Rencana Pengembangan SMP Negeri 1 Pacet
Rencana Pengembangan SMP Negeri 1 Pacet
( RPS )
SMP NEGERI 1 PACET
2008 – 2012
Jl. Cibodas Parigi No. 99 Telp. (0263) 580620-580685 Desa Cibodas Kecamatan Pacet Cianjur
Letak SMP Negeri 1 Pacet berada di lingkungan strategis, berada dalam ring
permukiman penduduk yang rata-rata berusia relatif masih muda dan menengah,
yang memiliki banyak anak pada usia sekolah wajib belajar 9 tahun ( TK, SD, dan
SMP ). Keberadaan sekolah yang terletak di wilayah Kecamatan Pacet ini
berpotensi berkembang pesat pada masa mendatang. Prospek berkembang pesat
pada masa depan ditandai dengan beberapa gejala dinamika yang terjadi pada
lingkungan sekolah, baik secara makro maupun mikro, baik secara fisik,
infrastruktur, sarana/ fasilitas umum, sampai dengan mobilitas penduduk yang
melingkupi/ mengelilingi sekolah tersebut.
Sekolah ini akan menjadi sekolah penopang perbatasan antara tiga wilayah
yang berbeda, yaitu Kecamatan Pacet, Kecamatan Cipanas dan Kecamatan
Sukaresmi. Kecamatan Pacet adalah Pemekaran antara Kecamatan Cipanas y a i t u
wilayah yang menjadi arah dan sasaran daerah yang relatif baru dan berkembang
untuk bermunculan permukiman atau perumahan penduduk. Dan seirama dengan
perkembangan permukiman penduduk tersebut berkembang pula perkantoran
baik pemerintah maupun swasta, pusat-pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata
seperti Taman Wisata Cibodas, Kota Bunga, Taman Bunga Nusantara dan akses
jalan yang relatif baik, ramai, dan dekat dengan Istana Presiden.
Di samping itu, SMP Negeri 1 Pacet tepat berada di samping persawahan
yang dikelilingi perbukitan .
Wilayah ini semakin mantap menjadi salah satu calon RSSN yang berprospek
cerah. Hal ini jelas akan menjadikan wilayah tempat sekolah ini berada semakin
kondusif dan nyaman untuk proses dan prospek pendidikan anak bangsa.
SMPN 1 PACET
Satu hal lain yang sangat berpengaruh terhadap kecerahan masa depan SMP
Negeri 1 Pacet adalah faktor batiniah para penduduk yang makin mapan dengan
semakin tercukupinya kebutuhan hidupnya baik primer, sekunder maupun kebutuhan
mewah dan seiring dengan meningkatnya kemakmuran ini pula mereka akan lebih peduli
dan memperhatikan kebutuhan pendidikan generasi penerusnya atau anak-anaknya. Dan
pada saat itulah eksistensi SMP Negeri 1 Pacet diperhitungkan.
Kepedulian masyarakat sekitar terhadap pentingnya pendidikan anak adalah
faktor penentu, di samping faktor pemerintah dan faktor intern sekolah itu sendiri
dalam mencapai keberhasilan pendidikan. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang
sinergis dan bertanggung jawab antara pemangku kepentingan (stakeholder) dalam
mewujudkan tujuan Institusi Sekolah.
1 Pemerataan Kesempatan
Latar belakang dan arah orientasi serta
cara pandang pentingnya akan pendidikan
sangat berpengaruh terhadap angka putus
sekolah. Angka putus sekolah tersebut lebih
dominan dipengaruhi oleh tingkat kepedulian
keluarga dan/ atau orang tua/ masyarakat
akan perlunya pendidikan bagi anak-anak
generasi penerus bangsa.
Pengarahan untuk mengurangi angka
putus sekolah dan membantu siswa miskin
mempunyai intensitas yang masih kurang
sehingga sangat perlu ditingkatkan frekuensi
dan kualitasnya untuk menumbuh-
kembangkan dan memelihara semangat/
motivasi belajar siswa.
