PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP Modul
III
PENGADAAN TANAH
KEGIATAN BELAJAR 1.
Modul III ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mempelajari
pengertian dan ruang lingkup pengadaan tanah, sehingga proses belajar-mengajar dapat
berjalan dengan efisien dan efektif. Setelah mempelajari Modul ini, diharapkan mahasiswa
mempunyai Kompetensi Dasar berupa kemampuan menjelaskan pengertian dan ruang
lingkup pengadaan tanah. Materi dalam modul III ini terdiri dari 2 pokok bahasan yang
disampaikan dalam 1 kali kegiatan belajar, yaitu : pengertian pengadaan tanah dan ruang
lingkup pengadaan tanah.
A. PENGERTIAN PENGADAAN TANAH
1. Pengertian-pengertian dalam pengadaan tanah
Beberapa pengertian yang perlu dipahami meliputi :
a. Instansi adalah lembaga Negara, kementrian dan lembaga pemerintah non
kementrian, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota dan badan hukum
milik Negara/badan hukum usaha milik Negara yang mendapat penugasan
khusus pemerintah
b. Pengadaan tanah adalah setiap kegiatan menyediakan tanah dengan cara member
ganti kerugiaan yang layak dan adil kepada pihak yang berhak
c. Pihak yang berhak adalah pihak yang menguasai atau memiliki obyek
pengadaan tanah
d. Obyek hak atas tanah adalah tanah, ruang diatas tanah dan bawah tanah,
bangunan, tanaman, benda yang berkaitan dengan tanah, atau lainnya yang dapat
dinilai.
e. Hak atas tanah adalah hak atas tanah sebagiamana dimaksud dalam Undang-
Undang Pokok Agraria Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok
Agraria dan hak lain yang akan ditetapkan dengan undang-undang.
III.62
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
f. Kepentingan umum adalah kepentingan bangsa, Negara dan masyarakat yang
harus diwujudkan oleh pemerintah dan digunakan sebesar-besarnya untuk
kemakmuran rakyat.
g. Hak pengelolaan adalah hak menguasai dari Negara yang kewenangan
pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegangnya.
h. Konsultasi publik adalah proses komunikasi dialogis atau musyawarah antar
pihak yang berkepentingan guna mencapai kesepahaman dan kesepakatan
dalam perencanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan
umum.
i. Pelepasan hak adalah kegiatan pemutusan hubungan hukum dari pihak yang
berhak kepada Negara melalui lembaga pertanahan.
j. Ganti kerugian adalah penggantian yang dan adil kepada pihak yang berhak
dalam proses pengadaan tanah.
k. Penilai pertanahan yang selanjutnya disebut penilai adalh orang perorangan
yang melakukan penilaian secara independen dan professional yang telah
mendapat ijin praktik penilaian dari menteri keuangan dan telah mendapat
lesensi dari lembaga pertanahan untuk menghitung nilai/harga obyek
pengadaan tanah.
l. Pemerintah pusat yang selanjutnya disebut pemerintah, adalah presiden
republic Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara
Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
m. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau walikota dan perangkat
daerah sebagai unsure penyelenggara pemerintah daerah.
n. Lembaga pertanahan adalah Badan Pertanahan Republik Indonesia, lembaga
pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
pertanahan.
2. Pelaksanaan pengadaan tanah
Pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
dilaksanakan wajib diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, badan
usaha milik Negara/badan usaha milik daerah dengan penugasan, pelaksanaan
dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil oleh
III.63
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
lembaga pertanahan. Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan
dengan ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak dan pihak
yang menguasai objek Penngadaan Tanah untuk kepentingan umum
B. Tanah yang dapat ditunjuk untuk lokasi pembangunan
Pengadaan dan rencana pemenuhan kebutuhan tanah ayng diperlukan bagi
pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum hanya dapat dilakukan apabila
berdasarkan pada rencana tata ruang wilayah yng telah ditetapkan lebih dahulu. Bagi
daerah yang belum menetapkan rencana tata ruang wilayah, pengadaan tanah
dilakukan berdasarkan perencanaan tata wilayah atau kota yang telah ada. Apabila
tanah telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan
umum berdasarkan surat keputusan penetapan lokasi yang ditetapkan oleh Bupati atau
Walikota atau Gubernur, maka segala perbuatan hukum dan kegiatan fisik lainnya
terlebih dahulu harus mendapat persetujuan tertulis dari Bupati/Walikota atau
Gubernur sesuai dengan kewenangannya.
