Tantangan dan Solusi BPJS Kesehatan
Tantangan dan Solusi BPJS Kesehatan
PENDAHULUAN
paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan
kepada masyarakat adalah rumah sakit. Rumah sakit merupakan lembaga dalam mata
rantai sistem kesehatan nasional dan mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan
kesehatan di rumah sakit perlu diarahkan pada tujuan nasional dibidang kesehatan,
investasi, hak dan kewajiban setiap manusia. Kutipan tersebut juga tertuang dalam
pasal 28 ayat (3) Undang-undang Dasar 1945 selanjutnya disingkat dengan (UUD
kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga, dan masyarakat berhak memperoleh
terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduk termasuk untuk masyarakat miskin (tidak
mampu).
dengan hitungan para ahli atau belum sesuai hitungan akturia yang lazim digunakan
dalam program seperti ini. Kondisi ini menimbulkan situasi underfunded program
ini dihadapkan pada persoalan tingkat kesehatan keuangan Dana Jaminan Sosial
(DJS), yang mengalami defisit karena besaran iuran yang belum memadai
pemerintah belum sesuai dengan besaran iuran yang diusulkan oleh Dewan Jaminan
Sosial Nasional dalam policy brief penyesuaian besaran iuran JKN-KIS tahun 2015
(Mismatch, 2015)
manusia dalam membentuk insan yang sehat dan kuat. Untuk memcapai tujuan
terhadap BPJS Kesehatan. lemahnya regulasi dalam kendali tingkat utilisasi dan
potensi fraud yang terjadi. Untuk beberapa kondisi terakhir ini, setelah program
berjalan selama 3 tahun, upaya untuk mengatasinya sudah semakin optimal. Jumlah
dan bauran kepesertaan yang selalu diopinikan akan dapat menyelesaikan masalah
kecukupan dana manakala semua peserta sehat bergabung dan seluruh penduduk
dengan hitungan aktuaria DJSN RI yang dihitung juga oleh beberapa ahli.
Perhitungan
Penetapan
Tabel
Segmen Peserta Aktuaria Selisih
Pemerintah
DJSN*
1.1
1 2 3 4=3-2
Perbandingan Antara Angka Ideal Besarnya Iuran Program Berdasarkan Perhitungan saham
Aktuaria Dan Besarnya Penetapan Iuran Oleh Pemerintah dalam BPJS Kesehatan
Sumber:Policy Brief Penyesuaian Besaran Iuran Program JKN - Dewan Jaminan Sosial Nasional, Mei 2015
Dilihat pada tabel 1.1 Perhitungan terbaru yang dilakukan bersama, Yues
Guerard (International Actuary Expert) dan ahli lainnya serta lembaga yang ada
(Kasir Iskandar, Didit Achdiat, Prof. Budi Hidayat, Prof. Hasbullah T, World Bank,
juga sudah memasukkan intervensi pada sisi pengeluaran melalui kendali biaya yang
sangat ketat, namun tetap dalam kerangka menjaga mutu layanan kesehatan untuk
mencegah defisit. Pilihan lain untuk mengatasi defisit adalah mengurangi manfaat
program, namun ini tidak direkomendasikan, cukup satu manfaat saja yang tidak
maka defisit akan selesai dengan sendirinya. Pilihan selanjutnya adalah, pemerintah
JKN. Hal ini tercantum dalam Peta Jalan JKN 2012-2019 yang disusun oleh DJSN,
program JKN-KIS merupakan tantangan besar yang harus dijawab bersama melalui
penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata. Hal ini hanya dapat
diwujudkan apabila Indonesia memiliki pelayanan primer yang kuat dan merata
hingga seluruh pelosok negeri dan tidak hanya itu kepuasaan konsumen sangat
mempengaruhi akan keberhasilan dari JKN karena apabila konsumen merasa puas
akan pelayanan JKN maka konsumen akan loyal untuk senantiasa menggunakan jasa
JKN ([Link]
sepanjang tahun 2016 tercermin dalam gambaran hasil kegiatan operasional sebagai
berikut
Sumber: ([Link]
sampai dengan 31 Desember 2016 mencapai 171.939.254 jiwa. Jumlah peserta pada
(133.423.653 jiwa), dengan rata-rata peningkatan jumlah peserta per triwulan sebesar
4,38% atau 5.841.659 jiwa. Pada tahun 2016, jumlah peserta mengalami sebesar
jumlah peserta per triwulan sebesar 2,42% atau 3.787.242 jiwa. Peningkatan jumlah
cakupan peserta antara lain disebabkan semakin efektifnya program pemasaran sosial
rangka mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam periode 3 tahun telah
berkembang cukup pesat. Hal ini tentu menjadi prestasi tersendiri mengingat apabila
(JKN) di Indonesia relatif jauh lebih singkat. Di Asia, dimana kultur dan kondisi
wilayahnya relatif sama dengan Indonesia, Negara Korea Selatan dan Jepang
mencapai UHC setelah 26 tahun dan 36 tahun. Sedangkan yang periode pencapaian
UHC paling lama adalah Jerman, yaitu dalam kurun waktu 127 tahun, namun negara
Jerman juga merupakan negara yang paling dulu menerapkan sistem jaminan sosial
Pertama (FKTP) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:
Gambar 1.2
pelayanan kepada peserta maka terus dilakukan perluasan kerjasama dengan fasilitas
kesehatan. Untuk faskes tingkat pertama, sampai dengan 31 Desember 2016 jumlah
FKTP (termasuk FKTP Gigi) yang bekerjasama sebanyak 20.708, Dalam upaya
program yaitu supervisi FKTP, pertemuan koordinasi dengan Faskes Tingkat Pertama
Kesehatan untuk semua kelas. Kenaikan tersebut dilakukan untuk menutup defisit
BPJS Kesehatan yang makin membengkak, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan
karena defisit BPJS Kesehatan terjadi setiap tahun. Meskipun iuran semua kelas
status peserta. Selain itu, kenaikan iuran juga mempertimbangkan hasil dari audit
BPKP yang akan dikeluarkan pada akhir Agustus 2019, namun kebijakan ini
berdampak kurang baik karena konsumen BPJS merasa tidak puas akan pelayanan
berbasis internet adalah dengan memberikan pelayanan elektronik atau yang biasa
disebut electronik service quality dengan baik dan bisa membuat konsumen merasa
Kepuasan dan ketidak puasan konsumen adalah salah satu konsep dari
pemasaran inti yang dapat dikaitkan dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki
penjelasan ini membuktikan jika kepuasan konsumen memang sangat penting bagi
oleh penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Fatih Imantoro, dkk(2018)
berpartisipasi untuk secara online melalui google docs dan ditanyakan secara
langsung. Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti berhubungan dengan data BPJS
Kesehatan yaitu mengenai pengalaman konsumen setelah memakai jasa dari BPJS
Kesehatan.
