang dilakukan pengambilan sampel

secara acak sederhana dengan asumsi bahwa karateristik tertentu yang

dimiliki oleh populasi tidak dipertimbangkan dalam penelitian

(Dharma, 2015). Menentukan besar sampel, peneliti menggunakan

rumus uji beda dua proporsi.

N = {Z1α/2√2p(1 – P) + Z1_β√P1(1 – P1) + P2(1 – P2)}c²

(P1 – P2)²

Keterangan :

N = Besar sampel
P1 = Kategori tidak baik (0,51) (Dafriani, 2017)
P2 = Kategori baik (0.29) (Dafriani, 2017)
P = Rata – rata P1 dan P2 (P1 + P2)/2 = 0.4
Z1α/2 = Nilai Z pada derajat (1,96)

29

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Z1_β = Nilai Z pada kekuatan uji power (0,84)

N = {1,96 √2(0,4) (1 – 0,4) + 0,84 √0,51 (1 – 0,51) + 0,29 (1 – 0,29)}²

(0,51 – 0,29)²

N = {1,96 √2(0,4) ( 0,6) + 0,48 √0,51 (0,49) + 0,29 (0,71)}²

(0,51 – 0,29)²

N = {1,96 √(0,8) (0,6) + 0,84 √(0,24 + 0,20)}²

(0,51 – 0,29)²

N = (1,96) (0,48) + (0,84) ( 0,44)²

(0,51 – 0,29)²

(0,94 + 0,36)²

(0,51 – 0,29)²

1,69

0,04

N = 42,25

Jadi besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 42 respomden,

untuk mencegah terjadinya drop out maka ditambah 10% dari jumlah

responden menjadi 46 responden.

3. Kriteria sampel

a. Kriteria inklusi

Kriteria ini merupakan ciri yang perlu dipenuhi dari setiap anggota

populasi yang dapat diambil sebagai sampel (Notoadmodjo, 2014).

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah :

30

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


1) Responden yang terdiognosa diabetes mellitus oleh tenaga

medis.

2) Usia rentang 40 – 60 tahun

3) Bisa membaca dan menulis

4) Lama terdiagnosa diabetes mellitus 1 – 5 tahun

5) Bersedia menjadi responden

b. Kriteria Eksklusi

Kriteria ini merupakan ciri anggota populasi yang tidak dapat

diambil sebagai sampel (Notoadmodjo, 2014). Kriteria eksklusi

pada penelitian ini adalah :

1) Responden yang tidak kooperatif

2) Penderita DM dengan Penyakit penyerta seperti

kardiovaskuler, hipertensi, kanker

E. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2020

2. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu

Kabupaten Pringsewu

F. Etika Penelitian

Etika penelitian merupakan perilaku penelitian atau perlakuan peneliti

terhadap subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi

masyarakat (Notoatmodjo, 2014).Kerahasiaan catatan tentang data calon

31

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


responden dijaga dengan tidak menuliskan nama responden pada

instrumen penelitian tetapi hanya menuliskan inisial namanya saja

untuk menjaga semua kerahasiaan semua informasi yang diberikan.

Data-data yang telah diperoleh dari calon responden juga hanya digunakan

untuk kepentingan penelitian (Nursalam, 2015).

1. Informed Consent (Lembar Persetujuan)


Lembar persetujuan ini diberikan kepada setiap responden yang

menjadi subyek penelitian dengan memberikan penjelasan tentang

maksud dan tujuan dari penelitian serta menjelaskan akibat-akibat

yang akan terjadi bila bersedia menjadi privasi dan kerahasiaan

identitas atau jawaban yang diberikan. Subyek berhak untuk tidak

mencantumkan identitasnya dan berhak mengetahui kepada siapa saja

data tersebut disebarluaskan.

2. Anonymity(Tanpa Nama)

Anonymity merupakan kerahasiaan identitas subjek. Pada penelitian

ini kerahasiaan identitas subyek sangat diutamakan, sehingga peneliti

sengaja tidak mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data.

3. Confidentiality (Kerahasiaan)

Peneliti akan menjamin kerahasiaan responden tanpa menyebar

luaskan pada pihak yang tidak berkepentingan, pada saat proses

pengolaan data analisis dan publikasi identitas responden tidak

diketahui oleh orang lain. Penulis melindungi privasi dan kerahasiaan

identitas atau jawaban yang diberikan. Subyek berhak untuk tidak

mencantumkan identitasnya dan berhak mengetahui kepada siapa saja

data tersebut disebarluaskan.

