100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
100 tayangan17 halaman

Studi Aliran Daya Menggunakan ETAP

Studi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP untuk menganalisis aliran daya nyata, daya reaktif, dan tegangan pada sistem kelistrikan dengan metode iterasi Gauss-Seidel. Studi ini bertujuan untuk mengetahui rugi transmisi, alokasi daya reaktif optimal, dan kemampuan sistem dalam memenuhi pertumbuhan beban."

Diunggah oleh

gede_trinata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
100 tayangan17 halaman

Studi Aliran Daya Menggunakan ETAP

Studi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP untuk menganalisis aliran daya nyata, daya reaktif, dan tegangan pada sistem kelistrikan dengan metode iterasi Gauss-Seidel. Studi ini bertujuan untuk mengetahui rugi transmisi, alokasi daya reaktif optimal, dan kemampuan sistem dalam memenuhi pertumbuhan beban."

Diunggah oleh

gede_trinata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LOAD FLOW STUDY

USING ETAP

Tugino, ST MT
tugino@[Link]

LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan sistem ketenagalistrikan seiring dengan


meningkatnya permintaan kebutuhan energi listrik
menyebabkan diperlukannya pembangkit energi listrik
berkapasitas besar.
Daya yang dihasilkan oleh pembangkit ini akan disalurkan
melalui sistem saluran interkoneksi.

Salah satu analisis yang dapat dilakukan pada sistem


interkoneksi saat keadaan mantap adalah studi aliran daya.
 Metode : Iterasi Gauss-seidel, Newton raphson, Fast decoupled.
 Informasi : P, Q, V, dan aliran daya
 Guna : mengetahui besar rugi transmisi, alokasi daya reaktif,
kemampuan sistem memenuhi pertumbuhan beban, dan
penambahan suplai pembangkit

Tugino, ST MT 2

1
Tujuan

Mengetahui tegangan, daya nyata, dan


daya reaktif
Mengetahui tegangan kritis
Mengetahui Losses (rugi-rugi)
Mengetahui aliran daya pada saat sistem
normal

Tugino, ST MT 3

Kriteria
 Studi aliran daya menggunakan software ETAP
 Studi aliran daya menggunakan metode iterasi Gauss-Seidel
dengan faktor ketelitian 0,000001 dan faktor percepatan 1,6.

 LTC (load tap changer) dari transformator tidak digunakan

 Beban merupakan beban ter-lump yang diasumsikan bahwa beban


tersebut terhubung ke rel (bus)

 Studi aliran daya dilakukan pada saat kondisi sistem normal


 Optimasi operasi pembangkit diabaikan

Tugino, ST MT 4

2
STUDI ALIRAN DAYA
Adalah salah satu analisa aliran daya pada
keadaan steady state

Real Power Besar dan sudut


Reaktif Power Phasa tegangan (V)
(P)
(Q)

Tugino, ST MT 5

Hasil studi Aliran Daya dapat


digunakan untuk :
• Mengetahui besar rugi-rugi transmisi
• Perencanaan terbaik sistem tenaga listrik
 Aliran daya pada saat memasukan pembangkit listrik
yang baru pada sistem
 Mengetahui aliran daya dalam memenuhi permintaan
energi listrik
• Menentukan operasi terbaik sistem tenaga listrik
 Pengontrolan alokasi daya reaktif yang optimal oleh
sistem pembangkit tenaga listrik

Tugino, ST MT 6

3
Jenis-jenis bus dalam sistem
tenaga (contoh):

1) Load bus
 Besaran yang diketahui : P, Q
 Besaran yang dapat dihitung : V, δ
 39 buah
2) Generator bus
 Besaran yang diketahui : P, V
 Besaran yang dapat dihitung : Q, δ
 9 buah
3) Swing bus
 Besaran yang diketahui : V, δ
 Besaran yang dapat dihitung : P, Q
 3 buah

Tugino, ST MT 7

Tanda P dan Q
1. P dan Q, bus beban induktif (p.f lagging)
S = -P - jQ
2. P dan Q, bus beban kapasitif (p.f leading)
S = -P + jQ
3. P dan Q, bus generator induktif (bus generator
sedang beroperasi pada p.f lagging)
S = P + jQ
4. P dan Q, bus generator kapasitif (bus generator
sedang beroperasi pada p.f leading)
S = P – jQ
5. Daya reaktif dari peralatan kompensasi kapasitif
shunt dilokasi bus adalah positif
Tugino, ST MT 8

4
ETAP (Eletrical Transient Analyzer Program)
dapat digunakan untuk:

• Load Flow Analysis


• Short-circuit Analysis
• Motor Starting Analysis
• Harmonic Analysis
• Transient Stability Analysis
• Relay Coordination
• Reliability Analysis
Tugino, ST MT 9

Flowchart Metode aliran Daya Menggunakan ETAP


Mulai

Buat One-Line Diagram

Masukan Data:
Generator(KV, MW, MVAR)
Transformator(KV, MVA, Z, X/R)
Transmisi(panjang, R, X, Y)
Pengaman(rating dari library)
Bus(KV, %V, angle, LDF)

Tidak
Tentukan
Swing Bus

Masukan data Studi Kasus:


Metode, Max. Iterasi,
Precision, loading category,
Charger loading, Load
Diversity factor, initial
Condition, update.

