Penatalaksanaan CTS di RS Bhayangkara
Penatalaksanaan CTS di RS Bhayangkara
Oleh :
Disetujui Oleh
NIP.
DIII Fisioterapi | 2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan nikmat, rahmat, dan karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan laporan praktik belajar lapangan (PBL) ini.
Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas praktik
belajar lapangan (PBL) yang berjudul “Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus
Carpal Tunnel Syndrome di RS Bhayangkara Tk III Banjarmasin”.
Kami sadar bahwa terselesaikannya laporan praktik kerja lapangan (PKL)
ini tidak lepas dari pihak-pihak yang membantu dan memberikan dukungan
kepada penulisan. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Tri Wahyu Wulandari, [Link]., [Link] selaku clinical teacher I
2. Yulisha Eva Oktaviani, [Link] selaku clinical teacher II
3. selaku clinical instructor
Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata baik dan sempurna,
sehingga kami mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam laporan ini. Kami
mohon saran dan kritik kepada para pembaca yang bersifat membangun, agar
makalah ini dapat lebih sempurna. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat
dan berguna bagi pembaca.
Penulis
DIII Fisioterapi | 3
DAFTAR ISI
COVER.............................................................................................................
LEMBAR PERSETUJUAN............................................................................. i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
D. Nervus Medianus.............................................................................. 4
BAB II BIOMEKANIK.................................................................................... 6
A. Definisi............................................................................................. 7
B. Epidemiologi.................................................................................... 7
C. Etiologi............................................................................................. 7
D. Patofisiologi..................................................................................... 8
E. Manifestasi Klinis............................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 20
DOKUMENTASI............................................................................................. 21
DIII Fisioterapi | 4
BAB I
Tulang penyusun wrist joint yaitu ada dua deretan. Deretan pertama
yaitu dari tulang Radius dan Ulnar. Deretan yang kedua terdiri atas
delapan tulang carpalia yang tersusun dalam dua deretan. Tulang carpal
a. Tulang
scapoideum
Tulang ini
berbentuk perahu
dengan dataran
yang proximal
b. Tulang Lunatum
DIII Fisioterapi | 5
Tulang ini memiliki hubungan dengan tulang lain yaitu kearah
c. Tulang Triquetrum
pada permukaan polar tulang triquetrum dan arah distal dengan tulang
d. Tulang Pisiforme
e. Tulang Trapesium
ke arah distal dengan tulang metacarpal satu dan dua (Yolanda, et al,
2017).
f. Tulang Trapezoideum
DIII Fisioterapi | 6
tulang metacarpal dua, dan ke arah proximal berhubungan dengan
g. Tulang Capitatum
dan ke arah distal dengan tulang metacarpal dua, tiga, dan empat
h. Tulang Hamatum
arah distal dengan tulang metacarpal empat dan lima. Dan ke arah polar
DIII Fisioterapi | 7
Otot fleksor superficialis yaitu otot fleksor carpi ulnaris, fleksor
Pada gerakan ulnar deviasi dilakukan oleh [Link] carpi ulnaris dan
D. Nervus Medianus
buah kaput. Kedua kaput tersebut berasal dari fasikulus lateral dan
fasikulus medial. Kedua kaput tersebut bersatu pada bawah otot pektoralis
minor, jadi serabutserabut dari dalam trunkus berasal dari tiga segmen
servical yang bawah dan dari segmen thorakal pertama medulla spinalis
Nervus medianus ini berjalan sepanjang arteri brachialis dan lewat sisi
DIII Fisioterapi | 8
