0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan33 halaman

Jenis dan Karakteristik Motor Listrik

Dokumen tersebut membahas tentang jenis dan karakteristik motor listrik serta instalasi motor listrik. Terdapat dua jenis motor utama yaitu motor arus searah (DC) dan motor arus bolak-balik (AC). Motor DC dapat berupa motor penguatan terpisah, shunt, seri atau kombinasi, sedangkan motor AC dapat berupa motor sinkron tiga fasa, induksi tiga fasa, atau induksi satu fasa. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja dan a

Diunggah oleh

Anggi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan33 halaman

Jenis dan Karakteristik Motor Listrik

Dokumen tersebut membahas tentang jenis dan karakteristik motor listrik serta instalasi motor listrik. Terdapat dua jenis motor utama yaitu motor arus searah (DC) dan motor arus bolak-balik (AC). Motor DC dapat berupa motor penguatan terpisah, shunt, seri atau kombinasi, sedangkan motor AC dapat berupa motor sinkron tiga fasa, induksi tiga fasa, atau induksi satu fasa. Dokumen ini juga menjelaskan prinsip kerja dan a

Diunggah oleh

Anggi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI INSTALASI MOTOR LISTRIK

A. JENIS DAN KARAKTERISTIK MOTOR LISTRIK

Pengertian Motor Listrik


Motor listrik adalah mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Prinsip
kerjanya berdasarkan hukum gaya lorenz dan kaidah tangan kiri Fleming, yang
menyatakan bahwa: Apabila sebatang konduktor yang dialiri arus listrik ditempatkan
didalam medan magnit maka konduktor tersebut akan mengalami gaya, lihat gambar 1.

Gambar 1a. Batang penghantar yang dialir arus listrik

Gambar 1b. Kaidah tangan kiri Fleming

Arah dari gaya yang dialami oleh konduktor tersebut ditunjukan oleh kaidah tangan kiri
Fleming. Gaya tersebut dialami oleh setiap batang konduktor pada rotor, sehingga
menghasilkan putaran dengan torsi yang cukup untuk memutarkan beban yang dikopel
dengan motor. Kecepatan putaran dan besarnya torsi jualah yang menentukan sesuatu
motor itu sesuai untuk pekerjaan.

Prinsip Arah Putaran Motor


Untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaedah Flamming tangan kiri. Kutub-
kutub magnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah dari kutub utara ke kutub
selatan. Jika medan magnet memotong sebuah kawat penghantar yang dialiri arus
searah dengan empat jari, maka akan timbul gerak searah ibu jari. Gaya ini disebut gaya
Lorentz, yang besarnya sama dengan F.
Prinsip motor : aliran arus di dalam penghantar yang berada di dalam pengaruh medan
magnet akan menghasilkan gerakan. Besarnya gaya pada penghantar akan bertambah
besar jika arus yang melalui penghantar bertambah besar.
Jenis-jenis motor listrik

Jenis-jenis motor listrik berdasarkan jenis sumber tegangannya adalah:


a. Motor arus searah (DC Direct Current)
Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang mengubah energi listrik arus searah
menjadi energi mekanis. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus searah sangat
identik dengan generator arus searah. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus
dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk
kisaran kecepatan yang luas.

Gambar 2. Motor Direct Current

Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan
kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada
kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang
berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan
bolak-balik.
Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang
yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus
yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet.
Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas
di antara kutub-kutub magnet permanen.
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC) adalah sebaga berikut:
1) Motor Penguatan Terpisah / separately excited
Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya
terpisah / separately excited.

2) Motor Shunt / Self Excited


Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel
dengan gulungan dinamo, seperti diperlihatkan dalam gambar 3. Oleh karena itu
total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.

Gambar 3. Karakteristik Motor DC Shunt

Berikut tentang kecepatan motor shunt :


(a) Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque
tertentu setelah kecepatannya berkurang), oleh karena itu, cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan
mesin.
(b) Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan
seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan
pada arus medan (kecepatan bertambah).
3) Motor Seri
Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan
gulungan dinamo seperti ditunjukkan dalam gambar 5. Oleh karena itu, arus medan
sama dengan arus dinamo. Berikut tentang kecepatan motor seri :
(1) Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM
(2) Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tidak terkendali.
Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal
yang tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist (lihat Gambar 4).

Gambar 4. Karakteristik Motor DC Seri

4) Motor Kompon / Gabungan


Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon,
gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan
gulungan dinamo seperti yang ditunjukkan dalam gambar 5. Sehingga, motor
kompon memiliki torsi penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin
tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang
dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torsi penyalaan awal yang dapat
ditangani oleh motor ini.

Gambar 5. Karakteristik Motor DC kompon / gabungan


b. Motor arus bolak-balik (AC Alternating Current)
Motor arus bolak-balik (motor AC) adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah
energi listrik arus bolak-balik menjadi energi gerak atau energi mekanik berupa putaran
rotor.
1) Motor Tiga Fasa
a) Motor Sinkron
Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada
stator dan kumparan medan pada rotor. Kumparan jangkarnya berbentuk sama
dengan mesin induksi, sedangkan kumparan medan mesin sinkron dapat
berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor
silinder). Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan
dialirkan ke rotor melalui cincin dan sikat. Jadi kontruksi motor sinkron ini adalah
sama dengan generator sinkron, bedanya hanya bahwa generator sinkron
rotornya diputar untuk menghasilkan tegangan, sedangkan motor sinkron
statornya diberi tegangan agar rotornya berputar.

