0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
916 tayangan12 halaman

Pemeriksaan Dalam pada Ibu Hamil

Pemeriksaan dalam merupakan pemeriksaan penting untuk menilai kondisi vagina, serviks, dan kemajuan persalinan. Langkah-langkah meliputi membersihkan area genitalia, memeriksa adanya kelainan, menilai cairan vagina, memeriksa vagina dan serviks, serta menilai penurunan janin. Pemeriksaan ini berguna untuk diagnosis, pengobatan, dan pemantauan persalinan dengan memperhatikan kontraindikasi seperti perdarahan

Diunggah oleh

Wiwin Wiwin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
916 tayangan12 halaman

Pemeriksaan Dalam pada Ibu Hamil

Pemeriksaan dalam merupakan pemeriksaan penting untuk menilai kondisi vagina, serviks, dan kemajuan persalinan. Langkah-langkah meliputi membersihkan area genitalia, memeriksa adanya kelainan, menilai cairan vagina, memeriksa vagina dan serviks, serta menilai penurunan janin. Pemeriksaan ini berguna untuk diagnosis, pengobatan, dan pemantauan persalinan dengan memperhatikan kontraindikasi seperti perdarahan

Diunggah oleh

Wiwin Wiwin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

“PEMERIKSAAN DALAM”

OLEH :

WIWIN (P201801077)

L2 KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MANDALA WALUYA

KENDARI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, taufik serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pendahuluan tentang irigasi
bladder/bladder training. Selain itu tujuan penyusunan laporan pendahuluan ini juga untuk
menambah wawasan tentang Pemeriksaan Dalam
Dalam penulisan laporan pendahuluan ini kami merasa masih banyak kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang kami miliki. Untuk
itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

           Kendari,30 juni 2020

Penyusun
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar  Belakang Masalah
Pemeriksaan dalam berguna untuk melihat ada tidaknya suatu kelainan pada vagina
sampai mulut rahim. Tak hanya berguna bagi ibu hamil, pemeriksaan ini juga bisa untuk
menegakkan diagnosis kasus-kasus seperti infeksi pada saluran indung telur, tumor, kanker dan
[Link] saat ini belum ada alat secanggih apa pun yang bisa menggantikan fungsi
pemeriksaan dalam. USG, umpamanya, hanya bisa diandalkan untuk mengevaluasi kesejahteraan
janin maupun kondisi rahim, sementara kondisi mulut rahim itu sendiri tak bisa dinilai.
Selain itu pemeriksaan dalam juga berperan penting dalam persalinan, terutama untuk menilai
keadaan janin serta keadaan serviks. Misalnya untuk menilai pembukaan servik, atau untuk
menilai penurunan kepala janin.
Oleh sebab itu dirasa penting untuk membuat makalah yang membahas tentang
pemeriksaan dalam (vaginal Touche).

BAB II
PEMBAHASAN
PEMERIKSAAN DALAM

A.    Definisi
Pemeriksaan dalam adalah pemeriksaan genitalia bagian dalam mulai dari vagina sampai serviks
menggunakan dua jari, yang salah satu tekniknya adalah menggunakan skala ukuran jari(lebar
satu jari berarti 1 cm) untuk menentukan diameter dilatasi serviks (pembukaan serviks  atau
portio).

B.  Tujuan
Pemeriksaan dalam dilakukan dengan tujuan:
1. Untuk menentukan apakah penderita benar dalam keadaan inpartu
2. Untuk menentukan faktor janin dan panggul
3. Menentukan ramalan persalinan
4. Untuk menilai vagina (terutama dindingnya), apakah ada bagian yang menyempit
5. Untuk menilai keadaan serta pembukaan servik
6. Untuk menilai ada atau tidaknya tumor pada jalan lahir
7. Untuk menilai sifat flour albus dan apakah ada alat yang sakit, misalnya bartholinitis
8.  Untuk mengetahui pecah tidaknya selaput ketuban.
9.  Untuk mengetahui presentasi janin
10.  Untuk mengetahui turunnya kepala dalam panggul
11.  Untuk mengetahui penilaian besarnya kepala terhadap panggul
12. Untuk mengetahui apakah proses persalinan telah dimulai serta kemajuan persalinan.

