0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan79 halaman

Analisis Pondasi Dangkal untuk Bangunan

Dokumen tersebut membahas analisis pondasi dangkal untuk pos jaga, termasuk jenis pondasi dangkal, data tanah dari laboratorium pada berbagai kedalaman, dan perhitungan nilai Nc, Nq, Nγ untuk menentukan dimensi pondasi telapak berdasarkan beban kolom.

Diunggah oleh

Adex Laksmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan79 halaman

Analisis Pondasi Dangkal untuk Bangunan

Dokumen tersebut membahas analisis pondasi dangkal untuk pos jaga, termasuk jenis pondasi dangkal, data tanah dari laboratorium pada berbagai kedalaman, dan perhitungan nilai Nc, Nq, Nγ untuk menentukan dimensi pondasi telapak berdasarkan beban kolom.

Diunggah oleh

Adex Laksmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI

FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

BAB I

ANALISA PONDASI DANGKAL

1.1. Analisis Pondasi Dangkal


Pondasi dangkal adalah pondasi yang kedalaman masuknya ke
tanah relatif dangkal (hanya beberapa meter ke dalam tanah). Salah satu
tipe yang sering digunakan yaitu pondasi menerus yang biasa digunakan
pada rumah rumah. Pondasi ini bisa dibuat dengan material beton atau
pasangan batu. Fungsi pondasi dangkal yaitu menerukan beban dari
dinding dan kolom bangunan ke tanah. Pondasi dangkal dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis, antara lain :
a. Pondasi Setempat (Single Footing)
b. Pondasi Menerus (Continous Footing)
c. Pondasi Pelat (Plate Foundation)
d. Pondasi Cakar Ayam
e. Pondasi Sarang Laba-laba.
1.1.1 Data dan Desain Pondasi Dangkal
Disebut Pondasi dangkal karena kedalaman masuknya ke tanah
relatif dangkal, hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah
satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada
rumah-rumah, dibuat dari beton atau pasangan batu. Fungsi pondasi
dangkal meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ke tanah
keras.
 Pondasi Telapak
Pondasi telapak merupakan pelebaran alas kolom atau
dinding dengan tujuan untuk meneruskan beban pada tanah suatu
tekanan yang sesuai dengan sifat-sifat tanah yang bersangkutan.
Pondasi telapak yang mendukung kolom tunggal disebut telapak
kolom individual, telapak tersendiri atau telapak sebar. Pondasi
Telapak pada umumnya memiliki kedalaman < 3 m karena tidak
boleh melebihi panjang dan lebarnya pondasi tersebut.

3m Kolo
mm

KELOMPOK A5
3
m
Denah Kolom Pos Jaga
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Pada analisis persoalan diberikan perencanaan dimensi


pondasi telapak (foot plate) pada suatu pos jaga seperti gambar di
atas yang memenuhi daya dukung ijin dengan kedalaman < 4 m,
dengan data seperti berikut:

Pu Kolom (kN) : 80 kN dan 200 kN

Data Tanah : Data Laboratorium

Kedalaman 0,5 m Kedalaman 1 m Kedalaman 1,5 m Kedalaman 2 m


Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai
SR % 87 SR % 100 SR % 100 SR % 100
e - 2,018 e - 0,841 e - 1,250 e - 0,846
Gs - 2,110 Gs - 2,260 Gs - 2,020 Gs - 2,390
wc % 83,207 wc % 37,213 wc % 61,882 wc % 35,398
γt kN/m3 12,566 γt kN/m3 16,525 γt kN/m3 14,258 γt kN/m3 17,197
γsat kN/m3 13,419 γsat kN/m3 16,525 γsat kN/m3 14,258 γsat kN/m3 17,197
cu KPa 79,200 cu KPa 58,000 cu KPa 82,500 cu KPa 64,800
c' KPa 17,1072 c' KPa 12,238 c' KPa 21,945 c' KPa 19,6992
Ø ˚ 1,920 Ø ˚ 13,030 Ø ˚ 6,640 Ø ˚ 6,150
Cv cm2/dt 0,000185 Cv cm2/dt 0,00043 Cv cm2/dt 0,0005 Cv cm2/dt 0,00046
Cc - 3,470 Cc - 3,670 Cc - 2,740 Cc - 2,750
Cs - 0,1388 Cs - 0,2202 Cs - 0,0822 Cs - 0,0825
E KPa 2270 E KPa 2342 E KPa 3234 E KPa 3069
μ - 2,360 μ - 1,860 μ - 1,630 μ - 2,180

Kedalaman 2,5 m Kedalaman 3 m Kedalaman 3,5 m Kedalaman 4 m


Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai Parameter Satuan Nilai
SR % 100 SR % 100 SR % 100 SR % 100
e - 1,171 e - 1,293 e - 1,314 e - 0,982
Gs - 2,340 Gs - 2,290 Gs - 2,130 Gs - 2,450
wc % 50,043 wc % 56,463 wc % 61,691 wc % 40,082
γt kN/m3 15,866 γt kN/m3 15,329 γt kN/m3 14,601 γt kN/m3 16,987
γsat kN/m3 15,865 γsat kN/m3 15,329 γsat kN/m3 14,601 γsat kN/m3 16,987
cu KPa 55,300 cu KPa 71,800 cu KPa 58,300 cu KPa 65,100
c' KPa 26,4887 c' KPa 31,4484 c' KPa 26,2933 c' KPa 29,4903
Ø ˚ 4,320 Ø ˚ 9,030 Ø ˚ 6,710 Ø ˚ 17,210
Cv cm2/dt 0,000394 Cv cm2/dt 0,000447 Cv cm2/dt 0,000366 Cv cm2/dt 0,000391
Cc - 2,260 Cc - 1,880 Cc - 3,340 Cc - 3,260
Cs - 0,0904 Cs - 0,0752 Cs - 0,1002 Cs - 0,326
E KPa 3259 E KPa 2824 E KPa 2661 E KPa 2368
μ - 1,750 μ - 2,010 μ - 1,710 μ - 1,540

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Dari data yang telah didapatkan, dilakukan analisis


persoalan berdasarkan data laboratorium pondasi yang telah di
tentukan dan karakteristik tanah yang telah diperoleh dari data
laboratorium. Pada analisis persoalan pondasi dangkal ini
direncanakan menggunakan pondasi persegi yang ditinjau pada
kedalaman 0,5 m sampai dengan 4 m. Sehingga diperoleh nilai
Nc,Nq, dan Nϒ pondasi dangkal dari tabel Coquot dan Kerisel
(1953), dapat dilihat pada tabel berikut:

Nilai Nc,Nq, dan Nϒ pada kedalaman 0,5 m sampai dengan


4 m dengan nilai Ø yang telah ditentukan tidak terdapat pada tabel
Coquot dan Kerisel (1953) maka dilakukan interpolasi untuk
mendapatkan nilai Nc, Nq dan Nϒ yang sesuai, sehingga
diperolehlah nilai seperti pada tabel berikut:

pu = 80 kN
Kedalaman (m) γsat (kN/m3) γ' (kN/m3) c' (KPa) SF Ø (˚) Nc Nq Nγ
0,5 13,419 3,419 17,1072 3 1,92 5,61 1,1912 0,1436
1 16,525 6,525 12,238 3 13,03 6,8205 1,7248 0,5742
1,5 14,258 4,258 21,945 3 6,64 7,034 1,8224 0,6596
2 17,197 7,197 19,6992 3 6,15 6,8625 1,744 0,591
2,5 15,865 5,865 26,4887 3 4,320 6,286 1,4748 0,3752
3 15,329 5,329 31,4484 3 9,030 7,9329 2,2566 1,0357
3,5 14,601 4,601 26,2933 3 6,710 7,0585 1,8336 0,6694
4 16,987 6,987 29,4903 3 17,210 12,4996 4,8729 3,6434

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

pu = 200 kN
Kedalaman (m) γsat (kN/m3) γ' (kN/m3) c' (KPa) SF Ø (˚) Nc Nq Nγ
0,5 13,419 3,419 17,1072 3 1,92 5,61 1,1912 0,1436
1 16,525 6,525 12,238 3 13,03 6,8205 1,7248 0,5742
1,5 14,258 4,258 21,945 3 6,64 7,034 1,8224 0,6596
2 17,197 7,197 19,6992 3 6,15 6,8625 1,744 0,591
2,5 15,865 5,865 26,4887 3 4,320 6,286 1,4748 0,3752
3 15,329 5,329 31,4484 3 9,030 7,9329 2,2566 1,0357
3,5 14,601 4,601 26,2933 3 6,710 7,0585 1,8336 0,6694
4 16,987 6,987 29,4903 3 17,210 12,4996 4,8729 3,6434

1.2. Alur Perencanaan

Alur perencanaan digunakan untuk menentukan


1.2.1. Rumus yang dipakai
Dalam perencanaan pondasi kali ini menggunakan beberapa rumus, yaitu :
Rumus Umum analisis daya dukung pondasi :

Dengan, c’ = kohesi
ql = tegangan efektif
γ = berat volume
B = lebar pondasi
Maka faktor koreksi yang perlu dihitung : Fγs, Fγd, Fγi, Fcs, Fcd,
Fci, Fqs, Fqd, Fqi.

a. Faktor bentuk
Persamaan yang direkomendasikan oleh De Beer (1970):

Dimana, L > B

b. Faktor kedalaman

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Persamaan yang direkomendasikan Hansen (1970):


Untuk Df/B ≤ 1 Untuk Df/B > 1

c. Faktor inklinasi
Persamaan yang direkomendasikan Mayerhof (1963) dan Hana
(1981) :

Pada perencaan substruktur proyek pembangunan ini menggunakan pondasi


telapak bujur sangkar, dimana menggunakan persamaan dibawah ini:

Dengan, c’ = kohesi
ql = tegangan efektif
D = kedalaman
γ = berat volume
B = lebar pondasi

1. Dimensi yang direncanakan


Dalam perencanaan Dimensi yang direncanakan meliputi : panjang,
lebar dan ketebalan telapak pondasi. Semuanya harus di desain sedemikian
rupa, sehingga tegangan yang terjadi pada dasar pondasi tidak melebihi daya
dukung tanah dibawahnya.
2. Kedalaman yang ditinjau

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Kedalaman yang digunakan untuk meninjau nilai daya dukung yang


paling efisien pada kedalaman dan dimensi tertentu. Seperti pada perencanaan
pondasi ini kedalaman yang digunakan yaitu 0,5 m sampai dengan 4 m
kemudian pada setiap kedalaman dihitung daya dukung pondasinya hingga
menghasilkan nilai daya dukung yang efisien.
3. Kontrol terhadap beban
Kontrol terhadap beban memperhitungkan pembebanan dalam
perencanaan pondasi dengan memperhatikan beberapa beban yakni, beban
mati, beban hidup, dan beban gempa agar pondasi yang direncanakan dapat
menopang suatu beban pada bangunan yang akan dibangun.
4. Menghitung distribusi beban
Perhitungan yang digunakan untuk mengetahui beban yang bekerja
pada titik berat pondasi dengan memperhatikan beban terpusat dan beban
merata pada pondasi, seperti pada rumus berikut:
a. Beban terpusat Boussinesq (1885)

b. Beban merata Boussinesq (1885)

5. Cek penurunan
Menghitung secara manual daya dukung dan penurunan untuk
menentukan desain pondasi yang dapat bekerja dengan efisien sehingga
pondasi yang direncanakan layak digunalan.
6. Pengambilan keputusan terhadap dimensi dan kedalaman yang
digunakan
Menyimpulakan hasil dari analisis daya dukung pondasi, penurunan,
dan distribusi beban pada pondasi dengan merencanakan desain pondasi
dengan dimensi dan daya dukung yang efisien dengan Pu/A memenuhi syarat.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1.3. Analisa Daya Dukung Pondasi Foot Plate


1.3.1. Perhitungan Daya Dukung Pondasi
Dilakukan analisis daya dukung pondasi berdasarkan dimensi pondasi
yang telah di tentukan dan karakteristik tanah yang telah diperoleh dari data uji N-
SPT. Pada perhitungan daya dukung pondasi dangkal ini direncanakan
menggunakan pondasi persegi pada PU = 80 kN dengan kedalaman 0,5 m sampai
dengan 4 m dengan lebar pondasi yang berbeda-beda, serta pada PU = 200 kN
dengan kedalaman 0,5 m sampai dengan 4 m dengan lebar pondasi yang berbeda-
beda.
Rumus Umum analisis daya dukung pondasi :

qu = ½ γ. B . N γ . F γs.F γd.F γi + c Nc . F cs.F cd.F ci + q Nq . F qs.F qd.F qi


Dari rumus di atas, di dapatkan hasil perhitungan seperti pada table
berikut:
Tabel Hasil Percobaan perhitungan Daya dukung Pondasi Persegi

PU = 80 KN
Depth Lebar Qijin Pu/A Ket
Pondasi
Df (m) B (m) KN KN
0,5 37.8811 Memenuhi (yang dipakai)
1.5 35.55556
5
1 42.2026 Memenuhi
1.4 40.81633
6
1,5 1 92.81785 80 Memenuhi
2 1 93.57243 80 Memenuhi
2,5 135.795 Memenuhi
0.8 125
4
3 335.321 Memenuhi
0.5 320
8
3,5 234.590 Memenuhi
0.6 222.2222
4
4 515.062 Memenuhi
1 80
1

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

 Kedalaman 0,5

qu=( 12 . γ . Nγ . B . Fγs . Fγd . Fγi )+(c . Nc . Fcs . Fcd . Fci)+(γ . D . Nq . Fqs . Fqd . Fqi)
'

1
qu=( . 3,419. 1,1912. 1,5.0,6 . 1 .1 ) + ( 17,1072. 5,61.1,0256 . 1,083333.1 ) +(3,419.0,5 . 0,1436
2
qu=( 1,83272076 ) +(106,6305818)+(0,2570232754)
qu=108,7203258

 Menentukan Nilai B melalui Qizin


PU 80 KN
qu .
qizin=
sf
108,7203258
qizin=
3
qizin=37 , 88115 kN =3,8628 ton
Pu
Qijin (3,8628 ton)> (3,6257 ton) ........................................ Memenuhi
A
Dapat disimpulkan bahwa pondasi dengan lebar 1,5 m dan kedalaman 0,5 meter
mampu menahan beban.
PU = 200 KN
Depth Lebar Qijin Pu/A Ket
Pondasi
Df (m) B (m) KN KN
0,5 36.6065 Memenuhi yang dipakai
2.4 34.72222
7
1 39.7236 Memenuhi
2.3 37.80718
7
1,5 80.4601 Memenuhi
1.6 78.125
6
2 79.2379 Memenuhi
1.6 78.125
8
2,5 104.464 Memenuhi
1.4 102.0408
8
3 1 218.769 200 Memenuhi
3,5 153.927 Memenuhi
1.2 138.8889
8

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

4 515.062 Memenuhi
1 200
1

 Kedalaman 0,5

qu=( 12 . Nγ . γ . B . Fγs . Fγd . Fγi )+(c . Nc . Fcs . Fcd . Fci)+(γ . D . Nq . Fqs . Fqd . Fqi)
'

1
qu=( . 3,419. 1,1912. 2,4 . 0,6 .1 . 1)+ ( 17,1072 .5,61. 1,0256 .1,083333. 1 )+(3,419. 0,5 .0,1436
2
qu=( 2,932353216 ) +(106,6305818)+( 0,2570232754)
qu=109,8199583