Gambar 5. Motor Sinkron

b) Motor Induksi / Asinkron


Motor induksi asinkron merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling
luas digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja
berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor
ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi
sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan
putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.
Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di
industri maupun di rumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor
induksi 3-fase dan motor induksi 1-fase. Motor induksi 3-fase dioperasikan pada
sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri
dengan kapasitas yang besar. Motor induksi 1-fase dioperasikan pada sistem
tenaga 1-fase dan banyak digunakan terutama untuk peralatan rumah tangga
seperti kipas angin, lemari es, pompa air, mesin cuci dan sebagainya karena
motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah. Bentuk gambaran
motor induksi 3-fasa diperlihatkan pada Gambar 6.
Gambar 6. Motor Induksi 3 fasa

Penggunaan motor induksi yang banyak dipakai di kalangan industri mempunyai


keuntungan sebagai berikut :
1) Bentuknya yang sederhana dan memiliki konstruksi yang kuat.
2) Harga relatif murah dan dapat diandalkan.
3) Efisiensi tinggi pada keadaan berputar normal, tidak memerlukan sikat
sehingga rugi – rugi daya yang dari gesekan dapat dikurangi.
4) Perawatan waktu mulai beroperasi tidak memerlukan starting tambahan
khusus dan tidak harus sinkron.
Namun disamping hal tersebut diatas, terdapat pula factor-faktor kerugian yang
tidak menguntungkan dari motor induksi yaitu sebagai berikut :
1) Pengaturan kecepatan dari motor induksi sangat mempengaruhi
efesiensinya.
2) Kecepatan motor induksi akan menurun seiring dengan bertambahnya
beban, tidak seperti motor DC atau motor shunt.
3) Kopel awal mutunya rendah dibandingkan dengan motor DC shunt.

2) Motor Satu Fasa


a) Motor Induksi Satu fasa
Motor induksi satu fasa mempunyai problem – problem yang tidak terdapat pada
motor induksi tiga fasa. Pada motor induksi tiga fasa mempunyai medan berputar,
tetapi pada motor induksi satu fasa tidak mempunyai medan tersebut. Motor
induksi satu fasa, semua kutub – kutub medan mengubah polarisasi kutubnya
pada saat yang sama. Jadi medan itu hanya tinggal mengubah arahnya saja.
Medan yang bergerak maju mundur ini tidak menimbulkan “starting torque“
untuk rotornya. Meskipun demikian, apabila rotor itu berputar, mengikuti
perubahan kutub (polarity) dari stator dan akan menghasilkan putaran (torque).
Sifat utama dari motor induksi AC satu fasa antara lain :
(a) Medan Magnet berbalik tapi tidak berputar
(b) Memerlukan sebuah alat stater.
(c) Menghasilkan torque yang rendah bila dibandingkan dengan motor
induksi tiga fasa
(1) Motor fase belah/fase bagi (split phase motor)
Motor fase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang
tersambung paralel dan mempunyai perbedaan fasa antara keduanya
mendekati 90° listrik. Gambaran konstruksi dan bentuk rangkaian sederhana
pemasangan kumparannya diperlihatkan pada Gambar 7.

Gambar 7. Bentuk konstruksi dan hubungan kumparan motor


induksi fase belah

Gambar 7 memperlihatkan letak kumparan utama dan kumparan bantu yang


diatur berjarak 90° listrik, dan memperlihatkan hubungan arus dan tegangan
yang terjadi pada kumparan motor induksi fasa belah. Di dalam prakteknya
diusahakan antara arus kumparan bantu dan kumparan utamanya berbeda
fasa mendekati 90° listrik. Dengan cara ini maka kumparan motor menjadi
seolah-olah seperti motor induksi dua fase yang akan dapat menghasilkan
medan magnet yang seolah-olah berputar sehingga motor induksi ini dapat
berputar sendiri (self starting).
Pada motor fase belah, “kumparan utama” mempunyai tahanan murni
rendah dan reaktansi tinggi, sebaliknya “kumparan bantu” mempunyai
tahanan murni yang tinggi tetapi reaktansinya rendah. Tahanan murni
kumparan bantu dapat dipertinggi dengan menambah R yang disambung
secara seri (disebut motor resistor) dengan menggunakan kumparan kawat
yang diameternya sangat kecil. Bila pada kumparan bantu diberi kapasitor,
maka motor ini disebut motor kapasitor (capacitor motor). Motor fase belah
ini biasanya sering disebut motor resistor, sedangkan untuk motor kapasitor
jarang disebut sebagai motor fase belah karena walaupun prinsipnya adalah
membagi dua fasa tetapi nilai perbedaan fasanya hampir mendekati 90°,
sehingga kerjanya mirip dengan motor induksi 2-fasa dan umumnya disebut
motor kapasitor.
Untuk memutuskan arus, kumparan bantu dilengkapi dengan saklar pemutus
„S‟ yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. Alat ini secara otomatis
akan memutuskan setelah motor mencapai kecepatan 75% dari kecepatan
penuh. Pada motor fase belah yang dilengkapi saklar pemutus kumparan
bantu biasanya yang dipakai adalah saklar sentrifugal. Khusus untuk
penerapan motor fase belah ini pada lemari es biasanya digunakan relay.
(2) Motor Kapasitor
Motor kapasitor merupakan bagian dari motor fasa belah, namun yang
membedakan kedua motor tersebut adalah pada saat kondisi start motor.
Motor kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang
secara seri terhadap kumparan bantu. Motor kapasitor ini umumnya
digunakan pada kipas angin, kompresor pada kulkas (lemari es), motor
pompa air, dan sebagainya. Bentuk fisik motor ini diperlihatkan pada Gambar
8.

Gambar 8. Bentuk motor kapasitor

Berdasarkan penggunaan kapasitor pada motor kapasitor, maka motor


kapasitor ini dapat dibagi dalam hal sebagai berikut di bawah ini.
(a) Motor kapasitor start (capacitor start motor)
Pada motor kapasitor, pergeseran fase antara arus kumparan utama (Iu)
dan arus kumparan bantu (Ib) didapatkan dengan memasang sebuah
kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantunya seperti yang
diperlihatkan pada Gambar 9