32

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


4. Respect for Justice an Inclusiveness (Keadilan dan Keterbukaan)

Respect for Justice an Inclusiveness adalah penelitian harus dilakukan

secara jujur, adil, hati-hati, professional, dan berperikemanusiaan.

Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan

kejujuran, keterbukaan dan kehati-hatian. Untuk itu, lingkungan

penelitian perlu dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan,

yakni dengan menjelaskan prosedur penelitian. Prinsip keadilan ini

menjamin bahwa semua subyek penelitiaan memperoleh perlakuan dan

keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender, agama, etnis dan

sebagainya.

5. Balancing Harm and Benefits (Memperhitungkan Manfaat dan

Kerugian yang ditimbulkan)

Balancing Harm and Benefits merupakan dalam penelitian harus

mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi subjek

penelitian dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan.

Kemudian meminimalisirkan resiko/dampak yang merugikan bagi

subjek penelitian. Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat

semaksimal mungkin bagi masyarakat pada umumnya dan subyek

penelitian pada khususnya. Peneliti hendaknya berusaha

meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek. Oleh sebab itu,

pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah atau paling tidak

mengurangi rasa sakit, cidera, stres maupun kematian subyek (Milton

dalam Notoatmodjo, 2014).

33

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


G. Instrumen dan Pengumpulan Data

1. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian merupakan suatu alat yang digunakan oleh

peneliti untuk mengobservasi, mengukur atau menilai suatu fenomena.

Data yang diperoleh dari suatu pengukuran kemudian dianalisis dan

dijadikan sebagai bukti dari suatu penelitian. Sehingga instrumen atau

alat ukur merupakan bagian yang penting dalam suatu penelitian.

(Dharma, 2015). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini

adalah kuisioner.

Kuisioner adalah metode pengumpulan data dengan cara memberikan

daftar pertanyaan secara tertulis dengan beberapa pilihan jawaban

kepada responden, kuisioner juga berupa alat ukur yang tersteruktur,

karena bagian bagiannya disusun secara berurutan mulai dari judul

kuisioner, petunjuk pengisian, pertanyaan mengenai karateristik

responden dan daftar item pertanyaan utama. (Dharma, 2015).

Kuisioner gaya hidup ini bukan mengadopsi dari peneliti orang lain

tapi peneliti membuat sendiri dengan berisikan 17 pertanyaan, skala

yang digunakan dalam instrumen ini guttmaan yaitu skala yang

meginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar salah, ya tidak atau

pernah tidak. Jawaban positif seperti setuju, benar, pernah diberi skor

1, sedangkan untuk jawaban negative diberi skor 0, setiap pertanyaan

dinilai dengan memberikan tanda Checklist.

34

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


2. Uji Validitas

Validitas adalah syarat mutlak bagi suatu alat ukur agar dapat

digunakan dalam suatu pengukuran. Suatu penelitian meskipun

didesain dengan tepat, namun tidak akan memperoleh hasil penelitian

akurat jika menggunakan alat ukur yang tidak valid (Dharma, 2015).

Untuk mengetahui validitas suatu instrument perlu dilakukan uji

korelasi antara skors tiap – tiap pertanyaan dengan skor total kuesioner

tersebut. Teknik korelasi yang dipakai adalah product moment dengan

hasil valid apabila nilai korelasi dari pertanyaan dalam kuisioner

tersebut memenuhi taraf signifikan di atas r tabel. Bila r hitung > r

tabel maka Ho ditolak, artinya variabel valid, bila r hitung < r tabel

maka Ho gagal ditolak, artinya variabel tidak valid (Notoatmodjo,

2014).

Pada penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner, maka

dilakukan Uji validitas instrumen ini di Puskesmas Rejosari Kabupaten

Prungsewu, pada uji validitas akan dibagikan kuesioner kepada 20

responden dengan 17 pertanyaan tentang gaya hidup pola makan,

aktivitas fisik, merokok pada penderita diabetes mellitus. Peneliti

menyebarkan kuesioner kepada 20 responden Uji validitas instrument

dengan menggunakan teknik degree of freedom 25-2 = 23 (r table 23=

0,413). Diperoleh 9 pertanyaan pola makan dinyatakan valid dengan

semua hasil validitas r bergerak dari (0,541 – 0.860), kuesioner

aktivitas fisik dengan 4 pertanyaan r tabelnya yaitu (0, 605 - .0.907)

sedangkan kuesioner merokok degan 4 peryataan nilai r tabel bergerak

35

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


dari (0.676- 0.940) r hitung > r tabel (taraf signifikan 5%). Hal ini

menunjukan tiap – tiap pertanyaan valid, karena r hitung > r tabel.

