SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
KELUARGA BERENCANA (KB)
Pokok Bahasan : KELUARGA BERENACANA (KB)
Sub Pokok Bahasan : MANFAAT KB DAN PENTINGNYA BER-KB
Sasaran : PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DAN WUS
Hari/Tanggal : SENIN, 27 JULI 2020
Waktu : 01.00 WIB – Selesai
Tempat : Google Meet
I. Tujuan Penyuluhan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan penuyuluhan, diharapkan peserta dapat mengerti dan
memahami tentang KB sehingga bisa memhami dan mengeti macam-macam
KB, manfaat dan kontra indikasi dari KB
Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta dapat mengetahui tentang:
1. Agar ibu dapat menjelaskan tentang pengertian KB
2. Agar ibu dapat menejelaskan jenis-jenis KB
3. Agar ibu dapat mengetahui tentang manfaat KB
4. Agar ibu dapat megetahui kontra indikasi/efek samping KB
II. Materi
Terlampir
III. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Klien Metode
1. Pendahulua 5 menit 1. Memberikan salam 1. Menjawa Tanya
n 2. Memperkenalkan diri b salam Jawab
3. Menyampaikan tujuan 2. Memper Ceramah
penyuluhan hatikan Ceramah
3. Memper
hatikan
2. Penyajian 40 menit Menjelaskan materi 1. Memperhatika Ceramah
: n Ceramah
1. Pengertian 2. Memperhatika Ceramah
keluarga n Ceramah
berencana 3. Memperhatika
2. Macam-macama n
alat kontrasepsi 4. Memperhatika
3. Penggunaan dan n
efek samping
3 Diskusi 10 menit 1. Memberikan 1. Bertanya Tanya
kesempatan bertanya 2. Menjawab Jawab
2. Mengajukan Tanya
pertanyaan Jawab
4 Penutup 5 menit Menutup dengan Menjawab Tanya
mengucapkan salam salam Jawab
IV. Media
Power Point.
V. Pustaka
1. Putri Elise, Limoy Megalina. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN
SIKAP ISTRI DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI ALAMIAH METODE
OVULASI BILLINGS (MOB). Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak.
Volume 7 Nomor 1 Mei 2017
2. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: YAYASAN BINA
PUSTAKA SARWONO PRAWIROHARDJO.2006
VI. Evaluasi
LAMPIRAN.
MATERI KONSELING KELUARGA BERENCANA
A. Pengertian
Keluarga berencana kb dalam pengertian sederhana adalah merujuk kepada
penggunaan kontrasepsi oleh suami istri atas persetujuan bersama, untuk
mengatur kesuburan dengan tujuan untuk menghindari kesulitan kesehatan,
kemasyarakatan dan ekenomi, dan untuk memungkinkan mereka memikul
tanggung jawab terhadap anak-anaknya dan masyarakat. ini meliputi hal-hal
sebagai berikut
1. Menjarangkan anak dan penjagaan kesehatan ibu dan anak
2. Pengaturan masa hamil agar terjadi pada waktu yang aman
3. Mengatur jumlah anak, bukan saja untuk keperluan keluarga, melainkan
juga untuk kemampuan fisik, finansial, pendidikan, dan pemeliharaan anak
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau
pasangan suami istri untuk mendapatkan objetif-objektif tertentu,
menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang
memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu
saat kelahiran dalam hubungan dengan suami istri dan menentukan jumlah
anak dalam keluarga (BKKBN, 2009).
Metode keluarga berencana dibagi menjadi dua yaitu metode alami
dan modern. Metode modern diantaranya yaitu kontrasepsi hormonal, alat
kontrasepsi bawah kulit, alat kontrasepsi dalam rahim, kontrasepsi mantap,
dan vasektomi. Sedangkan metode alamiah yaitu metode kalender, metode
suhu basal, metode lendir serviks/ metode ovulasi billings, metode
symptotermal dan metode Senggama Teputus dan juga ada metode amenorea
laktasi (MAL) dan metode kontrasepsi darurat
B. Metode Keluarga Berencana Alamiah
1. Metode kalender/teknik pantang berkala
Senggama dihindari Pada masa subur yaitu deket dengan pertengahan
siklus haid atau terdapat tanda-tanda adanya kesuburan yaitu keluar lendir
encer dari liang vagina. Untuk perhitungan masa subur dipakai rumus
siklus terpanjang dikurangi 11, siklus terpendek dikurangi 18, antara
waktu senggama dihindari
Manfaat
Kontrasepsi
Dapat dingunakan untuk menghindari atau mencapai kehamilan
Tidak ada resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi
Tidak ada efek samping sistemik
Murah dan tanpa biaya
Nonkontrasepsi
Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana
Menambah pengetahuan tentang sistem reproduksi pada suami dan
istri
Memungkinkan mengeratkan relasi/ hubungan melalui peningkatan
komunikasi antara suami istri/pasangan
Keterbatasan
Sebagai kontraseptif sedang (9-20 kehamilan per 100 perempuan
selama tahun pertama pemakaian). Catatan untuk MOB bila aturan
diataati kegagalan 0% (kegagalan metode/method failure dan 0-3%
kegagalan pemakai/ user’s failure, yaitu pasangan dengan sengaja
melanggar aturan untuk mencegah kehamilan)
Keefektifan tergantung dari kemauan dan disiplin pasangan untuk
mengikuti intruksi
Perlu ada pelatihan sebagai persyaratan untuk menggunakan jenis
KBA yang paling efektif secara benar
Dibutuhkan pelatih/guru KBA (bukan tenaga medis)
Pelatih/guru KBA harus mampu membantu ibu Mengenali masa
suburnya, memotivasi pasangan untuk menaati aturan jika ingin
menghindari kehamilan dan menyediakan alat bantu jika diperlukan;
misalkan catatan khusus, thermometer (oral atau suhu basal)
Perlu pantang selama masa subur untuk menghinari kehamilan
Perlu pencatatan setiap hari
Infeksi vagina membuat lendir serviks sulit dinilai
Thermometer basal diperlukan untuk methode tertentu
Tidak telindungi dari IMS termasuk HBV (virus hepatitis B) dan
HIV/AIDS
Yang seharusnya mengunakan KBA
Perempuan yang dari segi umur, paritas atau maslah kesehatan
membuat kehamilan menjadi kondisi resiko tinggi
Perempuan sebelum haid (menyusui, segar setelah abortus), kecuali
MOB
Perempuan dengan siklus haid tidak teratur
Perempuan yang pasangannya tidak mau bekerja sama (berpantang)
selama waktu ertentu dalam siklus haid
Perempuan yang tidak suka menyentuk daerah genitalianya
2. Metode suhu basal
Ibu dapat Mengenali masa subur ibu dengan mengukur suhu badan
secara teliti dengan thermometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu
sampai 0,1 oC untuk mendeteksi, bahkan suatu perubahan kecil, suhu tubuh
anda.
Aturan Pakai Perububahan suhu
Ukuran suhu tubuh ibu yang hamper sama setiap pagi (sebelum
bangkit dari tempat tidur) dan catatan suhu ibu pada kartu yang
disediakan oleh instruktur Metode Keluarga Berencana Alamiah
(KBA) ibu.
Pakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hri pertama dari
siklus haid ibu untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang
“normal, rendah” (misalnya, catatan suhu harian pada pola tertentu
tanpa suatu kondisi yang luar biasa). Abaikan setiap suhu tinggi yang
disebabkan oleh demam atau gangguan lain.
Tarik garis pada 0,5o- 0,1 oC diatas suhu tertinggi dari suhu 10 hari
tersebut. Ini dinamakan garis pelindung (cover line) atau garis suhu
Masa tak subur dimulai pada sore setelah hari ke tiga berturut-turut
suhu berada diatas garis pelindung tersebut (aturan perubahan suhu)
Untuk Kontrasepsi
Pantang senggama mulai dari awal siklus haid sampai sore hari ke tiga
berturut-turut setelah suhu berada diatas garis pelindung (cover line). Masa
panag pada aturan perubahan suhu lebih panjang dari pemakaian Metode
Ovulasi Billings (MOB)
Catatan
Jika satu dari 3 suhu berada digaris bawah Pelindung (cover line)
selama perhitungan 3 hari, ini mungkin tanda ovulasi belum terjadi.
Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut
suhu catat diatas garis pelindung sebelum memulai senggama
Ketika mulai masa tak subur, tidak perlu untuk mencatata suhu basal
ibu. Buibu dapat berhenti mencatat sampai haid berikutnya mulai dan
bersenggama sampai hari pertama haid berikutnya.
3. Metode lender serviks/ metode ovulasi billings
Salah satu metode kontrasepsi alamiah yaitu metode ovulasi billings
dikembangkan pada tahun 1950-an oleh dua orang dokter warga negara
Australia, yaitu [Link] dan John Billings, kemudian diperkenalkan ke
Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an (Sulistyawati, 2011).
Metode Ovulasi Billings didasarkan pada pengenalan terhadap
perubahan lendir serviks selama siklus menstruasi yang menggambarkan
masa subur dalam siklus dan waktu fertilitas maksimal dalam masa subur
(Sulistyawati, 2011).
Cara dapat Mengenali masa subur dengan memantau lendir serviks
yang keluar dari vagina, pengamatan sepanjang hari dan ambil
kesimpulan pada malam hari periksa lendir dengan jari tangan atau tisu di
luar vagina dan perhatikan perubahan perasaan kering basah. Tidak
dianjurkan untuk periksa ke dalam vagina.
Untuk menggunakan metode ovulasi billings (MOB) ini, seorang
perempuan harus belajar mengenali Pola Kesuburan dan Pola Dasar ke-
Tidak Suburannya untuk menghindari kekeliruan dan untuk menjamin
keberhasilan pada awal masa belajar, pasangan diminta secara penuh
tidak bersenggama pada satu siklus haid. untuk mengenali pola kesuburan
dan pola ketidaksuburan.
Pola Kesuburan adalah pola terus berubah, dan Pola Dasar Ke-
Tidak suburan adalah pola yang sam sekali tidak berubah dari hari ke
hari. Kedua pola ini mengikuti kegiatan hormone-hormon (khusus
Estrogen dan Progesteron) yang mengontrol daya tahan hidup sperma
danpembuahan. Oleh karena itu, dapat memberi informasi yang dapat
diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan
Suatu catatan yang sederhana dan tepat adalah kunci untuk
keberhasilan. Suatu rangkaian kode digunakan untuk melengkapi
catatan. Kode ini harus cocok dengan budaya lokal dan dapat digunakan
oleh pengguna KBA secara luas. Dibeberapa tempat dipakai
tempelan/stiker atau tinta berwarna, di tempat lain lebih praktis membuat
kode yang dapat di tulis dengan tangan; ada juga mengombinasikan
keduanya yaitu kode yang ditulis tangan dengan menggunakan pensil
berwarna. Contoh berikut adalah tabel pencatatan kode untuk siklus
normal (teratur) biasa, beriksar antara 28 hari dan siklus normal (teratur)
pendek, beriksar antara 20-25 hari
Definisi
Hari-hari kering: setelah haid bersih, kebanyakan ibu mempunyai 1
sampai beberapa hari tidak terlihat adanya lendir dan daerah vagina terasa
kering, ini dinamakan hari-hari kering
Hari – hari subur: ketika terobservasi adanya lendir sebelum ovulasi,
ibu dianggap subur, ketika terlihat adanya lendir, walaupun jenis lendir yang
kental dan lengket. Lendir subur yang basah dan licin mungkin sudah ada di
serviks dan hari subur sudah dimulai
Hari puncak: adalah hari terakhir adanya lendir paling licin, mulur,
dan ada perasaan basah
4. Metode symtoternal
Ibu harus mendapat intruksi untuk metode lender serviks dan suhu basal
ibu dapat menentukan masa subur ibu dengan mengganti suhu tubuh dan
lendir serviks.
Setelah darah haid berhenti, ibu dapat bersenggama pada malam
hari pada hari kering dan berselang sehari selama masa tak subur.
Ini adalah aturan selama hari kering (Aturan Awal). Aturan yang
sama dengan metode lendir serviks
Mulai subur mulai ketika ada perasaan basah atau munculnya
lendir, ini adalah aturan awal. Aturan yang sama dengan metode
Lendir Serviks. Berpantang bersenggama sampai masa subur
berakhir
Pantang bersenggama sampai Hari Puncak dan Aturan
Perubahan suhu telah terjadi
Apabila turan ini tidak mengidentifikasi hari yang sama sebagai
akhirmasa subur, selalu ikuti aturan yang paling konservatif, yaitu
aturan yang mengidentifikasi masa subur yang paling panjang
5. Metode senggama terputus
Senggama terputus adalah metode keluarga berencana tradisional, dimana
pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria
mencapai ejakulasi
Cara kerja
Alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejaulasi sehingga sperma tidak
masuk kedalam vagina sehingga tidak ada pertemuan antara sperma dan
ovum, dan kehamilan dapat dicegah.
Manfaat
Kontrasepsi
Efektif bila dilaksanakan dengan benar dengan benar
Tidak menggu produksi asi
Dapat digunakan sebagai pendukukng metode KB lainnya
Tidak ada efek samping
Tidak digunakan setiap waktu
Tidak membutuhkan biaya
Nonkontrasepsi
Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana
Untuk memungkinkan hubungan lebih dekta dan pengertian yang
sangat dalam
Keterbatasan
Efektifitas sangat bergatung pada kesediaan untuk melakukan
senggama terputus setiap pelaksanaannya (angka kegagalan 4-27
kehamilan per 100 perempuan pertahun)
Efektifitas akan jauh menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak
ejakulasi masih melekat pada penis
Memutus kenikmatan dalam hubungan seksual
Dapat dipakai untuk
Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam keluarga berencana
Pasangan yang taat beragama atau mempunyai alas an filosofi untuk
tidak memakai metode-metod lain
Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan sengaja
Pasangan yang memerlukan metode sementara, sambil menunggu
metode yang lain
Pasangan yang membutuhkan metode pendukung
Pasangan yang memelukan hubungan seksual tidak teratur
Tidak dapat dipakai untuk
Suami dengan pengalaman ejakulasi dini
Suami yang sulit melakukan senggama terputus
Suami yang memiliki kelainan fisik atau psikologis
Istri yang mempunyai pasangan yang sulit bkerja sama
Pasangan yang kurang dapat saling berkomunikasi
Pasangan yang tidak bersedia melakukan senggama terputus
6. Metodhe Amenorhea Laktasi (MAL)
Kontrasepsi yang mengandakan pemeberian air susu ibu (ASI)
ekslusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau
minuman apapun lainnya
Mal ddapat dipakai sebagai kontrasepsi bila :
Menyusui secara penuh (full breat feeding); lebih efektif bila
pemeberian ≥8 x sehari
Belum haid
Umur bayi kurang dari 6 bula
Harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya
Cara kerja
Penundaan/penekanan ovulasi
Keuntungan kontrasepsi
Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% pada enam bulan
pascapersalinan)
Segera efektif
Tidak menggu senggama
Tidak ada efek samping secara sistematik
Tidak perlu pengawasan medis
Tidak perlu obat atau alat
Tanpa biaya
Keuntungan nonkontrasepsi
Untuk bayi
Mendapatkan kekebalan postif (mendapatkan antibody
perlindungan lewat ASI)
Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh
kembang bayi yang optimal
Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi dari air, susu
lain atau formula atau alat minum yang dipakai
Untuk ibu
Mengurangi perdarahan pascapersalinan
Mengurasi resiko anemia
Meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayi
Keterbatasan
Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui
dalam 30 menit pasca persalinan
Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial
Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid/sampai dengan 6
bulan
Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV
dan HIV/AIDS
Yang dapat mengguakan MAL
Ibu yang menyusui secara ekslusif, bayinya berumur kurang dari 6 bulan dan
belum mendapat haid setelah melahirkan
Yang seharusnya tidak pakai MAL
Sudah mendapat haid setelah bersalin
Tidak menyusui secara ekslusif
Bayinya sudah berumur lebih dari 6 bulan
Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam
C. Metode Kontrasepsi dengan alat / obat
1. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari
karet tipis yang digunakan untuk menampung sperma agar tidak masuk
kedalam vagina.
Cara penggunaan : disarungkan pada penis, dari ujung hingga
pangkal, pada saat akan melakukan hubungan seksual.
Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-
waktu, dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
Kerugian :selalu harus memakai kondom baru, mengganggu
kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika
menggunakannya tergesa-gesa.
Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet
pada kemaluan pria akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang
pelicin.
2. Tisu KB
Tisu KB adalah kertas tipis yang mengandung spermatisida.
Cara penggunaan : remaslah tisu KB menjadi gumpalan kecil,
masukkan ke dalam vagina, dorong hingga menyentuh mulut rahim.
Tunggu 2-5 menit sebelum berhubungan.
Kelemahan : harus digunakan 2-5 menit sebelum melakukan
hubungan seksual.
Efek samping : gatal-gatal, peningkatan pengeluaran cairan vagina,
iritasi dinding vagina.
3. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel
telur dari indung telur.
Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa.
Pil dengan kemasan 21 tablet diminum pada hari ke 5 haid.
Pil dengan kemasan 28 tablet diminum pada hari pertama haid.
Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada
waktu haid, mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk PUS
muda.
Kerugian : memerlukan displin tinggi, kembalinya kesuburan agak
lambat, tidak dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi, perdarahan
pervaginam, migrain.
Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.
4. Suntikan KB
Depo provera dan Noristrat
Suntik KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah
lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalnya lendir mulut rahim
sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan menipiskan selaput
lendir rahim sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam rahim.
Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali.
Noristrat disuntikkan setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan pertama,
selanjutnya tiap 3 bulan.
Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu
yang sedang menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi produksi
air susu ibu (ASI)
Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid,
keputihan, jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak
normal, keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi,
kencing manis dan penderita penyakit paru-paru berat.
5. Susuk KB.
Susuk KB adalah 6 kapsul kecil, ramping berisi obat yang dipasang
dibawah kulit lengan atas bagian dalam untuk dipakai selama 5 tahun.
Cara penggunaan : Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit
lengan wanita bagian atas oleh dokter dan bidan terlatih
Keuntungan : praktis, tidak menekan produksi ASI, tidak ada faktor
lupa, dapat digunakan pada wanita yang tidak cocok dengan hormon
estrogen.
Kekurangan : lebih mahal, harus dipasang dan diangkat oleh petugas
kesehatan yang terlatih.
Efek samping : gangguan haid, mual, muntah timbul jerawat, BB
bertambah.
Kontra indikasi : wanita hamil, perdarahan pervaginam, penyakit
jantung, darah tinggi, kencing manis.
6. IUD / Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita
yang terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai
kontrol.
Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh
dokter atau bidan terlatih.
Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah
pemasangan, ada bercak – bercak perdarahan dll.
Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kanker rahim.
7. Vasektomi
Operasi kecil untuk menghalangi transport sperma di saluran air mani.
Cara penggunaannya : dengan operasi.
Keuntungan : efektif, proses operasi cepat, tidak perlu dirawat di RS.
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat
dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Efek samping : ada kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dan
infeksi.
Kontra indikasi : penderita DM tidak terkontrol.
8. Tubektomi.
Cara penggunaannya : dengan operasi
Keuntungan : efektif, angka kegagalan sterilisasi rendah,
komplikasi terbilang kecil, biaya murah.
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat
dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Kontra indikasi : penyakit jantung, paru-paru, hernia umbilikalis,
hernia inguinalis atau labialis.