Ketentuan lebih lanjut mengenai pembebanan, ketahanan terhadap gempa bumi dan/atau
angin, dan perhitungan strukturnya mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
a. Penentuan mengenai jenis, intensitas dan cara bekerjanya beban harus mengikuti:
a. SNI 03-1726-2002 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan
gedung, atau edisi terbaru; dan
b. SNI 03-1727-1989 Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung,
atau edisi terbaru
c. SNI 03-2847-2002; Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem proteksi pasif dan proteksi aktif serta penerapan manajemen
pengamanan kebakaran mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
a. Sistem proteksi pasif tersebut harus mengikuti:
(1) SNI 03-1736-2000 Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
(2) SNI 03-1746-2000 Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar
untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau
edisi terbaru.
b. Sistem proteksi aktif tersebut harus mengikuti:
(1) SNI 03-3987-1995 Tata cara perencanaan, pemasangan pemadam api ringan untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung;
(2) SNI 03-1745-2000 Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan
slang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi
terbaru;
(3) SNI 03-3985-2000 Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem
deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada
bangunan gedung, atau edisi terbaru;
(4) SNI 03-3989-2000 Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler
otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi
terbaru;
(5) SNI 03-6571-2001 Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung,
atau edisi terbaru; dan
(6) SNI 03-0712-2004 Sistem manajemen asap dalam mal, atrium, dan ruangan
bervolume besar, atau edisi terbaru.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, pemeliharaan
instalasi sistem penangkal petir mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
c. Persyaratan sistem proteksi petir harus memenuhi SNI 03-7015-2004 Sistem proteksi
petir pada bangunan gedung, atau edisi terbaru.
Persyaratan sistem proteksi petir harus memenuhi SNI 03-7015-2004 Sistem proteksi
petir pada bangunan gedung.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan
pemeliharaan instalasi listrik mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Persyaratan sistem kelistrikan harus mengikuti:
a. SNI 04-0227-1994 Tegangan standar, atau edisi terbaru
b. SNI 04-0225-2000 Persyaratan umum instalasi listrik (PUIL 2000), atau edisi terbaru
c. SNI 04-7018-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga, atau edisi terbaru
d. SNI 04-7019-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi
tersimpan, atau edisi terbaru
d. Persyaratan sistem kelistrikan harus mengikuti:
(1) SNI 04-0227-1994 Tegangan standar, atau edisi terbaru;
(2) SNI 04-0225-2000 Persyaratan umum instalasi listrik (PUIL 2000), atau edisi
terbaru;
(3) SNI 04-7018-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga, atau edisi terbaru;
dan
(4) SNI 04-7019-2004 Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi
tersimpan, atau edisi terbaru.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem ventilasi alami dan mekanik/buatan pada bangunan gedung
mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
a. Persyaratan teknis sistem ventilasi, kebutuhan ventilasi, harus mengikuti:
1) SNI 03-6390-2000 Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung, atau
edisi terbaru
2) SNI 03-6572-2001 Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara
pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
3) Standar tentang tata cara perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan sistem
ventilasi
4) Standar tentang tata cara perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan sistem
ventilasi mekanis
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem pencahayaan pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan
standar teknis yang berlaku.
e. Pencahayaan darurat, tanda arah keluar, dan sistem peringatan bahaya dalam
gedung harus mengikuti SNI 03-6573-2001 Tata cara perancangan pencahayaan
darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung, atau edisi
terbaru.
a. Persyaratan pencahayaan harus mengikuti:
1) SNI 03-6197-2000 Konservasi energi sistem pencahayaan buatan pada bangunan
gedung, atau edisi terbaru
2) SNI 03-2396-2001 Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan
gedung, atau edisi terbaru
3) SNI 03-6575-2001 Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan
gedung, atau edisi terbaru
f.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem air bersih pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan standar
teknis yang berlaku.
