NAMA : ANNISA NIRMALA P /071191018/
PROFESI NERS 30
WOC RDS
Primer Sekunder
`
Bayi prematur Perdarahan antepartum, Ibu diabetes Seksio sesaria Aspirasi mekonium Asfiksia Resusitasi Pneumotorak,
hipertensi hipotensi (pneumonia aspirasi) neonatorum neonatus sindrom wilson,
Pembentukan (pada ibu) Hiperinsulinemia Pengeluaran mikity
membran hialin janin Pernapasan intra uterin Janin kekurangan Pemberian kadar
hormon stress oleh
surfaktan paru Gangguan perfusi darah O2 dan kadar CO2 O2 yang tinggi Insufisiensi pada
ibu
belum sempurna uterus Sumbatan jalan napas meningkat bayi prematur
Imaturitas paru
parsial oleh air ketuban Trauma akibat
Sirkulasi utero plasenter Mengalir ke janin Gangguan Perfusi
dan mekonium kadar O2 yang
kurang baik pematangan paru
tinggi
bayi yang berisi air Kerusakan surfaktan
Bayi prematur; dismaturitas Menekan sintesis
surfaktan
Pertumbuhan surfaktan paru belum matang
Penurunan produksi surfaktan
Meningkatnya tegangan permukaan alveoli
Ketidakseimbangan inflasi saat inspirasi
Surfaktan menurun Kolaps paru (atelektasis) saat ekspirasi
RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME / RDS
Janin tidak dapat menjaga
rongga paru tetap Kolaps paru
mengembang
Hipoksia
Gangguan ventilasi pulmonal Retensi CO2 Peningkatan pulmonary
Tekanan negatif intra Kerusakan endotel kapiler vaskular resistence (PVR)
toraks yang besar Kontriksi vaskularisasi dan epitel duktus arteriousus Asidosis respiratorik
pulmonal Hipoperfusi Pembalikan parsial
Transudasi alveoli Pe↓ pH dan PaO2 jaringan paru sirkulasi darah janin
Usaha inspirasi yang lebih Masukan oral
P↓ oksigenasi jaringan
kuat tidak adekuat/ Pembentukan fibrin Membran hialin
Vasokontriksi berat Me↓nya aliran Aliran darah dari
menyusu buruk melapisi alveoli
- Dispena Metabolisme anaerob darah pulonal kanan ke kiri
Fibrin & jaringan yang
- Takipnea Menghambat Pe↓ sirkulasi paru melalui arteriosus
nekrotik membentuk lapisan
- Apnea Timbunan asam laktat pertukaran gas dan pulmonal dan foramen ovale
membran hialin
- Retraksi dinding Peningkatan MK :gang.
Asidosis metabolik Penurunan curah MK :iPenurunan
dada MK : Ketidakseim metabolisme pertukaran gas
jantung curah jantung
- Pernapasan cuping nutrisi kurang dari (membutuhkan Kurangnya cadangan
kebutuhan tubuh glikogen lebih
hidung glikogen dan lemak coklat M↓nya perfusi ke Paru Me↓nya aliran darah pulmonal - Pe↓ kesadaran
banyak
- Mengorok organ vital MK : Res.
