100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan16 halaman

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Bunuh Diri

Proposal ini membahas terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi untuk mencegah resiko bunuh diri pada klien. TAK akan dilaksanakan dalam 3 sesi untuk meningkatkan harga diri, menggunakan mekanisme koping yang adaptif, dan membuat rencana masa depan. Sesi pertama berfokus pada pencegahan keinginan bunuh diri dengan mengalihkan perhatian, sedangkan sesi kedua meningkatkan harga diri dengan men

Diunggah oleh

Fira Alfina Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan16 halaman

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Bunuh Diri

Proposal ini membahas terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi untuk mencegah resiko bunuh diri pada klien. TAK akan dilaksanakan dalam 3 sesi untuk meningkatkan harga diri, menggunakan mekanisme koping yang adaptif, dan membuat rencana masa depan. Sesi pertama berfokus pada pencegahan keinginan bunuh diri dengan mengalihkan perhatian, sedangkan sesi kedua meningkatkan harga diri dengan men

Diunggah oleh

Fira Alfina Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

PADA KLIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah kebutuhan konsep diri

Dosen Pengampu: Ns, Livana PH, [Link].,[Link].,[Link].J

Kelompok VII :

1. Ardhia Ariyani (SK115003)


2. Fiki Nur Afia (SK115021)
3. M. Andi Yusuf (SK115032)
4. Resa Hadi Suwoso (SK115040)
5. Vivi Indah Safitri (SK115047)
6. Widiyah Puji Ningrum (SK115048)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
PROPOSAL
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI PERSEPSI PADA
KLIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI

A. Topik
Pencegahan Resiko Bunuh Diri
Sesi 1 : Melindungi pasien dari bunuh diri
Sesi 2 : Meningkatkan Harga Diri pasien
Sesi 3 : Menggunakan mekanisme koping yang adaptif
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Peserta TAK mampu meningkatkan hubungan interpersonal
anggota kelompok, berkomunikasi, mampu berinteraksi maupun berespon
terhadap stimulasi yang diberikan
2. Tujuan Khusus
Sesi 1
a. Klien dapat meningkatkan harga diri
b. Klien dapat berpikir positif terhadap dirinya

Sesi 2

a. Klien dapat menggunakan mekanisme koping yang adaptif


b. Klien dapat membuat rencana masa depan yang realistis
C. Landasan Teori
Bunuh diri adalah segala sesuatu perbuatan dengan tujuan untuk
membinasakan dirinya sendiri dan dengan sengaja dilakukan oleh seseorang
yang tau akan akibatnya yang mungkin pada waktu yang singkat. (W.F.
Maramis, 1992)
Bunuh diri adalah tindakan agresif terhadap diri sendiri untuk mengakhiri
kehidupan. (Budi Anna Keliat, 1993)
Bunuh diri adalah suatu tindakan agresif yang langsung terhadap diri
sendiri untuk mengakhiri kehidupan. Bunuh diri merupakan koping terakhir
dari individu untuk memecahkan masalah yang dihadapi. ( Jenny., dkk.
(2010). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Masalah Psikososial dan
Gangguan Jiwa )
Resiko bunuh diri adalah resiko untuk mencederai diri sendiri yang
dapatmengancam [Link] diri merupakan kedaruratan psikiatri
karena merupakan perilaku untuk mengakhiri kehidupannya. Perilaku bunuh
diri disebabkan karena stress yang tinggi dan berkepanjangan dimana
individu gagal dalam melakukan mekanisme koping yang digunakan dalam
mengatasi masalah. Beberapa alasan individu mengakhiri kehidupan adalah
kegagalan untuk beradaptasi, sehingga tidak dapat menghadapi stress,
perasaan terisolasi, dapat terjadi karena kehilangan hubungan interpersonal/
gagal melakukan hubungan yang berarti, perasaan marah/ bermusuhan, bunuh
diri dapat merupakan hukuman pada diri sendiri, cara untuk mengakhiri
keputusasaan (Stuart, 2006).
D. Klien
1. Kriteria
a. Klien yang sehat fisik
b. Klien dengan harga diri rendah kronis
c. Klien yang memiliki perasaan negatif pada dirinya
d. Klien dengan resiko bunuh diri
2. Proses Seleksi
a. Berdasarkan observasi klien sehari- hari
b. Berdasarkan informasi dan diskusi dengan perawat ruangan
mengenai perilaku klien sehari- hari
c. Hasil diskusi kelompok
d. Berdasarkan asuhan keperawatan
e. Adanya kesepakatan dengan klien
E. Pengorganisasian
1. Waktu
a. Hari/ tanggal :
b. Jam :
c. Acara :
1) Pembukaan :
2) Perkenalan pada klien :
3) Perkenalan TAK :
4) Penutup
d. Tempat :
e. Jumlah pasien :
2. Tim Terapis
a. Leader
Tugas Leader:

1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan.


