TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MEMBUAT RESUME TENTANG E-COMMERCE DAN INTERNET
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pembimbing:
Merlyana Dwinda Yanthi, S.E, S.T., [Link].
Loggar Bhilawa, S.E., [Link]., Ak.
Kelas : S1AK16B
Disusun Oleh:
1. Adellia Tanasya (16080694010)
2. Liatus Sholihah (16080694016)
3. Ni Luh Putu Kartika Sari (16080694048)
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
APRIL 2018
10.1 E-COMMERCE DAN INTERNET
A. E-commerce Saat Ini
E-commerce yaitu tentang menyediakan transaksi komersial secara digital baik
antara organisasi maupun individu, dimana transaksi ini terjadi pada internet dan web
yag melibatkan pertukaran nilai. E-commerce dimulai sejak tahun 2005, pada saat itu
e-commerce belum popular. Dengan adanya inovasi teknologi, e-commercee
berkembang sangat cepat. Individu dan bisnis akan semakin meningkat dalam
pengggunaan internet untuk melakukan bisnis karena produk dan jasa hadir secara
online.
B. Mengapa E-commerce Berbeda
E-commerce berbeda karena e-commerce memliki karateristik internet dan web
yang berbeda dari sebelumnya, yaitu:
1. Ada di mana-mana e-commerce ada di mana-mana yang memungkinkan
konsumen melakukan transaksi dimanapun menggunakan smartphone dan dapat
mengurangi biaya transaksi.
2. Jangkauan Global e-commerce memungkinkan transaksi lintas budaya dan
bangsa untuk mempermudah dan mengurangi biaya transaksi.
3. Standar Universal standar teknis untuk menjalankan e-comercee yaitu dari
internet, yaitu standar yang universal dan sama di belahan dunia mana pun.
4. Kaya Manfaat web membuat kita dapat menghasilkan pesan yang kaya dengan
teks, media, video secara senrentak ke sejumlah besar orang.
5. Intteraktif teknologi yang memungkinkan transaksi dua arah antara penjual
dan pembeli.
6. Kepadatan Informasi keseluruhan jumlah dan kualitas informasi yang tersedia
untuk semua pihak yang terlibat di pasar.
7. Personalisasi/Kustomisasi Teknologi memungkinkan penjual menargetkan
pemasarannya kepada individu secara spesifik (personalisasi) serta
memungkinkan kustomisasi yait mengganti produk yang sudah dikirim
berdasarkan preferensi.
8. Teknologi Sosial: Generas Penggguna Konten dan Jejaring Sosial
memungkinkan pengguna menciptakan sesuatu dan berbagi dengan teman dalam
betuk teks, video, music dan foto (komunitas global yang luas)
C. Konsep Utama Dari E-commerce: Pasar Digital dan Barang Digital di Dalam
Pasar Global
1. Pasar Digital Internet telah menciptakan pasar digital di mana jutaan manusia
di seluruh dunia dapat bertukar informasi dalam jumlah besar secara langsung dan
gratis. Pasar digital sangat fleksibel dan efisien karena dapat beroperasi
menurunkan biaya pesanan barang, biaya transaksi, dan biaya peralihan. Pasar
digital menyediakan kesempatan untuk menjual produk secara langsung dengan
menggunakan perantara seperti jaringan distribusi ritel secara online.
2. Barang Digital barang digital yaitu barang yang dapat dikirim melalui jaringan
digital seperti music, buku, perangkat lunak dan lainnya yang dapat diunggah,
disimpan, dikirim, dijual.
10.2 E-COMMERCE: BISNIS DAN TEKNOLOGI
A. Tipe-tipe e-commerce
Page | 1
Ada banyak cara untuk mengklasifikasi transaksi bisnis elektronik, salah satunya
dengan melihat sifat partisipan. Tiga kategori utama tersebut, yaitu
1. Bisnis e-commerce berbentuk bisnis-ke-konsumen (B2C) : melibatkan pengecer
produk dan jasa ke konsumen individu.