Gambar 1.3
Sumber: Hasil Survei Pra Penelitian BPJS Kesehatan Di Kabupaten Bandung 2020
Berdasarkan Gambar 1.3 bahwa dalam kategori kepuasan konsumen terhadap
BPJS Kesehatan, sebanyak 16 responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak
setuju artinya dalam hasil survei pra penelitian BPJS Kesehatan di Kabupaten
Kesehatan, Meskipun banyak dari responden yang memakai jasa dari BPJS
jasa BPJS Kesehatan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen BPJS
Kesehatan tidak maksimal seperti aplikasi Mobile JKN yang sering eror, pendaftaran
yang cukup rumit dan lain sebagainya, bahkan terdapat responden yang mengatakan
asuransi yang diberikaan oleh pemrerintah seperti BPJS Kesehatan, karena asuransi
seperti pelayanan electronik service quality yang baik, customer service yang ramah,
selalu mengikatkan mengenai kesehatan dan juga cakupan klaim asuransi yang
mudah dan [Link] data hasil pra penelitiaan mengenai kualitas pelayanan
12%
8%
32%
Gambar 1.4
Sumber: Hasil Survei Pra Penelitian BPJS Kesehatan Di Kabupaten Bandung 2020
kualitas pelayanan, salah satunya berupa aplikasi yang paling baik yaitu ADIRA
finance dengan jumlah responden yang meyatakan ADIRA finance lebih baik yaitu
sebanyak 8 responden. Hal ini menunjukan bahwa ADIRA finance lebih unggul dari
BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan yang dipilih oleh 7 responden dari 30 responden,
yang artinya pelayanan aplikasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan itu bisa
konsumen lebih ingin menggunakan jasa asuransi swasta dari pada BPJS Kesehatan.
Bahkan dari komentar pengalaman konsumen yang telah menggunakan salah satu
aplikasi yang dimiliki BPJS Kesehatan berupa JKN Mobile, mereka berkomentar
bahwa pelayan yang ada di aplikasi JKN Mobile sangat jauh dari kata baik hal
JKN Mobile mulai dari aplikasi yang sering eror, sulitnya mendaftar di aplikasi
tersebut dan bahkan salah satu konsumen menyatakan khawatir untuk menyimpan
saldo di aplikasi JKN Mobile dikarenakan saldo tersebut pernah hilang dengan
Menurut Chi [Link] dalam Yawendra (2014), “kepercayaan ( Trust) memiliki pengaruh
yang sangat besar dalam keberlangsungan suatu produk, karena jika suatu produk
tidak dipercaya oleh konsumen maka produk tersebut tidak mampu bertahan dihati
produk tertentu lebih yakin dalam memutuskan. Faktor internal tersebut sangat besar
pengaruhnya terhadap kepuasan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat
yang dijalani oleh suatu perusahaan dapat memiliki posisi yang bagus dan dapat
bertahan dihati para konsumennya (Tjiptono dalam jurnal Tarwendah, 2017:67). Hal
ini juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nency Silviana
Dewi dan Ida Bagus Sudiksa (2019) yang mengatakan bahwa kepercayaan secara
mengoptimalkan penelitian ini, penulis juga melakukan pra penelitian terhadap BPJS
Gambar 1.5
Sumber: Hasil Survei Pra Penelitian BPJS Kesehatan Di Kabupaten Bandung 2020
jasa dari BPJS Kesehatan yang artinya 82% responden percaya terhadap BPJS
Kesehatan, namun dari hasil wawancara yang dilakukan alasan penggunaan BPJS
bukan karena mereka percaya tetapi karena adanya peraturan yang mewajibkan untuk
menggunakan jasa dari BPJS Kesehatan. Tidak hanya itu responden juga menyatakan
bahwa menggunakan jasa dari BPJS Kesehatan tidak sesuai dengan apa yang mereka
harapkan, mereka berharap penanganan yang cepat dan baik disaat mereka sakit,
namun faktanya sulit untuk konsumen bisa mendapatkan pelayanan secara cepat
disaat mereka sakit. Dan juga banyak janji dari pemerintah untuk membenahi pelayan
dari BPJS Kesehatan namun fakta dilapangan pemerintah malah menaikan iuasan dari
BPJS Kesehatan akan tetapi dengan pelayan yang sama dan itu membuat konsumen
BPJS Kesehatan tidak percaya akan pelayan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.
Word of mouth adalah semua informal yang diarahkan kepada konsumen lain tentang
penjualnya. Pelayanan yang baik (e-service quality) dan rasa kepercayaan (trust)
tidak hanya akan meningkatkan kepuasan konsumen, tetapi juga akan membuat
konsumen membicarakan hal-hal yang positif kepada orang lain mengenai produk
atau jasa yang telah digunakan (Jham, 2018). Beberapa jurnal penelitian sebelumnya,
word of mouth dianggap sebagai komunikasi yang paling efektif dalam dunia
pemasaran. Berita yang bersumber dari word of mouth lebih efektif dalam
editorial, rekomendasi atau iklan (Bickart dan Schindler, 2009; Smith et al., 2011;
Trusov et al., 2014), hal ini dikarenakan informasi dari word of mouth dianggap lebih
kredibel bagi individu, tanpa adanya unsur promosi dari perusahaan yang
bersangkutan (Wendy Olivia Suherli dan Keni, 2019). Hal ini juga didukung oleh
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Priansa (2016) yang mengatakan bahwa
word of mouth secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen. Dan untuk mendukung penelitian ini, penulis juga melakukan pra
32%
39%
29%
Yakin Beralih Ragu
Gambar 1.6
Apabila Terdapat Pembicaraan Yang Kurang Baik Mengenai BPJS Kesehatan
Apa Respon Konsumen
Sumber: Hasil Survei Pra Penelitian BPJS Kesehatan Di Kabupaten Bandung 2020
yang berpartisipasi mengisi kuesioner, masih banyak konsumen yang merasa tidak
puas akan pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan, salah satu faktornya
adalah banyaknya tanggapan konsumen yang kurang baik mengenai BPJS Kesehatan
contohnya seperti klam asuransi yang susah, pelayanan yang tidak begitu optimal dan
lain sebagainya, oleh karena itu konsumen merasa ragu untuk menggunakan jasa dari
BPJS Kehatan dan lebih memilih asuransi swasta karena lebih bisa menjamin
arisan, pembicaraan keluarga dirumah yang membuat responden merasa lebih ragu
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka dari itu, judul yang diambil
dalam penelitian ini adalah Pengaruh E-Service Quality dan Trust, terhadap kepuasan
Bandung.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yang akan dibahas oleh peneliti
2 Apakah E- service quality dan Trust berpengaruh terhadap Word of mouth baik
4 Apakah Word of mouth dapat memediasi pengaruh E- service quality dan Trust
Dalam sebuah penelitian diperlukan maksud dan tujuan. Di antara maksud dan
tujuan dari penelitian ini yang ingin peneliti sampaikan adalah sebagai berikut
1.3.1 Maksud
Maksud dari penelitian ini adalah memperoleh bukti yang empiris mengenai
Pengaruh E-Service Quality dan Trust Terhadap Kepuasan Konsumen Dengan Word
Bandung
2 Apakah E- service quality dan Trust berpengaruh terhadap Word of mouth baik
4 Apakah Word of mouth dapat memediasi pengaruh E- service quality dan Trust
Berdasarkan maksud dan tujuan penelitian diatas maka diharapkan penelitian ini
1. Penulis
Diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai penerapan pelaksanaan teori
Medias
2. Akademis
Bagi perguruan tinggi dan lingkungan akademis, penelitian ini dapat bermanfaat
3. Perusahaan
Service Quality dan Trust Terhadap Kepuasan Konsumen Dengan Word of Mouth
Industri yang menawarkan jasa asuransi kesehatan merupakan salah satu industri
yang memiliki prospek yang cerah dan memberikan peluang pasar yang cukup luas
dan besar. Terbukti dengan semakin tumbuh dan berkembangnya industri asuransi
yang ingin sehat sekarang ini. Ketatnya persaingan dalam industri asuransi kesehatan,
2015:29).
