TUGAS
METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Yang Diampu Oleh :
Dinar Rahayu, [Link]., [Link].
Disusun Oleh :
Fahmi Rizaldi 18211034
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS INFORMATIKA DAN BISNIS INDONESIA
BANDUNG
2020
1. Functional Decomposition Methodologies
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem-subsistem
yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang dan [Link]
termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah :
HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output)
merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. HIPO sebenarnya
adalah alat dokumentasi program. Akan tetapi, sekarang banyak digunakan sebagai alat
desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem yang berbasis pada
fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.
Menurut Jogiyanto HM dalam buku Analisis & Desain Sistem Informasi (2005:787)
HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output) adalah alat disain dan teknik dokumentasi
dalam siklus pengembangan sistem. HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output)
mempunyai sasaran utama sebagai berikut :
Untuk menyediakan suatu struktur guna memahami fungsi-fungsi dari program.
Untuk lebih menekankan fungsi-fungsi yang harus diselesaikan oleh program, bukannya
menunjukkan statemen-statemen program yang digunakan untuk melaksanakan fungsi
tersebut.
Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan output
yang harus dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkatan dari diagram-
diagram HIPO.
Untuk menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pemakai.
Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
Information Hiding Information Hiding
adalah menyembunyikan attribute suatu objek dari objek lain. Encapsulation adalah
menyembunyikan method suatu objek dari objek lain. Attribute maupun method
disembunyikan dengan cara memberikan modifier private. Method dalam kelas yang sama,
yang memberikan nilai pada attribute private disebut method setter, sedangkan method masih
dalam kelas yang sama, yang mengambil nilai dari attribute private disebut getter.
Kelebihan
Resiko yang rendah pada pengembangan sistem
Mengutamakan fungsi-fungsi pada sistem perangkat lunak sehingga kemudahan
pemakaian sistem yang paling di utamakan.
Kekurangan
Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh
Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut
Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil.
2. Data Oriented Methododlogies
Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses.
Dikelompokkan ke dalam dua kelas, yaitu :
Data flow oriented methodologies
sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar
fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
- SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
- Composite Design
- SSAD (Structured System Analysis and Design)
Data Structured oriented methodologies
Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem. Yang termasuk
dalam metodologi ini adalah :
- JSD (Jackson’s System Development)
- W/O (Warnier/Orr).
Kelebihan
Mempermudah dalam manajemen proyek pengembangan system
Data structured oriented methodologies merupakan pendekatan visual, ini membuat
metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer
Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan data structured oriented
methodologies menjadikan bagus untuk digunakan
Merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry
Model ini sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak
untuk digunakan
Model ini memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
Model ini relative simple dan mudah dimengerti
Kekurangan
Model ini berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan
nonfungsional
Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan model ini
Prinsip dasar Data structured oriented Methodologies merupakan pengembangan non-
iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubh pada setiap proses.
Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah
didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan
(keutuhankebutuhan baru)
Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan
untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna
untuk melakukan evaluasi
Pada Data structured oriented Methodologies sulit sekali untuk memutuskan ketika
ingin menghentikan dekomposisi dan nilai membuat sistem
3. Prescriptive Methodologies
Metodologi ini merurpakan metodologi yang dikembangkan oleh sistem house dan pabrik
– pabrik perangkat lunak dan tersedia secara komersial dalam paket – paket program. Yang
termasuk dalam metodologi ini adalah:
ISDOS (Information System Design and Optimization System)
ISDOS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan di University of Michigan.
Kegunaan dari ISDOS adalah mengautomatisasi proses pengembangan sistem informasi.
ISDOS mempunyai 2 komponen, yaitu PSL dan PSA.
PSL
merupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan
pemakai dalam bentuk machine-readable form. PSL dirancang sehingga output yang
dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan
sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemograman prosedural. PSA merupakan paket
perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictiortary) dan digunakan untuk
mengecek data yang dimasukkan, yang disimpan, yang dianalisis dan yang dihasilkan
sebagai output laporan.
PSA
memanfaatkan DBMS untuk menyimpan data. PSA akan menganalisis PSL untuk
kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan sejumlah laporan-laporan, seperti data
dictionary, function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. Laporan dalam
bentuk grafik juga dapat dihasilkan oleh PSA, seperti laporan yang menggambarkan
hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari proses yang lain
atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses yang lain. PSA akan melakukan
analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses.
PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan
analisis dari spesifikasi volume.
PLEXSYS
Kegunaan dari PLEXSYS adalah untuk melakukan transformasi suatu statement bahasa
komputer tingkat tinggi ke suatu executable code untuk suatu konfigurasi perangkat keras
yang diinginkan. PLEXSYS merupakan tambahan untuk ISDOS. Kalau ISDOS digunakan
pada aspek penentuan kebutuhan, PLEXSYS digunakan pada aspek penghasil kode program
secara automatis.
PRIDE
Ditawarkan oleh suatu perusahaan di Amerika Serikat, yaitu M. Bryce & Associates.
PRIDE merupakan suatu perangkat lunak terpadu yang baik untuk analisis/ disain sistem
terstruktur, manajemen data, manajemen proyek dan pendokumentasian. PRIDE juga
menyediakan alat CAD (Computer Aided Design) untuk pengembangan sistem.
SDM/70 SDM/70 (Systems Development Methodology/70)
Dikembangkan dan dipasarkan oleh suatu perusahaan di Amerika Serikat, yaitu Atlantic
Software, Inc. SDM/70 merupakan suatu perangkat lunak berisi dengan kumpulan metode,
estimasi, dokumentasi dan petunjuk administrasi guna membantu pemakai untuk
mengembangkan dan merawat sistem yang efektif.