2. Bisnis e-commerce berbentuk bisnis-ke-bisnis (B2B) : melibatkan penjualan
barang dan jasa di antara bisnis-bisnis.
3. Bisnis e-commerce berbentuk konsumen-ke-konsumen (C2C) : melibatkan
konsumen yang menjual secara langsung kepada konsumen.
Cara lain mengklasifikasikan e-commerce tersebut yaitu dengan membedakan
platform yang digunakan oleh partisipannya dalam melakukan transaksi.
B. Model bisnis e-commerce
1. Portal : merupakan pintu gerbang untuk masuk dalam web dan sering kali
didefinisikan sebagai situs dimana pengguna mengaturnya sebagai laman muka
(homepage) mereka.
2. E-tailer : atau disebut toko ritel online tersedia dalam berbagai ukuran, dari
Amazon yang sangat besar, hingga lokal kecil yang memiliki situs web. Beberapa
variasi lainnya dari e-tailer seperti versi online dari katalog pos langsung, online
mallls, pabrik penjualan online, dan lainnya.
3. Penyedia konten : sebagai distribusi konten informasi, seperti video digital,
musik, foto, teks, dan karya seni ke dalam suatu web. Keungulan utamanya adalah
konsumen bisa menemukan konten online yang sangat banyak, sesuai, dan
membeli konten ini dengan harga yang relatif murah untuk dimainkan, dilihat, di
dalam beberapa perangkat komputer atau smartphone.
4. Perantara transaksi : situs yang memproses transaksi untuk konsumen pada
umumnya dikelola oleh satu orang dengan menggunakan telepon atau dengan pos.
Keunggulan dari perantara transaksi online adalah bisa menghemat uang dan
waktu.
5. Pencipta pasar : membangun lingkungan digital di mana pembeli dan penjual bisa
bertemu, menampilkan produk, dan menetapkan harga. Keunggulan dari pencipta
pasar online adalah mereka menyediakan tempat di mana para penjual bisa mudah
menampilkan produk mereka dan pembeli bisa dengan mudah membeli langsung
dari penjual.
6. Penyedia layanan : aplikasi web 2.0 berbagi foto, dan situs online untuk
menyimpan dan membuat data cadangan, semunaya menggunaka model bisnis
penyediaa layanan.
7. Penyedia komunitas : situs yang menciptakan sebuah lingkungan digital di mana
orang-orang dengan ketertarikan yang sama bisa bertransaksi, berbagai hal yang
menarik, foto, video, berkomunikasi dengan orang yang sesuai, menerima
informasi yang relevan dan menarik, bahkan bermain fantasi dengan mengadopsi
kepribadian online yang disebut avatar.
C. Model pendapatan e-commerce
Sebagian besar perusahaan menggunakan satu model atau kombinasi dari 6 model
pendapatan ini.
Page | 2
1. Model pendapatan iklan : sebuah web menghasilkan pendapatan dengan cara
menarik massa dalam jumlah besar kemudian diberikan penawaran.
2. Model pendapatan penjualan : memperoleh pendapatan dengan menjual barang,
informasi, ataupun jasa kepada konsumen. Penyedia konten menerima uang
dengan memasang tarif untuk pengunduhan seluruh data, seperrti track musik
atau buku, atau untuk mengunduh musik atau video stream.
3. Model pendapatan pelanggan : web menawarkan konten atau tarif layanan
pelanggan untuk mengakses beberapa atau semua penawaran yang sedang
berlangsung. Penyedia sering kali menggunakan model pendapatan ini.
4. Model pendapatan free/freemium : perusahaan menawarkan layanan dasar dan
konten secara Cuma-Cuma sambil memasang tarid premium untuk fitur yang
lebih maju atau khusus.
5. Model pendapatan biaya transaksi : perusahaan mendapatkan pembayaran untuk
menyediakan atau melakukan sebuah transaksi. Model ini mendapatkan
penerimaan yang luas karena biaya sebenarnya dalam menggunakan jasa tidak
langsung terlihat oleh pengguna.
