WILLY WIDYATMAKA ARDI
151 16 046
kalazard@[Link]
Pembentukan Kota Bandung
Bandung merupakan kota yang diharapkan menjadi sebuah metropolitan yang
selain berfungsi sebagai pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional, juga sebagai
pusat jasa, pusat pengolahan dan simpul transportasi dengan skala pelayanan nasional
atau beberapa propinsi. Pada skala regional, metropolitan Bandung juga merupakan
kawasan andalan, yaitu kawasan yang berpotensi untuk mendorong perkembangan
ekonomi ke kawasan sekitarnya. Berbagai fungsi diatas timbul sebagai akibat
perkembangan yang pesat dari kegiatan industri, perdagangan, dan jasa yang telah
tumbuh sejak beberapa dekade sebelumnya. Semua ini telah menjadikan kota Bandung
sedemikian menarik, tidak hanya bagi penduduk yang berasal dari Jawa Barat sendiri
tetapi dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. Karena tujuan tersebut, maka kita perlu
meninjau pembentukan metropolitan Bandung. Setidaknya ada empat sistem yang
bekerja dalam sebuah kota, yaitu lingkungan, social, ekonomi, dan politik.
Dari sistem lingkungan, di awali oleh sebuah ekosistem yang strukturnya berupa
biotic (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup), populasi, komunitas. Tentunya
struktur ini merupakan penghuni dari kota tersebut. Fungsinya untuk berjalannya
berbagai proses alami yang berjalan di alam. Contoh : siklus hidrologi. Yang termasuk
sistem lingkungan lainnya ialah infrastruktur. Sebagai kota metropolitan, penghuni
membutuhkan bangunan yang ramah lingkungan (go green) sehingga tidak ada
ekosistem yang terganggu akibat pembangunan infrastruktur ini.
Selanjutnya itu sistem social. Merupakan cara masyarakat membentuk serta
mengembangkan karakter masing-masing individu. Karakter ini akan membentuk
interaksi masyarakat di dalam kota itu. Karakter akan membuat sebuah kebiasaan
bahkan budaya di wilayah kota. Sebagai contoh, di kawasan Asia Timur, ada karakter
WILLY WIDYATMAKA ARDI
151 16 046
kalazard@[Link]
masyarakatnya yang membiasakan makan mie harus bersuara “slurp” ketika
memakannya. Jika tidak, maka dianggap bahwa makanan tersebut tidak enak.
Berlawanan dengan rata-rata masyarakat di kawasan Asia Tenggara yang karakter
masyarakatnya menganggap bahwa makan dengan bersuara merupakan sesuatu hal
yang menyinggung orang lain.
Sistem selanjutnya yaitu hukum sebagai pengatur individu-individu di dalam
kota tersebut sehingga tercipta kota yang aman,nyaman dan tertib. Berikut merupakan
3 elemen dalam sistem hukum.
System of a Law
Normative Social Social Control
- Legal Norms - Roles - Authority
- Provisions - Statutes - Power
- Conventions - Institutions -Sanctions
Berikutnya ada sistem ekonomi dan sistem politik. Dalam sistem ekonomi,
dititikberatkan pada transaksi serta aliran keuangan dari kota tersebut. Sedangkan
sistem politik, lebih kepada pemahaman ideologi negara dari kota tersebut.
Tentunya dengan banyaknya sistem dalam sebuah kota, akan ada interaksi di
antara sistem-sistem tersebut. Maka tidak ada