palmar lengan bawah dimana serabut ini menuju telapak tangan dengan
bawah yang disarafi oleh nervus medianus antara lain: m. pronator teres,
volar lengan bawah, daerah palmar tangan jari 1, 2, 3 dan setengah jari ke-
DIII Fisioterapi | 9
BAB II
BIOMEKANIK
Wrist joint memiliki banyak articulation yang terdiri dari delapan ossa
distal dengan sedikit serong ke palmar 150 yang bersendi dengan carpus
meliputi traksi dan translasi. Traksi ossa carpal ke arah distal searah axis
atau maximal lose packed position (MLPP) pada posisi palmar fleksi 50
dan ulnar deviasi 50. Sedangkan sendi akan mengunci maksimal atau
close packed position (CPP) yaitu dorsal flexion penuh. Pola kapsuler
yang terjadi pada wrist joint yaitu ekstensi lebih terbatas dari fleksi
DIII Fisioterapi | 10
BAB III
PATOLOGI
A. Definisi
carpal tunnel, yang dibatasi oleh tulang-tulang carpal dan juga transverse
Keluhan yang timbul berupa kesemutan pada jari jari tangan I sampai
B. Epidemiologi
Setiap tahunnya kejadian CTS mencapai 267 dari 100.000 populasi dengan
kejadinnya mencapai 6%-17% yang lebih tinggi dari pada Amerika yaitu
5%. Penderita umumnya usia 40-60 tahun, perempuan tiga kali lebih
C. Etiologi
DIII Fisioterapi | 11
a. Genetik
b. Usia
c. Jenis kelamin
d. Trauma
e. Pekerjaan
f. Infeksi
g. Metabolik
h. Vaskular
i. Degeneratif: osteoartritis.
j. Inflamasi
D. Patofisiologi
jika soft tissue menjadi bulk (seperti pada kehamilan, myxoedema atau
DIII Fisioterapi | 12
sensitif terhadap kompresi. Proximal kompresi seperti discogenic root
E. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala klinis CTS meliputi mati rasa, kesemutan dan nyeri pada
tangan, rasa seperti tersengat listrik pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah.
lainnya adalah nyeri ditangan yang juga dirasakan lebih berat pada malam
abduktor pollicis brevis) dan otot-otot lainnya yang diinervasi oleh nervus
DIII Fisioterapi | 13
BAB IV
STATUS KLINIS
A. Pemeriksaan Fisioterapi
1. Ananmesis
a. Anamnesis umum
1) Identitas Pasien
Nama : Ny. M
Umur : 58 tahun
Agama : Islam
b. Anamnesis khusus
1) Keluhan Utama
dan kiri serta mati rasa dan kesemutan dari ibu jari sampai kejari
kanan dan kiri serta mati rasa dan kesemutan dari ibu jari sampai
kejari tengah tangan kanan dan kirinya sudah sejak 3 bulan lalu.
DIII Fisioterapi | 14
selesai melaksanakan acara pernikahan putrid pasien, dan pasien
Tidak ada.
Tidakada.
Tidak ada.
6) Medika mentosa
Tidak ada.
c. Anamnesis Sistem
Pemeriksaan fisik
a. Atropometri
DIII Fisioterapi | 15
1) Tinggi Badan : 151 cm
2) Berat Badan : 50 kg
b. Vital Sign
3. Inspeksi
a. Inspeksi Statis
b. Inspeksi Dinamis
keatas dan kebawah pasien mengeluhkan ada rasa pegal dan nyeri.
4. Palpasi
a. Suhu : Normal
5. PFGD
No Regio Gerakan Aktif Pasif (TIMT)
Dextra Sinistra Dextra Sinistra dextra sinistra
1. Wirst Fleksi Tidak nyeri Tidak Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada
MCP nyeri nyeri, nyeri, weakness weakness
DIII Fisioterapi | 16
Full Full
ROM, ROM,
elastic elastic
end feel end feel
Ekstensi Tidak nyeri Tidak Tidak nyeri, Tidak ada Tidak ada
MCP nyeri nyeri, full weakness weakness
full ROM,
ROM, hard
hard end feel
end feel
Palmar nyeri nyeri nyeri, nyeri, Tidak ada Tidak ada
fleksi full Full weakness weakness
ROM, ROM,
elastic elastic
end feel end feel
Dorso Tidak nyeri Tidak Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada
fleksi nyeri nyeri, nyeri, weakness weakness
Full full
ROM, ROM,
hard hard
end feel end feel
Ulnar Tidak nyeri Tidak Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada
deviasi nyeri nyeri, nyeri weakness weakness
full full
ROM, ROM,
elastic elastic
end feel end feel
Radial Tidak nyeri Tidak Tidak Tidak Tidak ada Tidak ada
deviasi nyeri nyeri, nyeri, weakness weakness
full Full
ROM, ROM,
elastic elastic
DIII Fisioterapi | 17
end feel end feel
6. Pemeriksaan Spesifik
a. Test spesifik
syndrome.