Gambar 9. Rangkaian motor kapasitor start

Motor kapasitor start merupakan motor fase belah tetapi pada saat
distart perbedaan fase antara kedua arus diperoleh melalui sebuah
kapasitor yang dipasang seri dengan kumparan bantu. Dengan adanya
kapasitor, diperoleh torsi awal yang lebih besar jika dibandingkan dengan
motor fase belah. Motor kapasitor start banyak digunakan terutama: fan,
AC, pompa, peralatan pendingin, mesin cuci, dan penggerak kompresor.
(b) Motor kapasitor start dan jalan (capacitor start-capacitor run motor)
Pada dasarnya motor ini sama dengan capasitor start motor, hanya saja
pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai 2 macam kapasitor
dan salah satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber
tegangan (tanpa saklar otomatis). Motor ini menggunakan nilai
kapasitansi yang berbeda untuk kondisi start dan jalan. Dalam susunan
pensaklaran yang biasa, kapasitor start yang seri dengan saklar start
dihubungkan secara paralel dengan kapasitor jalan dan kapasitor yang
diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu.
Penggunaan kapasitor start dan run/jalan yang terpisah memungkinkan
perancangan motor memilih ukuran optimum, yang menghasilkan kopel
start yang sangat baik. Tipe kapasitor yang digunakan pada motor
kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak. Rancangan
motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu fasa
yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang
tinggi.
Keuntungan dari motor jenis ini adalah :
1. Mempertinggi kemampuan motor dari beban lebih
2. Memperbesar cos ϕ (faktor daya)
3. Memperbesar torsi start
4. Motor bekerja lebih baik (putaran motor halus).
Motor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang
tinggi (besar) pada saat startnya, dan setelah rotor berputar mencapai
kecepatan 75% dari kecepatan nominalnya, maka kapasitor startnya
dilepas dan selanjutnya motor bekerja dengan menggunakan kapasitor
run dengan nilai kapasitor yang lebih rendah (kapasitas kecil) agar motor
dapat bekerja dengan lebih baik.

Gambar 10. Rangkaian motor kapasitor start/run

Motor kapasitor start/run dapat dirancang untuk menurunkan beban


penuh dan efisiensi yang lebih tinggi. Hal ini dapat menangani aplikasi
untuk motor fase tunggal. Contoh motor kapasitor start/run adalah
kompresor udara, tekanan tinggi pompa air, pompa vakum dan torsi
tinggi lainnya aplikasi yang memerlukan 1-10 hp.
(c) Motor kapasitor tetap / permanent capasitor motor
Pada motor ini terdapat kapasitor yang dipasang tetap sebagaimana
yang dapat dilihat pada gambar di atas Torsi awal motor kapasitor
sangat sukar diukur namun denikian terdapat suatu pendekatan untuk
menafsirkan besarnya torsi awal tersebut. Misalnya untuk memperoleh
jumlah putaran motor yang sangat lambat dibutuhkan sumber V1dan
menghasilkan torsi keluaran T1. Maka untuk tegangan sumber V2, torsi
awal motor dapat ditafsirkan dengan perhitungan sebagai berikut:

Gambar 11. Rangkaian motor kapasitor tetap/permanen

(3) Motor kutub bayangan (Shaded Pole Motor)


Motor kutub bayangan (Shaded pole) ini menggunakan kutub magnet stator
yang dibelah dan diberi cincin pada bagian kutup yang kecil yang disebut
kutub bayangan, dan sisi kutub yang besar disebut kutub pokok (Un shaded
pole) dengan rotor yang biasa digunakan adalah rotor sangkar tupai seperti
yang diperlihatkan pada Gambar 12. Motor kutub bayangan ini biasanya
diterapkan untuk kapasitas yang kecil dan sering dijumpai pada motor-motor
kipas angin yang kecil.

Gambar 12. Kutub utama dan kutub bayangan


motor shaded pole

Gambar 12 menunjukkan sebuah kutub dari motor shaded pole, kira-kira 1/3
dari kutub diberi alur yang selanjutnya dilingkari (diberi cincin) dengan satu
lilitan hubung singkat dan dikenal dengan kumparan bayangan (shading coil).
Kutub yang diberi cincin ini dikenal dengan nama kutub bayangan. Medan
putar yang dihasilkan motor shaded pole karena adanya induksi pada cincin,
hubung singkat yang terdapat pada kutub bayangan berasal dari pengaruh
induksi magnet pada kutup yang lainya, sehingga motor ini menghasilkan
fluks magnet yang berputar. Bentuk dan rangkaian motor shaded pole dapat
dilihat pada Gambar 13 dan 14
Gambar 13. Bentuk motor shaded pole

Gambar 14. Rangkaian motor shaded pole

Perbandingan karakteristik motor induksi satu fasa berdasarkan prinsip


kerjanya dapat diihat pada Gambar 15.

Gambar 15. Kurva perbandingan karakteristik motor motor induksi 1- fasa

b) Motor Non-induksi satu fasa


(1) Motor Universal
Motor universal merupakan suatu motor seri yang mempunyai kemampuan
untuk bekerja dengan sumber tegangan AC ataupun DC. Hal ini disebabkan
sudut moment kaks dibuat tetap oleh kedudukan sikat dan biasanya pada
nilai optimum 90°.
Daya motor universal umumnya berkisar antara 10 sampai 300 Watt. Motor
universal termasuk dalam motor 1 fasa karena pada motor tersebut
dimasukan tegangan satu fase. Namun dalam praktik, sering dijumpai motor
satu fase dengan lilitan 2 fase. Hal ini karena didalam motor satu fase lilitan
statornya terdiri atas 2 jenis lilitan, yaitu lilitan utama dan lilitan bantu. Kedua
jenis lilitan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga arus yang mengalir
pada masing-masing lilitan mempunyai perbedaan fasa. Dengan kata lain,
arus yang mengalir pada lilitan utama dan lilitan bantu tidak sefasa.
Karakteristik motor universal
Motor universal mempunyai karakteristik seri karena berputar pada
kecepatan rata-rata bila bebannya juga rata-rata, dan apabila bebannya
dikurangi maka kecepatannya akan naik. Motor ini mempunyai sifat sifat-sifat
yang sama seperti motor DC seri. Pada pembebanan ringan motor berputar
dengan cepat dan menghasilkan kopel yang kecil. Tetapi pada keadaan
pembebanan yang berat, maka motornya berputar secara perlahan-lahan
dengan torsi yang besar. Jadi, motor mengatur kecepatannya sesuai dengan
beban yang dihubungkan ke motor tersebut. Motor jenis ini banyak ditemui
antara lain pada: dinamo mesin jahit rumah, mesin bor, mixer, dan lainnya.