Tidak
Run
Program
Ya

Output Load Flow

Tugino, ST MT 10
Selesai

5
1. One-line Diagram C GN -G 1 C GN -G 2 C GN -G 3

(terlampir)
1 2 0 M W 1 2 0 M W 1 2 0 M W

C G N- B G 1 C G N- B G 2 C G N- B G 3
1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V

C G N- T X 1 C G N- T X 2 C G N- T X 3
1 5 0 M V A
1 5 0 M V A 1 5 0 M V A

Cog en
Nel la B an gk o S i nt o n g 2 30 k V
1 15 k V 1 15 k V 1 15 k V
P NG -N L N L- BK O

B K O- S T G B at an g
1 15 k V N DR I_ 11 5A - TX 1
N L- BL M 9 0 / 9 0 / 3 0 M V A
L-B KO S T G- B T G
P in an g 1 7 . 5 7 7 M V A
L-B TG
1 15 k V Bal am Me ngga la 1 . 5 1 3 M V A
M G L- S T G ND RI _1 3. 8
1 15 k V 1 15 k V 1 3 .8 k V
BT G-CD RI ND RI _1 15 A
1 15 k V
L-P NG L-S TG C D RI - G 3 Gen6 CG N- KB J_2 30 A
1 . 9 5 4 M V A
L-B LM L-M GL 3 . 8 0 6 M V A
2 5 . 2 8 M W 2 5 . 2 8 M W
CG N- KB J_2 30 B
5 . 9 3 6 M V A 7 . 0 4 3 M V A
NDR I_11 5A-ND RI_1 15B
ND RI _1 15 B
B us -4 3 CD RI-B G3 CD RI-B G4 1 15 k V
RK N- Bu s4 3 1 15 k V B us 43 - CD R I 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V

Rok an CD RI-T X3 CD RI-T X4


1 15 k V 1 5 M V A 1 5 M V A
ND RI_1 15B -CD RI L- NDRI _11 5B
Ce nt ra l D ur i 4 . 8 4 2 M V A
1 15 k V
B us 43 - PM T M
L-R KN CD RI-T X1 CD RI-T X2
1 5 M V A 1 5 M V A
5 . 2 3 M V A

- P em at an g M ai n L -C DR I CD RI-B G1 CD RI-B G2 K B J_ 2 3 0
1 15 k V 7 1 . 2 6 7 M V A
1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 2 30 k V

CD RI-D RI C DR I- D RI _ B

L-P MM C DR -G 1 C D RI - G 2
2 5 . 1 6 M W 2 5 . 2 8 M W
8 . 9 4 8 M V A
Duri KB J_23 0-T XA KB J_23 0-T XB
1 5 0 / 1 5 0 / 5 0 M V A
1 15 k V 1 5 0 / 1 5 0 / 5 0 M V A

D R I- P G T
L-D RI KB J_ 13 .8 B KB J_ 13 .8 A
B K M- D R I 2 5 . 1 9 4 M V A 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V
P un gu t
Be ka sa p M ai n 1 15 k V
1 15 k V
D R I- K B J

L-P GT
1 . 6 0 1 M V A
L-B KM
1 3 . 2 5 9 M V A
Libo L B O- K B J
1 15 k V P G T- K B J

KBJ
1 15 kV
L-L BO
2 . 5 5 8 M V A

K BJ -3 D
KB J- KT BT K K BJ -4 B
3D Ber uk
1 15 kV 1 15 k V
4B
K ot a B at a k 1 15 kV
1 15 k V K BJ -5 B
L-3D
K BJ -4 D 2 5 . 2 8 M V A L-B RK
4 . 7 4 M V A
L-4B 4B- 5B 3D- 4D
L - KT B T K
2 0 . 9 1 2 M V A
1 1 . 2 2 4 M V A
KT BT K- PT P 4D
5B 1 15 kV BR K-ZM RD B R K- P S K
1 15 kV B R K- M N S
Pe ta pa ha n
1 15 k V 4 D- 6D N
P us ak a
L-5B 5B- 6D 6DN 1 15 k V
L-4D
3 1 . 6 0 9 M V A
2 1 . 7 6 8 M V A
1 15 kV Z am ru d
6D 1 15 k V
L-P TP P T P- S R M
2 . 5 6 2 M V A
1 15 kV
5 B- MN S
L-6 DN L-P SK P S K- P D D
6 . 1 2 M V A
2 3 . 6 8 6 M V A
Sur am L-M NS L -Z MR D
1 15 k V 6 D- MN S
L-6D 3 6 . 2 5 1 M V A 6 D N- M N S 1 5 . 4 1 3 M V A P ed ad a
2 8 . 0 0 9 M V A 1 15 k V
Min as
1 15 k V
L-S RM
1 . 8 6 7 M V A
M N S- T X 4 M N S- T X 6 M N S- T X 8 MN S-TX 10 MN S-TX 11
1 2 M V A
M NS -8 D M NS -8 C L-P DD
2 5 M V A 2 5 M V A 4 1 M V A 4 1 . 6 6 7 M V A
2 . 7 7 8 M V A

