0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan23 halaman

Pengertian dan Manfaat Terapi Reiki

Bab I pendahuluan menjelaskan latar belakang terapi reiki sebagai salah satu terapi komplementer yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dengan cara mengurangi stres. Bab II membahas sejarah, definisi, dan konsep dasar dari terapi reiki yang menggunakan energi universal untuk penyembuhan secara fisik, mental, dan spiritual melalui proses attunement oleh praktisi reiki.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan23 halaman

Pengertian dan Manfaat Terapi Reiki

Bab I pendahuluan menjelaskan latar belakang terapi reiki sebagai salah satu terapi komplementer yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dengan cara mengurangi stres. Bab II membahas sejarah, definisi, dan konsep dasar dari terapi reiki yang menggunakan energi universal untuk penyembuhan secara fisik, mental, dan spiritual melalui proses attunement oleh praktisi reiki.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terapi komplementer dan alternatif adalah terapi dalam ruang lingkup luas
meliputi system kesehatan, modalitas, dan praktek-praktek yang berhubungan
dengan teori-teori dan kepercayaan pada suatu daerah dan pada waktu/periode
tertentu. Terapi komplementer adalah terapi yang digunakan secara bersama-
sama dengan terapi lain dan bukan untuk menggantikan terapi medis. Terapi
komplementer dapat digunakan sebagai single therapy ketika digunakan untuk
meningkatkan kesehatan (Sparber, 2005).
Alasan yang paling umum orang menggunakan terapi komplementer adalah
untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan/wellness. Wellness mencakup
kesehatan optimum seseorang, baik secara fisik, emosional, mental dan spiritual.
Fokus terapi komplementer adalah kesejahteraan yang berhubungan dengan
tubuh, pikiran dan spirit. Terapi komplementer bertujuan untuk mengurangi
stres, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menghindari atau
meminimalkan efek samping, gejala-gejala, dan atau mengontrol serta
menyembuhkanpenyakit (Purnel, 2001). Salah satu terapi komplemter yang
digunakan adalah terapi energi reiki. Apa itu Reiki? Reiki (diucapkan ray-key)
adalah teknik Jepang yang digunakan untuk mengurangi stres dan relaksasi yang
juga mempromosikan penyembuhan. Rei berarti universal dan Ki berarti energi
kehidupan. Reiki berarti energi kehidupan kemudian universal.
Bagaimana reiki bekerja? Kita hidup karena energi atau Ki mengalir melalui
kita. Ki mengalir di tubuh fisik melalui jalur yang disebut chakra, meridian, dan
nadi. Hal ini juga mengalir di sekitar kita dalam bidang energi yang disebut aura.
Ketika Ki seimbang, kita berada dalam kesehatan yang baik. Bila tidak kita lebih
rentan terhadap dis-kemudahan. Ketika seseorang menerima pengobatan Reiki/
energi kehidupan universal, maka orang yang memiliki blok energi akan
memperoleh energi penyembuhan ini kemudian diarahkan ke titik blok energi.
Pentranferan energi biasanya praktisi Reiki menempatkan tangan pada tubuh

1
penerima.
Apa yang diharapkan selama pengobatan? Ketika energi dalam tubuh diblokir
atau terganggu, hal ini bisa menyebabkan penyakit, kelemahan, dan penderitaan.
Sebuah sesi reiki dapat membantu meluruskan kembali dan memperkuat aliran
energi, mengurangi rasa sakit, meredakan ketegangan otot, mempercepat
penyembuhan, memperbaiki tidur, dan umumnya meningkatkan kemampuan
alami tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri itu. Sebuah sesi biasanya
berlangsung satu jam. Reiki tidak digunakan untuk mengobati atau mendiagnosa
penyakit. Ini adalah Terapi komplementer yang aman, lembut dan efektif.

B. Rumusan Masalah
1. Bagimana sejarah terapi reiki?
2. Apa pengertian terapi reiki?
3. Apa saja jenis-jenis terapi reiki?
4. Bagaimana Standar Operasional Prosedur terapi reiki?
5. Apa saja manfaat terapi reiki?
6. Apa saja kelebihan dan kekurangan terapi reiki?
7. Apa dasar hukum dari terapi ini?
8. Bagaimana hubungan terapi reiki dalam penurunan kadar glukosa klien DM tipe 2?

C. Tujuan
1. Mengetahui sejarah terapi reiki
2. Mengetahui pengertian terapi reiki
3. Mengetahui jenis-jenis terapi reiki
4. Mengetahui Standar Operasional Prosedur terapi reiki
5. Mengetahui manfaat terapi reiki
6. Mengetahui kelebihan dan kekurangan terapi reiki
7. Mengetahui dasar hukum terai reiki
8. Mengetahui hubungan terapi reiki dalam penurunan kadar glukosa klien DM tipe 2

2
BAB II
TEORI DAN KONSEP TERAPI REIKI

A. Sejarah Terapi Reiki


Reiki adalah bentuk penyembuhan kuno
yang dipercaya telah menyebar melalui Tibet,
Cina dan India beberapa ribu tahun yang lalu.
Reiki ditemukan kembali sekitar 120 tahun
lalu oleh Dr. Mikao Usui dan berkembang
melalui pengalaman dan dedikasinya. Reiki
datang dari Jepang ke dunia barat melalui
California dan Hawaii. Agustus 1865 di
Kyoto Jepang. Pada masa kanak di biara
Budha Tendai. Dia mengikuti ajaran Budha di
seluruh hidupnya dan menjadi orang yang
sangat spiritual. Selama belajar di biara Tibet,
Dr. Usui menemukan teks manuskrip kuno
yang memuat simbol penyembuhan.
Dia percaya bahwa simbol penyembuhan pada pemimpin spiritual seperti
Yesus dan Budha. Karena tidak seorangpun di dalam biara yang dapat
menjelaskan arti simbol-simbol tersebut, dia memutuskan untuk mencari dari
dalam dirinya sendiri. Dia pergi ke puncak Gunung Suci Kuri Yama di Jepang dan
menjalankan 21 hari proses pemurnian, puasa dan meditasi yang menghasilkan
pencerahan dan kuasa penyembuhan. Dia turun dari gunung dan menghabiskan
waktunya mempraktekkan dan mengajarkan apa yang sekarang kita kenal sebagai
REIKI. Mikao Usui dimakamkan di Kuil Saihoji di Suginami tugu peringatan
untuk mengenangkan hidup dan karyanya di Reiki.
Dari salah satu murid Master Mikao Usui bernama [Link] Hayashi,
dan dari murid Chujiro Hayashi, yaitu [Link] Takata berkebangsaan Amerika
pada tahun 1938 membawa Rei Ki ke daratan Amerika Serikat dan
mengembangkannya. Ny Hawayo Takata meninggal dunia pada tahun 1980,

3
meninggalkan 22 orang murid tingkat master. Dari 22 Master Reiki inilah metode
Rei Ki berkembang keseluruh dunia. Kemudian metode Reiki ini dibawa kembali
ke Asia dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990 an, dan tidak diketahui siapa
yang pertama membawa metode penyembuhan alami ini ke Indonesia

B. Definisi
Apa itu Reiki? Reiki (diucapkan ray-key) adalah teknik Jepang yang
digunakan untuk mengurangi stres dan relaksasi yang juga mempromosikan
penyembuhan. Rei berarti universal dan Ki berarti energi kehidupan. Reiki berarti
energi kehidupan universal.
Terapi reiki yaitu teknik untuk mengakses energi alam semesta yang bersifat
ilahi untuk dipergunakan begi kesehatan fisik, psikis, mental dan spiritual.
Mengakses reiki hanya membutuhkan niat, santai (rileks) dan tawakal (pasrah)
kepada ilahi (Bakri, Syamsul. 2006)
Menurut Ramli, 2008. Terapi reiki adalah gabungan konsep rawatan sains
tenaga dan spriritualiti. Alasan yang paling umum orang menggunakan terapi
komplementer adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan/wellness.
Wellness mencakup kesehatan optimum seseorang, baik secara fisik, emosional,
mental dan spiritual. Fokus terapi komplementer adalah kesejahteraan yang
berhubungan dengan tubuh, pikiran dan spirit. Terapi komplementer bertujuan
untuk mengurangi stres, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit,
menghindari atau meminimalkan efek samping, gejala-gejala, dan atau
mengontrol serta menyembuhkanpenyakit.
Reiki merupakan salah satu dari 1800 jenis terapi komplementer yang ada di
dunia. Energi ini dapat digunakan untuk memelihara kesehatan serta
menyembuhkan diri sendiri ataupun orang lain. Teknik Penyembuhan reiki adalah
teknik penyembuhan sangat sederhana dan mudah dipelajari oleh semua orang
hanya dalam waktu inisiasi 30-45 menit dan langsung dapat digunakan untuk
menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat permanen.
Kemampuan reiki bisa diperoleh seketika melalui proses attunement/penyelarasan
atau inisiasi yang dilakukan oleh reiki master. Setelah dilakukan proses

4
penyelarasan energi terhadap sumber energi alam semesta oleh reiki master,
secara langsung seseorang memiliki kemampuan memanfaatkan energi reiki. Cara
menggunakanya energi reiki sangat mudah, hanya meniatkan akan menggunakan
energi reiki dan meletakkan tangan pada cakra (pintu gerbang energi tubuh) atau
bagian tubuh yang sakit. (Anthony, 2000).
Proses attunement akan memberi efek detokfisikasi pada fisik, biasanya
berupa kelebihan energi yang disertai tanda-tanda rasa panas, mengantuk,
meningkatnya frekuensi buang air kecil maupun besar. Detokfisikasi ini akan
diakhiri dengan rasa bugar, tenang dan nyaman sesudahnya. Pada attunement
tingkat kedua, detoksifikasi terjadi pada lapisan mental dan emosional sehingga
pembawaan lebih sabar dan tenang. Terakhir adalah attunement tingkat master,
pada tahap ini detoksifikasi akan terjadi pada lapisan spiritual. Biasanya akan
lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, lebih tenang dan mempunyai kepekaan
yang tinggi (Anthony, 2000).
Praktisi reiki atau master reiki merupakan mediator untuk mengalirkan energi
alam kedalam tubuh manusia melalui kedua tangannya. Tubuh manusia tersusun
atas tubuh fisik dan non fisik yang saling berhubungan, saat tubuh non fisik
terganggu maka tubuh fisikpun akan tergangu. Terapi reiki tidak langsung ke
ditujukan pada bagian fisik tubuh melainkan dialirkan dalam bentuk gelombang
elektro magnetik melalui medan radiasi tubuh atau aura. Saat melakukan
penyembuhan, seorang praktisi reiki akan menyerap energi reiki dari alam
semesta dan menyalurkannya ke tubuh nonfisik si pasien melalui cakra/pintu
gerbang energi yang ada dalam tubuh manusia. Hasil yang diharapkan adalah
terjadi keselarasan/keseimbangan energi dalam tubuh, meningkatkan kerja sel
tubuh sehingga fungsi tubuh akan membaik dan dapat melakukan pemeliharaan
dan perbaikan kesehatan.

Aktivasi cakra (pusat penyalur energi) dalam tubuh dapat menjaga


keseimbangan berbagai sistem dalam tubuh, hal ini dapat memelihara kesehatan
fisik dan mental manusia. Tujuan akhir aktivasi cakra ini adalah menciptakan
manusia yang sehat jiwa dan raga. Meski lebih banyak ditujukan untuk tindakan
preventif, aktivasi cakra juga dapat menyembuhkan gejala penyakit yang disebut

5
cakra healing

Sesuai namanya, chakra healing dapat menyembuhkan secara langsung


berbagai penyakit, meski terbatas pada penyakit ringan. Kalau pusing, pilek atau
stres, masih bisa ditanggulangi namun untuk penyakit berat seperti kanker,
gastritis kronis, gangguan jantung, dan lainnya, lazimnya dikombinasikan dengan
metode pengobatan lain. Penting untuk diingat bahwa reiki bukan untuk
pengobatan alternative kanker namun reiki adalah terapi komplementer yang
digunakan untuk meringankan efek samping dari pengobatan kanker.

Chakra healing memanfaatkan tenaga bioenergi yang terdapat dalam tubuh


manusia. Bioenergi ini merupakan tenaga vital yang mempunyai sifat dasar
hampir sama dengan energi lain seperti energi panas atau energi listrik. Jika darah
mengalir lewat pembuluh, bioenergi tadi mengalir lewat suatu "lorong" yang
dinamai meridian. Meridian ini berpangkal pada titik-titik tertentu pada tubuh,
membentuk pusat-pusat energi yang disebut cakra.

Ada tujuh cakra utama yang terdapat pada tubuh manusia yaitu: Cakra
Mahkota, Cakra Ajna, Cakra Tenggorokan, Cakra Jantung, Cakra Solar Plexus,
Cakra Seks, Cakra Dasar.

1. Cakra dasar (Maludara)


Warna : Merah
Posisi : di antara alat kelamin dan anus
(ujung tulang ekor)
Elemen : Tanah
Kelenjar : adrenals dan suprarenals
Organ : paha, kaki, tulang, usus besar
Fungsi : survival, gaya hidup yang
mengutamakan energi fisik
Disfungsi : konstipasi, wasir, kegendutan,
penyakit pegal pada pinggang radang sendi,
gangguan lutut, anorexia nervosa.
Chakra dasar mempunyai 4 lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh

6
fisik, kehidupan materi & keinginan untuk hidup. Chakra dasar yang aktif maka
seseorang akan cenderung untuk hidup dengan penuh semangat & motivasi &
sebaliknya chakra dasar yang kecil, kotor & terhambat maka akan hidup bermalas-
malasan tanpa semangat bahkan memiliki kecenderungan untuk mudah putus asa
bahkan bunuh diri.

