PROPOSAL PKL
TATALAKSANA INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI DI UNIT PELAYANAN
TEKNIK PUSKESWAN DAN PETERNAKAN KECAMATAN SELONG
OLEH :
MUTAMMIMATUL ADIAN
B1D017216
PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2020
USULAN PRAKTIK KERJA LAPANG
Tatalaksana Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi di Unit Pelayanan Teknik Puskeswan dan
Peternakan Kecamatan Selong
MUTAMMIMATUL ADIAN
B1D017216
Usulan Praktik Kerja Lapang
Diserahkan Untuk Keperluan Penyelesaian Pendidikan
Pada Program Studi Peternakan - Fakultas Peternakan - Universitas Mataram yang Telah
Disetujui pada Juni 2020
MENYETUJUI:
Program Studi Peternakan Pembimbing
Ketua/Sekretaris
Dr. Ir. I. Wayan Wariata, [Link] Dr. Ir. Lalu Ahmad Zaenuri, M. Rur. Sc
NIP 19611231 198703 1016 NIP. 19601015 198603 1003
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pengembangan subsektor peternakan sebagai salah satu dari bagian pembangunan
pertanian harus dilakukan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi
masyarakat khususnya protein hewani yang bersumber dari daging. Seiring dengan
pertambahan penduduk dan meningkatnya kesadaran dalam mengkonsumsi daging sebagai
protein hewani menyebabkan permintaan daging cendrung terus meningkat setiap tahunnya.
Kesenjangan ini berimplikasi pada kebijakan pemerintah untuk terus menambah populasi
ternak sebagai sumber protein hewani. Sapi merupakan salah satu alternatif yang dapat
dijadikan sebagai bahan pangan sumber protein hewani dengan memanfaatkann dagingnya.
2. Sapi merupakan salah satu ternak ruminansia yang banyak dipelihara oleh manusia
sebagai sumber daging, susu, kulit dan tenaga kerja. Selain sebagai sumber bahan-bahan
diatas , dengan memelihara sapi juga akan sangat menguntungkan karena dapat juga
menghasilkan pupuk kandang. Sebagai pengahasil daging, persentase karkas atau daging
cukup tinggiyaitu sekitar 45-55%, serat dagingnya halus dan berwarna cerah (Abbas, 1996).
3. Penemuan tekhnologi dibidang reproduksi ternak dapat dimanfaatkan untuk mengatasi
masalah-masalah dan tantangan yang dihadapi sub-sektor peternakan terutama dalam
meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas ternak, baik secara kualitas maupun
kuantitas. Tekhnologi reproduksi mencakup inseminasi buatan (IB), transfer embrio (TE),
pemisahan spermatozoa, fertilisasi in vitro (IVF), preservasi dan kriopreservasi serta
rekayasa genetik.
4. Keunggulan reproduksi ternak betina bisa di ukur dari keberhasilannya menjaga sel telur
yang sudah dibuahi, melahirkan anak setiap ovum yang dibuahi dan juka mungkin anaknya
harus maksimal (Kukovics et al., (dalam Zaenuri, 2018). Sebaliknya, keunggulan reproduksi
penjantan bisa diukur dari jumlah betina atau minimal jumlah ovum yang telah dibuahinya
serta jumlah anak yang lahir dari ovumyang telah dibuahinya (Roldan dan Gomendio (dalam
Zaenuri, 2018).
5. Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) merupakan gabungan dari berbagai factor
eksternal dan factor internal. Factor eksternal yang berpengaruh terhadap hasil Inseminasi
Buatan antara lain ; waktu inseminasi setelah sinkronisasi estrus, jenis semen (cair atau
beku), bahan pengencer semen, konsentrasi spermatozoa, metode inseminasi serta
keterampilan inseminator.
6. Beberapa indicator yang bisa dijadikan sebagai sumber acuan untuk menentukan
keberhasilan inseminasi adalah : indicator fertilitas yang terdiri dari non return rute (NRR),
jarak beranak atau calving interval/calving indeks, jarak antara beranak dan bunting kembali
atau calving to conception interval, hari kosong atau open days, tingkat kebuntingan atau
conception rate dan jumlah induk beranak atau calving rate (Zaenuri, 2018).
Berdasarkan pemikiran diatas, penulis tertarik melakukan Praktik Kerja Lapang untuk
mengetahui “Tatalaksana Inseminasi Buatan (IB) Pada Sapi di Unit Pelayanan Teknik
Puskeswan dan Peternakan Kecamatan Selong ”.