 Menentukan Nilai B melalui Qizin


PU 200 KN
qu
qizin=
sf
109,8199583
qizin=
3
qizin=36,60665276 kN =3,7328ton
Pu
Qijin (3,7328 ton)> (3,5407 ton) ........................................ Memenuhi
A
Dapat disimpulkan bahwa pondasi dengan lebar 2,4 m dan kedalaman 0,5 meter
mampu menahan beban.
1.3.2. Perencanaan Dimensi Pondasi
Perencanaan dimensi pondasi dihitung berdasarkan nilai daya dukung tanah,
kontrol geser, dimensi pondasi yang efisien, kontrol penurunan tanah. Berdasarkan hasil
analisis daya dukung tanah, didapatkan beberapa dimensi pondasi yang diperkirakan
akan dipakai pada pondasi footplate ini diantaranya adalah sebagai berikut :

Pu = 80 kN

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

D B A (B2) Q izin PU/A Keterangan volume


0,5 1.5 2,25 37.88115 35.55556 Memenuhi 1.125
1 1.4 1.96 42.20266 40.81633 Memenuhi 1.96
1,5 1 1 92.81785 80 Memenuhi 1.5
2 1 1 93.57243 80 Memenuhi 2
2,5 0.8 0.81 135.7954 125 Memenuhi 1.6
3 0.5 0.25 335.3218 320 Memenuhi 0.75
3,5 0.6 0.36 234.5904 222.2222 Memenuhi 1.26
4 1 1 515.0621 80 Memenuhi 4
Jadi untuk Pu= 80 KN , dimensi yang efisien dan daya dukungnya memenuhi
adalah kedalaman 0,5 meter dan lebar 1,6 meter.
Pu= 200 KN
D B A (B2) Q izin PU/A Keterangan volume
0,5 5,76 Memenuhi ( yang 2.88
2.4 36.60657 34.72222
dipakai)
1 2.3 5.29 39.72367 37.80718 Memenuhi 5.29
1,5 1.6 2.56 80.46016 78.125 Memenuhi 3.84
2 1.6 2.56 79.23798 78.125 Memenuhi 5.12
2,5 1.4 1.96 104.4648 102.0408 Memenuhi 4.9
3 1 1 218.769 200 Memenuhi 3
3,5 1.2 1.44 153.9278 138.8889 Memenuhi 5.04
4 1 1 515.0621 200 Memenuhi 4
Jadi untuk Pu= 200 KN , dimensi yang efisien dan daya dukungnya memenuhi adalah
kedalaman 0,5 meter dan lebar 2,4 meter.

1.3.3. Perumusan Distribusi Beban dan Penurunan Pondasi


 Distribusi Beban
Analisis tegangan di dalam tanah dirumuskan berdasarkan asumsi
bahwa tanah bersifat elastis, homogen, isotropis, dan terdapat hubungan linier
antara tegangan dan regangan. Apabila penurunan terjadi pada kondisi tanpa
drainase, volume konstan sama dengan 0, maka nilai  yang digunakan adalah
0.5.  Jika pembebanan menyebabkan perubahan volume dengan >0
(contohnya pada proses konsolidasi), maka nilai <0. Distribusi beban dapat
dilihat pada penjabaran rumus Boussinesg (1885) untuk pondasi persegi titik
A sebagai berikut:
Δσ = qo I
Dimana:

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1 2 mn √ m 2+ n2+ 1 m ²+n 2+2 2 mn √ m 2+ n2+ 1


I= [ . + tan−1(π − ¿) ¿
4 π m²+ n2 +m ² n ²+1 m²+n 2+1 m²+ n2+ 1−m ² n ²
B L
m= ,n =
z z

Gambar 7. Kenaikan Beban Akibat Beban Persegi


Perumusan distribusi beban akibat beban persegi apabila posisi titik A
berada di tengah pondasi dapat menggunakan persamaan sebagai berikut :
Δσ = qo Ic
2 m1 n 1 1+m1²+2 n2 m1
Ic = [ . 2 2
+sin−1( ¿ )¿
π √ 1+m 1²+n 1² (1+n ²)(m 1 + n1 ) √ m1 +n 12 √1+n 1²
2

Dimana:
L
m1 =
B
z
n1 =
B /2

Gambar 8. Distribusi Beban Posisi A di Tengah Pondasi

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Dalam menetukan kedalaman tanah akibat distribusi beban dan yang


mengakibatkan penurunan tanah berdasarkan SNI 8460-2017 yaitu menggunakan
rumus ini :
z i ≥ d +3 B atau z i ≥ 6 m

Berikut disediakan tabel untuk contoh data distribusi beban yang diambil
pada kedalaman 0.5 m di Pu= 80 kN dan Pu= 200 kN :

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Qijin= 37.88115
Pu(kN) = 80
A(m^2)= 2.25
d(m)= 0.5
b(m)= 1.5
zi= 5
zi'= 6

DISTRIBUSI BEBAN
z B L m1 n1 Penjabaran rumus
Ic Pu/A Δσ Δσav
Layer Depth Position m m m L/B z/(B/2) 2/∏ m1*n1 (1 + m1^2 +n1^2)^0,5 1 + m1^2 + 2*n1^2 (1 + n1^2)*(m1^2 + n1^2)
(m1^2+n1^2)^0,5(1+n^2)^0,5 sin^-1*(4/(11*12))
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 = 6*((7/8)*(9/10)+13) 15 16=14*15 average
Top 0.5 1.5 1.5 1 0.666667 0.637 1 1.563 2.888888889 2.086419753 1.20185 1.201850425 0.764682178 0.863110931 35.55556 30.68839
1 0.5 s/d 1 Middle 0.75 1.5 1.5 1 1 0.637 1 1.732 4 4 1.414214 1.414213562 0.523598776 0.70124143 35.55556 24.93303 24.99104
Bottom 1 1.5 1.5 1 1.333333 0.637 1 1.944 5.555555556 7.716049383 1.666667 1.666666667 0.368267893 0.549161668 35.55556 19.52575
Top 1 1.5 1.5 1 1.333333 0.637 1 1.944 5.555555556 7.716049383 1.666667 1.666666667 0.368267893 0.549161668 35.55556 19.52575
2 1s/d 1.5 Middle 1.25 1.5 1.5 1 1.666667 0.637 2 2.186 7.555555556 14.27160494 1.943651 1.943650632 0.267898912 0.427752611 35.55556 15.20898 15.38637
Bottom 1.5 1.5 1.5 1 2 0.637 2 2.449 10 25 2.236068 2.236067977 0.201357921 0.336278059 35.55556 11.95655
Top 1.5 1.5 1.5 1 2 0.637 2 2.449 10 25 2.236068 2.236067977 0.201357921 0.336278059 35.55556 11.95655
3 1.5 s/d 2 Middle 1.75 1.5 1.5 1 2.333333 0.637 2 2.728 12.88888889 41.5308642 2.538591 2.538591035 0.155801979 0.268283162 35.55556 9.538957 9.640819
Bottom 2 1.5 1.5 1 2.666667 0.637 3 3.018 16.22222222 65.79012346 2.848001 2.848001248 0.123602153 0.217477505 35.55556 7.732534
Top 2 1.5 1.5 1 2.666667 0.637 3 3.018 16.22222222 65.79012346 2.848001 2.848001248 0.123602153 0.217477505 35.55556 7.732534
4 2 s/d 2.5 Middle 2.25 1.5 1.5 1 3 0.637 3 3.317 20 100 3.162278 3.16227766 0.100167421 0.179028171 35.55556 6.365446 6.418197
Bottom 2.5 1.5 1.5 1 3.333333 0.637 3 3.621 24.22222222 146.6790123 3.480102 3.48010217 0.082662917 0.149480518 35.55556 5.314863
Top 2.5 1.5 1.5 1 3.333333 0.637 3 3.621 24.22222222 146.6790123 3.480102 3.48010217 0.082662917 0.149480518 35.55556 5.314863
5 2.5 s/d 3 Middle 2.75 1.5 1.5 1 3.666667 0.637 4 3.930 28.88888889 208.6419753 3.800585 3.80058475 0.069286192 0.126415217 35.55556 4.494763 4.523135
Bottom 3 1.5 1.5 1 4 0.637 4 4.243 34 289 4.123106 4.123105626 0.058857506 0.108137718 35.55556 3.844897
Top 3 1.5 1.5 1 4 0.637 4 4.243 34 289 4.123106 4.123105626 0.058857506 0.108137718 35.55556 3.844897
6 3 s/d 3.5 Middle 3.25 1.5 1.5 1 4.333333 0.637 4 4.558 39.55555556 391.1604938 4.447221 4.447221355 0.050583366 0.093450275 35.55556 3.322676 3.338869
Bottom 3.5 1.5 1.5 1 4.666667 0.637 5 4.876 45.55555556 518.8271605 4.772607 4.772607021 0.043916554 0.08149529 35.55556 2.89761
Top 3.5 1.5 1.5 1 4.666667 0.637 5 4.876 45.55555556 518.8271605 4.772607 4.772607021 0.043916554 0.08149529 35.55556 2.89761
7 3.5 s/d 4 Middle 3.75 1.5 1.5 1 5 0.637 5 5.196 52 676 5.09902 5.099019514 0.038471027 0.071649868 35.55556 2.547551 2.557332
Bottom 4 1.5 1.5 1 5.333333 0.637 5 5.518 58.88888889 866.9753086 5.426274 5.426273532 0.033968796 0.063454987 35.55556 2.256177
Top 4 1.5 1.5 1 5.333333 0.637 5 5.518 58.88888889 866.9753086 5.426274 5.426273532 0.033968796 0.063454987 35.55556 2.256177
8 3.5 s/d 5 Middle 4.25 1.5 1.5 1 5.666667 0.637 6 5.840 66.22222222 1096.345679 5.754226 5.754225501 0.030205935 0.056567587 35.55556 2.011292 2.0175
Bottom 4.5 1.5 1.5 1 6 0.637 6 6.164 74 1369 6.082763 6.08276253 0.027030318 0.050727816 35.55556 1.803656
Top 4.5 1.5 1.5 1 6 0.637 6 6.164 74 1369 6.082763 6.08276253 0.027030318 0.050727816 35.55556 1.803656
9 3.5 s/d 6 Middle 4.75 1.5 1.5 1 6.333333 0.637 6 6.489 82.22222222 1690.123457 6.411795 6.411794687 0.024326724 0.045736353 35.55556 1.626181 1.630292
Bottom 5 1.5 1.5 1 6.666667 0.637 7 6.815 90.88888889 2065.197531 6.741249 6.741249472 0.022006666 0.041438497 35.55556 1.473369
Top 5 1.5 1.5 1 6.666667 0.637 7 6.815 90.88888889 2065.197531 6.741249 6.741249472 0.022006666 0.041438497 35.55556 1.473369
10 3.5 s/d 7 Middle 5.25 1.5 1.5 1 7 0.637 7 7.141 100 2500 7.071068 7.071067812 0.020001334 0.037712851 35.55556 1.340901 1.343722
Bottom 5.5 1.5 1.5 1 7.333333 0.637 7 7.468 109.5555556 3000.604938 7.401201 7.401201104 0.018256592 0.034463179 35.55556 1.225357
Top 5.5 1.5 1.5 1 7.333333 0.637 7 7.468 109.5555556 3000.604938 7.401201 7.401201104 0.018256592 0.034463179 35.55556 1.225357
11 3.5 s/d 8 Middle 5.75 1.5 1.5 1 7.666667 0.637 8 7.796 119.5555556 3573.382716 7.731609 7.731609003 0.016729405 0.031612461 35.55556 1.123999 1.125994
Bottom 6 1.5 1.5 1 8 0.637 8 8.124 130 4225 8.062258 8.062257748 0.015385222 0.029098514 35.55556 1.034614
Top 6 1.5 1.5 1 8 0.637 8 8.124 130 4225 8.062258 8.062257748 0.015385222 0.029098514 35.55556 1.034614
12 3.5 s/d 9 Middle 6.5 1.5 1.5 1 8.666667 0.637 9 8.781 152.2222222 5792.901235 8.724168 8.724168219 0.013139064 0.024887532 35.55556 0.88489 0.835997
Bottom 9.25 1.5 1.5 1 12.33333 0.637 12 12.414 306.2222222 23443.01235 12.37381 12.37380746 0.006531251 0.012425875 35.55556 0.441809

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1.3.4.

Qijin= 36.60657
Pu(kN) = 200
A(m^2)= 5.76
d(m)= 0.5
b(m)= 2.4
zi= 7.7
zi'= 7.7

DISTRIBUSI BEBAN
z B L m1 n1 Penjabaran rumus
Layer Depth Position m m m L/B z/(B/2) 2/∏ m1*n1
(1 + m1^2 +n1^2)^0,5
1 + m1^2
(1 + 2*n1^2
n1^2)*(m1^2
(m1^2+n1^2)^0,5
+ n1^2) (1+
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Top 0.5 2.4 2.4 1 0.416667 0.637 0 1.474 2.347222 1.377363 1.083333 1.
1 0.5 s/d 1 Middle 0.75 2.4 2.4 1 0.625 0.637 1 1.546 2.78125 1.933838 1.179248 1.
Bottom 1 2.4 2.4 1 0.833333 0.637 1 1.641 3.388889 2.871142 1.301708 1.
Top 1 2.4 2.4 1 0.833333 0.637 1 1.641 3.388889 2.871142 1.301708 1.
2 1s/d 1.5 Middle 1.25 2.4 2.4 1 1.041667 0.637 1 1.756 4.170139 4.347515 1.443977 1.
Bottom 1.5 2.4 2.4 1 1.25 0.637 1 1.887 5.125 6.566406 1.600781 1.
Top 1.5 2.4 2.4 1 1.25 0.637 1 1.887 5.125 6.566406 1.600781 1.
3 1.5 s/d 2 Middle 1.75 2.4 2.4 1 1.458333 0.637 1 2.031 6.253472 9.776479 1.768258 1.
Bottom 2 2.4 2.4 1 1.666667 0.637 2 2.186 7.555556 14.2716 1.943651 1.
Top 2 2.4 2.4 1 1.666667 0.637 2 2.186 7.555556 14.2716 1.943651 1.
4 2 s/d 2.5 Middle 2.25 2.4 2.4 1 1.875 0.637 2 2.349 9.03125 20.39087 2.125 2
Bottom 2.5 2.4 2.4 1 2.083333 0.637 2 2.518 10.68056 28.51857 2.310904 2.
Top 2.5 2.4 2.4 1 2.083333 0.637 2 2.518 10.68056 28.51857 2.310904 2.
5 2.5 s/d 3 Middle 2.75 2.4 2.4 1 2.291667 0.637 2 2.693 12.50347 39.0842 2.500347 2.
Bottom 3 2.4 2.4 1 2.5 0.637 3 2.872 14.5 52.5625 2.692582 2.
Top 3 2.4 2.4 1 2.5 0.637 3 2.872 14.5 52.5625 2.692582 2.
6 3 s/d 3.5 Middle 3.25 2.4 2.4 1 2.708333 0.637 3 3.055 16.67014 69.47338 2.887052 2.
Bottom 3.5 2.4 2.4 1 2.916667 0.637 3 3.241 19.01389 90.38199 3.083333 3.
Top 3.5 2.4 2.4 1 2.916667 0.637 3 3.241 19.01389 90.38199 3.083333 3.
7 3.5 s/d 4 Middle 3.75 2.4 2.4 1 3.125 0.637 3 3.430 21.53125 115.8987 3.281101 3.
Bottom 4 2.4 2.4 1 3.333333 0.637 3 3.621 24.22222 146.679 3.480102 3.
Top 4 2.4 2.4 1 3.333333 0.637 3 3.621 24.22222 146.679 3.480102 3.
8 3.5 s/d 5 Middle 4.25 2.4 2.4 1 3.541667 0.637 4 3.814 27.08681 183.4238 3.680136 3.
Bottom 4.5 2.4 2.4 1 3.75 0.637 4 4.008 30.125 226.8789 3.881044 3.
Top 4.5 2.4 2.4 1 3.75 0.637 4 4.008 30.125 226.8789 3.881044 3.
9 3.5 s/d 6 Middle 4.75 2.4 2.4 1 3.958333 0.637 4 4.203 33.33681 277.8357 4.082696 4.
Bottom 5 2.4 2.4 1 4.166667 0.637 4 4.400 36.72222 337.1304 4.284987 4.
Top 5 2.4 2.4 1 4.166667 0.637 4 4.400 36.72222 337.1304 4.284987 4.
10 3.5 s/d 7 Middle 5.25 2.4 2.4 1 4.375 0.637 4 4.598 40.28125 405.6448 4.487831 4.
Bottom 5.5 2.4 2.4 1 4.583333 0.637 5 4.797 44.01389 484.3056 4.691156 4.
Top 5.5 2.4 2.4 1 4.583333 0.637 5 4.797 44.01389 484.3056 4.691156 4.
11 3.5 s/d 8 Middle 5.75 2.4 2.4 1 4.791667 0.637 5 4.996 47.92014 574.0849 4.894902 4.
Bottom 6 2.4 2.4 1 5 0.637 5 5.196 52 676 5.09902 5.
Top 6 2.4 2.4 1 5 0.637 5 5.196 52 676 5.09902 5.
12 3.5 s/d 9 Middle 6.5 2.4 2.4 1 5.416667 0.637 5 5.598 60.68056 920.5325 5.508201 5.
Bottom 9.25 2.4 2.4 1 7.708333 0.637 8 7.837 120.8368 3650.383 7.772928 7.

