1.
Sifat Fisika dan Kimia
Bismut adalah logam golongan utama yang memiliki nomor atom tertinggi, mempunyai
sifat metallik paling rendah, rapuh, berwarna putih kemerahan. Bismut biasanya
ditemukan sebagai bismit (α-Bi2O3), bimutinit (Bi2S3) ,bismutit [(BiO)2CO3].
Sifat fisika golongan VA
Unsur N P As Sb Bi
Nomor atom 7 15 33 51 83
Konfigurasi electron [He] 2s2 [Ne] 3s2 [Ar] 3d10 [Kr] 4d10 [Xe] 4f14 5d10
2p3 3p3 4s2 4p3 5s2 5p3 6s2 6p3
Jenis Nonlogam Nonlogam Metaloid Metaloid Logam
Wujud Gas Padatan Padatan Padatan Padatan putih
putih kuning kuning kemerahan
seperti
lilin Padatan Padatan
Padatan hijau putih
merah perak
Densitas Padatan 1,03 1,82 2.03 5,3 9,75
3
(g/cm ) 2,20 5,78 6,69
Jari-jari kovalen (pm) 75 110 121 140 155
Energi ionisasi 1402 10.012 947 834 703
(Kj/mol)
Keelektronegativan 6,0 2,1 2,0 1,9 1,9
Sifat kimia golongan VA
a. Sifat Kimia Nitrogen
1) Gas tanpa warna
2) Tidak berbau
3) Tidak berasa
4) Gas diatomik
5) Bukan logam yang stabil
6) Sangat sulit bereaksi dengan unsur/senyawa lain
7) Reaksi nitrogen dengan oksigen terjadi apabila bereaksi di udara dengan bantuan
bunga api listrik tegangan tinggi, dengan reaksi seperti berikut.
a) N2(g) + O2(g) → 2NO(g)
b) Selanjutnya senyawa NO akan bereaksi membentuk NO2 dengan reaksi seperti
berikut.
2NO(g) + O2(g) → 2NO2(g)
8) Nitrogen hanya dapat bereaksi dengan fluor membentuk nitrogen trifluorida dengan
reaksi seperti berikut.
N2(g) + 3F2(g) → 2NF2(g)
9) Nitrogen dapat bereaksi dengan logam membentuk nitrida ionik, misalnya seperti
berikut.
a) 6Li(s) + N2(g) → 2Li3N(s)
b) 6Ba(s) + N2(g) → 2Ba3N(s)
c) 6Mg(s) + N2(g)→ 2Mg3N(s)
b. Sifat Kimia Fosfor
1. Reaksi fosfor dengan Air
Fosfor putih bersinar dalam gelap saat terkena udara lembab dalam proses yang
dikenal sebagai chemiluminescence
2. Reaksi fosfor dengan Udara
Fosfor putih harus ditangani dengan hati-hati. Hal spontan terjadi bila menyatu di
udara pada suhu kamar untuk membentuk tetraphosphorus dekaoksida, P4O10.
a. P4 (s) + 5O2 (g) P4O10 (s)
3. Reaksi fosfor dengan halogen
Fosfor Putih, P4 bereaksi keras dengan semua halogen di temperatur ruang untuk
membentuk fosfor (III) trihalida.
P4 (s) + 6F2 (g) → 4PF3 (g)
P4 (s) + 6Cl2 (g) → 4PCl3 (g)
P4 (s) + 6Br2 (g) → 4PBr3 (g)
P4 (s) + 6I2 (g) → 4PI3 (g)
4. Fosfor putih bereaksi dengan yodium dalam karbon disulfida (CS2) untuk membentuk
fosfor (II) iodida. Senyawa yang sama terbentuk dalam reaksi antara fosfor merah dan
yodium pada 180°C.
P4 (s) + 4I2 (g) → 2P2I4 (g)
5. Reaksi Fosfor dengan asam
Fosfor tidak bereaksi dengan larutan asam non oksidasi
6. Fosfor putih bersifat sangat reaktif, memancarkan cahaya, mudah terbakar di udara,
beracun. Fosfor putih digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat di
industri.
7. Fosfor merah bersifat tidak reaktif, kurang beracun. Fosfor merah digunakan sebagai
bahan campuran pembuatan pasir halus dan bidang gesek korek api.
8. Fosfor dapat bersenyawa dengan kebanyakan non logam dan logam-logam yang
reaktif. Fosfor bereaksi dengan logam IA dan IIA dapat membentuk fosfida. Dalam
air fosfida mengalami hidrolisis membentuk fosfin, PH3.
Na3P(s) + 3H2O(l) → 3NaOH(l) + PH3(g)
Fosfor membentuk dua macam senyawa dengan halogen yaitu trihalida, PX3 dan
pentahalida PX5.
