SATUAN ACARA PENYULUHAN
METODE SPEOS
Pokok Pembahasan : Metode SPEOS
Sub Pokok Pembahasan : Metode SPEOS terhadap Peningkatan Produksi
ASI dan Berat Badan Bayi
Sasaran : Ibu Post Sectio Caesaria diRSUD Karawang
Jam : 12.30-13.00 WIB
Waktu : 30 menit
Tanggal : 27 Juni 2020
Tempat : RSUD Karawang
Nama Penyuluh : Randy Resmana
A. Latar Belakang
Di Asia Tenggara capaian ASI eksklusif menunjukan angka yang tidak banyak
perbedaan. Sebagai perbandingan, cakupan ASI eksklusif di India sudah mencapai
46%, di Philippines 34%, di Vietnam 27% dan di Myanmar 24%.(Widayanti, 2014).
Sedangkan secara global dilaporkan ASI ekslusif dibawah 40%, angka ASI ekslusif di
Indonesia lebih rendah dibandingkan angka global (Kemenkes, 2014). Menurut
Riskesdas, 2018 proporsi ASI Eksklusif pada usia anak 0-5 bulan pada anak laki – laki
38,7% dan pada perempuan 35,9%. (Riskesdas, 2018)
Rendahnya pengetahuan ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif
di Indonesia khususnya di Jawa Tengah masih tergolong rendah. Cakupan pemberian
ASI Eksklusif di Jawa Tengah pada tahun 2010 hanya sekitar 488.495 bayi hanya
181.600 bayi. Pemberian ASI eksklusif di Kota Magelang tahun 2014 sebesar 52,01%
atau sebanyak 323 bayi dari seluruh bayi 0-6 bulan. Presentase tahun 2014 mengalami
penurunan dibanding presentase tahun 2013 (Magelang, 2014).
Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi ibu maupun bayinya.
Bagi bayi, menyusui mempunyai peran penting bermanfaat untuk menunjang
pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup bayi karena ASI kaya dengan zat
gizi, antibody dan dapat mengurangi mobiditas dan mortalitas bayi. (Riskesdas, 2013).
Hal | 1
ASI Eksklusif bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan
ASI ekskluisf sejak lahir sampai berusia 6 bulan dengan memperhatikan pertumbuhan
dan perkembangannya, sehingga setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI
ekslusif kepada bayi yang dilahirkannya (PP No. 23 tahun 2012).
Metode SPEOS dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas ASI pada ibu.
Salah satu metode yang masih jarang digunakan untuk merangsang produktivitas ASI
yaitu metode SPEOS.
B. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan 30 menit, diharapkan Ibu Post Sectio Caesaria diRSUD
Karawang dapat memahami, melaksanakan dan mencontohkan tentang Metode
SPEOS terhadap Peningkatan Produksi ASI dan Berat Badan Bayi.
C. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit tentang Metode SPEOS terhadap
Peningkatan Produksi ASI dan Berat Badan Bayi, diharapkan Ibu Post Sectio Caesaria
diRSUD Karawang dapat:
1. Menjelaskan Pengertian ASI
2. Menyebutkan Manfaat ASI
3. Menyebutkan Faktor – Faktor yg Mempengaruhi Pemberian ASI
4. Menyebutkan Pengertian SPEOS
5. Menyebutkan Tujuan Metode SPEOS
6. Menyebutkan Langkah – Langkah Metode SPEOS
D. Materi Penyuluhan (Terlampir)
1. Pengertian ASI
2. Manfaat ASI
3. Faktor – Faktor yg Mempengaruhi Pemberian ASI
4. Pengertian SPEOS
5. Tujuan Metode SPEOS
6. Langkah – Langkah Metode SPEOS
Hal | 2
E. Metode Pembelajaran
Cooperative Learning
F. Teknik Pembelajaran
1. Tanya Jawab/Diskusi
2. Ceramah
G. Media
1. Power Point
2. Leaflet
H. Kegiatan Penyuluhan
Tahap
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media
Kegiatan
1 Pembukaan 5 menit a. Mengucapkan salam Pasien Kata-
b. Memperkenalkan diri menjawab kata/
c. Menyampaikan salam kalimat
tentang tujuan pokok Pasien
materi mendengarkan
d. Mengkaji tingkat dan menyimak
pengetahuan pasien Pasien
mengenai Metode memahami
SPEOS tujuan dengan
e. Kontrak waktu baik
Pasien
berpartisipasi
dalam diskusi
awal
2 Pelaksanaan 20 menit Penyampaian Materi Pasien PPT
a. Pengertian ASI mendengarkan Leaflet
&
b. Manfaat ASI
memperhatikan
c. Faktor – Faktor yg dengan baik
Mempengaruhi Pasien
mengajukan
Pemberian ASI pertanyaan
d. Pengertian SPEOS
e. Tujuan Metode
Hal | 3
SPEOS
f. Langkah – Langkah
Metode SPEOS
g. Memberikan
kesempatan pada
peserta untuk bertanya
3 Penutup 5 menit a. Melakukan evaluasi Sasaran dapat Kata-
b. Menyampaikan menjawab kata/
kesimpulan materi tentang kalimat
c. Mengajukan pertanyaan
pertanyaan pada yang diajukan
penyuluh/ mahasiswa Mendengarkan
tentang materi yang &
sedang dilakukan memperhatikan
d. Mengakhiri pertemuan Menjawab
dan mengucapkan salam
salam
I. Evaluasi
Struktur a. Kesiapan Materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan Media
d. Kesiapan Audience
e. Kesiapan Tempat
Proses Mengajukan Pertanyaan Lisan:
1. Apa pengertian dari Metode SPEOS ?
2. Sebutkan Tujuan Metode SPEOS!
3. Sebutkan langkah – langkah Metode
SPEOS!
Lampiran
Hal | 4
MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian ASI
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang paling seimbang dan baik untuk bayi.
Proses menyusui merupakan metode yang tepat pemebrian makanan pada bayi di
hari–hari pertama kelahirannya. (Khanal Cruz, Karkee & Lee, 2014)
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan
bulan pertama kehidupan bayi. Namun, hanya 39% bayi di bawah enam bulan
mendapatkan ASI Eksklusif. Banyak masalah muncul di hari-hari pertama pemberian
ASI. Permasalahan mendasar yang sering membuat ibu merasa bingung dan akhirnya
memilih alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan bayi adalah ASI tidak keluar. (Sandra
Ahmad,2010)
B. Manfaat ASI
1. Bayi kan memiliki resiko lebih rendah penyakit Asma, Diabetes tipe Penyakit
kulit, Diare, muntah, NEC untuk bayi premature dan Kegemukan.
2. Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit.
3. Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali
ke masa pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan
4. Memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dankanker payudara.
(Guidline CDC, 2015)
C. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI
1) Faktor sosial budaya
2) Faktor psikologis
3) Faktor fisik ibu
4) Faktor bayi
5) Faktor tenaga kesehatan
(Pollard Maria, 2015)
D. Pengertian SPEOS
Hal | 5
Metode SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) ini dilakukan
dengan mengkombinasikan antara pijat endorphin, pijat oksitosin dan sugestif/ afirmasi
positif. (Widayanti, 2014)
Metode SPEOS adalah penggabungan dari stimulasi pijat endorphin, pijat oksitosin,
dan sugestif, dan konsep dari metode SPEOS ini adalah seorang ibu yang menyusui
tidak hanya dipandang atau dibantu dari aspek fisik saja tetapi proses adaptasi
psikologis juga menjadi kajian. Selain ibu mendapat kenyamanan saat proses pemijatan
berlangsung, ibu juga ditumbuhkan keyakinan atau tersugesti bahwa ASI ibu akan
keluar dengan mudah. Salah satu cara untuk memperlancar proses laktasi guna
mendukung proses pemberian ASI Eksklusif dapat dilakukan dengan cara
menggabungkan stimulasi pijat endorphin, pijat oksitosin, dan pemberian sugestif.
1. Pijat Endorphin
Pijat endorphin merupakan pijat yang menggunakan teknik sentuhan serta
pemijatan ringan, sehingga dapat menormalkan kembali kondisi denyut jantung dan
tekanan darah ibu hamil. Hal ini juga menyebabkan ibu hamil lebih rileks dan
memicu perasaan nyaman melalui permukaan kulit.
2. Pijat Oksitosin
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran
produksi [Link] oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang
(vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk
merangsang hormone prolactin dan oksitosin setelah melahirkan (Biancuzzo, 2003,
Roesli, 2009).
3. Teknik Sugestif
Teknik sugestif, adalah teknik yang memberikan sugestif kepada diri sendiri dengan
mengeksplor pikiran bawah sadar menjadi sangat sugestif sehingga dapat
mempengaruhi seseorang.
