BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mengingat jaman seperti sekarang ini, banyak remaja khususnya para pelajar yang
kurang sekali mengenai pendidikan Tata Krama yang baik dalam kehidupan . Kebanyakan
anak sekolah, sekarang berprilaku menyimpan dari ajaran Agama karena kurangnya
pengetahuan Budhi pekerti khususnya Tata Krama dalam kehidupan sehari-hari terutama
disekolah. Padahal pihak sekolah sudah memberikan tata tertib, yang mencakup tentang
pertarutan dan tata krama sepatutnya dalam lingkungan sekolah. Tapi karena tidak adanya
kesadaran dan kepedulian dari para siswa dan pelajar ini, mereka jadi menyepelakan tata
krama yang sudah dibuat, sehingga serta merta melanggarnya. Oleh karena itu perlu
adanya kesadaran serta kepedulian dalam memperhatikan tata krama terutama di
lingkungan sekilah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari tata krama?
2. Bagaiaman hubungan anatara pelajar diseskolah dengan sebuh tata krama yang
dibuat diskolah?
3. Tata krama seperti apa yang terdapat disekolah yang harus di ikuti para siswa?
4. Bagiamana seharusnya tanggapan guru terhadap siswa dan tata krama dalam
perturan yang dibuat?
5. Bagaimana Upaya untuk menanamkan perilaku bertata krama kepada para siswa di
sekolah?
c. Tujuan
1. Mengetahui pengertian tata krama terutama di skolah
2. Memperjelas bahwa siswa dan tata krama yang ada itu memiliki hubungan yang
penting
3. Mengetahui tata krama yang ada disekolah
4. Mengetahui tanggapan guru di skolah terhadap siswa dan tata krama yg ada
sehingga mampu menjadi media pembelajaran
5. Mengetahui upaya menanamkan tata krama pada siswa
d. Manfaat Penelitian
1. Agar siswa atau pelajar mampu menunjukkan sikap bertata krama dan
mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan
sekolah
2. Mempelajari serta menambah wawasan tentang tata krama yang ada di lingkungan
sekolah
BAB 2
LANDASAN TEORI
[Link] TEORI
Tata krama dan tata tertib sekolah dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa
dalam bersikap, berucap, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah
dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan
pembelajaran yang efektif.
Tata krama dan tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah
dan masyarakat sekitar, yang meliputi : nilai ketaqwaan, sopan santun pergaulan,
kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, keamanan dan nilai-nilai yang
mendukung belajar yang efektif. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang
tercantum dalam tata krama dan tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.
Secara harfiah tata krama berasal dari dua kata yaitu tata dan krama. Tata berarti adat,
aturan, norma atau peraturan. Sedangkan krama berarti cara langkah tindakan kelakukan
atau perbuatan yang baik. Dengan demikian tata krama adalah tata cara sopan santun tata
susila. Sebutan lain dari tata krama adalah etiket atau etika. Keduanya berasal dari yunani
kuno yaitu ethikos dan ethos berarti cara yang baik kesusilaan tata krama.
Tata krama terdapat dan diperlakukan dimana saja dahulu sekarang dan yang akan
datang. Pengalaman menunjukkan bahwa tata krama dapat menciptakan kebaikan
keselarasan kedamaian kebahagiaan dan keselamatan. Perwujudan tata krama dalam
pergaulan khususnya bagi pelajar ada 3 yaitu :
1. Tata krama di lingkungan rumah (dalam keluarga)
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam pembentukan tempat pertama
dan utama dalam pembentukan jati diri dan kepribadian sesorang yang berhubungan
langsung dengan anggotan keluarga. Contoh:
a) Menghormati orang tua adan melaksanakan perintahnya dengan baik
b) Menyambut ajakan orang dengan wajah riang gembira
c) Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda
d) Bila diajak bicara harus memperhatikan
e) Minta ijin pada orang tua sebelum berangkat sekolah
f) Mengucapkan salam bila masuk dan keluar rumah
2. Tata krama di lingkungan sekolah
Sekolah merupakan tempat bersosialisasi penting bagi anak dalam lembaga formal