3. Uji Reliabilitas

Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti

menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau

tetap asas (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih

terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama

(Notoajmodjo, 2014). Kriteria pengukuran uji reliabilitas dengan

membandingkan nilai r table dengan r hasil (Cronbach Alpha), dan

jika Cronbach Alpha lebih besar dibanding r table (0,413), maka

pertanyaan dinyatakan reliabel. Hasil dari uji reliabilitas untuk pola

makan 0,911, kuesioner aktivitas fisik 0,871 dan merokok 0,916 maka

disimpulkan Cronbach Alpha > r table (0,413). Maka hasil uji

reliabelitas untuk masing - masing kuesioner dinyatakan reliable.

4. Pengumpulan Data.

Cara mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu dengan data primer.

Data primer didapat langsung dari responden dengan cara membagikan

lembar kuesioner pada responden. Pengisian lembar kuesioner gaya

hidup (pola makan, aktivitas fisik, merokok) secara langsung terhadap

responden yang menderita diabetes mellitus tipe II, setelah pengisian

selesai dilakukan maka kuesioner dikembalikan pada peneliti.

36

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


H. Metode Pengolahan Data

Menurut Notoajmodjo (2014), pengelolaan data merupakan salah satu

langkah yang penting. Hal ini disebabkan karena data yang diperoleh

langsung dari peneliti masih mentah, belum memberikan informasi apa-

apa dan belum siap untukdisajikan. Untuk memperoleh penyajian data

sebagai hasil yang berarti dan kesimpulan yang baik, diperluka

pengelolaan data. Langkah-langkah yang digunakan dalam pengelolaan

data adalah :

1. Editing (Penyuntingan)

Editing merupakan kegiatan yang dilakukan setelah data terkumpul

baik dari kuisioner ataupun dari pengamatan secara langsung. Editing

dilakukan untuk memeriksa ulang kelengkapan pengisian, kesalahan

dan kelengkapan jawaban dari responden.

2. Coding (Pengkodean)

Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjunya dilakukan

pengkodean atau coding, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau

huruf menjadi data angka atau bilangan. Adapun koding untuk melihat

variabel pola makan yaitu 0 : < 3 kali per hari 1 : ≥ 3 kali per hari,

variabel aktivitas fisik 0 : aktivitas ringan 1 : aktivitas sedang dan

variabel merokok 0 : tidak merokok 1 : merokok

3. Processing (Memproses data)

Processing adalah memproses data agar data yang sudah di-entry dapat

dianalisis. Pemprosesan data dapat dilakukan dengan cara mengentri

data dari kuesioner kedalam program computer lalu dimasukan dalam

37

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


program Microsoft exelterlebih dahulu lalu di pindahkan keprogram

SPSS.

4. Cleaning(Pembersihan data)

Setelah semua data dari semua responden telah selesai diproses, perlu

dilakukan pengecekan ulang kembali untuk melihat kemungkinan

adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan data, kelebihan data yang

dimasukkan, sehingga dapat dilakukan koreksi.

5. Tabulating

Tabulating adalah penyususnan data yang merupakan pengorganisasi

data yang sedemikian rupa agar mudah disajikan dan dinamis. Tahap

ini hasil pemeriksaan yang sama dikelompokan dengan teliti dan

teratur lalu di hitung dan dijumlahkan kemudian ditulis dalam bentuk

tabel – tabel.

I. Analisa Data

1. Analisis Univariat

Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2014). Analisa

univariat menggunakan rumus presentase untuk melihat distribusi

frekuensi dan presentase dari karateristik responden penelitian meliputi

usia, jenis kelamin, pendidikan, lamanya menderita diabetes mellitus

dan variabel penelitian pola makan, aktivitas fisik, merokok (variabel

independen) serta prevalensi penderita diabetes mellitus (variabel

dependen).

38

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


2. Analisa Bivariat

Analisa bivariat merupakan analisa yang dilakukan terhadap dua

variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo,

2014). Analisis ini menggunakan uji Chi Square digunakan untuk

menguji perbedaan proporsi atau presentase antara beberapa kelompok

data. Karena melihat dari skala ukur dalam definisi operasional yang

kedua variabel menggunakan data nominal dan nominal. Untuk

melihat hasil kemaknaan perhitungan statistik di gunakan batas

kemaknaan 95% dengan nilai p (P value) ≤ 0,05 maka Ho ditolak, dan

p (pvalue) ≥ 0,05 maka Ho gagal ditolak.

