0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan7 halaman

KPI K3 untuk Zero Accident di Konstruksi

Dokumen tersebut meringkas tentang Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan oleh PT. Swadaya Graha untuk mengukur kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk statistik kecelakaan dari tahun ke tahun. KPI tersebut menunjukkan masih terdapat kecelakaan di tempat kerja yang menyebabkan jam kerja hilang, meskipun perusahaan telah melakukan berbagai program K3.

Diunggah oleh

Bagas Wahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan7 halaman

KPI K3 untuk Zero Accident di Konstruksi

Dokumen tersebut meringkas tentang Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan oleh PT. Swadaya Graha untuk mengukur kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk statistik kecelakaan dari tahun ke tahun. KPI tersebut menunjukkan masih terdapat kecelakaan di tempat kerja yang menyebabkan jam kerja hilang, meskipun perusahaan telah melakukan berbagai program K3.

Diunggah oleh

Bagas Wahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Bagas Wahyu Wibisono

NIM : R0218025
Kelas :A
Perusahaan : PT. Swadaya Graha

Abstrak
PT. Swadaya Graha merupakan salah satu perusahaan kontraktor di bidang konstruksi. Dalam
melaksanakan pekerjaan di bidang konstruksi PT. Swadaya Graha tetap memperhatikan
aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan dengan jumlah karyawan ribuan orang
tentu memiliki risiko bahaya yang besar mengingat perusahaan ini merupakan perusahan
yang bergerak di bidang konstruksi. Di dalam pelaksanaan K3, terdapat juga dokumen yang
bernama Key Performance Indicator yang mencatat statistik safety di dalam perusahaan
sebagai bentuk upaya dalam mewujudkan Zero Accident. Secara hasil telah menunjukkan
bahwa upaya yang dibangun oleh perusahaan sudah sangat baik, mulai dari komitmen
manajemen, peraturan dan prosedur K3, komunikasi, serta lingkungan kerja. Hanya saja yang
menajadi kendala besar perusahaan adalah pada indikator keterlibatan pekerja. Dirasakan
pekerjsa sangat minim kesadaran akan pentingnya menerapkan budaya K3.

Kata Kunci: Key Performance Indicator, zero accident, perusahaan

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Key Performance Indicator adalah suatu target yang bisa dicapai oleh suatu
perusahaan, Key Performance Indicator biasa disingkat dengan sebutan KPI. KPI dalam
sebuah perusahaan memiliki arti yang sangatlah penting, karena dengan adanya KPI maka
setiap perusahaan bisa tahu bagaimana perkembangan perusahaan tersebut dalam
mewujudkan visi serta misi yang telah dirancang sebelumnya dengan menerapkan strategi-
strategi yang praktis dan maksimal untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Tidak
hanya sampai itu saja, dengan adanya KPI, perusahaan dapat mengetahui seberapa besar
tingkat kinerja yang telah dilakukan, apakah sudah sesuai atau belum. Pada umumnya,
KPI difungsikan sebagai alat atau parameter yang mengukur suatu hal dalam yang bersifat
kualitatif (berdasarkan kualitas), contohnya kualitas kepemimpinan dan tingkat kepuasan
pelanggan.

Dalam bidang K3 khususnya, KPI sangatlah berarti karena disini akan berisi
indicator-indikator yang berkaitan dengan ilmu keselamatan dan kesehatan kerja untuk
mengetahui seberapa besar tingkat penerapan K3 di perusahaan baik dari pihak top
management maupun dari pihak tenaga kerja itu sendiri. Hal ini berfungsi untuk
mengevaluasi program-program K3 yang telah berjalan, jika program-program tersebut
sudah berjalan dengan baik maka akan dipertahankan, tetapi jika program K3 tersebut
masih ada yang belum maksimal maka akan dievaluasi kembali agar jangka waktu ke
depan bisa lebih baik lagi dan bisa mengurangi peluang risiko kecelakaan di tempat kerja.

