REKAYASA IDE
SOLUSI TERHADAP KORBAN BULLYING
PSIKOLOGI UMUM
Dosen pengampu: Suri Handayani, [Link]
DISUSUN OLEH:
NAMA : ARINI FADHILLAH
NIM : 1183113020
KELAS : [Link] REG C
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2018
ABSTRAK
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Fenomena bullying merupakan hal yang umum di beberapa sekolah di banyak negara, termasuk
Indonesia. Bullying ini muncul dalam interaksi sosial di antara teman sebaya. Sebenarnya
bullying dapat ditemukan dimana mana antara lain ketika ada sekelompok orang yang merasa
mempunyai kekuasaan lebih dan menemukan pihak lain yang lebih lemah untuk dikuasai
disitulah dapat terjadi perilaku bullying. Perilaku bullying lebih dikenal banyak orang dengan
pengucilan, intimidasi, pemalakan, dan lain lain. Perilaku ini kurang mendapat perhatian, bahkan
ada pihak-pihak yang tidak menganggapnya sebagai hal yang serius. Padahal menurut beberapa
peneliti bullying menimbulkan ancaman serius terhadap perkembangan yang sehat selama masa
sekolah. Bullying di antara anak-anak dan remaja merupakan masalah penting yang
mempengaruhi kesejahteraan dan fungsi psikososial. Bullying yang terjadi pada remaja di SMA
adalah group bullying, dan gejala ini lebih banyak terjadi di kota-kota besar. Perilaku bullying
menjadi tradisi yang berlangsung terus menerus karena remaja mencari identitas diri melalui
penggabungan diri dalam kelompok teman sebayanya, menjadikan kelompok sebaya (senior)
sebagai model. Remaja bersedia diperlakukan sebagai korban karena remaja butuh identitas
sosial sehingga mereka menerima saja segala perlakuan yang diberikan oleh kelompok teman
sebayanya.
TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas individu Rekayasa Ide mata kuliah Psikologi Umum
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tindakan bullying dan jenis – jenis
perbuatan yang termasuk dalam tindakan itu tersebut.
3. Untuk mengetahui solusi dari mengatasi perilaku tersebut.
MANFAAT
1. Bagi para siswa, hasil rekayasa ide ini menjadi informasi bagi mereka agar bisa
mengambil sikap yang sesuai demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan
nyaman bagi semua siswa.
2. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun dan
menguji cobakan metode atau strategi untuk mengurangi perilaku bullying pada anak
dan remaja di sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERILAKU BULLYING
1. Pengertian Perilaku bullying
Menurut seorang ahli Veenslra et al (2005) bullying adalah agresi yang berulang-ulang, yang
dilakukan seseorang atau lebih dengan maksud menyakiti atau mengganggu orang lain secara
fisik (memukul, menendang, mendorong, mengambil atau merebut sesuatu milik orang lain),
secara verbal (mengejek, mengancam) atau secara psikologis (mengeluarkan dari kelompok,
mengisolasi, menyebar gosip).
Dan menurut Rey (2002) mengemukakan bahwa bullying merupakan salah satu masalah umum
di sekolah, meskipun jumlah bullying berkurang selama masa remaja, efeknya lebih destruktif
pada masa tersebut karena adanya kebutuhan remaja untuk diterima oleh teman sebaya. Remaja
laki-laki lebih terbuka terhadap bulilying dan cenderung menjadi pelaku (bully) daripada remaja
perempuan. Menurutnya penyebab bullying adalah: (1) Budaya sekolah, (2) Sikap guru
mengabaikan, memaafkan atau bahkan mendukung agresi. Atau sikap mereka secara jelas
menentang perilaku tersebut, (3) Kepribadian dan atribut fisik bully.
2. Jenis-jenis Bullying
Ada beberapa jenis atau wujud bullying, tapi secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga
kategori: bullying fisik, verbal dan psikologis. Seperti yang dijelaskan Tim Yayasan SEJIWA
(2008) berikut ini:
[Link] fisik
Adalah jenis bullying yang kasat mata, siapapun bisa melihatnya karena terjadi sentuhan atau
kontak fisik antara pelaku dan koibannya. Contoh: menampar, menendang, meludahi, melempar
dengan barang, mengancam dengan menggunakan senjata,
b .Bullying verbal
Adalah jenis bullying yang juga bisa terdeteksi karena melalui kata-kata dan bisa tertangkap
indera pendengaran kita. Contoh: memaki, menghina, menuduh, menebar gosip, memfitnah,
mengejek.
c. Bullying psikologis
Adalah jenis bullying yang berbahaya karena tidak tertangkap mata atau telinga kita jika tidak
cukup peka untuk mendeteksinya. Jenis ini terjadi diam- diam dan di luar pemantauan guru.
Contoh: memandang sinis, memandang penuh ancaman, mendiamkan, mengucilkan, mencibir,
meneror lewat pesan pendek telepon genggam atau email.
B. KARAKTERISTIK BULLYING
Berns (2004) mengungkapkan bahwa Bully mempunyai karakteristik tertentu
A. Karakteristik Pelaku {Bully)
■ Mempunyai kebutuhan untuk merasa berkuasa dan unggul
■ Biasanya secara fisik lebih kuat daripada teman sebayanya
■ Impulsif, mudah marah dan frustrasi
■ Umumnya pembangkang, tidak patuh pada aturan dan agresif
■ Menunjukkan empati yang kurang terhadap orang lain dan terlibat dalam perilaku anti sosial
■ Cenderung mempunyai konsep diri yang relatif tinggi
B. Karakteristik Korban (Victim)
■ Secara fisik lebih lemah daripada teman sebaya, kondisi fisik tidak baik
■ Menampakkan takut disakiti atau takut menyakiti diri sendiri
■ Umumnya berhati-hati, pemalu, sensitif, pendiam dan pasif
■ Gelisah, merasa tidak aman dan tidak gembira
■ Cenderung mempunyai konsep diri yang negatif dan sulit menonjolkan diri.
REKAYASA IDE