0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan20 halaman

Jenis dan Penyebab Artefak Radiografi

Dokumen tersebut membahas definisi dan jenis-jenis artefak pada radiografi, yang dapat muncul selama proses pembuatan, pemberian eksposi, dan penyimpanan radiografi. Artefak dapat berupa sobekan emulsi, noda kimia, jejak alat, dan bercak akibat panas atau tekanan. Pengenalan artefak penting agar dapat membedakan dengan patologi sebenarnya.

Diunggah oleh

Vergeen Ollshop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan20 halaman

Jenis dan Penyebab Artefak Radiografi

Dokumen tersebut membahas definisi dan jenis-jenis artefak pada radiografi, yang dapat muncul selama proses pembuatan, pemberian eksposi, dan penyimpanan radiografi. Artefak dapat berupa sobekan emulsi, noda kimia, jejak alat, dan bercak akibat panas atau tekanan. Pengenalan artefak penting agar dapat membedakan dengan patologi sebenarnya.

Diunggah oleh

Vergeen Ollshop
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARTEFAK

DEFINISI
• Sesuatu yang ada pada radiograf yang sudah jadi, dimana itu bukan
merupakan bagian dari anatomi pasien (Papp).
• Suatu bagian citra yang didapat selama pembuatan, prosesing dan
penyimpanan yang tidak mengindikasikan adanya hubungan dengan
struktur yang sebenarnya yang disinar (QA for diagnostic Imaging).
Pengantar
• Intinya artefak berasal dari “luar” obyek yang di foto.

• Untuk radiograf yang menggunakan film-screen, artifak dibagi


menjadi 3 kategori berdasarkan tahapan kejadiannya :
• Selama prosesing.
• Selama eksposi.
• Selama penyimpanan.
Artefak karena prosesing
1. Sobek emulsi (emulsion pickoff), disebabkan karena film saling
lengket lalu ditarik dan kegagalan komponen hardening dalam
developer, sehingga emulsi menjadi sobek.
2. Gelatin terkelupas (Gelatin build-up), berpindahnya gelatin ke roll
atau bahkan luruh kedalam larutan developer, karena developer
sudah sangat lemah.
3. efek gorden (curtain effect), adanya pola seperti korden atau air
terjun, biasanya karena air washing kotor.
4. Chemical fog , Karena suhu, pH dan konsentrasi lebih tinggi yang
dianjurkan.
5. Guide shoe marks, yaitu cacat akibat film “terbentur” penuntun film
didalam APU (guide shoe).
6. Pi lines, beberapa garis teratur yang muncul krn roller yang kotor. Arah
tegak luruh gerak film.
7. Chatter, artefak yang muncul dengan densitas lbh tinggi yang arahnya
tegak lurus gerak film, karena ketidak-teraturan gerak dari system
transport.
8. Dichroig stain (noda 2 warna), munculnya efek 2 warna coklat dan
kehijauan pada permukaan film. Warna kecoklatan krn film diproses
dengan developer yang sudah teroksidasi, dan terlihat setelah lama
disimpan. Sedangkan warna kehijauan karena masih adanya Kristal AgBr
yang tidak terekspose, tidak terbuang sempurna karena fixer sudah
lemah
9. Reticulaton marks, karena suhu yang tidak seimbang
mengakibatkan kontraksi dan pembengkakan emulsi, kelihatan
adanya lekukan yang teratur pada permukaan film.
10. Streaking, pembangkitan yang tidak merata karena agitasi yang
tidak sempurna dan resirkulasi cairan yang tidak lancer didalam
APU.
11. Hesitation marks atau stub lines, artefak garis yang disebabkan roll
menjepit erat film karena suatu saat listrik mati, sehingga developer
tidak membasahi permukaan film bagian yang terjepit.
12. Water spot, percikan air yang mengenai permukaan film yang
belum terproses, biasanya bentuk melingkar dan densitas lebih
tinggi.
13. Wet pressure sensitization, adalah jejak roll awal (entrance roll)
yang membekas pada film karena roll atau film yang basah,
sehingga meninggalkan pola bergaris yang rapat dan densitas tinggi.
14. Hyporetention, adalah bercak seperti bubuk yang tertinggal diatas
permukaan film karena washing yang tidak
Artefak selama proses pemberian eksposi
1. Patient artifact, artefak yang ditimbulkan karena “barang-barang”
yang pasien termasuk dalam lapangan penyinaran, seperti kancing,
gelang, cincin, dsb.
2. Poor film-screen contact, daerah yang menampakkan blurring dan
densitas lebih tinggi karena film dan screen tidak kontak dengan
sempurna.
3. Double exposure, artefak karena sebuah film menerima lebih dari
satu kali eksposi.
4. Grid lines, munculnya garis grid pada Bucky yang gagal-gerak.
5. Grid cut-off, munculnya artifak berupa daerah densitas yang tidak
rata karena pemakaian grid Lysolm yang salah, seperti arah grid
miring (tidak tegak lurus arah sinar) dan focused-grid yang terbalik.
6. Moire effect adalah artefak berbentuk gelombang yang diakibatkan
karena perbedaan frekwensi sinar-X dan fekwensi gerak grid dalam
Bucky yang tidak sinkron, ............
Artefak karena proses
penanganan dan penyimpanan
1. Fog adalah artefak berupa densitas merata yang tinggi yang
disebabkan kebocoran cahaya (light fog), karena usia pakai film
yang telah lewat (age fog), kebocoran cahaya safety-light (safe-light
fog) dan karena radiasi yang langsung mengenai box film (radiation
fog).
2. Pressure marks, adalah artefak berupa densitas tinggi karena
tekanan berat terhadap emulsi film pada titik tertentu.
3. Static, adalah artefak karena listrik statis pada emulsi film, berupa
ranting pohon kering (tree static), berupa mahkota (crown static)
dan seperti corengan hitam (smudge static), listrik statik muncul krn
box film disimpan bertumpuk sehingga film yang paling bawah
mendapat tekanan berat.
4. Crecent atau crinkle, artefak berbentuk garis lengkung, bila hitam
maka diakibatkan bagian film itu terlipat sebelum prosesing dan bila
berwarna terang maka material perak disekitar daerah yang terlipat
sudah terangkat dan hilang.
5. Scratch, artefak karena goresan benda tajam yang mengenai emulsi,
seperti kuku, ujung hanger dan dinding tangki.
6. Cassette marks, artefak karena sesuatu yang ada didalam kaset,
seperti debu, potongan kertas, bahkan binatang yang terperangkap
.
Artefak pada CR
1. Heat blur adalah blur yang terjadi karena imajing plate kena panas
yang berlebihan sebelum di “baca”.
2. Mimic fracture and sign adalah artefact yang diakibatkan oleh
adanya lecet pada permukaan imajing plate.
3. Phantom imaga artefact adalah artefact karena imajing plate belum
di erase dengan sempurna, sehingga ada data yang tertinggal .
4. Scanner malfunction adalah gagal scan data dan distorsi citra yang
diakibatkan banyak factor, seperti masalah memory, digitasi, debu
dan serpihan kotoran yang masuk kedalam mesin
Contoh artefak
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai