BALANCING OF ROTORS
Ir. Iwan Agustiawan, M.T.
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
Definisi
2
Balancing of Rotors merupakan penyeimbangan massa-
massa berputar yang bertujuan untuk menghilangkan
ketidakseimbangan (unbalance) akibat gaya-gaya
inersia yang bekerja pada pusat massa berputar
dengan cara memberikan massa penyeimbang dengan
besar, lokasi dan posisi sudut pada bidang tertentu.
Penyebab ketidakseimbangan (unbalance) pada massa-
berputar :
Pusat massa tidak berimpit (coincide) dengan pusat
geometri atau pusat massa tidak berlokasi di sumbu
rotasinya sehingga bekerja gaya inersia.
Gaya Inersia Pada Masa Beputar
Gaya Insersia Pada Massa
Berputar (f) :
Gaya dinamik yang bekerja f
e
pada pusat massa rotor yang
berputar, besarnya diperngaruhi m
oleh massa (m), kecepatan rotasi
() dan jarak eksentrik dari pusat massa
pusat rotasi (e) dengan arah berputar
melawan percepatan normal
(2.e) massa berputar
f = m.2.e
Penyebab Kondisi Unbalance :
4
Kondisi Unbalance disebabkan lokasi pusat massa
tidak tepat di sumbu rotasi, yang disebabkan sebagai
berikut :
Ketidakhomogenan material, material tidak seragam
atau adanya cacat dalam dan permukaan
Ketidaktepatan pembuatan, disebabkan
ketidaktepatan proses produksi dan ketidakakuratan
mesin yang digunakan
Ketidaktepatan proses assembling (pemasangan),
disebabkan ketidaklurusan atau ketidaksejajaran
Mengalami kehilangan sebagian material, akibat
keausan atau kavitasi.
Akibat Kondisi Unbalance :
5
Akibat kondisi Unbalance pada massa berputar
menyebabkan :
Getaran pada poros yang diteruskan kepada
tumpuan (bantalan) dan struktur
Tegangan pada poros
Beban dan keausan pada bantalan
Suara bising
Longgarnya sambungan2
Getaran Akibat Massa Tak Balans
6
Simulasi WM 2D Getaran Akibat Massa Tak Balans
Tipe Ketidakseimbangan (Unbalance Type)
Static Unbalance
Gaya2 inersia yang bekerja terjadi pada satu
bidang (single plane) dengan f 0
f
Tipe Ketidakseimbangan (Unbalance Type)
Couple Unbalance
Gaya2 inersia yang bekerja terjadi pada dua
bidang (double plane) dengan M 0
f
f
Tipe Ketidakseimbangan (Unbalance Type)
Dynamic Unbalance
Gaya2 inersia yang bekerja terjadi pada beberapa
bidang (multi plane) dengan f 0 & M 0
f
f
Penyeimbangan (Balancing)
Berdasarkan tipe ketidakseimbangannya maka
balancing dibagi menjadi :
Penyeimbangan Statik (Static Balancing)
Penyeimbangan satu bidang (single plane balancing)
menggunakan pinsip f 0
contoh : single gear, disk flywheel, etc.
Penyeimbangan dinamik (Dynamic Balancing)
Penyeimbangan dua bidang (double plane
balancing) menggunakan pinsip f 0 & M 0
contoh : multiple gear, crankshaft, etc.
Tabel Westinghouse Untuk Balancing Mesin
11
Real Balancing of Rotors
12
Pump Impeller Balancing Turbine Impeller Balancing Crankshaft Balancing
Velg Motorcycle Balancing
Grinding Wheel Balancing
Pemodelan dinamik massa tak balans
13
Pemodelan dinamik
Dibuat agar dapat diselesaikan secara matematis.
Pemodelan dinamik massa tak balans
14
Pemodelan dinamik
Dibuat agar dapat diselesaikan secara matematis.
4
2
Dynamic model
Unbalanced mass
Penyeimbangan Statik
15
(Static Balancing)
Penyeimbangan satu bidang (single plane balancing)
menggunakan pinsip f 0
f0
WR 0
Sumbu X WR cos 0
Sumbu Y WR sin 0
Contoh Perhitungan
16
Penyeimbangan Statik
Suatu sistem rotor dengan tiga massa tak balans diperlihatkan pada gambar
dibawah. Masing2 massa memiliki berat (W), lokasi (r), dan posisi sudut ()
telah diketahui. Jika ditentukan lokasi massa penyeimbang sebesar re = 10 in,
hitung berat (We) dan posisi sudut (e) massa penyeimbang agar sistem rotor
tersebut mengalami penyeimbangan statik ?
Contoh Perhitungan
17
Penyeimbangan Statik
Wre
Wre = 95.14 [Link] maka W = 9.514 lb
18
19
20
21
22
The End
23 Terima kasih
buatlah keputusan dengan kata hati...
nikmatilah kehidupan dengan rasa
syukur... hadapilah persoalan dengan
keikhlasan ... jadikan kejujuran dan
kesabaran sebagai pegangan untuk
berpijak... lewati hari dengan senyum
terindah... tak ada yang abadi semua
hanyalah ilusi... tak ada yang sempurna
jadikanlah apa adanya diri kita...
……sebuah renungan