6. Model pendapatan afiliasi : web mengirim pengunjung ke situs lain sebagai
imbalan dari sebuah biaya rekomendasi atau presentase penerima tas penjualan
yang terjadi.
D. Jaringan sosial dan wisdom of crowds
Situs jejaring sosial menghubungkan orang melalui bisnis mereka yang sama atau
koneksi personal, memungkinkan ntuk memiliki teman sebagai target penjualan,
saran pencarian kerja, atau teman baru. Komunitas online juga merupakan tempat
yang ideal untuk mempraktikkan teknik pemasaran yang bercabang seperti halnya
pemasaran tradisional melalui mulut ke mulut.
The wisdom of crowds
Merupakan penciptaan situs dimana ribuan bahkan jutaan orang bisa berinteraksi
menawarkan pelaku bisnis dimana melakukan cara baru untuk menawarkan dan
memasarkan produk dan untuk menemukan siapa yang menyukai atau tidak
menyukai produk mereka. Dalam pemasaran, konsep ini menyarankan perusahaan
harus melakukan konsultasi dengan ribuan konsumen terlebih dahulu.
E. Pemasaran e-commerce
Internet memungkinkan long-tail marketing, yaitu pemasar menemukan calon
konsumen secara murah untuk produk dengan permintaan yang rendah, juga
menyediakan cara baru untuk mendapatkan informasi dari konsumen, menyesuaikan
penawaran produk dan meningkatkan nilai konsumen.
E-commercesosial dan pemasaran jejaring sosial
E-commerce sosial merupakan perdagangan yang mengacu pada konsep grafik
sosial digital. Pengguna akan menemukan bahwa terhubung dengan teman-teman dan
relasi yang lebih besar yang tidak berhubungan langsung dengan pengguna.
1. B2B E-commerce: Efisiensi Baru dan hubungan
Page | 3
Business-to-bisnis e-commerce mengacu pada transaksi komersial yang terjadi
antara perusahaan bisnis. Semakin, transaksi tersebut mengalir melalui berbagai
mekanisme jaringan internet yang berbeda. Sekitar 80 persen online B2B e-
commerce masih didasarkan pada sistem proprietary untuk pertukaran data
elektronik (EDI). Pertukaran data elektronik memungkinkan komputer-komputer
pertukaran antara dua organisasi transaksi standar seperti faktur, bill of lading,
jadwal pengiriman, atau pesanan pembelian. Transaksi secara otomatis dikirim
dari satu sistem informasi yang lain melalui jaringan, menghilangkan pencetakan
dan penanganan kertas di salah satu ujung dan Memasukkan data pada yang lain.
Setiap industri besar di Amerika Serikat dan banyak dari sisa dunia memiliki
standar EDI yang menentukan struktur dan informasi bidang dokumen elektronik
untuk industri itu.
10.3 Platform Digital Mobilendan E-Commerce Mobile
A. Aplikasi dan Layanan Berbasis Lokasi
Layanan berbasis lokasi (location-based services) meliputi layanan geososial,
geoperiklanan, dan geoinformasi. Layanan geososial dapat memberi tahu anda
tempat/lokasi orang lain, contohnya adalah foursquare, gowalla, loopt, dll. Layanan
geoperiklanan dapat memberi tahu anda tempat seperti restoran yang anda cari,
contohnya adalah pengiriman iklan kepada pengguna berdasarkan lokasi GPS seperti
pada Google dan Apple. Layanan geoinformasi dapat memberitahu anda mengenai
informasi yang anda inginkan, contohnya adalah [Link].
