Nama : Nony Meilani Aulia
NIM : 185020300111071
Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
REVIEW QUESTION
1. Apa yang dimaksud dengan penipuan oleh karyawan ?
Penipuan oleh karyawan (employee fraud) atau penipuan oleh karyawan
nonmanajemen biasanya didesain untuk secara langsung mengonversi kas atau aktiva
lainnya demi keuntungan karyawan. Biasanya, karyawan mengondisikan sistem
pengendalian internal perusahaan untuk keuntungan pribadi. Jika sebuah perusahaan
memiliki sistem pengendalian internal yang efektif, pemalsuan atau penipuan
biasanya dapat dicegah atau dideteksi. Penipuan oleh karyawan biasanya melibatkan
tiga tahap:
(1) Mencuri sesuatu yang berharga (sebuah aktiva),
(2) Mengonversi aktiva tersebut ke dalam bentuk yang dapat digunakan (uang tunai),
dan
(3) Menyembunyikan kejahatan tersebut agar tidak terdeteksi.
2. Apa yang dimaksud dengan penipuan oleh pihak manajemen ?
Penipuan oleh manajemen (management fraud) lebih sulit dilacak daripada penipuan
oleh karyawan karena seringkali tidak terdeteksi hingga kerusakan atau kerugian yang
sangat besar diderita oleh perusahaan. Biasanya, penipuan oleh pihak manajemen
tidak secara langsung melibatkan pencurian aktiva. Pihak manajemen puncak dapat
melakukan aktivitas penipuan untuk mendapatkan harga saham yang lebih tinggi. Ini
mungkin dilakukan untuk memenuhi harapan investor atau untuk mengambil
keuntungan opsi saham yang termasuk dalam paket kompensasi manajer tersebut.
Penipuan oleh pihak manajemen biasanya terdiri atas tiga karakteristik khusus:
(1) Penipuan tersebut dilakukan pada tingkat manajemen di atas tingkat dimana
struktur pengendalian internal biasanya berhubungan.
(2) Penipuan tersebut seringkali melibatkan penggunaan laporan keuangan untuk
membuat ilustrasi bahwa suatu entitas lebih sehat dan sejahtera daripada
sesungguhnya.
(3) Jika penipuan tersebut melibatkan penyalahgunaan aktiva, penipuan seringkali
disebarkan dalam berbagai transaksi bisnis yang rumit, dan seringkali melibatkan
pihak ketiga.
3. Apa saja dorongan dalam kepribadian seseorang dan lingkungan eksternal yang
berinteraksi sehingga mendorong aktivitas penipuan ?
Berbagai tekanan di klasifikasikan dalam tiga kategori umum:
1. Tekanan keadaan. Adanya tekanan dari lingkungan sekitar berupa keadaan yang
menekan seseorang akhirnya melakukan tindakan penipuan. Contoh: Seorang
bapak mencuri dikarenakan anaknya membutuhkan biaya sekolah.
2. Peluang. Seseorang melakukan tindakan penipuan bisa didasarkan karena ada
peluang. Bisa saja seseorang tidak menipu karena memang tidak ada peluang
disana. Contoh: Seorang preman berani melakukan penipuan di siang bolong
dalam kondisi ramai pada seorang wanita dengan cara menghipnotis. Preman
tersebut berani melakukan tindakan tersebut karena wanita yang menjadi
korbannya memakai perhiasan mencolok dengan muka tampak lelah (peluang).
3. Karakteristik pribadi (Integritas). Motivasi seseorang melakukan penipuan
diantaranya adalah memang karena karakteristik pribadi. Artinya tanpa harus
menunggu ada tekanan dan ada peluang, seseorang bisa saja tetap menipu karena
memang dasarnya dan wataknya adalah pembohong. Seseorang dengan integritas
pribadi yang tinggi, dan disertai tekanan serta peluang yang terbatas untuk
melakukan penipuan, akan cenderung untuk bertindak dengan jujur. Begitu juga,
seseorang dengan integritas yang lebih rendah, ketika ditempatkan dalam situasi
tekanan yang meningkat disertai peluang, akan cenderung untuk melakukan
penipuan.
4. Bagaimana auditor eksternal dapat mencoba untuk mengungkap motivasi melakukan
penipuan ?
