Modifikasi Metode Rasional di Cimanyar
Modifikasi Metode Rasional di Cimanyar
ABSTRAK
Metode Rasional adalah rumus perhitungan debit paling tua, dengan anggapan bahwa debit puncak dapat
diprediksi dari hujan intensitas seragam yang berlangsung dalam waktu tertentu pada suatu daerah
tangkapan air. Tetapi metode ini telah dipahami tidak berlaku untuk daerah tangkapan dengan proses
Subconcentrated. Agar proses tersebut dapat diaplikasikan, diperlukan kajian model hidrologi untuk
mempelajari respon Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan berbagai kejadian hujan seragam dalam
berbagai durasi yang dilakukan di Sub-DAS Cimanyar (DAS Cimanuk). Berdasarkan skenario simulasi
program MIKE SHE yang dilakukan dengan hujan seragam 10 – 50 mm (durasi 1 – 8 jam), diketahui
bahwa pada durasi 1 – 3 jam terjadi peningkatan debit banjir puncak yang signifikan, namun hal tersebut
tidak terjadi pada durasi 3 – 8 jam. Berdasarkan hal tersebut, maka menurut Metode Rasional dapat
diperkirakan bahwa waktu konsentrasi di Sub-DAS Cimanyar adalah 3 jam. Dari hasil perbandingan dapat
diketahui bahwa bentuk hidrograf, debit puncak dan volume limpasan Metode Rasional tipe Concentrated
dan Superconcentrated mendekati hasil simulasi. Tetapi perbandingan dengan tipe Subconcentrated
menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga perlu dilakukan modifikasi Metode Rasional. Modifikasi
dilakukan dengan memperkenalkan koefisien koreksi volume (Cv) dan koefisien puncak (Cp) untuk dapat
mendekati debit puncak dan volume limpasan hasil simulasi, sehingga menghasilkan persamaan Metode
Rasional Modifikasi.
Kata Kunci : Debit Puncak, Hidrograf, Metode Rasional
LATAR BELAKANG
Metode Rasional adalah rumus perhitungan debit paling tua, dengan anggapan yang sederhana. Metode
ini dibuat dengan mempertimbangkan bahwa banjir berasal dari hujan yang mempunyai intensitas curah
hujan seragam dan berlangsung dalam waktu tertentu pada daerah aliran sungai.
Metode Rasional ini umumnya banyak digunakan untuk menghitung debit banjir pada daerah aliran sungai
yang tidak terlalu luas dengan batasan luas hingga 50 km2, atau tergantung ketersediaan penyebaran
stasiun hujan yang ada pada daerah aliran sungai (Nugroho, 2010). Menurut Iman Subarkah (1978),
Metode Rasional dapat diterapkan untuk DAS dengan luas antara 0,4 – 0,8 km 2. Sedangkan Menurut San
Diego Country (Ponce, 1989) nilainya berkisar antara 0,65 – 12,5 km2. Rumus ini adalah rumus yang
tertua dan yang terkenal di antara rumus-rumus empiris lainnya Rumus ini banyak digunakan untuk
sungai-sungai biasa dengan daerah pengaliran yang luas dan juga untuk perencanaan drainase daerah
pengaliran yang relatif sempit. Bentuk umum rumus rasional ini adalah sebagai berikut :
Q = C.I.A
Dimana :
Q = Debit banjir maksimum (m3/det)
C = Koefisien pengaliran/limpasan
I = Intensitas curah hujan rata-rata (mm/jam)
A = Luas daerah pengaliran (km2)
Koefisien limpasan (C) merupakan nilai tetap yang merupakan perbandingan antara hujan efektif dan
hujan yang jatuh. Nilai ini merupakan perwujudan dari kehilangan air akibat evaporasi, evapotranspirasi,
intersepsi dan infiltrasi.
Intensitas hujan (i) merupakan perwujudan dari durasi dan frekuensi hujan dengan anggapan bahwa
intensitas hujan tetap pada suatu interval waktu dan paling sedikit sama dengan waktu konsentrasinya
(TC). Aliran menjadi maksimum jika durasi hujan (D) sama dengan waktu konsentrasinya (Wanielista,
1990).
