100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
117 tayangan15 halaman

Tekanan dan Fluida Statis dalam Fisika

Dokumen tersebut membahas tentang fluida statis dan dinamis. Fluida statis adalah zat cair yang relatif diam seperti air dalam gelas atau bak, sedangkan fluida dinamis mengalir seperti air mengalir di sungai. Dokumen juga menjelaskan sifat-sifat fluida seperti dapat mengikuti bentuk wadahnya, memiliki massa dan permukaan yang selalu datar, serta mengalir dari tempat tinggi ke rendah karena gravitasi.

Diunggah oleh

methania risvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
117 tayangan15 halaman

Tekanan dan Fluida Statis dalam Fisika

Dokumen tersebut membahas tentang fluida statis dan dinamis. Fluida statis adalah zat cair yang relatif diam seperti air dalam gelas atau bak, sedangkan fluida dinamis mengalir seperti air mengalir di sungai. Dokumen juga menjelaskan sifat-sifat fluida seperti dapat mengikuti bentuk wadahnya, memiliki massa dan permukaan yang selalu datar, serta mengalir dari tempat tinggi ke rendah karena gravitasi.

Diunggah oleh

methania risvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGERTIAN FLUIDA STATIS DAN DINAMIS

VIDEO ANALISI

DINI ANGGRAINI

18129242

KEAHLIAN IPA 4

Dosen Pengampu : Dr. Hj. Yanti Fitria,[Link].,[Link].

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


I. FLUIDA STATIS DAN DINAMIKA

A. Pengertian Fluida

Apa itu fluida itu ?

Dalam kehidupan kita sudah mengenal beberapa jenis zat, diantaranya zat padat cenderung
tetap mempertahankan bentuknya, sedangkan zat cair dan gas tidak mempertahankan namun
cenderung mengalir. Perbedaan paling mendasar antara zat cair dan gas adalah zat cair mengalir di
bawah pengaruh gravitasi sampai menempati daerah terendah yang mungkin dapat menampungnya
serta bentuknya mengikuti penampung tempat zat cair berada. Lain halnya dengan gas, dimana gas
dalam ruang tertutup mampu mengembang mengisi penampungnya tanpa peduli bentuknya.
Kelompok zat yang dapat mengalir inilah yang dimaksud dengan fluida.

B. Pengertian Fluida Statis

Apa pengertian fluida statis ?

Fluida merupakan salah satu jenis zat yang dapat mengalir. Bentuk fluida cenderung tidak
tetap, yakni bergantung pada wadah atau penampungan tempat zat itu berada. Air pada kolam renang,
bak penampungan, gelas, dan botol merupakan beberapa contoh dari fluida statik. Zat cair yang
disebutkan pada contoh-contoh di atas cenderung relatif diam sehingga dikategorikan kedalam fluida
statik.

Apa sifat atau perilaku yang berkaitan dengan fluida static?

C. Sifat – Sifat Zat Cair

Benda padat yang cenderung bersifat kaku dan tegar, zat cair memiliki sifat-sifat yang tidak
sekaku zat padat. Sifat-sifat zat cair (khususnya yang dicontohkan disini adalah air) yang umum
diantaranya:

1. Zat cair dapat berubah bentuk bergantung dari wadah penampungnya

2. Zat cair menempati ruang dan mempunyai massa

3. Permukaan zat cair selalu mendatar.


4. Zat cair mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah

B. Massa Jenis

Massa jenis suatu zat didefinisikan sebagai perbandingan antara massa zat itu terhadap
volumenya. Massa jenis zat sering juga disebut kerapatan; merupakan salah satu sifat penting dari zat
itu. Secara matematis, massa jenis zat dituliskan sebagai berikut.
dimana: ρ = massa jenis zat (kg/)
m = massa zat (kg)
V = volume zat ()
Di dalam fluida atau zat cair, sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih besar dari air maka
benda itu akan tenggelam, sebaliknya bila sebuah benda memiliki massa jenis lebih kecil dari air maka
benda itu akan terapung.
Pada kondisi tertentu, ketika massa jenis benda sama atau hampir sama dengan massa jenis air,
maka benda itu akan melayang di dalam air. \

C. Tekanan dan Tekanan Hidrostatis


Apa itu tekanan ?
Cabang ilmu fisikan yang mempelajar fluida diam disebut Hidrostatistika, sedangkan yang
mempelajari fluida bergerak disebut sebagai Hidrodinamika. Hidrodinamika yang khusus mempelajari
aliran gas dan udara dinamakan Aerodinamika.

