Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah
Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah
PENDAHULUAN
Kemajuan di era global menuntut adanya upaya-upaya inovatif di segala bidang, lebih-
lebih lagi dunia pendidikan, sebagai lembaga yang berfungsi menyiapkan generasi emas yakni
generasi yang bukan hanya mampu bersaing pada masanya juga mampu memenangkan
persaingan tersebut. Untuk mencapai hal tersebut, Sekolah menjadi ujung tombak dalam
pengembangan pendidikan yang berkualitas. Pentingnya proses pengelolaan sekolah akan
memberi kontribusi positif terhadap pengembangan sumber daya pendidikan yang yang
berkualitas sebagai tuntutan perkembangan global yang mengarah pada out put dan out come
berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Hal tersebut sejalan dengan Tujuan Pendidikan
Nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sebagai konsekuensi logis dari hal tersebut maka kualitas pendidikan oleh masing-
masing jenjang dan lembaga pendidikan hendaklah senantiasa diupayakan. Dalam hal ini
kualitas pendidikan haruslah merujuk pada kualitas proses dan kualitas produk. Suatu
pendidikan berkualitas dari segi proses jika peserta didik mengalami proses pembelajaran
yang bermakna ditunjang oleh sumber daya yang wajar. Kualitas produk sangat ditentukan
oleh daya saing lulusan di tengah-tengah arus perkembangan global dan relevansinya dengan
kebutuhan masyarakat. Logikanya proses pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan
produk yang berkualitas pula.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas sehingga menghasilkan
produk yang berkualitas diperlukan adanya suatu sistem pengelolaan lembaga pendidikan
secara terencana, konfrehensif, sistematis, dan selalu bersinergi dengan komponen-
komponen yang terkait dengan lembaga pendidikan secara simultan dan terkolaborasi
partisipasif.
Sistem pengelolaan haruslah memuat rangkaian program sekolah secara keseluruhan
baik dalam bentuk Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang bersumber dari Rencana
Kerja Jangka Panjang (RKJP), dan nantinya RKJM tersebut dijabarkan ke dalam Rencana
1
Kerja Tahunan Sekolah (RKTS), yang implementasinya menggunakan pola MPMBS
(Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah ).
MPMBS atau yang lebih dikenal dengan istilah School Based Management
merupakan strategi untuk mencapai sekolah efektif, yaitu kekuasaan pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan pendidikan diserahkan sepenuhnya pada sekolah dengan tetap
memperhatikan mekanisme yang ada. Konsep ini didasarkan pada Self Determination Theory
yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk
mengambil keputusan sendiri maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung
jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. Pengambilan
keputusan oleh pihak pengelola sekolah memiliki nilai yang sangat positif sebab secara realita
tentu sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam menciptakan proses pembelajaran yang
berkualitas.
Berdasarkan pola pikir tersebut maka Kepala Sekolah bersama seluruh komponen
sekolah serta didukung oleh Komite Sekolah menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) Tahun 2020 - 2024.
Untuk memberikan gambaran umum, maka RKJM SD Taman Rama Jimbaran ini,
memuat: manfaat RKJM, tujuan RKJM, Landasan Hukum, Visi, Misi dan tujuan sekolah,
Rencana Kegiatan, dan Anggaran Sekolah (RKAS).
1.2 Landasan
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah dan dinas pendidikan;
1.4 Metode Penyusunan
1.4 1 Persiapan
Pada tahap persiapan, Kepala Sekolah dan Dewan Guru bersama Komite Sekolah
membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) berasal dari unsur kepala sekolah, wakil kepala
sekolah, unsur dewan guru, unsur komite sekolah, dan unsur Tenaga Administrasi.
3
Tujuan tahap I ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan sekolah, yaitu dengan cara
membandingkan antara apa yang diinginkan (harapan) dengan apa yang ada saat ini di SDN
Sampalan Tengah atau upaya dalam mempertahankan suatu keberhasilan yang telah dicapai
sekolah.
Identifikasi tantangan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini.
1) Menyusun Profil SDN Sampalan Tengah
2) Mengidentifikasi Harapan Pemangku Kepentingan
3) Merumuskan Tantangan SDN Sampalan Tengah
Pada tahap ini ditetapkan jenis dan banyaknya dana yang dibutuhkan, perkiraan jenis dan
jumlah sumber pendanaan, aturan-aturan dari sumber pendanaan dan alokasi jenis dan sumber
pendanaan untuk setiap jenis kebutuhan dana.
