UPS (Uninteruptable Power Supply)
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini antara lain adalah:
1. Mengetahui fungsi dasar UPS sebagai sumber daya cadangan/back up.
2. Mengetahui prosedur standar pengoperasian UPS
3. Mengetahui fungsi-fungsi dari MCCB yang terdapat di UPS
Adapun merk dan type UPS yang digunakan dalam praktikum ini adalah Gator
PEW1020-220/220-EAN pabrikan Schneider Electric.
Landasan Teori
A. Pengertian UPS
UPS merupakan singkatan dari Uninteruptable Power Supply yang
mempunyai pengertian UPS adalah perangkat output yang merupakan catu daya yg
tidak dapat diinterupsi. Maksud dari kata interupsi iytu sendiri adalah kelebihan,
kekurangan ndan matinya arus listrik yang digunakan untuk mengoperasikan
perangkat UPS . Dengan kata lain, UPS bekerja sedemikian rupa tanpa terpengaruh
oleh adanya interupsi tadi. Jadi secara umum UPS dapat diartikan sebagai suatu
perangkat yang secara otomatis menggunakan backup(mis:baterai) sebagai catu
daya alternatif, untuk dapat memberikan suplay daya yang tidak terganggu untuk
beban/peralatan yang terpasang.
Penggunaan UPS ini sangat umum terlebih di perusahaan-perusahaan yang
besar, dimana mereka tidak menginginkan terganggunya proses produksi akibat
padamnya daya listrik yang dapat menyebabkan kerugian finansial bagi mereka.
Sehingga digunakanlah UPS sebagai pensuplai daya alternatif ke beban/perangkata yg
terpasang bilamana jika terjadi gangguan/kegagalan daya listrik di sumber listrik
utama maka UPS mem-backup kebutuhan listrik beban menunggu sumber utama
menyala kembali.
B. Fungsi UPS
Daya Listrik yang berkualitas dan berkesinambungan adalah hal yang sangat
diperlukan dalam dunia komersil dan industri. Gangguan daya bahkan yang terkecil
sekalipun di sumber daya listrik akan mengganggu rantai proses dan kadang-kadang
dapat mengakibatkan sistem beban yang mati total. Hal ini dapat mengakibatkan
kerugian finansial dan bahkan bahaya untuk keamanan manusia.
Fungsi utama dari Sistem UPS adalah untuk melindungi kebutuhan daya listrik
beban, yang mana tidak dapat menoleransi bahkan gangguan dan ketidakstabilan
tegangan sekecil apapun. Daya listrik tidak tersaring yang disalurkan ke beban dapat
berisikan gangguan harmonisa, ketidakstabilan tegangan, atau gangguan lain.
Sehingga dengan menggunakan UPS Modern seperti yang digunakan dalam praktek
ini masalah seperti ini dapat diatasi dengan baik.
Sementara Fungsi UPS pada umumnya adalah adalah :
a. Memberikan sumber listrik sementara jika suplai listrik utama PLN terganggu
b. Memberikan tenggang waktu bagi kita untuk menghidupkan sumber listrik
yang lebih besar, misalnya genset
c. UPS seperti yang digunakan dalam praktikum ini juga dapat menstabilisasi
gangguan tegangan dari PLN.
d. Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat
mengganggu sistem komputer berupa kerusakan perangkat lunak maupun
kerusakan perangkat keras.
C. Komponen-Komponen Utama UPS
Adapun komponen-komponen utama dari UPS antara lain adalah:
a. Baterai
Baterai adalah sebagai penyimpan energi listrik. Jika terjadi gangguan, baterai
akan mem-back up kebutuhan beban dengan mengeluarkan energi listrik yang
tersimpan dalam baterai akan dialirkan menuju beban. Jenis baterai yang
digunakan untuk UPS biasanya adalah jenis Lead –Acid atau jenis Nickel
Cadmium. Pada praktikum UPS kali ini jenis baterai yang digunakan dalam
pengamatan kami adalah jenis Lead – Acid Battery. Dalam UPS yang
digunakan dalam praktikum ini alur penggunaan baterainya adalah seperti
pada gambar berikut.
Baterai DC Inverter Beban
b. Konverter/Rectifier/Penyearah
Baterai tidak dapat begitu saja menyimpan energi listrik. Tegangan sumber
harus disearahkan dulu sebelum disimpan pada baterai melalui baterai charger.
Konverter berfungsi untuk menyearahkan (mengubah menjadi searah)
tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). Dalam UPS yang
digunakan dalam praktikum ini alur penggunaan Konverternya adalah seperti
pada gambar berikut.
Baterai Converter Beban
c. Inverter
Saat sumber utama mengalami gangguan atau black-out, maka beban
akan disuplai dari baterai. Inverter berfungsi mengembalikan tegangan DC
menjadi tegangan AC. Berikut adalah gambar alur fungsi inverter dalam
sistem UPS Gator PEW1020-220/220-EAN.
D. Jenis – Jenis Baterai UPS
Jenis-jenis sel baterai yang umum digunakan dalam sistem UPS adalah
Sealed Lead Acid Batteries
Memiliki umur yang relatif panjang, tidak memerlukan isi ulang elektrolit, dan
perawatan yang lebih mudah. Cairan yang digunakan untuk baterai ini adalah
Asam Belerang (Sulphuric Acid) dengan nilai nominal tegangan per sel nya
adalah 2 volt DC.
Vented Lead Acid Batteries
Memiliki umur yang panjang, memerlukan isi ulang cairan elektrolit, dan
perawatannya mudah.
Vented Nickle Cadmium (Ni-CD) Batteries
Memiliki umur yang panjang, performa yang bagus, dan perawatan yang
mudah.
Cara Kerja UPS Gator PDW1020-220/220-EAN
Gator PDW1020-220/220-EAN adalah jenis UPS dengan sistem On-Line
Interactive. Dalam sistem ini, beban selalu disuplai dari inverter. Pada saat sumber
listrik utama (PLN) hidup, maka tegangan AC nya dirubah menjadi DC, kemudian
tegangan DC-nya sebagian untuk mengisi baterai dan sebagian lagi dikembalikan lagi
ke tegangan AC melalui inverter. Selanjutnya dari inverter dimasukkan ke beban. Saat
sumber PLN padam, jenis UPS ini juga bekerja melalui inverter. Tegangan yang
tersimpan di dalam baterai akan dialirkan menuju inverter untuk dirubah menjadi
tegangan AC, kemudian disalurkan menuju beban. Fungsi bypass sendiri berfungsi
jika akan dilakukan perawatan, perbaikan UPS, dan ketika sumber dari baterai sedang
bermasalah, sehingga di bypass dari jalur PLN ke jalur pendistribusian. Berikut
adalah gambar rangkain konfigurasinya.
Fungsi-Fungsi Tombol dan Indikator di panel UPS
System on : Untuk menyalakan UPS, disebut juga sebagai S1
Off : Untuk mematikan UPS, dengan cara menekan secara bersamaan
dengan [Link] ini disebut juga S2
Lamp Test : Untuk melakukan pengujian lampu indikator.
Rectifier Mains Fault : menyala saat Q001 sebagai MCCB Rectifier Main Input belum
dihidupkan.
Rectifier Failure : menyala jika terjadi kerusakan penyearah.
Battery Operation : menyala jika beban disuplai dari baterai
Battery Discharged : menyala jika tegangan baterai habis
Battery Disconnected : menyala jika Q004 sebagai Battery Breaker belum dinaikkan.
# : untuk membuka Menu UPS
8 : mengecek tegangan baterai
Silent( ) : mematikan alarm indikator
C+↵ : membuat lampu indikator tidak berkedip-kedip.