Membentuk asam okso fosfor, Asam okso dari fosfor yang dikenal adalah asam fosfit
dan asam fosfat. Asam fosfit dapat dibuat dengan reaksi seperti berikut.
P4O6(aq) + 6H2O(l) → 4H3PO3(aq)
c. Sifat Kimia Arsenik
1) Logam ini bewarna abu-abu
2) Sangat rapuh, kristal dan semi-metal benda padat.
3) Berubah warna dalam udara.
4) Ketika dipanaskan teroksida sangat cepat menjadi arsen oksida dengan bau bawang.
5) Arsen dan senyawa-senyawanya sangat beracun.
6) Reaksi arsenik dengan air
Arsenik tidak bereaksi dengan air dalam kondisi normal.
7) Reaksi arsenik dengan udara
Ketika dipanaskan dalam oksigen, arsenik menyatu untuk membentuk "arsen
pentoksida" tetra-arsenik decaoxide.
4As (s) + 5O2 (g) → As4O10 (s)
4As (s) + 3O2 (g) → As4O6 (s)
8) Reaksi arsenik dengan halogen
Arsenik bereaksi dengan fluor untuk membentuk arsen gas (V) fluoride
2As (s) + 5F2 (g) → 2AsF5 (g)
9) Arsenik bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan halogen fluorin, klorin bromin, dan
yodium untuk membentuk arsen (III) trihalides.
2As (s) + 3F2 (g) → 2AsF3 (l)
2As (s) + 3Cl2 (g) → 2AsCl3 (l)
2As (s) + 3Br2 (g) → 2AsBr3 (l)
2As (s) + 3I2 (g) → 2AsI3 (l)
d. Sifat kimia Antimon
1) Merupakan unsur dengan warna putih keperakan.
2) Berbentuk kristal padat yang rapuh.
3) Daya hantar listrik (konduktivitas) dan panasnya lemah.
4) Menyublim (menguap dari fasa padat) pada suhu rendah.
5) Sebagai sebuah metaloid, antimony menyerupai logam dari penampilan fisiknya tetapi
secara kimia ia bereaksiberbeda dari logam sejati
6) Reaksi dengan air
2Sb (s) + 3H2O (g) Sb2O3 (s) + 3H2 (g)
7) Reaksi dengan udara
Ketika antimon dipanaskan akan bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk trioksida
antimon (III).
4Sb (s) + 3O2 (g) 2Sb2O3 (s)
8) Reaksi dengan halogen
Antimon bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan semua halogen untuk membentuk
antimon (III) dihalides.
2Sb (s) + 3F2 (g) 2SbF3 (s)
2Sb (s) + 3Cl2 (g) 2SbCl3 (s)
2Sb (s) + 3Br2 (g) 2SbBr3 (s)
2Sb (s) + 3I2 (g) 2SbI3 (s)
9) Reaksi dengan asam
Antimon larut dalam asam sulfat pekat panas atau asam nitrat, untuk membentuk
larutan yang mengandung Sb (III). Reaksi asam sulfat menghasilkan sulfur (IV) gas dioksida.
Antimon tidak bereaksi dengan asam klorida dalam ketiadaan oksigen.
e. Sifat Kimia Bismut
1) Merupakan kristal putih dan logam yang rapuh dengan campuran sedikit bewarna
merah jambu.
2) Merupakan logam yang paling diamagnetik.
3) Konduktor panas yang paling rendah di antara logam, kecuali raksa.
4) Memiliki resitansi listrik yang tinggi
5) Memiliki efek Hall yang tertinggi di antara logam (kenaikan yang paling tajam untuk
resistansi listrik jika diletakkan di medan magnet).
6) Ketika terbakar dengan oksigen, bismut terbakar dengan nyala yang berwarna biru.
7) Reaksi dengan air
Ketika bismut panas merah bereaksi dengan air untuk membentuk bismut (III) trioksida.
2Bi (s) + 3H2O (g) → Bi2O3 (s) + 3H2 (g)
8) Reaksi dengan udara
Setelah pemanasan bismut bereaksi dengan oksigen di udara untuk formulir trioksida bismut
(III).
4Bi (s) + 3O2 (g) → 2Bi2O3 (s)
9) Reaksi dengan halogen
Bismut bereaksi dengan fluor untuk membentuk bismut (V) fluoride.
2Bi (s) + 5F2 (g) → 2BiF5 (s)
Bismut bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan halogen fluorin, klorin bromin, dan
iodin bismut (III) trihalides.