V1 = C I D A
V1 = C I D A
V2 = Qp1 Tc
V2 = Qp2 D
V1 = V2
V1 = V2
C I D A = Qp1 Tc
C I D A = Qp2 D
Tc = D
Qp2 = C I A
Qp1 = C I A
V1 = C I D A
V2 = Qp3 Tc
V1 = V2
C I D A = Qp3 Tc
Qp3 = (D/Tc) C I A
Untuk melihat kejadian hidrologis pada Sub-DAS Cimanyar, penulis akan melakukan pemodelan hidrologi
yang akan dibantu dengan menggunakan program MIKE SHE untuk pemodelan overland flow serta
program MIKE 11 untuk pemodelan hidrolika di sungai. Setelah itu kemudian dilakukan kombinasi antara
MIKE SHE dan MIKE 11 untuk mengetahui dan menganalisis kejadian hidrologis yang terjadi di Sub-DAS
Cimanyar.
Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka studi ini dilakukan dengan
maksud untuk mengkaji rumus teoritis hidrograf Metode Rasional yang diaplikasikan dengan
menggunakan program MIKE SHE. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa dan
membandingkan hidrograf hasil program MIKE SHE pada Sub-DAS Cimanyar serta mengkaji rumus
Metode Rasional.
METODOLOGI STUDI
Metodologi studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
• Studi literatur penelitian terdahulu
• Pengumpulan data
• Membuat model hidrologi
• Kalibrasi dan validasi data
• Simulasi hujan seragam
• Kajian Modifikasi Metode Rasional
Berdasarkan hasil simulasi dapat dilihat bahwa respon DAS terhadap kejadian hujan seragam dengan
durasi 4 jam menghasilkan waktu puncak selama 4 jam, akan tetapi pada jam ke 3
sampai dengan jam ke 4 tidak menghasilkan kenaikan debit puncak yang signifikan. Hidrograf yang
dihasilkan yaitu berbentuk segitiga yang mendekati bentuk trapesium. Kemudian berdasarkan hasil
simulasi dapat dilihat bahwa respon DAS terhadap kejadian hujan seragam dengan durasi 5-8 jam
menghasilkan waktu puncak yang mengikuti durasi hujannya. Akan tetapi pada jam ke 3 sampai dengan
jam ke 8 tidak menghasilkan kenaikan debit puncak yang signifikan. Hidrograf yang dihasilkan yaitu
berbentuk trapesium.
Tabel 2. Debit Puncak dan Volume Limpasan Hasil Simulasi
I Durasi Debit Puncak Volume I Durasi Debit Puncak Volume
No No
(mm/jam) (jam) (m3/s) (m3) (mm/jam) (jam) (m3/s) (m3)
1 10 6.06 39,916 21 10 31.42 490,633
2 20 29.87 203,951 22 20 102.41 1,741,272
3 30 1 61.42 428,023 23 30 5 175.66 3,072,065
4 40 95.68 673,255 24 40 250.62 4,419,149
5 50 130.91 930,956 25 50 326.57 5,764,039
6 10 13.52 127,757 26 10 33.22 619,652
7 20 59.91 562,079 27 20 104.75 2,142,616
8 30 2 118.22 1,066,442 28 30 6 178.79 3,747,198
9 40 182.25 1,593,794 29 40 254.27 5,370,847
10 50 249.72 2,122,146 30 50 330.47 6,986,365
11 10 23.00 240,974 31 10 34.31 750,441
12 20 87.19 946,609 32 20 106.34 2,544,766
13 30 3 157.53 1,729,199 33 30 7 180.84 4,423,748
14 40 230.06 2,530,265 34 40 256.69 6,322,038
15 50 303.72 3,328,929 35 50 333.18 8,210,537
16 10 28.35 363,704 36 10 34.97 882,250
17 20 97.86 1,342,088 37 20 107.52 2,947,276
18 30 4 170.24 2,399,086 38 30 8 182.41 5,101,264
19 40 244.16 3,473,332 39 40 258.49 7,274,060
20 50 319.57 4,546,001 40 50 335.13 9,435,821
Ringkasan Hasil Simulasi Skenario Hujan Seragam 10 – 50 mm
Dari 8 skenario yang telah disimulasikan yang dilakukan dengan hujan seragam 10 – 50 mm selama 1
sampai dengan 8 jam, diketahui bahwa pada jam ke 1 sampai jam ke 3 terjadi peningkatan debit banjir
puncak yang signifikan. Sedangkan pada jam ke 3 sampai dengan jam ke 8 tidak terjadi peningkatan yang
signifikan.