Display : menampilkan status UPS
Kursor (↓↑) : memilih menu pada display
1 dan 0 : meng On kan dan meng Off kan menu di display
Di dalam kabinet UPS akan kita temukan rangkaian seperti pada gambar di atas, dengan
keterangan sebagiai berikut:
Q001 : Main Recftifier input breaker
Q004 : Main battery breaker
Q090 : Main Bypass input breaker
Q100 : Main load breaker
Q050 : Selector Switch
STARTING UPS SYSTEM UPS (menghidupkan system UPS)
Gambar 1: Posisi Awal UPS belum dioperasikan
1. Hidupkan MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) Rectifier Main Input Q001 UPS.
Di Display akan tampil “System Type UPS 20KVA”. Setelah 10 detik, Display akan
menampilkan “Standby”, tekan C dan ↵, silent ( ) sampai LED alarm indikator
tidak berkedip.
Gambar 2: System Standby
2. Hidupkan sistem UPS dengan menekan tombol S1 “System ON” pada panel depan.
Display akan menampilkan ”Normal Operation”. Tekan C dan ↵, silent ( ) sampai
LED alarm indikator tidak berkedip. Sebelum menekan S1 “System On”, pastikan
indikator alarm Rectifier Main Fault padam, dan LED warna hijau di bawah indikator
LED MCCB Incoming menyala.
3. Hidupkan MCCB Q004(breaker battery)
Gambar 3 : MCCB Q004 On (Lampu LED battery discharge Off)
4. Cek tegangan baterai pada display dengan menekan tombol angka 8 (Battery
Voltage).
Gambar 4 : pengecekan tegangan baterai
5. Hidupkan Breaker Bypass Main Input Q090, tunggu hingga LED Synchronize (LED
Kuning pada simbol Inverter ( ) menyala.
Gambar 5 : MCCB Q090 on ( Lampu LED pada symbol inverter menyala)
6. Tunggu 10 detik kemudian tekan ”. Tekan C dan ↵, silent ( ) sampai LED alarm
indikator menjadi padam.
7. Sekarang UPS dalam kondisi ON.
Gambar 6 : Gambar pada display UPS
8. Hidupkan MCCB Q100 sebagai breaker beban dan breaker distribusi
Gambar 7 : Gambar pada display UPS
Transfer Operasi Normal menjadi Manual Bypass
1. Check kondisi awal UPS systm pada “ Normal Operation”
2. Tekan (#) pada panel depan UPS, untuk menampilkan menu operasi.
3. Tekan panah atas dan bawah hingga muncul menu “BY PASS OPERATION : OFF
“
Gambar 8 : Gambar pada display UPS
4. Tekan tombol (1) pada penel depan untuk mengaktifkan Statict Switch Bypass EN.
5. Check LED indikator “ON” pada Static Switch Bypass EN pada UPS.
Gambar 9 : LED Indikataor Static Bypass EN On ( dalam situasi ini lampu indicator
tidak hidup)
6. Putar manual bypass Q050 pada UPS dari posisi “AUTO” ke “TEST”.
Gambar 10 : Main switch Q050 dari Auto ke Test .
Gambar 10 : Pada saat kondisi TEST.
7. Matikan Sistem UPS dengan menekan S1 dan S2 bersamaan pada UPS.
Gambar 11 : Pada saat mematikan system UPS
8. Matikan breaker battrey Q004 pada kabinet UPS.
Gambar 12 : Saat MCCB Q004 Off
9. Putar manual bypass Q00 pada UPS dari posisi “Test” ke “Bypass”.
Gambar 13 : Main Switch Dari TEST ke BYPASS.
10. Matikan Rectifier Main Input breaker Q001 pada UPS
Gambar 14 : Saat MCCB Q001 Off.
11. UPS bebas tegangan, beban disuplay langsung oleh sumber Bypass melalui mechanic
switch Q050.
