BAB II
LANDASAN TEORI
A. Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola,
menata, mengurus, mengatur, atau mengendalikan. Sehingga dengan
demikian manajemen pada dasarnya dapat diterjemahkan menjadi:
pengelolaan, penataan, pengurusan, pengaturan dan pengendalian.
Menurut Robbins dalam Wibowo (2016:2) manajemen adalah
koordinasi dan pengawasan aktivitas pekerjaan orang lain sehingga
aktivitas mereka diselesaikan secara efisien dan efektif.
Menurut Daft dalam Wibowo (2016:2) manajemen adalah
pencapaian tujuan organisasional dengan cara yang efektif dan efisien
melalui perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi
sumber daya organisasional.
Menurut Malayu Hasibuan S.P (2017:1) manajemen adalah ilmu
dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
suatu tujuan tertentu.
Menurut Haryanto (2013:28) manajemen secara sederhana dapat
diartikan mengelola sumberdaya untuk mencapai tujuan yang telah
15
ditetapkan berdasarkan POAC yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan.
Menurut Herman Sofyandi S.E (2014:7) menyatakan bahwa
manajemen sebagai ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan dengan
melibatkan kegiatan orang-orang, artinya tujuan dapat dicapai bila
dilakukan oleh orang-orang yang bekerja sama.
Menurut Schermerhorn dalam tika (2016:2) manajemen adalah
proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi
penggunaan sumber daya untuk menyelesaikan tujuan kinerja.
Dari definisi diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa
manajemen merupakan koordinasi semua sumber daya melalui
perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan,
pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
2. Unsur-Unsur Manajemen
Manajemen ini terdiri dari enam unsur-unsur sumber daya manusia
( 6 M ) yaitu:
a) Man (sumber daya manusia)
Unsur manajemen yang paling vital adalah sumber daya manusia.
Manusia yang membuat perencanaan dan mereka pula yang
melakukan proses untuk mencapai tujuan tersebut, tanpa adanya
sumber daya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada
prinsip dasarnya mereka adalah makhluk kerja.
16
b) Money (uang)
Perusahaan dalam menjalankan seluruh aktivitas sehari-harinya
tidak akan bisa terlepas dari biaya yang diukur dengan satuan
sejumlah uang. Dengan ketersediaan uang atau dana yang memadai
maka manajemen perusahaan akan lebih leluasa dalam melakukan
sejumlah efisiensi untuk mencapai tujuan akhir perseroan yaitu
memperoleh laba yang maksimal.
c) Materials (bahan baku)
Ketersediaan bahan baku atau material sangant vital dalam
produksi, Tanpa bahan baku perusahaan manufaktur tidak bisa
mengolah sesuatu untuk dijual, dibutuhkan tenaga ahli untuk
mengolah bahan baku sangat berkaitan erat satu sama lain dan
tidak bisa dipisahkan.
d) Machines (peralatan mesin)
Untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dibutuhkan
seperangkat mesin dan peralatan kerja. Dengan adanya mesin maka
waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi akan semakin cepat
dan efisien. Disamping efisien, tingkat kesalahan manusia
kesalahan manusia dapat diminimalisir, namun dibutuhkan sumber
daya yang handal dan bahan baku yang berkualitas untuk
memperoleh hasil yang maksimal.
17
e) Methods (metode)
Dalam menerapkan manajemen untuk mengelola sejumlah unsur-
unsur diatas dibutuhkan suatu metode atau standar operasional
prosedur yang baku. Setiap divisi di dalam perusahaan memiliki
fungsi pokok tugas atau job desk tersendiri dan masing-masing
divisi tersebut saling berkaitan erat dalam menjalankan aktifitas
perusahaan.
f) Market (pasar)
Konsumen atau pasar merupakan elemen yang sangat penting,
tanpa permintaan maka proses produksi akan terhenti dan segala
aktifitas perusahaan akan vakum. Agar dapat menguasai
segmentasi pasar pihak manajemen harus memiliki strategi
pemasaran yang handal dan dapat bersaing dengan kompetitor
market sejenis baik dari sisi harga, kualitas maupun kuantitas.
3. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses dan upaya untuk
merekrut, mengembangkan, memotivasi, serta mengevaluasi
keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan
dalam pencapaian tujuannya. Dalam hal ini mencakup dari mulai
siapa saja yang memiliki kualifikasi dan pantas untuk menempati
posisi dalam perusahaan. Seperti yang disyaratkan perusahaan
hingga bagaimana agar kualifikasi dapat dipertahankan bahkan
ditingkatkan serta dikembangkan dari waktu ke waktu.
18
Pada umunya manusia memerlukan atau perusahaan sebagai
tempat melakukan kegiatan dan perusahaan juga memerlukan manusia
sebagai pengeraknya. Perusahaan tidak akan berfungsi tanpa adanya
manusia, semua pernyataan itu mengisyaratkan bahwa manusia sangat
penting bagi organisasi, khususnya bagi perusahaan. Para perusahaan
yang menyadari pentingnya peran manusia didalam organisasinya yang
akan memiliki sikap dan pandangan yang dapat mendukung
terselenggaranya manajemen sumber daya manusia bagi terwujudnya
eksistensi yang kompetitif.
Menurut Anwar (2015:2) manajemen sumber daya manusia
merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
pelaksanaa dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan,
pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan
tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Menurut Malayu Hasibuan (2017:10) manajemen sumber daya
manusia adalah seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat.
Menurut Samsudin (2017:22) manajemen sumber daya manusia
adalah suatu kegiatan pengelolaan yang meliputi pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa bagi manusia sebagai
individu anggota organisasi atau perusahaan bisnis.
19
4. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Malayu Hasibuan (2017:21) fungsi manajemen sumber
daya manusia terdiri dari :
a. Perencanaan
Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan
tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan
kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) adalah kegiatan untuk
mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan bagian kerja,
hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi
dalam bagian organisasi.
c. Pengarahan
Pengarahan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua
karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dan efisien
dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat.
d. Pengendalian
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua
karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan
bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan
atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan
rencana.
20
e. Pengadaan
Pengadaan (procurement) adalah proses penarikan, seleksi,
penempatan, orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan
yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
f. Pengembangan
Pengembangan (development) adalah proses peningkatan
keterampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan
melalui pendidikan dan pelatihan.
g. Kompensasi
Kompensasi (compensation) adalah pemberian balas jasa langsung
(direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada
karyawan sebagai imbalan balas jasa yang diberikan kepada
perusahaan prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil
dikatakan sesuai dengan prestasi kerjanya, layak diartikan dapat
memenuhi kebutuhan primernya serta berpedoman pada batas upah
minimum pemerintah dan berdasarkan internal dan eksternal
konsistensi.
h. Pengintegrasian
Pengintegrasian (integration) adalah kegiatan untuk
mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan
agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
21
i. Pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara
atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan
agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun.
j. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci
terwujudnya tujuan karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujud
tujuan yang maksimal.
k. pemberhentian
pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja
seseorang dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan
oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja
berakhir, pensiun dan sebab-sebab lainnya.
5. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan
daya guna dan hasil guna sumber daya manusia dalam organisasi,
dengan tujuan untuk memberi kepada organisasi suatu satuan kerja
yang efektif. Tujuan manajemen sumber daya manusia secara tepat
sangatlah sulit untuk dirumuskan karena sifatnya bervariasi dan
tergantung tahap perkembangan yang terjadi pada masing-masing
organisasi.
22
Menurut Sadili (2014:30) adalah memperbaiki kontribusi produktif
tenaga kerja terhadap organisasi dengan cara yang bertanggung jawab
secara strategis, etis dan sosial 4 (empat) tujuan MSDM adalah :
1. Tujuan Sosial
Agar organisasi atau perusahaan bertanggung jawab secara sosial
dan etis terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat dengan
meminimalkan dampak negatifnya.
2. Tujuan Organisasional
Sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai
tujuannya.
3. Tujuan Fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen manajemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
4. Tujuan pribadi
Tujuan pribadi dari setiap anggota dicapai melalui aktivitasnya
dalam organisasi atau perusahaan.
B. Kepemimpinan
1. Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan tulang punggung pengembangan
organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit mencapai
tujuan organisasi. Jika seorang pemimpin berusaha untuk
23
mempengaruhi perilaku orang lain, maka orang tersebut perlu
memikirkan gaya kepemimpinan.
Menurut James M. Black dalam (Samsudin, 2016:287)
kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakan
orang lain agar mau bekerja sama dibawah kepemimpinannya sebagai
satu tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Kartini Kartono (2016:9) kepemimpinan adalah seorang
yang ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan keputusan dan
pengangkatan untuk memangku suatu jabatan dalam struktur
organisasi, dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan
dengannya, untuk mencapai sasaran organisasi.
Menurut Hasibuan S.P (2017:170) mengatakan bahwa
kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku
bawahannya, agar mao bekerja sama dan bekerja secara produktif
untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut Tampubolon (2017:9) kepemimpinan adalah perilaku
yang dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan,
sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ia
mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya.
Berdasarkan definisi di atas, dapat diketahui bahwa kepemimpinan
merupakan kemampuan seorang dalam mengarahkan, mempengaruhi,
mendorong dan mengendalikan orang lain atau bawahan untuk bisa
24
melakukan sesuatu pekerjaan atas kesadarannya dan sukarela dalam
mencapai suatu tujuan tertentu.
2. Jenis-Jenis Kepemimpinan
Terdapat empat jenis kepemimpinan yang disesuaikan dengan
situasi yaitu:
1. Kepemimpinan kharismatik
Para pengikut terpacu kemampuan kepemimpinan yang
heroic atau yang luar biasa ketika mereka mengamati perilaku-
perilaku tertentu pemimpin mereka, terdapat lima karakteristik
pokok pemimpin kharismatik yaitu:
a. Visi dan artikulasi
Dia memiliki visi ditujukan dengan sasaran ideal yang berharap
masa depan lebih baik dari pada status dan mampu
mengklarifkasi pentingnya visi yang dapat dipahami orang lain.
b. Rasio personal
Pemimpin kharismatik bersedia menempuh risiko personal
tinggi, menanggung biaya besar, dan terlibat ke dalam
pengorbanan diri untuk meraih visi.
c. Peka terhadap lingkungan
Mereka mampu menilai secara realistis kendali lingkungan dan
sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat perubahan.
25
d. Kepekaan terhadap kebutuhan pengikut
Pemimpin kharismatik perseptif terhadap kemampuan orang
lain dan responsif terhadap kebutuhan dan perasaan mereka.
e. Perilaku tidak konvensional
Pemimpin kharismatik terlibat dalam perilaku yang dianggap
baru dan berlawanan dengan norma.
2. Kepemimpinan transaksional
Pemimpin transaksional merupakan pemimpin yang memandu
atau memotivasi para pengikut mereka menuju sasaran yang
ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas.
Kepemimpinan transaksional lebih berfokus pada hubungan
pemimpin-bawahan tanpa adanya usaha untuk menciptakan
perubahan bagi bawahannya, terdapat empat karakteristik
pemimpin transaksional:
a. Imbalan kontingen kontrak pertukaran imbalan atas upaya yang
dilakukan, menjanjikan imbalan atas kinerja yang baik,
mengakui pencapaian.
b. Manajemen berdasarkan pengecualian (aktif) melihat dan
mencari penyimpangan dari aturan dan standar, menempuh
tindakan perbaikan.
c. Manajemen berdasarkan pengecualian (pasif) mengintervensi
hanya jika standar tidak dipenuhi.
26
d. Laissez-faire melepas tanggung jawab, menghindari pembuatan
keputusan.