Auditor eksternal dapat mencoba untuk mengungkap motivasi melakukan penipuan
dengan cara, diantaranya:
a. Melakukan pengenalan karakteristik klien (perusahaan, karyawan, pimpinan,
kebijakan perusahaan, SOP (Standard Of Procedures) dan lain-lain).
b. Menerapkan sikap independensi dan skeptisme profesional. Dengan tetap
independen, auditor akan lebih mudah untuk bisa skeptis terhadap apa yang ia
lihat disekitarnya.
c. Berdasarkan SAP. Standar Akuntan Publik harus tetap dipegang teguh oleh
auditor dalam pelaksanaan auditnya dan pengungkapannya.
d. Audit plan. Dalam audit plan dan berdasarkan audit plan, auditor dapat
mengetahui apakah laporan keuangannya melewati batas material atau tidak.
e. Pengalaman. Pengalaman yang berbicara, merupakan hal yang paling tepat untuk
seorang auditor dapat dengan mudah mengetahui dan mengungkap motivasi
melakukan penipuan. Jam terbang dan independensi, akan membuat auditor yang
tentu memiliki kompetensi yang sesuai atas itu dapat mendeteksi apa motivasi
dibalik penipuan yang terjadi?
5. Apa yang dimaksud dengan gali lubang tutup lubang ?
Gali lubang tutup lubang (lapping) melibatkan penggunaan cek para pelanggan, yang
diterima untuk pembayaran tagihan mereka, untuk menutupi uang yang sebelumnya
dicuri oleh karyawan. Para karyawan yang terlibat dalam penipuan semacam ini
seringkali beralasan bahwa mereka meminjam uang tersebut dan berencana akan
membayarnya di masa mendatang. Jenis penyembunyian akuntansi semacam ini akan
terus berlanjut tanpa batas atau sampai karyawan tersebut mengembalikan dana
tersebut. Gali lubang tutup lubang biasanya dideteksi ketika karyawan keluar dari
perusahaan atau sakit dan harus cuti. Jikaa penipuan tersebut tidak dilanjutkan,
pelanggan yang terakhir yang dananya dialihkan dari tagihan yang dibayar akan
ditagih kembali, hingga teknik gali lubang tutup lubang ini akan terdeteksi.
Perusahaan dapat menghentikan gali lubang tutup lubang dengan secara rutin merotasi
karyawan ke berbagai pekerjaan yang berbeda dan memaksa mereka untuk
menjadwalkan cuti.
6. Apa yang dimaksud dengan kolusi ?
Kolusi adalah salah satu alasan untuk memisahkan kewajiban pekerjaan, untuk
menghindari adanya peluang yang dibutuhkan oleh pelaku untuk melakukan
penipuan. Ketika orang-orang dalam posisi yang penting berkolusi, mereka
menciptakan peluang untuk mengendalikan atau mendapatkan akses ke berbagai
aktiva, yang tidak mungkin terjadi jika tidak berkolusi.
7. Apa yang dimaksud dengan penyuapan ?
Penyuapan (bribery) melibatkan pemberian, penawaran, permintaan, atau penerimaan
berbagai hal yang bernilai untuk memengaruhi seorang pejabat dalam melaksanakan
kewajiban utamanya. Para pejabat dapat bekerja di badan pemerintahan (atau pembuat
undang-undang) atau di perusahaan swasta. Penyuapan menipu entitas (perusahaan
atau badan pemerintahan) dari haknya atas layanan yang jujur dan loyal dari orang-
orang yang dipekerjakannya.
8. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan ekonomi ?