Gambar 16. Karakteristik kecepatan motor universal

Untuk motor yang sama bila dihubungkan sumber tegangan AC umumnya


didapatkan putaran lebih tinggi. Putaran motor universal biasanya tinggi,
apalagi dalam keadaan tanpa beban (lihat Gambar 16). Biasanya motor
universal dihubungkan langsung dengan beban sehingga putaran motor yang
tinggi bisa berkurang dengan pembebanan tersebut, persamaan torsinya
adalah:

dengan :
T = momen koperl ( Nm)
k = angka konstanta perbandingan
Ia = arus jangkar ( A )
Φ = fluks magnet ( kg/A.s2 atau Tesla )
(a) saat ½ periode positip (b) saat ½ periode negatif

Gambar 17. Motor dihubungkan dengan tegangan AC

Bila motor dihubungkan dengan sumber tegangan AC, pada saat ½ periode
positif (Gambar17a), motor berputar berlawanan dengan arah putaran jarum
jam. Pada ½ periode negatif (Gambar17b), dan menurut “hukum tangan kiri”
dinyatakan: apabila tangan kiri terbuka diletakkan diantara kutub U dan S,
maka garis-garis gaya yang keluar dari kutub utara menembus telapak
tangan kiri dan arus didalam kawat mengalir searah dengan arah keempat
jari, sehingga kawat tersebut akan mendapat gaya yang arahnya sesuai
dengan ibu jari, seperti terlihat pada Gambar 18.

Gambar 18. Hukum tangan kiri

Motor tetap berputar berlawanan dengan arah putaran jarum jam, karena
perubahan arah arus pada kumparan penguat bersamaan dengan
perubahan arah arus pada rotor. Dalam hal ini arus jangkar menjadi negatif (-
Ia) dan fluks magnet menjadi (-ϕ). Jadi T = k (-Ia) (-ϕ) nilainya tetap sama
dengan keadaan pertama (positif). Dengan demikian, meskipun dihubungkan
dengan sumber tegangan AC, arah putaran tidak berubah.
Bila arus bolak balik diberikan pada motor universal, kuat medan stator dan
rotor akan berubah-ubah dalam fasa waktu yang tepat. Keduanya akan
berubah arah pada saat yang sama, akibatnya torsi akan selalu pada arah
yang sama meskipun terjadi pembentukan sinyal magnetis dua kali frekuensi
jala-jala listrik. Torsi rata-rata akan dihasilkan, dan penampilan motor
universal AC umumnya akan serupa dengan motor universal jenis DC.
1. Pengaturan putaran motor universal
Pengaturan kecepatan motor universal adalah dengan cara mengatur
besar tegangan yang diberikan kepada motor ini. Motor universal
merupakan motor yang dapat bekerja dengan sumber tegangan AC
maupun DC, sehingga pengaturan tegangannya pun dapat dilakukan
dengan dua macam yaitu pengaturan dalam bentuk sumber tegangan AC
dan pengaturan dalam bentuk sumber tegangan DC.
Semakin besar tegangan yang diberikan kepada motor universal ini, maka
semakin besar pula kecepatan putarnya. Dan sebaliknya, semakin kecil
tegangan yang diberikan kepadanya, maka semakin kecil pula
kecepatannya. Pengaturan motor jenis ini termasuk dalam pengaturan
motor solid state yaitu dengan menggunakan thyristor (Triac) sebagai
pengatur tegangan.

B. KOMPONEN DAN ALAT INSTALASI PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK

1. Saklar Manual
Saklar manual ialah saklar yang berfungsi menghubung dan memutuskan arus listrik yang
dilakukan secara langsung oleh orang yang mengoperasikannya. Dengan kata lain
pengoperasian saklar ini langsung oleh manusia tidak menggunakan alat bantu. Sehingga
dapat juga disebut saklar mekanis. Pada saat saklar memutus dan menghubung, pada
kontak saklar akan terjadi percikan bunga api terutama pada beban yang besar dan voltase
yang tinggi. Karena itu gerakan memutus dan menghubung saklar harus dilakukan secara
cepat sehingga percikan bunga api yang terjadi kecil. Dengan saklar ini motor listrik dapat
dihubungkan langsung dengan jala-jala (direct on line), atau dapat pula saklar ini digunakan
sebagai starter (alat asut) pada motor-motor listrik 3 fase daya kecil.

a. Saklar SPST (Single Pole Single Throw Switch)

Saklar SPST adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan satu arah, Fungsinya
untuk memutus dan menghubung saja. Saklar jenis SPST ini hanya digunakan pada
motor dengan daya kurang dari 1 PK.
b. Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)
Saklar SPDT adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan dua arah hubungan.
Saklar ini dapat bekerja sebagai penukar. Pemutusan dan penghubungan hanya bagian
kutub positif atau fasenya saja.

c. Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch)


Saklar DPST adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah. Jadi hanya
dapat memutus dan menghubung saja.

d. Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)


Saklar DPDT adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan dua arah. Sakelar jenis ini
dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi motor dapat digunakan sebagai pembalik
putaran motor arus searah dan motor satu fase. Juga dapat digunakan sebagai
pelayanan dua sumber voltase pada satu motor.

e. Saklar TPST (Three Pole Single Throw Switch)


Saklar TPST adalah sakelar dengan satu arah pelayanan. Digunakan untuk melayani
motor 3 fase atau sistem 3 fase lainnya.

f. Saklar TPDT (Three Pole Double Throw Switch)


Saklar TPDT adalah saklar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke dua arah. Saklar ini
digunakan pada instalasi motor 3 fase atau sistem 3 fase lainnya. Juga dapat digunakan
sebagai pembalik putaran motor 3 fase, layanan motor 3 fase dari dua sumber dan juga
sebagai starter bintang segitiga yang sangat sederhana.

g. Drum Switch
Saklar Drum Switch adalah saklar yang mempunyai bentuk seperti drum dengan posisi
handle (tangkai) penggerak memutus dan menghubung berada di ujungnya. Drum Switch
digunakan pada motor-motor kecil sebagai penghubung motor dengan jala-jala (sumber
voltase). Jenis saklar ini banyak dipakai pada industri dan perbengkelan. Drum Switch
biasanya dipasang pada dinding mesinnya. Pada bagian bawah sakelar terdapat lubang
untuk pemasangan konduit

h. Cam Switch (Saklar Putar Cam)


Saklar ini adalah salah satu jenis dari sakelar manual. Cam Switch banyak digunakan
dalam rangkaian utama pada rangkaian kontrol. Misalnya untuk hubungan bintang
segitiga, membalik putaran motor 1 fase atau motor 3 fase.
Alat ini terdiri dari beberapa kontak, arah pemutaran dan sakelar akan mengubah kontak-
kontak menutup atau membuka dan beroperasi dalam satu putaran.
1) pemutar (handle),
2) plat dengan simbol pengoperasian,
3) mekanis yang berputar yang menentukan langkah putaran saketar.

i. Push button
Push button merupakan suatu jenis saklar yang banyak dipergunakan dalam rangkaian
pengendali dan pengaturan. Saklar ini bekerja dengan prinsip titik kontak NC atau NO
saja, kontak ini memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak sambungan. Sedangkan
yang memiliki kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4 buah terminal baut. Push button
akan bekerja bila ada tekanan pada tombol dan saklar ini akan memutus atau
menghubung sesuai dengan jenisnya. Bila tekanan dilepas maka kontak akan kembali ke
posisi semula karena ada tekanan pegas.
Push button pada umumnya memiliki konstruksi yang terdiri dari kontak bergerak dan
kontak tetap. Dari konstruksinya, maka Push button dibedakan menjadi beberapa tipe
yaitu:
1) Tipe NO
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan
dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan
menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir.

