0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan2 halaman

Penatalaksanaan Gigitan Hewan Penular Rabies

SOP ini membahas tentang penatalaksanaan kasus gigitan hewan penular rabies. Beberapa poin penting meliputi pencucian luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit, pemberian antiseptik, dan pemberian vaksinasi rabies jika diperlukan. Dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah lain seperti koordinasi dengan dinas peternakan dan pencatatan kasus.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan2 halaman

Penatalaksanaan Gigitan Hewan Penular Rabies

SOP ini membahas tentang penatalaksanaan kasus gigitan hewan penular rabies. Beberapa poin penting meliputi pencucian luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit, pemberian antiseptik, dan pemberian vaksinasi rabies jika diperlukan. Dokumen ini juga menjelaskan langkah-langkah lain seperti koordinasi dengan dinas peternakan dan pencatatan kasus.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENATALAKSANAAN GIGITAN HEWAN

PENULAR RABIES

No. Dokumen : 440/ /SOP/Tgll I/2020


No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit : 03/01/ 2020
Halaman :1/4

UPTD dr. I Ketut Sujana


PUSKESMAS Nip. 19740610 200502 1 005
TEGALLALANG I
1. Pengertian Rabies adalah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat yang
disebabkan oleh virus rabies yang dapat mengakibatkan kematian, dan dapat menyerang
semua hewan berdarah panas dan manusia, yang ditularkan melalui gigitan hewan penular
rabies (HPR) terutama anjing, kucing dan kera
Penatalaksanaan kasus gigitan HPR adalah Memberikan pertolongan pertama pada luka
gigitan HPR secara cepat dan tepat,
2. Tujuan Mencegah terjadinya infeksi pada luka gigitan HPR dan mencegah terjadinya penularan
rabies pada manusia untuk Mewujudkan Kabupaten Gianyar bebas rabies
3. Kebijakan 1. Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akriditasi Puskesmas, Klinik pratama,
tempat praktek mandiri dokter dan praktek mandiri dokter gigi.

2. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

3. Pedoman penyusunan dukumen akreditasi

4. Referensi Buku Saku Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Di
Indonesia tahun 2016
5. Prosedur ATK
6. Langkah-Langkah 1. Anamnesis
o Identitas lengkap pasien
o Jenis HPR
o Kondisi HPR (Peliharaan, Liar, Mati)
o Tanggal digigit dan Kronologis Gigitan
o Lokasi gigitan
o Status Vaksinasi HPR
2. Pemeriksaan fisik luka gigitan HPR
o Luka risiko tinggi
yang dimaksud dengan luka risiko tinggi adalah jilatan/luka pada mukosa,
luka di atas daerah bahu (leher, muka dan kepala), luka pada jari tangan dan
jari kaki, luka di area genitalia, luka yang lebar/dalam, luka banyak/
multiple
o Luka risiko rendah
Yang dimaksud luka risiko rendah adalah jilatan pada kulit terbuka atau
cakaran/gigitan yang menimbulkan luka atau lecet di area badan, tangan
dan kaki.
3. Tata laksana Luka Gigitan HPR
o Pencucian luka
Pencucian luka dengan menggunakan sabun merupakan hal yang sangat
penting dan harus segera dilakukan setelah terjadi pajanan
(jilatan, cakaran atau gigitan) oleh HPR untuk membunuh virus rabies yang
berada disekitar luka gigitan. Sifat virus rabies dapat di inaktivasi dengan
sabun karena selubung luar yang terdiri dari lipid akan larut oleh sabun.
Pencucian luka dilakukan sesegera mungkin dengan sabun dibawah air
mengalir selama kurang lebih10 - 15 menit. Pencucian luka tidak
menggunakan peralatan karena di khawatirkan dapat menimbulkan luka
baru dimana virus akan semakin masuk ke [Link] luka dapat
dilakukan oleh penderita atau keluarga kemudian diberikan antisepti.
Setelah itu penderita luka gigitan HPR segera dibawa rabies Center
terdekat, dirabies center akan dilakukan pencucian luka kembali selama 10-
15 menit
o Pemberian Antiseptik
Setelah dilakukan pencucian luka sebaiknya diberikan antiseptik untuk
membunuh virus rabies yang masih tersisa di sekitar luka gigitan.
Antiseptik yang dapat diberikan diantaranya povidon iodine, alkohol 70%,
dan zat antiseptik lainnya.
o Luka gigitan tidak boleh dijahit agar tidak menimbulkan luka baru kecuali
pada luka yang lebar dan dalam dapat dilakukan penjahitan situasi
o Pemberian VAR dan SAR
Indikasi pemberian VAR dan SAR
 HPR tidak dapat di observasi atau hilang
 HPR sakit atau mati selama obsevasi 10 -14 hari
 Gigitan pada daerah Resiko tinggi
 Hasil pemeriksaan sampel otak HPR Positif Rabies
 SAR diberikan Jika luka gigitan pada daerah resiko tinggi dan
Hasil pemeriksaan sampel otak HPR Positif Rabies
4. Koordinasi dengan petugas dinas peternakan untuk pengawasan HPR penggigit dan
pemeriksaan sampel otak HPR
7. Bagan Alir
Menerima Kasus
Gigitan GHP Anamnesa

Melakukan
Pemeriksaan
fisik

Melakukan
Koordinasi
Melakukan Tatalaksana
dengan
luka gigitan HPR
petugas
disnak

Memberikan
Memberikan
VAR/SAR
KIE pada
pasien

Pulang

8. Hal-hal yang perlu Pencucian luka gigitan HPR adalah hal terpenting dalam mencegah penularan penyakit rabies
diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Pustu dan Poskesdes
3. Rawat Inap
4. RS dan klinik Swasta
5. Dokter dan Bidan Praktek Swasta
1. Petugas Surveilans
2. Petugas Dinas Peternakan
10. Dokumen Terkait 1. Register GHPR
2. Register Rawat Jalan
1. Buku PE Gigitan HPR
2. Laporan Bulanan
11. Rekam histori
perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
diberlakukan

1 UPT Kesmas Tegallalang I UPTD Puskesmas Tegallalang I 3 Januari 2020

2 SPO SOP 3 Januari 2020

3 dr. I Wayan Gede Wirawan dr. I Ketut Sujana 3 Januari 2020


Nip. 19780321200501 1005 Nip. 19740610 200502 1004

Anda mungkin juga menyukai