KPI K3 juga menyediakan informasi bagi perusahaan untuk:

 Mengevaluasi system manajemen K3


 Meningkatkan kesadaran di kalangan pembuat keputusan dan semua orang dalam
suatu perusahaan tentang manfaat program K3
 Mengadaptasi tujuan, sasaran, dan strategi
 Mengkomunikasikan gagasan, pemikiran, dan nilai-nilai
 Mengidentifikasi peluang perbaikan

2. Rumusan Masalah
a. Apakah definisi dari Key Performance Indicator?
b. Bagaimana contoh dokumen Key Performance Indicator di perusahaan?
c. Apa saja Program K3 yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja?

3. Tujuan
a. Mengetahui definisi dari Key Performance Indicators
b. Mengetahui contoh dokumen Key Performance Indicators di perusahaan
c. Mengetahui apa saja Program K3 yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan
kerja
BAB II
PEMBAHASAN
1. Tabel Key Performance Indicator

PT. Swadaya Graha


Your Reliable Partner in Construction

  2013
KEY
N
INDICATO 2012 JAN FEB MAR APR MAY JUNE JULY AUG UP TO
O
R AUG
                 
9,513,97 600,00 600,00 600,00 600,00 600,00 600,00 600,00 2,176,54 13,347,83
1 Work Hours 2 0 0 0 0 0 0 0 6 9
Number of
Fatalities
2 Cases (FTC) - - - - - - - - - -
Number of
Lost
Workday
3 Cases (LWC) - - - - - - - - - -
Number of
Permanent
Disabilities
4 Cases (PDC) - - - - - - - - - -
Number of
Lost Time
5 Injuries (LTI) 27 - - - 14 70 - 14 14 112
Number of
Medical
Treatment
6 Cases (MTC) 2 - - - - 1 - - - 1
Number of
First Aid
7 Cases (FAC) 2 - - - 1 - 1 1 3
Number of
Motor
Vehicle
Accident
8 (MVA) 3 1 - - - - - - - 1
Number of
Near Miss
9 Cases (NMC) - - - - - - - - - -
FR =
Frequency
10 Rate - 1.667 - - 1.667 1.667 - 1.667 0.459 0.375
SR =
Severity
11 Rate 0.355 - - - 3.333 16.667 - 3.333 0.919 1.199
Rumus penghitungan nilai:
Frequency Rate (FR):
Number of Accidents Cases (FTC+LWC+PDC+MTC+FAC+MVA) x 1,000,000
Work Hours
Severity Rate (SR):
Number of Day Lost (DL) X 1,000,000
Work Hours

Notes:
 Number of Fatalities Cases (FTC) : Number of accidents are resulting in fatalities
 Number of Lost Workday Cases (LWC) : Number of accidents are resulting in lost work
time
 Number of Permanent Disabilities : Number of accidents resulting in permanent
Cases (PDC) disability
 Number of Lost Time Injuries (LTI) : Number of working hours lost
 Number of Medical Treatment : Number of accident that have medical
Cases (MTC) treatment and lost working time
 Number of First Aid Cases (FAC) : Number of accidents that have first aid and do
not need medical treatment
 Number of Motor Vehicle : The number of motor vehicle accidents
Accident (MVA) resulting in property damage and human
 Number of Near Miss Cases (NMC) : Number of cases near miss
 Number of Day Lost (DL) : Number of day in lost according to (SK Dirjen
[Link].84/BW/1998)

Berdasarkan data dalam table Key Performance Indicator tersebut di atas, terdapat
beberapa indicator yang masih belum mencapai target atau masih terjadi keselakaan di
area kerja. Contohnya, sampai bulan Agustus, Number of Lost Time Injuries (LTI) atau
angka waktu yang hilang adalah mencapai 112 jam kerja. Angka kerja yang hilang
tersebut diakibatkan oleh kecelakaan yang menimbulkan korban manusia baik itu yang
berdampak kecil maupun besar, sehingga dengan adanya korban manusia tersebut maka
jam kerja yang seharusnya digunakan untuk proses bekerja oleh tenaga kerja menjadi
hilang atau berkurang karena pekerja mengalami luka ataupun penyakit akibat kerja.
Selain angka jam kerja yang hilang, ada juga masalah berkaitan dengan jumlah perawatan
medis yang menandakan bahwa masih terdapat kasus kecelakaan di area kerja, baik itu
kecelakaan yang menimbulkan luka kecil, sedang, maupun besar.