2) Tipe NC
Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila ditekan
dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap
sehingga arus listrik akan terputus.
3) Tipe NC dan NO
Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol tidak ditekan maka
sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan NO, bila tombol ditekan maka kontak
tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup.

Pada gambar di atas, posisi Push button pada kondisi normal (belum ditekan) maka
lampu 1 (merah) yang akan hidup (on) dan lampu 2 akan mati (off)

Setelah ditekan, posisi Push button akan berubah, sehingga lampu 1 akan mati (off)
sedangkan lampu 2 (hijau) akan hidup (on)

2. Saklar Elektromekanik dan Pengaman Motor


1) Kontaktor Magnet
Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen
kontak yang cepat agar tidak menimbulkan loncatan bunga api pada alat penghubungnya.
Selain itu, dalam pengoperasian yang dapat dilengkapi dengan beberapa alat otomatis
paling mudah dengan menggunakan alat penghubung sakelar magnet yang biasa dikenal
dengan kontaktor. Kontaktor magnet adalah suatu alat penghubung listrik yang bekerja
atas dasar magnet yang dapat menghubungkan antara sumber arus dengan muatan. Bila
inti koil pada kontaktor diberikan arus, maka koil akan menjadi magnet dan menarik
kontak sehingga arus mengalir.
Kontaktor magnet atau saklar magnet ialah saklar yang bekerja berdasarkan kemagnetan.
Artinya sakelar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik
dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan
memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang
mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor dapat memiliki koil yang
bekerja pada tegangan DC atau AC. Pada tengangan AC, voltase minimal adalah 85%
voltase kerja, apabila kurang maka kontaktor akan bergetar.
Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada
kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO)
dan kontak normal menutup (Normally Close = NC). Kontak NO berarti saat kontaktor
magnet belum bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu
menutup/menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja
kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi
fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat
lebih cepat sebelum kontak NO menutup.

Pada gambar di atas, kontak 3 dan 4 adalah NC sedangkan kontak 1 dan 2 adalah NO.
Apabila tidak ada arus maka kontak akan tetap diam. Tetapi apabila arus dialirkan dengan
menutup switch maka kontak 3 dan 4 akan menjai NO sedangkan kontak 1 dan 2 menjadi
NC.

Gambar 1 Contoh Kontaktor Magnet


Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama
tendiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dan kontak NO dan NC. Konstruksi dari
kontak utama berbeda dengan kontak bantu, yang kontak utamanya mempunyai
permukaan yang luas dan tebal. Kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis.
Kontaktor pada umumnya memiliki kontak utama untuk aliran 3 fase. Dan juga memiliki
beberapa kontak bantu untuk berbagai keperluan. Kontak utama digunakan untuk
mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk beban, misalnya motor listrik,
pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk
mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alat bantu
rangkaian, lampu lampu indikator, dan lain-lain. Notasi dan penomoran kontak-kontak
kontaktor sebagai berikut:

Tabel 1. Notasi dan Penomoran Kontak-kontak Kontaktor

Notasi Jenis
Kontak Penggunaan
Huruf Angka Kontak
L 1 L2 L3 135 NO Ke Jala-jala
Utama RST
UVW 246 NO Ke Motor
- 13 14 NO Pengunci
Bantu 19 20
NO Fungsi Lain
31 32
Dsb
21 22
Proteksi dan
41 42 NC
- Fungsi lain
dsb
Kumparan Magnet a-b
Notasi Huruf
(COIL) A1-A2

Dewasa ini kontaktor magnet lebih banyak digunakan di bidang industri dan laboratonium.
Hal ini karena kontaktor mudah dikendalikan dari jarak jauh. Selain itu, dengan
perlengkapan elektronik dapat mengamankan rangkaian listrik.
Keuntungan menggunakan kontaktor ialah:
a. pelayanannya mudah,
b. momen kontak cepat.
Sedangkan Kerugiannya:
a. mahal harganya,
b. perawatannya cukup sukar,
c. jika saklar putus sedangkan kontaktor dalam keadaan bekerja, maka kontaktor akan
lepas dengan sendirinya. Kontaktor tidak akan bekerja lagi walaupun sakelar induk
telah disambung kembali sebelum tombol start ditekan lagi.

Tidak seperti sakelar mekanis, dalam merakit dan menggunaan kontaktor harus dipahami
rangkaian pengendali (kontrol) dan rangkaian utama. Rangkaian pengendali ialah
rangkaian yang hanya menggambarkan bekerjanya kontaktor dengan kontak-kontak
bantunya. Sedangkan rangkaian utama ialah rangkaian yang khusus memberikan
hubungan beban dengan sumber voltase (jaIa-jala) 1 fase atau 3 fase. Bila kedua
rangkaian itu dipadu akan menjadi rangkaian pengawatan (circuit diagram).
Konstruksi umum sebuah kontaktor dapat dilihat pada gambar di atas. Kontaktor memiliki
kontak diam dan kontak-kontak yang bergerak apabila koil mendapat arus dari sumber.
Kontaktor akan bekerja selama koil mendapat arus. Apabila arus terputus maka kontaktor
akan kembali ke posisi semula.