Setelah RKJM selesai dirumuskan oleh TPS, RKJM dibahas bersama oleh kepala
sekolah, Dewan Guru, dan Komite Sekolah untuk dikaji ulang agar RKJM yang telah
dirumuskan sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya RKJM yang telah dikaji ulang dan
4
diperbaiki disahkan oleh kepala SDN Sampalan Tengah dan disetujui [Link] Sekolah.
Akhirnya, RKJM yang telah disahkan, disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan di
Sekolah Dasar.
1.5 Kerangka Berpikir
Bagi sekolah penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
sebenarnya merupakan jawaban dari terhadap semakin kompleksnya permasalahan yang
dihadapi dunia pendidikan kita sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap
dunia pendidikan . Untuk mengembalikan keprcayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan
tersebut, SDN Sampalan Tengah wajib hukumnya memiliki alternatif dan kebijakan yang
memiliki nilai akuntabilitas terhadap semua pihak terkait. Segala potensi yang ada di SDN
Sampalan Tengah dioptimalkan agar menjadi Sekolah yang berprestasi, berdisiplin,
berbudaya, dilandasi nilai-nilai yang tertuang dalam visi dan misi SDN Sampalan Tengah
Sebagai aktualisasinya diwujudkan dalam berbagai macam kegiatan yang antara lain :
1. Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan orang tua murid.
2. Peningkatan jumlah jenis dan mutu sebagai peningkatan dan pemerataan pelayanan
pendidikan.
5
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran yang komfrehensif dan sitematis maka sistematika
penulisannya adalah sbb :
COVER/HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Landasan
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Metode Penyusunan
1.5 Kerangka Berpikir
1.6 Sistematika Penulisan
BAB II KONDISI UMUM
2.1 Kondisi Masa Lalu
2.2 Kondisi Sekolah Sekarang
2.3 Tantangan yang dihadapi
BAB IV PENUTUP
4.1 Simpulan
4.2 Saran-saran
6
BAB II
KONDISI UMUM
7
Namun demikian karena perkembangan secara eksternal juga pesat maka, tuntutan
kualitas juga semakin tinggi. SD Negeri Sampalan Tengah dituntut untuk senantiasa
mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan teknologi,
sesuai standar nasional yang harus dipenuhi oleh sekolah.
Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, pasal 35
bahwa “ Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian
pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala”. Selanjutnya Peraturan
Pemerintah REpublik Indonesia No. 13 tahun 2015 sebagai perubahan kedua atas Peraturan
Pemerintah REpublik Indonesia nomor 19 tahun 2005 pasal 4 menyatakan bahwa “ Standar
Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat”.
Bertolak dari uraian tersebut SD Negeri Sampalan Tengah sejak didirikan terus
berbenah diri dalam mengimplementasikan kedelapan standar pendidikan dimaksud secara
bertahap dengan memperhatikan skala prioritas yang ada.
8
BAB III
RENCANA STRATEGIS
3.1 Visi Sekolah
Visi adalah merupakan gambaran masa depan yang dicita-citakan oleh segenap pemangku
kepentingan. Adapun visi SD Negeri Sampalan Tengah adalah: ” Menuju Sekolah yang
Unggul dalam Prestasi Berdasarkan Iptek dan Takwa dengan Berwawasan Budaya Bali.”
Indikator Visi :
3.2. Misi
1. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan berbasis PAKEM
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keunggulan inovatif seluruh warga sekolah
3. Mengembangkan segenap potensi siswa sesuai bakat dan minatnya
4. Meningkatkan wawasan dan profesionalisme guru secara berkelanjutan
5. Mewujudkan sekolah yang berprestasi : baik peserta didik, guru, kepala sekolah,
tenaga tata usaha maupun tenaga perpustakaan.
6. Menumbuhkembangkan kesadaran religius sesuai agama dan keyakinan yang
dianut
7. Menata kelola sarana prasarana pendidikan secara optimal dan berdaya guna
Pada Tahun Pelajaran 2019/2010 Program SDN Sampalan Tengah telah terimplementasi
dengan baik, namun dari petunjuk dan prinsip pengembangannya masih terlihat beberapa
kekurangan antara lain :
3. Muatan Lokal Bahasa Bali, Budi Pekerti, dan bahasa Inggris, sebagai kegiatan
kurikuler sudah didukung KI-KD sehingga dapat mendukung potensi lokal (lokal
genius), namun belum optimal karena terbatasnya alokasi waktu yang tersedia.