Tabel 3. Ringkasan Debit Puncak 8 Skenario
LAMA HUJAN Qp (m3/s)
(JAM) I = 10 I = 20 I = 30 I = 40 I = 50
1 6 30 61 96 131
2 14 60 118 182 250
3 23 87 158 230 304
4 28 98 170 244 320
5 31 102 176 251 327
6 33 105 179 254 330
7 34 106 181 257 333
8 35 108 182 258 335
Qp
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Metode Rasional C= , maka dapat diketahui nilai
I×A
koefisien limpasan yang ada pada masing-masing skenario.
Gambar 7. Perbandingan Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim Ii) dengan
Durasi Hujan 3 jam
Grafik pada gambar 7. menunjukkan perbandingan antara hidrograf simulasi dan hidrograf Metode
Rasional dengan waktu konsentrasi sama dengan durasi hujan (concentrated). Berdasarkan
perbandingan diatas dapat diketahui bahwa bentuk hidrograf Metode Rasional mendekati bentuk hidrograf
hasil simulasi. Selain itu nilai debit puncak dan volume limpasan metode rasional dapat mendekati nilai
debit puncak dan volume limpasan hasil simulasi. Hal ini sesuai dengan hipotesis hidrograf Metode
Rasional yang menyatakan bahwa jika DAS dengan waktu konsentrasi sama dengan durasi hujan
(concentrated) menghasilkan hidrograf aliran berbentuk segitiga dengan debit puncak (Qp) merupakan
puncak dari hidrograf segitiga. Waktu penurunan sama dengan waktu konsentrasi, serta debit puncak
terjadi pada saat waktu konsentrasi tercapai.
Tabel 5. Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional (TC = D)
I Qp (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 23 23 240,974 248,214
2 20 87 87 946,609 940,988
3 30 158 157 1,729,199 1,700,046
4 40 230 230 2,530,265 2,482,817
5 50 304 304 3,328,929 3,277,859
2. Hidrograf dengan Waktu Konsentrasi lebih kecil dari Durasi Hujan TC < D (Superconcentrated)
Untuk menghitung debit banjir puncak dan volume limpasan Metode Rasional dengan waktu konsentrasi
lebih kecil dari durasi hujan dapat digunakan persamaan sebagai berikut.
QP = CIA
V = CIDA
Tanggapan Sub-DAS Cimanyar terhadap hujan dengan intensitas seragam dan waktu konsentrasi lebih
kecil dari durasi hujan, yang dibandingkan dengan hidrograf hasil simulasi dijelaskan dan dapat dilihat
pada gambar 8.
Gambar 8. Perbandingan Hidrograf Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim Ii)
dengan Durasi Hujan 4-8 jam
Berdasarkan perbandingan diatas dapat diketahui bahwa bentuk hidrograf Metode Rasional mendekati
bentuk hidrograf hasil simulasi. Selain itu nilai debit puncak dan volume limpasan metode rasional dapat
mendekati nilai debit puncak dan volume limpasan hasil simulasi. Hal ini sesuai dengan hipotesis hidrograf
Metode Rasional yang menyatakan bahwa jika DAS dengan waktu konsentrasi lebih kecil dari durasi
hujan (superconcentrated) menghasilkan hidrograf aliran berbentuk trapesium. Nilai debit maksimum dan
volume limpasan yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional (TC < D)
I D Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) (jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 28 28 363,704 407,926
2 20 98 98 1,342,088 1,408,213
3 30 4 170 170 2,399,086 2,449,664
4 40 244 244 3,473,332 3,513,360
5 50 320 319 4,546,001 4,598,483
6 10 31 31 490,633 565,159
7 20 102 102 1,741,272 1,842,036
8 30 5 176 176 3,072,065 3,159,533
9 40 251 250 4,419,149 4,507,915
10 50 327 326 5,764,039 5,874,085
11 10 33 33 619,652 717,040
12 20 105 105 2,142,616 2,261,015
13 30 6 179 179 3,747,198 3,859,172
14 40 254 254 5,370,847 5,488,324
15 50 330 330 6,986,365 7,132,909
16 10 34 34 750,441 863,902
17 20 106 106 2,544,766 2,677,815
18 30 7 181 181 4,423,748 4,553,990
19 40 257 257 6,322,038 6,464,010
20 50 333 333 8,210,537 8,390,096
21 10 35 35 882,250 1,006,535
22 20 108 107 2,947,276 3,094,262
23 30 8 182 182 5,101,264 5,249,485
24 40 258 258 7,274,060 7,439,214
25 50 335 335 9,435,821 9,644,915
3. Hidrograf dengan Waktu Konsentrasi lebih besar dari Durasi Hujan TC > D (Subconcentrated)
Untuk menghitung debit banjir puncak dan volume limpasan Metode Rasional dengan waktu konsentrasi
lebih besar dari durasi hujan dapat digunakan persamaan sebagai berikut.