Kesimpulan

Pada tabel di atas untuk data yang diambil pada kedalaman 0.5 m, dengan Qizin yang
sudah memenuhi yang didapat dari perhitungan daya dukung tanah ditinjau pada setiap 0.5 m
sehingga untuk Top, Middle, Bottomnya per 0.25 m.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1.4. Penurunan Pondasi Dangkal


Penurunan pondasi dangkal akibat beban dapat diklasifikasikan menjadi 2 tipe
yaitu :
1.4.1. Penurunan Segera (Immediate or elastic settlement)
Penurunan segera dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
1−μ ²
ρi=P . B . Ip
E
Dimana:
Ρi : Penurunana Elastis
P : Tekanan bersih yang dibebankan
B : Lebar pondasi
µ : Angka Poisson
E : Modulus elastisitas tanah (Modulus Young)
Ip : Faktor pengaruh yang tidak mempunyai dimensi
Untuk menentukan nilai faktor pengaruh (Ip), dapat dilihat pada tabel berikut
ini :

Tabel Faktor Pengaruh untuk Pondasi

Ip
Bentuk m1 Lentur
Kaku
Tengah-tengah Pojok
Bundar - 1,00 0,64 0,79
Persegi 1 1,12 0,56 0,88
1,5 1,36 0,68 1,07
2 1,53 0,77 1,21
3 1,78 0,89 1,42
5 2,10 1,05 1,70
10 2,54 1,27 2,10
20 2,99 1,49 2,46
50 3,57 1,8 3,0
100 4,01 2,0 3,43

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Pu= 80 kN

PENURUNAN SEGERA
μ2 Ip
P B E ρi ρi
depth
2
=0.5 ton m t/m m mm
0.034994 1.5 0.035 2270 0.88 1.964E-05 0.019645

Didapatkan data :

Dept P B μ2 E Ip ρi ρi

Ton M t/m2 m mm

0.5 0.034994 1.5 0.056 2270 0.88 1.964E-05 0.019645

1 0.040171 1.4 0.035 2342 0.88 2.04E-05 0.020401

1.5 0.078736 1 0.027 3234 0.88 2.086E-05 0.020856

2 0.078736 1 0.048 3069 0.88 2.15E-05 0.021504

2.5 0.012302 0.8 0.031 3259 0.88 2.576E-05 0.025762


5
3 0.314944 0.5 0.04 2824 0.88 4.709E-05 0.047088

3.5 0.218711 0.6 0.029 2661 0.88 4.213E-05 0.042128

4 0.078736 1 0.024 2368 0.88 2.857E-05 0.028566

Pu= 200 kN

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

PENURUNAN SEGERA
P B μ2 E Ip ρi ρi
depth =0.5 Ton m t/m 2
m mm
0.034174 2.4 0.055696 2270 0.88 3E-05 0.030024

Didapatkan data :

Dept P B μ2 E Ip ρi ρi
ton m t/m2 m mm
0.5 0.034317 2.4 0.0557 2270 0.88 3E-05 0.03002
1 0.03721 2.3 0.0346 2342 0.88 3.1E-05 0.03104
1.5 0.07689 1.6 0.02567 3234 0.88 3.3E-05 0.03259
2 0.07689 1.6 0.04752 3069 0.88 3.4E-05 0.0336
2.5 0.12303 1.4 0.3063 3259 0.88 4.5E-05 0.045608
3 0.19684 1 0.0404 2824 0.88 5.9E-05 0.05886
3.5 0.13669 1.2 0.02924 2661 0.88 5.3E-05 0.05266
4 0.19684 1 0.02372 2368 0.88 7.1E-05 0.07142

1.4.2. Penurunan Konsolidasi Primer (Consolidation settlement)


Penurunan akibat konsolidasi Primer dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Cc Hc σ ' o+∆ σ ' av
Sc = log
1+ eo σ'o
Dimana :
Sc : Besarnya penurunan konsolidasi
Hc : Tebal Lapisan
eo : Angka Pori awal
Cc : Compression index
Δσ : Beban (tegangan) yang bekerja diatas permukaan tanah

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

σ’o : Tegangan overburden


Pu=80 kN

PENURUNAN KONSOLIDASI PRIMER


Depth γ' Cc Hc eo σ'o Δσ'av rumus 1 rumus 2 Sc (m) Sc (mm)
0.5-1 6.53 3.67 0.5 0.84 4.97200 24.991042 0.996741 6.026356 0.777513 777.5125
1-1.5 4.26 2.74 0.5 1.25 7.10100 15.386371 0.608889 3.166789 0.304821 304.8215
1.5-2 7.20 2.75 0.5 0.85 10.69950 9.640819 0.744854 1.901053 0.20781 207.8099
2-2.5 5.87 2.26 0.5 1.17 13.63200 6.4181968 0.520497 1.470818 0.087214 87.21407
2.5-3 5.33 1.88 0.5 1.29 16.29650 4.5231354 0.409943 1.277553 0.043609 43.60927
3-3.5 4.60 3.34 0.5 1.31 18.59700 3.3388688 0.721694 1.179538 0.051754 51.75409
3.5-4 6.99 3.26 0.5 0.98 22.09050 2.5573318 0.822402 1.115766 0.039124 39.12426
4-4.5 7.37 2.05 0.5 0.60 25.77600 2.0175002 0.642231 1.07827 0.021019 21.01874
4.5-5 6.03 3.29 0.5 0.86 28.78950 1.6302917 0.883459 1.056628 0.021134 21.1342
5-5.5 8.37 3.67 0.5 0.71 32.97350 1.343722 1.074356 1.040752 0.018637 18.63693
5.5-6 6.01 1.94 0.5 0.60 35.97700 1.1259943 0.606629 1.031298 0.008119 8.119133
6-6.5 6.62 1.98 0.5 0.56 39.28650 0.8359971 0.636247 1.02128 0.005818 5.818232
Jumlah Penurunan Konsolidasi Primer 1580.755
Total Penurunan 1580.774

Didapatkan data :
Depth Lebar Pondasi Total Total
Df (m) B (m)
Penurunan Konsolidasi Penurunan (m)
Primer (mm)
0,5 1.5 1580.755 1.580755
1 1.4 848.1006 0.8481006
1,5 1 406.0026 0.4060026
2 1 243.2688 0.2432688
2,5 0.8 140.5061 0.1405061
3 0.5 26.32904 0.02632904
3,5 0.6 58.8586 0.0588586
4 1 107.5799 0.1075799

Pu= 200 Kn

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

PENURUNAN KONSOLIDASI PRIMER


Depth γ' Cc Hc eo σ'o Δσ'av rumus 1 rumus 2 Sc (m) Sc (mm)
0.5-1 6.53 3.67 0.5 0.84 4.97200 30.47409 0.996741 7.12914 0.850257 850.257
1-1.5 4.26 2.74 0.5 1.25 7.10100 23.68081 0.608889 4.334855 0.387847 387.8468
1.5-2 7.20 2.75 0.5 0.85 10.69950 17.42851 0.744854 2.628909 0.312671 312.6714
2-2.5 5.87 2.26 0.5 1.17 13.63200 12.81786 0.520497 1.940277 0.149832 149.8324
2.5-3 5.33 1.88 0.5 1.29 16.29650 9.614124 0.409943 1.58995 0.082556 82.55583
3-3.5 4.60 3.34 0.5 1.31 18.59700 7.390478 0.721694 1.397402 0.104877 104.8775
3.5-4 6.99 3.26 0.5 0.98 22.09050 5.818208 0.822402 1.263381 0.083502 83.50187
4-4.5 7.37 2.05 0.5 0.60 25.77600 4.67959 0.642231 1.181548 0.046531 46.53057
4.5-5 6.03 3.29 0.5 0.86 28.78950 3.834939 0.883459 1.133206 0.04798 47.97969
5-5.5 8.37 3.67 0.5 0.71 32.97350 3.194185 1.074356 1.096871 0.043141 43.14148
5.5-6 6.01 1.94 0.5 0.60 35.97700 2.698205 0.606629 1.074998 0.019053 19.05281
6-6.5 6.62 1.98 0.5 0.56 39.28650 2.022098 0.636247 1.051471 0.013868 13.86834
Jumlah Penurunan Konsolidasi Primer 2128.247
Total Penurunan 2128.277

Didapatkan data :
Depth Lebar Pondasi Total Total
Df (m) B (m)
Penurunan Konsolidasi Penurunan (m)
Primer (mm)
0,5 2.4 2128.25 2.12825
1 2.3 1382.15 1.38215
1,5 1.6 771.192 0.771192
2 1.6 510.043 0.510043
2,5 1.4 368.923 0.368923
3 1 97.4796 0.0974796
3,5 1.2 212.742 0.212742
4 1 105.139 0.105139

Jadi dari hasil penurunan yang telah didapat dari perhitungan di atas,
bahwasanya sesuai dengan syarat yang ada di SNI 2017 penurunan total izin <
15 cm atau 0.15m + b/600 untuk bangunan tinggi dan bisa buktikan struktur
atas masih aman. (b = lebar terpendek dari pondasi dalam cm).
Untuk mendapatkan hasil penurunan total dapat menggunakan rumus
berikut:

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Dengan hasil yang diperoleh yaitu tertera pada tabel berikut:


Pu = 80 kN
Depth Lebar Pondasi Total
Df (m) B (m) Penurunan Konsolidasi (cm)

0,5 1.5 158.0774


1 1.4 84.81006
1,5 1 40.60234
2 1 24.32903
2,5 0.8 14.05858
3 0.5 2.637613
3,5 0.6 5.890072
4 1 10.76085

Pu =200 kN
Df (m) B (m) Total Penurunan Konsolidasi (cm)

0,5 2.4 212.828

1 2.3 138.218

1,5 1.6 77.1225

2 1.6 51.0076
2,5 1.4 36.8968
3 1 9.75384
3,5 1.2 21.2794
4 1 10.5211

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1.4.3. Kesimpulan
Dari hasil tabel penurunan total di atas dapat dilihat bahwa untuk Pu=
80 kN penurunan yang memenuhi syarat yaitu pada kedalam 3m dengan lebar
pondasi 0.5 dan untuk Pu= 200 kN penurunan yang memenuhi syarat pada
kedalaman 3 m dengan lebar pondasi 1, hal tersebut terjadi karena keadaan
tanah yang tidak baik dengan jenis tanah lempung yang mana memiliki nilai
kohesif yang cukup tinggi, untuk kedalaman yang telah diperoleh dan lebar
pondasi yang direncanakan tidak dapat digunakan karena secara lapangan
dengan keadaan tanah seperti itu sulit digunakan membangun suatu bangun.
Solusi dari kasus seperti ini ialah dengan adanya perbaikan tanah.

BAB II
ANALISIS PONDASI DALAM
2.1. Analisis Pondasi Dalam

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.1.1. Pengertian dan Macam/Jenis Pondasi Dalam


a. Pengertian Pondasi Dalam
Pondasi dalam (Deep Foundation) merupakan struktur bawah suatu konstruksi
yang berfungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah keras yang
berada jauh di permukaan tanah. Suatu pondasi dapat dikatgorikan sebagai pondasi
dalam apabila perbandingan antara kedalaman dan lebar pondasi lebih dari 10 (Df/B
> 10).
b. Macam/Jenis Pondasi Dalam
Material pondasi dalam bisa terbuat dari kayu, beton bertulang, baja, dan beton
pratekan. Pondasi dalam dapat dibedakan menjadi:
1. Pondasi Tiang Pancang (Pile), bahan yang digunakan pada pondasi ini
dapat berupa balok kayu, beton (berbentuk persegi, silinder, maupun
segitiga), dan berbentuk sheet pile. Untuk memasukkan tiang pacang
kedalam tanah harus menggunakan alat bantu yaitu menggunakan alat berat
seperti hammer pile atau crane untuk mendesakkan pile ke dalam tanah.
2. Pondasi Bored pile merupakan pondasi yang dibangun di dalam permukaan
tanah dengan kedalaman tertentu. Bahan yang digunakan untuk pondasi ini
berupa beton bertulang yang dicor ditempat (in situ). Metode pelaksanaan
pondasi ini membutuhkan alat bantu berupa mesin bor dan juga dapat
dilakukan secara manual (diameter lubang bor maksimal 30cm) untuk
membuat lubang kedalaman rencana. Jenis pondasi bored piledipilih untuk
mendukung beban bangunan dengan mengandalkan daya dukung pondasi
pada tanah keras dan hambatan lekat yang terjadi pada permukaan tiang
yang rata akibat pengecoran ditempat (in situ).
3. Pondasi sumuran merupakan suatu bentuk peralihan antara pondasi dangkal
dan pondasi tiang. Pondasi ini digunakan apabila tanah dasar terletak pada
kedalaman yang relatif dalam. Pondasi sumuran ini biasanya terbuat dari
beton bertulang atau beton pracetak, umumnya digunakan pada pekerjaan

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

jembatana di Indonesia yang terbuat dari silinder beton bertulang


berdiameter 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm.