Tekanan merupakan konsep yang tidak asing dalam kajian mekanika. Tekanan memang erat
kaitannya dengan konsep gaya. Pada tinjauan mengenai zat padat, tekanan itu sendiri didefinisikan
sebagai gaya yang bekerja pada suatu permukaan tiap satuan luas permukaan. Dengan kata lain,
tekanan merupakan perbandingan antara gaya tekan (yang arahnya tegak lurus bidang tekan) dan
luas bidang tekannya.

Secara matematis tekanan dituliskan sebagai berikut.

F
P=
A

dimana: P = tekanan pada suatu permukaan (N/m2 atau pascal, Pa)


F = gaya tekan (newton, N)
A = luas bidang tekan (m2)

Contoh Soal 1:
Sebuah benda yang luas bidangnya 2 m2 mengalami tekanan sebesar 100 N/m2. Berapakah gaya
yang bekerja pada bidang tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui: A = 2 m2
P = 100 N/m2
Ditanya: F=?
Jawab:
F
P=
A

F = P. A = (100 N/N2 )(2 N2 ) = 200 N


Jadi, gaya yang bekerja pada bidang tersebut adalah 200 newton.

Berdasarkan persamaan di atas, jelas bahwa tekanan yang ditimbulkan pada suatu permukan
hanya dipengaruhi oleh berapa besar gaya tekannya dan seberapa luas permukaan yang mengenai
bidang tekan itu. Artinya, semakin besar gaya tekannya maka semakin besar pula tekanan yang
ditimbulkannya. Sebaliknya, semakin besar luas permukaan yang mengenai bidang tekan, semakin
kecil tekanannya. Perhatikan Gambar

Kedua balok di atas memiliki ukuran dan berat yang sama. Akan tetapi balok yang diletakkan
secara tegak (berdiri) memiliki luas permukaan kontak dengan meja yang lebih kecil dibandingkan
balok yang diletakkan secara mendatar (berbaring). Oleh karena gaya beratnya sama maka gaya tekan
yang ditimbulkan pada permukaan meja akan sama besarnya. Namun tekanan yang ditimbulkan pada
meja tidak sama, dimana tekanan yang ditimbulkan oleh balok yang diletakkan secara tegak lebih
besar dibandingkan tekanan yang ditimbulkan oleh balok yang diletakkan secara mendatar. Hal ini
dikarenakan tekanan pada suatu permukaan berbanding terbalik dengan luas permukaan bidang
tekannya, dimana luas permukaan yang lebih kecil akan menimbulkan tekanan yang lebih besar.

Pada fluida diam, tekanan pada suatu titik dalam fluida disebabkan oleh gaya berat fluida yang
berada di atas titik tersebut. Tekanan pada fluida dinamakan tekanan hidrostatik. Ketika Anda
berenang, maka Anda akan merasakan adanya tekanan air pada gendang telinga Anda. Semakin dalam
Anda menyelam, tekanan pada telinga akan semakin besar dan Anda akan merasakan sakit di telinga.
Tekanan yang Anda rasakan itu berasal dari gaya berat air yang ada di atas Anda. Tekanan pada zat
cair bertambah seiring dengan pertambahan kedalaman.

Tekanan pada fluida juga bergantung pada kerapatan atau massa jenis fluida atau zat cair itu
sendiri. Jadi, ketika Anda menyelam pada zat cair yang kerapatannya lebih besar maka akan semakin
besar tekanan hidrostatik yang Anda rasakan.

Gambar menunjukkan sebuah wadah atau bejana yang berisi zat cair. Tekanan hidrostatik di
sebuah titik pada kedalaman h dinyatakan secara matematis dengan persamaan berikut.