1) Persyaratan plambing dalam bangunan rusuna bertingkat tinggi harus mengikuti:
a) Kualitas air minum mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005
tentang Pengembangan sistem Air Minum dan Permenkes 907/2002, sedangkan
instalasi perpipaannya mengikuti Pedoman Plambing; dan
b) SNI 03-6481-2000 Sistem Plambing 2000, atau edisi terbaru.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem pembuangan air kotor dan/atau air limbah pada bangunan gedung
mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Persyaratan teknis air limbah harus mengikuti:
a. SNI 03-6481-2000 Sistem plambing 2000, atau edisi terbaru
b. SNI 03-2398-2002 Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan, atau edisi
terbaru
c. SNI 03-6379-2000 Spesifikasi dan pemasangan perangkap bau, atau edisi terbaru
1) Persyaratan teknis air limbah harus mengikuti:
a) SNI 03-6481-2000 Sistem plambing 2000, atau edisi terbaru;
b) SNI 03-2398-2002 Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan,
atau edisi terbaru;
c) SNI 03-6379-2000 Spesifikasi dan pemasangan perangkap bau, atau edisi terbaru;
dan
d) Tata cara perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan sistem pembuangan air
limbah dan air kotor pada bangunan gedung mengikuti standar baku serta
ketentuan teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pengelolaan fasilitas pembuangan kotoran dan sampah pada bangunan gedung mengikuti
pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan sistem penyaluran air hujan pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan
standar teknis yang berlaku.
Persyaratan penyaluran air hujan harus mengikuti:
a. SNI 03-4681-2000 Sistem plambing 2000, atau edisi terbaru
b. SNI 03-2453-2002 Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan
pekarangan, atau edisi terbaru
c. SNI 03-2459-2002 Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan, atau edisi
terbaru
1) Persyaratan penyaluran air hujan harus mengikuti:
a) SNI 03-4681-2000 Sistem plambing 2000, atau edisi terbaru;
b) SNI 03-2453-2002 Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan
pekarangan, atau edisi terbaru;
c) SNI 03-2459-2002 Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan,
atau edisi terbaru; dan
d) Standar tentang tata cara perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan sistem
penyaluran air hujan pada bangunan gedung
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan bahan bangunan mengikuti
pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan kenyamanan ruang gerak dan
hubungan antarruang pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan standar teknis yang
berlaku.
1) Persyaratan kenyamanan termal dalam ruang harus mengikuti:
a) SNI 03-6389-2000 Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung,
atau edisi terbaru;
b) SNI 03-6390-2000 Konservasi energi sistem tata udara pada bangunan gedung, atau
edisi terbaru;
c) SNI 03-6196-2000 Prosedur audit energi pada bangunan gedung, atau edisi terbaru;
dan
d) SNI 03-6572-2001 Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara
pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan
pemeliharaan kenyamanan kondisi udara pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan
standar teknis yang berlaku
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan kenyamanan pandangan pada
bangunan gedung mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan tingkat kenyamanan terhadap
getaran pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan tingkat kenyamanan terhadap
kebisingan pada bangunan gedung mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan pintu dan koridor mengikuti
pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan lif
mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan tentang ukuran, konstruksi, jumlah fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang
cacat mengikuti ketentuan dalam pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perencanaan dan pemeliharaan
kelengkapan prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung mengikuti pedoman
dan standar teknis yang berlaku.
Persyaratan kelengkapan prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung harus
mengikuti:
a. SNI 03-1735-2000 Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk
pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
b. SNI 03-1746-2000 Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk
penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
c. SNI 03-6573-2001 Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam gedung (lif),
atau edisi terbaru
Perencanaan konstruksi bambu harus memenuhi kaidah-kaidah perencanaan
konstruksi berdasarkan pedoman dan standar teknis yang berlaku.
Untuk mencegah terjadinya keruntuhan struktur yang tidak diharapkan,
pemeriksaan keandalan bangunan harus dilakukan secara berkala sesuai dengan
pedoman/ petunjuk teknis yang berlaku.
Penggunaan instalasi tata suara pada waktu keadaan darurat dimungkinkan asal
memenuhi pedoman dan standar teknis yang berlaku.
a. SNI 03-6481-2000 Sistem Plambing 2000, atau edisi terbaru
Untuk mendapatkan tingkat kenyamanan terhadap kebisingan dan getaran pada bangunan
gedung harus mengikuti persyaratan teknis, yaitu Standar tata cara perencanaan
kenyamanan terhadap getaran pada bangunan gedung.
(1) Persyaratan Kemudahan Harus Mengikuti:
a. SNI 03-1735-2000 Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau edisi terbaru
b. SNI 03-1746-2000 Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar
untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung, atau
edisi terbaru; dan
c. SNI 03-6573-2001 Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam
gedung (lif), atau edisi terbaru
[Link].1. FASILITAS PELAYANAN UMUM: TERCANTUM DALAM SNI