2.1.2. Data Persoalan Pondasi Dalam


Merencanakan design pondasi dalam pada gedung tingkat 5 dengan data data
sebagai berikut:

Jenis gedung : B

Dengan data beban seperti pada tabel berikut ini:

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Hasil Analisa SAP Kolom Terbawah


No Frame (SAP) Penomoran Kolom Pu (Kgf) Vu (Kgf) Mu (Kgf.m)
1 A-1 -82974.52 -2328.67 -2324.64
6 A-2 -114704.21 1370.95 1305.87
712 A-3 -95417.22 -314.4 -328.75
717 A-4 -122818.16 -4293.91 -1128.42
722 A-5 -108335.39 1488.65 1461.44
727 A-6 -111010 -1498.77 -1439.8
732 A-7 -82974.93 2332.43 2318.53
71 B-1 -130038.79 -3472.73 -3453.93
76 B-2 -174536.91 2248.33 2159.19
81 B-3 -133997.56 -430.68 -441.41
86 B-4 -184862.05 -1920.32 -1880.77
91 B-5 -168059.8 2424.27 2387.9
96 B-6 -170749.04 -2389.18 1295.1
101 B-7 -129852.59 3504.07 3491.4
106 C-1 -111866.14 -3090.83 -3077.02
111 C-2 -162358.44 1992.1 1910.03
116 C-3 -113229.38 -335.25 -349.12
121 C-4 -168973.87 -1701.29 -1670.05
126 C-5 -161257.53 2071.04 2036.87
131 C-6 -161067.1 -2019.48 -1936.6
136 C-7 -110676.46 3051.04 3037.01
211 D-1 -66834.21 -1792.16 -1827.65
216 D-2 -101543.68 953.81 865.53
221 D-3 -97462.48 -399.65 -448.94
226 D-4 -211616.61 -2759.22 -2736.91
231 D-5 -206182.72 2840.4 2762.37
236 D-6 -206522.09 -2857.52 -2772.72
241 D-7 -140806.98 4168.26 4118.27
246 E-1 -3632.06 -97.7 -151.55
251 E-2 -8294.13 -106.95 -161.59
256 E-3 -43269.14 -619.13 -659.88
261 E-4 -112073.36 -1059.6 -1079.77
266 E-5 -105122.88 1193.73 1138.77
271 E-6 -105251.59 -1264.73 -1247.12
276 E-7 -67542.02 1964.18 1921.31

PU yang dipilih adalah pu yang terbesar yaitu 211616.16 Kgf, atau


setara dengan 207524.561 kN atau 208.274 ton.

Dan dengan data N-SPT Borlog yang disediakan sebagai berikut:

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

N-SPT BORLOG 11

Kedalama
n N-SPT Kedalaman N-SPT
0 0 26 20
2 1 28 11
4 2 30 17
6 3 32 17
8 1 34 18
10 2 36 20
12 6 38 26
14 3 40 46
16 10 42 47
18 7 44 33
20 6 46 54
22 17 48 59
24 12 50 59

Tabel Korelasi SPT

Dengan melihat data yang telah disediakan dengan


mengkorelasikannya dengan table kita dapat mengetahui jenis tanah pada
lahan tersebut.
1. Dari kedalaman 0 sampai 10 meter , tanahnya termasuk ke dalam tanah
lempung sangat lembut karena nilai Nnya kurang dari 4.
2. Pada kedalaman 12 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung
soft karena nilai Nnya berada diantara interval 6-15.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

3. Pada kedalaman 14 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung


sangat lembut karena nilai Nnya kurang dari 4.
4. Dari kedalaman 16 sampai 20 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah
lempung medium karena nilai Nnya berada pada interval 6-15.
5. Pada kedalaman 22 meter , jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung
stiff karena nilai Nnya berada pada interval 16-25.
6. Pada kedalaman 24 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung
stiff karena nilai Nnya berada pada interval 16-25.
7. Pada kedalaman 26 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung
medium karena nilai Nnya berada pada interval 6-15.
8. Pada kedalaman 28 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah lempung
medium karena nilai Nnya berada pada interval 6-15.
9. Dari kedalaman 30 sampai 36 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah
lempung stiff karena nilai Nnya berada pada interval 16-25.
10. Dari kedalaman 38 sampai 50 meter, jenis tanahnya termasuk ke dalam tanah
lempung medium karena nilai Nnya lebih dari 25.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

BORLOG 11
0 10 20 30 40 50
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22
Kedalaman

24
26
28
30
32
34
36
38
40
42
44
46
48
50

N-SPT

(Grafik hubungan kedalaman dengan N-SPT)

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.1.3. Alur Pengerjaan Pondasi Dalam


Untuk menyelesaikan permasalahan diatas, dilakukan beberapa tahap
pengerjaan. Alur yang digunakan ini harus dilakukan dengan urut agar mendapatkan
hasil yang efisien. Alur pengerjaan perencanaan design pondasi dalam adalah sebagai
berikut:
1. Menganalisi persoalan, hal ini bisa dilakukan dengan menganalisis dan
mengindentifikasi soal. Soal ini terdiri dari data beban perkolom dan
juga data borlog. Dari data-data tersebut dapat diketahui jenis tanah
per kedalaman sehingga dapat direncanakan dimensi pondasi.
2. Merencakan jenis dan dimensi pondasi. Dimensinya harus
direncanakan dengan melihat data yang telah diberikan. Kedalaman
yang digunakan yaitu kedalaman yang disesuaikan. Setelah
mengkorelasikan data maka kami memakai kedalaman pondasi sebesar
40 meter yang terletak pada jenis tanah yang keras sehingga pondasi
bangunan memiliki fungsi yang baik. Jika pondasi tidak bertumpu
pada lapisan tanah yang keras maka sebuah bangunan akan mengalami
kerusakan seperti retakan akibat penurunan bangunan yang
dipengaruhi oleh pondasi yang tidak memenuhi syarat karena tanah
yang tidak cukup keras tidak mampu memberi daya dukung yang
memadai yang dibutuhkan oleh beban berat konstruksi bangunan
secara keseluruhan.
3. Setelah mengetahui tipe pondasi dan dimensinya, maka langkah
selanjutnya adalah menghitung daya dukung pondasi.
4. Untuk menghitung daya dukung bisa menggunakan 2 cara yaitu
dengan cara laboratorium dan cara lapangan. Merencanakan suatu
daya dukung tanah dan menentukan daya dukungnya dengan beban
kolom yang berbeda-beda, maka dilakukan dengan beberapa metode,
yaitu:

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

 Data Laboratorium, tetapi disini kita tidak menghitung


menggunakan cara laboratorium.
 Data Lapangan menggunakan metode Luciano Decourt dan
metode poulus. Dari perhitungan dengan menggunakan 2 metode
tersebut diperoleh bahwa 1 pile dari pondasi dapat menahan beban
yang ada di atas pondasi. Dengan kondisi tanah yang relatif lempung,
maka perencanaan pile lebih efisien jika digunakan 2 pile atau 4 pile.
Ukuran bore pile yang tersedia dilapangan berukuran diameter 30 cm,
40 cm, 50 cm, 60 cm, 70 cm, 70 cm, dan 80 cm. Ukuran pile yang
akan kita gunakan adalah diameter 50 cm karena diameter tersebut
merupakan diameter yang sering digunakan pada kategori proyek kelas
menengah seperti pembuatan bangunan gedung yang memiliki
maksimal bertingkat 5 lantai.
5. Setelah diketahui daya dukung ujung tiang dan selimut tiang maka
dicari daya dukung ultimit tiang tunggal.
6. Setelah itu mencari daya dukung ultimit ultimit tiang tunggal, maka
dicari Q izin. Setelah semua tahap dilakukan maka kita akan
mendapatkan dimensi pondasi yang efisien untuk digunakan.
7. Perhitungan jumlah tiang. Lalu menghitung Perhitungan efisiensi
kelompok tiang dengan menggunakan rumus yang akan dijelaskan di
bawah.
8. Perhitungan penurunan pondasi, yaitu penurunan segera dan
penurunan
9. Mengambil kesimpulan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan.

2.1.4. Jenis Pondasi Dalam yang Direncanakan


 Pondasi Tiang Pancang
Dalam pembahasan ini akan direncanakan design pondasi dalam yaitu
jenis pondasi tiang pancang dengan menyesuaikan diameter di pasaran

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

yaitu 30 cm, 35 cm, 40 cm, 45 cm, 50 cm, 60 cm, 80 cm, dan 100 cm
(sumber: Smartindo Cahaya Gemilang). Di mana akan dicoba satu
persatu dari diameter tersebut untuk mencari yang paling efisien.
Kemudian daya dukung tanah, dan penurunan tanah dari suatu gedung
bertingkat yang berada diatas tanah dasar yang memiliki muka air tanah
di permukaan dengan data beban aksial pada tiap kolom.

Alasan megapa dipilihnya pondasi tiang pancang yang akan digunakan


pada perencanaan pondasi dalam kali ini ialah sebagai berikut:
 Pondasi tiang pancang mampu menahan beban konstruksi dengan baik
dari permukaan tanah ke dalam melalui lapisannya.
 Bekerja seperti pondasi tapak yang mampu menahan gaya dorongan dari
dalam tanah dan dapat berguna menopang kaki-kaki bangunan agar
tidak terjadi guling.
 Tiang pancang mampu memadatkan endapan tanah tepi yang lapisan
kemampatannya tinggi.
 Mampung mengontrol getaran pada pondasi.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.1.5. Metode yang Digunakan untuk menghitung Daya Dukung Pondasi Dalam

Analisis daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan data N-SPT,


kondisi tanah yang akan dibangun gedung memiliki karakterisitik berbeda
setiap lapisan. Perhitungan daya dukung dan penurunan juga berbeda setiap
lapisannya disesuaikan dengan jenis tanah tersebut. Persamaan yang
digunakan dalam perencanaan ini adalah metode Luciano Decourt dan metode
Poulus.
Menghitung Daya Dukung Tanah Maksimum Pondasi (QL) Berdasarkan Data
Laboratorium

Qp+Qs
QL = FS
1. Metode Luciano Decourt

Menurut Fernando Schnaid (2009) daya dukung tiang pondasi dapat dicari
dengan menggunakan metode Luciano Decourt (1996), adapun rumus persamaan
sebagai berikut :

QL = Qp + Qs
= α (Np . K) . Ap + β (Ns / 3 + 1) . As

Dimana :

QL = Daya dukung tanah maximum pada pondasi


Qp = Tahanan ujung di dasar pondasi
Qs = Tahanan samping akibat lekatan lateral
Np = Harga rata – rata N-SPT yang telah dikoreksi
disekitar 4B di atas hingga 4B di bawah dasar

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

tiang pondasi
K = Koefisien karakteristik tanah
Ns = Harga rata – rata N-SPT yang telah dikoreksi
sepanjang tiang yang tertanam dengan batasan
3 < N < 50
As = Keliling x panjang tiang yang terbenam (luas
selimut tiang)
Ap = Luas penampang dasar tiang
α, β, K = Koefisien

Contoh penyelesaian:
Diketahui:
4B keatas dan 4B kebawah = 4 x 0,5 = 2 m
D = 0,5 meter β =1
a =1 Ap = 0,1159 m2
K = 120 As = 1,159 m2
Np = 7,6 Ns = 12,3
Maka,
QL = Qp + Qs

= a (Np x K)Ap + β ( Ns3 +1 ) x As


12,3
= 1 (7,6 x 120)0,1159 + 1 ( +1 ) 1,159 = 259,05 kN
3
Q L 259,05
Qijin = = =129,525 kN
SF 2
2. Metode Poulus

Daya dukung pondasi dapat dihitung dengan data N SPT yang ada
menggunakan persamaan berikut.

Q L=Q P +Q S

Q L= A b qb + A S f s

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

 q b=k . N
 f s=α + B . N '

Keterangan :

Q L=daya dukung tanah maksimal pada pondasi

Q P=tahanan ujungtanah maksimal pada pondasi

Q S =tahanan samping akibat lekatanlateral

N = N – SPT Ujung pile

N = N – SPT rerata

A S=keliling x panjang tiang yang terbenam(luas selimut tiang)

Ab = luas penampang dasar tiang.

α , β , k=koefisien

Contoh penyelesaian:
Diketahui:
D = 0,5 meter
N-SPT rerata =5
Ap = 0,1159 m2
K = 0,12
qb =KxN
= 0,12 x 5 = 0,6 MN/m2 = 0,6 x 1000 = 600 kN/m2
As = 15,7 m2
fs =a +( β.N) = 1 + (1 x 6) = 7
SF =2
Maka,
Qp = Ap x qb = 0,1159 x 600 = 69,54 kN

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Qs = As x fs = 15,7 x 7 = 94,2 kN
QL =Qp + Qs = 69,54 + 94,2 = 163,74 kN
Q L 163,74
Qijin = = =81,87 kN
SF 2

2.1.6. Efisiensi Tiang Pancang

a. Menentukan Qall pile


Qall yang digunakan adalah hasil perhitungan dengan menggunakan
data laboratorium yaitu :

Q L 1878.25
Qall = = =626.083 kN= 63.84 ton.
SF 3

b. Menentukan Jumlah Pile yang dibutuhkan


Dari hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa nilai daya dukung
1 pile sebesar 63.84 ton.. Jadi untuk menentukan jumlah pile yang dibutuhkan
dapat diketahui dengan membagi beban yang bekerja pada kolom oleh daya
dukung satu pile dikalikan efisiensi.
Perhitungan Efisiensi Grup Pile
Dalam menghitung efisiensi grup pile menggunakan metode Converse-
Labarre equation sebagai berikut :
η=1−¿

Contoh Penyelesaian:
Efisiensi grup pile 2x1
Diketahui :
D = 0,5 meter
n1 =1
n2 =2
dtiang = 3 x D = 3 x 0,5 = 1,5 meter

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

−1 D 0,5
θ = tan =tan−1 =18,43
d 1,5
Maka,
( 1−1 ) 2+ ( 2−1 ) 1
η=1−
[ 90 (1 )( 2 ) ]
18,43=0,8975

2.1.7. Penurunan Pondasi Dalam


a. Penurunan segera
Penurunan segera dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Bg
Sg =
√ D
Se

Contoh penyelesaian:
Penurunan tiang grup 4 pile
Diketahui :
Bg =2
D = 0,5 meter
Se = 0,05368 m (pada kedalaman 20 m/kedalaman efisiensi grup)
Maka,
2
Sg =
√ 0,5
0,05368=0,4634 m

b. Penurunan Primer (Penurunan Konsolidasi)


Penurunan akibat konsolidasi dapat dihitung menggunakan persamaan
berikut:
Cc H σ ' o +∆ σ ' o
ΔSc(i) = log[ ' ¿ ]¿
1+ e o σo
Contoh penyelesaian:

Diketahui

Lg = 2 (untuk 4 pile) Zi = 0,33333

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Bg = 2 (untuk 4 pile) σ’o = 76,60 kN/m2

Qg = 242043,1 kN Cc = 0,28

eo = 1,74 H =1m

Qg 242043,1
Δσ’o(1) = = = 429,091 kN/m2
( Lg + Z i ) ( B g + Z i ) ( 2+ 0,3333 ) ( 2+ 0,3333 )

( 0,28 ) (1 ) 76,60+ 429,091


ΔSc(i) = log[ ¿ ]=0,084385 m¿
1+1,74 76,60

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.2. Perhitungan Daya Dukung Pondasi Dalam Tunggal


Bab ini membahas mengenai perhitungan daya dukung menggunakan 2 metode
untuk mencari daya dukung yang dapat menahan beban yang diberikan gedung
dengan keadaan seperti di atas yaitu dengan metode Luciano Decort dan Poulus.
Untuk mencari nilai daya dukung yang memenuhi, dicoba beberapa ukuran diameter
pile sampai pada kedalaman 50m yaitu 30cm, 35cm, 40cm, 45cm, 50cm, 60cm,
80cm, dan 1m. Setelah pengecekan perhitungan di dapat pondasi pancang dapat
menahan beban yang diterima pada kedalaman 40m dengan lebar diameter 1m.
2.2.1. Data Perhitungan Lapangan ( N-SPT)

Seperti yang telah dijelaskan diatas untuk mencari Daya Dukung Ultimate
dapat digunakan pehitungan dua metode yaitu metode Luciano decourt dan metode
Poulos.