Zeithaml et al, (2019) E-service quality didefenisikan suatu pelayan secara online
yang menggunakan sistem yang didukung oleh teknologi yang ditawarkan oleh
penyedia layanan dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang efektif dan efesien. E-
berinteraksi secara langsung (Pearson, Tadisina & Griffin, 2015), apabila pelayanan
dapat memenuhi harapan maka kepuasan dalam diri konsumen akan muncul.
Pengaruh positif yang diberikan oleh e-service quality terhadap kepuasaan konsumen
telah dibuktikan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Ayo et al. (2016),
layanan mereka dan membangun keunggulan kompetitif. Lebih lanjut Santos (2014:
235) menyatakan e-service quality adalah penilaian konsumen dan kesimpulan dari
keunggulan dan kualitas layanan elektronik yang ditawarkan di pasar virtual. Dan
dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang baik dan berkualitas akan membantu
menggambarkan sejauh mana konsumen percaya dan yakin kepada pengiklan bahwa
pernyataan yang tertulis dapat diandalkan dan berharap dapat memenuhi janjinya
(Sirdeshmukh et al., 2002). Dengan kata lain, kepercayaan itu ada ketika satu pihak
memiliki kepercayaan diri terhadap keandalan dan integritas mitranya (Robert M.
Morgan and Shelby D. Hunt, 1994), berdasarkan harapan bahwa orang lain akan
Schoorman, 1995). Lebih lanjut, Fatima dan Razzaque (2014) serta Zhu dan Chen
pengaruh positf dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, yang berarti semakin
besar kepercayaan yang dimiliki oleh konsumen maka semakin besar pula kepuasan
yang dirasakan.
pemasaran melalui perantara orang ke orang baik secara lisan, tulisan, maupun lewat
alat komunikasi elektronik yang terhubung internet yang didasari oleh pengalaman
atas produk atau jasa. Santos (2015) percaya bahwa e-service quality akan
memberikan pengalaman yang luar biasa kepada konsumen dan pengalaman tersebut
akan dibagikan pada orang lain. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Chaniotakis
dan Lymperopoulos (2014) serta Blut et al. (2015) menjelaskan bahwa terdapat
pengaruh yang positif e-service quality terhadap word of mouth. Hal ini diperkuat
Konsumen akan membicarakan kelebihan dan keunikan yang dimiliki produk atau
jasa dari suatu perusahaan ketika pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan yang
diinginkan oleh konsumen. Shih dan Chen (2015) menjelaskan word of mouth yang
suatu perusahaan. Pernyataan ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh
Fillieri, Alguezaui dan McLeay (2015) bahwa kepercayaan memiliki pengaruh yang
pendapat positif mengenai suatu produk atau jasa kepada orang lain, sehingga orang
lain akan merasa tertarik dan termotivasi untuk memakai produk barang atau jasa
yang digunakan.
Menurut (Kotler, 2017) konsumen adalah aktor paling penting dalam perusahaan.
Tujuan dari seluruh sistem pengiriman nilai adalah untuk melayani konsumen target
dan buat hubungan yang kuat dengan mereka, Shi et al (2015:399) mengungkapkan
merasa puas maka konsumen akan merekomendasikan produk atau jasa dari suatu
perusahaan kepada orang lain. Sementara, hasil dari penelitian Yin (2012) kepuasan
konsumen dipengaruhi secara tidak langsung oleh word of mouth, pernyataan ini
atau jasa tertentu secara tidak langsung memiliki harapan yang tinggi, dan ketika
proses pembelian sesuai dengan pendapat orang lain atau bahkan lebih maka
terhadap word of mouth dan juga berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen. Dapat
berkesan dan konsumen akan membicarakan pengalaman tersebut kepada orang lain,
hal ini menunjukkan konsumen merasakan kepuasan dari pelayanan yang telah
diberikan dan ingin orang lain merasakan kepuasan yang sama. Sementara, Salehnia
dimediasi oleh word of mouth. Kepercayaan merupakan salah satu faktor yang
pendapat positif dan mengajak orang lain untuk membeli produk atau jasa yang sama
tanpa kepercayaan maka tidak akan tercipta word of mouth yang positif dan kepuasan
Penelitian ini menggunakan Model TAM yang dikemukakan oleh Davis (1989)
sebagai dasar dari penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu e-sevice
quality dan trust dengan variabel independen yaitu word of mouth dan kepuasan
H3
H7
Trust H2
(X2)
H5
Gambar 1.7
Paradigma Penelitian
Berdasarkan paradigma pada gambar 1.7, maka hipotesis yang diiajukan adalah:
H1: E-service quality diprediksi berpengaruh terhadap word of mouth
H2: Trust dapat diprediksi berpengaruh terhadap word of mouth
H6: Word of mouth dapat diprediksi memediasi pengaruh E-service quality terhadap
kepuasan konsumen
H7:
Word of mouth dapat diprediksi memediasi pengaruh trust terhadap kepuasan
konsumen
1.7 Jadwal Penelitian
Tabel 1.2
Jadwal Penelitian
Tahap persiapan
Penyusunan
proposal skripsi
2 Konsultasi dan
bimbingan
Seminar proposal
3 Tahap pengumpulan
data
4 Tahap pengolahan
data
5 Tahap penulisan
KAJIAN TEORI
individu dan organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan ingin melalui
menciptakan dan saling bertukar nilai dengan orang lain. (Kotler dan Keller
2016:645-646)
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai
target dan membangun hubungan yang menguntungkan dengan mereka. (Kotler dan
Armstrong 2018:34)
Manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan
makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal untuk dapat bertahan hidup. orang juga
berbeda, yang mungkin lebih menyukai atau menginginkan bauran produk dan
kombinasi produk, jasa, informasi, dan pengalaman. Produk (brand) adalah suatu
sasaran. Nilai adalah konsep yang sentral perannya dalam pemasaran. Kepuasan
e. Saluran pemasaran
pembeli sasaran. Saluran ini mencakup surat kabar, majalah, radio, televisi, surat,
telepon, papan iklan, poster, flier, CD, kaset rekaman dan internet.
f. Rantai pasokan
Rantai pasokan (supply chain) adalah saluran yang lebih panjang yang
membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir yang
g. Persaingan
oleh pesaing, baik yang aktual maupun yang potensial, yang mungkin
h. Lingkungan pemasaran
Lingkungan tugas mencakup para pelaku yang terlibat dalam produksi, distribusi,
dan promosi penawaran. Lingkungan luas terdiri atas enam komponen: lingkungan
demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan fisik, lingkungan teknologi,
untuk mulai merencanakan rincian bauran pemasaran, salah satu konsep utama dalam
pemasaran modern. Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang
7P (Kotler dan Armstrong, 2018:29). Berikut merupakan bauran pemasaran 7P, yaitu
sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan
ke pasar sasaran.