12. UPS aman untuk melakukan pergantian parts, perawatan, atau melakukan perbaikan.
Transfer Operasi Manual Bypass operation menjadi Normal operation
1. Hidupkan Rectifier Main Input Q001 UPS. Di Display akan tampil “System Type UPS
20KVA”. Setelah 10 detik, Display akan menampilkan “Standby”,
Gambar 1: Display menampilkan System Type 20KVA
Gambar 1: Setelah 10 detik dispaly akan menampilkan “Standby”
2. Putar manual bypass Q050 pada UPS dari posisi “BYPASS” ke “TEST”
3. Hidupkan system UPS dengan menekan tombol S1<<< system on>> pada panel
depan. Display akan menampilakan “ normal operation”
4. Periksa indikator “On” pada Static Switch Inverter EA.
Gambar 5: indikator EA menyala
5. Hidupkan MCCB Q004 UPS sebagai breaker baterai
PRAKTEK 3.2 : Transfer ke Normal Operasi
6. Tekan tombol “#” di bagian panel untuk menampilkan menu operasi.
Gambar 6: Menu operasi pada display UPS
7. Tekan tombol atas atau bawah, pilih menu “Bypass operation : OFF”.
8. Tekan tombol 1 ke pada panel depan untuk mengaktifkan Static Switch Bypas En.
9. Periksa indikator ON pada Static Switch Inverter EN pada UPS
LED Indikataor Static Bypass EN On ( dalam situasi ini lampu indicator tidak hidup)
10. Putar Manual Bypass Q050 pada UPS dari posisi “Test” ke “Auto”
Pemindahan Mode Test → Auto
11. Tekan panah atas atau bawah hingga muncul menu “Bypass operation: ON”.
(setelah tahap ini praktek dihentikan dikarenakan “bypass operation ON” tidak
ditemukan dan masih pada “bypass operation OFF” , itu terjadi karena kesalahan
teknis yaitu kesalahan bahasa , yang seharusnya bahasa inggris berubah jadi bahasa
yang lain.
Mematikan Sistem UPS
1. Matikan MCC Q100 sebagai breaker beban dan breaker distribusi.
2. Matikan sistem UPS dengan menekan S1 dan S2 secara bersamaan.
3. Matikan breaker battery Q004
4. Matikan Main Rectifier input breaker Q001
Tampilan display saat Q001 dipadamkan.
5. Matikan Breaker bypass Q090
6. UPS dan beban bebas tegangan.
GANGGUAN UPS DI STASIUN GAS SUTAMI
Stasiun gas sutami lampung merupakan salah satu stasiun pembagi gas dari upstream
labuhan maringgai ke downstream PLN Sutami dan Distribusi Lampung, pengoperasian
sistem pembagi gas dilakukan oleh operator dengan difasilitasi sistem SCADA ( Supervisory
Control and Data Acquisition). SCADA adalah sistem yang dapat melakukan pengawasan,
pengendalian dan akusisi data terhadap sebuah plant, pada hal ini plant yang menggunakan
sistem SCADA salah satunya area Metering dan Regulating.
Sistem Metering dan Regulating akan berjalan dengan normal apabila di dukung oleh sistem
SCADA yang baik. SCADA dipengaruhi oleh kinerja supply listrik dari jaringan PLN atau
Diesel Engine dan backup UPS. Namun Metering dan Regulating akan mengalami gangguan
dalam penyaluran dan pembagian gas apabila terjadinya ganguan supply listrik pada SCADA.
Hal ini disebabkan oleh terjadinya blackout sistem Metering dan Regulating pada Februari
tahun 2019 dengan penyebab utamanya adalah gangguan pada UPS.
Gangguan UPS tersebut mengakibatkan terhentinya pasokan gas dari upstream ke
downstream. Selain itu proses pemulihan harus dilakukan dengan tepat sehingga kejadian
tersebut perlu diantisipasi agar tidak terulang kembali. Salah satu antisipasinya sebagai upaya
preventif adalah dengan melakukan pemeliharaan UPS secara berkala. Akan tetapi
pemeliharaan preventife sulit dilaksanakan karena keterbatasan jumlah UPS.