P=⍴ gh

dimana: ρ = massa jenis zat cair atau kerapatan zat cair (kg/m3)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

h = kedalaman zat cair diukur dari permukaan zat cair (m)

Persamaan di atas berlaku bila kita tidak memperhitungkan adanya tekanan udara luar atau
tekanan atmosfer yang pada keadaan tertentu dapat diabaikan. Namun demikian pada umumnya
tekanan atmosfer juga mempengaruhi tekanan hidrostatik. Ingat bahwa tekanan hidrostatik pada suatu
titik ditimbulkan oleh gaya berat fluida yang berada di atas titik itu, yang berarti juga dipengaruhi oleh
tekanan atmosfer. Besar tekanan hidrostatik dengan memperhitungkan adanya tekanan atmosfer
secara matematis dituliskan sebagai berikut.

P=Po+⍴ gh

dimana: P0 = tekanan atmosfer atau tekanan udara luar

Pada permukaan air laut, tekanan atmosfer normal sebesar 1 atm (= 1,01 x 105 Pa).

Contoh Soal 2:

Berapakah tekanan hidrostatik air (ρ = 1000 kg/m3) di dasar kolam yang dalamnya 3 meter?
(Gunakan g = 10 m/s2 dan abaikan tekanan atmosfer)

Penyelesaian:

Diketahui:

ρ = 1000 kg/m3
h=3m

Ditanya: P = ?

Jawab:

P = qgℎ = (1000 kg/N3)(10 N/s2)(3 N) = 30000 N/N2

Jadi, tekanan hidrostatiknya adalah 30.000 N/m2.

D. Hukum Pascal
Apabila pada permukaan zat cair diberikan tekanan (sehingga terjadi perubahan tekanan),
maka tekanan ini akan diteruskan ke setiap titik dalam zat cair itu. Hal ini pertama kali diungkapkan
oleh seorang ilmuwan Perancis, Blaise Pascal (1623 – 1662) dan dinamakan hukum Pascal, yang
berbunyi “perubahan tekanan yang diberikan pada fluida akan ditransmisikan seluruhnya terhadap
setiap titik dalam fluida dan terhadap dinding wadah”. Artinya, tekanan yang diberikan pada fluida
dalam suatu ruang tertutup akan diteruskan oleh fluida tersebut ke segala arah dan sama besar.
Contoh peralatan yang memanfaatkan hukum Pascal diantaranya pengangkat hidrolik atau
dongkrak hidrolik. Penggunaan pengangkat hidrolik bertujuan untuk memperoleh gaya yang besar
dengan memberikan sedikit gaya dan umumnya digunakan untuk mengangkat benda-benda yang berat
(misalnya mobil).

Jika pada penampang (penghisap) 1 yang mempunyai luas A1 diberikan gaya F1, maka
tekanan dari gaya ini akan diteruskan oleh zat cair dalam tabung pengangkat hidrolik ke penghisap 2
yang memiliki luas permukaan A2 sehingga mengalami gaya F2. Menurut hukum Pascal, tekanan
yang diberikan pada penampang A1 akan sama besarnya dengan tekanan yang dialami oleh
penampang A2. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

P1 = P2

Kita ketahui berdasarkan definisi dimana tekanan merupakan perbandingan antara gaya tekan
terhadap luas bidang tekannya (P = F), sehingga persamaan di atas dapat dituliskan sebagai berikut.

F1 F2
A1 A2
F1
Atau F 1= x F2
A1

dimana: F1 = gaya yang diberikan pada penampang A1 F2 =


gaya yang dihasilkan pada penampang A2

E. Hukum Archimedes
Seorang ilmuwan Yunani yang bernama Archimedes (287 – 212 SM) mengemukakan sebuah
prinsip yang dikenal dengan hukum Archimedes, yaitu “apabila suatu benda dicelupkan sebagian
atau seluruhnya ke dalam fluida, maka benda tersebut mendapatkan gaya ke atas yang besarnya sama
dengan berat fluida yang dipindahkan atau di desak oleh benda tersebut. Hukum Archimedes ini
banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pembuatan kapal-kapal. Berikut
dipaparkan beberapa contoh pemanfaatan hukum Archimedes.
1. Hidrometer
Hidrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis berbagai zat cair.
Nilai massa jenis zat cair dapat diketahui dengan membaca skala yang terdapat pada tabung
hidrometer. Ketika digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair, hidrometer dicelupkan ke dalam
zat cair dan nilai massa jenis zat cair tersebut dapat ditentukan berdasarkan nilai skala yang berhimpit
dengan permukaan zat cair. Biasanya hidrometer ini digunakan untuk mengukur massa jenis cairan
asam pengisi akumulator untuk mengetahui kepekatan asam dan menentukan pemuatan ulang
akumulator, massa jenis susu untuk mengetahui kandungan lemak di dalamnya, dan massa jenis
minuman anggur untuk mengetahui kandungan alkohol di dalamnya.