3. Kepemimpinan transformasional
Pemimpin tranformasional mencurahkan perhatian pada
hal-hal dan kebutuhan pengembangan dari masing-masing
pengikut, pemimpin transformasional mengubah kesadaran para
pengikut akan persoalan-persoalan dengan membantu mereka
memandang masalah lama dengan cara yang baru, dan mereka
mampu menggairahkan, membangkitkan, dan memahami para
pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra demi mencapai sasaran
kelompok.
4. Kepemimpinan visioner
Kemampuan menciptakan dan mengartikulasikan visi yang
realistis, kredibel, dan menarik mengenai masa depan organisasi
atau unit organisasi yang tengah tumbuh dan membaik disbanding
saat ini. Visi ini jika diseleksi dan diimplementasikan secara tepat,
mempunyai kekuatan besar sehingga bisa mengakibatkan
terjadinya lompatan awal ke masa depan dengan membangkitkan
keterampilan, bakat, dan sumber daya untuk mewujudkannya.
3. Indikator Kepemimpinan
Pada dasarnya banyak indikator-indikator yang mempengaruhi
tingkat kepemimpinan karyawan dalam suatu organisasi, diantaranya
menurut Tika (2014:32-35).
27
a. Jujur
Jujur merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan
dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan dan pekerjaan.
b. Toleransi
Toleransi merupakan sikap dan tindakan yang menghargai
perbedaan agama, suku, etnis dan tindakan orang lain yang berbeda
dari dirinya.
c. Disiplin
Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib
dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
d. Kerjasama
Kerjasama merupakan perilaku yang menunjukkan upaya yang
sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar,
tugas dan menyelesaikan tugas sebaik-baiknya.
e. Kreatif
Kreatif merupakan berpikir dan melakukan sesuatu untuk
menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah
dimilikinya.
f. Mandiri
Mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak mudah
tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
28
C. Motivasi
1. Pengertian Motivasi
Menurut Malayu Hasibuan S.P (2017:141), Motivasi berasal dari
kata latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi
dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia
umumnya dan bawahan khususnya. Motitvasi mempersoalkan
bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan agar mau
bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan
tujuan yang ditentukan.
Menurut Azwar (2017:73), motivasi merupakan rangsangan
dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau
sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara
optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Hamalik (2017:173) motivasi merupakan energi dalam
diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan
dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan definisi di atas, dapat diketahui bahwa motivasi
merupakan kekuatan yang menggerakan perilaku yang memberi arah
pada perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan
perilaku tersebut.
29
2. Tujuan motivasi
Motivasi seseorang dipengaruhi oleh stimuli kekuatan instrinsik
yang ada pada diri seseorang/individu yang bersangkutan, stimuli
eksternal mungkin juga dapat mempengaruhi motivasi, tetapi motivasi
itu sendiri mencerminkan reaksi individu terhadap stimuli tersebut.
Adapun tujuan pemberian motivasi antara lain:
1. Mendorong gairah dan semangat kerja bawahan
2. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
3. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
4. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
5. Meningkatkan disiplin dan menurunkan tingkat absensi karyawan
6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
7. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan
8. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
9. Mempertinggi rasa tanggungjawab karyawan terhadap tugas-
tugasnya
3. Asas-Asas Motivasi
Asas-asas motivasi ini mencakup asas mengikutsertakan,
komunikasi, pengakuan, wewenang yang didelegasikan, dan perhatian
timbal balik.
a. Asas mengikutsertakan
Asas mengikutsertakan maksudnya mengajak bawahan untuk ikut
berpatisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka
30
mengajukan ide-ide, rekomendasi dalam proses pengambilan
keputusan. Dengan cara ini, bawahan merasa ikut bertanggung
jawab atas tercapainya tujuan perusahaan sehingga moral dan
gairah kerjanya akan meningkat.
b. Asas komunikasi
Asas komunikasi maksudnya menginformasikan secara jelas
tentang tujuan yang ingin dicapai, cara mengerjakannya, dan
kendala yang dihadapi. Dengan asas komunikasi, motivasi kerja
bawahan akan meningkat. Sebab semakin banyak seseorang
mengetahui suatu soal, semakin besar pula minat dan perhatiannya
terhadap hal tersebut.