SMPN 1 PACET
SMPN 1 PACET
2 Standar Kompetensi
Lulusan
SMPN 1 PACET
b. Prestasi Non-akademik Masih rendah
4 Standar Proses
3) Pelaksanaan Terlaksana
Pengayaan dan
Terjadwal
a. Guru
b. Kepala Sekolah
3) Pemahaman Cukup
Kurikulum/ KTSP
5) Pemahaman Cukup
Pembinaan Kesiswaan
d. Staf Kurikulum
2) Pemahaman Cukup
Kurikulum/ KTSP
3) Penguasaan IT menguasai
2) Pemahaman Sedang
Pembinaan
Kesiswaan
3) Penguasaan IT menguasai
f. Staf Humpras
2) Pemahaman Kurang
Pemetaan
Humpras
3) Penguasaan IT menguasai
g. Kepala TU
6 Standar Sarana
Prasarana
2.000 m²
a. Tanah
n. Ruang WC 6 WC siswa
2 WC guru
7 Standar Manajemen
8 Standar Pembiayaan
c. Alokasi Penggunaan
1. Belanja Pegawai/kesra Rp 158.400.000,00
Dana
2. Belanja Pemeliharaan/Perawatan,
Pengadaan Sarana dan Prasarana Rp
59.300.000,00
3. Pengembangan SDM Rp. 17.250.000,00
4. Pengembangan KTSP Rp. 11.500.00,00
5. Pengembangan PBM Rp. 77.190.000,00
6. Pengembangan Sarana Pembelajaran Rp
56.630.000,00
7. Pengembangan Manajemen Sekolah
Rp.50.280.000,00
8. Pengembangan Sistem Penilaian Rp
15.720.000,00
9. Pengembangan Lingkungan Sekolah Rp.
23.590.000,00
10. Pengembangan Budaya Sekolah Rp.
7.910.000,00
11. Pengembangan Kegiatan Kesiswaan Rp.
60.500.000,00
9 Standar Penilaian Rata-rata belum dikembangkan
2 Standar Kompetensi
Lulusan
b. Prestasi Non-akademik
3 Standar Proses
a. Guru
3) Kepemilikan Terlaksana
Sertifikat Toefel
5) Pemahaman Terlaksana 90 %
Pembinaan Kesiswaan
d. Staf Kurikulum Sesuai Standar Staf
3) Penguasaan IT Terlaksana
e. Staf Kesiswaan
2) Pemahaman Terlaksana
Pembinaan
Kesiswaan
3) Penguasaan IT Baik
1) Kualitas Staf
Humpras Baik
2) Pemahaman
Pemetaan Terlaksana
Humpras
3) Penguasaan IT Baik
5 Standar Sarana
Prasarana
7 Standar Pembiayaan
b. Kepemilikan Dokumen/
Instrumen Penilaian Lengkap dan dikembangkan
c. Implementasi Penilaian Terlaksana dan efektif
Berdasarkan pada analisis situasi, baik internal maupun eksternal sekolah, dan analisis
kondisi sekolah pada saat ini dan harapan masa yang akan datang ( 4 tahun ke depan ),
maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.
Analisis Identifikasi Tantangan Nyata dengan Dasar pada 8 Aspek Standar Kompetensi
Sekolah adalah:
2
Peningkatan Mutu Peningkatan Mutu
a. Kurikulum belum sepenuhnya a. Kurikulum sudah sepenuhnya
memenuhi SNP (perangkat memenuhi SNP (perangkat
pembelajaran belum disusun pembelajaran disusun untuk kelas IX
untuk kelas IX semua mata semua mata pelajaran)
pelajaran
Input Input
a. Komite Sekolah terlibat secara a. Komite Sekolah terlibat secara
aktif dalam penyelenggaraan aktif
sekolah dalam penyelenggaraan sekolah
Proses Proses
b. Aspek kinerja sekolah belum b. Aspek kinerja sekolah sudah
terlakasana secara komprehensif terlaksana secara komprehensif
c. Sistem publikasi kurang optimal c. Sistem publikasi optimal karena
karena belum berfungsinya sudah berfungsinya website sekolah
website sekolah dan STAF dan Telkom sekolah net yang dapat
humas, serta Telkom sekolah diakses guru, orang tua/ masyarakat,
net belum diberdayakan dan satkeholder yang lain.
Output Output
Kondisi yang
No Diharapkan Kesenjang-
Aspek Kondisi Saat Ini
. 4 Tahun ke an
Depan
1 Putus Sekolah 10 Orang 0% 10 Orang
2 Siswa miskin 10 % 0% 10 %
4 100 % 30 %
Standar Isi/ a. Belum seluruhnya
Kurikulum memenuhi SNP (perangkat
pembelajaran baru 80 %
telah disusun untuk kelas 7-
9 semua mapel)
b. Kepemilikan dokumen
KTSP 60 % 90 % 30 %
c. Kepemilikan instrumen
dokumen KTSP 40 %
80 % 40 %
d. Pengembangan KTSP
lengkap 20 % 75 % 55 %
e. Pengembangan bahan
ajar 40 %
75 % 35 %
f. Pengembangan buku
referensi 25 % 60 % 35 %
g. Pengembangan Silabus
75 % 55 %
20 %
h. Pengembangan RPP
40 % 80 % 40 %
b. Guru melaksanakan 75 % 55 %
CTL 20 %
c. Persiapan guru 50 % 90 % 40 %
d. Pemahaman silabus
40 % 80 % 40 %
e. Kepemilikan RPP
80 % 100 % 15 %
f. Kepemilikan pedoman
pembelajaran 50 % 80 % 30 %
g. Kepemilikan panduan
penilaian 60 % 80 % 20 %
h. Pengelolaan kelas
65 % 85 % 20 %
i. Pelaksanaan Remedial
terjadwal 50 % 90 % 40 %
j. Pelaksanaan pengayaan
terjadwal 40 % 90 % 50 %
k. Penerapan CTL 20 % 75 % 55 %
m. Pengembangan media
pembelajaran 40 % 75 % 35 %
6 Standar a. Rasio guru: rombel 80 % 40 %
Pendidik dan 40 %
Tenaga
Kependidikan b. Guru sesuai dengan latar
belakang pendidikan 80 % 90 % 10 %
c. Pengembangan TIK
30 % 70 % 40 %
d. Pengembangan CTL 10 % 75 % 65 %
f. Kedisiplinan guru 75 % 95 % 20 %
h. Kepemilikan sertifikat IT 20 70 % 50 %
%
i. Kepemilikan sertifikat 50 % 40 %
Toefel 10 %
k. Kualitas Wakasek 90 % 15 %
75 %
l. Kepemilikan sertifikat IT 75 % 25 %
50 %
m. Pemahaman KTSP 90 % 30 %
60 %
n. Kompetensi Wakasek 90 % 15 %
75 %
o. Pemahaman pembinaan
kesiswaan 90 % 15 %
75 %
s. Pemahaman Tupoksi 95 % 35 %
60 %
v. Memahami tupoksi 95 % 35 %
60 %
w. Karyawan memahami 95 % 35 %
tupoksi 60 %
c. Kelengkapan alat 80 % 40 %
pembelajaran 40 %
d. Pengembangan media 70 % 40 %
pembelajaran 30 %
f. Pengembangan sumber 70 % 40 %
belajar 30 %
c. Kelengkapan dokumen 90 % 70 %
renop 20 %
e. Kepemilikan dokumen
renstra dan renop oleh 90 % 65 %
warga sekolah 25 %
f. Pelaksanaan monev 90 % 65 %
25 %
g. Implementasi program 90 % 50 %
40 %
h. Kepemimpinan 70 % 90 % 20 %
c. Implementasi penilaian
70 % 90 % 20 %
Setiap program dan kegiatan disusun, dilaksanakan dan di evaluasi berdasarkan visi
sekolah. Visi ini mencerminkan bahwa warga sekolah Kami dalam setiap langkah berusaha
mewujudkan dalam mencapai tujuan sekolah secara berkelanjutan, yang terbingkai dalam
Untuk mencapai hasrat yang diinginkan sesuai visi kami, tak terlepas dari rumusan misi
berupa kegiatan yang telah terprogram dengan arah dan strategi yang jelas, sehingga
F. MISI SEKOLAH
Mengingat kepada prinsip manajemen organisasi yang terdiri dari : Planning, Organizing, Actuating
dan Controling ( POAC ), maka kewajiban kami sebagai komunitas Pendidikan tidak terlepas dari
seluruh program yang ada dalam Renstra dan Program Tahunan SMP Negeri 1 Pacet. Upaya dalam
mempertahankan sistem perlu dilakukan kerjasama yang Komprehensif dari semua pihak yang
termasuk kepada Unsur Sekolah ( Kepala Sekolah, Guru, Karyawan Tata Usaha, Orang tua/Wali
siswa, Siswa, Masyarakat serta Lingkungan, dsb. ). Sehingga terumuslah misi sebagai berikut
a. Meningkatkan Profesional Guru dan Karyawan ;
Menyenangkan ;
c. Melakukan kegiatan untuk terciptanya sekolah yang ilmiah, disiplin, tertib, bersih, indah
dan nyaman;
d. Menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler yang mendukung bakat dan minat siswa
G.
Berdasarkan visi dan misi yang telah dirumuskan, SMP Negeri 1 Pacet Kabupaten Cianjur
a. Meningkatkan kualitas mutu pendidikan dengan nilai kompetensi dasar atau Kreteria
b. Mengembangkan Kurikulum KTSP tiap mata pelajaran termasuk mata pelajaran muatan
lokal ;
c. Lingkungan sekolah tertata rapih, indah, bersih, segar, asri dan menyenangkan ;
d. Seluruh warga sekolah ( Guru, Karyawan dan Siswa ) unggul dan terdepan dalam
e. Menjadi juara I dalam bidang olah raga Volly Ball dan Tenis meja se Kabupaten
Cianjur ;
H. PROGRAM STRATEGIS
1. Menjalin kerja sama dengan Komite Sekolah, Stakeholder, dan DU/DI yang
berkompetensi dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum sekolah.
2. Melaksanakan kunjungan, loka karya, seminar, in house trining, dll. Kegiatan yang
menunjang dan mendukung pengembangan kurikulum sekolah.
3. Pengembangantenaga kependidikan: melaksanakan sosialisasi, pelatihan,
mengundang pakar, loka karya, seminar, dan pelaksanaan monev untuk
meningkatkan profesionalitas dan kompetensi tenaga kependidikan; melaksanakan
monitoring dan evaluasi oleh Kepala Sekolah terhadap kinerja guru dan TU; serta
meningkatkan kualitas tenaga kependidikan.
4. Peningkatan Standar Proses: menjalin kerja sama dengan personil sekolah untuk
mengembangkan metode, strategi, sistem penilaian, bahan ajar, serta sumber
pembelajaran melalui peer teaching dan PTK.
5. Pengembangan fasilitas pendidikan : menjalin kerja sama dengan instansi terkait,
partisipasi masyarakat untuk peningkatan dan pengembangan media, sarana prasarana
dan lingkungan pendidikan yang kondusif sebagai komunitas pembelajaran.
6. Pengembangan peningkatan standar kelulusan: menjalin kerja sama antarwarga
sekolah dalam mencapai KKM dan standar kelulusan setiap tahun; mengikutsertakan
dan meningkatkan kualitas serta kuatitas kejuaraan lomba-lomba akademik dan non-
akademik.
7. Pengembangan dan peningkatan kualitas kelembagaan dan manajemen: menjalin
kerja sama dengan masyarakat dan komite sekolah dalam mengimplementasikan
MBS; melengkapi administrasi sekolah; melaksanakan supervisi klinis; membuat
jaringan informasi akademik dan jaringan kerja.
8. Pengembangan standar pembiayaan pendidikan: menjalin kerja sama dengan
penyandang dana dari berbagai sumber; berusaha mengadakan penciptaan usaha;
memberdayakan potensi sekolah dan lingkungan serta membuat sistem subsidi silang.