Hasil : (+)
syndrome.
Hasil : (+)
jari.
syndrome.
Hasil : (-)
b. MMT
Wrist joint :
1) Flexor MCP :5
2) Extensor MCP :5
3) Palmar flexi :5
4) Dorso flexi :5
DIII Fisioterapi | 18
5) Ulnar deviasi :5
6) Radial deviasi :5
c. Sensoris
d. Nyeri
NRS :
1) Diam : 0/10
B. Diagnosa Fisioterapi
pada tangan dextra dan sinistra et causa Carpal Tunnel Syndrome sejak 3
C. Problematika FT
1. Impairment
b. Kesemutan dan mati rasa dari wirst joint sampai ke phalang 1,2 dan
DIII Fisioterapi | 19
2. Funtional Limitation
sinistra,
b. Pasien merasakan kesemutan dan mati rasa dari wirst joint sampai
3. Disability
4. Handicap
a. Mengurangi nyeri
kekeadaan normal.
E. Intervensi fisioterapi
DIII Fisioterapi | 20
I : 3 MHz, 1,2 w/cm2
T : Ultrasound
T : 10 menit
2. Kesemutan dan mati Manual terapi F : 3 kali seminggu
rasa I : 8 kali repatisi
T : Mobilisasi
terowongan carpal
T : 5 menit
Manual neuro F : 3 kali seminggu
I : 5 kali repatisi
T : Monas
T : 5menit
F. Prognosis
G. Home program
H. Edukasi
I. Evaluasi Terapi
DIII Fisioterapi | 21
Setelah melakukan 1 kali terapi hasil evaluasi fisioterapi sebagai
berikut :
1. Evaluasi nyeri
6 Maret Nyeri NRS Nyeri diam : 0/10 Nyeri diam : 0/10 Ada
2020 Nyeri gerak : 6/10 Nyeri gerak : 4/10 penurunan
Nyeri tekan : 0/10 Nyeri tekan : 0/10 nyeri
2. Evaluasi Sensoris
Hasil
Tanggal Problem Alatu kur Keterangan
Pre Post
Tidak mampu Sedikit mampu
Kasar-halus
Ganggu merasakan merasakan Ada
2 Maret
an Tekanan peningkatan
2020 Tidak mampu Sedikit mampu
Sensoris dalam- sensibilitas
merasakan merasakan
ringan
4 Maret Ganggu Sedikit mampu Mampu Ada
Kasar-halus
2020 an merasakan membedakan peningkatan
Tekanan Sedikit mampu Mampu
Sensoris sensibilitas
dalam- merasakan membedakan
DIII Fisioterapi | 22
ringan
Mampu Sangat mampu
Kasar-halus
Ganggu merasakan membedakan Ada
6 Maret
an Tekanan peningkatan
2020 Mampu Sangat mampu
Sensoris dalam- sensibilitas
merasakan membedakan
ringan
DIII Fisioterapi | 23
DAFTAR PUSTAKA
Chung, K. C., Ono, S., & Kevin, P. J. C. (2010). Optimal management of carpal
tunnel syndrome. 255–261. [Link]
Ibrahim, I., Khan, W. S., Goddard, N., & Smitham, P. (2012). Carpal Tunnel
Syndrome : A Review of the Recent Literature Carpal Tunnel Syndrome : A
Review of the Recent Literature. (February).
[Link]
DIII Fisioterapi | 24
DOKUMENTASI
DIII Fisioterapi | 25