0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan10 halaman

Terapi Benson untuk Kontrol Gula Darah Lansia

Terapi relaksasi Benson termodifikasi efektif mengontrol kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus. Penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson termodifikasi yang meliputi meditasi, relaksasi pernafasan dalam, dan relaksasi otot secara progresif ditambah musik dapat menurunkan kadar gula darah, tingkat kecemasan, dan depresi pada lansia dengan diabetes.

Diunggah oleh

Fiani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan10 halaman

Terapi Benson untuk Kontrol Gula Darah Lansia

Terapi relaksasi Benson termodifikasi efektif mengontrol kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus. Penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi Benson termodifikasi yang meliputi meditasi, relaksasi pernafasan dalam, dan relaksasi otot secara progresif ditambah musik dapat menurunkan kadar gula darah, tingkat kecemasan, dan depresi pada lansia dengan diabetes.

Diunggah oleh

Fiani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA JURNAL

TERAPI RELAKSASI BENSON TERMODIFIKASI EFEKTIF


MENGONTROL GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN
DIABETES MELLITUS

Disusun Oleh:

[Link]
193203099

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2019
LEMBAR PENGESAHAN

TERAPI RELAKSASI BENSON TERMODIFIKASI EFEKTIF


MENGONTROL GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN
DIABETES MELLITUS

Telah disetujui pada


Hari :
Tanggal :

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

(……………………………) (……………………………….)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik
dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya (Perkumpulan Endokrinologi
Indonesia, 2015). Penyakit Diabetes melitus telah menjadi masalah kesehatan
di dunia. Insidens dan prevalens penyakit ini terus meningkat terutama di
negara sedang berkembang dan negara yang telah memasuki budaya
industrialisasi (Arisman, 2013).
Global Report on Diabetes (2016) melaporkan bahwa diabetes melitus
menyebabkan 1,5 juta orang meninggal pada tahun 2012. Diabetes melitus
bertanggung jawab dalam 2,2 juta kematian sebagai akibat dari peningkatan
risiko penyakit kardiovaskuler dan lainnya, dengan total 3,7 juta orang
meninggal dimana sebesar 43% meninggal sebelum usia 70 tahun (WHO,
2016). Menurut Internasional of Diabetic Federation, bahwa telah terjadi
peningkatan kasus Diabetes Melitus di dunia dari tahun 2013 sampai tahun
2017 terjadi peningkatan. Dimana pada tahun 2013 terdapat sekitar 382 juta
kasus Diabetes Melitus. Tahun 2015 terjadi peningkatan menjadi 415 juta
kasus Diabetes Melitus. Lalu pada tahun 2017 terjadi peningkatan kasus
Diabetes Melitus menjadi 425 juta kasus (IDF, 2013, 2015, dan 2017). Kasus
Diabetes sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia atau tejadi pada
lansia.
Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun atau lebih (WHO, 2010).
Memasuki usia tua akan mengalami kemunduran baik secara fisik, psikologis,
maupun biologis. Kemunduran psikologis yang sering dijumpai pada lansia
antara lain perasaan tidak berguna, mudah sedih, insomnia, stres depresi,
ansietas, demensia (Purbowinoto, 2010). Peningkatan derajat kesehatan
lansia yang mengalami masalah kesehatan seperti diabetes mellitus dapat
dilakukan dengan mengatasi ansietas dan depresi serta mengontrol kadar gula
menggunakan terapi relaksasi Benson.
Berdasarkan uraian diatas kami tertarik mengangkat jurnal “Pengaruh
Terapi Relaksasi Benson Termodifikasi Efektif Mengontrol Gula Darah pada
Lansia dengan Diabetes Mellitus” yang bertujuan untuk mengontrol kadar
gula darah pada penderita Diabetes Mellitus.