2. Price (harga) adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk
mendapatkan produk.
3. Place (Tempat), termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk yang
5. People (Orang) People menurut Philip Kotler yaitu proses seleksi, pelatihan, dan
6. Physical evidence (Bukti fisik) Bukti fisik menurut Philip Kotler yaitu bukti yang
dimiliki oleh penyedia jasa yang ditujukan kepada konsumen sebagai usulan nilai
tambah konsumen. Bukti fisik merupakan wujud nyata yang ditawarkan kepada
7. Process (Proses) Proses yaitu semua prosedur aktual, mekanisme dan aliran
aktivitas dengan mana jasa disampaikan yang merupakan sistem penyajian atas
operasi jasa (Boom dan Bitner yang dikutip oleh Buchari Alma (2000:234). Proses
merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memasarkan produk barang atau
Technology Acceptance Model (TAM) TAM adalah teori sistem informasi yang
Davis (Davis, 1989) merupakan perluasan dari Theory of Reasoned Action (TRA) dan
Theory of Planned Behavior (TPB). TAM mengajukan dua konstruk teoritis, yaitu
persepsi manfaat (PU) dan persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) sebagai penentu
fundamental penerimaan pengguna dari suatu sistem informasi. Tujuan TAM adalah
Gambar 2.1
Secara garis besar E-service quality merupakan suatu pelayan secara online
yang menggunakan sistem yang didukung oleh teknologi yang ditawarkan oleh
penyedia layanan dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang efektif dan efesien.
Menurut Zeithaml / Mary Jo Bitner /Dwayne D. Gremler (2019)
mengemukakan layanan elektronik dari suatu layanan perspektif kualitas itu berguna
konsumennya agar konsumen tersebut merasa puas akan pelayanan yang diberikan
dan juga mengukur apakah layanan elektronik tersebut telah efektif dan efesien.
Dalam kaitanya mengenai variabel E- service quality dijelaskan juga bahwa, kualitas
konsumen dan kepuasan konsumen sehingga apabila konsumen telah merasakan puas
dan mempercai suatu produk maka konsumen akan loyal terhadap produk itu sendiri
elektronik atau E-service quality dapat didefinisikan sebagai layanan konsumen yang
saling berhubungan dengan berbasis internet yang didukung oleh konsumen yang
terintegrasi dengan teknologi dan sistem yang ditawarkan oleh penyedia layanan,
memodelkan sejauh mana kualitas layanan yang disampaikan oleh situs Web dapat
berjalan secara efektif dan efesien terhadap konsumen yang sedang melakukan
mengakses dan menggunakan situs, pemenuhan menjelaskan sejauh mana janji situs
berbicara tentang fungsi teknis situs yang benar, privasi mengacu terhadap sejauh
mana situs tersebut aman dan melindungi informasi pelanggan, responsif berbicara
perwakilan online.
service quality dari (Zeithaml et al, 2019) yang terdiri Efisien dan dapat diandalkan
2.4 . Trust
keakraban dengan perusahaan, produk atau proses yang digunakan untuk membuat
menggambarkan sejauh mana konsumen percaya dan yakin kepada pengiklan bahwa
pernyataan yang tertulis dapat diandalkan (Atkinson & Rosenthal, 2014) dan berharap
dapat memenuhi janjinya (Sirdeshmukh et al., 2002). Dengan kata lain, kepercayaan
itu ada ketika satu pihak memiliki kepercayaan diri terhadap keandalan dan integritas
mitranya (Robert M. Morgan and Shelby D. Hunt, 1994), berdasarkan harapan bahwa
orang lain akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang memercayainya,
untuk bergantung pada suatu produk, layanan, atau merek berdasarkan pada
kredibilitas, kebajikan, dan kemampuan (Y.-S. Chen & Chang, 2012). Peneliti
kondisi tertentu berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang lain
adalah keadaan seseorang untuk meyakini akan hasil dari kinerja BPJS Kesehatan
diberikan perusahaan (Y.-S. Chen & Chang, 2012; Mezger et al., 2020).
integrity menyarankan perusahaan bertindak secara konsisten, andal, dan jujur, dan
kepercayaan dari Oliveira et al. (2017) yang terdiri dari, Competence, Integrity,
terhadap suatu produk barang dan jasa kepada orang–orang terdekat apakah produk
atau jasa tersebut layak dikonsumsi atau tidak bagi para calon konsumen lainnya.
Word of mouth ialah komunikasi interpersonal antara dua atau lebih individu,
seperti anggota grup referensi atau pelanggan dan tenaga penjual Kim, Han, and Le
(2001). Word of mouth juga di defenisikan sebagai tindakan oleh konsumen yang
adalah alat pemasaran yang kuat. Beberapa produk dibangun hampir dari mulut ke
mulut. Bertentangan dengan pendapat umum, sebagian besar dari mulut ke mulut
tidak dihasilkan secara online (Kotler dan Keller 2016:645-646). Word Of Mouth
menjadi salah satu strategi yang sangat efektif dan berpengaruh didalam kepuasan
konsumen dalam menggunakan barang atau jasa dan Word Of Mouth dapat
membangun rasa kepercayaan para pelanggan. Selain itu komunikasi word of mouth
interpersonal, komunikasi informal tentang produk, termasuk barang dan jasa Godes
pemasaran melalui perantara orang ke orang baik secara lisan, tulisan, maupun lewat
alat komunikasi elektronik yang terhubung internet yang didasari oleh pengalaman
atas produk atau jasa. Jika dilihat dari definisi yang ada diatas, Word Of Mouth dapat
diartikan secara umum adalah komunikasi dari mulut ke mulut tentang pandangan
atau penilaian terhadap suatu barang atau jasa, baik secara individu maupun
lainnya mendefinisikan Word Of Mouth sebagai komunikasi verbal dan informal yang
terjadi secara langsung, melalui telepon, email, milis atau metode komunikasi lainnya
mengenai layanan atau barang, bahkan didalam penelitian ini dikatakan bahwa Word
Of Mouth tujuh kali lebih efektif dari pada koran iklan, empat kali lebih efektif dari
pada penjualan langsung dan dua kali lebih efektif dari iklan radio Selain itu, pada
1971 memperkirakan bahwa WOM sembilan kali lebih efektif dari pada iklan dalam
Mouth yang berbeda. Adapun rangkuman dimensi / Indikator Word Of Mouth yang
indicator dasar Word Of Mouth yang dikenal dengan 5T, yaitu Talkers (pembicara)
kumpulan target dimana mereka yang akan membicarakan suatu produk biasa disebut
juga influencer. Talkers ini bisa siapa saja mulai dari teman, tetangga, keluarga,
kerabat kerja, serta kerabat terdekat dan lainnya, Topics (topik) Topik ini
berhubungan dengan apa yang ditawarkan oleh suatu produk. Seperti tawaran spesial,
produk baru, atau pelayanan yang memuaskan. Topik yang baik ialah topik yang
simpel, mudah dibawa, dan natural, Tools (alat) Topik yang telah ada juga
membutuhkan suatu alat yang membantu agar topik atau pesan dapat berjalan. Alat
ini membuat orang mudah membicarakan atau menularkan produk atau jasa
hilang jika hanya ada satu orang yang berbicara mengenai suatu produk. Maka perlu
adanya orang lain yang ikut serta dalam percakapan agar Word Of Mouth dapat terus
berjalan dan yang terakhir Tracking (pengawasan) suatu tindakan perusahaan untuk
mengawasi serta memantau respon konsumen. Hal ini dilakukan agar perusahaan
dapat mempelajari masukkan positif atau negatif konsumen, sehingga dengan begitu
perusahaan dapat belajar dari masukkan tersebut untuk kemajuan yang lebih baik.