Gambar 2 Konstruksi Kontaktor Magnet

2) Thermal Overload Relay (TOR)


Dalam instalasi motor listrik, dibutuhkan proteksi untuk menjaga motor dari kerusakan
akibat gangguan. Thermal Overload Relay (TOR) adalah salah satu proteksi motor dari
arus yang berlebih. Bila Arus yang melewati motor terlalu besar maka motor akan rusak,
oleh sebab itu TOR akan memutuskan rangkaian apabila ada arus yang melebihi batas
beban.
Relay ini dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama 2, 4, 6 sebelum ke beban
(motor). Gunanya untuk mengamankan motor atau memberi perlindungan kepada motor
dari kerusakan akibat beban lebih. Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain:
a. terlalu besarnya beban mekanik dari motor
b. arus start yang tertalu besar atau motor berhenti secara mendadak
c. terjadinya hubung singkat
d. terbukanya salah satu fase dari motor 3 fase.
Arus yang terlalu besar yang timbul pada beban motor akan mengalir pada belitan motor
yang dapat menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor. Untuk menghindari
hal itu dipasang termal beban lebih pada alat pengontrol. Prinsip kerja termal beban lebih
berdasarkan panas (temperatur) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui
elemen-elemen pemanas bimetal. Dan sifatnya pelengkungan bimetal akibat panas yang
ditimbulkan, bimetal akan menggerakkan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian
listrik (Kontak 95-96 membuka)

Gambar 3 Contoh TOR

TOR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dari benda bimetal. Apabila benda terkena
arus yang tinggi, maka benda akan memuai sehingga akan melengkung dan memutuskan
arus.

Bimetal Terkena Panas

Arus yang berlebihan akan menimbulkan panas, sehingga dapat membengkokkan benda
bimetal.
Untuk mengatur besarnya arus maksimum yang dapat melewati TOR, dapat diatur
dengan memutar penentu arus dengan menggunakan obeng sampai didapat harga yang
diinginkan.

3) Time Delay Relay


Relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam instalasi
motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis.
Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol lain, contohnya
dengan MC (Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay, dan lain-lain.
Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang
dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mangatur waktu hidup atau mati dari
kontaktor atau untuk merubah sistem bintang ke segitiga dalam delay waktu tertentu.
Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi
motor dan menggunakan rangkaian elektronik. Timer yang bekerja dengan prinsip induksi
motor akan bekerja bila motor mendapat voltase AC sehingga memutar gigi mekanis dan
menarik serta menutup kontak secara mekanis dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C
yang dihubungkan seri atau paralel. Bila voltase sinyal telah mengisi penuh kapasitor,
maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya
pengisian kapasitor.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan dan bagian outputnya
sebagai kontak NO atau NC.
Prinsip kerja timer apabila pada kumparan stator diberi arus bolak balik, maka
pada stator akan timbul fluksi. Pada stator ini terdapat cincin berupa kawat tembaga yang
dihubung singkat, pada cincin ini akan terinduksi arus fluksi stator sehingga terbentuk
fluksi yang dihasilkan cincin ini berbeda fase 90º c tertinggal dengan fluksi stator utama.
Kedua fluksi tersebut identik dengan medan putar dua phasa. Poros motor akan memutar
piringan dengan perantaraan roda gigi. Roda gigi ini diberi suatu tuas dengan saklar yang
dapat diatur, hingga waktu kumparan diberi daya dengan tertekannya saklar dapat diatur.
Bila daya yang diberi ke kumparan hilang maka pegas akan menarik piringan kedudukan
semula dan saklar akan kembali kedudukan semula.
Hubungan Rangkaian Timer adalah sebagai berikut :
a. Terminal 2-7 adalah terminal koil untuk tegangan/voltase masuk
b. Terminal 5-8 adalah terminal kontak NC
c. Terminal 6-8 adalah terminal kontak NO
d. Terminal 1-3 adalah terminal kontak NO.

Kumparan Timer Kontak langsung Kontak Timer

Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah
mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan
membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

4 5
6 5 4 3
3
6
3 4

2 7 2 5
2
1 6
1 8
8 7

7 8 1 2
INPUT Voltage

Kaki-kaki Timer Soket Timer

Timer memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki koil sebagai contoh pada
gambar yaitu kaki 2 dan 7, sedangkan kaki yang lain akan berpasangan NO dan NC, kaki
1 akan NC dengan kaki 4 dan NO dengan kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki
5 dan NO dengan kaki 6. Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis Relay
timernya.
4) Miniature Circuit Breaker (MCB)
MCB Adalah suatu alat yang bekerja dengan cara semi otomatis, MCB dapat
memutuskan rangkaian arus listrik dengan cara mekanis dan dapat juga mengamankan
rangkaian arus listrik dengan cara otomatis bila terjadi hubungan singkat serta beban
lebih dalam suatu rangkaian.
Prinsip kerja MCB adalah asas kerja thermis (panas) dengan menggunakan bimetal. Bila
kawat resistansi yang terdapat pada bimetal dialiri arus yang melebihi harga nominalnya,
maka bimetal akan bergerak atau melengkung akibat panas. Gerakan atau lengkungan ini
akan menolak bagian mekanis dari MCB yang akan menyebabkan tuas MCB terlepas
(OFF).
MCB terdiri dari MCB 1 fase dan MCB 3 fase yng masing-masingnya mempunyai ukuran
arus yang berbeda-beda.
Perhitungan arus untuk MCB adalah sebagai berikut :
In motor = 8,6 A
1 MCB = ln motor x 1,25 = 8,6 x 1,25 = 10,75 A
Maka digunakan MCB 3 fase merk HANGER dengan arus maksimal 32 A.

Terminal
masukan

Tuas penghubung

Tuas pendorong
Pengunci mekanik
Batang Bi-Metal
Terminal
keluaran

Koil Gambar 5
Gambar 4 Konstruksi MCB Simbol MCB 1 fase

5) ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)


Proteksi pada instalasi listrik untuk proteksi arus bocor ke tanah pada umumnya
digunakan ELCB.
ELCB merupakan alat yang dapat menghubungkan dan memutuskan arus listrik secara
otomatis atau semi otomatis, alat ini dilengkapi dengan proteksi manusia dari voltase
sentuh.
ELCB ini bekerja dengan mendeteksi apakah ada perbedaan arus yang mengalir pada
kawat listrik.