2.2.2. Metode Luciano Decourt

 Berikut salah satu perhitungan Daya Dukung Tiang Ultimate pada


kedalaman 40 meter dengan menggunakan Metode Luciano Decourt

L = 40 m

D =1m

α =1

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Np = 26,5

K =120 Kn/m2

Ap = 0,79 m2

β =1

Ns = 12,99

As = 125,6 m2

SF = 2,5

Qp = α (Np K)Ap

= 1 (26,5. 120 ) 0,79

= 2496,3 Kn

Qs = β (Ns/3+1)As

= 1 (12,99/3)+1) 125,6

=669,42 Kn

Untuk perhitungan hasil yang lebih lengkap dari kedalaman 0 s/d 50 meter
akan dicantumkan tabel dibawah ini dengan cara yang sama seperti contoh.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Soil Luciano Decourt


z NSpt α β K Np 3<N<50 Ns Qp Qs
m terkoreksi kN/m2 kN kN
0 0,00 1 1 120 1,00 3,00 14,44 94,2 0,00
2 1,00 1 1 120 1,50 3,00 14,04 141,3 35,66
4 2,00 1 1 120 1,75 3,00 13,66 164,85 69,73
6 3,00 1 1 120 2,00 3,00 13,30 188,4 102,36
8 1,00 1 1 120 3,00 3,00 12,97 282,6 133,70
10 2,00 1 1 120 3,00 3,00 12,66 282,6 163,87
12 6,00 1 1 120 5,25 6,00 12,45 494,55 194,11
14 3,00 1 1 120 6,50 3,00 12,18 612,3 222,39
16 10,00 1 1 120 6,50 10,00 12,11 612,3 253,11
18 7,00 1 1 120 9,75 7,00 11,97 918,45 282,08
20 6,00 1 1 120 10,25 6,00 11,81 965,55 310,04
22 16,00 1 1 120 12,88 16,00 11,92 1212,825 343,58
24 12,00 1 1 120 14,13 12,00 11,92 1330,575 374,87
26 17,50 1 1 120 14,13 17,50 12,06 1330,575 409,90
28 11,00 1 1 120 15,13 11,00 12,04 1424,775 440,67
30 16,00 1 1 120 14,88 16,00 12,13 1401,225 475,11
32 16,00 1 1 120 16,50 16,00 12,22 1554,3 509,80
34 16,50 1 1 120 17,63 16,50 12,32 1660,275 545,12
36 17,50 1 1 120 21,25 17,50 12,43 2001,75 581,53
38 20,50 1 1 120 24,88 20,50 12,61 2343,225 620,81
40 30,50 1 1 120 26,50 30,50 12,99 2496,3 669,42
42 31,00 1 1 120 30,00 31,00 13,36 2826 719,39
44 24,00 1 1 120 31,63 24,00 13,58 2979,075 763,64
46 34,50 1 1 120 33,13 34,50 14,00 3120,375 818,49
48 37,00 1 1 120 36,17 37,00 14,45 3406,9 876,74
50 37,00 1 1 120 37,00 37,00 14,88 3485,4 935,96

2.2.3. Data Perhitungan Metode Poulos


 Berikut salah satu perhitungan Daya Dukung Tiang Ultimate pada
kedalaman 40 meter menggunakan metode Poulos.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Pada Kedalaman 40 meter

α =1

β =1

K = 0,2

QP = AP. K . nspt . 1000

=0.79 x 0.2 x 30,5 x 1000

= 4788,5 kN

Qs = As x SF

= (3,14 x d x L )x (α + βN’)

= (3,14 x 1 x 40) x (1 + 1 x 30,5)

= 3105,774 kN

Qult = QP + QS

= 4,7885 + 3105,774

= 3110,562 kN

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Untuk perhitungan hasil yang lebih lengkap dari kedalaman 0 s/d 50


meter kami cantumkan tabel dibawah ini dengan cara yang sama seperti
contoh pehitungan diatas.

Soil Poulos
z NSpt K α β Qp Qs
m terkoreksi kN kN
0 0,00 0,2 1 1 0 0
2 1,00 0,2 1 1 157 9,8596
4 2,00 0,2 1 1 314 29,5788
6 3,00 0,2 1 1 471 59,1576
8 1,00 0,2 1 1 157 39,4384
10 2,00 0,2 1 1 314 73,947
12 6,00 0,2 1 1 942 207,0516
14 3,00 0,2 1 1 471 138,0344
16 10,00 0,2 1 1 1570 433,8224
18 7,00 0,2 1 1 1099 354,9456
20 6,00 0,2 1 1 942 345,086
22 16,00 0,2 1 1 2512 921,8726
24 12,00 0,2 1 1 1884 769,0488
26 17,50 0,2 1 1 2747,5 1185,617
28 11,00 0,2 1 1 1727 828,2064
30 16,00 0,2 1 1 2512 1257,099
32 16,00 0,2 1 1 2512 1340,906
34 16,50 0,2 1 1 2590,5 1466,616
36 17,50 0,2 1 1 2747,5 1641,623
38 20,50 0,2 1 1 3218,5 2013,823
40 30,50 0,2 1 1 4788,5 3105,774
42 31,00 0,2 1 1 4867 3312,826
44 24,00 0,2 1 1 3768 2711,39
46 34,50 0,2 1 1 5416,5 4025,182
48 37,00 0,2 1 1 5809 4495,978
50 37,00 0,2 1 1 5809 4683,31

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Setelah melakuakan analisis perhitungan menggunakan 2 ( dua )


meteode kita menemukan hasil Qs dan Qp. Dari hasil kedua metode kita bisa
menghitung Qall dengan merata rata nilai Qs dan Qp di setiap kedalaman.
Untuk lebih jelasnya kami akan membuat contoh perhitungan Qall pada
kedalaman 40 m dengan diameter 1.

Diketahui :

Metode Luciano Decourt ( kedalaman 40 )

Qp = 2496,3 Kn

Qs = 669,42 Kn

Metode Poulos ( kedalaman 40 m)

Qp = 4788,5 Kn

Qs = 3105,774 Kn

SF = 2,5

Untuk mencari Qall langkah pertama menjumlahkan Qs dan Qp di tiap


metode setelah di rata-rata

Qp (rata rata) =( 2496,3 + 4788,5) / 2

= 3642,4 Kn

Qs (rata rata) = (669,42 + 3105,774) / 2

= 1887,598 Kn

QI = Qp (rata rata) + Qs (rata rata)


= 3642,4 + 1887,598
= 5529,998 Kn

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

= 563,8939 Ton

Qijin = QI / SF
= 563,8939 / 2,5
= 225,5575 Ton

Untuk perhitungan hasil yang lebih lengkap dari kedalaman 0 s/d 50


meter kami cantumkan tabel dibawah ini dengan cara yang sama seperti
contoh pehitungan diatas.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Result
z Qp Qs Ql Ql Qijin
m kN kN kN ton ton
0 47,1 0 47,1 4,802787 1,921115
2 149,15 22,76051 171,9105 17,52972 7,011886
4 239,425 49,65423 289,0792 29,47741 11,79096
6 329,7 80,7608 410,4608 41,85469 16,74188
8 219,8 86,57081 306,3708 31,24063 12,49625
10 298,3 118,9079 417,2079 42,54269 17,01707
12 718,275 200,5803 918,8553 93,69568 37,47827
14 541,65 180,2101 721,8601 73,60808 29,44323
16 1091,15 343,4682 1434,618 146,288 58,51521
18 1008,725 318,5111 1327,236 135,3383 54,13531
20 953,775 327,5628 1281,338 130,658 52,26321
22 1862,413 632,7274 2495,14 254,4294 101,7718
24 1607,288 571,9582 2179,246 222,2177 88,88708
26 2039,038 797,7589 2836,796 289,2681 115,7073
28 1575,888 634,4393 2210,327 225,387 90,15481
30 1956,613 866,1055 2822,718 287,8325 115,133
32 2033,15 925,3526 2958,503 301,6785 120,6714
34 2125,388 1005,869 3131,257 319,2943 127,7177
36 2374,625 1111,576 3486,201 355,4879 142,1952
38 2780,863 1317,317 4098,179 417,8913 167,1565
40 3642,4 1887,598 5529,998 563,8939 225,5575
42 3846,5 2016,106 5862,606 597,81 239,124
44 3373,538 1737,515 5111,052 521,174 208,4696
46 4268,438 2421,838 6690,275 682,2073 272,8829
48 4607,95 2686,357 7294,307 743,8005 297,5202
50 4647,2 2809,636 7456,836 760,3735 304,1494

2.2.4. Kesimpulan
Jadi dari tabel di atas dapat memilih daya dukung yang memenuhi
PU , PU yang digunakan adalah 208,2729 ton , pada tabel diatas untuk
menganalisis Qijin yang memenuhi Pu ternyata pada kedalaman 40 m dengan
diameter 1 m dengan Qijin sebesar 225,5575 dimana nilai tersebut sudah

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

memenuhi dan efektif mendekati nilai Pu yang dimiliki. Berdasarkan data di


pasaran diameter yang digunakan umumnya berkisar antara 30 cm hingga 80
cm ,akan tetapi tidak ada daya dukung yang memeuhi pada pembangunan ini.
Sehingga, digunakan pondasi dengan diameter sebesar 100 cm agar
didapatkan Qizin yang memenuhi pada diameter tersebut pada kedalaman
40m.

2.3. Analisa Daya Dukung Pondasi Group


2.3.1. Daya Dukung Tiang Grup
Kapasitas daya dukung tiang pancang kelompok dihitung berdasarkan
faktor efisiensi. Apabila pada suatu pondasi harus digunakan beberapa tiang

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

yang tersusun dalam suatu group, maka daya dukung yang diperoleh pada tiang
group tersebut akan berbeda dengan daya dukung pondasi tiang tunggal. Hal
tersebut dikarenakan faktor penyebaran tegangan disekeliling tiang - tiang
didalam tanah yang saling tumpang tindih, yang pada akhirnya akan mengalami
pengurangan daya dukung pondasi.

Gambar sketsa terjadinya tumpang tindih penyebaran tekanan.


Jarak minimum agar tidak terjadi tumpang tindih adalah 2,5 D, namun
biasanya digunakan 3D – 3,5D. Hal tersebut biasanya di kenal dengan goup
action. Apabila masih terjadi tumpang tindih, maka efisiensi daya dukung
beban grup tiang pancang dapat dirumuskan sebagai berikut:
Qg(u)
η=
∑Qu

Dimana:
η = Efisiensi Group
Qg (u) = Daya dukung beban Ultimit dari pondasi tiang group
Qu = Daya dukung beban Ultimit dari tiap tiang

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

(Sumber: Purnama Putra,[Link] Dukung Pndasi Grup Tiang


Pancang.)

Berdasarkan dari jarak tiang didalam group, tiang bekerja dalam dua
arah yakni:
1. Dalam satu rangkaian (group) Lg x Bg x L.
fav pg L = Qg(u)
dimana:
pg : nilai dari bagian melintang pada blok
: 2(n1 + n2 – 2)d + 4D
fav : rata-rata dari gaya gesekan.
2. Individual
Qu = pLfav
Dimana:
p : nilai dari bagian melintang pada setiap pondasi.

Nilai Lg : (n1-1)d + 2(D/2)


Nilai Bg : (n2-1)d + 2(D/2)
Sehingga, apabila di masukkan kedalam perumusan dapat dilihat pada
persamaan berikut:

Qg(u) f av [ 2 ( n1+ n2−2 ) d + 4 D ] L


η= =
∑Qu n1 n 2 pL f av

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2 ( n1+ n2−2 ) d + 4 D
=
p n1 n2
Maka,
Qg(u) = ¿
Apabila jarak spasi dari tengah ke tengah tiang cukup panjang, maka tiang akan
berperilaku seperti tiang individual, sehingga: η ≥ 1
Qg(u) = ∑Qu
Jika η <1, maka:
Qg(u) =η ∑Qu
(Sumber: Purnama Putra,[Link] Dukung Pndasi Grup Tiang Pancang.)

Beberapa persamaan efisisien group lainnya dapat dilihat pada persamaan


berikut:
a. Converse-Labarre equation
η=1−¿

Dimana : θ=tan
−1
( Dd )
b. Los Angeles Group Action equation
D
η=1− n ( n −1 ) +n2 ( n1−1 ) + √ 2 ( n1 −1 )( n2−1 ) ]
πd n1 n2 [ 1 2
c. Seiler-Keeney equation

11 d n1+ n1−2 0,3


{[
η= 1−
7 ( d 2−1 ) ][ n1+ n2−1]}
+
n1 n2

Dimana, d dalam bentuk ft


(Sumber: Purnama Putra,[Link] Dukung Pndasi Grup Tiang Pancang.)
2.3.2. Perhitungan Daya Dukung Tiang Grup
Dalam perhitungan daya dukung pondasi tiang grup ini kita
menggunakan persamaan metode Converse-Labarre Equation sebagai
berikut :

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

η=1−¿

Dimana : θ=tan
−1
( Dd )
Contoh Penyelesaian:
Efisiensi grup pile 2x1
Diketahui :
D = 0,6 meter
n1 =1
n2 =2
dtiang = 3 x D = 3 x 0,6 = 1,8 meter
Q ijin pancang = 83.85146486 ton

−1 D 0,5
θ = tan =tan−1 =18,43
d 1,5

( 1−1 ) 2+ ( 2−1 ) 1
Maka, η=1− [ 90 (1 )( 2 ) ] 18,43=0,8976

Q ijin pilecap dengan 2 pancang = Q.η.N


= 83.85146486.0,8975.2
= 150.5274024 ton.
Untuk mendapat hasil paling efisien, dilakukan 2 percobaan yang
melibatkan lebar dan kedalaman pancang. Dimana pada lebar dimensi
pancang D= 0.6m dipancang pada kedalaman 40m dan dan pada lebar
dimensi pancang D= 0.8m dipancang pada kedalaman 34m. Selain itu
diperkirakan juga kebutuhan pancang di setiap pilecab per kolomnya agar
dapat memenuhi daya yang diberikan.