9. Pengembangan standar penilaian : menjalin kerja sama dan mengoptimalkan warga
sekolah dalam membuat perangkat model penilaian, evaluasi pembelajaran,
instrumen soal, pedoman penilaian, dalam rangka peningkatan standar nilai;
melaksanakan lomba dan uji coba; membuat model-model pembelajaran bagi anak
berprestasi, bermasalah, dan kelompok anak yang lain.
10. Pengembangan kegiatan bidang agama : melaksanakan kegiatan keagamaan antara
lain melaksanakan kegiatan baca tulis Al Quran di sekolah, melaksanakan pesantren
kilat, melaksanakan tabligh akbar , dan sebagainya.
11. Strategi Program Pengembanagan Sarana prasarana, bahan ajar, sumber belajar, dan
media pembelajaran, yaitu dengan menjalin kerja sama pihak lain dan
mengoptimalisasikan SDM sekolah dalam mengembangkan, melengkapi,
menyempurnakan eksistensinya untuk memenuhi standar sarana prasarana dan
media pembelajaran sekolah.
Adapun hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program yang
telah diuraikan di atas adalah:
TAHUN I ( 2008/2009 )
Jumlah Rombel = 13 Kelas
B B
JUMLAH/ Komite SCHOOL Sumber
O O
ALOKASI Sekolah GRANT Lain
S P
Pengembangan Kurikulum
2 Rp 18.500.000,00 v v v
Sekolah (KTSP)
Pengembangan Sarana
4 Rp 60.000.000,00 v v v
Prasarana
Pengembangan Manajemen
5 Rp 65.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Lingkungan
8 Rp 24.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Budaya
9 Rp 8.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Kegiatan
10 Rp 61.000.000,00 v v v
Siswa
B B
JUMLAH/ Komite SCHOOL Sumber
O O
ALOKASI S P
Sekolah GRANT Lain
Pengembangan Kurikulum
2 Rp 18.500.000,00 v v v
Sekolah (KTSP)
Pengembangan Sarana
4 Rp 60.000.000,00 v v v
Prasarana
Pengembangan Manajemen
5 Rp 65.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Lingkungan
8 Rp 24.000.000,00 v v v
Sekolah
B B
JUMLAH/ Komite SCHOOL Sumber
O O
ALOKASI S P
Sekolah GRANT Lain
Pengembangan Kurikulum
2 Rp 18.500.000,00 v v v
Sekolah (KTSP)
Pengembangan Sarana
4 Rp 60.000.000,00 v v v
Prasarana
Pengembangan Manajemen
5 Rp 65.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Lingkungan
8 Rp 24.000.000,00 v v v
Sekolah
B B
JUMLAH/ Komite SCHOOL Sumber
O O
ALOKASI S P
Sekolah GRANT Lain
Pengembangan Kurikulum
2 Rp 18.500.000,00 v v v
Sekolah (KTSP)
Pengembangan Sarana
4 Rp 60.000.000,00 v v v
Prasarana
Pengembangan Manajemen
5 Rp 65.000.000,00 v v v
Sekolah
Pengembangan Lingkungan
8 Rp 24.000.000,00 v v v
Sekolah
Letak SMP Negeri 1 Pacet berada di lingkungan strategis, berada dalam ring
permukiman penduduk yang rata-rata berusia relatif masih muda dan menengah, yang
memiliki banyak anak pada usia sekolah wajib belajar 9 tahun ( TK, SD, dan
SMP ). Keberadaan sekolah yang terletak di Kecamatan Pacet ini berpotensi
berkembang pesat pada masa mendatang. Prospek berkembang pesat pada masa
depan ditandai dengan beberapa gejala dinamika yang terjadi pada lingkungan
sekolah, baik secara makro maupun mikro, baik secara fisik, infrastruktur, sarana/
fasilitas umum, sampai dengan mobilitas penduduk yang melingkupi/ mengelilingi
sekolah tersebut.
Sekolah ini akan menjadi sekolah penopang perbatasan antara tiga wilayah yang
berbeda,di tiga Kecamatan. Kecamatan Pacet adalah satu wilayah yang menjadi arah
dan sasaran daerah yang relatif baru dan berkembang untuk bermunculan permukiman
atau perumahan penduduk. Dan seirama dengan perkembangan permukiman
penduduk tersebut berkembang pula perkantoran baik pemerintah maupun swasta,
pusat-pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata seperti Taman Wisata Cibodas ,
Taman Bunga, Kota Bunga dan akses jalan yang relatif baik, ramai, dan dekat dengan
Istana Presiden Cipanas.
Wilayah ini semakin mantap menjadi salah satu calon RSSN yang berprospek
cerah. Hal ini jelas akan menjadikan wilayah tempat sekolah ini berada semakin
kondusif dan nyaman untuk proses dan prospek pendidikan anak bangsa.
Satu hal lain yang sangat berpengaruh terhadap kecerahan masa depan SMP
Negeri 1 Pacet adalah faktor batiniah para penduduk yang makin mapan dengan
semakin tercukupinya kebutuhan hidupnya baik primer, sekunder maupun kebutuhan
mewah. Dan seiring dengan meningkatnya kemakmuran ini pula mereka akan lebih
peduli
dan memperhatikan kebutuhan pendidikan generasi penerusnya atau anak-anaknya. Dan
pada saat itulah eksistensi SMP Negeri 1 Pacet diperhitungkan.