2. Cakra seksual(Svadhisthana)

Warna : Jingga
Posisi : Di bawah perut, abdomen (pada tulang pelvis)
Elemen : Air
Kelenjar : Ovarium, testicle
Organ : Kandungan, alat kelamin, ginjal, kandung kemih, sistem sirkulasi
Fungsi : Asimilasi, seksual, kesenangan, keinginan, gaya hidup yang
memanjakan emosi.
Disfungsi : gangguan kandung kemih dan ginjal, gangguan alat kelamin dan
problem seksual, gangguan pinggang.
Chakra sex memiliki 6 lembar daun. Chakra seks berhubungan dengan
penciptaan atau reproduksi & mempengaruhi aktivitas seksual seseorang. Chakra
seks berkaitan erat dengan chakra tenggorokan yang berfungsi dalam penciptaan
kreativitas atau ide. Seseorang dengan Chakra seks yang bersih dan aktif akan
memiliki pikiran yang lebih positif serta percaya diri. Sebaliknya seseorang akan
menjadi tidak perduli, kasar, berpikir negatif (kurang kreatif), termasuk seks
menyimpang jika chakra seksnya kotor & terhambat.

3. Cakra solar plexus.


Warna : Kuning
Posisi : Pinggang, perut (pusar/plexus solaris)
Elemen : Api
Kelenjar : pancreas, adrenals
Organ : perut, hati, kantong empedu
Fungsi : pertumbuhan, penyembuhan, menerima dan mengeluarkan energi,

7
tenaga bagi kemauan, tenaga personal
Disfungsi : gangguan pencernaan, borok, kencing manis, hypoglycemia,
gangguan hati, metabolisme yang menyebabkan kegemukan
Chakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Letaknya
di bagian kosong pertemuan antara tulang rusuk dan ulu hati, dilambangkan dengan
warna kuning. Titik ini berfungsi sebagai pusat emosi, seperti berani, ulet, aktif,
marah, benci, hingga sakit hati. Selain itu, cakra ini mampu mengendalikan energi
pada hati, pankreas, lambung, usus besar, dan usus kecil. Juga berhubungan dengan
sistem pencernaan dan pembuangan sisa makanan.

4. Cakra jantung (Anahata)


Warna : Hijau
Posisi : Tengah dada
Elemen : Udara
Kelenjar : Thymus
Organ : Jantung, paru-paru, lengan, tangan
Fungsi : Mdiri, mencintai orang lain, pemenuhan hajat hidup, energi
mental, kesadaran dan penyembuhan
Disfungsi : gangguan jantung, asma, dan paru-paru
Terdapat pada bagian tengah dada depan dan belakang, lazimnya
divisualisasikan dalam warna hijau zamrud cemerlang. Dikenal juga sebagai pusat
emosi halus, seperti belas kasih, kedamaian, kegembiraan, keramahan, kepekaan,
sumber cinta kasih dan nurani. Cakra jantung mengendalikan energi pada jantung,
kelenjar timus serta paru-paru.

5. Cakra tenggorokan (Vishudda)


Warna : Biru muda
Posisi : Tenggorokan
Elemen : Ether
Kelenjar : Thyroid dan Parathyroid
Organ : leher, bahu, lengan, tangan, telinga

8
Fungsi : komunikasi, energi ekspresif, kemauan untuk menyatukan
symbol-simbol ke bentuk yang ideal (kuasa dan tenaga untuk memilih)
Disfungsi : Problem thyroid (gondok), masalah pendengaran, leher, dan
kerongkongan
Chakra ini memiliki 16 lembar daun. Secara fisik chakra ini memberikan energi
pada kelenjar thyroid & parathyroid. Chakra ini merupakan pusat penciptaan yang
lebih tinggi (kreativitas) & hubungan antar manusia. Seseorang dengan chakra
tenggorokan yang berkembang akan memiliki pengertian yang mendalam mengenai
hubungan antar sesama sehingga mempunyai hubungan yang baik dengan
sesamanya. Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh chakra
ini. Chakra jantung yang yang bersih & terhubung dengan chakra tenggorokan yang
bersih pula akan mengakibatkan seseorang akan dapat mengekspresikan seluruh isi
hati dengan baik. Sifat-sifat yang berkenaan dengan chakra tenggorokan yang
berkembang dengan baik antara lain adalah kepasrahan, keberhasilan, kelimpahan &
kesejahteraan serta pengembangan pengetahuan duniawi.

6. Cakra master atau cakra ajna.


Warna : Biru indigo (nila)
Posisi : Di antara kedua mata (dahi/kening)
Elemen : Cahaya
Kelenjar: Pituary (aktif selaras dengan pineal)
Organ : Mata
Fungsi : Penglihatan, intuisi, penyatuan
Disfungsi : sakit kepala, mimpi buruk, gangguan penglihatan
Chakra ini memberikan energi ke kedua mata, hidung & kelenjar pituitary. Disebut
chakra mata ketiga karena chakra yang berkembang aktif & bersih dapat memberikan
pewaskitaan (clairvoyance) atau kekuatan psikis lainnya. Selain pewaskitaan, chakra ini
merupakan titik pemusatan & pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini
sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan duniawi & pengetahuan surgawi
(spiritual). Seringkali manusia yang telah mencapai taraf kewaskitaan terpesona oleh
sensasi tersebut & lupa akan tujuan utamanya & lama terhambat pada kesadaran di tahap

9
ini.

7. Cakra mahkota.
Warna : Violet
Posisi : Di sisi bagian atas kepala, daerah otak dan system syaraf
(ubun-ubun).
Elemen : Pemikiran
Kelenjar : Pineal (aktif selaras dengan pituitary)
Organ : Cerebral cortex, central nervous system
Fungsi : Integrasi dan Pemahaman
Disfungsi : depresi, mengasingkan diri, ketidakmampuan untuk belajar dan
memhami.
Chakra ini adalah pusat masuknya energi ilahi ke seluruh lapisan tubuh &
kesadaran. Seseorang yang chakra mahkotanya berkembang secara sempurna akan
banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar chakra ini selalu bersih amatlah
penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus menerus oleh seluruh tubuh.
Apabila chakra mahkota yang terbuka dengan lebar maka seseorang dapat melakukan
perjalanan astral dengan lebih mudah.

C. Jenis-jenis Penyembuhan Terapi Reiki

1. Self Healing (Penyembuhan Diri Sendiri)


Self healing dilakukan dengan menempelkan telapak tangan praktisisendiri ke
bagian tubuh mulai dari kepala sampai kaki (Sjahdeini, 2005), yang bermanfaat
untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh sehingga tetap segar setiap saat
(Soegoro, 2002).
2. Healing Others (Penyembuhan Orang Lain)
Penyembuhan kepada orang lain tidak jauh berbeda dengan self healing. Posisi
tangan pada self healing juga merupakan posisi tangan untuk penyembuhan orang
laiin (Seogoro, 2002).
3. Group Healing (Penyembuhan Kelompok)
Penyembuhan berkelompok biasanya dilakukan di klinik reiki atau tempat

10
khusus untuk masyarakat yang melakukan penyembuhan dengan reiki. Dalam suatu
sesi penyembuhan berkelompok beberapa praktisi reiki menangani satu pasien
(Seogoro, 2002).
4. Distant Healing(Penyembuhan Jarak Jauh)
Kegiatan penyembuhan tanpa kehdiran pasien secara langsung dihadapan
praktisi. Simbol penyembuhan reiki jarak jauh adalah Hon Sha Ze Sho Nen dapat
digunakan. Simbol ini memiliki arti No Past, No Present, No Future (Tidak ada masa
lalu, tidak ada masa sekarang, dan tidak ada masa depan) ini berarti jarak dan waktu
tidak menjadi masalah jika menggunakan simbol ini. Kirimkan energi reiki tanpa
batas kemanapun juga, karena energi tersebut akan pergi ketempat yang dibutuhkan.
Ketika melakukan penyembuhan jarak jauh energi akan berkerja pada tubuh
penerima (Mckenzie, 2006; Seogoro, 2002).

D. Standar Operasional Prosedur (SOP)


SOP TERAPI REIKI

PROSEDUR NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN


TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH
PENGERTIAN Terapi reiki yaitu teknik untuk mengakses energi alam semesta
yang bersifat ilahi untuk dipergunakan begi kesehatan fisik, psikis,
mental dan spiritual. Mengakses reiki hanya membutuhkan niat,
santai (rileks) dan tawakal (pasrah) kepada ilahi (Bakri, Syamsul.
2006).
PERSIAPAN 1. Identifikasi pasien dengan memeriksa identitas, riwayat
PASIEN kesehatan, penyakit dan keluhan pasien secara cermat.
2. Kaji kebutuhan pasien akan kebutuhan untuk pemberian
terapi reiki
3. Berikan salam, perkenalkan diri anda, dan identifikasi pasien
dengan memeriksa identitas pasien secara cermat.
4. Panggil pasien dengan nama kesukaannya
5. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan,
berikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya dan jawab