C. Macam kegiatan pembangunan untuk kepentingan umum
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012, pembangunan untuk kepentingan umum
meliputi :
1. Pertahanan dan keamanan nasional;
2. Jalan umum, jalan tol, terowongan, jalur kereta api, stasiun kereta api, dan fasilitas
operasi kereta api;
3. Waduk, bendungan, bendung, irigasi, saluran air minum, saluran pembuangan air
dan sanitasi, dan bangunan pengairan lainnya; (yang dimaksud dengan bendungan
adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, beton, dan atau/atau
pemasangan batau yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air juga
untuk menahan dan menampung limbah tambang (tailing) atau lumpur sehingga
berbentuk waduk, sedangkan yang dimaksud dengan bending adalah tanggul untuk
menahan air di sungai, tepi laut dan sebagainya)
a. Pelabuhan, bandar udara, dan terminal;
b. Infrastruktur minyak, gas, dan panas bumi;
III.64
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
c. Pembangkit, transmisi, gardu, jaringan, dan distribusi tenaga listrik;
d. Jaringan telekomunikasi dan informatika Pemerintah;
e. Tempat pembuangan dan pengolahan sampah; (yang dimaksud dengan
sampah adalah smapah sesuai dengan undang-undang yang mengatur
sampah)
f. Rumah sakit Pemerintah/Pemda;
g. Fasiltas keselamatan umum; (yang dimaksud dengan fasilitas keselamatan
umum adalah semua fasilitas yang diperlukan untuk menggulangi akibat
suatu bencana, antara lain rumah sakit darurat, rumah penampungan darurat,
serta tanggul penagggulangan bahaya banjir, lahar dan longsor.
h. Tempat pemakaman umum pemerintah/pemda;
i. Fasilitas sosial, fasilitas umum dan ruang terbuka hijau public; (yang
dimaksud ruang terbuka hijau public adalah ruang terbuka hijau sesuai
dengan undang-undang yang mengatur penataan ruang)
j. Cagar alam dan cagar budaya;
k. Kantor pemerintah/pemda/desa; (yang dimaksud kantor
pemerintah/pemerintah daerah/desa adalah sarana dan prasarana untuk
menyelenggarakan fungsi pemerintahan , termasuk lembaga
pemasyarakatan, rumah tahanan Negara, dan unit pelaksana teknis lembaga
pemasyarakatan lain)
l. Pendataan pemukiman kumuh perkotaan dan atau konsolidasi tanah, serta
perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan status sewa;
m. Prasarana pendidikan atau sekolah pemerintah/pemda
n. Prasarana olah raga pemerintah/pemda dan;
o. Pasar umu dan lapangan parkir umum.
B. LATIHAN
1. Bagaimanakah pengertian Pengadaan Tanah bagi Pembanguan Untuk Kepentingan
umum ?
2. Sebutkan dan jelaskan tugas 5 jenis kegaiatan yang termasuk kepentingan umum ?
III.65
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
3. Sebutkan maksud dari konsultasi pubilk ?
4. Jelaskan yang dimaksud penilai pertanahan dan bagaimana cara bertugas ?
5. Apakah yang dimasud dengan pengertian ganti kerugian yang layak dan adil ?
C. RANGKUMAN
1. Instansi adalah lembaga Negara pusat dan daerah BUMN/BUMD yang mendapat
penugasan.
2. Pengadaan tanah adalah setiap kegiatan menyediakan tanah sesuai undang-undang
3. Pengerian-pengertian dalam pengadaan tanah sesuai dengan UU NO 2 /2012
4. Tanah yang ditunjuk sebagai lokasi PTUP adalah tanah hak, tanah negara dan tanah
milik insansi pemerintah.
III.66
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
Kegiatan Belajar 2
D. RUANG LINGKUP PENGADAAN TANAH
1. Penyelenggaraan Pengadaan Tanah
Pengadaan tanah untuk kepentingan umum wajib diselenggarakan oleh
Pemerintah dan selanjutnya tanahnya dimiliki Pemerintah atau Pemda; apabila
instansi yang memerlukan tanah adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
tanahnya menjadi milik BUMN. Pembangunan untuk kepentingan umum wajib
diselenggarakan oleh Pemerintah dan dapat bekerja sama dengan BUMN, BUMD
atau badan usaha swasta.