Kepedulian masyarakat sekitar terhadap pentingnya pendidikan anak adalah
faktor penentu, di samping faktor pemerintah dan faktor intern sekolah itu sendiri
dalam mencapai keberhasilan pendidikan. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang
sinergis dan bertanggung jawab antara pemangku kepentingan (stakeholder) dalam
mewujudkan tujuan Institusi Sekolah.
1 Pemerataan Kesempatan
Latar belakang dan arah orientasi serta cara
pandang pentingnya akan pendidikan sangat
berpengaruh terhadap angka putus sekolah.
Angka putus sekolah tersebut lebih dominan
dipengaruhi oleh tingkat kepedulian keluarga
dan/ atau orang tua/ masyarakat akan
perlunya pendidikan bagi anak-anak generasi
penerus bangsa.
Pengarahan untuk mengurangi angka
putus sekolah dan membantu siswa miskin
mempunyai intensitas yang masih kurang
sehingga sangat perlu ditingkatkan frekuensi
dan kualitasnya untuk
menumbuhkembangkan dan memelihara
semangat/ motivasi belajar siswa.
2 Standar Kompetensi
Lulusan
a. Guru
3) Pemahaman Cukup
Kurikulum/ KTSP
5) Pemahaman Cukup
Pembinaan Kesiswaan
d. Staf Kurikulum
2) Pemahaman Cukup
Kurikulum/ KTSP
3) Penguasaan IT menguasai
2) Pemahaman Sedang
Pembinaan
Kesiswaan
3) Penguasaan IT menguasai
f. Staf Humpras
2) Pemahaman Kurang
Pemetaan
Humpras
g. Kepala TU
6 Standar Sarana
Prasarana
a. Tanah 6.000 m²
7 Standar Manajemen
8 Standar Pembiayaan
d. Staf Kurikulum
1) Kualitas Staf
Kurikulum Baik
2) Pemahaman Terlaksana 90 %
Kurikulum/ KTSP
e. Staf Kesiswaan
1) Kualitas Staf
Kesiswaan Baik
2) Pemahaman Terlaksana 90 %
Pembinaan
Kesiswaan
f. Staf Humpras
g. Kepala TU
3) Melaksanakan
Tupoksi Terlaksana 90 %
5) Memberikan Terlaksana 90 %
pelayanan yang baik
i. Ruang TU Terpelihara 90 %
d. Keterlibatan Warga 90 %
Sekolah
Berdasarkan pada anlisis situasi dan kondisi baik secara internal maupun internal sekolah
pada saat ini dan yang diharapkan pada masa datang ( 1 tahun ke depan ), maka dapat diketahui
kesenjangan yang ada dan terjadi:
Besarnya
Kondisi yang Diharapkan
No. Kondisi Saat Ini Tantangan
( 1 Tahun ke Depan )
Nyata
a. Kurikulum 60 % Kurikulum 75 % 15 %
memenuhi SNP (perangkat Memenuhi SNP
pembelajaran belum disusun
untuk kelas IX semua mata
pelajaran)
Input Input
Proses Proses
Output Output
f. Output non-akademik kurang f. Output non-akademik 40 %
baik baru 25 % 15 %
Sasaran 1:
”Sekolah mengembangkan program pengurangan angka putus sekolah”
Internal:
a. Program
b. Kepala Sekolah Guru
c. Siswa
d. ATK
e. Tenaga Administrasi
Eksternal:
a. Dana
b. Komite Sekolah
c. Dinas Pendidikan
d. Orang Tua
Sasaran 2:
”Sekolah memiliki program bantuan bagi siswa miskin”
Internal:
a. Program
b. Kepala Sekolah
c. Guru
d. Siswa
e. ATK
f. Tenaga Administrasi
Eksternal:
a. Dana
b. Orang Tua
c. Komite Sekolah
d. Dinas Pendidikan
Sasaran 3:
”Sekolahmengembangkan kurikulum sekolah (KTSP)”
Internal:
a. KTSP
b. Guru
c. Narasumber
d. ATK
e. Tenaga administrsi
Eksternal:
a. Dana
b. Sarana prasaran
c. MGMP
d. Stakeholder
Sasaran 4:
”Sekolah memiliki standar kelulusan/KKM untuk kelas 7-9 semua
mata pelajaran”
Internal:
a. KTSP
b. Guru
c. Narasumber
d. ATK
Eksternal:
a. Dana
b. Dinas Pendidikan
Sasaran 5:
”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata
pelajaran”
Internal:
a. Guru
b. Instruktur/ Narasumber
c. Kurikulum
d. ATK
Eksternal:
a. Dana
b. Sarana
c. MGMP
Sasaran 6:
”Sekolah mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator, Aspek untuk
kela 7-9 semua mata pelajaran”
Internal:
a. Guru
b. Narasumber
c. Kurikulum
d. ATK
Eksternal:
a. Dana
b. Sarana
c. MGMP
Sasaran 7:
”Sekolah mengembangkan RPP”
Internal:
a. Guru
b. Narasumber
c. Kurikulum
d. ATK
Eksternal:
a. Dana
b. Sarana
c. MGMP
Sasaran 8:
”Sekolah mengembangkan sistem penilaian”
Internal:
a. Guru
b. Narasumber
c. Kurikulum
d. ATK
Eksternal:
a. Dana
b. Dinas Pendidikan
c. Sara prasarana
Sasaran 9:
”Sekolah mengembangkan strategi dan model pembelajaran yang
berorientasi pada CTL”
Internal:
a. PBM
b. Guru
c. Siswa
d. Narasumber
Eksternal:
a. Dana
b. MGMP
c. Saran prasarana
Sasaran 10:
”Sekolah mengembangkan profesionalisme guru pada setiap
tahunnya”
Internal:
a. Guru
b. Kepala Sekolah
Eksternal:
a. Pelatihan
b. Sosialisasi
c. Narasumber
d. Dana
e. Dinas Pendidikan
Sasaran 11:
”Sekolah meningkatkan kompetensi guru”