Selain berdampak pada pada korba manusia, kecelakaan yang timbul di area kerja
juga menimbulkan kerugian peralatan ataupun mesin yang beroperasi di area tersebut. Hal
ini disebabka karena di area kerja sangat berkaitan erat dengan peralatan-peralatan yang
digunakan di area kerja sehingga hal tersebut juga membutuhkan kegiatan perbaikan yang
tentunya juga membutuhkan biaya tambahan.

Sebagai evaluasi dari peristiwa kecelakaan-kecelakaan yang ada di area kerja seperti
ini, perlu adanya pelaksanaan program-program untuk meningkatkan kualitas keselamatan
dan kesehatan kerja sehingga tercapai zero accident di tempat kerja. Program-program k3
yang dapat dilakukan antara lain:

1. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko


Program ini sangatlah umum dilakukan oleh Tim K3 dalam sebuah perusahaan
dan menjadi kegiatan dasar bagi Tim K3 dengan tujuan untuk mengetahui apa saja
potensi bahaya yang ada di area kerja. Sehingga bisa dilakukan penilaian terhadap
risiko yang mungkin akan terjadi di tempat tersebut.
2. Pelatihan K3
Pelatihan K3 dapat dilakukan oleh pihak internal perusahaan seperti Tim HSE,
P2K3, dan lain-lain. Dan juga dapat dilakukan oleh pihak eksternal yaitu Lembaga
sertifikasi, PJK3, Dinas Kementerian terkait, dan lain-lain. Program ini bertujuan
untuk meningkatkan potensi pengetahuan maupun ketrampilan bagi para pekerja.
3. Media Komunikasi K3 Cetak
Media cetak dalam bidang K3 bisa digunakan sebaga penyampai informasi
tentang informasi keselamatan dan juga rambu-rambu k3.
4. Safety Talk
Kegiatan ini biasa dilakukan dengan memberikan pengarahan, semangat,
maupun peringatan oleh Tim K3 dan Koordinator lainnya kepada para pekerja setiap
pagi sebelum memulai pekerjaan.
5. Inspeksi
Kegiatan inspeksi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Tim K3 dengan cara
memeriksa langsung ke lapangan tentang bagaimana ketertiban pekerja dalam
mematuhi aturan prosedur dalam bekerja, ada yang dilakukan secara rutin, ada juga
yang dilakukan secara mendadak.
6. Investigasi
Investigasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyelidiki langsung
tentang penyebab kecelakaan kerja dapat terjadi, sehingga bisa mengetahui penyebab
kecelakaan yang digunakan sebagai pedoman untuk jangka waktu ke depan agar tidak
terjadi kecelakaan yang sama.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Key Performance Indicator adalah suatu target yang bisa dicapai oleh suatu
perusahaan, Key Performance Indicators biasa disingkat dengan sebutan KPI. Dengan
adanya KPI, perusahaan dapat mengetahui seberapa besar tingkat kinerja yang telah
dilakukan, apakah sudah sesuai atau belum.

Tabel Key Performance Indicators berisi Number of Fatalities Cases (FTC), Number
of Lost Workday Cases (LWC), Number of Permanent Disabilities Cases (PDC),
Number of Lost Time Injuries (LTI), Number of Medical Treatment Cases (MTC),
Number of First Aid Cases (FAC), Number of Motor Vehicle Accident (MVA), Number
of Near Miss Cases (NMC), Number of Day Lost (DL).

Program-program K3 yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja antara


lain:

1. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko


2. Pelatihan K3
3. Media Komunikasi K3 Cetak
4. Safety Talk
5. Inspeksi
6. Investigasi
DAFTAR PUSTAKA
Andri, S., & Andini, F. K. (2018). BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN
KERJA (K3) DALAM UPAYA MENCAPAI ZERO ACCIDENT. Jurnal Aplikasi
Bisnis, 8(2).

Henderi, H., Rahayu, S., & Prasetyo, B. M. (2015, July). Dashboard Information System
Berbasis Key Performance Indicator. In Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
(Vol. 1, No. 4).

Anda mungkin juga menyukai