11
seluruh pertanyaan pasien.
6. Minta pengunjung untuk meninggalkan ruangan, beri privasi
kepada pasien
7. Atur posisi pasien sehingga merasakan aman dan nyaman
8. Beritahu pasien bahwa tindakan akan segera dilakukan.
Persiapan Sebelum Belajar Reiki
1. Memiliki keinginan untuk belajar
2. Memiliki tekad dan tekun untuk berlatih dan menyembuhkan
3. Dibutuhkan seorang pembimbing Master Teacher hal ini
mutlak karena dibutuhkan sebagai mediator pembuka cakra
PERSIAPAN 1. Kursi
ALAT
CARA 1. Lakukan Attunement (cara membuka diri untuk menerima
BEKERJA energi getaran yang lebih tinggi untuk keperluan
penyembuhan pribadi), proses ini adalah untuk menyelaraskan
diri kita dengan energi Alam semesta, melalui seorang
pembimbing tingkat Master Teacher.
REIKI LEVEL 1
2. Setelah Attunement :
a. Santai, pasrah, senyum (SPS)
b. Kibaskan telapak tangan 2-3 kali
c. Niatkan untuk menyalurkan energi Reiki tanpa memikirkan
caranya.
d. Rasakan aliran, semburan, hawa hangat dari telapak
tangan.
e. Rasakan energi diantara kedua telapak tangan
3. Penyembuhan diri sendiri (Self Healing)
a. Duduklah di kursi atau bersila di lantai, punggung tegak
dan selalu SPS
b. Berdo`a memohon bantuan, bimbingan dan kesembuhan
dari Tuhan YME.
c. Aktifkan cakra mahkota dan cakra telapak tangan sendiri

12
(Kibaskan tangan 2-3 kali)
d. Buka aura diri sendiri ( depan dan belakang ) tetap santai.
e. Niatkan untuk menyalurkan Rei Ki hingga terasa mengalir
di telapak tangan.
f. Tempelkan kedua telapak tangan pada bagian-bagian tubuh
tertentu (masing-masing selama + 60 hitungan), yaitu
dengan urutan mulai dari bagian depan tubuh sebelah atas
sampai bagian tubuh sebelah bawah, demikian juga untuk
bagian tubuh bagian belakang, urutannya :

13
14
HASIL 1. Evaluasi respon pasien
2. Kaji tanda vital
3. Beri reinforcement positif
4. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
5. Mengakhiri kegiatan dengan baik
DOKUMENTAS 1. Catat kegiatan yang telah dilakukan dalam catatan keperawatan
I 2. Catat hasil pengkajian; keluhan pasien, dan respon klien
setelah tindakan
3. Dokumentasi evaluasi tindakan: SOAP
4. Tanda tangan dan nama perawat

Tingkat kesulitan: mudah, waktu yang dibutuhkan: 25-45 menit. Terapi


Reiki juga dapat dilakukan dari jarak jauh. Simbol penyembuhan Reiki dari
jarak jauh (distant healing) adalah Hon Sha Ze Sho Nen yang memiliki arti no
past, no present, no future (tidak ada masa lalu, tidak ada masa sekarang dan
tidak ada masa depan). Jarak dan waktu tidak menjadi masalah ketika
menggunakan simbol Reiki ini. Trauma dan pengalaman hidup yang lain,
kehidupan sebelum atau kehidupan sekarang dapat mempengaruhi dan
membayangi kehidupan manusia.
Selama melakukan penyembuhan jarak jauh, jangan berfokus pada usaha
penyembuhan masalah seperti: sakit kepala. Kirimkan energi Reiki tanpa batas
kemanapun juga, karena energi Reiki tersebut akan pergi ketempat yang
dibutuhkan. Ketika melakukan penyembuhan jarak jauh, energi akan bekerja
pada tubuh penerima, pada chakra dan pada aura namun tidak sebanyak
dibandingkan ketika kontak fisik, karena perlu waktu sebelum energi meresap
ke tubuh dan meringankan masalah, seperti: nyeri. Penyembuhan jarak jauh
hanya memakan waktu beberapa menit dibandingkan dengan penyembuhan
tangan.
Terapi penyembuhan dengan reiki sebaiknya dilakukan dalam kondisi
tenang dan si pasien siap menerima. Jangan menggunakan pakaian dari kulit
dan benda-benda yang terbuat dari logam. Benda ini sebaiknya dilepas terlebih
dahulu karena kedua bisa menghambat penyaluran energi.

15
E. Manfaat Reiki
1. Mengurangi rasa sakit dan stres
2. Mengurangi atau menghilangkan efek samping kemoterapi dan obat-obatan
lainnya
3. Mempromosikan perasaan damai, relaksasi dan koneksi Spiritual yang
mendalam
4. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
5. Dapat membantu mengatasi insomnia
6. Dapat membuat pikiran lebih fokus
7. Membantu dengan intuisi dan batin mengetahui
8. Dapat membantu dengan penerimaan dan melepaskan
9. Dapat membantu memperkuat kepercayaan
10. Dapat memperkuat perasaan belas kasih, pengampunan dan cinta

F. Kelebihan dan kekurangan Terapi Reiki


a. Kelebihan terapi reiki
1. Mudah dipelajari, membutuhkan pengetahuan yang sangat minim.
2. Mudah dilatih, tidak memerlukan latihan fisik yang melelahkan.
3. Getarannya lebih halus, lebih efektif untuk penyembuhan.
4. Memiliki kemampuan untuk mencari akar atau sumber penyakit.
5. Energi tidak akan habis dan mengalir sesuai kebutuhan.
6. Menyembuhkan masalah fisik, emosional, dan spiritual.
7. Penyembuhan dapat dilakukan jarak jauh dengan pemrograman.
8. Dapat dipelajari setiap orang tanpa membedakan usia dan agama.
b. Kekurangan terapi reiki
Sampai saat ini belum ditemukan apa yang menjadi kekurangan dari terapi
energi reiki, hal ini di karenakan energi reiki adalah energi alami yang di peroleh
dari alam semesta.