B. Tujuan

Mengetahui efek pemberian terapi relaksasi benson dalam mengontrol gula


darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus.
BAB II
RINGKASAN ARTIKEL PENELITIAN
A. Dasar pencarian EBN dengan formulasi PICO Meliputi:

P: Diabete Mellitus / Lansia


I: Terapi Relaksasi Benson
C: Comparison (jika ada diisi, jika tidak ada dikosongkan)
O: Mengontrol Gula Darah
Pertanyaan klinis sesuai PICO: Apakah Terapi relaksasi Benson dapat
mengontrol Gula Darah pada lansia penderita
DM ?
B. Strategi Pencarian Artikel
1. Mengunjungi situs [Link]
2. Kemudian Membuka situs google scholar
Masukkan keyword : “Diabetes Mellitus Pada Lansia dan Terapi
Relaksasi Benson dan Mengontrol Gula Darah” dan saya memilih
tahun terbitan jurnal sejak 2015 Kemudian muncul beberapa jurnal dan
saya memilih salah satu jurnal yang berjudul “Terapi Relaksasi Benson
Termodifikasi Efektif Mengontrol Gula Darah pada Lansia dengan
Diabetes Mellitus”.
3. Screen shoot proses pencarian jurnal pada proses akhir artikel dipilih
(wajib dilampirkan)
C. Analisis Jurnal
1. Introduction
Gangguan jiwa ringan berupa stres sangat mudah dialami lansia
karena fungsi dari kemampuan menyelesaikan masalah (mekanisme koping)
juga menurun (Anderson, 2008). Lansia juga merupakan kelompok usia
akhir yang memiliki berbagai perubahan akibat proses penuaan dan
merupakan suatu proses alami yang dihadapi oleh seluruh manusia dan tidak
dapat dihindarkan. Perubahan pada masa lansia yang terjadi antara lain:
perubahan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial
(Feldman, 2008; Santrock, 2009 )
Penyakit diabetes mellitus (DM) yang disebut juga kencing manis
merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh lansia.
Lansia menderita diabetes melitus jika konsentrasi glukosa darah dalam
keadaan puasa pagi hari lebih atau sama dengan 126 mg/ dl, atau kadar
glukosa darah 2 jam setelah makan lebih atau sama dengan 200 mg/ dl, atau
lebih dari 200 mg/ dl pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu
Prevalensi diabetes melitus diperkirakan terus mengalami peningkatan.
Peningkatan derajat kesehatan lansia yang mengalami masalah kesehatan
seperti diabetes mellitus dapat dilakukan dengan mengatasi ansietas dan
depresi serta mengontrol kadar gula menggunakan terapi relaksasi Benson.
Meditasi yang terdapat pada relaksasi Benson berupa pengulang-
ulangan kata/frase, sikap pasif merupakan hal yang essential. Mekanisme
penurunan kadar gula darah dengan relaksasi Benson terjadi melalui
penurunan stres fisik dan psokologis yang kemudian akan menurunkan
epinefrin, menurunkan kortisol, menurunkan glukagon dan menurunkan
hormon tiroid. Proses terapi relaksasi Benson bermanfaat dalam
menurunkan gula darah 19 , Intervensi terapi relaksasi Benson termodifikasi
menggunakan paduan dari meditasi, relaksasi pernafasan dalam dan
relaksasi progresif otot serta dilengkai dengan musik.
Pernafasan dalam bertujuan untuk meningkatkan ventilasi alveoli,
memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan
efesiensi batuk, mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu
menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan (Smeltzer & Bare,
2008). Selain itu, gerakan relaksasi progresif otot yaitu dengan
mengkontraksikan sekelompok otot dan kemudian merelaksasikannya.
Kombinasi ketiga hal tersebut diperkuat rangsangannya dengan musik
2. Methode
Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre and post
test with control group dengan intervensi terapi relaksasi Benson
termodifikasi. Perbandingan pada penelitian ini dilihat dari kelompok
kontrol dan kelompok intervensi pada lansia dengan DM sebelum dan
sesudah dilakukan terapi relaksasi Benson termodifikasi di wilayah kerja