2) Memimpin jalannya terapi kelompok.
3) Memimpin diskusi.
4) Kontrak waktu
5) Menyimpulkan hasil kegiatan
6) Menutup acara
b. Co Leader
Tugas Co Leader

1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan.


2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang.
3) Membantu memimpin jalannya kegiatan.
4) Menggantikan leader jika terhalang tugas.
c. Fasilitator
Tugas fasilitator

1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok.


2) Memotivasi anggota dalm ekspresi perasaan setelah kegiatan.
3) Mengatur posisi kelompok dalm lingkungan untuk
melaksanakan kegiatan.
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi.
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan.
6) Bertanggung jawab terhadap program antisispasi masalah.
d. Observer
Tugas observer
fla
o
prd
ie
s
n
t 1) Membantu klien meluruskan dan menjelaskan tugas yang harus

e. Anggota
dilakukan
2) Mendampingi peserta TAK
3) Memotivasi klien untuk aktif dalam kelompok
4) Menjadi contoh bagi klien selama kegiatan

Tugas Anggota
1) Menjalankan dan mengikuti kegiatan terapi
3. Metode dan media
a. Metode
1) Diskusi
2) Permainan
b. Alat :
1) Spidol sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK.
2) Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK.
c. Setting :
1) Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.
2) Ruangan nyaman dan tenang.

Co leader
4. Pembagian Tugas
Leader :
Co Leader :
Observer :
Fasilitator :
F. Pelaksanaan
1. Sesi 1
Stimulasi persepsi : Pencegahan Bunuh Diri
Mencegah Keinginan untuk Bunuh Diri
Tujuan :
a. Klien dapat mengendalikan saat ada keinginan atau dorongan untuk
bunuh diri
b. Klien dapat mengekspresikan perasaannya

Setting :

a. Terapis dank lien duduk bersama secara melingkar


b. Tempat nyaman dan tenang.

Alat

a. Spidol sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK.


b. Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK.

Metode

a. Diskusi dan Tanya jawab


b. Permainan
Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan Resiko
Bunuh Diri
2) Membuat kontrak dengan klien.
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
2) Salam dari terapis kepada klien.
3) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
4) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan
nama).
c. Evaluasi/validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini.
d. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mencegah
keinginan untuk bunuh diri
2) Terapis menjelaskan aturan main berikut :
a) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis.
b) Lama kegiatan30 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
e. Tahap kerja
1) Terapis memperkenalkan diri : nama lengkap dan nama
panggilan serta memakai papan nama.
2) Terapis menanyakan perasaan klien saat ini
3) Terapis menanyakan apakah klien masih ada keinginan bunuh
diri
4) Terapis menanyakan apa yang dilakukan klien saat keinginan
tersebut muncul
5) Terapis menjelaskan cara mengalihkan bila keinginan untuk
bunuh diri muncul dengan modifikasi lingkungan psikis.
6) Terapis memberi pujian pada setiap peran serta klien.
f. Tahap terminasi.
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
2) Tindak lanjut.
Terapis meminta klien menceritakan kembali cara mengalihkan
bila keinginan bunuh diri muncul secara tertulis.
3) Kontrak yang akan datang.
Menyepakati TAK yang akan datang, yaitu mengidentifikasi
hal positif yang dimiliki untuk meningkatkan harga diri
4) Menyepakati waktu dan tempat.
5) Evaluasi dan dokumentasi
a) Evaluasi
Untuk TAK sesi 2 stimulasi persepsi : pencegahan resiko
bunuh diri, kemampuan klien yang diharapkan adalah
mampu menceritakan kembali cara mencegah bila
keinginan bunuh diri terulang. Formulir evaluasi sebagai
berikut :

