0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Analisis Interaksi Perawat dan Klien

Dokumen tersebut memberikan analisis proses interaksi antara perawat dengan pasien. Interaksi terjadi dalam fase orientasi dan kerja. Perawat berusaha memperkenalkan diri dan membangun hubungan percaya dengan pasien dengan melakukan komunikasi verbal dan nonverbal. Pasien mengungkapkan perasaan marahnya karena tidak dihargai di keluarga. Perawat mencoba memahami penyebab emosi pasien dan memberikan masukan untuk mengontrol emosinya dengan

Diunggah oleh

Annisa Mulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan10 halaman

Analisis Interaksi Perawat dan Klien

Dokumen tersebut memberikan analisis proses interaksi antara perawat dengan pasien. Interaksi terjadi dalam fase orientasi dan kerja. Perawat berusaha memperkenalkan diri dan membangun hubungan percaya dengan pasien dengan melakukan komunikasi verbal dan nonverbal. Pasien mengungkapkan perasaan marahnya karena tidak dihargai di keluarga. Perawat mencoba memahami penyebab emosi pasien dan memberikan masukan untuk mengontrol emosinya dengan

Diunggah oleh

Annisa Mulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny.D Nama Mahasiswa : Annisa Mulia


Status interaksi perawat – kien : Fase orientasi (Perkenalan) Tanggal : 1 September 2020
Lingkungan : Duduk , suasana tenang, pagi hari Jam : 09.30 -10.00 WIB
Deskripsi Klien : Klien menggunakan coklat , kaos coklat putih Bangsal :-
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien memperkenalkan diri dan terjalin hubungan percaya
KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN

P : assalamualaikum bu, P: Kontak mata, tersenyum


Berharap klien dapat Duduk didepan perawat Salam merupakan salah satu
perkenalkan Saya Perawat menatap klien
Klien berbicara lancar
Annisa Mulia, ibu boleh menerima perkenalan dan cara memberi perhatian pada
panggil Saya Annisa, Saya
klien dapat menjawab klien
perawat yang bertugas hari ini
dari pukul 08.00 WIB sampai
dengan pukul 13.00 WIB
Perkenalan merupakan salah
siang. Kalau boleh Saya tahu
nama Ibu siapa dan senang satu cara untuk membina
dipanggil dengan sebutan apa
hubungan saling percaya.
K: nama saya ibu Diah K: Kontak mata, tersenyum
menatap perawat
Menyebutkan nama
menandakan kesediaan
menerima hubungan dengan
baik

P : Baiklah bu Diah, P : Kontak mata, tersenyum berharap klien


Menggali perasaan klien
dapat menjawab pertanyaan
Bagaimana perasaan Ibu hari
dengan baik dan tenang cengan mengobrol
ini,apakah masih ada perasaan
kesal atau marah?
K : (diam)
P : Baiklah sekarang kita akan
Bicara dengan tidak ada
berrbincang-bincang tentang Klien menjawab pertanyaan
K : menatap perawat ketertarikam,
perasaan marah [Link] dengan tenang menandakan
Klien manjawab dengan malas
lama kita berbincang-bintang? kesediaan menerima interaksi
Bagaimana kalau 10 menit?
K : Jangan lama-lama, saya
bosan disini
P : Baik Bu, ibu maunya kita
berbincang-bincang dimana?
Bagaimana kalau disana saja Mencari tahu sejauh mana
klien mengontrol marahnya
K : Iya

ANALISA PROSES INTERAKSI


Inisial klien : Ny.D Nama Mahasiswa : Annisa Mulia
Status interaksi perawat – kien : Fase Kerja Tanggal : 1 September 2020
Lingkungan : Duduk , suasana tenang, pagi hari Jam : 09.00- 10.00 WIB
Deskripsi Klien : Klien menggunakan coklat, kaos coklat putih Bangsal :-
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien memperkenalkan diri dan terjalin hubungan percaya
KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN

P: Apa yang menyebabkan Ibu Berharap klien dapat Bicara agak ragu – ragu, Mencari tahu sejauh mana klien
P: Kontak mata bicara jelas.
menjawab pertanyaan kurang percaya diri. mengenali halusinasi yang ia
marah? dapatkan
K: Mereka itu tidak pernah
menghargai perasaan [Link] K: tidak kontak mata, klien
tahu, saya hanya anak angkat melamun
(yatim piatu) dan saya tidak
tamat SD, tapi saya juga
manusia,, Bahkan saya tidak bisa
sekolah karena uang orangtua
kami dipakai buat sekolahnya
mereka. Harusnya mereka
berterima kasih, saya sudah mau
berkorban untuk mereka, mereka
malah menganggap saya beban P : mempertahankan kontak Berharap klien terus bercerita Klien mengungkapkan Mencari tahu sejauh mana klien
masalahnya dengan bebas
dalam keluarga, selalu menatap mata, dengan  ekspresi serius mengontrol marahnya
saya dengan tatapan sinis,
seolah-olah saya memang sudah
tidak bisa apa-apa lagi.. yang
K : Menatap Perawat,
jelas saya merasa tidak
bercerita dengan wajah
dihargailah... Betul-betul kurang
ekspresi dengan wajah serius
ajar mereka,
P : Mereka itu Kakak tiri-nya Ibu
ya?
K : Dan istrinya,, sama saja tidak
ada bedanya...
P : Apakah sebelumnya Ibu
pernah marah? Apakah
penyebabnya sama dengan
sekarang?
Mencari tahu penyebab klien
K : Iya Klien menceritakan apa yang dapat melakukan tindakan yang
P : Oh... Jadi Ibu marah karena Berharap klien mau menjawab ia alami dilakukannya.
P : Mempertahan kan kontak
tidak dihargai dalam keluarga.
mata , Ekspresi wajah tenang,
Pada saat Ibu marah, apa yang
Ibu rasakan? Apakah Ibu
K : Menatap Perawat,
merasakan kesal kemudian dada
bercerita dengan wajah
Ibu berdebar-debar, mata
melotot, rahang terkatup rapat, ekspresi dengan wajah serius,

dan tangan mengepal?


K : Ya iya lah, namanya juga lagi
marah,gimana sih kamu
ini”(muka meremehkan)
P : Setelah itu apa yang Ibu K : Mengangguk dan menatap
lakukan? perawat
K : Apa yang ada disekitar
saya,saya lempar dan saya pecahkan
P : Oh..iya, jadi Ibu memecahkan
barang-barang yang ada disekitar
Ibu, apakah dengan cara ini
mereka akan lebih menghargai
Ibu?
K : Tidak, tapi rasanya puas
memberikan masukan
P : Iya, tentu tidak. Apa kerugian
Klien merasa percaya diri
dari cara yang Ibu lakukan? sederhana untuk meningkatkan
Berharap klien dapat
K : Mereka ketakutan. Mereka hubungan saling percaya dan
P : Pertahankan kontak mata, menerima saran perawat
pikir saya pasti akan membunuh membantu klien dalam
dengan ekspresi serius,
mereka semua, menghadapi masalahnya
menggerakkan tangan
P : Betul, keluarga jadi takut
kepada Ibu, barang-barang
pecah, harus mengeluarkan uang
untuk membeli barang baru lagi.
Menurut Ibu adakah cara lain
yang lebih baik? Maukah Ibu
belajar cara mengungkapkan
kemarahan dengan baik tanpa
menimbulkan kerugian?
K : Bagaimana ?
P : Ada beberapa cara untuk
mengontrol kemarahan, Bu.
Bagaimana kalau kita belajar
satu cara dulu?
K : Iya
.
P : Begini Bu, kalau tanda-tanda
Membantu klien untuk
marah tadi sudah Ibu rasakan Klien dapat mengontrol marah mengontrol marahnya
K : Klien mempraktekkan cara Berharap klien dapat mengerti
maka Ibu berdiri, lalu tarik napas
dari hidung, tahan sebentar, lalu mengontrol marah dengan dan bisa memperagakan ulang