Dimensi yang akan digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dimensi Word
Of Mouth dari (Isabelle Goyette, 2010) yang terdiri dari Word Of Mouth intensity
dimensi yang berhubungan dengan sejauh mana pesan tersebut bisa tersampaikan,
positive valence Word Of Mouth sebagai komentar yang disebarkan oleh konsumen
yang bersifat positif, negative valence Word Of Mouth sebagai komentar yang
disebarkan oleh konsumen yang bersifat negatif, Word Of Mouth content bentuk dari
word of mouth bisa berbentuk lisan, gambar, video, audio, tulisan dan lain-lain, dan
itu bisa menjadi acuan peneliti dikarenakan ia meneliti hal yang sama.
Konsumen bisa menilai sesuatu dimana tingkat kualitas produk dan kualitas
pelayanan dari suatu produk/jasa sampai atau tidak di hati konsumen. Apabila
konsumen merasa lebih dari hasil penilaiannya terhadap suatu kualitas yang
perusahaan. Tujuan dari seluruh sistem pengiriman nilai adalah untuk melayani
pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif, Kotler mengidentifikasikan
empat metode untuk mengukur kepuasan konsumen, yaitu: system keluhan dan saran,
ghost shopping, lost customer analysis, dan survei kepuasan pelanggan. (Kotler dan
dengan mengukur kepuasan konsumen secara teratur karena salah satu kunci untuk
karena itu dimensi kepuasan konsumen yaitu: setia terhadap produk, adanya
komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif, dan perusahaan menjadi
bahwa kepuasan konsumen adalah orang-orang yang membeli produk atau layanan.
Itulah alasan mengapa organisasi bisnis harus memastikan pelanggan puas dengan
kepuasan konsumen. Dengan kata lain, CSD (Customer satisfaction dimension) akan
dan kepuasan akan terwujud disaat yang diharapkan konsumen terpenuhi, Excitement
ketika itu tidak terpenuhi, Must-be (or basic) Kategori CSD (Customer satisfaction
dimension) ini adalah kebalikan dari kesenangan artinya, ketika CSD (Customer
sangat tidak puas ketika CSD (Customer satisfaction dimension) tidak terpenuhi,
dimension) dianggap sebagai CSD (Customer satisfaction dimension) yang acuh tak
kepuasan konsumen dari Jian-Wu Bi et al. (2019) yang terdiri dari, Performance,
meneliti hal yang hampir sama dengan penelitiaan yang akan saya lakukan.
dalam peristiwa dan gejala-gejala yang akan diteliti. Dalam penelitian ilmiah
mencari hubungan antara variabel adalah sesuatu hal yang sangat penting misalkan
(Dependen/terpengaruh).
konsumen dan pengalaman tersebut akan dibagikan pada orang lain. Dalam penelitian
yang dilakukan oleh Chaniotakis dan Lymperopoulos (2015) serta Blut et al. (2015)
menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang positif e-service quality terhadap word of
mouth. Hal ini diperkuat dalam penelitian Gounaris, Dimitriadis dan Stathakopoulos
(2010) yang mengungkapkan word of mouth secara langsung dipengaruhi oleh e-
service quality. Konsumen akan membicarakan kelebihan dan keunikan yang dimiliki
produk atau jasa dari suatu perusahaan ketika pelayanan yang diberikan sudah sesuai
Kepercayaan merupakan perasaan aman dan percaya diri yang dihasilkan dalam
hubungan pertukaran baik itu produk maupun jasa, jika konsumen merasa percaya
terhadap produk tertentu maka akan menghasilkan word of mouth yang positif
(Akrout et al., 2016). Barreda, Bilgihan dan Kageyama (2015: 29) menjelaskan: “…,
trust positively influences consumers’ WOM”. Lebih lanjut, Ou, Shih dan Chen
tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap suatu perusahaan. Pernyataan ini didukung
oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Fillieri, Alguezaui dan McLeay (2015)
produk atau jasa kepada orang lain, sehingga orang lain akan merasa tertarik dan
Arndt (2015) menyatakan bahwa word of mouth adalah salah satu faktor yang
yang paling kuat dalam bisnis. Menurut Soderlund dan Rosengren (2017) word of
dipengaruhi oleh word of mouth, apabila konsumen merasa puas maka konsumen
akan merekomendasikan produk atau jasa dari suatu perusahaan kepada orang lain.