2. Kapal Laut dan Kapal Selam


Pada dasarnya kapal laut yang terbuat dari bahan-bahan berat dapat mengapung di laut atau
perairan karena kapal didesain sedemikian rupa sehingga mempunyai rongga. Dengan demikian,
volume air yang dipindahkan oleh kapal sangat banyak dan hal ini menyebabkan gaya ke atas yang
dialami oleh kapal sangat besar sehingga kapal tidak tenggelam.
Sedangkan untuk kapal selam dilengkapi dengan tangki khusus yang dapat diisi oleh udara dan
air. Ketika tangki ini diisi penuh dengan air, maka berat keseluruhan kapal ini tidak dapat

diimbangi oleh gaya ke atas yang dialami oleh kapal selam, sehingga kapal selam tenggelam.
Tetapi ketika sebagian air dalam tangki dikeluarkan, maka kapal selam akan mengalami gaya ke atas
yang lebih besar, sehingga kapal selam dapat melayang dalam air dan ketika tamgki dikosongkan,
maka gaya ke atas yang dialami kapal selam semakin besar, sehingga kapal selam dapat mengapung.

3. Galangan Kapal
Galangan kapal merupakan alat yang didesain untuk mengangkat kapal-kapal laut ke daratan.
Galangan kapal akan tenggelam di laut karena air laut memasuki galangan kapal. Ketika kapal akan
diangkat dengan galangan tersebut, maka kapal laut ditempatkan pada penopang dalam galangan
kapal dan air laut dikeluarkan secara perlahan, sehingga galangan kapal akan terangkat ke atas dan
kapal pada penopang galangan tersebut segera terangkat ke atas

FLUIDA DINAMIK
A. Fluida Ideal
Aliran fluida dinamik dapat kita bedakan menjadi dua jenis, yaitu aliran yang bersifat tunak atau
laminar (steady) dan aliran turbulen (turbulent). Aliran tunak merupakan salah satu jenis aliran
dimana masing-masing partikel fluida mengalir secara teratur dan tidak saling memotong, atau dengan
kata lain laju masing-masing partikel dalam aliran tunak cenderung konstan. Berbeda halnya dengan
aliran turbulen, dimana alirannya tidak teratur dengan laju partikel yang beragam. Meninjau aliran
yang turbulen sangatlah sulit, sehingga dalam pembahasan ini hanya dibatasi pada aliran yang sifatnya
tunak, atau yang akan kita sebut fluida ideal. Sedikitnya ada empat sifat-sifat yang dimiliki fluida
ideal, diantaranya:
1. Fluida bersifat non viskos. Pada fluida yang sifatnya non viskos, gesekan internal antar
partikel fluida diabaikan, sehingga kita menganggap tidak ada gaya gesekan pada aliran
yang sifatnya non viskos.
2. Aliran fluida bersifat tunak. Pada fluida yang sifatnya tunak, kecepatan masing- masing
partikel fluida pada setiap titik cenderung konstan.
3. Fluida bersifat inkompresibel. Fluida yang bersifat inkompresibel dianggap memiliki
kerapatan yang cenderung konstan.
4. Aliran fluida bersifat irrotasional. Partikel fluida ideal dianggap tidak berotasi (tidak
memiliki momentum sudut).
Aliran partikel fluida yang bersifat tunak biasanya dinamakan aliran streamline.