2. Sumber Dana Pengadaan Tanah
a. Sumber dana pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
berasal dari APBN dan/atau APBD
b. Dalam hal instansi adalah BUMN/ BUMD dengan penugasan, sumber dana
berasal dari internal perusahaan atau sumber lainnya sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan
c. Jaminan ketersediaan pendanaan pengadaan tanah dialokasikan oleh Instansi
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
d. Dana pengadaan tanah meliputi:
1) perencanaan;
2) persiapan;
3) laksanaan;
4) penyerahan hasil;
5) administrasi dan pengelolaan; dan
6) sosialisasi.
e. Pendanaan pengadaan tanah dilakukan oleh instansi dan dituangkan dalam
dukumen penganggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.
f. Mekanisme pelaksanaan pendanaan diatur dengan Peraturan Presiden.
III.67
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
3. Hak, Kewajiban dan Peran serta Masyarakat
a. Pihak yang berhak mempunyai hak:
1) Mengetahui rencana penyelenggaraan pengadaan tanah; hak untuk
mengetahui ini diwujudkan dalam tahapan konsultsi public pada tahapan
perencanaan, konsultasi public diadakan dengan mengadakan diskusi atau
dengar pendapan dengan mengundang instansi terkait, para pakar dari
kalangan akademisi dan masyarakat sebagai pihak yang mengpunyai hak
atas tanah atau yang menguasai tanah serta masyarakat yang akan terkena
dampak dari kegiatan tersebut.
2) Memperoleh informasi mengenai pengadaan tanah, hak untuk memperoleh
informasi dari masyarakat, selain diwujudkan dalam konsultasi public pada
waktu perencanaan juga di laksanakan pada waktu musyawarah dalam
tahapan pelasaaan pada saat penentuan ganti kerugian yang telah di dahului
dengan penilaian oleh penilai independen tentang besarnya ganti kerugian
yang akan diterima oleh masyarakat.
b. Setiap orang wajib mematuhi ketentuan pengadaan tanah. Dengan diterbitkanya
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah, maka semua
orang harus mematuhi ketentuan pengadaan tanah akan tetapi pemerintah
harus tatap memberikan jaminan tentang proses pelaksaannya harus sesuai
dengan ketentuan.
c. Peran serta masyarakat, antara lain:
Memberikan masukan secara lisan atau tertulis mengenai pengadaan
tanah; dan, masukan yang diberikan oleh masyarakat ini terkait dengan dampak
yang akan ditimbulkan (dampak tidak lansung) dan hilangnya pengaasaan atas
tanahnya (dampak langsung), menurut Loekman Sutrisno dalam Dominikus B
Insantuan (2003: 18), permasalahan ganti kerugian sebenarnya bukan
merupakan permasalahan nmanifestasi dan tebal tipisnya semangat berkorban
masyarakat, akan tetapi merupakan permasalahan kekawatiran akan
kelangsungan hidup dan masa depan keturunan mereka.
Kakawatiran tersebut diatas dikarenakan dalam kegiatan Pengadaan
Tanah selalu saja menimbulkan tiga pokok baru yang pada dasarnya kan
III.68
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
menimpa mereka. Ketiga pokok baru yang dikawatrikan tersebut adalah sebagi
berikut, Pertama, masyarakat atau pemegang hak tas tanah akan kehilangan
tanahnya, Kedua, Masyarakat datau pemegang hak atas tanah akan kehilangan
tempat tinggal, Ketiga, masyakat atau pemegang hak atas tanah akan beralih
profesi.
Sebab lain yang kawatirkan oleh masyarakat yang ada disekitar kegaiatan
tersebut adalah akibat yang ditimbulkan dari pelaksaan dan setelah kegiatan
tersebut selesai (waktu operasional/pada waktu hasil pengadaan tanah yang
berwujud jenis kegaiatan baru tersebut dilaksanakan), akibat seperi ini dalam
ilmu ekonomi biasa disebut dengan Ekternalitas. Ekternalitas ini bisa positif
bisa juga negative dalam rentang waktu yang berbeda.
Memberikan dukungan dalam penyelenggaraan pengadaan tanah.
Dukungan yang diberikan oleh masyarakat sebagai pemagang hak atas tanah
ini sebagai bentuk funsi sosial dalam haka atas tanah dalam Undang Undang
Pokok Agraria dan sebagai semangat berkorban dalam upaya mendukung
pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Hendaknya semangat berkorban dari masyarakat tersebut dalam
diimbangi oleh pemerintah dalam melaksanakan Pengadaan Tanah, dengan
menerapkan asas-asas dalan UU No 2/2013 yaitu : Asas Kemanusiaan, Asas
Keadilan, Asas Kemanfaatan, Asas Kepastian, Asas Keterbukaan, Asas
Kesepakatan, Asas Keikutsertaan, Asas Kesejahteraan, Asas Keberlanjutan,
Asas Keselarasan.