Sementara, hasil dari penelitian Yin (2014) kepuasan konsumen dipengaruhi secara
tidak langsung oleh word of mouth, pernyataan ini ingin mengungkapkan konsumen
yang mendengar hal-hal positif mengenai produk atau jasa tertentu secara tidak
langsung memiliki harapan yang tinggi, dan ketika proses pembelian sesuai dengan
pendapat orang lain atau bahkan lebih maka kepuasan akan mengalami peningkatan
secara langsung (Pearson, Tadisina & Griffin, 2016), apabila pelayanan dapat
memenuhi harapan maka kepuasan dalam diri konsumen akan muncul. Pengaruh
positif yang diberikan oleh e-service quality terhadap kepuasaan konsumen telah
Herington dan Weaven (2019) serta Kundu dan Datta (2015). Pelayanan yang baik
melalui penelitian Jan dan Abdullah (2017: 435) yang menyatakan: “…trust has a
direct positive effect on customer satisfaction”. Lebih lanjut, Fatima dan Razzaque
(2014) serta Zhu dan Chen (2016) dalam penelitian yang dilakukan berpendapat
konsumen, yang berarti semakin besar kepercayaan yang dimiliki oleh konsumen
2.7.6 .Word of mouth memediasi kaitan antara e-service quality dan customer
satisfaction
terhadap word of mouth dan juga berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen. Dapat
sesuai dengan yang diinginkan maka konsumen akan merasakan pengalaman yang
berkesan dan konsumen akan membicarakan pengalaman tersebut kepada orang lain,
hal ini menunjukkan konsumen merasakan kepuasan dari pelayanan yang telah
2.6.7 Word of mouth memediasi kaitan antara trust dan customer satisfaction
konsumen dapat dimediasi oleh word of mouth. Kepercayaan merupakan salah satu
faktor yang membuat seseorang ingin melakukan transaksi pembelian dan apabila
memberikan pendapat positif dan mengajak orang lain untuk membeli produk atau
jasa yang sama dan menjadi pertanda konsumen merasakan kepuasan. Pernyataan ini
kepuasaan, karena tanpa kepercayaan maka tidak akan tercipta word of mouth yang
dan masalah yang di teliti dengan hasil temuaan yang berbeda-beda. Dan semua itu
Tabel 2.5
Penelitian Terdahulu
Variabel
Peneliti &
No Masalah Penelitian Hasil/Temuan Yang
judul
Terkait
1 Sadi (2018), Model pada penelitian ini Dari penelitian yang
Analisis dirumuskan untuk dilakukan oleh Sadi
Pengaruh Menjawab permasalahan kelima variabel yaitu word of
word of yang berkaitan dengan Talkers Topics Tools
mouth
mouth pembicaraan yang tidak Talking part dan
Terhadap baik mengenai Bank BPR Tracking memiliki Kepuasan
Kepuasan dan kepuasan nasabah. pengaruh positif Nasabah
Nasabah Pada studi ini peneliti signifikan terhadap
Bank”. menggunakan dimensi kepuasan nasabah
Studi Kasus word of mouth sebagai
pada BPR variabel utuk mengukur
BKK Pati kepuasan nasabah
Kota
Widiastuti
Aribawanti Model pada penelitian ini Dari penelitian ini
dan Taswan dirumuskan untuk disimpulkan bahwa
(2017), menjawab permasalahan elektronik service quality
Analisis yang berkaitan dengan berpengaruh positif
elektronik
Pengaruh pengaruh elektronik terhadap kepuasan service
elektronik service quality terhadap nasabah, elektronik
quality
service kepuasan nasabah dan service quality
quality pengaruh citra produk berpengaruh
positif Kepuasan
2 Dan Citra bank terhadap kepuasan terhadap citra produk dan nasabah
Merek nasabah yang dilakukan citra produk berpengaruh
Terhadap di bank BNI cabang terhadap kepuasan
Kepuasan Karangayu Semarang nasabah
Nasabah”
Dari hasil penelitian
menyatakan bahwa secara
parsial word of mouth
berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan
Untuk mengetahui
konsumen untuk Word of
pengaruh Word of mouth mouth
Donni Juni memakai jasa asuransi;
dan trust terhadap
3 Priansa secara parsial trust trust
kepuasan konsumen di
(2016) berpengaruh signifikan Kepuasan
jasa asuransi adira
terhadap kepuasan Konsumen
finance
konsumen; secara
simultan word of mouth
dan trust berpengaruh
signifikan terhadap
kepuasan Konsumen
Mohsen
Ashourian Penelitian dilakukan Dari hasil penelitiaan ini
(2012) E- untuk membangun menyatakan bahwa enam
Service Kualitas Layanan-e (e- dimensi layanan yang
Quality SQ) untuk internet efisien dan dapat elektronik
Dimensions layanan perbankan dan diandalkan, pemenuhan, service
4 and Their juga untuk menguji keamanan /kepercayaan, quality
Effects on pengaruh e-SQ pada e- estetika situs, responsif / customer
ECustomer Customer Satisfaction kontak, dan kemudahan satisfaction
Satisfaction (eCS penggunaan merupakan
in Internet elektronik service quality
Banking
Services
Hasil pengujian penelitian
ini menyatakan bahwa
Tri Yuniati
kepuasan konsumen dan
(2016)
kepercayaan konsumen
Pengaruh Penelitian ini bertujuan
berpengaruh positif
kepuasan untuk menganalisa
terhadap loyalitas
dan pengaruh kepuasan dan
konsumen baik secara
kepercayaan kepercayaan konsumen Kepuasan
5 model regresi maupun
terhadap terhadap loyalitas Kepercayaan
pengujian hipotesis secara
loyalitas konsumen pada bengkel
parsial. Serta diketahui
konsumen Auto 2000 cabang
variabel yang dominan
auto2000 Sungkono Surabaya.
mempengaruhi loyalitas
surabaya
konsumen dalam
penelitian ini adalah
Kepuasan Pelangga
Kiki
Joesyiana
(2018) Penelitian ini dilakukan
Hasil dari penelitian ini
Pengaruh bertujuan untuk
menunjukkan bahwa:
word of mengetahui,menjelaskan
terdapat pengaruh yang
mouth dan mengPengaruh
signifikan antara Word Of
tehadap pengaruh Word Of Mouth Word Of
6 Mouth terhadap
terhadap terhadap Keputusan Mouth
Keputusan Pembelian
keputusan Pembelian Konsumen
Konsumen melalui Media
pembeliaan melalui Media Online
Online Shop Shopee di
pada media Shop Shopee di
Pekanbaru.
online shop Pekanbaru,
shopee di
pekanbaru
Nel Tujuan dari penelitian ini
Hasil dari penelitian ini
Ariyanty adalah untuk mengetahui menunjukkan bahwa
(2015) pengaruh kualitas layanan
Kualitas produk
Pengaruh terhadap kepuasanberpengaruh terhadap
kualitas konsumen pada pengguna kepuasan konsumen dan
pelayan dan ponsel Samsung, serta Kualitas pelayanan
Kepuasan
kualitas untuk menentukan terhadap kepuasan
konsumen
produk pengaruh kualitas produkkonsumen. Dari
7 terhadap terhadap perhitungan diperoleh
kepuasan kepuasankonsumen. bahwa kualitas produk
konsumen pada pengguna ponsel dan kualitas pelayanan
handphone Samsung berpengaruh terhadap
Samsung kepuasan konsumen.
8 Sukanya Tujuan dari penelitiaan Premis mendasar dari Electronik
model kerja penelitian
Kundu, yang diusulkan adalah
Saroj untuk membuat penyedia
ini adalah untuk
Kumar layanan perbankan
menemukan peran
Datta, memahami secara
kepercayaan sebagai service
(2015) komprehensif faktor-
variabel perantara quality
Impact of faktor yang diperlukan
kualitas layanan customer
trust on the untuk mencapai kualitas
elektronik dan kepuasan satisfaction
relationship layanan yang tinggi dan
konsumen dalam internet trust
of e-service berdampak signifikan
banking
quality and pada terhadap
customer kepercayaan dan
satisfaction kepuasan konsumen
Mengembangkan
kerangka kerja konseptual
untuk memahami model
yang berbeda dan Hasil dari penelitiaan ini
Journal of berbagai tindakan terkait menunjukkan bahwa Electronik
Retailing yang telah dilakukan dan kualitas layanan service
(2015) E- penelitiaan ini juga elektronik memiliki quality
Service merangkum dampak dari empat dimensi yang Word of
9
Quality: A kualitas layanan mendasarinya mouth
Meta- elektronik pada hasil (desain situs web, customer
Analytic utama kepuasan pemenuhan, layanan satisfaction
Review pelanggan, niat pembelian pelanggan, dan keamanan trust
kembali, dan dari mulut / privasi)
ke mulut,
Dr. Yin-Hsi
Lo (2012)
hasilnya menemukan
Does Word
Penelitiaan ini bertujuan bahwa Word-of-mouth
of Mouth
untuk menguji pengaruh hanya berpengaruh pada
Effect Word of
dari mulut ke mulut ke kepuasan wisatawan dan
Really Mouth
nilai persepsi tujuan, risiko yang dipersepsikan
10 Matter? customer
risiko yang dirasakan, tetapi tidak ada efek yang
The Case of satisfaction
kepuasan pariwisata dan ditemukan signifikan
Chinese trust
niat perilaku dan interaksi pada nilai persepsi tujuan
Tourist
lain antara konstruksi in dan
Travel
niat perilaku.