Nama Peserta TAK


No Aspek yang Dinilai

1 Menyebutkan cara yang


selama ini digunakan untuk
mengalihkan bila muncul
keinginan bunuh diri

2 Menyebutkan efektivitas cara

3 Memperagakan mengalihkan
bila keinginan bunuh diri
muncul

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama.
2. Beri tanda (√) jika klien mampu dan tanda (X) jika klien tidak mampu.
b) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki oleh klien saat
TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh :
klien mengikuti sesi, TAK stimulasi persepsi pencegahan
resiko bunuh diri. Klien mampu menuliskan cara
mengalihkan bila keinginan bunuh diri muncul dan
tingkatkan reinforcement (pujian).
2. Sesi 2
Stimulasi persepsi : Pencegahan Bunuh Diri
Meningkatkan Harga Diri Klien
Tujuan
a. Klien dapat mengidentifikasi pengalaman yang tidak menyenangkan.
b. Klien dapat mengidentifikasi hal positif pada dirinya

Setting

a. Terapis dank lien duduk bersama dalam lingkaran.


b. Ruang nyaman dan tenang.

Alat

a. Spidol sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK.


b. Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK.

Metode

a. Diskusi
b. Permainan

Langkah kegiatan

a. Persiapan
1) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan gangguan
konsep diri, harga diri rendah.
2) Membuat kontrak dengan kien.
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis kepada klien.
b) Perkenalkan nama dan panggilan terapis ( pakai papan nama).
c) Menanyakan nama dan panggilan semua klien ( beri papan
nama )
2) Evaluasi/validasi: Menanyakan perasaan klien saat ini.
3) Kontrak
a) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bercakap-cakap
tentang hal positif diri sendiri.
b) Terapis menjelaskan aturan main berikut.
i. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis.
ii. Lama kegiatan 45 menit.
iii. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c. Tahap Kerja
1) Terapis memperkenalkan diri : nama lengkap dan nama panggilan
serta memakai papan nama.
2) Terapis membagikan kertas dan spidol kepada klien.
3) Terapis meminta tiap klien menulis pengalaman yang tidak
menyenangkan.
4) Terapis memberi pujian atas peran serta klien.
5) Terapis membagikan kertas yang kedua.
6) Terapis meminta tiap klien menulis hal positif tentang diri sendiri,
kemampuan yang dimiliki, kegiatan yang biasanya dilakukan di
rumah dan dirumah sakit.
7) Terapis meminta klien membacakan hal positif yang sudah ditulis
secara bergiliran sampai semua klien mendapat giliran.
8) Terapis memberi pujian pada setiap peran serta klien
d. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
2) Tindak lanjut.
Terapis meminta klien menulis hal positif lain yang belum tertulis.
3) Kontrak yang akan dating.
a) menyepakati TAK yang akan datang, yaitu melatih hal positif
diri yang dapat diterapkan dirumah sakit dan dirumah.
b) Menyepakati waktu dan tempat.
e. Evaluasi dan Dokumentasi
1) Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi presepsi: harga diri
rendah sesi 3, kemampuan klien yang diharapkan adalah
menuliskan pengalaman yang tidak menyenangkan dan aspek
positif (kemampuan) yang dimiliki. Formulir evaluasi sebagai
berikut.

Sesi 2
Stimulasi presepsi: harga diri rendah
Kemampuan menulis pengalaman yang tidak menyenangkan dan hal
positif diri sendiri

No Nama klien Menulis pengalaman yang Menulis hal positif diri


. tidak menyenangkan sendiri
1
2
3
4
5
6
Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama.
2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan menulis pengalaman
yang tidak menyenangkan dan aspek positif diri sendiri. Beri tanda cek jika
klien mampu dan tanda silang jika klien tidak mampu.

2) Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperaawatan tiap klien. Contoh: klien mengikuti
sesi 3, TAK stimulasi persepsi harga diri rendah. Klien mampu
menuliskan tiga hal pengalaman yang tidak menyenangkan,
mengalami kesulitan menyebutkan hal positif [Link] klien
menulis kemampuan dan hal positif dirinya dan tingkatkan
rinforcement (pujian).
3. Sesi 3
Stimulasi persepsi : Pencegahan Bunuh Diri
Menggunakan mekanisme koping yang adaptif

Tujuan :

a. Klien dapat mengenali hal-hal yang ia sayangi


b. Klien dapat menggunakan mekanisme koping yang adaptif
c. Klien dapat merencanakan dan menetapkan masa depan yang realistis

Setting

a. Terapis dan klien duduk bersama secara melingkar


b. Tempat nyaman dan tenang.