- Kelemahan Respon menggigil pada Otak Iskemia Gangguan - Kelemahan otot Cidera
- Dilatasi pupil
MK : Pola nafas tidak bayi kurang/tidak ada Bayi kehilangan panas tubuh/tdk MK : Ketidakefektifan fungsi
Hipoglikemia - Kejang
efektif. dapat me↑kan panas tubuh Termoregulasi serebral
- Letargi
MK : Pola nafas tidak efektif. MK : Ketidakseim nutrisi kurang dari MK : Penurunan curah jantung MK : Ketidakefektifan Termoregulasi (
(0032) kebutuhan tubuh ( 00002) 00008)
(00240)
NOC : Status pernafasan (0415) NOC : Status Nutrisi: Asupan Nutrisi NOC : Termoregulasi bayu baru lahir
NOC : Keefektifan pompa jantung (0801)
- Frekuensi pernapasan - Asupan makanan secara oral (0400)
- Irama pernapasan - Asupan makanan secara tube - Berat Badan
- Saturasi oksigen feeding. - Tekanan darah sistol - Penyapihan dari incubator (bayi) ke
- Tes faal paru - Asupan cairan intravena - Tekanan darah diastole boks bayi
- Volume tidal - Asupan cairan parenteral - Denyut jantung apical - Suhu tidak stabil
- Suara jantung abnormal - Napas tidak teratur
NIC : Manajemen jalan nafas NIC : Manajemen Nutrisi ( 1100) - Edema paru - Perubahan warna kulit
(3140) - Monitor kecenderungan terjadinya - Edema perifer - Hiperbilirubinemia
- Monitor status pernafasan dan penurunan dan kenaikan BB
oksigenasi, - Berikan pilihan makanan yg sehat NIC :Perawatan jantung (4040) NIC : Pengaturan suhu (3900)
- Lakukan penyedotan melalui bila diperlukan - Monitor tanda-tanda vital secara
endotrakea - Anjurkan keluarga untuk rutin - Monitor suhu bayi baru lahir sampai
- Pemberian bronkodilator membawa makanan favorite - Monitor disritmia jantung termasuk stabil
- Kelola nebulizer ultrasonic pasien. gangguan ritme dan konduksi - Monitor dan laporkan adanya tanda dan
- Tentukan jumlah kalori dan jenis jantung. gejala hipotermia dan hipertermia.
Monitor Pernafasan ( 3350) nutrisi dengan ahli gizi - Bangun hubungan saling - Monitor suhu dan warna kulit
- Monitor kecepatan, irama , mendukung antara pasien dan - Selimuti bayi berat badan lahir rendah
kedalaman dan kesulitan keluarga. dengan selimut berbahan dalam plastic.
bernafasa - Pertahankan kelembapan pada 50%
- Monitor saturasi oksigen atau lebih besar dalam incubator untuk
- Monitor nilai fungsi paru mencegah hilangnya panas
- Auskultasi suara nafas - Informasikan keluarga mengenai
- Berikan bantuan terapi nafas indikasi adanya hipotermia dan
(mis: nebulizer) penanganan emergensi yang tepat,
sesuai kebutuhan.
Etiologi :
Penyebab kegagalan pernafasan pada neonatus yang terdiri
dari faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin dan faktor
Definisi : [Link] ibu meliputi hipoksia pada ibu, usia ibu kurang
dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, gravida empat atau lebih,
Sindroma gagal nafas (respiratory distress sindrom, RDS)
sosial ekonomi rendah, maupun penyakit pembuluh darah ibu
adalah istilah yang digunakan untuk disfungsi pernafasan pada
neonatus. Gangguan ini merupakan penyakit yang berhubungan yang mengganggu pertukaran gas janin seperti hipertensi,
penyakit jantung, diabetes melitus, dan lain-lain. Faktor plasenta
dengan keterlambatan perkembangan maturitas paru atau tidak
adekuatnya jumlah surfaktan dalam paru. ( Rahardjo & meliputi solusio plasenta, perdarahan plasenta, plasenta kecil,
Marni,2012) plasenta tipis, plasenta tidak menempel pada tempatnya . (
Rahardjo & Marni,2012)
Pemeriksaan Diagnostik
Menurut Cecily & Sowden (2009) pemeriksaan penunjang
pada bayi dengan RDS yaitu:
MK :gang. pertukaran gas ( 00030) 1. Kajian foto thoraks
Manifestasi klinis : 1) Pola retikulogranular difus bersama udara yang saling
NOC : Status pernafasan: Pertukaran gas tumpang tindih.