Puskesmas Limo Depok. Penelitian ini menggunakan analisa univariat
dengan distribusi frekuensi berupa nilai presentase karakteristik dari
reponden (distribusi frekuensi jenis kelamin, usia, jumlah pendapatan
keluarga, tingkat pendidikan lansia, status perkawinan dan lama menderita
DM). Selain itu, analisa bivariat dilakukan menggunakan analisa Man
Whitney U-test karena untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh gula darah,
tingkat kecemasan, dan depresi sebelum dan sesudah diberikan latiihan
relaksasi Benson termodifikasi; seta Uji t-test karena untuk mengetahui
besarnya pengaruh variabel relaksai Benson termodifikasi terhadap
pengontrolan kadar gula darah, tingkat kecemasan dan depresi Lansia
dengan DM.
3. Result
Berdasarkan tabel 2 berikut ini, nilai t diatas 1,96 pada kelompok
intervensi maka kesimpulannya terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata
kadar gula darah sebelum dan sesudah terapi relaksasi Benson termodifikasi
pada lansia DM. Kadar gula darah sewaktu sebelum diberikan intervensi
pada kelompok intervensi maupun kontrol termasuk grade sedang dan berat.
Kadar gula darah sewaktu pada minggu terakhir intervensi menunjukkan
perubahan dari sedang sampai dengan normal atau ringan.
4. Analisa
Hasil penelitian menunjukkan efektif terapi relaksasi Benson
termodifikasi dalam mengontrol kadar gula darah (p < 0,05). Penelitian ini
sejalan dengan dari program intervensi pengontrolan kadar gula darah. Hal
tersebut didukung oleh Guliams (2010) bahwa stres kronis dan berulang
dapat merubah hormon kortisol sebagai hormon yang berperan dalam fungsi
sistem endokrin. Selain itu, banyaknya wanita yang menderita DM ketika
lansia diakibatkan juga gaya hidup tidak sehat yang ditampilkan berupa
obesitas 22 . Crowin (2009) mengatakan obesitas pada wanita disebabkan
peningkatan hormon esterogen yang meningkatkan lemak dijaringan
subkutis dan memperbesar resiko diabetes. Hal tersebut juga dikuatkan
dengan data responden yang sebagian besar berat badannya pada rentang
60-69,99 kg sebanyak 26 responden (36,1%)23 . Selain itu, responden yang
menderita DM selama lebih dari 6 bulan juga termasuk mayoritas
mendominasi sebanyak 50 responden (69,4%). Kadar gula darah dengan
lama menderita DM pada lansia mengakibatkan resistensi insulin yang
mengakibatkan perubahan neurohormonal terutama Insulin Growth Factor-1
(IGF-1) dan dihidroepiandosteron (DHEAS plasma) sehingga terjadi
penurunan ambilan glukosa akibat menurunnya sensitivitas reseptor insulin
dan aksi insulin 24 , Hal tersebut dapat mengganggu metabolisme glukosa.
5. Discussion
Penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh Terapi Relaksasi
Benson Termodifikasi dalam Mengontrol Gula Darah pada Lansia dengan
Diabetes Mellitus . Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi
dalam pengobatan nonfarmakologi untuk mengontrol kadar gula darah pada
pasien Diabetes Mellitus pada Lansia.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Terapi relaksasi Benson termodifikasi efektif dalam mengontrol kadar gula
darah pada lansia dengan DM. Lansia DM termotivasi mengontrol kadar gula
darahnya dengan adanya terapi relaksasi Benson termodifikasi yang dilakukan
perawat. Oleh karena itu, penelitian ini sangat bermakna terhadap lansia
dengan DM sehingga puskesmas setempat dapat menjadikan terapi ini sebagai
bagian dari program pengontrolan kadar gula darah dalam proses pemberian
asuhan keperawatan
B. Saran
Diharapkan kepada perawat dan tenaga medis lainnya agar dapat
menerapkan terapi relaksasi benson ini kepada lansia dengan Diabetes
Mellitus dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang apa itu terapi
relaksasi Benson dan bagaimana cara penerapannya.

Anda mungkin juga menyukai