yang memiliki aturan yang harus dipatuhi. Contoh:
a) Bersikap sopan pada guru
b) Mengucapkan salam bila bertemu guru dan teman
c) Saling menghargai antar teman
d) Mematuhi tata tertib sekolah
1. Tata krama di lingkungan masyarakat
Sebagai control sosial yang berangkat deri kebiasaan adat istiadat dan norma
disebabkan dalam masyarakat merupakan tempat bertemunya berbagai lapisan
masyarakat yang bertemu berbagai latar belakang serta budayanya. Contoh:
a) Mengucapkan salam apabila bertemu orang yang lebih tua saudara dan teman
b) Membiasakan mengetuk pintu bila bertamu
c) Tata cara makan untuk menikmati hidangan
d) Saling menolong sesama tetangga
e) Menghargai saran dan pendapat orang lain
Dalam hal ini peran para guru juga sangat penting karena melalui guru jugalah
penerapan tata krama itu di jelaskan dan di praktekkan. Guru lah yang menjadi panutan
siswa di sekolah pemberi contoh terbaik bagi para siswa dalam segala hal terutama tata
krama. Maka dari itu disini sangat perlu mengetahui bagaiman dalam pikiran para guru
mengenai tata krama itu sendiri. Dalam berbagai sumber para guru menjelaskan bahwa tata
krama di skolah itu sangan penting karena disinilah karakter siswa dilihat serta di pelajari
para guru diskolah agar mereka lebih mengenal siswa- siswa mereka. Bukan hanya itu guru
juga menjadikan ini patokan untuk memberi nilai sikap terhadap siswa dilihat dari tata
krama. Dan juga dengan adanya tata krama di sekolah akan memawa pengaruh positif juga
bagi siswa di luar sekolah nantinya.
Karena itu para guru pun juga melakukan beberapa upaya yang dirasa tepat agar siswa
di sekolah mampu menunjukkan sika bertatakrama. Berikut upaya-upaya nya:
1. Penanaman agama
Agama merupakan pondasi dasar dalam pembentukan pribadi seseorang karena
naluri manusia yang mengikuti kepercayaan atau keyakinan mereka sendiri. Baik dalam
agama apapun itu pastilah diajarkan yang mana bersikap atau dalam hal ini ber tata
krama. Nah dalan ajaran agama islam sendiri yang merupakan keyakinan yang menjadi
mayoritas di indonesia memiliki sumber karakter yang harus dijadikan landasan oelh
orang tua dlam membina karakter anak karena merupakan pedoman bagi mereka.
2. Proses belajar mengajar
Sudah sepatutnya guru memberikan arahan atau pengajaran mengenai pendidikan
karaker dalam setiap proses belajar. Karena dari sini jukag para siswa akan disuguhi
pelajaran yang bukan hanya akademik tapi fisikal dan emosional. Karena tata krama
menyangkutn pribadi para siswa itu sendiri. Jadi ini hal yang sangan wajib dilakukan
guru dalam pemberian pendidika karakter bagi siswa.
3. Hukuman
Hasil penilitian oleh ratansuri dan arsana (2013) menyatakan bahwa pemberian
hukuman dibutuhkan dalam meningkatkan perilaku sopan santun siswa terhadap tata
tertib dan tata krama sekolah memberikan punishment/hukuman kepada siswa yang
melakukan pelanggaran atau kesalahan perlu dilakukan oleh pihak sekolah.
2. HIPOTESIS
Berdasarkan kerangka berpikir tersebut sebuah tata krama sangat memberi pengaruh
bagi para pelajar yang ada di sekolah. Karena dengan pendidikan karakter seperti tata
krama dapat melekat pada diri siswa dan menjadi sikap yang postif bagi diri mereka dan
memberikan dampak yang baik juga bagi lingkungan diluar sekolah bahkan dapat melekat
sepanjang hidup siswa itu.
BAB 3
METODE PENELITIAN
[Link] Dan Tempat penelitian
Penelitian ini dimulai pada tanggal 10 januari 2019 sampai 19 januari [Link]
rentan waktu tersebut penelitian ini dilakukan di lingkungan sekolah SMK Negeri 2 Majene.
Penelitian ini dilakukan di tempat tersebut karena merupakan sekolah kami sendiri.
[Link] dan sample
Beberapa siswa SMK Negeri 2 Majene sebagai populasi, dan beberapa anak kelas X
sebagai sample.
[Link] Penelitian
Variabel : adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu
penelitian. Menurut F.N. Kerlinger variabel sebagai sebuah konsep. Variabel merupakan
konsep yang mempunyai nilai yang bermacam-macam. Suatu konsep dapat diubah
menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu
sendiri.
