0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
324 tayangan5 halaman

Pengantar Satelit Laser Ranging

Teks tersebut membahas tentang Satelite Laser Ranging (SLR). SLR adalah metode penentuan posisi satelit dengan presisi tinggi menggunakan laser. Teknik ini mulai dikembangkan oleh NASA pada 1964 dan bermanfaat untuk menentukan gravitasi bumi, deteksi pergerakan lempeng, dan kalibrasi altimeter satelit. SLR terus berkembang dengan peluncuran satelit khusus seperti GEOS-1 dan LAGEOS untuk aplikasi geodesi dan

Diunggah oleh

fadillah qur ani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
324 tayangan5 halaman

Pengantar Satelit Laser Ranging

Teks tersebut membahas tentang Satelite Laser Ranging (SLR). SLR adalah metode penentuan posisi satelit dengan presisi tinggi menggunakan laser. Teknik ini mulai dikembangkan oleh NASA pada 1964 dan bermanfaat untuk menentukan gravitasi bumi, deteksi pergerakan lempeng, dan kalibrasi altimeter satelit. SLR terus berkembang dengan peluncuran satelit khusus seperti GEOS-1 dan LAGEOS untuk aplikasi geodesi dan

Diunggah oleh

fadillah qur ani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Satelit laser ranging (SLR) merupakan metode untuk menentukan orbit
satelit dengan akurasi tinggi, dan hasil dengan tingkat ilmiah terhadap kondisi
lapangan, dengan dasar bumi dan bulan. Singkatnya SLR sangatlah bermanfaat
untuk menetukan gravitasi bumi secara akurat dan untuk mendeteksi pergerakan
lempeng tektonik. Ide awal yang digunakan dalam SLR ini adalah penetuan lokasi
satelit dengan diukur dari stasiun bumi. Proses ini disebut sabagai “ranging”
terhadap satelit. Dengan mengkombinasaikan hal tersebut dimungkinkan
pengukuran waktu stasiun sun–sincronous bumi, orbit satelit dapat ditentukan
dengan presisi dalam sentimeter (Ronny, 2010).
Sistem ini mulai dikembangkan oleh NASA pada tahun 1964 dengan
diluncurkannya satelit Beacon Explorer B. SLR juga merupakan teknik yang
paling akurat dalam menentukan posisi geosentrik dari sebuah satelit bumi,
mampu mengkalibrasi presisi dari altimeter radar dan memisahkan pergeseran
instrumentasi jangka panjang dari perubahan sekuler dalm topografi samudera.
Kemampuan SLR untuk mengukur variasi temporal dalam bidang gravitasi bumi,
memonitor pergerakan jaringan stasiun terhadap pusat bumi serta kemampuannya
untuk memonitor pergerakan vertikal dalam sebuah sistem absolut, membuat SLR
memiliki keinikan untuk membuat model dan mengevaluasi perubahan musim
jangka panjang (Firdaus, 2015).
I.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari Satelite Laser Ranging?
2. Bagaimana perkembangan SLR?
3. Bagaimana prinsip kerja dari SLR?
4. Bagaimana pengaplikasian SLR ?
I.3 Tujuan
Tujuan dari pembutan Laporan ini adalah untuk dapat mengetahui hal-hal
berikut ini:
1. Dapat memahami dengan baik mengenai Satelite Laser Ranging.

1
2. Dapat mengetahui perkembangan SLR dari awal hingga sekarang.
3. Dapat mengetahui prinsip kerja dari SLR
4. Dapat mengetahui pengaplikasian dari SLR

2
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Satelite Laser Ranging
Sistem SLR (Satellite Laser Ranging), yang mulai dikembangkan oleh NASA pada
tahun 1964 dengan peluncuran satelit Beacon Explorer B, adalah salah satu system penentuan
posiis absolut uang paling teliti saat ini. Sistem ini berbasiskan pada pengukuran jarak dengan
laser ke satelit yang dilengkapi dengan retro-reflektor laser. (Abidin, 2001)
Satellite Laser Ranging adalah salah satu aplikasi dari teknik geodesi yang terbukti
memiliki potensi dan kontribusi penting untuk studi ilmiah bumi/Atmosfer/sistem Samudra.
SLR adalah teknik yang paling akurat sampai saat ini untuk menentukan posisi geosentris
satelit Bumi, memungkinkan untuk kalibrasi yang tepat pada radar altimeters dan pemisahan
instrumen jangka panjang dari pergeseran perubahan sekuler topografi laut. SLR mempunyai
kemampuan untuk mengukur waktu variasi medan gravitasi bumi dan memantau gerak
jaringan stasiun sehubungan dengan geocenter, selain itu juga mampu memantau gerak
vertikal dalam suatu sistem yang mutlak, membuat pemodelan dan unik untuk mengevaluasi
jangka panjang perubahan iklim dengan: memberikan sistem referensi untuk post-glacial
rebound, permukaan laut dan perubahan volume es, menentukan temporal redistribusi massa
padat bumi, laut, dan sistem atmosfer, dan pemantauan terhadap reaksi atau respon
pemanasan surya atmosfer (Geomatika07, 2009).