keluarkan/tiup perlahan-lahan serius


melalui mulut seperti
mengeluarkan kemarahan. Ayo
coba lagi, tarik dari hidung,
bagus.., tahan, dan tiup melalui
mulut. Nah, lakukan 5 kali. 
K : (melakukan instruksi
perawat)
P : Bagus sekali, Ibu sudah bisa
melakukannya. Bagaimana
perasaannya?
K : Agak lebih tenang,
P : Nah, sebaiknya latihan ini
Ibu lakukan secara rutin,
sehingga bila sewaktu-waktu rasa
marah itu muncul Ibu sudah
terbiasa melakukannya

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny.D Nama Mahasiswa : Annisa Mulia


Status interaksi perawat – kien : Fase Terminasi Tanggal : 1 September 2020
Lingkungan : Duduk , suasana tenang, pagi hari Jam : 09.30 -10.00 WIB
Deskripsi Klien : Klien menggunakan jilbab coklat, kaos coklat putih Bangsal :-
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien memperkenalkan diri dan terjalin hubungan percaya
KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
Berharap interaksi tetap Klien merasa percaya diri Menanyakan perasaan
P: Bagaimana perasaan Ibu P: Tersenyum, kontak mata berjalan lancar menunjukan sikap empati
setelah berbincang-bincang K: Menatap perawat dan
tentang kemarahan Ibu? tersenyum.
K: Lumayan lebih tenang
P :Iya, jadi penyebab dari
kemarahan Ibu adalah karena
tidak dihargai, dan yang Ibu
rasakan adalah kesal kemudian
dada Ibu berdebar-debar, mata
melotot, rahang terkatup rapat,
dan tangan mengepal. Yang Ibu
lakukan adalah membanting dan
memecahkan barang-barang yang
ada disekitar Ibu dan mereka
semua ketakutan, semua barang
juga pecah dan berhamburan
P: Setelah kita ngobrol tadi,
P: Mempertahan kan kontak Berharap klien mengerti Klien bicara keras dan lancar
sekarang coba Ibu simpulkan Evaluasi latihan klien agar
mata
pembicaraan kita tadi.? klien tidak lupa
K: cara agar suara itu tidak K: Mengangguk dan menatap
perawat
marah - marah
P : bagaimana caranya bu ?
K : Tarik napas dari hidung,
tahan sebentar, lalu
keluarkan/tiup perlahan-lahan
melalui mulut seperti
mengeluarkan kemarahan, 5x
P : iya benar ya bu, di ulang
sampai marahnya mereda ya
bu

P: Coba selama saya tidak ada, P: Mempertahan kan kontak Berharap interaksi tetap Klien merasa senang dekat Terminasi yang disepakati
ingat-ingat lagi penyebab marah mata dan tersenyum berjalan lancar dan berlanjut dengan P dan menerima dapat membina hubungan
perpisahan dengan baik. saling percaya antara klien dan
Ibu yang lalu, apa yang Ibu K: Mengangguk, tersenyum perawat serta dapat
lakukan kalau marah yang belum dan menatap perawat melanjutkan interaksi dengan
baik
kita bahas dan jangan lupa latihan
napas dalamnya ya Bu? Sekarang
kita buat jadwal latihannya ya
Ibu, berapa kali sehari Ibu mau
latihan napas dalam?
K: 3 kali
P : Jam berapa saja Bu?
K : Jam 9 pagi,Jam 12,dan  jam 4
sore
P : Baik Bu, bagaimana kalau 2
jam lagi saya datang dan kita
latihan cara yang lain untuk
mencegah/mengontrol marah.
Tempatnya disini saja ya Bu,
Selamat pagi
K : baik sus

Anda mungkin juga menyukai