E. LATIHAN
1. Jelaskan ruang lingkup PTUP di Indonesia !
2. Berdasarkan undang-undang tentang PTUP, bagaimanakah hak dan kewajiban
masyarakat dalam pengadaan tanah ?
3. Apakah sumber pendanaan PTUP menurut UU 2 tahun 2012 ?
4. Siapakah penyenggara PTUP, jelaskan ?
III.69
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
5. Jelaskan hak serta peran serta masyarakat dalam PTUP ?
F. RANGKUMAN
1. Sumber dana pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum
berasal dari APBN dan/atau APBD atau sumber dana lain sesuai perundang-
undangan
2. Dana pengadaan tanah meliputi: [Link]; [Link]; [Link];
[Link] hasil; [Link] dan pengelolaan; dan [Link].
G. TES FORMATIF 1
PETUNJUK PENGERJAAN :
Dalam tes Formatif ini hanya terdapat satu model soal, yaitu :
Pilihan ”Benar” atau ”Salah”. Dalam model soal ini, Anda dimohon agar mencermati
pernyataan-pernyataan yang ada. Jika pernyataan BENAR dan Anda SETUJU, maka
lingkarilah huruf B. Jika pernyataan SALAH dan Anda SETUJU, maka lingkarilah
huruf S.
SOAL :
1. Penerapan asas keterbukaan dalam kegiatan persiapan pengadaan tnah dilakukn
dalam kegiatan-kegiatan berikut ini, kecuali ?
a. Pemberian rekomendasi c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
2. Pada kegiatan apa penerapan asas kesepakatan dalam proses persiapan pengadaan
tanah dilakukan ?
a. Pemberitahuan awal c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
3. Gubernur menerbitkan SK tentang Penetapan Lokasi dengan berdasarkan berapa di
alasan ?
a. 1 alasan c. 2 alasan
b. alasan d. 4 alasan
III.70
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
4. Penerapan asas keterbukaan dalam kegiatan persiapan pengadaan tnah dilakukn
dalam kegiatan-kegiatan berikut ini, kecuali ?
a. Pemberian rekomendasi c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
5. Pada kegiatan apa penerapan asas kesepakatan dalam proses persiapan
pengadaan tanah dilakukan ?
a. Pemberitahuan awal c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
6. Gubernur menerbitkan SK tentang Penetapan Lokasi dengan berdasarkan berapa
di alasan ?
a. 1 alasan c. 2 alasan
b. alasan d. 4 alasan
7. Penerapan asas keterbukaan dalam kegiatan persiapan pengadaan tnah dilakukn
dalam kegiatan-kegiatan berikut ini, kecuali ?
a. Pemberian rekomendasi c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
8. Pada kegiatan apa penerapan asas kesepakatan dalam proses persiapan
pengadaan tanah dilakukan ?
a. Pemberitahuan awal c. Pengajuan keberatan
b. Konsultasi publik d. Pendataan awal
9. Gubernur menerbitkan SK tentang Penetapan Lokasi dengan berdasarkan berapa
di alasan ?
a. 1 alasan c. 2 alasan
b. alasan d. 4 alasan
10. Gubernur menerbitkan SK tentang Penetapan Lokasi dengan berdasarkan berapa
di alasan ?
a. 1 alasan c. 2 alasan
b. alasan d. 4 alasan
Cocokkan jawaban Anda dengan KUNCI JAWABAN Tes Formatif 1 yang
terdapat pada bagian akhir Modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang Benar. Kemudian,
gunakan rumus di bawah ini untuk mengukur tingkat penguasaan Anda terhadap materi
kegiatan belajar ini.
III.71
PTUP 26027/3 SKS/MODUL 3
RUMUS :
Jumlah Jawaban Benar
Tingkat Penguasaan = ------------------------------------ X 100%
10
Arti Tingkat Penguasaan yang Anda peroleh adalah :
a. 90-100% = Baik Sekali
b. 80-90 % = Baik
c. 70-80% = Cukup
d. > 70% = Kurang
Bila Anda memperoleh Tingkat Penguasaan 80 % atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan kegiatan belajar atau modul berikutnya. Tetapi, jika tingkat
penguasaan Anda masih berada di bawa 80 %, Anda diwajibkan mengulangi kegiatan
belajar atau modul ini, terutama pada bagian yang belum Anda kuasai secara baik.
H. Kunci jawaban tes formatif
1. a
2. b
3. c
4. a
5. b
6. c
7. a
8. b
9. c
10. c
III.72