D
Qp=CIA
TC
V = CIDA
Tanggapan Sub-DAS Cimanyar terhadap hujan dengan intensitas seragam dan waktu konsentrasi lebih
besar dari durasi hujan yang dihitung dengan menggunakan rumus Metode Rasional, yang dibandingkan
dengan hidrograf hasil simulasi dijelaskan dan dapat dilihat pada gambar 9. dan gambar 10. Sedangkan
debit maksimum dan volume limpasan yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 7 untuk durasi hujan
selama 1 jam dan tabel 8 untuk durasi hujan selama 2 jam.
Gambar 9. Perbandingan Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim Ii) dengan
Durasi Hujan 1 jam
Gambar 10. Perbandingan Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim Ii) dengan
Durasi Hujan 2 jam
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui beberapa hal sebagai berikut.
1. Bentuk hidrograf yang dihasilkan yaitu bervariasi. Pada saat intensitas hujan dengan durasi
rendah (1 jam), hidrograf yang dihasilkan berbentuk segitiga. Hal ini tidak sesuai dengan asumsi
dari hidrograf Metode Rasional yang menyatakan bahwa jika DAS dengan waktu konsentrasi
lebih besar dari durasi hujan (TC>D) menghasilkan hidrograf aliran berbentuk trapesium.
2. Pada saat intensitas hujan rendah dengan durasi hujan lebih tinggi dari sebelumnya (2 jam),
hidrograf yang dihasilkan berbentuk trapesium. Hal ini sesuai dengan asumsi dari hidrograf
Metode Rasional yang menyatakan bahwa jika DAS dengan waktu konsentrasi lebih besar dari
durasi hujan (TC>D) menghasilkan hidrograf aliran berbentuk trapesium, tetapi debit puncaknya
tidak sama dengan debit puncak pada kondisi yang lain.
3. Sedangkan ketika intensitas hujan membesar, maka bentuk hidrograf yang dihasilkan mendekati
segitiga. Hal ini tidak sesuai dengan asumsi dari hidrograf Metode Rasional yang menyatakan
bahwa jika DAS dengan waktu konsentrasi lebih besar dari durasi hujan (TC>D) menghasilkan
hidrograf aliran berbentuk trapesium.
Tabel 7. Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan Hujan
Seragam 1 Jam
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 6 2 39,916 21,800
2 20 30 10 203,951 107,472
3 30 61 20 428,023 220,954
4 40 96 32 673,255 344,217
5 50 131 44 930,956 470,919
Tabel 8. Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan Hujan
Seragam 2 Jam
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 14 9 127,757 97,286
2 20 60 40 562,079 431,074
3 30 118 79 1,066,442 850,593
4 40 182 121 1,593,794 1,311,249
5 50 250 166 2,122,146 1,796,676
Berdasarkan tabel 7 dan 8 dapat dilihat bahwa debit maksimum dan volume limpasan yang dihasilkan dari
simulasi dan metode rasional berbeda.
Untuk mendapatkan debit maksimum dan volume limpasan metode rasional agar dapat mendekati hasil
dari simulasi, maka dilakukan percobaan dengan mengecek parameter-parameter yang dihasilkan
berdasarkan hasil simulasi.
Volume hujan yang jatuh dapat dihitung dengan persamaan berikut.
V = CIDA
Akan tetapi berdasarkan perhitungan tersebut, volume limpasan berdasarkan metode rasional yang
dihasilkan tidak sesuai dengan volume limpasan hasil simulasi. Untuk menyesuaikan volume limpasan
metode rasional agar dapat mendekati volume limpasan hasil simulasi maka ditambahkan parameter
koefisien koreksi volume (Cv) sehingga persamaan menjadi sebagai berikut.