G. Dasar Hukum Reiki

16
Reiki hanya merupakan teknik atau cara untuk menyalurkan energi
sehingga tentu tidak melanggar kepercayaan/agama apapun atau dalam kata
lain Reiki Halal digunakan. Sama halnya teknik penyaluran energi alam lainnya
seperti tenaga dalam, Chi, Prana dan lain  sebagainya, Reiki memiliki konsep
yang serupa. Hanya saja jika di aliran Reiki tertentu dikenal simbol-simbol
yang biasanya digunakan sebagai media Attunement (penyelarasan energi).

Simbol-simbol tersebut hanya sebuah media untuk mempermudah proses


penyelarasan energi. Namun, hal tersebut bukanlah sebuah dasar dalam reiki,
Energi Reiki bisa disalurkan tanpa menggunakan Simbol-Simbol tersebut.
Karena hakikat dari Reiki adalah kepasrahan dan keikhlasan kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Dan tentunya Kepasrahan dan Keikhlasan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, tentu di ajarkan di setiap keyakinan/Agama.

Mungkin Anda bertanya, Apakah bisa melakukan terapi secara jarak jauh
dan Apakah hasilnya efektif ? Jawabannya “Bisa” dan “hasilnya sama efektif
dengan terapi secara langsung”. Mengapa Demikian?

Menurut seorang ahli fisika quantum asal paris yang bernama Alain
Aspect melakukan penelitian pada tahun 1982 dan menyebutkan bahwa :

1) Energi tidak hilang Oleh Jarak, karena energi tidak mengenal jarak dan waktu.
2) Bisa terjadi seketika (lebih cepat dari kecepatan cahaya).

3) Bisa Menghubungkan berbagai ruangan, karena Energi tidak mengenal batas


ruang.

Energi Reiki merupakan Energi yang dianugrahkan Tuhan Melalui Alam


Semsesta. Oleh Karena itu, selama Anda masih menjadi bagian Alam Semesta,
tentu tidak akan ada hambatan ataupun pengurangan energi yang disebabkan
oleh Jarak. Energi Reiki merupakan energi Cerdas, yang bisa langsung
mengatasi sumber penyakit/gangguan, yang mungkin tidak Anda rasakan.

17
Energi Reiki juga mampu secara otomatis menyesuaikan kebutuhan energi
yang diperlukan untuk menyembuhkan setiap jenis penyakit.

H. Penggunaan Terapi reiki dalam Menurunkan glukosa darah pada klien DM


Tipe 2
Diabetes Melitus (DM) adalah sekelompok penyakit yang di tandai dengan
hiperglikemia karna adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan
protein dari defek sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau pun keduanya.
Sekitar 90% hingga 95% dari seluruh klien diabetes adalah DM tipe 2
(Smeltzer & Bare, 2002). Hiperglikemia pada DM tipe 2 terjadi bukan karena
kerusakan sel beta pankreas, namun karna menurunya sensitivitas reseptor
insulin (Guyton, 1996; Individual Wellbeing Diagnostic Laboratories, 2008).
Faktor stres dan obesitas di laporkan sebagai salah satu penyebab
menurunnya sensitivitas reseptor insulin. Stres pada pasien DM dapat
menyebabkan peningkatan glukosa darah (Smeltzer & Bare, 2002). Pada
kondisi stres, individu akan mengeluarkan hormon stres yang mempengaruhi
peningkatan glukosa darah. ACTH akan menstimulasi pituitari anterior untuk
memproduksi glukokortikoid, terutama kortisol. Peningkatan kortisol
menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (Guyton, 1996; Smeltzer &
Bare, 2002). Selain itu kortisol juga dapat menginhibisi ambilan glukosa oleh
sel tubuh (Individual Wellbeing Diagnostic Laboratories, 2008).
Penatalaksanaan DM dilakukan melalui Empat Pilar Pengelolaan DM,
yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, edukasi. Dan obat berkhasiat
hipoglikemik. Di samping terapi medis, saat ini telah berkembang terapi
komplementer untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan pasien.
Salah satu terapi komplementer yang diklasifikasikan oleh National
Center of Com-plementary and Alternative medicine (NCCAM) sebagai terapi
“energy medicine” bagi klien dengan DM adalah Reiki. Te-rapi Reiki
menggunakan energi vital sebagai pe-nyembuhan (McKenzie, 2006; Soegoro,
2002). Pada pasien DM, energi akan disalurkan oleh tangan prak-tisi Reiki
melalui cakra (pintu gerbang masuk dan keluarnya energi) mahkota, solar