J. Jalannya Penelitian

1. Langkah Persiapan

Persiapan merupakan rancangan yang berfungsi sebagai karangka awal

dalam penelitian. Langkah – langkah yang dilakukan dalam tahap

persiapan meliputi :

a. Melakukan perizinan kepada institusi dan tempat penelitian

b. Melakukan survey pendahuluan untuk mengetahui jumlah

penderita diabetes mellitus di wilayah kerja puskesmas Pringsewu

Lampung.

c. Mengajukan surat permohonan izin pelaksanaan penelitian pada

institusi pendidikan Universitas Muhammadiyah pringsewu.

d. Menyerahkan surat permohonan izin yang diperoleh ketempat

penelitian.

39

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


2. Langkah Pelaksanaan

Tahapan pada pelaksanaan ini peneliti akan melakukan proses dan

pengolahan data yang meliputi :

a. Menyerahkan surat permohonan izin kepada kepala Puskesmas

Rejosari untuk memberikan surat rekomendasi untuk melakukan

uji validitas di wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kabupaten

Pringsewu Lampung.

b. Setelah mendapatkan izin peneliti memilih responden sesuai

kriteria dan memberikan instrument yang akan diuji validittas.

Data terkumpul dan dianalisa bila valid semua kuisoner akan di

pakai untuk pengumpulan data responden bila ada item pernyataan

tidak valid, maka peneliti akan meralad kembali kuesioner.

c. Menyerahkan surat izin dan menetapkan tanggal dan waktu

penelitian ke wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten

Pringewu.

d. Peneliti memberikan penjelasan kepada calon responden mengenai

tujuan dan manfaat dari penelitian ini. Selanjutnya peneliti

meminta kesedian danpersetujuan responden untuk mengikuti

penelitian dengan menandatangani lembar informed consent.

e. Peneliti melakukan penelitian dengan meminta responden untuk

mengisi kuesioner yang sudah dibagikan dengan sebenar

-benarnya.

40

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


f. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan pengolahan data dan

analisis data, hasil pengolahan dan analisis data dirumuskan

kesimpulan penelitian, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel

41

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


DAFTAR PUSTAKA

Alfiani, N., Yulifah, R., & Sutriningsih, A. (2017). Pengetahuan Diabetes Mellitus

dengan Gaya Hidup Pasien Diabetes melitus. Nursing News, Vol 2, No 2,

2017.

Awad, N., & Langi, Y. A. (2013). Faktor Resiko Pasien Diabetes Melitus Tipe II

Jurnal e-Biomedik, Vol 1, No 1.

Bustan , N., M. (2015). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. PT. Renika Cipta.

Dafriani, P. (2017). Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes

Mellitus. jurnal Kepetawatan, Vol 13, No 2, 2017.

Damayanti. (2015). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat

Pengetahuan Diabetes mellitus Tipe 2.

Dharma, K. K. (2015). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: CV. Trans

Info Media.

Edwina, D. A. & Manaf, A. (2015). Komplikasi Koronis Penderita Diabetes

Mellitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Andalan, Vol. 4, No 1.

Giriwijoyo, H. Y. S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung:

PT Remaja.

Handayani, S, T. (2018). Hubungan Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian

Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Kesmas Jambi. Vol 02, 2018.

Heryani, R. (2014). Kumpulan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia Khusus Kesehatan. . Jakarta:: CV. Trans Info Media

Irianto, K. (2014). Anatomi dan Fisiologi. Bandung: Alfabeta.

Kemenkes, R. (2019). Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak

Menular.

42

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


Kurniadi , H., & Nurrahmani , U. (2015). Stop Gejala Penyakit Diabetes

Hipertensi Kolesterol Jantung Koroner. PT. Istana Media.

Notoadmodjo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. from Renika Cipta

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba

Medika.

Pranata, S. K. (2017). Merawat Penderita Diabetes Melitus. .

Rendi. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Beda.h dan Penyakit Dalam.

Yogyakarta: Nuha Medika.

Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018.

Smeltzer, S., C, & Bare , B., G. (2016). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah

Jakarta: EGC.

Sukenty, N. T., Shaluhiyah, Z., & Suryoputro, A. (2018). Faktor Perilaku dan

Gaya Hidup yang Mempengaruhi Status Prediabetes melitus. Jurnal

Promosi Kesehatan Indonesia, Vol. 13 , No. 2.

Tandra. (2017). Segala Sesuatu Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes.

Yogyakarta: Nuha Medika.

Tarwoto. (2012). Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Endokrin.

Jakarta: Trans Info Media.