C.    Indikasi
1.      Selama kehamilan, seharusnya pemeriksaan dalam dilakukan dua kali, yakni:
a.      Trimester awal
Saat ibu hamil pertama kali datang ke dokter kandungan untuk memastikan
kehamilan umumnya akan dilakukan pemeriksaan dalam secara keseluruhan. Jika
memang ada kehamilan akan teraba adanya pembesaran rahim dan tanda hegar
(terabanya antara mulut rahim dan badan rahim seolah terpisah). Pemeriksaan di awal ini
juga bertujuan untuk mengevaluasi jalan lahir apakah ada kelainan atau tidak semisal ada
varises di vagina, infeksi keputihan, polip atau tumor di mulut rahim, yang bisa
memengaruhi kehamilan ibu. Maka itu, pemeriksaan dalam harus dilakukan di awal
kehamilan. Bila ada kelainan bisa diketahui dan ditangani segera.
Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan USG. Ada kalanya, selama tak ada
keluhan, dokter akan melewatkan pemeriksaan dalam dan langsung pada pemeriksaan
[Link] ini akan lebih mempercepat, memudahkan pemeriksaan dan tidak menimbulkan
rasa risih pada pasien.
b.        Trimester akhir
Tepatnya saat kehamilan usia 36 minggu, pemeriksaan dalam dibutuhkan untuk
mengevaluasi kondisi jalan lahir bila memang direncanakan persalinan normal. Jadi akan
diperiksa apakah mulut rahim sudah siap dan apakah kapasitas panggul ibu cukup luas
untuk dilalui bayi. Jika tak ada masalah maka per-salinan dapat ditunggu sampai usia
maksimal 42 minggu.
c.       Selain di trimester awal dan akhir, pemeriksaan dalam bisa dilakukan di trimester
kedua bila memang ada indikasi.
Contoh, ibu mengalami keputihan dalam jumlah banyak, yang berubah warna,
berbau dan   menyebabkan gatal. Atau ibu hamil mengalami perdarahan berupa bercak.
Dalam kasus ini pemeriksaan dalam dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis
serta memastikan sejauh mana masalah tadi membahayakan kehamilan ibu. Setelah itu
barulah dilakukan pengobatan.

    2.      Pemeriksaan dalam juga dilakukan saat ibu bersalin


Pemeriksaan ini dilakukan pada saat memasuki kala I persalinan, saat ada gejala
mulas-mulas dan ibu mengalami his secara teratur 2 kali dalam 15 menit sebagai tanda
akan melahirkan. Pemeriksaan dalam ini dengan kepentingan untuk menentukan awal
dan kemajuan dari persalinan.
Khusus untuk memeriksa kemajuan persalinan, maka pemeriksaan dilakukan
setiap 4 jam di fase laten (pembukaan mulut rahim 4 cm) dan setiap 2 jam di fase aktif
(pembukaan mulut rahim 4-10 cm).
Sedangkan penilaiannya meliputi pembukaan jalan lahir, turunnya kepala janin,
apakah sudah memutar atau belum dan sampai mana putaran tersebut, karena kondisi ini
akan menentukan jalannya persalinan.
Contoh, bila ubun-ubun kecil sudah menghadap ke depan, berarti sudah turun
mencapai pembukaan lengkap (10 cm) dan bayi sudah siap untuk dilahirkan. Jika dalam
tenggang waktu 8 jam setelah pemeriksaan dalam kala I bayi belum juga lahir atau masih
tetap pembukaan 3-4 cm maka perlu tambahan stimulasi (pacuan). Tentu akan diakhiri
dengan segera dilahirkan atau kalau tindakan ini juga "tak mempan" berarti harus operasi
sesar.

D.     Kontra Indikasi
         Pemeriksaan dalam tidak dapat dilakukan pada beberapa kasus, seperti:
                     1.    Perdarahan
                     2.    Plasenta previa
                     3.    Ketuban pecah dini
                     4.    Persalinan preterm