18
pleksus, dan seks. Cakra mahkota berada di kepala (ubun-ubun), solar pleksus
di area ulu hati, dan cakra seks di sekitar da-sar punggung/ perineum.
DM Tipe
Penyembuhan terjadi melalui suatu proses dimana energi menstimulasi
sel-sel dan jaringan yang rusak untuk kembali pada fungsinya yang normal
(Goldberg,1997, dalam Sjahdeini, 2005) dan diharapkan kadar glukosa darah
Obesita
menjadi normal termasuk menurunkan
Stress resistensi insulin pada pasien DM yang
s
mengalami obesitas.
PenununanRelaksasi
respon dan meditasi dalam terapi Reiki juga menyebabkan sistem saraf
sel Reaksi SSP
simpatis
-Beta pankreas diinhibisi sehingga menghambat sekresi norepineprin (Benson &

Inhibisi
Proctor, 2000). Inhibisi norepineprin menyebabkan frekuensi jantung,
Sekresi dan Hipotalamus
sarafglukosa
pernafasan, darah menurun. Selain itu hipofisis anterior juga
Mensekresikan:
simpatis:
diinhibisi sehingga ACTH
Norepinefrin Corticotrofin R
yang mensekresi hormon stres seperti kortisol,
factor
sehingga menyebabkan penuruan proses glukoneogenesis, serta katabolisme
protein dan lemak yang berperan dalam peningkatan glukosa darah juga
menurun (Guyton, 1996; Smeltzer & Bare, 2002).

I. Konsep Teori Kerja Terapi Reiki Pada Klien DM tipe 2

Memperbaiki sel-sel
pankreas dan reseptor
insulin.

Energi REIKI berkerja


mencari sumber
penyakit

Meditasi REIKI

19
Rileks/ Tenang/
Santay/ Pasrah

Kelenjar
Peningkatan Pituitari
Frekuensi Anterior-
Jantung ACTH
Peningkatan
Kortisol
Reseptor Insulin kurang sensitif Peningkatan Glukogeneisis,
dan jumlahnya berkurang katabolisme protein, dan
lemak
BAB III
PENUTUP
Peningkatan Glukosa
Darah
PENURUNAN GLUKOSA DARAH
A. Kesimpulan
Terapi komplementer adalah terapi yang sifatnya melengkapi terapi medis
dan telah terbukti manfaatnya (Conn, Hollister, & Arnold, 2001). Te-rapi Reiki
menggunakan energi vital sebagai pe-nyembuhan (McKenzie, 2006; Soegoro,
2002). Pada pasien DM, energi akan disalurkan oleh tangan prak-tisi Reiki
melalui cakra (pintu gerbang masuk dan keluarnya energi) mahkota, solar
pleksus, dan seks. Penyembuhan terjadi melalui suatu proses dimana energi
menstimulasi sel-sel dan jaringan yang rusak untuk kembali pada fungsinya
yang normal (Goldberg, 1997, dalam Sjahdeini, 2005) dan diharapkan kadar

20
glukosa darah menjadi normal termasuk menurunkan resistensi insulin pada
pasien DM yang mengalami obesitas.
Berdasarkan hasil penelitian terapi Reiki terbukti dapat menurunkan kadar
glukosa darah pasien Diabetes Melitus tipe 2. Terapi ini merupakan terapi
pelengkap yang dapat digunakan di tatanan pelayanan kesehatan terutama di
bagian keperawatan medikal bedah sebagai salah satu standar operasional
prosedur pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.

DAFTAR PUSTAKA

Honervogt T, Neiman Carol, 2007. Pedoman Menjadi Sehat bagi Orang Sibuk: REIKI.
Penerbit: Karisma Publishing Group.

Setiono M. A, Hidayati Nur S, 2005. Terapi Alternatif & Gaya Hidup Sehat. Penerbit:
Pradipta Publishing.

Hadibroto I, Alam Syamsir, 2006. Pengobatan Alternatif & Komplementer, Edisi-2.


Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer.

21
Ester Inung Sylvia, Krisna Yetti, Rr. Tutik S. Hariyati. Jurnal Keperawatan Indonesia,
Volume-14; No. 2. Juli 2011; hal 113-120. Penurunan kadar glukosa darah sewaktu
melalui terapi reiki pada pasien DM.

Lampiran...

22
23

Anda mungkin juga menyukai