2.3.3. Hasil Perhitungan Kebutuhan Jumlah Pile

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

1. Pondasi Tiang Grup dengan D= 0.6 m


Diketahui sebagai berikut:

Data
kgf=ton 0.0009842
D (m) 0.6
d (m) 1.8
Qijin (ton) 83.85146486
Data Perhitungan untuk 2 dan 4 pile:
Kedalaman (m) (dipilih) 40
Desain untuk 2 Pile Desain untuk 4 Pile
N pile 2 N pile 4
n1 1 n1 2
n2 2 n2 2
θ 18.43494882 θ 18.43494882
η 0.897583618 η 0.795167235
Qijin (ton) 150.5274024 Qijin (ton) 266.70375

Hasil perhitungan kebutuhan pile yang diperlukan:

Contoh perhitungan menggunakan 2 Pile Dengan nomor kolom A-1

P < η∗n∗Qall

81.6635 ton < 0.8976∗2∗83.85146486

81.6635 ton < 150.5274 ton ( OK )

Untuk lebih lengkapnya Kontrol daya dukung Group Pile dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Desain Racangan Pondasi Dalam Grup (GEDUNG D)


Penomoran Kolom Pu (kgf) Pu (ton) Jumlah Kebutuhan Pile
A-1 82974.52 81.66352 2 Pile
A-2 114704.21 112.8919 2 Pile
A-3 95417.22 93.90963 2 Pile
A-4 122818.16 120.8776 2 Pile
A-5 108335.39 106.6237 2 Pile
A-6 111010 109.256 2 Pile
A-7 82974.93 81.66393 2 Pile
B-1 130038.79 127.9842 2 Pile
B-2 174536.91 171.7792 4 Pile
B-3 133997.56 131.8804 2 Pile
B-4 184862.05 181.9412 4 Pile
B-5 168059.8 165.4045 4 Pile
B-6 170749.04 168.0512 4 Pile
B-7 129852.59 127.8009 2 Pile
C-1 111866.14 110.0987 2 Pile
C-2 162358.44 159.7932 4 Pile
C-3 113229.38 111.4404 2 Pile
C-4 168973.87 166.3041 4 Pile
C-5 161257.53 158.7097 4 Pile
C-6 161067.1 158.5222 4 Pile
C-7 110676.46 108.9278 2 Pile
D-1 66834.21 65.77823 2 Pile
D-2 101543.68 99.93929 2 Pile
D-3 97462.48 95.92257 2 Pile
D-4 211616.61 208.2731 4 Pile
D-5 206182.72 202.925 4 Pile
D-6 206522.09 203.259 4 Pile
D-7 140806.98 138.5822 2 Pile
E-1 3632.06 3.574673 2 Pile
E-2 8294.13 8.163083 2 Pile
E-3 43269.14 42.58549 2 Pile
E-4 112073.36 110.3026 2 Pile
E-5 105122.88 103.4619 2 Pile
E-6 105251.59 103.5886 2 Pile
E-7 67542.02 66.47486 2 Pile
jumlah 78 pile

2. Pondasi Tiang Grup dengan D= 0.8 m


Diketahui sebagai berikut:

Data
kgf=ton 0.0009842

D (m) 0.8

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

d (m) 2.4

Qijin (ton) 80.18746457

Kedalaman (m) (dipilih) 34


Data Perhitungan untuk 2 dan 4 pile:

Desain untuk 2 Pile Desain untuk 4 Pile


N pile 2 N pile 4
n1 1 n1 2
n2 2 n2 2
θ 18.43494882 θ 18.43494882
η 0.897583618 η 0.795167235
Qijin (ton) 143.9499091 Qijin (ton) 255.049778

Hasil perhitungan kebutuhan pile yang diperlukan:

Contoh perhitungan menggunakan 2 Pile Dengan nomor kolom B-1

P < η∗n∗Qall

112.892 ton < 0.8976∗2∗80.18746457

112.892 ton < 143.9499091 ton ( OK )

Untuk lebih lengkapnya Kontrol daya dukung Group Pile dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Desain Racangan Pondasi Dalam Grup (GEDUNG D)


Penomoran Kolom Pu (kgf) Pu (ton) Jumlah Kebutuhan Pile
A-1 82974.52 81.66352 2 Pile
A-2 114704.21 112.8919 2 Pile
A-3 95417.22 93.90963 2 Pile
A-4 122818.16 120.8776 2 Pile
A-5 108335.39 106.6237 2 Pile
A-6 111010 109.256 2 Pile
A-7 82974.93 81.66393 2 Pile
B-1 130038.79 127.9842 2 Pile
B-2 174536.91 171.7792 4 Pile
B-3 133997.56 131.8804 2 Pile
B-4 184862.05 181.9412 4 Pile
B-5 168059.8 165.4045 4 Pile
B-6 170749.04 168.0512 4 Pile
B-7 129852.59 127.8009 2 Pile
C-1 111866.14 110.0987 2 Pile
C-2 162358.44 159.7932 4 Pile
C-3 113229.38 111.4404 2 Pile
C-4 168973.87 166.3041 4 Pile
C-5 161257.53 158.7097 4 Pile
C-6 161067.1 158.5222 4 Pile
C-7 110676.46 108.9278 2 Pile
D-1 66834.21 65.77823 2 Pile
D-2 101543.68 99.93929 2 Pile
D-3 97462.48 95.92257 2 Pile
D-4 211616.61 208.2731 4 Pile
D-5 206182.72 202.925 4 Pile
D-6 206522.09 203.259 4 Pile
D-7 140806.98 138.5822 2 Pile
E-1 3632.06 3.574673 2 Pile
E-2 8294.13 8.163083 2 Pile
E-3 43269.14 42.58549 2 Pile
E-4 112073.36 110.3026 2 Pile
E-5 105122.88 103.4619 2 Pile
E-6 105251.59 103.5886 2 Pile
E-7 67542.02 66.47486 2 Pile
jumlah 92 pile

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.3.4. Menentukan Panjang dan Lebar Pile Cap


1. Diketahui untuk pile cap dengan diameter 0.6 m
2 pile 4 PILE
L 0.6 L 2.4
B 2.4 B 2.4

( D2 )
Lg (panjang) = (n1 – 1)d + 2

D
Bg (lebar) = (n – 1 )d + 2( )
2
2
2. Diketahui untuk pile cap dengan diameter 0.8 m
2 pile 4 PILE
L 0.8 L 3.2
B 3.2 B 3.2

( D2 )
Lg (panjang) = (n1 – 1)d + 2

D
Bg (lebar) = (n – 1 )d + 2( )
2
2

Rencana Group Pile yang digunakan dalam perencanaan pondasi


dalam menggunakan 2 Pile dan 4 Pile seperti pada gambar dibawah ini :

Diameter 0.6 m

Gambar 3.2 Rencana Group Pile 2 x 2

Gambar 3.1 Rencana Group Pile 2 x 1

Diameter 0.8 m

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Gambar 3.2 Rencana Group Pile 2 x 2

Gambar 3.1 Rencana Group Pile 2 x 1

2.3.5. Kesimpulan

Kesimpulan sementara dari perhitungan menggunakan 2 tipe dimensi


pondasi di atas, di dapat penggunaan pondasi pilecab dengan pancang
berdiameter 0,6m lebih efisien dari pada penggunaan pondasi pilecab dengan
pancang berdiameter 0,8m. Karena kebutuhan jumlah pile diameter 0.6 m
lebih sedikit dari pada diameter 0.8 m yang kemungkinan harga yang akan
didapatkan pun lebih murah, selain itu dari hasil perhitungan pile cap di atas
pun lebih efisien digunakan diameter 0.6 m karena pada diameter 0.6 m tidak
terjadi tabrakan pada pile cap 2 pile berdimensi 0.6 x 2.4 dan 4 pile
berdimensi 6 x 2.4 karena pada denah jarak kolom yang paling dekat adalah 3
m.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

2.4. Kontrol Geser Pondasi Dalam


 Mengontrol Kuat Geser 1 Arah Kerusakan akibat gaya geser 1
arah terjadi pada keadaan dimana mula-mula terjadi retak miring
pada daerah beton tarik (seperti creep), akibat distribusi beban
vertikal dari kolom (Pu kolom) yang diteruskan ke pondasi
sehingga menyebabkan bagian dasar pondasi mengalami
tegangan. Akibat tegangan ini, tanah memberikan respon berupa
gaya reaksi vertikal ke atas (gaya geser) sebagai akibat dari
adanya gaya aksi tersebut. Kombinasi beban vertikal Pu kolom
(ke bawah) dan gaya geser tekanan tanah ke atas berlangsung
sedemikian rupa hingga sedikit demi sedikit membuat retak
miring tadi semakin menjalar keatas dan membuat daerah beton
tekan semakin mengecil. Dengan semakin mengecilnya daerah
beton tekan ini, maka mengakibatkan beton tidak mampu
menahan beban geser tanah yang mendorong ke atas, akibatnya
beton tekan akan mengalami keruntuhan. Kerusakan pondasi
yang diakibatkan oleh gaya geser 1 arah ini biasanya terjadi jika
nilai perbandingan antara nilai a dan nilai d cukup kecil, dan
karena mutu beton yang digunakan juga kurang baik, sehingga
mengurangi kemampuan beton dalam menahan beban tekan.
Menetapkan ukuran agregat maksimum sesuai dengan
persyaratan berdasarkan dimensi penampang dan jarak tulangan.
 Mengontrol Kuat Geser 2 Arah (Punching Shear) Kuat geser 2
arah atau biasa disebut juga dengan geser pons, dimana akibat
gaya geser ini pondasi mengalami kerusakan di sekeliling kolom
dengan jarak kurang lebih d/2.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

 Menghitung Tulangan Pondasi Beban yang bekerja pada pondasi


adalah beban dari reaksi tegangan tanah yang bergerak vertikal
ke atas akibat adanya gaya aksi vertikal kebawah (Pu) yang
disalurkan oleh kolom. Tulangan pondasi dihitung berdasarkan
momen maksimal yang terjadi pada pondasi dengan asumsi
bahwa pondasi dianggap pelat yang terjepit dibagian tepi- tepi
kolom. Menurut SNI 03-2847-2002, tulangan pondasi telapak
berbentuk bujur sangkar harus disebar merata pada seluruh lebar
pondasi. Pada Analisa perhitungan kontrol geser ini untuk tiap 2
pile dan 4 pile.

2.4.1. Data Perencanaan Poer

Data Perencanaan Poer:


Pu = 84 kgf
    0.082526612 ton
    kN=ton 0.10197
    kgf=ton 0.0009842
D-tulangan = 32 mm
Sb = 75 mm
ds = 91.0 mm
h = 1400 mm
d = 1309.000 mm
Vu (sama dengan Pu) = 0.083 ton
kolom interior = 500 mm
Kuat tekan beton (normal) = 50 Mpa
bo (Keliling Penampang kritis) = 7236 mm
D (diameter pile) = 600 mm
bo (Akibat Pancang) = 11988.52 mm
λ (untuk beton normal) = 1  
as = 40  
b (lebar cap) = 3000 mm

Ditentukan diameter tulangan 32 mm

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

ditentukan ukuran selimut beton 75 mm

 Ds = sb+ (D tulangan / 2)
= 75 + ( 32/2)
= 91 mm

 D = h – ds
= 1400 – 91
= 1309 mm

 bo (keliling penampang kritis) = (kolom interior + d) x 4

= (500 + 1039 ) x 4

= 11988.52 mm

Desain rancangan pondasi dalam group (GEDUNG B)

Desain Racangan Pondasi Dalam Grup (GEDUNG D)


Penomoran Kolom Vu (kgf) Vu (ton) Mu (kgf.m) Mu (ton.m)
A-1 -2328.67 -2.29187701 -2324.64 -2.28791069
A-2 1370.95 1.34928899 1305.87 1.285237254
A-3 -314.4 -0.30943248 -328.75 -0.32355575
A-4 -4293.91 -4.22606622 -1128.42 -1.11059096
A-5 1488.65 1.46512933 1461.44 1.438349248
A-6 -1498.77 -1.47508943 -1439.8 -1.41705116
A-7 2332.43 2.29557761 2318.53 2.281897226
B-1 -3472.73 -3.41786087 -3453.93 -3.39935791
B-2 2248.33 2.21280639 2159.19 2.125074798
B-3 -430.68 -0.42387526 -441.41 -0.43443572
B-4 -1920.32 -1.88997894 -1880.77 -1.85105383
B-5 2424.27 2.38596653 2387.9 2.35017118
B-6 -2389.18 -2.35143096 1295.1 1.27463742
B-7 3504.07 3.44870569 3491.4 3.43623588
C-1 -3090.83 -3.04199489 -3077.02 -3.02840308
C-2 1992.1 1.96062482 1910.03 1.879851526
C-3 -335.25 -0.32995305 -349.12 -0.3436039

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

C-4 -1701.29 -1.67440962 -1670.05 -1.64366321


C-5 2071.04 2.03831757 2036.87 2.004687454
C-6 -2019.48 -1.98757222 -1936.6 -1.90600172
C-7 3051.04 3.00283357 3037.01 2.989025242
D-1 -1792.16 -1.76384387 -1827.65 -1.79877313
D-2 953.81 0.9387398 865.53 0.851854626
D-3 -399.65 -0.39333553 -448.94 -0.44184675
D-4 -2759.22 -2.71562432 -2736.91 -2.69366682
D-5 2840.4 2.79552168 2762.37 2.718724554
D-6 -2857.52 -2.81237118 -2772.72 -2.72891102
D-7 4168.26 4.10240149 4118.27 4.053201334
E-1 -97.7 -0.09615634 -151.55 -0.14915551
E-2 -106.95 -0.10526019 -161.59 -0.15903688
E-3 -619.13 -0.60934775 -659.88 -0.6494539
E-4 -1059.6 -1.04285832 -1079.77 -1.06270963
E-5 1193.73 1.17486907 1138.77 1.120777434
E-6 -1264.73 -1.24474727 -1247.12 -1.2274155
E-7 1964.18 1.93314596 1921.31 1.890953302
max   4.10240149 -3453.93 4.053201334

 Dari data tersebut vu maksimal sebesar 4.10240149 T


 Dan Mu maksimal sebesar 4.053201334 T

 Dari data Daya dukung pile grup yang telah kami hitung sebelumnya kami
memeroleh hasil sebesar : V max 2 pile = 138.5822297 ton

Q izin (pa) = 83.85146486 ton

Sehingga

 Perhitungan Akibat Pancang (2 pile)


Pv max = (v x np) + (my. x max / Σx2)
= (138.5822297 x 2) + (3.399357906 x 0.9/ 1.62)
= 71.17964703
Pv min = (v x np) - (my. x max / Σx2)
= (138.5822297x 2) - (3.399357906 x 0.9/ 1.62)

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

= 67.40258269
Data tersebut memenuhi karena pv < pa
Berikut tabel perhituangan di atas

Perhitungan Akibat Pancang (2 Pile)


to
V= 138.5822297
n
to
Pa = 83.85146486
n
to
Mx = 4.053201334
n
to
My = 3.399357906
n
np = 2  
Xmax = 0.9 m
Y max = 0 m
Σx2 = 1.62 m2
Σy2 = 0 m2
PV max = 71.17964703 OK
Pv min = 67.40258269 OK

 Kekuatan geser 1 arah


Vc = 0,17 λ√f'c b d
= 0,17 x 1 x √ 50 x 3000 x 1309
= 4720574.16 N

= 4720.57416 kN

 Kekuatan geser 2 arah


Kekuatan Geser 2 Arah
V
(persamaan 1) 34158074.6 N
c
0,17 (1+2/ß)λ√f'c bo d
k
    34158.0746
N
V
(persamaan 2) 51343704.4 N
c
0,083 (as.d/bo+2)λ√f'c bo d
k
    51343.7044
N
(persamaan 3) V 0,33 λ√f'c bo d 22102283.6 N

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

c
k
    22102.2836
N
k
DIAMBIL Vc terkecil 22102.2836
N

Diambil vc terkecil yaitu 22102.2836 kN


 Kekuatan Geser Akibat Pancang (2 pile)
Kekuatan Geser Akibat Pancang (2 pile)
V
(persamaan 1) 56592697.7 N
c
0,17 (1+2/ß)λ√f'c bo d
k
    56592.6977
N
V
(persamaan 2) 58645954.2 N
c
0,083 (as.d/bo+2)λ√f'c bo d
k
    58645.9542
N
V
(persamaan 3) 36618804.4 N
c
0,33 λ√f'c bo d
k
    36618.8044
N
k
DIAMBIL Vc terkecil 36618.8044
N

Diambilvc terkecil yaitu 36618.8044 kN


 Dari data Daya dukung pile grup yang telah kami hitung sebelumnya kami
memeroleh hasil sebesar : V max 4 pile = 208.2730676 ton

Q izin (pa) = 83.85146486 ton

 Perhitungan Akibat Pancang (4 pile)