E. Tujuan Metode SPEOS
Hal | 6
Tujuan metode SPEOS, yaitu membantu ibu nifas (menyusui) memperlancar
pengeluaran produksi ASI dengan cara menstimulasi untuk merangsang pengeluaran
hormon oksitosin. (Widayanti, 2014).
1. Tujuan Pijat Endorphin
Pijat endorphin bertujuan meningkatkan kadar endorphin (untuk membiarkan tubuh
menghasilkan endorphin). Dan dapat merangsang munculnya reflek prolaktin dan
oksitosin sehingga meningkatkan volume pengeluaran produksi ASI.
2. Tujuan Pijat Oksitosin
Pijat oksitsin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.
Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah
memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement),
mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormone oksitosin,
mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit. (Depkes RI, 2007)
3. Tujuan Teknik Sugestif
Teknik sugestif dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan agar ASI bisa
mengalir dengan lancar dan memenuhi kebutuhan bayi sejak hari pertama lahir.
F. Langkah-Langkah Metode SPEOS
1. Tahap Persiapan
a. Persiapan alat
- Kursi (jika ada) / tempat duduk dan tempat bersandar
- Minyak aromaterapi sesuai keinginan pasien
- Handuk
- Foto bayi (jika ada) atau video
b. Persiapan penolong
- Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien
- Mencuci tangan
c. Persiapan lingkungan
- Menutup gorden atau pintu
- Pastikan privasi pasien terjaga
- Membantu ibu secara psikologis
Hal | 7
- Membantu kenyamanan posisi ibu
2. Tahap Pelaksanaan
a. Ibu duduk, bersandar ke depan, melipat lengan diatas meja di depanya dan
meletakan kepalanya diatas lenganya. Payudara tergantung lepas, tanpa
baju, handuk dibentangkan.
b. Sambil proses mata relaksasi, penolong mulai melakukan pijatan dimulai dari
leher ke punggung (kiri dan kanan)
c. Lakukan berulang kurang lebih 3 – 4 kali sambil terus memastikan ibu fokus
dan relaks sebelum kita memasukan sugesti positif.
d. Ganti gerakan tangan petugas dengan mengimajinasikan garis sepanjang
tulang belakang kemudian tarik garis imajiner ke kiri dan ke kanan masing –
masing kurang lebih 1 cm.
e. Seiring perubahan tangan maka sugesti mulai dilakukan dengan kata – kata
“relaksasi ini membuat saya merasa tenang, damai, dan kelembutan yang
terasa di seluruh tubuh serta pikiran.
f. Sambil terus memberikan sugesti positif, Lakukan hal yang sama dengan
mengganti pijatan ibu jari dengan menggunakan ruas buku jari telunjuk yang
ke dua.
g. Terakhir lakukan dengan menggunakan kepalan tangan dengan arah keatas
dan kebawah secara berlawanan antara tangan kiri dan kanan.
G. Evaluasi Tindakan
1. Evaluasi perasaan dan reaksi ibu, melalui lembar observasi yang meliputi tingling
sensation atau gelenyar, ASI yang dirasa mengalir, dan adanya nyeri yang
berasal dari kontraksi rahim.
2. Evaluasi pengeluaran ASI, dengan teknik memerah
3. Simpulkan hasil kegiatan, hasil kegiatan di informasikan pada ibu nifas dengan
ketentuan :
• Jika ASI sudah keluar maka metode SPEOS dihentikan dan ibu dimotivasi
untuk terus memberikan ASI untuk mempertahankan kelancaran pengeluaran
ASI
Hal | 8
• Jika ASI belum keluar, maka di lanjutkan pada tahap selanjutnya (point 4)
4. Lakukan kontrak kegiatan selanjutnya, sampai maksimal hari ke tiga
5. Akhiri kegiatan apabila ASI sudah keluar atau maksimal sampai hari ke tiga
6. Cuci tangan dengan prosedur
Diah Eka, (2016)
DAFTAR PUSTAKA
Hal | 9
Widayanti, Wiwin (2014). Efektivitas metode ´SPEOS´ (Stimulasi Pijat Endorphin,
Oksitosin, dan Sugestif) terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Nifas di Wilayah
Kabupaten [Link]. [Link]
Marlina, W. Novitasari, D. & Trisnasari, A (2013). Pengaruh teknik Marmet terhadap
Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea dii RSUD Ambarawa tahun 2013.
Kepustakaan Ungaran 23.
Siregar, A (2004). Pemberian ASI eksklusif dan factor-faktor yang mempengaruhinya.
Medan FKM USU
Hal | 10