M N S- B G 4 M N S- B G 6 M N S- B G 8 MN S-BG 10 MN S-BG 11 8D 8C
1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 1 3 .8 k V 1 15 kV 1 15 kV

Tugino, ST MT
M NS -G 4
1 7 . 5 5 2 M W
M NS -G 6
2 9 . 7 5 M W
M NS -G 8
2 9 . 7 5 M W
M N S- G 1 0
3 8 . 6 6 M W
M N S- G 1 1
4 5 . 9 M W
L-8D
3 6 . 5 2 9 M V A
L-8C
2 3 . 7 3 5 M V A
11

2. Masukan Data
• Generator
 KV, MW, MVAR
• Transformator
 KV, MVA, Z, X/R
• Transmisi
 Panjang, R, X, Y
• Pengaman
 rating dari library
• Bus
 KV, %V, angle, LDF
• Beban
 dianggap lumped load
 KV, MVA, % beban motor

Tugino, ST MT 12

6
Contoh untuk data Generator

Tugino, ST MT 13

3. Penentuan Swing Bus


 CGN-BG1, CGN-BG2, CGN-BG3
 Besaran yang diketahui
V dan δ.
V = 1,05 pu
δ = 00

Tugino, ST MT 14

7
4. Masukan Data Studi Kasus

Metode yang digunakan?


Berapa Maximum Iterasi yang diinginkan?
Loading Category ?
Load Diversity Factor ?
Charger Loading ?
Initial Condition ?

Tugino, ST MT 15

Tampilan Data Load Flow Study Case

Tugino, ST MT 16

8
5. Jalankan program ETAP
• Pilih icon load flow analysis pada toolbar

Program tidak jalan (error)


apabila terdapat kesalahan

Data yang kurang


!  Data Swing generator
Tugino, ST MT 17

6. Output Load Flow


• Output load flow dapat diketahui setelah
program dijalankan
Untuk melihat hasil keluaran aliran daya
di load flow report manager yang terdapat
pada toolbar sebelah kanan program

Tugino, ST MT 18

9
HASIL STUDI ALIRAN DAYA SISTEM

1. Hasil perhitungan nilai tegangan dan sudut


beban saat sistem normal

Voltage Critical limit Marginal Limit


Bus (%Tegangan) (% Tegangan)

Overvoltage 105 102

Undervoltage 95 98

Tugino, ST MT 19

Tugino, ST MT 20

10
Tugino, ST MT 21

2. Perhitungan Daya Aktif dan Reaktif


saat sistem normal

Tugino, ST MT 22

11
Tugino, ST MT 23

Tugino, ST MT 24

12
3. Hasil perhitungan aliran daya pada
cabang (transmisi dan transformator)

Tugino, ST MT 25

Tugino, ST MT 26

13
Tugino, ST MT 27

4. Hasil Perhitungan losses dan


voltage drop saat sistem normal

Tugino, ST MT 28

14
Tugino, ST MT 29

Tugino, ST MT 30

15
Tugino, ST MT 31

Contoh Kesimpulan hasil Analisis


aliran daya
1. Perhitungan selesai pada iterasi 1815.
2. Tegangan yang paling rendah kritis (critical undervoltage)
untuk sistem 115 KV adalah 98,089 KV pada bus Balam.
3. Tegangan yang paling besar untuk sistem 115 KV (marginal
overvoltage) adalah 111,862 KV pada bus NDRI_115A.
4. Tegangan pada setiap bus bergantung pada besar daya reaktif
pada bus tersebut.
5. Aliran daya paling besar terdapat pada transmisi antara CGN
dengan KBJ_230A.
6. Losses yang paling tinggi pada saluran transmisi untuk sistem
115 KV adalah antara BRK (Beruk) dengan MNS (Minas)
sebesar 916,8 KW. Disamping itu jg pada saluran BTG dengan
CDRI sebesar 798,3 KW, dan saluran antara STG dengan BTG
sebesar 794,7 KW.
7. Losses semakin besar jika jarak transmisi dan daya yang
disalurkan semakin besar.
Tugino, ST MT 32

16
Contoh Saran
1. Untuk menghasilkan studi aliran daya yang optimal maka
sebelum melakukan studi aliran daya sebaiknya dilakukan
optimasi terhadap daya yang disalurkan pembangkit.
2. Hasil studi aliran daya pada sistem 115 KV dapat dikembangkan
untuk :
a) Analisa transient stabilitas sistem 115 KV
b) Optimasi alokasi daya reaktif
c) Analisa kebutuhan kapasitor (kompensasi) pada bus
d) Studi aliran daya menggunakan LTC (load tap changer)
transformator
3. Untuk menghasilkan studi aliran daya perlu dilakukan update
data-data yang diperlukan.
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dari studi aliran daya
menggunakan program ETAP adalah alokasi daya aktif, daya
reaktif, dan tegangan yang diinginkan pada bus.

Tugino, ST MT 33

Tugino, ST MT 34

17

Anda mungkin juga menyukai