B. Layanan Perdagangan Mobile Lainnya
Perdagangan berbasis mobile kini semakin berkembang diantaranya yaitu bank
dan perusahaan kartu kredit mengeluarkan layanan yang memungkinkan pelanggan
untuk mengelola akun mereka dari perangkat mobile-nya; pasar periklanan mobile
yang berkembang dan biasanya tertanam pada permainan, video, dan aplikasi mobile
lainnya;
10.4 Membangun Kehadiran E-Commerce
A. Potongan Teka-teki dari Situs yang Dibangun
Ketika memutuskan untuk membangun sebuah situs, anda harus memperhatikan
area utama dalam membuat keputusan. Keputusan utama seperti teknologi, desain
situs, dan kebijakan sosial dan informasi yang akan diaplikasikan di situs anda. Selain
itu keputusan mengenai perangkat keras situs anda, perangkat lunak, dan infrastruktur
telekomunikasi juga penting. Dalam menentukan keputusan tersebut juga harus
melihat dari sisi pelanggan.
B. Sasaran Bisnis, Kemampuan Sistem, dan Pentingnya Informasi
Sasaran bisnis adalah fungsi atau kemampuan seperti apa yang anda harapkan dan
situs yang akan anda kembangkan. Kemampuan sistem adalah kemampuan sistem
informasi yang anda butuhkan untuk mencapai sasaran bisnis. Kebutuhan informasi
untuk sebuah sistem adalah elemen-elemen informasi yang bisa diproduksi oleh
sebuah sistem untuk mencapai sasaran bisnis.
C. Membangun Situs Web: Secara Mandiri versus Alih Daya
1. Keputusan Pembangunan Situs Web
Pemutuskan untuk membangun situs web sendiri anda dapat menggunakan
Yahoo! Merchant Solution, Amazon Stores, dan eBay Jika anda memilih paket
Page | 4
pengembangan situs yang lebih mahal, maka anda akan membayar perangkat
lunak yang sudah teruji dengan baik.
2. Keputusan Pengelolaan
Sebagian besar bisnis memilih untuk melakukan alih daya dengan membayar
perusahaan lain untuk mengoperasikan situs web mereka. Dengan sebuah co-
location agreement, perusahaan dapat menyewa sebuah server web (dan memiliki
sebuah kendali secara keseluruhan atas pengoperasiannya).
3. Anggaran Situs Web
Ukuran relatif dai beberapa komponen biaya situs web yaitu perangkat keras,
pemasaran, desain, pengembangan konten, perangkat lunak, jasa pengoperasian,
dan telekomunikasi. Semakin kompleks situs yang digunakan maka semakin besar
pula biaya yang dikeluarkan.
KASUS
PERKEMBANGAN BISNIS ONLINE (E-COMMERS) TOKOBAGUS
Gambaran Umum Situs Tokobagus
Tokobagus adalah sebuah situs iklan baris yang memungkinan orang melakukan kegiatan
jual beli secara online. Berkembangnya teknologi informasi berupa internet membuat kegiatan
jual-beli tidak harus dilakukan dengan cara bertatap muka, semuanya bisa dilakukan dengan
online. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia yang sudah
masuk hingga pelosok daerah dan mengakibatkan berkembangnya pula jual-beli online atau e-
commerce.
Tokobagus dimiliki oleh PT Tokobagus yang pada awal berdirinya berlokasi di Denpasar,
Bali oleh dua orang pemuda asal Belanda, Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker pada
tanggal 9 Juni 2005. Arnold yang kala itu sedang menikmati liburan di pulau Bali memperoleh
ide setelah melihat perkembangan situs berbasis e- commerce di Amerika, seperti halnya
[Link]. Melihat dari geografis Indonesia yang terdiri dari berbagai kepulauan dengan
jumlah penduduk yang sangat besar, maka tercetuslah ide untuk membuat situs Tokobagus.
Tokobagus melakukan tindakan persuasi dengan memposisikan dirinya sebagai situs jual
beli online gratis, maupun berbayar di Indonesia. Gratis dalam artian dimana setiap orang bebas
mendaftar dan memasang produk mereka baik itu barang maupun jasa secara gratis dan untuk
yang berbayar akan memiliki beberapa fasilitas khusus yang ditawarkan oleh pihak Tokobagus
secara online. Tokobagus menawarkan lebih dari 40 kategori, yang paling populer adalah
kategori jam dan perhiasan, handphone & aksesoris, perlengkapan bayi, produk elektronik,
motor dan aksesoris.