Alat

a. Spidol sebanyak jumlah klien yang mengikuti TAK.


b. Kertas putih HVS dua kali jumlah klien yang mengikuti TAK.

Metode

a. Diskusi dan Tanya jawab


b. Permainan

Langkah kegiatan

a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 4.
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
b. Orientasi
1) Salam terapiutik.
a) Salam dari terapis kepada klien.
b) Klien dan terapis pakai papan nama.
2) Evaluasi / validasi: Menanyakan perasaan klien saat ini.
3) Kontrak
a) Terapis menjelaskan tujuan TAK
b) Terapis menjelaskan aturan main berikut :
i. Jika ada kien yang meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis.
ii. Lama kegiatan30 menit.
iii. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
c. Tahap kerja
1) Terapis membagikan kertas HVS dan spidol, masing-masing satu
buah untuk setiap klien
2) Terapis meminta klien menuliskan siapa orang yang paling
disayangi dan dicintai
3) Terapis meminta klien memilih dari salah satu orang yang dicintai,
siapa yang paling dekat dan paling dipercaya oleh klien
4) Terapis menjelaskan pentingnya koping yang adaptif dan
menganjurkan klien untuk berbagi masalah kepada orang yang
paling dekat dan dipercaya agar klien tidak merasa tertekan dan
terbebani
5) Terapis menjelaskan pentingnya memiliki tujuan hidup (masa
depan) agar bersemangat berusaha mewujudkan dan optimistis
6) Terapis meminta klien menuliskan masing-masing tujuan hidup
(masa depan) klien di kertas yang telah dibagikan.
7) Terapis meminta klien untuk membacakan tujuan hidup (masa
depan) yang telah ditulisnya secara bergantian
8) Terapis memberikan pujian dan mengajak tepuk tangan klien lain
jika satu orang klien telah selesai membacakan.
9) Terapis meminta klien melihat lagi tujuan hidupnya (masa
depannya), mencoret tujuan yang sulit (tidak mungkin) dicapai.
10) Terapis meminta klien membaca ulang tujuan hidup (masa depan)
yang benar-benar realistis ( seperti langkah d).
a. Terapis memberikan pujian kepada klien setiap selesai
membacakan tujuan hidupnya.
d. Tahap terminasi.
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
b) Terapis memberikan pujian kepada kelompok.
2) Tindak lanjut
Terapis meminta klien untuk menyimpan kertas tersebut dan
menuliskan lagi tujuan hidup yang mungkin masih ada dan
pengalaman-pengalaman yang menyenangkan bersama orang yang
dicintai dan membacanya kembali agar bisa menggunakan
mekanisme koping yang adaptif
3) Kontrak yang akan dating
a. Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang,
b. Menyepakati waktu dan tempat untuk TAK
4) Evaluasi dan dokumentasi
a) Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya
pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi
persepsi : Menggunakan mekanisme koping yang adaptif pada
sesi III, kemampuan klien yang diharapkan adalah mampu
menggunakan mekanisme koping yang adaptif dan mampu
menentukan masa depan yang realistis. Formulir evaluasi
sebagai berikut :

Nama Peserta TAK


No Aspek yang Dinilai

1 Menyebutkan orang yang


paling dicintai dan disayangi

2 Memilih orang yang paling


dekat dan dipercaya

3 Menyebutkan cara
menggunakan koping yang
adaptif

4 Menuliskan tujuan hidup


(masa depan)
5 Membaca tujuan hidup (masa
depan)

6 Memilih tujuan hidup (masa


depan) yang realistis

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama.
2. Beri tanda (√) jika klien mampu dan tanda (X) jika klien tidak mampu.

b) Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK
pada catatan proses keperawatan tiap [Link] : klien
mengikuti sesi 4, TAK stimulasi persepsi : Menggunakan
Mekanisme Koping yang Adaptif. Misalnya : Klien mampu
berbagi masalah dengan keluarga. Anjurkan dan jadwalkan
agar klien melakukannya serta berikan pujian.
DAFTAR PUSTAKA

Atkinson (1999).Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fourth


[Link], DC, Amerika Psychiatric Association, 1994.

Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo &
[Link]: Erlangga.

Kartono, K. (1981). Patologi Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Anda mungkin juga menyukai