Pv max = (v x np) + (my. x max / Σx2)
= (208.2730676 x 4) + (3.399357906 x 0.9/ 3.24)
= 54.13842223
Pv min = (v x np) - (my. x max / Σx2)
= (208.2730676x 4) - (3.399357906 x 0.9/ 3.24)

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

= 49.99811155

Data tersebut memenuhi karena pv < pa


Berikut tabel perhituangan di atas

Perhitungan Akibat Pancang (4 Pile)


V= 208.2730676 ton
Pa = 83.85146486 ton
Mx = 4.053201334 ton
My = 3.399357906 ton
np = 4  
Xmax = 0.9 m
Y max = 0.9 m
Σx2 = 3.24 m2
Σy2 = 3.24 m2
PV max = 54.13842223 OK
Pv min = 49.99811155 OK
 Kekuatan geser 1 arah
Vc = 0,17 λ√f'c b d
= 0,17 x 1 x √ 50 x 3000 x 1309
= 4720574.16 N

= 4720.57416 kN

 Kekuatan Geser Akibat Pancang (4pile)


Kekuatan Geser Akibat Pancang (4 pile)
V
(persamaan 1) 56592697.7 N
c
0,17 (1+2/ß)λ√f'c bo d
k
    56592.6977
N
V
(persamaan 2) 58645954.2 N
c
0,083 (as.d/bo+2)λ√f'c bo d
k
    58645.9542
N
V
(persamaan 3) 36618804.4 N
c
0,33 λ√f'c bo d
k
    36618.8044
N

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

k
DIAMBIL Vc terkecil 36618.8044
N

Diambil vc terkecil yaitu 36618.8044 kN

Kontrol geser pada tiang grup (2 pile)


❖ Tegangan Geser 1 Arah - Akibat Kolom Tiang harus mampu menyebarkan beban
dari kolom ke pondasi, sehingga perlu dilakukan kontrol geser pada tiang untuk
memastikan bahwa kontrol geser nominal beton harus lebih besar dibandingkan
kekuatan geser tiang yang terjadi. Adapun persamaan untuk menghitung tegangan
terkecil yang dapat ditahan oleh tiang (Vc) sebagai berikut :
 Tegangan geser 1 Arah
Vc = 0,17 (1 + 𝛽2𝑐) 𝜆√𝑓𝑐′ 𝑥 𝑏𝑜 𝑥 𝑑
Vc = 0,083 (𝑎𝑜𝑏𝑜𝑥 𝑑 + 2) 𝜆√𝑓𝑐′ 𝑥 𝑏𝑜 𝑥 𝑑
Vc = 0,33𝜆√𝑓𝑐′ 𝑥 𝑏𝑜 𝑥 𝑑
Contoh penyelesaian
Diketahui :
1. Kolom interior = 500 x 500 mm
2. βc = 500/500 = 1
3. Tebal (H) = 1400 mm
4. D-tul = 32
5. Sb = 75 mm
6. dx = 1309 mm
7. f’c = 50 Mpa
8. D = 600 mm
Keliling penampang kritis (bo) :
bo = 2 x 3,14 x (dx+D)
= 2 x 3,14 x (1309 + 600)
= 11988.52 mm

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

as = 40 (kolom interior)
Sehingga,
Vc = 0,17 𝜆√𝑓′𝑐 𝑏 𝑑 = 4720.574 kN

ϕVc = 0,75 x Vc x 0.10197 = 361.018 ton


Kontrol : ϕVc (361.018 ton) > Pu kolom (83.85146486) ton)
Sehingga konstruksi pondasi aman tegangan geser 1 arah.
 Akibat Pancang
1. βc = 500/500 = 1
2. Tebal (H) = 1400 mm
3. D-tul = 32 mm
4. Sb = 75 mm
5. dx = 1309 mm
6. f’c = 50 Mpa
7. D = 600 mm
Keliling penampan kritis (bo) :
8. bo = 2 x 3,14 x (dx+D )
= 2 x 3,14 x ( 1309 + 600 )
= 11988.52 mm
9. as = 40 (untuk kolom interior)
Maka :
1. Vc = 0,17 (1 + 2/1) 1√50 𝑥 7236 𝑥 600 = 34158.0746 𝑘𝑁

2. Vc = 0,083 ((40 𝑥 1309)/ + 2) 1√50 𝑥 11988.52 𝑥 600 =


51343.7044 kN

3. Vc = 0,33(1)√50 𝑥 11988.52 𝑥 600 = 22102.2836 𝑘𝑁


Tabel perhitungan Vc
Kekuatan Geser 2 Arah
(persamaan 1) V 0,17 (1+2/ß)λ√f'c bo d 34158074.6 N

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

c
k
    34158.0746
N
V
(persamaan 2) 51343704.4 N
c
0,083 (as.d/bo+2)λ√f'c bo d
k
    51343.7044
N
V
(persamaan 3) 22102283.6 N
c
0,33 λ√f'c bo d
k
    22102.2836
N
k
DIAMBIL Vc terkecil 22102.2836
N

Diambil Vc terkecil yaitu 22102.2836 kN


Maka
ϕVc = 0,75 x Vc x Pu (Kn=ton) = 0,75 x 36618.8 x 0,13124 =
2800.51 ton
Kontrol : ϕVc (2800.51 ton) > Pu kolom (83.85146486 ton).
Sehingga konstruksi pondasi pancang aman

 Tegang Geser 2 Arah


Kekuatan Geser Akibat Pancang (2 pile)
V
(persamaan 1) 56592697.7 N
c
0,17 (1+2/ß)λ√f'c bo d
k
    56592.6977
N
V
(persamaan 2) 58645954.2 N
c
0,083 (as.d/bo+2)λ√f'c bo d
k
    58645.9542
N
V
(persamaan 3) 36618804.4 N
c
0,33 λ√f'c bo d
k
    36618.8044
N
k
DIAMBIL Vc terkecil 36618.8044
N

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Diambil Vc terkecil yaitu 36618.8044 kN


ϕVc = 0,75 x Vc = 0,75 x 4720.57 = 361.018 ton
Kontrol : ϕVc (361.018 ton) > Pu tiang (83.85146486ton)

2.5 Penurunan Pondasi Tiang Pancang


[Link]. Penurunan Segera
Penurunan tiang tunggal pada kedalaman 40 m
 Penurunan Segera

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Total penurunan segera pondasi tiang tunggal dapat dihitung dengan


menggunakan persamaan berikut :
1. Apabila tiang diasumsikan elastis, maka perhitungan penurunan elastis
tiang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
(Qwp+ ξQws)
Se(1) = L
Ap Ep
Diketahui:
L = 40 m (Kedalaman daya dukung ijin yang memenuhi)
D =1m

Qwp = 3642.4 kN

Qws = 1887.597638 kN

1
Ap = π D2 = 0,79 m2
4
Ep = 20000000 kN/m2
ξ = 0,67
Maka,

3642.4+ ( 0,67 x 1887.597638 ) )


Se(1) = (( ( 0 , 79 ) ( 20000000 ) )
40=¿0.012502141 m

2. Penurunan segera yang terjadi pada ujung tiang dapat dirumuskan


sebagai berikut:
Q℘ .C
Se(2) = p

D. q p
Diketahui:
Qwp = 3642.4 kN
Cp = 0.02-0.03 untuk tanah lempung dan untuk jenis tiang pancang
D=1m
qp = 5529.997638

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Maka,
Q℘ .C 3642.4 . 0.02
Se(2) = =p
=0.013173243 m
D. q p 1. 5529.997638
3. Penurunan segera yang terjadi pada sekeliling tiang dapat dirumuskan
kedalam persamaan berikut:
Qws.C
Se(3) = s

L. q p
Diketahui:
Qws = 1887.597638 kN
Cs = (0.93+0.16√ L/ D) . Cs=(0.93+0.16√ 40 /1) . 0.02=0.039
L = 40 m
qp = 5529.997638
Maka,
Qws .C 1887.597638. 0.039
Se(3) = s
= =0,000331427 m
L. q p 40.5529.997638
Sehingga, diperoleh total penurunana segera sebagai berikut :

Se(c) = Se(1) + Se(2) + Se(3)

= 0.012502141+0.013173243+ 0,000331427 = 0,026006811 m

Penurunan tiang tunggal pada kedalaman 40 m


 Penurunan Segera
Total penurunan segera pondasi tiang tunggal dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan berikut :
4. Apabila tiang diasumsikan elastis, maka perhitungan penurunan elastis
tiang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
(Qwp+ ξQws)
Se(1) = L
Ap Ep
Diketahui:
L = 40 m (Kedalaman daya dukung ijin yang memenuhi)

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

D = 0.8 m
Qwp = 1325.394 kN
Qws = 730.3936057 kN
1
Ap = π D2 = 0.28 m2
4
Ep = 20000000 kN/m2
ξ = 0,67
Maka,
( 1325.394+ ( 0,67 x 730.3936057 ) )
Se(1) = ( ( 0 , 28 ) ( 20000000 ) ) 18=0.004623587 m

5. Penurunan segera yang terjadi pada ujung tiang dapat dirumuskan


sebagai berikut:
Q℘ .C
Se(2) = p

D. q p
Diketahui:
Qwp = 1325.394kN
Cp = 0.02-0.03 untuk tanah lempung dan untuk jenis tiang pancang
D = 0.6 m
qp = 1281.33782
Maka,
Q℘ .C 1325.394 . 0.02
Se(2) = p
= =0.034479432m
D. q p 0.6 . 1281.33782
6. Penurunan segera yang terjadi pada sekeliling tiang dapat dirumuskan
kedalam persamaan berikut:
Qws.C
Se(3) = s

L. q p
Diketahui:
Qws = 730.3936057kN
Cs = (0.93+0.16√ L/ D) . Cs=(0.93+0.16√ 40 /0.8 ) . 0.02=0.045

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

L = 40 m
qp = 1281.33782
Maka,
Qws.C 730.3936057. 0.045
Se(3) = s
= =0.0006374 m
L. q p 40. 1281.33782
Sehingga, diperoleh total penurunana segera sebagai berikut :

Se(c) = Se(1) + Se(2) + Se(3)

= 0.004623587 +0.034479432+ 0.0006374 = 0.039740418 m

Tabel 2.5.1 Perhitungan Penurunan segera (Se total) pada tiang grup

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

elastic settlement of pile in elastic settlement of pile


depth 40m in depth 40m
Qwp (kN) 3642.4 Qwp (kN) 1325.394
Qws (kN) 1887.597638 Qws (kN) 730.3936057
Ap (m2) 0.79 Ap (m2) 0.28
L (m) 40 L (m) 40
Ep (N/mm2) 20000 Ep (N/mm2) 20000
Ep (kN/m2) 20000000 Ep (kN/m2) 20000000
ξ 0.67 ξ 0.67
Se1 (m) 0.012502141 Se1 (m) 0.012843296
settlement of pile caused by settlement of pile caused
the load at the pile tip by the load at the pile tip
D (m) 1 D (m) 0.6
Qwp (kN/m2) 3642.4 Qwp (kN/m2) 1325.394
Cp(kN/m2) 0.02 Cp(kN/m2) 0.02
qp 5529.997638 qp 1281.33782
Se2 (m) 0.013173243 Se2 (m) 0.034479432
settlement of pile caused by settlement of pile caused
the load transmitted along by the load transmitted
Qws (kN) 1887.597638 Qws (kN) 730.3936057
cs 0.039 cs 0.045
L (m) 40 L (m) 40
qp 5529.997638 qp 1281.33782
se3 0.000331427 se3 0.0006374
total settlement of pile total settlement of pile
Se (m) 0.026006811 Se (m) 0.047960127

2.5.2. Penurunan Primer (Penurunan Konsolidaasi)


Penurunan konsolidasi primer merupakan salah satu proses
penurunan pada lempung jenuh berbutir kecil dan tergantung pada
waktu. Proses terjadinya penurunan diakibatkan oleh adanya
dissipasi tekanan air pori dan keluarnya udara dalam rongga dari
massa tanah.
Perhitungan tegangan efektif pada bagian tengah tanah dari beban Qg
dapat dirumuskan sebagai beikut :
Qg
Δσ’1 =
(Bg + Zi)(L g+ Zi )

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Dimana:

Bg, Lg : Lebar dan panjang rencana pondasi group


Zi : kedalaman yang ditinjau pada tiap lapisan lempung
Perhitungan penurunan konsolidasi pada tiap lapisan akibat
peningkatan tegangan dapat dirumuskan sebagai berikut:
∆ ei
ΔSc(i) = [ ] H
1+e o i
Dimana:

ΔSc(i) : Penurunan konsolidasi pada lapisan i


Δei : perubahan angka pori akibat peningkatan tegangan pada
lapisan i
eo : Angka pori awal pada lapisan i (sebelum konstruksi)
Hi : Ketebalan lapisan i
Sehingga diperoleh penurunan konsolidasi total yang dapat
dilihat pada persamaan berikut:
ΔSc(g) =∑ ΔSc(i)
Cc H σ ' o +∆ σ ' o
ΔSc(i) = log [ ¿ ]¿
1+ e o σ 'o

Penurunan akibat konsolidasi dapat dihitung menggunakan


persamaan berikut:
Cc H σ ' o +∆ σ ' o
ΔSc(i) = log[ ' ¿ ]¿
1+ e o σo
Contoh penyelesaian:
 Penurunan untuk 4 pile
Diketahui
Lg = 2.4 (untuk 4 pile) Zi =1

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Bg = 2.4 (untuk 4 pile) σ’o = 96.22 kN/m2

Qg = 1325.394kN Cc = 0,23

eo = 1,39 H =2m

Qg 1325.394
Δσ’o(1) = = = 176.68592 kN/m2
( Lg + Z i ) ( B g + Z i ) ( 2.4+1 ) ( 2.4+1 )

( 0,23 ) (2 ) 96.22+176.68592
ΔSc(i) = log[ ¿ ]=0,0861991m ¿
1+1,39 96.22
 Penurunan untuk 2 pile
Diketahui
Lg = 0.6 (untuk 2 pile) Zi =1
Bg = 2.4 (untuk 2 pile) σ’o = 96.22 kN/m2

Qg = 1325.394kN Cc = 0,23

eo = 1,39 H =2m

Qg 1325.394
Δσ’o(1) = = = 375.45758 kN/m2
( Lg + Z i ) ( B g + Z i ) ( 0.6+1 ) ( 2.4+1 )

( 0,23 ) (2 ) 96.22+375.45758
ΔSc(i) = log[ ¿ ]=¿ ¿0.131443m
1+1,39 96.22

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Tabel 2.5.2 Perhitungan Penurunan Konsolidasi untuk Pondasi Tipe 1 (4 pile)

Consolidation Settlement of Group Piles (4 Piles)


z type Cc eo H σ'o Bg Lg Zi Δσ'o rumus 1 rumus 2 Sc (m)
28 medium clay 0.23 1.39 2 96.22 2.4 2.4 1 176.6859 0.190394 2.836228 0.086199
30 stiff clay 0.30 1.85 2 102.22 2.4 2.4 3 70.04421 0.210035 1.685215 0.047606
32 stiff clay 0.03 1.85 2 108.22 2.4 2.4 5 37.29893 0.021004 1.344651 0.002701
34 stiff clay 0.28 1.74 2 114.44 2.4 2.4 7 23.11554 0.205899 1.20198 0.016451
36 stiff clay 0.25 1.55 2 121.11 2.4 2.4 9 15.71629 0.197915 1.129768 0.010487
38 stiff clay 0.19 1.14 2 129.11 2.4 2.4 11 11.37497 0.175994 1.088102 0.006454
40 hard clay 0.07 0.37 2 141.56 2.4 2.4 13 8.612284 0.099596 1.06084 0.002555
42 hard clay 0.06 0.34 2 154.22 2.4 2.4 15 6.746232 0.095672 1.043744 0.001779
44 stiff clay 0.13 0.78 2 163.78 2.4 2.4 17 5.426956 0.148333 1.033136 0.0021
46 hard clay 0.04 0.19 2 178.00 2.4 2.4 19 4.459973 0.067494 1.025056 0.000725
48 hard clay 0.03 0.10 2 193.33 2.4 2.4 21 3.730165 0.048298 1.019294 0.000401
50 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 23 3.165865 0.048298 1.015172 0.000316
52 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 25 2.720562 0.048298 1.013038 0.000272
54 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 27 2.363008 0.048298 1.011324 0.000236
56 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 29 2.071574 0.048298 1.009928 0.000207
58 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 31 1.830909 0.048298 1.008774 0.000183
60 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 33 1.629871 0.048298 1.007811 0.000163
62 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 35 1.460214 0.048298 1.006998 0.000146
64 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 37 1.315732 0.048298 1.006305 0.000132
66 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 39 1.191678 0.048298 1.005711 0.000119
68 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 41 1.084377 0.048298 1.005197 0.000109
70 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 43 0.990942 0.048298 1.004749 9.94E-05
72 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 2.4 45 0.909082 0.048298 1.004357 9.12E-05
ΣSc (m) 0.086199
Total Settlement (m) 0.182119

Jadi, total penurunan tiang grup untuk pondasi 4 pile diperoleh Sc total sebesar
0,086199 m. Untuk penurunan total diperoleh dari penjumlahan penurunan segera
dan penurunan primer (akibat konsolidasi) yaitu sebesar 0,182119 m.