c. Asas pengakuan
Asas pengakuan maksudnya memberikan penghargaan dan
pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi
kerja yang dicapainya. Bawahan akan bekerja keras dan semakin
rajin, jika mereka terus-menerus mendapat pengakuan dan
kepuasan dari usaha-usahanya.
d. Asas wewenang yang didelegasikan
Yang dimaksud asas wewenang yang didelegasikan adalah
mendelegasikan sebagai wewenang serta kebebasan karyawan
untuk mengambil keputusan dan berkreativitas dan melaksanakan
tugas-tugas atasan atau manajer.
31
e. Asas perhatian timbal balik
Asas perhatian timbal balik adalah memotivasi bawahan dengan
mengemukakan keinginan atau harapan perusahaan di samping
berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan
bawahan dari perusahaan.
4. Model-Model Motivasi
Model motivasi berkembang dari teori klasik (tradisional) menjadi
teori modern, sesuai dengan perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan. Perbandingan antara dasar kefalsafahan teori klasik
(tradisional) dengan teori modern dibedakan dalam tiga hal yaitu:
a. Model Tradisional
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar
gairah kerjanya meningkat, perlu diterapkan sistem insentif, yaitu
memberikan insentif (uang/barang) kepada karyawan yang
berprestasi baik semakin banyak produksinya semakin besar pula
batas jasanya.
b. Model hubungan manusia
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan
supaya gairah kerjanya meningkat ialah dengan mengakui
kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan
penting.
32
c. Model sumber daya manusia
Menurut ini mengatakan bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak
faktor, bukan hanya uang barang atau keinginan akan kepuasan,
tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.
5. Jenis-Jenis Motivasi
Ada dua jenis motivasi yaitu motivasi positif dan motivasi negatif:
1. Motivasi positif
Motivasi positif maksudnya manajer memotivasi bawahan dengan
memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi di atas
prestasi standar. Dengan motivasi positif, semangat kerja bawahan
akan meningkat karena umumnya manusia senang menerima yang
baik-baik saja.
2. Motivasi Negatif
Motivasi negatif maksudnya manajer memotivasi bawahan dengan
standar mereka akan mendapat hukuman, dengan memotivasi
negative ini semangat bekerja bawahan dalam jangka waktu
pendek akan meningkat karena mereka takut dihukum tetapi untuk
jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
6. Indikator Motivasi
Pada dasarnya banyak indikator-indikator yang mempengaruhi
tingkat kepemimpinan karyawan dalam suatu organisasi, diantaranya
menurut Tika (2014:32-35).
33
a) Harapan Kerja merupakan harapan dalam kehidupan manusia
cita-cita, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi.
b) Semangat Kerja merupakan sikap individu untuk bekerjasama
dengan disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatannya.
c) Kuantitas Kerja merupakan segala macam bentuk satuan
ukuran yang berhubungan dengan jumlah hasil kerja yang bisa
dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan angka lainnya.
D. Kinerja
1. Pengertian Kinerja
Setiap perusahaan mengharapkan setiap karyawannya
menunjukkan kinerja yang optimal dalam menunjang tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa didukung oleh kinerja
yang baik tentunya sebuah organisasi tidak akan maju dan
berkembang. Oleh karena itu masalah yang berkaitan dengan kinerja
harus mendapat perhatian pihak manajemen bila hendak mencapai
tujuan yang diharapkan.
Menurut Wibowo (2017:3) mendefinisikan bahwa kinerja adalah
merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun tersebut.
Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang
memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan kepentingan.
34
Menurut Colquitt (2017:2) mengemukakan bahwa kinerja adalah
nilai serangkaian perilaku pekerja yang memberikan kontribusi, baik
secara positif maupun negatif pada penyelesaian tujuan organisasi.
Menurut Cascio (2017:693) mengemukakan bahwa kinerja adalah
sebagai cara untuk memastikan bahwa pekerja individual atau tim tahu
apa yang diharapkan dari mereka dan mereka tetap fokus pada kinerja
efektif dengan memberikan perhatian pada tujuan, ukuran dan
penilaian.