Internal:
a. Guru
b. Kepala Sekolah
c. Narasumber
Eksternal:
a. Pelatihan
b. Sosialisasi
Sasaran 12:
Sekolah mengembangkan gaya hidup BBTP ( Beriman, Bersih, Terbuka/ Transparan, dan
Profesional )
Internal:
a. Kepala Sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah
c. Staf
d. Kepala TU
e. Guru
f. Karyawan
g. Siswa
h. Komite Sekolah
i. Stakeholder lain
Eksternal:
a. Sosialisasi
b. Dana
c. Sara prasarana
d. Dinas Pendidikan
Sasaran 13:
Sekolah mengembangkan kegiatan intra dan ekstrkurikuler
Internal:
a. Program
b. Guru
c. Pembina
d. Pelatih
e. Kepala Sekolah
f. Karyawan
Eksternal:
a. Dana
b. Sarana
c. Dinas Pendidikan
F. ANALISIS SWOT
Sasaran 1:
Internal:
a. Program Lengkap dan Belum v
baik tersusun
Sasaran 2:
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Internal:
Eksternal:
Sasaran 3 :
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan KTSP
Internal:
a. KTSP Lengkap, Belum v
dikembangkan, dikembangkan
sesuai SNP
b. Guru Mengembangkan Belum v
disertai dengan
instrumen
Eksternal:
Tingkat
Kriteria
Kondisi Kesiapan
Komponen/Fungsi dan Faktornya Kesiapan(Kondisi
Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Internal:
Lengkap, Belum v
a. KTSP
dikembangkan dikembangkan
c. Narasumber
Mendukung Belum v
memberikan Terlaksana
pelatihan
Eksternal:
Terpenuhi, Terlaksana v
c. Dana
memadai
d. Dinas Pendidikan
Mendukung Mendukung v
Sasaran 5:
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondi
Faktornya Nyata Faktor
si Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan
silabus untuk kelas 7-9 semua
mata pelajaran
Internal:
a. Guru Mengembangkan Belum v
secara lengkap terlaksana
b. Instruktur/
Mendukung, Belum v
Narasumber
memberikan terlaksana
pelatihan
d. ATK
Tersedia, Cukup V
memadai memadai
Eksternal:
d. Dana
Memadai, cukup Belum Cukup v
memadai
v
e. Sarana
Lengkap, Belum cukup
memadai memadai
Sekolah mengembangkan pemetaan SK, KD, Indikator, Aspek untuk kelas 7-9 semua
matapelajaran
Tingkat
Kriteria
Kondisi Kesiapan
Komponen/Fungsi dan Faktornya Kesiapan(Kondisi
Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan
pemetaan SK, KD, Indikator,
Aspek untuk kelas 7-9 semua
mata pelajaran
Internal:
a. Guru
Mengembangkan Belum v
secara lengkap terlaksana
v
b. Narasumber Mendukung Belum
terlaksana
Dikembangkan Belum v
c. Kurikulum
secara lengkap terlaksana
Eksternal:
a. Dana Cukup memadai Belum
tersedia v
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan RPP
Internal:
Eksternal:
d. Dana Cukup memadai Belum v v
sepenuhnya
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan
pedoman dan sistem penilaian
Internal:
a. Guru Mengembangkan Belum v
secara lengkap terlaksana
Tersedia, Belum v
c. Kurikulum
dikembangkan terlaksana
secara lengkap
Eksternal:
a. Dana
Tersedia secara Belum v
memadai tersedia
secara
memadai
Mendukung Mendukung v
b. Dinas Pendidikan
Tingkat
Kriteria
Kondisi Kesiapan
Komponen/Fungsi dan Faktornya Kesiapan(Kondisi
Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan strategi
dan model pembelajaran yang
berorientasi pada CTL
Internal:
Dikembangkan Belum v
a. PBM
terlaksana
Siap Belum v
b. Guru
terlaksana
Belum v
c. Siswa
Siap terlaksana
Eksternal:
a. Dana Tersedia, memadai Belum v
tersedia
b. MGMP Mendukung Belum v
terlaksana
c. Sarana Tersedia, memadai Belum v
prasarana tersedia
Sasaran 10:
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan
profesionalisme guru pada
setiap tahunnya
Internal:
a. Guru Siap Belum v v
sepenuhnya
c.. Narasumber
Terlaksana, efektif Belum v v
sepenuhnya
Eksternal:
v v
a. Pelatihan Mendukung, Belum
terlaksana Sepenuhnya
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah meningkatkan
kompetensi guru
Internal
Siap Belum v v
a. Guru
sepenuhnya
b. Kepala Sekolah
Mendukung, Mendukung, v v
tersedia program tersedia,
belum
sepenuhnya
Mendukung Belum v
c. Narasumber
terlaksana
Eksternal
Tersedia, memadai Belum v v
a. Dana
sepenuhnya
v v
c. Pelatihan Belum
Terlaksana sepenuhnya v v
d. Sosialisasi
Terlaksana efektif Belum v v
sepenuhnya
Sasaran 12:
Sekolah mengembangkan gaya hidup BBTP ( Beriman, Bersih, Terbuka/ Transparan, dan
Profesional )
Tingkat
Kriteria
Komponen/Fungsi dan Kondisi Kesiapan
Kesiapan(Kondisi
Faktornya Nyata Faktor
Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan gaya
