1.
SIMBOL-SIMBOL INSTALASI TENAGA LISTRIK
Selain menguasai peraturan dan memiliki pengetahuan tentang peralatan
instalasi, seorang ahli listrik juga harus mahir membaca gambar instalasi. Denah
ruangan yang akan dilengkapi dengan instalasi pada umumnya digambar dengan
skala 1:100 atau 1:50. Pada denah ini gambar instalasi yang akan dipasang
menggunakan lambang yang berlaku.
Pada Tabel 1.1, diperlihatkan lambang-lambang (simbol-simbol) yang penting
untuk instalasi listrik. Ukuran yang diberikan sebagai petunjuk pembuatan gambar
instalasi.
Ukuran gambar menentukan ukuran lambang yang digunakan, tetapi supaya
hasilnya rapi maka perbandingan antara ukuran lambang haru seragam.
Jumlah lambang dibatasi sedapat mungkin hanya yang perlu digambar saja dan
sesederhana mungkin. Apabila ada alat yang lambangnya belum dilakukan,
maka dipilih suatu lambang dan artinya dijelaskan dalam gambar. Lambang
yang penting dapat digambar lebih tebal atau lebih besar sehingga lebih menonjol.
2. Gambar Instalasi Listrik
Gambar instalasi listrik secara umum dibagi dua bagian yaitu : menurut
tujuan dan Cara menggambar. Pembagian gambar menurut tujuan meliputi :
a. Diagram yang sifatnya menjelaskan : diagram dasar, diagram lingkaran arus,
dan diagram instalasi
b. Diagram Pelaksanaan, yaitu : diagram pengawatan dan dan diagram saluran
c. Gambar Instalasi
d. Gambar situasi
Sedangkan pembagian menurut cara mengambar dibedakan berdasarkan kepada :
cara menggambar dengan garis tunggal dan cara mengambar dengan garis ganda.
a. Diagram Dasar
Diagram dasar dimaksudkan untuk menjelaskan cara kerja suatu instalasi
secara elementar gambar 1.1a memperlihatkan diagram dasar suatu perlengkapan
hubung bagi (PHB) yang digambar dengan cara disederhanakan, gambar
1.1b memperlihatkan diagram yang sama diagram secara terperinci.
25 25 25
(a) (b)
Gambar 1.1 Contoh gambar instalasi
b. Diagram Lingkaran Arus
Diagram lingkaran arus maksudnya untuk menjelaskan cara kerja
suatu rangkaian, merencanakan suatu rangkaian yang rumit dan untuk mengatasi
kerusakan yang terjadi pada rangkaian. Diagram lingkaran arus digambarkan
dengan saklar selalu bergerak dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas, seperti
yang digambarkan pada gambar 1.2.
(a) (b) (c)
Gambar 1.2 Giagram aliran arus rangkaian kutub satu
c. Diagram Pengawatan
Diagram Pengawatan memperlihatakan cara pelaksanaan pengawatan
peralatan instalasi listrik, seperti gambar 1.3.
Gambar 1.3 Diagram pengawatan
d. Diagram Saluran
Diagram saluran memperlihatkan hubungan antara bagian-bagian instalasi.
Diagram ini dapat digambarkan berupa diagram topografis yang menggambarkan
saluran sebebanrnya. Contoh doag ram saluran dapat dilihat pada gamabr 1.4.
Gambar 1.4 Diagram saluran topografis
e. Gambar Instalasi dan Diagram Instalasi
Gambar instalasi dapat berupa titik beban tanpa digambarkan saluran
instalasinya (seperti gambar 1.5), bagi seorang instalatir dapat menentukan sendiri
letak saluran instalasinya tetapi dengan ketentuan harus aman dari bahaya
kebakaran/hubung singkat. Untuk instalasi pada bangunan yang luas dan melayani
beban yang banyak saluran -salurannya harus digambarkan secara jelas.
Pada gambar instalasi harus disertai dengan diagram instalasi. Diagram
instalasi ini memberikan gambaran hubungan dengan meter listrik, jumlah beban
yang harus dilayani, jenis kabel, dan kapasitas pengaman yang harus
dipasang pada instalasi sebenarnya. Contoh diagram instalasi dapat dilihat pada
gambar 1.5.
1
2
A
1 1 1
XA XA XA
100 100 100
2 1
Gambar 1.5 Contoh gambar instalasi untuk suatu ruangan
Gambar instalasi sering dilengkapi dengan diagram instalasi. Gambar
1.8 memperlihatkan diagram instalasi sederhana. Dari keterangan yang tercantum
dalam diagram instalasi dapat ditentukan apakah instalasinya sesuai dengan
peraturan atau tidak.
1 25/10 0 5/8” NYA 2,5
0 5/8” NYA 4
kWh
2 25/10 0 5/8” NYA 2,5
220 V 50 Hz
x kVA kVA Jumlah kVA
4 0,280 6 0,600 0,880
2 0,120 6 0,600 0,720
Kebutuhan maksimum 1,600
Gambar 1.6 Contoh gambar diagram instalasi
f. Gambar Situasi
Gambar situasi memberikan gambaran secara jelas letak gedung serta
instalasi yang akan dihubungkan dengan jaringan PLN. Keterngan ini
diperlukan oleh PLN untuk memudahkan menetukan kemungkinan
penyambungan serta pembiayaanya.
g. Diagram Garis Ganda dan Diagram Tunggal
Diagarm garis tunggal biasanya disebut diagram perencanaan instalasi listrik,
sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis
tunggal diterapkan pada instalasi rumah sederhana maupun instalasi
gedung – gedung sederhana hingga gedung besar/bertingkat dan juga pada
diagram panel bagi dan rekapitulasi beban. Contoh diagram garis tunggal dapat
dilihat pada gambar 1.7.
(a) diagram garis ganda (b) diagram garis tunggal
Gambar 1.7 Diagram garis ganda dan garis tunggal