Menurut Gibson (2017:374) mengemukakan bahwa kinerja adalah
hasil dari pekerjaan yang berkaitan dengan tujuan organisasi seperti
kualitas, efisiensi dan kriteria lain dari efektivitas.
2. Penilaian Kinerja
Pabundu Tika (2017:187) menjelaskan bahwa penilaian kinerja
adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi atau
menilai keberhasilan karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
Penilaian dapat dilakukan dengan membandingkan hasil kerja yang
dicapai karyawan dengan standar pekerjaan. Bila hasil kerja yang
diperoleh sampai atau melebihi standar pekerjaan dapat dikatakan
kinerja seorang karyawan dapat dikatakan baik. Demikian sebaliknya
seorang karyawan yang hasil perkerjaannya tidak mencapai standar
pekerjaan termasuk pada kinerja yang rendah.
Penilaian kinerja dapat ditinjau ke dalam jumlah dan kualitas
pekerjaan yang diselesaikan karyawan pada periode tertentu. Kinerja
35
seorang karyawan dapat dinilai berdasarkan jumlah pekerjaan yang
diselesaikan dalam batas waktu tertentu.
3. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja
Menurut Pabundu Tika (2017:192) tujuan dan manfaat penilaian
kinerja adalah :
a. Evaluasi antar individu dalam organisasi
Penilaian kinerja dapat bertujuan untuk menilai kinerja setiap
individu dalam organisasi. Tujuan ini dapat memberi manfaat
dalam menentukan jumlah dan jenis kompensasi yang merupakan
hak bagi setiap individu dalam organisasi.
b. Pengembangan diri setiap individu dalam organisasi
Penilaian kinerja pada tujuan ini bermanfaat untuk pengembangan
karyawan. Setiap individu dalam organisasi dinilai kinerjanya, bagi
karyawan yang memiliki kinerja rendah perlu dilakukan
pengembangan baik melalui pendidikan maupun pelatihan.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Faktor yang mempengaruhi kinerja menurut Simamora dalam
Mangkunegara (2014:14) mengatakan bahwa kinerja pada umumnya
dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu :
a. Faktor individual terdiri dari kemampuan dan keahlian, latar
belakang.
b. Faktor psikologis yang terdiri dari persepsi, personality dan
motivasi.
36
c. Faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, kepemimpinan,
penghargaan dan struktu
5. Indikator Kinerja
Wibowo (2016:86-88) tentang definisi kinerja karyawan, maka
dapat disimpulkan beberapa indikator dari kinerja karyawan itu
sendiri, yaitu:
a. Tujuan
Tujuan merupakan keadaan yang berbeda yang secara aktif dicari
oleh seorang individu atau organisasi untuk dicapai.
b. Standar
Standar merupakan suatu ukuran apakah tujuan yang diinginkan
dapat dicapai.
c. Umpan Balik
Umpan balik merupakan masukan yang dipergunakan untuk
mengukur kemajuan kinerja, standar kinerja, dan pencapaian
tujuan.
d. Alat atau Sarana
Alat atau sarana merupakan sumber daya yang dapat dipergunakan
untuk membantu menyelesaikan tujuan yang sukses.
e. Kompetensi
Kompetensi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang
untuk menjalankan pekerjaan yang diberikan kepadanya dengan
baik.
37
f. Motif
Motif merupakan alasan atau pendorong bagi seseorang untuk
melakukan sesuatu.
g. Peluang
Peluang merupakan pekerja perlu mendapatkan kesempatan untuk
menunjukkan prestasi kerjanya.
E. Penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu sangat penting sebagai dasar pijakan dalam
rangka penyusunan penelitian ini kegunaannya adalah untuk mengetahui
hasil yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu sebagai perbandingan
dan gambaran yang dapat mendukung kegiatan penelitian berikutnya.
