0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan5 halaman

Unsur dan Pembagian Kalam dalam Nahwu

Kalam terdiri dari lafal yang tersusun dari dua kalimat atau lebih yang memberikan makna dan diucapkan dengan sengaja. Unsur-unsur kalam meliputi lafal, kalimat tersusun, dan memberikan faedah. Kalimat dibedakan menjadi isim, fiil, dan huruf berdasarkan tanda-tandanya.

Diunggah oleh

Fathul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan5 halaman

Unsur dan Pembagian Kalam dalam Nahwu

Kalam terdiri dari lafal yang tersusun dari dua kalimat atau lebih yang memberikan makna dan diucapkan dengan sengaja. Unsur-unsur kalam meliputi lafal, kalimat tersusun, dan memberikan faedah. Kalimat dibedakan menjadi isim, fiil, dan huruf berdasarkan tanda-tandanya.

Diunggah oleh

Fathul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KALAM

A. Definisi Kalam

‫الكالم هو اللفظ المركب المفيد بالوضع‬

"Kalam menurut Ulama ahli nahwu adalah lafal yang tersusun, memberikan faidah dan
disengaja."

Contoh: ‫قَا َم زَ ْي ٌد‬

B. Unsur-unsur Kalam

1. Al-Lafdhu(‫)اللفظ‬

‫هو الصوط المشتمل على بعض الحروف الهجائية‬

Lafal adalah suara yang mencakup sebagian dari huruf hijaiyah.

Contoh: ‫ زيد‬yang terdiri dari huruf ‫ ي‬,‫ ز‬dan ‫د‬.

2. Al-Murokkab (‫)المركب‬

‫هو ما تركب من كلمتين فأكثر‬

Murokkab adalah susunan dari dua kalimat atau lebih.

Contoh: ‫ قَا َم َز ْي ٌد‬yang tersusun dari ‫ قَا َم‬dan ‫َزيْد‬

3. Al-Mufid (‫)المفيد‬

‫هو ما أفاد فائدة يحسن السكوت عليها من المتكلم والسامع‬

Mufid adalah memberikan faidah kefahaman dengan sempurna bagi orang yang
berbicara dan orang yang mendengarkan.

Contoh: ‫ قَا َم َز ْي ٌد‬dan ‫زَ ْي ٌد قَائِ ٌم‬

Kedua contoh diatas memberikan faidah, yaitu memberikan kabar tentang berdirinya
Zaid.

4. Al-wadh'u (‫)الوضع‬

‫بالوضع أي بالقصد‬

Al-qosdu artinya adalah disengaja. Maksudnya adalah kesengajaan orang yang


berbicara. Sehingga perkataan orang yang mabuk, menggigau atau hilang kesadarannya
tidak disebut kalam.
Dari unsur-unsur kalam diatas dapat disimpulkan bahwa “Kalam adalah lafal yang
tersusun dari dua kalimat atau lebih yang memberikan faidah kefahaman yang
sempurna bagi orang yang berbicara dan orang yang mendengarkan serta diucapkan
dengan sengaja”.

C. Pembagian Kalimat1

‫وأقسامه< ثالثة اسم وفعل وحرف جاء لمعنى‬

Kalimat dibagi menjadi tiga, yaitu kalimat isim, kalimat fi'il dan kalimat huruf.

1. Kalimat Isim

‫هو كلمة دلت بنفسها على معنى غير مقترن بأحد األزمنة الثالثة وضعا‬

Kalimat isim adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya tanpa disertai
dengan salah satu dari tiga zaman.

Contoh: ‫ أَنَا‬,‫ َز ْي ٌد‬dan ‫هَ َذا‬

2. Kalimat Fi'il

‫هو كلمة دلت بنفسها على معنى مقترن بأحد األزمنة الثالثة وضعا‬

Kalimat fi'il adalah kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya disertai dengan
salah satu dari tiga zaman.

Contoh: ُ‫ يَضْ ِرب‬,‫ب‬ َ dan ْ‫إِضْ ِرب‬


َ ‫ض َر‬

3. Kalimat Huruf

‫هو كلمة دلت على معنى في غيرها‬

Kalimat huruf adalah kalimat yang menunjukkan suatu makna bersamaan dengan kalimat
lainnya.

Contoh: ْ‫ هَل‬,‫ إِلَى‬dan ‫لَ ْم‬

D. Tanda-tanda Kalimat
1. Tanda-tanda Kalimat Isim
‫فاإلسم يعرف بالخفض والتنوين ودخول األلف والالم وحروف الخفض‬
Tanda kalimat isim ada empat, yaitu:
a. Dijerkan
Contoh: ‫غُاَل ُم زَ ْي ٍد‬
b. Tanwin
Contoh: ‫زَ ْي ٌد َو َر ُج ٌل‬
c. Kemasukan ‫ال‬