Penyimpangan ekonomi dapat berupa pemerasan secara ekonomi. Pemerasan secara
ekonomi (Economic Extortion) adalah penggunaan (atau pengancam menggunakan)
tekanan (termasuk sanksi ekonomi) oleh seseorang atau perusahaan untuk
mendapatkan sesuatu yang bernilai. Sesuatu yang bernilai itu bisa berupa aktiva
keuangan atau ekonomi, informasi atau kerjasama untuk mendapat keputusan yang
diinginkan mengenai sesuatu yang dikaji. Jadi, penyimpangan ekonomi adalah suatu
tindakan yang melanggar atau tidak sesuai dan tidak seharusnya dilakukan dalam
suatu kegiatan ekonomi. Contohnya dapat berupa KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
9. Apa yang dimaksud dengan konflik kepentingan ?
Setiap perusahaan harus memperkirakan bahwa para karyawan akan melakukan tugas
mereka dalam cara yang memenuhi kepentingan perusahaan. Kepentingan perusahaan
terjadi ketika seorang karyawan bertindak atas nama pihak ketiga ketika
melaksanakan kewajibannya atau memiliki kepentingan pribadi dalam aktivitas yang
dilakukan. Ketika konflik karyawan tidak diketahui oleh perusahaan dan
mengakibatkan kerugian finansial, maka telah terjadi penipuan.
10. Definisikan check tampering !
Check tampering merupakan skema penipuan dalam pemalsuan check. Hal yang
dapat dipalsukan pada kasus ini yaitu pemalsuan tanda tangan orang yang mempunyai
kuasa mengeluarkan cek, atau nama kepada siapa cek dibayarkan.
11. Apa yang dimaksud dengan billing fraud ?
Billing fraud merupakan penipuan dengan menggunakan proses billing atau
pembebanan tagihan sebagai sarananya. Jadi, pelaku fraud mendirikan perusahaan
“bayangan” yang seolah-olah menjadi penyuplai atau rekanan yang sungguhan.
Perusahaan bayangan yang seolah-olah pelaku fraud ini buat digunakan untuk
menyalurkan dana secara tidak sah ke luar perusahaan.
DISCUSSION QUESTION
23. Profil pelaku penipuan yang disiapkan oleh Asosiasi Pemeriksa Kesalahan
Bersertifikat (Association of Certified Fraud Examiners) mengungkapkan bahwa
laki-laki dewasa dengan tingkat pendidikan tinggi, melakukan sejumlah besar
penipuan. Jelaskan temuan ini.
Peluang adalah faktor yang mendorong penipuan. Peluang dapat didefinisikan
sebagai pengendalian atas aktiva atau akses ke aktiva. Terdapat lebih banyak pria
daripada wanita yang menempati posisi berotoritas dalam perusahaan, hingga
memberikan peluang untuk pria mengakses yang lebih besar ke aktiva. Pada usia
dewasa (36-45 tahun) tersebut dengan pendidikan yang tinggi (sarjana atau
magister), pelaku sudah menduduki posisi sebagai middle management/manajer atau
karyawan yang masa kerjanya sudah lebih 10 tahun. Mereka telah mengenal dengan
baik kondisi perusahaan sehingga dapat dengan mudah mereka melakukan penipuan.
24. Jelaskan mengapa kolusi antara karyawan dan manajemen sulit dicegah maupun
dideteksi.
Kolusi antarkaryawan dalam melakukan penipuan sulit untuk dicegah dan dideteksi.
Hal ini tampak nyata ketika kolusi dilakukan antara manajer dengan karyawan
bawahannya. Pihak manajemen melakukan peran penting dalam struktur
pengendalian internal perusahaan. Pihak manajemen adalah tempat bergantung
untuk mencegah dan mendeteksi penipuan diantara para bawahannya. Ketika pihak
manajemen terlibat dalam penipuan bersama dengan para karyawan yang seharusnya
diawasinya, struktur pengendalian perusahaan akan melemah, atau tidak berjalan,
dan perusahaan menjadi tidak rentan dari kerugian.
25. Karena semua penipuan mencakup kesalahan pernyataan keuangan, bagaimana
perbedaan yang bisa muncul pada laporan yang menipu ?
Walaupun pernyataan keuangan telah di manipulasi oleh seorang karyawan maupun
manajer, seorang internal auditor tetap dapat melihat tanda-tanda kecurangan yang
terjadi, antara lain:
a. Terdapat perbedaan angka lapiran keuangan yang mencolok dengan tahun-tahun
sebelumnya.
b. Perbedaan antara buku besar dengan buku tambahannya.
c. Banyak transaksi yang tidak didukung dengan bukti yang memadai
d. Transaksi yang tidak baik dicatat sesuai dengan otorisasi manajemen baik yang
khusus maupun yang umum.
e. Perbedaan yang terungkap dari komfirmasi.