ELCB 3 FASA Simbol ELCB 3 phasa

a. Prinsip Kerja ELCB


Rangkaian ELCB terdiri dari kumparan magnet dan saklar, saklar ini dikendalikan
secara manual dan magnet listrik. Apabila kedudukan saklar penghubung ELCB dalam
keadaan tertutup, maka sumber voltase listrik akan mengalir ke bagian beban.
Kumparan magnet lah yang akan membuka rangkaian apabila ada arus listrik yang
mengalir pada kumparannya. Kumparan magnet ELCB di sebut juga dengan Z. Trafo,
yang keadaan normal tidak mendapat voltase. Apabila ada arus bocor maka kumparan
akan bekerja membuka rangkaian dengan menarik saklar utama.

b. Konstruksi Saklar Arus Bocor Pada ELCB


Saklar arus bocor dan proteksi arus sisa (SPAS) bekerja dengan sistem diferensial.
Saklar ini memiliki sebuah transformator arus dengan inti berbentuk gelang. Inti ini
melingkari semua hantaran suplai ke mesin atau aparat yang di amankan, termasuk
hantaran netral. Hal ini berlaku untuk sambungan satu phasa, sambungan tiga phasa
tanpa netral maupun sambungan tiga phasa dengan netral.
Dalam keadaan normal, jumlah arus yang dilingkari oleh inti transformator sama
dengan nol. Kalau ada arus bocor ke tanah misalnya 0,5 A, keadaan seimbang ini
akan terganggu. Karena itu, dalam inti transformator akan timbul suatu medan
magnetik yang membangkitkan suatu voltase dalam kumparan sekunder.

Gambar 6. Konstruksi ELCB

Keterangan :
1) Terminal input 4) Kotak-kontak 7) Coil sensing
2) Terminal output 5) Solenoida 8) Rangkaian
3) Tombol reset 6) Tombol penguji 9) Konduktor penguji
6) Lampu Indikator
Pengunaan lampu indicator ini adalah sebagai isyarat atau tanda untuk mengetahui
apakah rangkaian yang bersangkutan dalam keadaan bekerja atau tidak. Dalam hal ini
lampu indicator berfungsi untuk menyatakan bahwa rangkaian kontrol sudah bekerja atau
tidak, dan biasanya digunakan lampu indicator berwarna merah. Apabila lampu indicator
tersebut menyala berarti rangkaian kontrol dalam keadaan bekerja.
7) Overload Relay
Overload Relay pada dasarnya adalah proteksi untuk beban lebih yaitu untuk memberikan
perlindungan dan proteksi dari kerusakan akibat pembebanan lebih. Relay beban lebih ini
prinsip kerjanya memakai sistem Bimetal, dimana terdiri dari elemen pemanas (heater
element) yang dilalui arus dari CT (trafo arus) dan memanaskan bimetal serta beberapa
keping logam yang ketebalannya akan menentukan kecepatan kerja relai, jika peralatan
listrik dibebani maka akan menjadi panas, yang disebabkan oleh arus beban, sehingga
suhu peralatan akan naik secara eksponensial sehingga bila melebihi dari nilai settingnya
relai akan bekerja.
Keuntungan penggunaan Overload Relay antara lain :
a. Proteksinya sederhana
b. Dapat berfungsi sebagai proteksi utama dan proteksi cadangan
c. Relatif harganya murah
d. Penyetelannya sederhana
Perhitungan mencari arus TOR adalah :
In TOR = 125 % x ln motor = 1.25 x 8,6 = 10,75 A
Sehingga dipilih TOR Mitsubishi TH-N 12 KP 4 A, dengan setingan arus 9-13 A.

Gambar 7 Overload Relay


C. PENGENDALIAN MOTOR LISTRIK

JENIS KENDALI MOTOR LISTRIK


Kendali motor listrik dapat dibagi menjadi beberapa 2 macam yaitu kendali menurut
penggunaan alatnya dan kendali listrik menurut fungsinya.

1. KENDALI MENURUT PENGGUNAAN ALATNYA.


Kendali menurut penggunaan alatnya terdiri dari 3 jenis yaitu :
a. kendali manual,
b. kendali semi otomatis
c. kendali otomatis.

a) Kendali Manual.
Kendali manual adalah jenis kendali yang menggunakan alat berupa sakelar mekanis
untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik pada motor listrik secara langsung
oleh orang yang mengoperasikan {operator}. Sakelar yang digunakan merupakan tipe
sakelar yang sangat sederhana yaitu sakelar togel {Togel Switch} yang banyak digunakan
pada motor-motor listrik berdaya kecil, operator yang mengoperasikannya harus
mengeluarkan tenaga otot yang kuat. Berikut ini gambar bagan kendali manual.

Gambar. Bagan Kendali Manual.

b) Kendali Semi Otomatis.


Kendali semi otomastis adalah jenis pengendali yang menggunakan alat kendali semi
otomatis berupa kontaktor magnet dan tombol tekan (push button) dilengkapi dengan
pengaman TOR {Thermal Overload Relay} untuk menghubungkan atau memutuskan aliran
arus listrik dengan motor listrik. Pada kendali semi otomatis kerja orang yang
mengoperasikan {operator}sedikit ringan karena cukup dengan menekan tombol start dan
menekan tombol stop.
Gambar. Bagan Kendali Semi Otomatis.

c) Kendali Otomatis.
Kendali otomatis adalah jenis kendali yang menggunakan alat otomatis, terbuat dari
suatu program dalam bentuk konduktor magnit yang dikendalikan oleh sensor-sensor.
Sehingga motor listrik dapat berhenti atau bekerja secara otomatis. Pada kendali otomatis
kerja operator semakin ringan yaitu dengan memonitor dari sistem sehingga dapat
menghemat tenaga.

Gambar. Bagan Kendali Otomatis.

2. KENDALI MENURUT FUNGSINYA.


Kendali menurut penggunaan alatnya terdiri dari 3 jenis yaitu
a. Pengendali saat mulai berjalan {starting}.
b. Pembalikan arah putaran.
c. Pengendali pada saat motor berhenti {stopping}.
1.1. Menjalankan motor AC secara langsung
Pengontrolan motor secara langsung maksudnya adalah menjalankan motor
menggunakan saklar sebagai ON dan OFF, misalnya saklar TPDT, TPST, DPST, Came switch
dll. Seperti ditunjukkan gambar kontrol motor dibawah ini

R S T

U V W
KU

K.B C S Z X Y

Menjalankan motor 1 phasa secara Menjalankan motor 3 phasa Secara


langsung dengan saklar SPDT langsung dengan saklar TPDT

Gambar rangkaian DOL dengan menggunakan kontaktor

Pada pengontrolan ini besar arus awal yang masuk kemotor tidak dapat diatur, dan
arah putaran motor hanya satu arah saja. Motor akan berhenti jika handel saklar diletakkan
pada posisi 0 atau ditengah.
1.2. Pengontrolan dari beberapa tempat.
Dua atau tiga motor dapat diatur / dikontrol dari beberapa tempat dan juga dapat
dilengkapi dengan alat-alat pengaman yang ditempatkan pada tempat tertentuyang
dianggap berbahaya, baik terhadap yang melayani mesin ataupun terhadap mesin itu
sendiri.
Pemakaian sistem ini misalnya pada mesin alavator, mesin conveyer dsb. Pengontrolan
dapat dihubungkan secara paralel , berurutan atau kombinasi. Pada gambar dibawah
diperlihatkan salah satu rangkaian pengontrolan motor 3 phasa yang dilengkapi dengan
beberapa tombol stop dan start dengan menggunakan kontaktor magnit.