E.     Langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan dalam


         Langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan dalam termasuk :
1.    Tutupi badan ibu sebanyak mungkin dengan sarung atau selimut.
2.    Minta ibu berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan paha dibentangkan
(mungkin   akan membantu jika ibu menempelkan kedua telapak kakinya satu
sama lain.
3.    Gunakan sarung angan DTT atau steril saat melakukan pemeriksaan.
4.    Gunakan kasa atau gulungan kapas DTT yang dicelupkan ke air DTT/larutan
antiseptik. Basuh labia secara hati-hati,seka dari depan ke belakang untuk
menghindarkan kontaminasi feses (tinja).
5.      Periksa genetelia eksterna, perhatikan apakah ada luka atau massa (benjolan)
termasuk kondilomata varikositas vulva atau rektum,atau luka parut di
perineum.
6.     Nilai cairan vagina dan tentukan apakah ada bercak darah, perdarahan
pervaginam atau mekonium :
a Jika ada perdarahan pervaginam, jangan lakukan pemeriksaan dalam.
[Link] ketuban sudah pecah, lihat warna dan bau air ketuban. Jika                     
terlihat pewarnaan mekonium,nilai apakah kental atau encer dan periksa djj.
1)      jika mekonium encer dan djj normal,teruskan pemantauan djj
secara seksama menurut petunjuk [Link] jika ada tanda- tanda
akan terjadi gawat janin lakukan rujukan segera.
2)       jika mekonium kental,nilai djj dan rujuk segera.
3)      jika tercium bau busuk mungkin telah terjadi infeksi.
7.   Dengan hati-hati pisahkan labia mayor dengan jari manis dengan ibu
jari(gunakan  sarung tangan pemeriksa). Masukan jari telunjuk yang diikuti oleh
jari [Link] mengeluarkan kedua jari tersebut sampai pemeriksan selesai
[Link] selaput ketuban belum pecah,jangan melakukan tindakan
amniotomi(merobeknya).
8.  Nilai [Link] parut pada vagina mengindikasikan ada riwayat robekan
perinium atau tindakan episiotomi sebelumnya. Hal ini merupakan informasi
penting untuk menentukan tindakan pada saat kelahiran bayi.
9.    Nilai pembukaan dan penipisan serviks.
10.  Pastikan tali pusat dan/atau bagian-bagian kecil(tangan atau kaki)tidak teraba
pada saat melakukan periksa [Link] teraba maka ikuti langkah-langkah gawat
darurat dan segera rujuk ibu kefasilitas kesehatan yang sesuai.
11.  Nilai penurunan bagian terbawah janin dan tentukan apakah bagian tersebut
telah masuk kedalam rongga [Link] tingkat penurunan kepala dari
hasil periksa dalam dengan hasil periksaan melaui dinding abdomen untuk
menentukan kemajuaan persalinan.
12.  Jika bagian terbawah adalah kepala,pastikan penunjuknya (ubun-ubun
kecil,ubun-ubun besar atau fontanela magna)dan celah(sutura)sagitalis untuk
menilai derajat penyusupan atau tumpang tindih tulang kepala dan apakah ukuran
kepala janin sesuai dengan ukuran jalan lahir.
13.  Jika pemeriksaan sudah lengkap,keluarkan kedua jari dari pemeriksaan,celup-
kan sarung tangan kedalam larutan untuk dekontaminasi,lepaskan kedua sarung
tangan tadi secara terbalik dan rendam dalam larutan dekontaminasi selama 10
menit.
14.  Cuci kedua tangan dan segera keringkan dengan handuk yang bersih dan
kering.
15.  Bantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman.
16.  Jelaskan hasil-hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarganya.