Experience
in Taiwan
Jian-Wu Bi
et al (2019)
Modelling
customer
sebuah studi empiris,
satisfaction Tujuan dari penelitian ini
yang terdiri dari dua
from online adalah untukmengusulkan
bagian (ponsel dan
reviews sebuah metode untuk customer
11 kamera), diberikan untuk
using memodelkan kepuasan satisfaction
menggambarkan
ensemble pelanggan dari ulasan
keefektifan metode yang
neural online
akan diusulkan
network
and
effect-based
Kano model
BAB III
METODE PENELITIAN
instrumen penelitian yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Penulis pun menggunakan
serangkaian uji asumsi klasik dalam penelitian ini. Sedangkan untuk teknik Pengaruh
data menggunakan Pengaruh regresi linier berganda, Pengaruh korelasi berganda dan
karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai
metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena
rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut discovery, karena dengan metode ini
dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode
statistik.
penelitian.
Menurut Sugiyono (2017:38), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat
atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam
variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian ini dapat dibedakan
menjadi:
1. Variabel Independen
Dalam bahas Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas
b. Trust (X2)
2. Variabel Dependen
Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahas Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan
variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Maka yang menjadi variabel dependen (terikat) dalam penelitian ini adalah kepuasan
konsumen (Y).
3. Variabel Intervening
Menurut Sugiyono (2017: 19), variabel intervening adalah variabel yang secara
dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
Variabel ini merupakan variabel penyela/antara variabel independen dengan variabel
(Zeithaml et al,
2019)
kepercayaan 1. Competence 1. BPJS
adalah situasi di 2. Integrity Kesehatan selalu
mana kurangnya 3. Benevolence menepati janji
pengetahuan, 2. BPJS
pengalaman atau Oliveira et al., Kesehatan selalu
keakraban 2017) konsisten
dengan 3. BPJS
perusahaan, Kesehatan selalu
produk atau peduli terhadap
proses yang konsumen
digunakan untuk
membuat Ordinal
Trust
produk yang
(X2)
dapat
menghambat
dalam
pengambilan
keputusan
(Hobbs &
Goddard 2015)
Word Of Word Of Mouth 1. Word Of 1. Sejauh mana Ordinal
Mouth merupakan Mouth pesan dari BPJS
(X3) suatu kegiatan intensity Kesehatan bisa
memberikan 2. positive tersampaikan
informasi valence Word 2. Seberapa
penilaian atau Of Mouth banyak pesan
pandangan 3. negative positif BPJS
terhadap suatu valence Word Kesehatan
produk barang Of Mouth 3. Seberapa
dan jasa kepada 4. Word Of banyak pesan
orang–orang Mouth content negative BPJS
terdekat apakah Kesehatan
produk atau jasa (Isabelle Goyette, 4. Bentuk
tersebut layak 2010) pesan dari BPJS
dikonsumsi atau Kesehatan bisa
tidak bagi para berupa lisan,
calon konsumen gambar,video
lainnya dan tulisan
Menurut Kotler
dan Keller
(2016)
Kepuasan 1. Performance 1. BPJS
konsumen 2. Excitement (or memiliki
adalah orang- attractive) performa yang
baik
orang yang 3. Must-be (or
2. BPJS
membeli produk basic)
memiliki daya
atau layanan. (Jian-Wu Bi et al
tarik yang baik
Itulah alasan 2019)
3. BPJS sesuai
mengapa
Kepuasan dengan aturan
organisasi bisnis
Konsume pelayanan Ordinal
harus
n (Y) kesehatan dunia
memastikan
atau WHO
pelanggan puas
dengan produk
atau layanan
(Ahmad, Ismail,
Shamsudin, &
Kadir, 2016)
3.2.1 Populasi
penelitian. Jadi yang dimaksud populasi adalah individu yang memiliki sifat yang
sama walaupun presentase kesamaan itu sedikit, atau dengan kata lain seluruh
individu yang akan dijadikan sebagai obyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini
3.2.2 Sampel
Menurut Roscoe dalam buku metode penelitian (2014) ukuran sampel yang
layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500. Pengambilan sampel
berdasarkan kelas perawatan yaitu : Ruang Perawatan VIP, Ruang Perawatan Kelas I,
Ruang Perawatan Kelas II, Ruang Perawatan Kelas III. Adapun besarnya sampel
dihitung berdasarkan rumus besar sampel untuk populasi kurang dari 10.000
(Notoadmodjo, 2012).
n= N
1 + N (d 2)
Keterangan :
N= Jumlah populasi peserta BPJS di puskesmas Baleendah tahun 2020 yaitu 3.722
peserta
n= 3.722
1 + 3.722 (0,12)
n = 3.722
38,2
= 97,43 = 97
Untuk memperkecil tingkat kesalahan didalam penelitian serta agar hasil
penelitian lebih akurat, maka penelitian mengambil responden lebih dari jumlah
sampel yang ditentukan, kemudian jumlah responden ditentukan sama agar peneliti
dapat melihat bagaimana perbandingan kepuasan peserta BPJS Kesehatan disetiap
Kelasnya, dimana disetiap responden ditiap kelasnya dibagi dengan rumus sebagai
Ni
berikut: N i= .n
N
Tabel 3.2
Kelas Sampel
VIP 14 Peserta
Kelas I 22 Peserta
Kelas II 29 Peserta
Kelas III 32 Peserta
Total 97 Peserta
Sumber: Data Peserta BPJS Kesehatan Di Puskesmas Baleendah 2020
1. Data Primer
Data primer diperoleh secara langsung oleh peneliti tanpa ada perantara. Data
observasi merupakan proses yang kompleks yang tersusun dari berbagai jenis
proses biologis dan psikologis. Hal dalam terpenting dalam observasi yaitu
dijawab.
2. Data Sekunder
data dengan cara mempelajari buku, makalah, jurnal, situs website, guna memperoleh
dengan masalah dan variabel yang diteliti yang terdiri dari E-service quality, trust,
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk dapat menentukan
besarnya pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, baik pengaruh langsung
1. Uji Validitas
mengikuti apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang
penelitian dimana terdapat kesamaan data yang terkumpul dengan data yang
sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Valid berarti instrument tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang hendak untuk diukur. Pengujian validitas dan
Sugiyono (2017:121)
Keterangan:
n = Jumlah subyek
2. Reliabilitas
beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan hasil yang sama
konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama.