1.3. Pengontrolan Motor Untuk Dua Arah Putaran


1.3.1. Menjalankan Motor 1 Phasa Untuk Dua Arah Putaran
Untuk membalik arah putaran motor satu Phasa dapat dilakukan dengan membalik
salah satu arah arus yang mengalir pada kumparan bantu ( start ).
Arah arus dapat dibalik dengan menggunakkan saklar manual atau menggunakan
kontaktor magnit serta alat bantu kontrol lainnya.

1.3.2. Menjalankan Motor 3 Phasa Untuk Dua Arah Putaran


Pembalikkan arah putaran motor 3Phasa banyak dibutuhkan pada mesin-mesin bubut,
frais, conveyor, mesin pengangkat dan mesin otomatis lainnya yang ada diindustri. Untuk
membalik arah putaran motor induksi tiga fasa, dapat kita lakukan dengan menukar arah
arus ke motor antara dua fasa dari 3 fasa sumber tegangan, pengontrol dapat dilakukan
dengan saklar TPDT atau menggunakan dua buah kontaktor , satu kontaktor untuk arah
maju ( forward ) dan kontaktor lainnya untuk arah mundur ( reverse)
Menjalankan Motor Secara Bintang Segitiga.

Menjalankan motor dengan saklar bintang segitiga adalah cara yang biasa dipakai
untuk mengurangi arus start. Secara teoritis dengan dihubungkan bintang tegangan fasa
motor itu berkisar 58% dari tegangan jala-jala motor dan arus startnya adalah sepertiga kali
arus start bila motor tersebut dihubung langsung ( Direct on line )

Hubungan bintang segitiga dapat dilakukan secara manual yaitu dengan saklar bintang
segitiga yang digerakkan oleh tangan ( Cam Switch ), dapat juga dilakukan dengan
menggunakan kontaktor magnit yang dilengkapi dengan penunda waktu. Adapun rangkaian
daya dan kontrol untuk hubungan bintang segitiga adalah sbb:

a. Rangkaian Pengendali
b. Rangkaian Daya

Common questions

Didukung oleh AI

Perbedaan utama antara push button tipe NO dan NC adalah posisi kontak pada kondisi tidak ditekan: tipe NO akan menutup ketika ditekan dan akan terbuka ketika dilepaskan, sedangkan tipe NC akan membuka ketika ditekan dan kembali menutup ketika dilepaskan.

Motor induksi tiga fasa memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan motor satu fasa, antara lain: bentuknya yang sederhana dan struktur yang kuat, harganya yang relatif murah, dan efisiensi yang tinggi dalam kondisi operasi normal. Selain itu, motor ini tidak memerlukan sikat sehingga rugi daya akibat gesekan dapat dikurangi dan tidak memerlukan starting tambahan khusus.

Prinsip kerja motor sinkron dan generator sinkron serupa karena keduanya memiliki kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. Namun, perbedaannya terletak pada operasional: motor sinkron menerima tegangan pada stator untuk memutar rotor, sedangkan generator sinkron memutar rotor untuk menghasilkan tegangan.

Kontaktor magnet berfungsi sebagai alat penghubung listrik yang menghubungkan sumber arus dengan beban, bekerja atas dasar magnet untuk menghubungkan atau memutuskan arus. Selain itu, kontaktor digunakan untuk melindungi sistem dengan kemampuan memutuskan arus pada kondisi kerja normal atau jika ada gangguan pada sistem.

Kecepatan motor DC shunt dapat dikendalikan dengan dua cara: menambah tahanan dalam seri dengan dinamo untuk menurunkan kecepatan, atau dengan menambah tahanan pada arus medan untuk meningkatkan kecepatan. Hal ini memungkinkan kontrol kecepatan yang presisi sesuai kebutuhan operasional mesin.

Motor seri harus dihindari untuk digunakan tanpa beban karena dapat mengalami percepatan yang tidak terkendali dan bisa merusak motor. Ketika tidak ada beban, motor ini cenderung berputar semakin cepat karena tidak ada yang menahan torsi awalnya yang besar.

Kelemahan motor induksi dibandingkan motor shunt DC adalah bahwa pengendalian kecepatan pada motor induksi sangat mempengaruhi efisiensinya. Selain itu, kecepatan motor induksi akan menurun saat beban bertambah, berbeda dengan motor shunt DC yang mampu menjaga kecepatan lebih konstan.

Motor induksi satu fasa membutuhkan alat starter karena medan magnet yang dihasilkan hanya bergerak maju mundur dan tidak memutar. Kondisi ini tidak menghasilkan "starting torque" untuk rotornya, sehingga diperlukan alat starter untuk menggerakkan rotor dari kondisi diam hingga terjadi pergerakan.

Penggunaan kapasitor pada motor start/run memperbaiki kemampuan motor untuk menangani beban lebih dan memperbesar torsi start. Saat start, kapasitor dengan nilai tinggi digunakan, dan setelah mencapai 75% kecepatan nominal, kapasitor start dilepas dan digantikan kapasitor run berkapasitas lebih rendah untuk operasi yang optimal.

Pada motor kapasitor start, penggunaan kapasitor berkapasitas tinggi saat start dapat meningkatkan torsi start dengan memperkuat medan magnet sesuai dengan konfigurasi kumparan bantu yang optimal. Kapasitor run kemudian digunakan untuk mempertahankan efisiensi operasi dengan kapasitor yang lebih rendah setelah start.

Anda mungkin juga menyukai