F.     Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan dalam


1.     Keadaan Perineum
Pada primipara perineum utuh dan elastis. Pada multipara tidak utuh, longgar dan
lembek. Untuk menentukan dengan menggerakkan jari dalam vagina ke bawah dan ke
samping. Dengan cara ini juga diketahui otot levator ani normal teraba elastic.
2.      Sistokel Dan Rektokel
a.      Sistokel adalah benjolan pada dinding depan vagina yg disebabkan oleh kelemahan
dinding belakang kandung kemih.
b.      Rektokel adalah benjolan pada dinding belakang vagina disebabkan oleh kelemahan
dinding depan rektum. Diakibatkan oleh persalinan yang berulang terutama ada robekan
perineum atau bersamaan dengan prolapsus uteri.
3.      Pengeluaran pervaginaan
a.       Cairan putih kekuningan akibat rarang serviks atau monilia vagini  tas, cairan hijau
kekuningan karena trikhomonas.
b.      Lendir campur darah
c.       Cairan ketuban
d.      Darah berasal dari robekan jalan lahir, plasenta previa, solutio plasenta
e.       Mekoneum
4.      Serviks
Perlu diperhatikan pembukaan, penipisan, robekan serviks dan kekakuan serviks.
a.       Pembukaan ditentukan & diukur dg kedua jari. Kalau pemb > 6 cm lebih muda
diukur dari forniks lateralis dg cara berapa cm lebar yg masih tersisa.
b.      Menentukan penipisan kadang sukar terutama kalau serviks menempel di bag
bawah janin.
c.       Keadaan normal serviks lembut & elastis
5.      Ketuban
a.      Tentukan ketuban utuh atau tidak, di ketahui bila pemeriksaan dilakukan selagi  ada
his.
b.       Bagaimana keadaan ketuban
6.      Presentasi, titik penunjuk dan posisi
a.       Presentasi kepala diketahui bila teraba bagian bulat dan keras, tulang parietal,
sutura sagitalis, ubun-ubun besar atau ubun-ubun kecil.
b.      Presentasi belakang kepala titik penunjuk (denominator)ubun ubun kecil, presentasi 
bokong à sakrum
c.       Posisi kepala yg perlu ditentukan adalah letak ubun-ubun kecil terhadappanggul
ibu 
7.      Turunnya kepala
Untuk menentukan di mana turunnya kepala diperkirakan denganpemeriksaan luar dan
dipastikan dengan pemeriksaan dalam. Untuk menentukan sampai di mana turunnya
kepala ditentukan dengan bidang Hodge.
8.      Pemeriksaan panggul
                   Perlu diperhatikan bentuk dan ukuran [Link] ukuran perlu diperhatikan :
a.       Apakah Promontorium Teraba
b.       Apakah Linea Inominata Teraba Seluruhnya, Sebagian / Beberapa Bag
c.       Apakah Kecekungan Sakrum Cukup
d.       Dinding Sampng Panggl Lurus/Miring
e.       Spina Iskhiadika Runcing / Tumpul
f.       Arkus Pubis Sudut Runcing/Tumpul
g.      Dasar Panggul Kaku, Tebal Atau Elastis
9.      Tumor Jalan Lahir
Perlu diperhatikan apakah ada tumor pada jalan lahir yang kiranya menganggu
proses persalinan . Tumor dapat bersifat neoplastik atau tumor radang.
G.      Prosedur pemeriksaan dalam
1.   Sebelum Pemeriksaan
a.    Yakinkan kandungan kemih ibu kosong
b.    Palpasi abdomen dulu. Ini adalah kebiasaan baik yang harus dikerjakan.
c.    Jangan pernah melakukan periksa dalam selama konstruksi karena sangat
sensitive, nyeri dan mengimobilisasi ibu.
d.   Duduklah disebelah ibu dan bercakap dengannya untuk membantunya relaks
sebelum pemeriksaan.
2.      Selama Pemeriksaan
a. Bidan harus menerangkan apa yang ia kerjakan dan memeriksa apakah ibu
dalam keadaan baik.
b. Semua bidan harus waspada terhadap bahasa tubuhnya sendiri, hindari ekspresi
cemas, kecewa atau lepas dari apa yang sedang terjadi.
c. Waspadalah terhadap bahasa tubuh ibu dan pastikan ia merasa baik – baik
saja. .            
3.       Setelah Pemeriksaan
a.  Dengarlah denyut jantung janin.
b.  Berilah ucapan selamat karena ia dapat menghadapi pemeriksaan dengan baik
dan berilah kata – kata positif meskipun bila ada sedikit kelainan.
c.  Diskusikan temuan dengan ibu. Bila dilakukan pendekatan yang sensitive dan
temuannya merupakan berita baik, maka dapat mengangkat semangat ibu dan
menenangkannya, bila tidak ditangani dengan sensitive atau beritanya buruk maka
pemeriksaan bisa menjadi bencana atau pengalaman negative.

DAFTAR PUSTAKA

Nurasiah, Ai,  Ani Rukmawati, dkk. 2012.  Asuhan Persalinan  Normal Bagi Bidan.    Bandun
g:  Revika Aditama.
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta:  
Bina Pustaka.
Prawirohardjo,[Link] Kebidanan. Jakarta:PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Anda mungkin juga menyukai