Perdagangan Pada Situs Tokobagus
Masalah utama yang menonjol dalam situs Tokobagus adalah perihal jual-beli. Situs
Tokobagus layaknya seperti pasar pada umumnya, dimana terdapat lapak-lapak penjual yang
menjajakan barang dagangannya dan lapak-lapak pembeli yang mencari barang atau jasa yang
dibutuhkannya. Yang membedakan tokobagus dengan model pasar pada umumnya adalah
bentuk dari tempat atau ruang yang digunakan untuk melakukan proses jual-beli, ruang di
Tokobagus bersifat maya atau semu (tidak nyata), pertemuan antara penjual dan pembeli di
mediasi oleh keberadaan perangkat komunikasi dan informasi modern, perangkat ini berupa
handphone, tablet, personal computer (PC), dan modem yang terhubungkan dengan jaringan
nirkabel.
Page | 5
Pembelian barang dan jasa diawali dengan proses pencarian melalui search engine pada
personal computer mengenai situs tokobagus oleh pengguna jasa internet, setelah bertemu
dengan situs ini pengguna dapat masuk begitu saja tanpa melakukan registrasi atau login
member. Untuk mencari barang dan jasa pada situs tokobagus tidak dikenakan biaya apapun.
Memasuki situs tokobagus, pengguna yang ingin mencari barang dan jasa dihadapkan dengan
tampilan tokobagus yang menyediakan toolbar untuk memudahkan proses pencarian barang
dan jasa. Pengguna memilih kategori iklan dari barang dan jasa yang akan dicari. Tokobagus
menyediakan 40 jenis kategori barang dan jasa, jika pengguna mancari alat komunikasi maka
hal yang dipilih adalah kategori handphone. Jika menginginkan hal yang lebih spesifik atau
khusus, pengguna dapat menuliskan keywords (kata kunci) mengenai barang dan jasa apa yang
sedang dicari. Sebagai contoh pengguna situs tokobagus ingin mencari handphone Nokia 3310,
maka keywords yang dituliskan adalah “nokia 3310”. Untuk mencari lapak atau iklan dari
member yang telah terverifikasi dan terpercaya (verified member), pengguna dapat mencentang
pilihan verified member pada toolbar Tokobagus.
Melakukan jual-beli, tentunya berhadapan dengan proses yang biasa disebut dengan
negosiasi, hal ini berlaku pula pada situs online Tokobagus. Negosiasi dilakukan antara penjual
dan pembeli untuk memperoleh kesepakatan dalam melakukan transaksi perdagangan.
Transaksi merupakan puncak dari kegiatan jual-beli pada situs Tokobagus. Penjual dan
pembeli sama-sama telah memperoleh apa yang diinginkan. Terdapat beberapa cara untuk
melakukan transaksi dalam jual-beli pada situs Tokobagus, cara tersebut berdasarkan cara
pembayaran adalah : 1.) Cash keras, 2.) Transfer ke rekening bank, 3.) Menggunakan kartu
kredit, 4.) Barter. Cara-cara tersebut digunakan oleh informan untuk menunjukkan kesetujuan
atas kesepakatan yang telah dicapai selama proses negosiasi.
Membicarakan perihal jual-beli di situs Tokobagus, tentunya tidak akan terlepas dengan
masalah pengiriman dan penerimaan barang dan jasa. Perdagangan full online membutuhkan
jasa pengiriman sebagai penghubung atau pengirim barang antara penjual dan pembeli. Jasa
pengiriman yang dipercaya oleh informan selaku pengguna situs Tokobagus antara lain Jasa
kurir, Tiki, dan JNE, Elteha, Pos Indonesia. Perdagangan yang terjadi antara pengguna situs
Tokobagus tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar. Terkadang terjadi kesalahpahaman antara
penjual dan pembeli, sehingga menimbulkan bentuk protes atau komplain oleh pihak yang
merasa dirugikan. Komplain terjadi ketika terdapat ketidakcocokan antara hasil kesepakatan
negosiasi dan kenyataan yang diterima oleh penjual dan pembeli pada situs Tokobagus.