(0402) Gejala umum RDS yaitu:
2) Tanda paru sentral dan batas jantung sukar dilihat,
1. Takipnea (>60x/menit) hipoinflasi paru
- Tekanan parsial oksigen di darah arteri 3) Kemungkinan terdapat kardiomegali bila sistem lain
(PaO2) 2. Pernapasan dangkal
3. Mendengkur juga terkena (bayi dari ibu diabetes, hipoksia atau gagal
- Tekanan parsial karbondioksida di jantung kongestif)
darah arteri (PaCO3) 4. Sianosis
5. Pucat 4) Bayangan timus yang besar
- PH arteri 5) Bergranul merata pada bronkogram udara yang
- Saturasi oksigen 6. Kelelahan
7. Apnea dan pernapasan tidak teratur menandakan penyakit berat jika muncuk pada beberapa
- Keseimbangan ventilasi dan perfusi jam pertama
- Gangguan kesadaran 8. Penurunan suhu tubuh
9. retraksi suprasternal dan substernal, pernapasan 2. Gas darah arteri-hipoksia dengan asidosis respiratorik dan
cuping hidung ( Surasmi, dkk 2013) atau metabolik
1) Hitung darah lengkap
NIC : Manajemen jalan nafas
(3140) 2) Elektrolit, kalsium, natrium, kalium, glukosa serum
- Monitor status pernafasan dan
oksigenasi, Komplikasi Menurut Cecily & Sowden (2009) 3) Tes cairan amnion (lesitin banding spingomielin) untuk
- Lakukan penyedotan melalui endotrakea Komplikasi RDS yaitu : menentukan maturitas paru
- Pemberian bronkodilator 1. Ketidakseimbangan asam basa
- Kelola nebulizer ultrasonic 4) Oksimetri nadi untuk menentukan hipoksia
2. Kebocoran udara (Pneumothoraks,
pneumomediastinum, pneumoperikardium,
Monitor Pernafasan ( 3350) pneumoperitonium, emfisema subkutan, emfisema
- Monitor kecepatan, irama , kedalaman interstisial pulmonal)
dan kesulitan bernafasa 3. Perdarahan pulmonal
- Monitor saturasi oksigen 4. Penyakit paru kronis pada bayi 5%-10%
- Monitor nilai fungsi paru 5. Apnea Penatalaksanaan :
- Auskultasi suara nafas 6. Hipotensi sistemik Menurut Cecily & Sowden (2009) penatalaksanaan medis pada
- Berikan bantuan terapi nafas (mis: 7. Anemia bayi RDS (Respiratory Distress Syndrom) yaitu:
nebulizer) 8. Infeksi (pneumonia, septikemia, atau nosokomial) 1) Perbaiki oksigenasi dan pertahankan volume paru optimal
9. Perubahan perkembangan bayi dan perilaku a. Penggantian surfaktan melalui selang endotrakeal
Terapi oksigen (3320) orangtua. b. Tekanan jalan napas positif secara kontinu melalui kanul
- Monitor aliran oksigen nasal untuk mencegah kehilangan volume selama ekspirasi
- Berikan oksigen tambahan seperti c. Pemantauan transkutan dan oksimetri nadi
yang diperintahkan d. Fisioterapi dadaTindakan kardiorespirasi tambahan
- Amati tanda-tanda hipoventilasi induksi 2) Pertahankan kestabilan suhu
oksigen 3) Berikan asupan cairan, elektrolit, dan nutrisi yang tepat
4) Pantau nilai gas darah arteri, Hb dan Ht serta bilirubin
5) Lakukankan transfusi darah seperlunya
6) Hematokrit guna mengoptimalkan oksigenasi
7) Pertahankan jalur arteri untuk memantau PaO₂ dan
pengambilan sampel darah
8) Berikan obat yang diperlukan
DAFTAR PUSTAKA
Rahardjo dan Marmi,2012, Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Prasekolah. Jakarta : Pustaka Belajar
Surasmi,[Link] Bayi Resiko [Link]: EGC
Cecily & Sowden (2009). Buku Saku Keperawatan Pedriatik. Edisi 5. Jakarta: EGC
Nelson, (2011), Ilmu Ksesehatan Anak Esensial, Ed 6, Jakarta: Elsevier