1
Kalimat adalah lafal tunggal yang berfaidah (memiliki arti).
Contoh: ‫ال َّر ُج ُل َو ْالغُاَل ُم‬
d. Kemasukan salah satu huruf jer berikut:
1) Huruf jer ‫من‬
Contoh: ‫ت ِمنَ ْالبَصْ َر ِة إِلَى ْال ُكفَّ ِة‬ ُ ْ‫ِسر‬
“Saya berjalan dari Basroh sampai ke Kuffah”
2) Huruf jer ‫إلى‬
Contoh: ‫ت ِمنَ ْالبَصْ َر ِة إِلَى ْال ُكفَّ ِة‬ ُ ْ‫ِسر‬
“Saya berjalan dari Basroh sampai ke Kuffah”
3) Huruf jer ‫ع َْن‬
Contoh: ‫س‬ ِ ْ‫ْت ال َّس ْه َم ع َِن ْالقُو‬
ُ ‫َر َمي‬
“Saya melempar anak panah dari busur”
4) Huruf jer ‫َعلَى‬
Contoh: ‫س‬ ِ ‫ْت َعلَى ْالفَ َر‬ ُ ‫َر ِكب‬
“Saya naik diatas kuda”
5) Huruf jer ‫فِي‬
Contoh: ‫ْال َما ُء فِي ْال ُكوْ ِز‬
“Air didalam gelas”
6) Huruf jer َّ‫رُب‬
Contoh: ُ‫َري ٍْم لَقِ ْيتَه‬ ِ ‫رُبَّ ك‬
“Sedikit orang mulia yang Aku temui”
7) Huruf jer ‫ْالبَا ُء‬
Contoh: ‫ت بِزَ ْي ٍد‬ ُ ْ‫َم َرر‬
“Saya lewat bertemu dengan Zaid”
8) Huruf jer ُ‫ْالكَاف‬
Contoh: ‫َز ْي ٌد ك َْالبَ ْد ِر‬
“Zaid seperti bulan purnama”
9) Huruf jer ‫الاَّل ُم‬
Contoh: ‫ْال َما ُل لِزَ ْي ٍد‬
“Harta milik Zaid”
10) Huruf qosam
Huruf qosam adalah huruf yang menunjukkan arti sumpah. Huruf qosam
ada tiga, yaitu:
1.‫ْال َوا ُو‬
Contoh: ِ ‫( َوهّللا‬Demi Allah)
2. ‫ْالبَا ُء‬
Contoh: ِ ‫( بِاهّلل‬Demi Allah)
3. ‫التَّا ُء‬
Contoh: ِ ‫( تَاهّلل‬Demi Allah)
2. Tanda-tanda Kalimat fi’il
Tanda kalimat fi’il ada empat, yaitu:
a. Kemasukan ‫قَ ْد‬
‫ قَ ْد‬dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Qod litahqiq
Yaitu qod yang masuk dalam fi’il madhi dan berarti mengukuhkan
(sungguh).
Contoh: ‫( قَ ْد قَا َم زَ ْي ٌد‬Sungguh Zaid telah berdiri)
2. Qod litaqlil
Yaitu qod yang masuk dalam fi’il mudhori dan berarti sedikit
(terkadang).
Contoh: ‫( قَ ْد يَقُوْ ُم زَ ْي ٌد‬Zaid terkadang berdiri)
b. Kemasukan sin tanfis
Yaitu sin yang masuk dalam fi’il mudhori dan menunjukkan masa mendatang
yang dekat.
Contoh: ‫( َسيَقُوْ ُم زَ ْي ٌد‬Zaid akan berdiri)
c. Kemasukan saufa taswif
Saufa taswif masuk pada fi’il mudhori’ dan menunjukkan masa mendatang yang
lama.
Contoh: ‫( سَوْ فَ يَقُوْ ُم زَ ْي ٌد‬Kelak Zaid akan berdiri)
d. Kemasukan ta’ ta’nis as-sakinah
Yaitu ta’ yang mati (sukun) dan masuk dalam fi’il madhi serta menunjukkan
bahwa fa’ilnya muannats.
Contoh: <ُ‫ت فَا ِط َمة‬ ْ ‫( قَا َم‬Fatimah telah berdiri)
3. Tanda-tanda Kalimat Huruf
‫والحرف ما اليصلح معه دليل اإلسم والدليل الفعل‬
Tanda kalimat huruf yaitu tidak adanya tanda. Maksudnya kalimat huruf tidak
kemasukan tanda kalimat isim maupun tanda kalimat huruf. Tidak adanya tanda
tersebut merupakan tanda bagi kalimat huruf. Kalimat huruf tidak dapat berdiri sendiri
dan tidak mempunyai arti kecuali jika disambung dengan kalimat lain.
ِ ‫( فِي ال َّد‬didalam desa)
Contoh: ‫ار‬
Pada contoh diatas huruf ‫ فِي‬tidak memiliki arti “didalam” kecuali setelah disambung
dengan kalimat ‫ ال َّدار‬.
‫الصوط المشتمل على بعض الحروف الهجائية‬ ‫اللفظ‬

‫ما تركب من كلمتين فأكثر‬ ‫المركب‬ ‫الكالم‬

‫ما أفاد فائدة يحسن السكوت عليها من المتكلم والسامع‬ ‫المفيد‬

‫نحو‪ :‬قَا َم َز ْي ٌد‬

‫قصد المتكلم‬ ‫الوضع‬

‫بالخفض‬

‫بالتنوين‬

‫اإلسم‬

‫بدخول ال‬

‫بحروف الخفض‬

‫بقد‬

‫بالسين‬

‫الفعل‬ ‫الكلمة‬

‫بسوف‬

‫بتاء التأنيث‬

‫عدم قبول عالمة اإلسم والفعل‬ ‫الحرف‬

Anda mungkin juga menyukai