Penulis bermaksud melakukan penelitian yang berjudul
“Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja
Karyawan PT Gaya Indah Kharisma”. Dalam penelitian ini terdapat
lima hasil penelitian terdahulu yang dapat dijadikan hubungan antara
variabel satu dengan variabel lainnya.
38
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti, Persamaan Perbedaan Hasil Penelitian
Tahun dan Judul
Penelitian
1 Sulistyangsih, Independen: Kepemimpinan
dewi, wijayanti, - mempunyai
2014, Pengaruh Kepemimpi pengaruh
Kepemimpinan nan terhadap kinerja
dan Motivasi -Motivasi karyawan hal ini
Terhadap ditunjukkan
Kinerja Dependen: dengan hasil
karyawan. -Kinerja perhitungan uji
(Jurnal) Karyawan normalitas 12 KS-
Z sebesar 0,822
dengan sign
0,508>0,05
menunjukkan
kepemimpinan
mempunyai
sebaran normal.
Nilai Uji F
sebesar 136.383
dengan sig
0,000<0,05 dan
nilai Uji t sebesar
11,678 dengan
signifikansi
0,000<0,05.
2 Dewi Sandy Independen: Independe Hasil
Trang, 2015, -Gaya n: Penelitiannya
“Gaya Kepemimpi -Gaya menunjukkan
Kepemimpinan nan Kepemim bahwa
dan Budaya -Budaya pinan kepemimpinan
Organisasi Organisasi berpengaruh
Pengaruhnya positif dan
Terhadap Dependen: signifikan
Kinerja -Kinerja terhadap kinerja
karyawan”. karyawan karyawan pada
(Jurnal) perwakilan BPKP
Provinsi Sulawesi
Utara.
39
3 Porwani, 2013, Independen Variabel budaya
Pengaruh : organisasi pada
Budaya -Budaya PT Tambang
Organisasi Organisasi Batubara Bukit
Terhadap Dependen: Asam (Persero)
Kinerja -Kinerja Tanjung Enim,
Karyawan. (studi Karyawan memiliki
kasus pada PT. pengaruh yang
tambang Baru positif dan
Bara Bukit Asam signifikan
(Persero) terhadap kinerja
Tanjung Enim. pegawai. Dengan
(Jurnal) nilai reliable
budayaorganisasi
0,907 dan nilai
kinerja 0,852.
Nilai uji F
101,810 sig
0,000<0,05 dan
nilai uji t 10,090
dengan signifikan
0,000<0,05.
4 Iswahyudi, 2014, Independen: Independe Hasil
Jurnal, Pengaruh -Motivasi n: penelitiannya:
Motivasi, -Disiplin -Motivasi Motivasi kerja,
disiplin, budaya -Budaya -Disiplin disiplin kerja,
organisasi dan Organisasi kerja budaya organisasi
kepuasan kerja -kepuasan - dan kepuasan
terhadap kinerja kerja Komitmen kerja berpengaruh
PT. Unggul terhadap kinerja
Abadi, Dependen: karyawan dengan
Diponegoro -Kinerja kontribusi sebesar
Semarang. Karyawan 62% dari
(Jurnal) pengujian
hipotesis Ho
ditolak dan Ha
diterima.
40
5 Tari Wulandari, Independen: Independe Hasil
2014, pengaruh -Budaya n: penelitiannya:
motivasi kerja, Kerja -Motivasi secara parsial
disiplin kerja, Organisasi -Disiplin masing-masing
budaya kerja dan Kerja variabel
komitmen Dependen: - independen
organisasi -Kinerja Komitmen berpengaruh
terhadap kinerja Karyawan terhadap kinerja
karyawan pada karyawan.
PT. Solusindo Pengaruh secara
Pratama,Diponeg simultan
oro Semarang. mencapai 0,55%
(Jurnal) pengujian
hipotesis secara
parsial semua
variabel bebas
memiliki
pengaruh yang
signifikan
terhadap kinerja,
demikian juga
dengan uji
simultan
diperoleh p< 0,05
Ha diterima.
Sumber : Jurnal Internasional.
41