4. Pengembangan diri telah berjalan dengan baik namun belum sepenuhnya dapat
memenuhi tuntutan potensi peserta didik.
10
3.4.2 Upaya Pemenuhan
Dengan adanya kekurangan tersebut maka SDN Sampalan Tengah secara bertahap
melakukan berbagai upaya penyempurnaan sebagai berikut, antara lain :
1. Peningkatan wawasan Guru dengan jalan melaksanakan PKG dan PKB di tingkat
sekolah dan KKG atau bintek di tingkat gugus untuk meningkatkan pencapaian
standar proses sesuai dengan Permendiknas No.22 Tahun 2016 sehingga
pembelajaran berpusat pada peserta didik dapat diwujudkan.
4. Guru akan diberikan peranan yang lebih luas dalam menganalisis KI,KD sehingga
mampu mengkaji dan menemukan materi , media dan sumber belajar yang tepat
untuk dapat menuntaskan kompetensi dasar tersebut serta dapat merancang strategi
dan metode yang tepat dalam mengelola pembelajaran sehingga kompetensi
profesionalnya meningkat secara berkelanjutan. Hal ini akan berpengaruh pada
kenaikan KKM yaitu dari sisi kompetensi daya dukungnya.
11
b. Eksternal
1) Sarana prasarana pembelajaran dan pengembangan diri cukup tersedia, walaupun
masih jauh dari yang diinginkan.
2) Dukungan pendanaan sekolah dari stakeholder dan orang tua murid yang bersifat
temporer cukup tinggi.
3) Hubungan kerjasama antara masyarakat sekitar sekolah dan lembaga/instansi yang
terkait cukup baik.
4) Jaringan komunikasi internet telah tersedia dan telah pula memiliki web tersendiri.
Untuk tingkat kesiapan yang memadai yang tergolong faktor internal disebut
Kekuatan, sedangkan yang tergolong faktor eksternal disebut disebut Peluang.
Kesiapan yang kurang memadai yang berasal dari internal disebut Kelemahan,
sedangkan dari eksternal disebut Ancaman/Tantangan.
Kekuatan
1. Tingkat disiplin dan komitmen guru yang cukup tinggi sehingga memungkinkan
terjadinya berbagai pengembangan pola-pola inovasi sesuai tuntutan aktualitas
2. Jumlah siswa yang tidak terlaly banyak memungkinkan melakukan berbagai
kegiatan yang lebih efektif kolosal serta memiliki banyak alternatif dalam pemilihan
siswa
3. Sarana dan Prasarana yang cukup terutama sarana kreativitas ekstrakurikuler
akan memungkinkan pengembangan segenap potensi siswa sesuai bakat dan minatnya
4. Dukungan dan partisipasi orang tua siswa terhadap berbagai aktivitas siswa
memberi peluang siswa mengikuti berbagai kegiatan yang dislenggarakan oleh
sekolah.
12
5. Kekompakan guru-guru baik dalam kaitan dengan tugas-tugas dinas maupun dalam
hubungan horizontal internal dan eksterna l menyebabkan munculnya kebersamaan
dan kekeluargaan dalam setiap pemecahan masalah.
Peluang
1. Adanya berbagai lomba memberi peluang siswa selalu meningkatkan diri secara
kompetitif.
2. Dukungan yang sangat besar dari Komite Sekolah dan beberapa partisipan
pendukung pendidikan.
3. Lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah yang cukup
kondusif berdampak kondisi pembelajaran kondusif pula.
4. Perhatian pihak terkait seperti Dinas Pendidikan , dan instansi lainnya memberi
ruang gerak yang cukup bagi sekolah untuk berkreativitas berbasis mutu
Kelemahan
1. Jumlah guru kelas saat ini belum memadai dibandingkan dengan jumlah siswa,
sehingga menyulitkan guru secara optimal memberikan perhatian individual.
2. Ruang belajar yang ada saat ini belum mencukupi sesuai tuntutan rombel atau tidak
semua kelas mempunyai ruang tersendiri yang juga menyulitkan pengaturan dan
penataan masing-masing kelas.
3. Ruang perpustakaan belum optimal masih dalam proses pengerjaan, sehingga
kurang memberi nuansa nyaman bagi siswa dalam aktivitas bacanya.