1.1. Tujuan dan Kegunaan Praktik Kerja Lapangan
1.2.1 Tujuan PKL
Adapun tujuan dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan Mahasiswa khususnya
dalam bidang Tatalaksana Inseminasi Buatan (IB) pada sapi
2. Menerapkan atau membandingkan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah
dengan kenyataan di lapangan
1.2.1 Kegunaan PKL
Adapun kegunaan dari PKL ini yaitu mahasiswa mendapat ilmu praktik dan
terapan tatalaksana inseminasi buatan (IB) pada sapi.
BAB II
RENCANA KEGIATAN PRAKTIK KERJA LAPANG
2.1 Waktu dan Tempat Praktik Kerja Lapang (PKL)
Kegiatan praktik kerja lapang ini berlangsung mulai saat diresmikannya syarat –
syarat pelaksanaan PKL dan di laksanakan selama 192 jam (30 hari), pada tanggal 6 juli
2020 sampai dengan 6 Agustus 2020. Bertempat Unit Pelayanan Tekhnis Puskeswan dan
Peternakan Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara.
2.2 Gambaran umum lokasi Praktik Kerja Lapang (PKL
Adapun Praktik Kerja Lapang ini yang akan di laksanakan Unit Pelayanan
Tekhnis Puskeswan Dan Peternakan Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara
Barat. Kantor dinas peternakan dan kesehatan hewan Lombok Timur terletak di jalan Dr.
Cipto Mangun Kusumo No 7 Selong, Lombok Timur NTB. Lokasi Kantor dinas peternakan
dan kesehatan hewan Lombok Timur berada di dekat kantor Dinas sosial Lombok Timur.
Adapun kebijakan yang ditempuh dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas
serta mutu produksi peternakn di Kabupaten Lombok timur melalui beberapa program yang
strategis antara lain:
2.3 Macam Kegiatan
2.3.1 Kegiatan Utama
1. Mengikuti kegiatan petugas kesehatan hewan di Unit Pelayanan Tekhnis
Puskeswan dan Peternakan Kecamatan Selong dalam tatalaksana inseminasi
buatan (IB) pada sapi
2. Mengikuti kegiatan petugas kesehatan hewan di Unit Pelayanan Tekhnis
Puskeswan dan Peternakan Kecamatan Selong dalam inseminasi buatan (IB)
pada sapi
3.
2.3.2 Kegiatan Umum
Mengikuti seluruh kegiatan yang ada di. Unit Pelayanan Tekhnis Puskeswan dan
Peternakan Kecamatan, Kabupaten Lombok Timur.
JADWAL KEGIATAN
A. Persiapan PKL
1. Survei lokasi PKL
Mencari lokasi PKL yang sesuai dengan minat mahasiswa dengan cara menghubungi
salah satu tempat yang dipilih oleh mahasiswa untuk menentukan lokasi praktik kerja
lapang.
2. Usulan Judul
Kegiatan pengajuan judul kepada ketua program studi peternakan dengan mengisi
form 1.
3. Usulan Dosen Pembimbing PKL
Kegiatan permohonan dosen pembimbing selama PKL berlangsung kepada Ketua
Laboratorium dan disetujui oleh Ketua Program Studi Peternakan.
4. Usulan Proposal PKL
Kegiatan mengusulkan proposal yang akan dilakukan selama kegiatan PKL kepada
Dosen Pembimbing dan Ketua Program Studi Peternakan
B. Pelaksanaan PKL
PKL dilaksanakan di Unit Pelayanan Tekhnis Puskeswan dan Peternakan
Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah
semua persyaratan administrasi dilengkapi. PKL di laksanakan selama 192 jam (30
hari), pada tanggal 6 juli 2020 sampai dengan 6 Agustus 2020.
C. Setelah PKL
1. Penyusunan Laporan
Kegiatan penyusuna laporan dilakukan setelah pelaksanaan PKL selesai.
2. Ujian PKL
Ujian PKL dilakukan oleh dosen yang bersangkutan terhadap mahasiswa yang
telah melaksanakan PKL
Jadwal kegiatan pkl yang disusun secara matrik sebagai berikut:
Kegiatan Bulan
Mei Juni Juli Agustus September
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Survei
Lokasi
PKL
Usulan
Judul
Usulan
Dosen
Pembimb
ing PKL
Usulan
Proposal
PKL
Pelaksan
aan PKL
Penyusun
an
Laporan
Ujian
PKL
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, S.D. 1996. Usaha Ternak Sapi. Penebar Sewadaya .Yogyakarta
Zaenuri, L.A. 2018. Inseminasi Buatan Pada Kambing. Mataram University Press. Mataram