Komplain dilakukan untuk memperoleh hak yang seharusnya diperoleh melalui kesepakatan
dari negosiasi yang telah dilakukan.
Komplain paling banyak dilakukan oleh pembeli pada situs Tokobagus. Beberapa hal
yang mengakibatkan komplain dari pengguna situs Tokobagus antaralain: 1.) Barang yang
dikirim terlambat datang, 2.)Barang yang diterima tidak sama dengan yang ada di dalam iklan,
3.) Terdapat kecacatan pada barang, 4.) Pelayanan yang kurang memuaskan, 5.) Tidak adanya
penyelesaian dari pihak penjual.
Penyelesaian masalah perihal komplain yang di ajukan oleh pengguna situs Tokobagus
merupakan hal yang dilakukan untuk menjaga hubungan antara pengguna Tokobagus itu
sendiri. Penyelesain permasalahan dilakukan oleh pengguna situs Tokobagus untuk kembali
pada kesepakatan awal yang telah dicapai melalui proses negosiasi.
Model Perdagangan Situs Tokobagus
A. Model setengah online
Perdagangan menggunakan situs Tokobagus hanya sebagai sarana untuk mengiklankan
Page | 6
atau memajang barang atau jasa yang diperdagangkan. Funsi situs Tokobagus hanya sebagai
etalase, proses selanjutnya untuk melakukan transaksi masih menggunakan cara bertemu
atau biasa disebut informan dengan COD (Cash On Delivery). COD merupakan istilah
populer yang digunakan di situs Tokobagus untuk menyebut transaksi pembelian dengan
bertatap muka. Artinya pembeli dan penjual memang saling bertmu untuk transaksi,
istilahnya ada uang ada barang. Cara ini cukup populer dikalangan pengguna situs
Tokobagus, dengan bertemu muka dapat meminimalisir penipuan, dan barang bisa langsung
didapatkan pembeli setelah uang diserahkan.
Model perdagangan setengah online banyak dilakukan oleh pengguna yang belum
menjadi member situs Tokobagus. Model perdagangan ini dilakukan karena kurangnya rasa
percaya antara penjual dan pembeli sehingga memerlukan tatap muka untuk proses
transaksinya. Apalagi jika barang yang dibeli merupakan barang secondhand atau barang
yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dimana dibutuhkan pemeriksaan terhadap barang
tersebut, singkatnya COD diperlukan untuk meyakinkan antara penjual dengan pembeli
dalam melakukan transaksi jual-beli.
B. Full Online
Model perdagangan full online dilakukan tanpa melakukan pertemuan yang nyata antara
penjual dan pembeli. Kedua pihak yang melakukan proses perdagangan dengan difasilitasi
oleh teknologi informasi. Beberapa permasalahan mengenai pembicaraan, negosiasi,
perundingan bersama untuk menentukan barang dan jasa yang dibutuhkan, harga yang
pantas, metode dan teknik pengiriman dan penerimaan, kontak melalui surat menyurat
semuanya dilakukan melalui media elektronik dan email.
Model full online menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi antara penjual dan
pembeli, sehingga berani melakukan transaksi jual-beli tanpa melakukan tatap muka secara
langsung. Tingkat kepercayaan yang ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain; 1.)
Penjual dan pembeli pernah bertemu sebelumnya sehingga mengetahui kualitas antara
masing-masing individu. 2.) Status penjual dan lamanya melakukan penjualan pada situs
Tokobagus, terlihat dari tabel model perdagangan, bahwa status penjual yang semakin tinggi
mempermudah proses transaksi jual-beli melalui model full online. 3.) Harga barang yang
dirasa murah (memiliki resiko kerugian yang rendah), sehingga tidak memerlukan tatap
muka secara langsung. Cukup melakukan transaksi dengan transfer uang kepada penjual, dan
barang dikirim oleh penjual ke pembeli.
Page | 7