Tawakali. (2017). Hubungan Pengetahuan Diabetes Mellitus dengan Gaya Hidup

Pasien DM. Nursing News, Vol 2. No. 2. 2017.

Tjokroprawiro, A. (2011). Hidup Sehat Bersama Diabetes. Jakarta:: PT Gramdia

Pustaka.

WHO. (2017). Diabetes Mellitus 2017 Juni.

43

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


LAMPIRAN-LAMPIRAN

44

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


INFORMED CONSENT

Pringsewu……….

Kepada Yth,

Calon Responden

Di Tempat

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Ahmad Safi,i

NIM : 142012016039

Akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Gaya Hidup dengan


Prevalensi Penderita Diabetes mellitus Tipe II di Wilayah Kerja
Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2020”. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gaya hidup yang tidak sehat seperti pola
makan tidak baik, kurang nya aktivitas fisik dan merokok yang dapat
menjadi penyebab terjadinya diabetes mellitus tipe II. Penelitian ini tidak
menimbulkan kerugian bagi saudara, kerahasian informasi yang diberikan
akan dijaga dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. jika
saudara tidak bersedia menjadi responden, maka tidak menjadi ancaman
bagi saudara. Apa bila saudara menyetujui, maka kami mohon kesedianaan
saudara untuk menandatangani lembar yang kami sertakan ini.

Atas perhatian dan kesediaan saudara, saya ucapkan terima kasih.

(Ahmad Safi,i)

(............................)

45

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Yang bertanda tangan dibawah ini saya selaku responden penelitian :

Nama :

Jenis kelamin :

Umur :

Kelas :

Dengan ini saya menyatakan bersedia guna berperan serta dalam penelitian ini dan

bersedia memberikan jawaban kuesioner/pertanyaan yang diajukan, tidak ada

yang diberitahukan kepada siapapun atau dijamin kerahasiaannya dan saya

bersedia mengikuti penelitian ini.

Demikian surat permohonan ini saya buat, semoga penelitian ini bermanfaat dan

dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Pringsewu,…………………2020

Hormat saya,

(………………………………..)

46

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


LEMBAR KUESONER

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN PREVALENSI PENDERITA


DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILIYAH KERJA PUSKESMAS
PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN 2020

Tanggal Pengambilan Data :


Nomer Responden :

A. Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Klamin :
4. Pekerjaan :
5. Pendidikan :
6. Alamat :

B. Petunjuk pengisian soal


1. Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar
2. Jawaban dari setiap soal tidak boleh lebih dari satu jawaban
3. Apabila ada pertanyaan yang kurang jelas anda diperkenankan bertanya
kepada penelitian

C. Pola Makan
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda makan nasi putih 4-5 kali sehari
bahkan lebih?
2 Apakah andamengkonsumsi makanan seperti
roti, mie, kentang?
3 Apakah anda membatasi asupan makanan yang
mengandung gula (kue manis, cake, jelly)?
4 Apakah anda sering mengkonsumsi makanan
cepat saji ( fried chicken, pizza, burger, sosis,

47

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


spageti, pasta, dll) ?
5 Dalam pola makan yang anda konsumsi apakah
anda bahan makanan seperti ikan asin, telur
asin dan makanan yang diawetkan?
6 Apakah anda mengkonsumsi minuman seperti
teh manis, sirup atau minuman yang
mengandung gula dalam sehari?
7 Apakah anda suka mengkonsumsi makanan
berserat seperti buah dan sayuran ?
8 Apakah anda minum susu kental manis sebagai
pelengkap gizi makanan?
9 Apakah anda makan dengan teratur 3x dalam
sehari?

D. Aktivitas Fisik
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda melakukan pekerjaan rumah
tangga setiap hari (mencuci, memasak,
membersihkan rumah) ?
2 Apakah anda sering melakukan olahraga seperti
senam, bersepeda, berenang?
3 Seberapa lama anda dalam berolahraga apakah
lebih dari 30 menit?
4 Apakah anda suka melakukan aktivitas seperti
berjalanan menanjak dengan membawa beban,
mendaki gunung?

E. Merokok
Beri tanda ceklis(√) pada jawaban yang anda anggap benar

No Pertanyaan Ya Tidak

48

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


1 Apakah anda merokok?
2 Dalam 1 hari semalam apakah anda
menghabiskan 1 bungkus?
3 Apakah sudah 5 tahun lebih anda merokok?

49

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


50

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


51

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


52

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


53

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


54

Universitas Muhammadiyah Pringsewu


55

Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Anda mungkin juga menyukai