SPECTRUM
Merupakan metodologi pengembangan sistem yang dikembangkan dan dipasarkan oleh
suatu perusahaan di Amerika Serikat, yaitu SII (Spectrum lnternational Inc.). Perangkat lunak
ini mempunyai beberapa versi untuk keperluan yang berbeda, semacam SPECTRUM-1
(untuk life cycle konvensional), SPECTRUM-2 (untuk sistem manajemen proyek terstruktur)
dan SPECTRUM-3 (untuk online interactive estimator).
SRES dan SREM SRES (Software Requirement Engineering System)
Dikembangkan oleh TRW untuk SDS (Software Development Systems) dari angkatan
udara Amerika Serikat (U.S Air Force). Di SRES, kebutuhan pemakai dinyatakan di RSL
(Requirements Statement Language). Definisi RSL kemudian dapat dianalisis dengan
menggunakan REVS (Requirements Engineering and Validation System). REVS juga
digunakan untuk memelihara database. Metodologi yang mendasari perangkat lunak ini
disebut dengan SREM (Software Requirement Engineering Methodology). Sistem ini
pertama kali diterapkan di Texas Instruments Advanced Scientic Computer pada tahun 1976.
SRES mempunuai beberapa konsep yang sama dengan ISDOS. Beberapa Prescriptive
Methodologies yang lainnya adalah: Chapin’s approach, DBO (Design By Objective), PAD
(Program Analysis Diagram), HOS (Higher Order Software), MSR (Meta Stepwise
Refinement) dan PDL (Program Design Language).
Kelebihan
Metode ini mudah diaplikasikan karena urutan-urutan pengerjaan sudah sering di pakai,
selain itu juga cocok untuk sistem berskala besar dan yang bersifat umum, yang paling
penting, karena langkah-langkahnya sangat sekuensial, pengerjaan proyek akan mudah
dikontrol dan terjadwal dengan baik
Kekurangan
Kurang fleksibel, dikarenakn rincian prosesnya harus benar-benar jelas dan tidak boleh
diubah-ubah. Apabila dikerjakan dengan melampaui tahap yang seharusnya maka proses
desain yang sebelumnya itu akan berubah total dan memakan waktu yang banyak jika harus
mengulang proses.
4. Metode System Development Life Cycle (SLDC)
Metode ini adalah metode pengembangan sistem informasi yang pertama kali digunakan
makanya disebut dengan metode tradisional. Metode ini prototype Adalah tahap-tahapan
pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programer dalam membangun sistem
informasi.
Adapun tahap-tahap tersebut yaitu:
Melakukan survey dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi.
Tahap ini akan ditentukan ruang lingkup proyek bagi semua pemakai sistem informasi
dan berbagai tingkat pertanggungjawaban, meneliti masalah dan berbagai kemungkinan
adanya kendala, menentukan sasaran proyek dan menentukan solusinya.
Hasil dari survey adalah laporan kelayakan studi berisi temuan-temuan, rekomendasi,
pertimbangan biaya dan manfaat. Temuan ini harus diketahui oleh komite pengawas
Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
Mempelajari sistem yang sedang berjalan, mengetahui sebab dan kendala yang dihadapi.
Hasil dari tahap ini adalah laporan yang mengungkapkan adanya berbagai permasalahan
(problem statement)
Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
Hal terpenting dari sistem informasi adalah terlebih dahulu harus mendapat persetujuan
dari para pemakai sistem (pemakai sistem dilibatkan). Hasil dari tahap ini adalah laporan
permintaan dari pemakai sistem informasi yang akan dijadikan dasar untuk pembuatan
keputusan.
Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
Dari berbagai solusi maka solusi dan pemecahan masalah terbaiklah yang akan dipilih
yaitu berdasarkan hasil analisis permintaan pemakaian.
Menentukan perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Setelah proposal pengembangan sistem informasi disetujui maka ditentukan hardware
dan software yang akan digunakan dan bagaimana cara mendapatkannya
Merancang sistem informasi baru
Kegiatan perancangan sistem informasi baru umumnya meliputi: input, proses, output,
bahan yang digunakan, metode dan prosedur serta pengendalian intern
Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
Hasil penyusunan sistem informasi adalah sebuah software komputer yang siap pakai
digunakan sesuai dengan kebutuhan users, selanjutnya analis harus memperkenalkan paket
sistem informasi tersebut untuk dioperasikan (pelatihan users dll)
Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru
Pemeliharaan yang dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan-perbaikan pada
kesalahan atau kegagalan yang timbul dalam penggunaan sistem informasi.
Kelebihan
Mudah diaplikasikan.
Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan
pemeliharaan.
Kekurangan
Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan model karena
model ini bisa melakukan itersi tidak langsung.
Pelanggan sulit untuk menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga sulit untuk
megakomodasi ketidakpastian pada saat awal proyek.
Pelanggan harus bersikap sabar karena harus menunggu sampai akhir proyrk dilalui.
Sebuah kesalahan jika tidak diketahui dari awal akan menjadi masalah besar
karena harus mengulang dari awal.
Pengembang sering malakukan penundaan yang tidak perlu karena anggota tim
proyek harus menunggu tim lain untuk melengkapi tugas karena memiliki
ketergantungan hal ini menyebabkan penggunaan waktu tidak efesien.