II.2 Perkembangan Satelite Laser Ranging


Aplikasi SLR di masa depan dikenali dengan cepat setelah kesuksesan awal, dan
suplementasi awal dan aplikasi penggantian SLR di masa depan melibatkan jaringan kamera
Baker-Nunn, yang memiliki jarak pembatas efektif sekitar 16 untuk paparan 30-an. Kamera-
kamera ini digunakan untuk melacak satelit dan merekam tahap-tahap akhir di antara aplikasi
lain. Hasil dari serangkaian eksperimen sepanjang tahun 1966, di Smithsonian, Stasiun
Pengamatan Astrofisika, Organ Pass, New Mexico, menggunakan alat pengukur denyut,
menunjukkan bagaimana laser dapat digunakan untuk melengkapi jaringan Baker-Nunn di
seluruh dunia saat itu dalam mendapatkan orbit satelit yang tepat untuk tujuan geodesi dan
lainnya. Jaringan kamera kemudian dihapus selama akhir 1970-an karena stasiun SLR
didirikan pada 1970-an. Beberapa kamera Baker-Nunn yang dinonaktifkan ini digunakan
untuk fungsi-fungsi lain yang sesuai, seperti berburu komet dan fotometri (Combrinck,
2010).

3
Pengamatan radar tahun 1960-an terhadap satelit serta pengamatan menggunakan
jaringan Baker-Nunn memungkinkan posisi stasiun ditentukan, tetapi posisi ini hanya akurat
dalam jarak 100 m. Untuk mengeksploitasi informasi satelit atau satelit untuk menentukan
posisi stasiun cukup akurat, sehingga memungkinkan evaluasi model yang menghitung
proses dinamis Bumi yang mempengaruhi posisi stasiun seperti pasang-bumi dan gerakan
lempeng tektonik, keakuratan pengukuran SLR harus berada di level sentimeter.
Keberhasilan dengan mulai dari satelit Beacon menyebabkan peluncuran GEOS 1 (Geodetic
Earth Orbiting Satellite) pada tahun 1965 oleh NASA. Satelit ini dirancang khusus untuk
studi geodetik dan dilengkapi dengan reflektor SLR serta transponder jangkauan radio,
transponder jangkauan dan jangkauan jangkauan, Doppler bea-cons dan empat suar optik.
GEOS 1 dilacak oleh Smithsonian Astrophysical Observatory dan NASA SLR station.
Jangkauan laser satelit adalah teknik unik untuk mengamati proses geodinamik yang
bervariasi dari Bumi dan komponen gelombang panjang dari bidang gravitasi dan variasinya
dalam waktu satellitessuch seperti LAser GEOdynamics Satellite (LAGEOS), seperti gambar
di bawah ini:

Gambar II-1 LAGEOS


Teknik SLR adalah komponen penting dalam membangun kerangka referensi global
yang akurat. Selain itu, SLR berkontribusi pada faktor skala absolut untuk penentuan orbit,
melalui penggunaan data rentang LAGEOS untuk menentukan gravitasi konstan. Sebagai
kontribusi SLR (dalam hubungannya dengan teknologi lainnya) untuk kalibrasi orbit satelit
yang dilengkapi dengan altimeter radar, ia telah memberikan kontribusi yang berharga untuk
oseanografi ruang angkasa. Aplikasi baru sedang dikembangkan dan rangehorizon reguler
sedang diperpanjang dari Bumi yang mengorbit satelit ke Bulan (uji satu arah telah dilakukan
ke Mars Orbiter Laser Altimeter pada 2005), dengan peluncuran Lunar Reconnaissance
Orbiter (LRO) selama 2009, yang akan dilacak (pengaturan satu arah) dengan SLR untuk
tujuan kalibrasi orbit MOBLAS-6 atHartRAO juga akan berpartisipasi dalam acara bersejarah
ini.

4
5

Anda mungkin juga menyukai