B. Persamaan Kontnuitas
Suatu saat mungkin Anda pernah menyiram tanaman dengan air yang berasal dari keran
dengan menggunakan selang. Pada saat Anda menutup sebagian mulut selang tersebut dengan jari,
aliran air menjadi semakin deras (Gambar ). Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Mari kita meninjau aliran fluida yang melalui sebuah penampang yang tidak seragam.
Misalkan kita mempunyai sebuah selang air yang ukuran diameter pangkal dan ujungnya berbeda
(sebagai analogi selang air yang ujungnya kita tutup dengan jari), seperti ditunjukkan pada
Gambar .

Berdasarkan gambar di atas, sejumlah fluida mengalir melalui sebuah penampang seluas A 1
dengan kelajuan v1. Ketika melalui penampang seluas A2, kelajuannya berubah menjadi v2
Persamaan yang menyatakan hubungan antara luas penampang dengan kelajuan fluida dinamakan
persamaan kontinuitas, dan secara matematis dituliskan sebagai berikut.

A1v1 = A2v2
dimana: A1 = luas penampang 1
v1 = kelajuan fluida ketika melalui penampang 1
A2 = luas penampang 2
v2 = kelajuan fluida ketika melalui penampang 2

Persamaan di atas menunjukkan bahwa jika penampang pipa lebih besar, maka kelajuan fluida
ketika melalui penampang tersebut lebih kecil, atau sebaliknya ketika penampang pipa lebih kecil,
maka kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut menjadi lebih besar. Dari persamaan
tersebut terlihat bahwa hasil kali laju alir (v) dengan luas penampang (A) selalu memiliki nilai
yang tetap. Hasil kali laju alir dan luas penampang ini dinamakan debit aliran (Q), dan secara
matematis dituliskan sebagai berikut.
Q = Av
Sehingga persamaan kontinuitas dapat pula dituliskan:
Q1 = Q2
Satuan untuk debit adalah volume per satuan waktu atau m3/s.

C. Persamanaan Bernoulli
Misalkan kita memiliki sebuah pipa kaca yang memiliki penampang yang berbeda, yaitu
penampang besar dan penampang kecil. Pada setiap penampang yang berbeda itu terdapat kolom-
kolom vertikal yang terhubung pada bagian dasarnya dan berisi zat cair. Ketika tidak ada aliran
fluida (misalnya udara) melalui pipa horisontal, maka ketinggian zat cair dalam kolom vertikal
akan sama. Akan tetapi ketika terdapat aliran fluida melalui pipa horisontal, ternyata ketinggian
zat cair dalam kolom vertikal menjadi tidak sama, dimana tinggi zat cair dalam kolom pada pipa
yang luas penampangnya lebih kecil menjadi lebih tinggi (Gambar ). Hal ini menunjukkan bahwa
tekanan fluida dalam pipa yang luas penampangnya lebih kecil adalah lebih rendah dibandingkan
tekanan fluida dalam pipa yang luas penampangnya lebih besar.

. Ketinggian zat cair pada masing-masing kolom ketika ada aliran fluida.

Menurut asas kontinuitas, dikatakan bahwa pada saat aliran fluida melewati sebuah
penampang yang luasnya lebih kecil akan memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan
ketika melewati luas penampang yang lebih besar. Daniel Bernoull (1700 – 1782), seorang
fisikawan dari Swiss memberikan kesimpulan bahwa “pada fluida yang mengalir dengan
kecepatan lebih tinggi akan diperoleh tekanan yang lebih kecil”. Asas Bernoulli membicarakan
pengaruh kecepatan fluida terhadap tekanan di dalam fluida tersebut.
Selanjutnya kita tinjau aliran fluida ketika melewati suatu ketinggian yang berbeda serta
luas penampang yang berbeda pada Gambar.
Menurut tinjauan secara mekanika, energi potensial yang dimiliki fluida ketika berada di
ketinggian h2 lebih besar daripada berada di ketinggian h1. Selanjutnya Bernoulli menyatakan
bahwa tekanan fluida berkurang seiring dengan penambahan ketinggian, sehingga dari Gambar
9.18 dapat disimpulkan bahwa tekanan fluida pada ketinggian h 2 lebih rendah dibandingkan
tekanan fluida pada ketinggian h1.
Dari tinjauan-tinjauan di atas, Bernoulli memberikan sebuah perumusan matematis yang
menyatakan hubungan antara tekanan dalam fluida, kecepatan aliran fluida dan perbedaan
ketinggian penampang adalah tetap. Perumusan matematis ini dinamakan persamaan Bernoulli
dan dituliskan sebagai berikut.
P + 12 qv2 + qgh = tetap