PROBLEM
4. P
5. Penipuan Akun Biaya
Diminta:
a. Prosedur pengendalian apa yang dapat diterapkan oleh Pretty Corporation untuk
mencegah penggunaan kas yang tidak diotorisasi? Klasifikasikan setiap prosedur
pengendalian sesuai dengan kerangka kerja SAS 78 (otorisasi, pemisahan tugas,
supervise, dan seterusnya).
Otorisasi Transaksi
Tujuan dari otorisasi transaksi adalah untuk memastikan bahwa semua
transaksi yang diproses oleh sistem informasi valid dan sesuai dengan
tujuan pihak manajemen. Otorisasi dapat bersifat umum atau khusus.
Otorisasi umum diberikan pada para personel operasional untuk
melakukan operasi secara rutin. Otorisasi penggunaan kas termasuk
otorisasi yang bersifat umum karena otorisasi penggunaan kas harus
dilakukan secara rutin.
Pemisahan Tugas
Salah satu tujuan pemisahan tugas adalah perusahaan harus
distrukturisasi sehingga penipuan akan membutuhkan adanya kolusi
antara dua atau lebih yang memiliki tanggung jawab yang tidak dapat
disatukan.
Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi perusahaan terdiri atas dokumen sumber, jurnal, dan
buku besar. Berbagai catatan ini menangkap esensi ekonomi dari
berbagai transaksi dan menyediakan jejak audit berbagai peristiwa
ekonomi. Jejak audit memungkinkan auditor menelusuri transaksi apa
saja melalui semua tahapan pemrosesannya, dari awal peristiwa hingga
laporan keuangan. Jejak audit memungkinkan auditor eksternal (dan
internal) untuk memverifikasi berbagai transaksi terpilih melalui
penelusuran dari laporan keuangan ke akun-akun di buku besar, jurnal,
dan dokumen sumber, serta kembali ke asalnya. Untuk alasan
penggunaan yang praktis dan kewajiban hokum, perusahaan harus
memelihara catatan akuntansi yang memadai untuk menjaga jejak
auditnya supaya tidak terjadi penggelapan seperti kasus diatas.
Pengendalian Akses
Tujuan dari pengendalian akses adalah untuk memastikan bahwa hanya
personel yang sah saja yang memiliki akses ke aktiva perusahaan. Akses
tidak sah akan mengekspos aktiva ke penyalahgunaan, kerusakan, dan
pencurian. Seperti kasus diatas yaitu penyalahgunaan check. Oleh
karenanya, pengendalian akses memainkan bagian penting dalam
menjaga aktiva.
Verifikasi Independen
Prosedur verifikasi adalah pemeriksaan independen sistem akuntansi
untuk mengidentifikasi kesalahan dan kesalahan penyajian. Verifikasi
berbeda dari supervise karena terjadi setelah fakta, oleh seseorang yang
tidak secara langsung terlibat dalam transaksi atau pekerjaan yang
diverifikasi. Contoh verifikasi independen meliputi:
- Membandingkan aktiva fisik dengan catatan akuntansi.
- Rekonsiliasi berbagai akun buku pembantu dengan akun
pengendalinya. Ini yang sudah dilakukan oleh perusahaan Petty
Corporation
b. Berikan komentar tentang isu etika dalam kasus ini.
Petty Corporation menemukan bahwa biaya hukum kliennya terlalu tinggi.
Setelah diinvestigasi lebih lanjut, ternyata ada yang memalsukan tanda
tangannya salah satu staf administrasi pengeluaran kas yang bernama Mary
Boghas. Perusahaan yang memalsukan tanda tangan yaitu Swindle, Fox, dan
Kreip. Perusahaan tersebut memalsukan tanda tangan untuk menulis cek sebagai
pembayaran biaya jasa hokum pribadinya. Dari kasus tersebut, menunjukkan
bahwa pengendalian internal masih lemah karena perusahaan Swindle, Fox, dan
Kreip bisa mendapatkan cek tanpa sepengetahuan staf administrasi pengeluaran
kasnya. Oleh karena itu, pengendalian internal Petty Corporation perlu
ditingkatkan lagi.