Tabel 2.5.2 Perhitungan Penurunan Konsolidasi untuk Pondasi Tipe 1 (4 pile)


Consolidation Settlement of Group Piles (2 Piles)
z type Cc eo H σ'o Bg Lg Zi Δσ'o rumus 1 rumus 2 Sc (m)
28 medium clay 0.23 1.39 2 96.22 2.4 0.6 1 375.4576 0.190394 4.901984 0.131443
30 stiff clay 0.30 1.85 2 102.22 2.4 0.6 3 105.0663 0.210035 2.027823 0.064487
32 stiff clay 0.03 1.85 2 108.22 2.4 0.6 5 49.28787 0.021004 1.455432 0.003423
34 stiff clay 0.28 1.74 2 114.44 2.4 0.6 7 28.59027 0.205899 1.249818 0.019941
36 stiff clay 0.25 1.55 2 121.11 2.4 0.6 9 18.6631 0.197915 1.154099 0.012319
38 stiff clay 0.19 1.14 2 129.11 2.4 0.6 11 13.14005 0.175994 1.101773 0.007408
40 hard clay 0.07 0.37 2 141.56 2.4 0.6 13 9.752145 0.099596 1.068893 0.002882
42 hard clay 0.06 0.34 2 154.22 2.4 0.6 15 7.524643 0.095672 1.048791 0.001979
44 stiff clay 0.13 0.78 2 163.78 2.4 0.6 17 5.981986 0.148333 1.036525 0.002311
46 hard clay 0.04 0.19 2 178.00 2.4 0.6 19 4.869562 0.067494 1.027357 0.000791
48 hard clay 0.03 0.10 2 193.33 2.4 0.6 21 4.041012 0.048298 1.020902 0.000434
50 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 23 3.407329 0.048298 1.016329 0.00034
52 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 25 2.911852 0.048298 1.013955 0.000291
54 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 27 2.517117 0.048298 1.012063 0.000252
56 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 29 2.197548 0.048298 1.010531 0.00022
58 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 31 1.935202 0.048298 1.009274 0.000194
60 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 33 1.717186 0.048298 1.008229 0.000172
62 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 35 1.534045 0.048298 1.007352 0.000154
64 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 37 1.378719 0.048298 1.006607 0.000138
66 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 39 1.245846 0.048298 1.005971 0.000125
68 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 41 1.131297 0.048298 1.005422 0.000113
70 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 43 1.031852 0.048298 1.004945 0.000103
72 hard clay 0.03 0.10 2 208.67 2.4 0.6 45 0.944967 0.048298 1.004529 9.48E-05
ΣSc (m) 0.131443
Total Settlement (m) 0.227363

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Jadi, total penurunan tiang grup untuk pondasi 2 pile diperoleh Sc total sebesar
0,131443 m. Untuk penurunan total diperoleh dari penjumlahan penurunan segera
dan penurunan primer (akibat konsolidasi) yaitu sebesar 0,227363 m.

2.5.4. Penurunan tiang pancang grup

Menurut SNI 8460:2017, pengaruh distribusi beban ditentukan


berdasarkan nilai Zi. Perhitungan Zi dapat dilihat pada gambar berikut:

Syarat Zi untuk pondasi yaitu Zi ≥ d + L + b, Zi ≥ d + L +3, dan Zi ≥ d + L +5.


Maka dari syarat tersebut digunakan Zi terdalam. Sehingga perhitungan distribusi
beban dilakukan sedalam 17 m.

Penurunan segera merupakan terjadi secara langsung begitu pembebanan


bekerja, biasanya terjadi sekitar 0-7 hari dan terjadi pada tanah lanau, pasir, tanah
liat yang mempunyai derajat kejenuhan Sr (%) < 90%. Penurunan segera pada
pondasi tiang group dapat dirumuskan dalam persamaan berikut: (Vesic, 1969)
Bg
Sg =
√ D
Se

Dimana:

Sg : Penurunan segera dari pondasi tiang group

Bg : Lebar dari bagian pondasi group

D : Diameter pondasi

Se : Penurunan segera pada beban kerja

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

- Untuk 4 dan 2 pile

Bg
S g=
√ D
. Se

Diketahui:

Bg = 2.4

D= 0.6

Se =0.039740418 m

Maka ,

2.4
S g=
√ 0.6
. 0.039740418=0.0959203m

Tabel 2.5.3 Perhitungan Penurunan Tiang Grup

Elastic Settlement of Group Piles (2 piles) Sg (m) = 0.09592


lebar tepi (m)= 0.5 zi1 (m)= 42.4
Bg (m)= 2.4 zi2 (m)= 41.8
Lg (m)= 0.6 zi3 (m)= 45 Max Zi (m) = 45
2/3 L (m)= 26.66666667 penurunan konsolidasi terjadi pada kedalaman z>2/3L hingga kedalaman z=(2/3L)+Max Zi, (m)= 71.66667

Elastic Settlement of Group Piles (4 piles) Sg (m) = 0.09592


lebar tepi (m)= 0.5 zi1 42.4
Bg (m)= 2.4 zi2 41.8
Lg (m)= 2.4 zi3 45 Max Zi (m) = 45
2/3 L (m)= 26.66666667 penurunan konsolidasi terjadi pada kedalaman z>2/3L hingga kedalaman z=(2/3L)+Max Zi, (m)= 71.66667

2.5.5. Kesimpulan

Pada penurunan pondasi kedalaman yang diambil ialah pada kedalaman 40


m karena pada kedaalaman tersebut didapatkan nilai Q yang memenuhi sesuai
dengan Pu yang telah dihitung. Pada analisa penurunan pondasi dalam untuk
kedalaman 40 m seharusnya tidak usah dilakukan perhitungan penurunan karena
pada kedalam 40 m merupakan tanah keras atau tanah yang mengalami
penurunan dengan persentase kecil, akan tetapi untuk pengerjaan Tugas Besar
penurunan tetap dihitung guna sebagai pembelajaran agar dapat memahami
bagaimana cara menghitung penurunan pada pondasi dalam.

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

Lampiran Data :

Tabel Data Korelasi Tanah


KORELASI DATA TANAH
N-SPT ɣsat qu Cu C' ɣsat E σ'o
Depth (m) type N-SPT Φ e cc cs Nc Nɣ Nq
Terkoreks kN/m^3 kN/m^2 kN/m^2 kN/m^2 g/cm^3 kN/m^2
0 very soft clay 0 0.00 14.00 0.00 0.00 0.00 - 1.40 3.29 0.52 0.05 - - - 1380 4.00
2 very soft clay 1 1.00 15.00 6.25 3.13 2.08 - 1.50 2.38 0.38 0.04 - - - 2415 9.00
4 very soft clay 2 2.00 16.00 12.50 6.25 4.17 - 1.60 1.85 0.30 0.03 - - - 3450 15.00
6 very soft clay 3 3.00 17.00 18.75 9.38 6.25 - 1.70 1.42 0.23 0.02 - - - 4657.5 22.00
8 very soft clay 1 1.00 15.00 6.25 3.13 2.08 - 1.50 2.38 0.38 0.04 - - - 2415 27.00
10 very soft clay 2 2.00 16.00 12.50 6.25 4.17 - 1.60 1.85 0.30 0.03 - - - 3450 33.00
12 soft clay 6 6.00 18.00 50.00 25.00 16.67 - 1.80 1.14 0.19 0.02 - - - 5865 41.00
14 very soft clay 3 3.00 17.00 18.75 9.38 6.25 - 1.70 1.42 0.23 0.02 - - - 4657.5 48.00
16 medium clay 10 10.00 16.89 43.33 21.67 14.44 - 1.69 1.45 0.24 0.02 - - - 4523.333 54.89
18 soft clay 7 7.00 16.22 33.33 16.67 11.11 - 1.62 1.73 0.28 0.03 - - - 3718.333 61.11
20 soft clay 6 6.00 18.00 50.00 25.00 16.67 - 1.80 1.14 0.19 0.02 - - - 5865 69.11
22 stiff clay 17 16.00 16.00 40.00 20.00 13.33 - 1.60 1.85 0.30 0.03 - - - 3450 75.11
24 medium clay 12 12.00 17.33 50.00 25.00 16.67 - 1.73 1.33 0.22 0.02 - - - 5060 82.44
26 stiff clay 20 17.50 16.67 66.67 33.33 22.22 - 1.67 1.55 0.25 0.03 - - - 4255 89.11
28 medium clay 11 11.00 17.11 46.67 23.33 15.56 - 1.71 1.39 0.23 0.02 - - - 4791.667 96.22
30 stiff clay 17 16.00 16.00 40.00 20.00 13.33 - 1.60 1.85 0.30 0.03 - - - 3450 102.22
32 stiff clay 17 16.00 16.00 40.00 20.00 13.33 - 1.60 1.85 0.30 0.03 - - - 3450 108.22
34 stiff clay 18 16.50 16.22 48.89 24.44 16.30 - 1.62 1.74 0.28 0.03 - - - 3718.333 114.44
36 stiff clay 20 17.50 16.67 66.67 33.33 22.22 - 1.67 1.55 0.25 0.03 - - - 4255 121.11
38 stiff clay 26 20.50 18.00 120.00 60.00 40.00 - 1.80 1.14 0.19 0.02 - - - 5865 129.11
40 hard clay 46 30.50 22.44 297.78 148.89 99.26 - 2.24 0.37 0.07 0.01 - - - 23498.33 141.56
42 hard clay 47 31.00 22.67 306.67 153.33 102.22 - 2.27 0.34 0.06 0.01 - - - 24380 154.22
44 stiff clay 33 24.00 19.56 182.22 91.11 60.74 - 1.96 0.78 0.13 0.01 - - - 12036.67 163.78
46 hard clay 54 34.50 24.22 368.89 184.44 122.96 - 2.42 0.19 0.04 0.00 - - - 30551.67 178.00
48 hard clay 59 37.00 25.33 413.33 206.67 137.78 - 2.53 0.10 0.03 0.00 - - - 34960 193.33
50 hard clay 59 37.00 25.33 413.33 206.67 137.78 - 2.53 0.10 0.03 0.00 - - - 34960 208.67

Tabel data penurunan primer

BAB III

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

KESIMPULAN
1. Pada daya dukung pondasi dangkal dapat disimpulkan untuk data yang
diambil pada kedalaman 0.5 m, dengan Qizin yang sudah memenuhi yang
didapat dari perhitungan daya dukung tanah ditinjau pada setiap 0.5 m
sehingga untuk Top, Middle, Bottomnya per 0.25 m.
2. Pada analisa penurunan dapat disimpulkan penurunan total di atas dapat
dilihat bahwa untuk Pu= 80 kN penurunan yang memenuhi syarat yaitu pada
kedalam 3m dengan lebar pondasi 0.5 dan untuk Pu= 200 kN penurunan yang
memenuhi syarat pada kedalaman 3 m dengan lebar pondasi 1, hal tersebut
terjadi karena keadaan tanah yang tidak baik dengan jenis tanah lempung yang
mana memiliki nilai kohesif yang cukup tinggi, untuk kedalaman yang telah
diperoleh dan lebar pondasi yang direncanakan tidak dapat digunakan karena
secara lapangan dengan keadaan tanah seperti itu sulit digunakan membangun
suatu bangun. Solusi dari kasus seperti ini ialah dengan adanya perbaikan
tanah.
3. Pada analisan daya dukung pondasi dalam tiang tunggal dapat disimpulkan
daya dukung yang memenuhi PU , PU yang digunakan adalah 208,2729 ton ,
pada tabel diatas untuk menganalisis Qijin yang memenuhi Pu ternyata pada
kedalaman 40 m dengan diameter 1 m dengan Qijin sebesar 225,5575 dimana
nilai tersebut sudah memenuhi dan efektif mendekati nilai Pu yang dimiliki.
Berdasarkan data di pasaran diameter yang digunakan umumnya berkisar
antara 30 cm hingga 80 cm ,akan tetapi tidak ada daya dukung yang memeuhi
pada pembangunan ini. Sehingga, diperlukan perhitungan daya dukung
dengan menggunakan pondasi grup karena pondasi tiang tunggal tidak
memenuhi.
4. Pada analisa pondasi dalam tiang grup dapat disimpulkan dari perhitungan
menggunakan 2 tipe dimensi pondasi di atas, di dapat penggunaan pondasi
pilecab dengan pancang berdiameter 0,6m lebih efisien dari pada penggunaan
pondasi pilecab dengan pancang berdiameter 0,8m. Karena kebutuhan jumlah
pile diameter 0.6 m lebih sedikit dari pada diameter 0.8 m yang kemungkinan
harga yang akan didapatkan pun lebih murah, selain itu dari hasil perhitungan
pile cap di atas pun lebih efisien digunakan diameter 0.6 m karena pada

KELOMPOK A5
TUGAS BESAR TEKNIK PONDASI
FAKULTAS TEKNIK-S1 TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS JEMBER
Jln. Kalimantan No.37 Kampus Tegal Boto Jember, Telp.(0331)484977

diameter 0.6 m tidak terjadi tabrakan pada pile cap 2 pile berdimensi 0.6 x 2.4
dan 4 pile berdimensi 6 x 2.4 karena pada denah jarak kolom yang paling
dekat adalah 3 m .
5. Pada penurunan pondasi dalam dapat disimpulkan pada kedalaman 40 m
karena pada kedaalaman tersebut didapatkan nilai Q yang memenuhi sesuai
dengan Pu yang telah dihitung. Pada analisa penurunan pondasi dalam untuk
kedalaman 40 m seharusnya tidak usah dilakukan perhitungan penurunan
karena pada kedalam 40 m merupakan tanah keras atau tanah yang
mengalami penurunan dengan persentase kecil, akan tetapi untuk pengerjaan
Tugas Besar penurunan tetap dihitung guna sebagai pembelajaran agar dapat
memahami bagaimana cara menghitung penurunan pada pondasi dalam.

KELOMPOK A5

Anda mungkin juga menyukai