Dengan: P = tekanan fluida


v = kecepatan aliran fluida
h = selisih ketinggian penampang

Contoh penerapan persamaan Bernoulli dalam kehidupan sehari-hari adalah:


1. Gaya angkat pada sayap pesawat terbang.

2. Alat karburasi kendaraan bermotor.

3. Alat penyemprot nyamuk.

4. Tabung venturi.

5. Tabung pitot

SOAL – SOAL EVALUASI DAN KUNCI JAWABAN

1. Tekanan yang dihasilkan dari seorang yang mempunyai massa 60 kg dengan sepasang sepatu

yang luasnya 300 cm2 adalah ... (Gunakan g = 10 m/s2).

A. 180 N/m2 C. 5000 N/m2

B. 500 N/m2 D. 20000 N/m2

2. Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai tekanan hidrostatik,


kecuali ...

A. dipengaruhi oleh kedalaman zat cair

B. dipengaruhi oleh massa jenis zat cair


C. semakin ke dalam semakin besar

D. hanya terjadi pada air

3. Tekanan hidrostatik pada dasar bejana yang berada pada 30 cm di bawah


permukaan air yang massa jenisnya 1000 kg/m3 dan percepatan gravitasi 9,8
m/s2 adalah ...

A. 2940 N/m2 C. 2,94 N/m2

B. 29,4 N/m2 D. 3,26 N/m2

4. Manfaat penerapan hukum Pascal adalah ...

A. dengan gaya besar diperoleh tekanan yang besar

B. dengan gaya kecil diperoleh gaya yang besar

C. dengan gaya kecil diperoleh tekanan yang besar

D. dengan gaya kecil diperoleh gaya yang kecil.

5. Berikut ini merupakan alat-alat yang memanfaatkan prinsip hukum Pascal,


kecuali ...

A. dongkrak C. rem piringan

B. mesin pengepres D. galangan kapal

Kunci Jawaban

1. D

2. D

3. A

4. B

5.D
II, ANALISIS VIDEO

PERSAMAAN KONTINUITAS (FLUIDA DINAMIS)

Alat dan Bahan:

1. 3 buah selang dengan diameter berbeda

2. wadah yang berukuran 600 ml

3. stopwatch

4. air Keran

Prosedur Kerja

1. Siapkan bahan – bahan dan alat dan ukur diameter selang

2. pasangkan selang ke keran air

3. Nyalakan keran dan juga stopwatch dan ukur sampai dengan volume air

mencapai 600 ml

Observasi:

Selang pertama : 7.97 detik

Selang kedua : 6.85 detik

Selang ketiga : 7.26 detik

Hasil Percobaan :

Dapat diketahui bahwa saat luas penampangan selang semakin besar, maka:

1. Debit aliran fluida makin besar

2. Kecepatan alirannya semakin cepat

Hal ini yang disebut prinsip kontinuitas

Kesimpulan :

Peristiwa pada percobaan ini juga memiliki hubungan terhadap persamaan


kontinuitas yaitu tentang debit fluida. Definisi debit fluida itu adalah besaran

yang menyatakan volume fluida yang mengalir melalui suatu penampangan

dan dalam satuan waktu tertentu. Oleh karena itu persamaan kontinuitas

adalah aliran air akan semakin deras pada bagian yang sempit. Hal ini juga

akan mempengaruhi kelajuan dan waktu tumpahnya aliran air


DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Kurniati dan Sri Wagiani.2013. Studi Analisi Perbandingan Kecepata Aliran Air
Melalui Pipa Venturi dengan Perbedaan Diameter Pipa. Jurnal Dinamika, April 2013, halaman
62 – [Link] 2087 – 7889. Vol 4 no 1 (diakses pada hari tanggal 31 Agustus 2020 pukul 16.00
WIB)

[Link]. BBM 9 (fluida) KD Fisika-direktori file UPI (online)


Syamsul Bahri. 2016. Hukum pascal. General Matter Banking. (Online)

Anda mungkin juga menyukai