2Bi (s) + 3F2 (g) → 2BiF3 (s)
2Bi (s) + 3Cl2 (g) → 2BiCl3 (s)
2Bi (s) + 3Br2 (g) → 2BiBr3 (s)
2Bi (s) + 3I2 (g) → 2BiI3 (s)
10) Reaksi dengan asam
Bismut larut dalam asam sulfat pekat atau asam nitrat, untuk membentuk larutan
yang mengandung Bi (III). Reaksi asam sulfat menghasilkan sulfur (IV) gas dioksida.
Dengan asam klorida dalam kehadiran oksigen, bismut (III) klorida yang dihasilkan.
4Bi (s) + 3O2 (g) + 12HCl (aq) → 4BiCl3 (aq) + 6H2O (l)
Kelimpahan bismut di kerak bumi hanya 0,008 ppm. Bismut bereaksi dengan air pada
suhu tinggi membentuk bismut (III) trioksida. Bismut bereaksi dengan udara atau oksigen
pada suhu tinggi menghasilkan [Link] membentuk senyawaan hidrida, halida, oksida,
dan hidroksida.
Bismut memiliki beberapa alotrop, sruktur yang paling stabil pada temperatur kamar
tersusun oleh jaringan heksagonal berkerut dengan setiap atom terikat oleh tiga atom lain
terdekat dan tiga atom lain lebih jauh seperti yang tinjukkan pada gambar berikut :
2.4. Reaksi-reaksi dan Senyawaan
1. Reaksi-reaksi
a. Reaksi dengan air :
Bismut bereaksi dengan air pada suhu tinggi membentuk bismut (III) trioksida.
2Bi(s) + 3H2O(g) → Bi2O3(s) + 3H2(g)
a) Reaksi dengan udara :
Bismut bereaksi dengan udara atau oksigen pada suhu tinggi menghasilkan Bi2O3.
4Bi(s) + 3O2(g) → 2Bi2O3(s)\
a). Reaksi dengan halogen
Bismut bereaksi dengan halogen pada pemanasan menghasilkan BiX3
2Bi(s)+ 3X2(g)→ 2BiX3(s) X = F, Cl, Br, I
b). Reaksi dengan asam
Logam Bismut tidak bereaksi dengan asam
c). Reaksi dengan basa
Logam Bismut tidak bereaksi dengan basa
2. Senyawaan
a) Hidrida
Bismuthine, BiH3, sangat tidak stabil dan pertama kali terdeteksi pada jejak menit
212
oleh F. Paneth menggunakan teknik radiokimia melibatkan Bi2Mg3. Percobaan
ini, dilakukan pada tahun 1918, adalah salah satu aplikasi yang paling awal dari
percobaan tracer radiokimia dalam kimia. Kemudian bekerja menggunakan BH4-
untuk mengurangi BiC13 tidak berhasil dalam memproduksi jumlah makroskopik
gas dan persiapan terbaik (1961) adalah disproporsionasi MeBiH 2 di -45° selama
beberapa jam.
b) Halida
Trihalida BiF3 dan BiI3 semua padatan pada 298 K. Trihalida dapat dibentuk
oleh kombinasi dari unsur-unsur pada suhu tinggi. Reaksi BiF3 dengan F2 pada suhu
880K menghasilkan BiF5. BiF5 adalah satu-satunya Bi (V) halida dikenal.
c. Oksida
Bismut terbakar di udara menjadi Bi2O3, suatu oksida yang berwarna kuning,
bersifat basa, dan menghasilkan ion BiO+dan Bi3+ jika dilarutkan dalam larutan
asam.
2.3.4. Cara Isolasi Bismut
Di alam bismut terdapat dalam bijih sulfidanya dan dalam bijih tembaga, timah, dan
timbal. Bismut dapat diperoleh dari bijihnya dengan proses sederhana, yaitudengan
cara dipanggang untuk memperoleh oksidanya Bi2O3, kemudian direduksidengan
besi, karbon , atau dengan H2. Karena bismut memiliki titik leleh yang rendah ,
memiliki kelarutan yang sangat rendah dibawah Fe, stabilitas oksidatif yang cukup
tinggi di udara , Bismut bisa dilebur dan dicor (seperti Pb/Timbal) dalam besi dan
baja kapal. Selain itu bismut juga dapat diperoleh dari produksuatu proses
pemurnian dari unsur Pb (timbal), Cu (tembaga), Sn (timah), Ag (perak), dan Au
(emas).
Kegunaan
Adapun kegunaan bismut adalah sebagai berikut :
1. Bahan pengisi baterai
2. Pelapis kabel listrik
3. Digunakan dalam industri pipa, tank, dan alat sinar X
4. Pelindung bahan-bahan radioaktif
5. Digunakan pada alat fluoroskopi
6. Bahan obat-obatan
7. Bahan kosmetik