1. Variabel terkait: karakter/perilaku/sikap siswa disekolah
[Link] Penelitian(Wawancara)
NO SISWA/PELAJA TANGGAL PENDAPAT PELANGGARAN SARAN
R
1. Kelas X AP 1 14-01-2019 Adanya aturan Tak pernah Mungkin jika
mengenai tata melanggar tapi ada
krama itu sudah pernah melihat pelanggaran
bagus,melatih pelanggaran di seperti ini, tidak
siswa untuk [Link] perlu di hukum
berperilkau lebih tidak permisi saat keras, tetapi
sopan pada lewat deppan bisa diperi
sesama manusia. orang tua, bicara beringtan
sembarangan secara tegas
dan tidak agar tidak
menghormati mengulangi lagi.
yang lebih tua.
2. Kelas AP 3 14-01-2019 Peraturan tentang Yang melanggar Jika melanggarr
tata krama ini hanya teman- cukup diberi
sangat cocok teman nya. teguran saja.
berada di sekolah
karena itu pasti
berpengaruh
kepada siswa dan
memperbaiki
sikap mereka.
3. Kelas AP 4 14-01-2019 Sudah pantas Melihat teman Perlu dihukum
atau baik berada teman kelas nya agar dapat
disekolah. Baik yang melanggar memberikan
untuk para pelajar dari duduk di efek jera
untuk meja bercanda
penegembangan saat guru dan
karakter nya. keras kepala.
[Link] kerja
Pada penelitian ini prosedur kerja yang dilakukan adalah:
Tahap pengamatan perilaku siswa menggunakan tata krama
[Link] alat wawancara,seperti bolpoin, buku,hanphone untuk merekam suara
2. menyiapakan pertanyaan yang berkaitan dengan rumusan masalah
[Link] salah satu siswa kelas x untuk di wawancara
4. memberikan penjelasan tentang hal apa yang akan di wawancara
[Link] wawancara dengan memberikan beberapa pertanyaan yang telah tersedia
[Link] lagi ke setiap siswa perwakilan kelas x
[Link] data
Pada penelitian ini, penulis mengambil data dalam bentuk pencarian di internet serta dari
hasil wawancara dengan siswa,sehingga diperoleh hasil penelitian yang dapat menjawab
rumusan masalah dan juga dapat ditarik kesimpulan,serta dapat diberikan saran dalam
penelitian ini.
BAB 4
PENUTUPAN
[Link]
Pada penelitian ini mengenai tata krama di sekolah memberi pengaruh sangat tinggi
terhadpa karakter siswa. Karena pada dasarnya siswa dalam masa masa sekolah sedang
mencari atau membangun karakter mereka. Oleh karena itu, dengan adanya peraturan tata
krama di lingkungan sekolah membuat para siswa dapat menyesuakan diri terhadap
perilaku-perilaku sopan santun, beretika,serta bermoral baik terutama dalam lingkungan
[Link] pula perilaku dari pembentukan karakter siswa ini juga kan sanga tmembantu
mereka untuk menjain sosialisasi tidak hanya di lingkungn sekolah tetapi juga dalam
lingkungan bermasyarakat. Siswa tidak akna kesulitan dalam menajalani interaksi tersebut,
karena telah terbekali pendidikan karakter yaitu tata krama dalam lingkungan sekolahnya.
Jadiakhirnya kembali bahwa pendidikan tata krama dalam lingkungan sekolah ini
sangat memberi peengaruh positif bagi diri siswa itu sendiri, di sekolah dan lingkungan
sekitar.
2. Saran
Penelitian mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih sederhana
sehingga ada beberapa hal yang disarankan, antara lain :
1. Masyarakat terutama para pelajar harus mengetahui dan memahami mengenai ber Tata
Krama yang baik dan benar.
2. Pihak sekolah harus lebih menambah serta meningkatkan pendidikan tata krama itu di
sekolah tersebut agara dalam kalangan pelajar mereka mampu memahami lebih dalam,
luas, serta terarah nantinya.
3. Kepada siswa dan siswi diharapkan mampu mempelajari tentang ber Tata krama itu
sendiri agar dapat membentuk baik karakter mereka.
4. Diharapkan ada peneliti yang mampu melengkapi kekurangan dari penelitian ini
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
sekolah-bagi-siswa/
[Link]
OSIAL_SEKOLAH_BAG1
[Link]