hidup BBTP ( Beriman,
Bersih, Terbuka/ Transparan,
dan Profesional )
Internal
Stakeholder Belum v
Siap mendukung terlaksana
Eksternal
v
Mendukung Belum v
[Link] Pendidikan
terlaksana
Mendukung Belum v
e. Stakeholder
sepenuhnya terlaksana
Sasaran 13:
Tingkat
Kriteria
Kondisi Kesiapan
Komponen/Fungsi dan Faktornya Kesiapan(Kondi
Nyata Faktor
si Ideal)
Ya Tidak
Sekolah mengembangkan
kegiatan intra dan
ekstrakurikuler
Internal:
a. Program Tersedia Tersedia v v
belum
dikembangkan
Tersedia, Belum v v
c. Pembina
terampil sepenuhnya
Tersedia, Belum v v
d. Pelatih
terampil sepenuhnya
Mendukung Belum v v
f. Karyawan sepenuhnya
Eksternal:
a. Dana Cukup, memadai Belum v
tersedia
Sasaran 1
Internal
efektif
masih malu
tersedia sepenuhnya
f. Tenaga Belum mendata seluruhnya Mencatat dan mendata
Administrasi
secara komprehensif
Eksternal
Sasaran 2
Internal
intensif intensif
menghilangkan rasamalu
menghilangkan rasamalu
menginventarisasi secara
memadai memadai
Sasaran 3
Sekolah mengembangkan
KTSP
Internal:
komprehensif komprehensif
memahami pemahaman
mencatat
Eksternal
a. Dana
Belum tersedia secara Alokasi dana ditingkatkan
b. Sarana prasarana
Belum tersedia secara Disediakan secara memadai
lengkap
c. Stakeholder
Belum siap dan belum Meningkatkan kesiapan dan
pemahaman
Sasaran 4
Sekolah Memiliki Standar Kelulusan/ KKM untuk Kelas 7-9 Semua Mata Pelajaran
Internal
a. KTSP
Belum dikembangkan secara Dikembangkan secara
lengkap lengkap
b. Guru
Belum mengembangkan Mengembangkan secra
semester
[Link]
Belum terlaksana Dilaksanakan secara efektif
menyeluruh
Eksternal
a. Dana Belum tersedia secara penuh Disediakan secara penuh/
memadai
pelatihan/ penataran
Sasaran 5
Sekolah
mengembangkan silabus
untuk kelas 7-9 semua
mata pelajaran
Internal
a. Guru
Belum siap dan belum Meningkatkan kesiapan,
mengembangkan
Eksternal
memadai
b. Sarana Belum sepenuhnya lengkap Disediakan dengan lengkap
Sasaran 6
Sekolah Mengembangkan Pemetaan SK, KD, Indikator, Aspek untuk Kelas 7-9 Semua Mata
Pelajaran
Persoalan
menyeluruh
b. Narasumber
Belum terlaksana Dilaksanakan secara
efektif
c. Kurikulum Belum dikembangkan Dikembangkan secara
lengkap
Eksternal:
a. Dana
Belum tersedia secara Disediakan secara
memadai memadai
memadai
memasilitasi
Sasaran 7
Sekolah
mengembangkan RPP
Internal
a. Guru
Belum mengembangkan Mengembangkan dengan
lengkap
b. Narasumber
Belum terlaksana Dilaksanakan dengan efektif
c. Kurikulum
Belum dikembangkan Dikembangkan secara
lengkap
d. ATK
Belum memadai Disediakan secara memadai
Eksternal
Sekolah mengembangkan
pedoman dan sistem
penilaian
Internal
a. Guru
Belum mengembangkan Mengembangkan secara
instrumennya
b. Narasumber
Belum terlaksana Belum Dilaksanakan secara efektif
lengkap
Eksternal
c. Dinas
Belum mendukung Meningkatkan dukungan
Pendidikan
sepenuhnya dengan pelatihan/ seminar/
suntikan dana
c. Sara prasarana Belum lengkap dan Dilengkapi agar memadai
memadai
Sasaran 9
Sekolah mengembangkan
strategi dan model
pembelajaran yang
berorientasi pada CTL
Internal
menyeluruh
d. Narasumber
Belum terlaksana Dilaksanakan
Eksternal
[Link] Belum tersedia secara memadai Disediakan secara
memadai
b. MGMP Belum mendukung secara penuh Meningkatkan dukungan
dan memasilitasi
Sasaran 10
Sekolah mengembangkan
profesionalisme guru pada
setiap tahunnya
Internal:
a. Guru Beklum siap belum Siap dan meningkatkan
tupoksi
b. Kepala Sekolah
Belum mendukung Meningkatkan dukungan
Eksternal:
memadai
mendukung
Sasaran 11
Sekolah meningkatkan
kompetensi guru
Internal
a. Guru
Guru belum siap dan belum Meningkatkan kesiapan dan
pelaksanaan
sepenuhnya dilaksanakan
secara intensif
Sasaran 12
Sekolah mengembangkan gaya hidup BBTP ( Beriman, Bersih, Terbuka/ Transparan, dan
Profesional )
Persoalan
Internal
a. Kepala Sekolah
Belum membuat Membuat program
kepedulian dan
kinerja
BBTP
Eksternal
secukupnya
memadai
kepedulian
e. Komite Sekolah
Belum peduli Meningkatkan
kepedulian
regulasi yang
efektif dan
keteladanan
Sasaran 13
Sekolah
mengembangkan
kegiatan intra dan
ekstrakurikuler
Internal
terprogram
membina
Eksternal
a. Dana Belum tersedia secara Ditingkatkan agar lebih
memadai memadai
memadai
Sasaran 1:
Sekolah mengembangkan program pengurangan angka putus sekolah pada tahun 2008/2009.