Keterangan :
r = Koefisien reliabilitas
K = Jumlah butir pertayaan
σi2 = Varian butir pertayaan
σ2 = Varian skor tes
Instrumen dikatakan reliable bila mana konfesian reliabilitasnya mencapain 0,5.
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variable independen. Jika variable
independen saling berkorelasi, maka variable ini tidak orthogonal. Menurut Ghozali
(2013:105) variable orthogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar
dengan melihat nilai tolerance dan lawannya. Suatu model regresi dikatakan bebas
dari multikolineartitas jika nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan VIF < 10
(Ghozali, 2013:105).
menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual
satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak
dalam penelitian ini digunakan Uji Gletser. Jika variable independen signifikan secara
mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika
terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Tentu saja model
regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Singgih
Kriteria uji: Bandingkan nilai D-W dengan nilai d dari tabel Durbin-Watson:
- Jika DU < DW < 4-DU maka Ho diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi.
- Jika DW < DL atau DW > 4-DL maka Ho ditolak, artinya terjadi autokorelasi.
- Jika DL < DW < DU atau 4-DU < DW < 4-DL, artinya tidak ada kepastian atau
variabel bebas yang dijadikan prediktor mempunyai hubungan linear atau tidak
terhadap variabel terikat. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat Pengaruh
korelasi atau regresi linear. Dua Variabel penelitian dapat dikatakan mempunyai
hubungan yang linear apabila tingkat signifikasinya kurang dari 0,05. Linearitas dapat
diketahui melalui uji linearitas tabel anova dengan mencari nilai deviation from
linearity dari uji F linear. Untuk menghitung hubungan linearitas digunakan rumus
(Sutrisno Hadi,2004:13)
Keterangan :
digunakan. Pengaruh jalur merupakan perluasan dari Pengaruh regresi berganda, atau
kausalitas antar variabel (model kausal) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasar
teori Pengaruh jalur dapat digunakan sebagai subtitusi bagi peneliti untuk melihat
hubungan kausalitas antar variabel. Hubungan kausalitas antar variabel telah dibentuk
dengan model berdasarkan landasan teoritis. Apa yang dapat dilakukan variabel dan
tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas
imajiner.
terhadap variabel penelitian yang terdiri dari e-service quality ,trust word of mouth
dan juga kepuasan konsumen. Agar lebih mudah menginterpretasikan variabel yang
Pengujian hipotesis adalah prosedur yang didasarkan pada bukti sampel yang
dipakai untuk menentukan apakah hipotesis merupakan suatu pernyataan yang wajar
dan oleh karenanya tidak ditolak atauhipotesis tersebut tidak wajar dan oleh karena
hubungan secara linear anatara satu variabel independen dengan variabel dependen.
dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai
dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau
penurunan. Adapun rumus dari Pengaruh regresi linier berganda menurut Syaian
(2013:301) adalah:
Y= a + b1 X1 + b2 X2
Keterangan:
Y = Variabel dependen
a = Harga konsta
b = Koefisien regresi
X= Variabel independen
yang dapat digunakan untuk memperoleh permintan dimasa yang akan datang
berdasarkan data masalalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variable bebas
(independen) terhadap satu variable tak bebas (dependen)”. Adapaun rumus dari
Z= a + b1 X1 + b2 X2 + b3Y3
Y= variable terikat
α = Harga konstan
variabel bebas (X) dengan varabel terikat (Y) (Uhar Suharsaputra, 2014:129). Teknik
korelasi ini digunakan untuk membuktikan hubungan variabel bila data variabel
bebentuk interval atau ratio dan sumber datanya sama (Sugiyono, 2017:228). Rumus
rx1
y=
Dimana:
rxy : korelasi antara variabel X dan Y
(xi - x)
(yi - ȳ)
Penafsiran terhadap besar atau kecilnya koefisien korelasi yang diperoleh
dapat dilakukan dengan menggunakan pedoman pada ketentuan tertentu yang dapat
arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel independen secara bersama-sama atau
lebih dengan satu variabel dependen (Ridwan, 2012:238). Rumus korelasi ganda dua
Ry.x1x2 =
variabel Y
dengan X2
independen. Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R² yang kecil
Kd = R2 X 100%
Keterangan: Sedangkan
melakukan 2
Pengaruh
= Nilai koefisien korelasi
koefisien
a. Jika Kd mendekati nol (0), berarti pengaruh variabel independen terhadap variabel
b. Jika Kd mendekati satu (1), berarti pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen kuat.
3.8.6. Uji t
apakah koefisien regresi (dari masing-masing variabel bebas) signifikan atau tidak.
Uji statistic t dilakukan untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel
2. Jika t-hitung < t-tabel, maka variabel independen secara individual berpengaruh
variabel pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance level 0,05
(α = 5%). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α, maka hipotesis ditolak, yang
signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α, maka
3.8.7. Uji F
terhadap variabel Y. Uji F ini dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai F
yang dihasilkan dari perhitungan F hitung dengan nilai F tabel . Hipotesis nol akan
(simultan) terhadap variabel terikat. Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat
menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), jika nilai probabilitas < 0,05, maka
3. Namun, jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan
secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji F bisa
Ahmad, H., Ismail, Y. B., Shamsudin, B., & Kadir, B. Bin. (2016). Review of
Andy, Sernovitz. 2010. Word Of Mouth Marketing : How Smart Companies Get
Andrea Mezger · Pablo Cabanelas · Francesca Cabiddu · Klaus Rüdiger (2020). Trust
Atkinson & Rosenthal, (2014). Signaling the green sell: the influence of eco-label
[Link]
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Pengaruh Multivariate dengan Program [Link]
Hobbs & Goddard (2015). Consumer confidence in credence attributes: The role of
Jian-Wu Bi, Yang Liu, Zhi-Ping Fan & Erik Cambria (2019). Modelling customer
satisfaction from online reviews using ensemble neural network and effect-
7088, DOI:10.1080/00207543.2019.1574989
2014-0013
Kotler, P. & Armstrong, G. (2016). Principles of marketing 16th ed. Boston: Pearson
Marakanon & Panjakajornsak (2017). Perceived quality, perceived risk and customer
10.1016/[Link].2016.08.012
Markus Blut, Nivriti Chowdhry, Vikas Mittal, Christian Brock (2015). E-Service
[Link]
Nuttavuthisit & Thøgersen, (2017). The Importance of Consumer Trust for the
[Link]
Schuitema, Aravena, & Denny (2020). The psychology of energy efficiency labels:
[Link]
Alfabeta,2017), 2, 8
Tiago Oliveira, Matilde Alhinho, Paulo Rita, Gurpreet Dhillon (2017). Modelling and
Wenhua Shi Lingshu Tang Xiaohang Zhang Yu Gao Yameng Zhu , (2016)."How
2014-0139