V1 = C(CV)IDA
Tabel 9. Koefisien Koreksi Volume Dengan Hujan Seragam 1 Jam
I Volume Limpasan (m3)
No Cv
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional
1 10 39,916 21,800 1.83
2 20 203,951 107,472 1.90
3 30 428,023 220,954 1.94
4 40 673,255 344,217 1.96
5 50 930,956 470,919 1.98
Tabel 10. Koefisien Koreksi Volume Dengan Hujan Seragam 2 Jam
I Volume Limpasan (m3)
No Cv
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional
1 10 127,757 97,286 1.31
2 20 562,079 431,074 1.30
3 30 1,066,442 850,593 1.25
4 40 1,593,794 1,311,249 1.22
5 50 2,122,146 1,796,676 1.18
Tabel 11. Koreksi Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan
Hujan Seragam 1 Jam
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 6 6 39,916 39,948
2 20 30 28 203,951 204,114
3 30 61 59 428,023 428,365
4 40 96 94 673,255 673,793
5 50 131 129 930,956 931,701
Tabel 12. Koreksi Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan
Hujan Seragam 2 Jam
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 14 14 127,757 127,860
2 20 60 63 562,079 562,529
3 30 118 119 1,066,442 1,067,295
4 40 182 177 1,593,794 1,595,069
5 50 250 236 2,122,146 2,123,843
Berdasarkan hasil-hasil diatas maka perhitungan modifikasi hidrograf Metode Rasional dengan waktu
konsentrasi lebih besar dari durasi hujan (subconcentrated) dapat menggunakan persamaan berikut.
2 D Cv
Q P=0,278 CIA
( C p −1 ) D+ T C
V1 = C(CV)IDA
1
V 2= Q P ( C P−1 ) D+T C
2
QP = debit puncak (m3/s)
C = koefisien limpasan
I = intensitas hujan (mm/jam)
A = luas DAS (km2)
D = durasi hujan (jam)
TC = waktu konsentrasi (jam)
CV = koefisien koreksi volume
CP = koefisien puncak = 2
Gambar 13. Perbandingan Modifikasi Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim
Ii) dengan Durasi Hujan 1 jam
Gambar 14. Perbandingan Modifikasi Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim
Ii) dengan Durasi Hujan 2 jam
Hasil perhitungan pada tabel 11 dan 12 merupakan pendekatan modifikasi Metode Rasional agar dapat
mendekati debit puncak dan volume limpasan hasil simulasi. Hasil ini didapat dengan rasio hidrograf yang
berbeda. Agar rasio hidrograf dapat dipakai untuk kedua kondisi durasi hujan tersebut, maka penulis
melakukan pendekatan perhitungan. Hasil perhitungan penyesuaian rasio hidrograf dapat dilihat pada
tabel 13 dan 14.
Tabel 13. Koreksi Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan
Hujan Seragam 1 Jam (Penyesuaian Rasio Hidrograf)
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 6 6 39,916 44,941
2 20 30 28 203,951 229,628
3 30 61 59 428,023 481,911
4 40 96 94 673,255 758,018
5 50 131 129 930,956 1,048,164
Gambar 15. Perbandingan Modifikasi Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim
Ii) dengan Durasi Hujan 1 jam(Penyesuaian Rasio Hidrograf)
Tabel 14. Koreksi Debit Maksimum dan Volume Limpasan Hasil Simulasi dan Metode Rasional Dengan
Hujan Seragam 2 Jam (Penyesuaian Rasio Hidrograf)
I Debit Puncak (m3/s) Volume Limpasan (m3)
No
(mm/jam) Simulasi Metode Rasional Simulasi Metode Rasional
1 10 13.52 14.21 127,757 115,074
2 20 59.91 62.50 562,079 506,276
3 30 118.22 118.59 1,066,442 960,566
4 40 182.25 177.23 1,593,794 1,435,563
5 50 249.72 235.98 2,122,146 1,911,459
Gambar 16. Perbandingan Modifikasi Hidrograf Metode Rasional (Qp Ii) dengan Hidrograf Simulasi (Qsim
Ii) dengan Durasi Hujan 2 jam (Penyesuaian Rasio Hidrograf)
5. Debit puncak dan volume limpasan yang dihasilkan berdasarkan perhitungan modifikasi Metode
Rasional dapat mendekati debit puncak dan volume limpasan hasil simulasi.
Daftar Pustaka
Chow, Van Te, Maidment, David R., Mays, Larry W. 1988. Applied Hodrology, McGraw-Hill International
Editions, Singapore
Hadisusanto, Nugroho. 2010. Aplikasi Hidrologi. Jogja [Link]
Subarkah, Iman. 1978. Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air, Idea Dharma, Bandung
Ponce, V. M. 1989. Engineering Hydrology, Principles and Practices. Prentice Hall, Inc., United States of
America
Wanielista, M.P., 1990. Hydrologi and Water Quantity Control, John Wiley and Sons New York