Program 1: Melaksanakan sosialisasi ( lebih ideal dalam bentuk seminar sehari ) dengan
tujuan untuk menanamkan pengertian kepada siswa/ orang tua/ masyarakat akan
pentingnya pendidikan.
Kegiatan:
a. Mencari / menentukan cara / sponsor kegiatan sosialisasi/ seminar sehari dalam
rangka mengurangi angka putus sekolah.
b. Mendatangkan narasumber mantan siswa ( alumni ) yang hampir putus sekolah tetapi
dapat bertahan untuk tetap sekolah dan pada akhirnya meraih kesuksesan karena dapat terus
melanjutkan pendidikan bukan hanya tamat/ lulus SMP.
Program 2:
Menghilangkan/ Mengurangi Rasa Malu Siswa Miskin
Kegiatan:
a. Bekerja sama dengan Komite Sekolah/ Stakeholder untuk melakukan pendekatan
mental
b. Memberdayakan Wali Kelas/ Guru BP dalam diskusi dengna siswa tentang
perekonomian
Program 3:
Lomba Karikatur ” Kemiskinan Bukan Penghalang Kesuksesan Belajar”.
Kegiatan:
h. Pelatihan Penyusunan Proposal Kegiatan.
i. Penyusunan Proposal Kegiatan.
j. Pelaksanaan Lomba
k. Pemberian Penghargaan/ Hadiah.
Sasaran 2:
Sekolah Memiliki Program Bantuan untuk Siswa Miskin pada tahun 2008/2009
Program:
Kegiatan:
g. Penyampaian bantuan
Sasaran 3:
Program:
Kegiatan:
b. Penyampaian instrumen
e. Pengumpulan hasil
Sasaran 4:
Sekolah Memiliki Standar Kelulusan/ KKM untuk Kelas 7-9 Semua Mata Pelajaran
Program:
e. Pengumpulan hasil
Sasaran 5:
Program:
Kegiatan:
d. Pengumpulan hasil
Sasaran 6
Sekolah Mengembangkan Pemetaan SK, KD, Indikator, Aspek untuk Kelas 7-9 Semua Mata
Pelajaran
Program:
e. Pengumpulan hasil
Sasaran 7
Program:
Kegiatan:
e. Pengumpulan hasil
Sasaran 8
Program:
d. Pengumpulan hasil
Sasaran 9
Program:
Rapar Krja/ Workshop Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran yang Berorientasi pada
CTL
Kegiatan:
e. Pengumpulan hasil
Sasaran 10
Program:
c. Pelaksanaan Seminar
d. Diskusi
e. Pelatihan
f. Tindak Lanjut
Sasaran 11
Program:
Kegiatan:
c. Pelaksanaan Seminar
e. Tindak lanjut
Sasaran 12
Sekolah mengembangkan gaya hidup BBTP ( Beriman, Bersih, Terbuka/ Transparan, dan
Profesional )
Program:
b. Rapat-rapat kerja
d. Evaluasi
e. Tindak Lanjut
Sasaran 13
Program:
Ekstrakurikuler Sekolah
Kegiatan:
d. Inventarisasi Kegiatan
Tahun Pelajaran
No. Nama Program
2008/2009 2009/2010 2010/2011 2010/2012
4 60 % 70 % 80 % 90 %
Pengembangan SKL / KKM untuk
kelas 7-9 semua mapel.
5 60 % 70 % 80 % 90 %
Pengembangan silabus
pembelajaran untuk kelas 7-9 semua
mapel.
Pengembangan RPP.
8 70 % 75 % 80 % 90 %
Pengembangan profesionalisme
10 65 % 75 % 85 % 90 %
guru dan tenaga kependidikan.
INTERNAL
1. Kepala Sekolah
EKSTERNAL
1. Pengawas Pendidikan
1. Profil Sekolah
2. Foto sekolah dalam beberapa fose
3. Fotokopi Sertifikat Tanah
4. Denah Gedung/ Ruangan
5. Bagan Struktur Organisasi Sekolah
6. Susunan Pengurus Komite Sekolah
7. Kalender Pendidikan/ Akademik
8. Daftar Mata Pelajaran
9. Jadwal Pelajaran 2009/2010
10. Daftar Pembagian Tugas Guru 2009/2010
11. Jadwal Rapat
12. RAPBS 2009/2010
Kepala Sekolah,