4. Kurangnya tingkat disiplin siswa dalam menjaga kebersihan terutama mulai istirahat
sampai jam pulang.
Terhadapa berbagai kelemahan dan kekurangan yang ada maka beberapa program strategis
yang akan dilaksanakan yakni :
3.7.1 Peningkatan Kualitas Lulusan ( Standar Kompetensi Lulusan)
Berdasarkan analisis yang dilakukan ternyata bahwa alokasi waktu efektif setiap tahun
yang telah dirancang berdasarkan kalender pendidikan tidak sepenuhnya dapat direalisasikan
untuk proses pembelajaran akibat adanya berbagai kendala lapangan seperti kegiatan yang
secara tiba-tiba di luar rencana, bahkan alokasi waktu yang diperhitungkan sampai dengan
Mei ternyata pemantapan ujian mulai Pebruaripada tahun berjalan. Untuk mengatasi hal
tersebut maka diadakan tambahan pelajaran (les) setiap sore mulai bulan September.
Penentuan awal mulai bulan September ssebab pada Juli masih proses awal tahun pelajaran
sementara Agustus banyak kegiatan yang berhubungan dengan peringatan HUT RI.
Rincian Program :
1) Analisis hasil US/USBN tahun terdahulu, baik melalui analisis hasil yang diperoleh
siswa maupun analisis terhadap kisi-kisi soal
2) Melakukan prediksi kemungkinan-kemungkinan soal US/USBN pada tahun
mendatang dengan cara menyusun model-model paket soal
3) Mentransformasikan model-model paket soal sesuai KD-KD dalam proses
pembelajaran
4) Pemberian tambahan pelajaran pada sore hari berdasarkan model-model soal yang
diparalelkan dengan kurikulum yang berlaku
5) Pemantapan pengamalan nilai-nilai sikap baik sikap spiritual maupun sikap sosial
Indikator Keberhasilan :
14
a. Nilai kelulusan siswa meningkat
b. Seluruh lulusan diterima di SMP-SMP sesuai pilihan siswa
c. Lulusan mampu bersaing dengan lulusan dari SD lain
d. Sikap spiritual dan sikap social siswa mampu menjadi teladan bagi siswa lain
Rincian Program:
1) Melaksanakan review dokumen I Kurikulum 2013 oleh Tim Pengembang Kurikulum
sekolah
2) Melaksanakan penyusunan dokumen II (Silabus dan RPP) sesuai tuntutan
permendindas 23/2016 pola tematik terpadu dengan pendekatan saintifik sesuai
kurikulum 2013
3) Melakukan kajian dan review Visi-Misi sesuai tuntutan tahun berjalan
4) Pengembangan muatan lokal bahasa Bali sesuai ketentuan Peraturan Gubernur No. 87
tahun 2018
5) Menyertakan Tim Pengembang Kurikulum dalam pelatihan-pelatihan
6) Penyusunan kalender pendidikan dengan mengadaptasi kalender pendidikan yang
dikeluarkan oleh Disdikpora Provinsi Bali
7) Menyusun jadwal pelajaran
Indikator Keberhasilan :
a. Sekolah memiliki dokumen kurikuluman yang baik (dokumen I dan II) beserta
perangkat pendukungnya
b. Sekolah memiliki tim pengembang kurikulum yang produktif
Rincian Program :
1) Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai tuntutan permendinas 23 tahun 2016 tentang
standar proses
2) Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan pola penilaian autentik
secara berkesinambungan
3) Penggunaan multimedia, multi sumber, dan multi pendekatan
Indikator Keberhasilan :
a. Proses pembelajaran sesuai permendiknas 23 tahun 2016 dan saintifik
b. Penilaian komfrehensih melalui pola autentik
c. Hasil proses pembelajaran dalam bentuk nilai perolehan siswa meningkat
Rincian Program :
1) Melaksanakan Penilaian Kinerja Guru (PKG)
Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran
penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan
mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan
Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan
teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.
Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan
negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu
dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional
16
guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru
dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja
Guru (PKG) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua
jenjang pendidikan.
Pelaksanaan PKG dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi
sebaliknya PKG dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena
harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang
bermutu. Menemukan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan
membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, akan
memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang
dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.
Oleh karena itu, untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di
bidangnya dan sebagai penghargaan atas prestasi kerjanya, maka PKG harus dilakukan
terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh
pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, termasuk bagi guru-guru di SDN
Sampalan Tengah.
17
Manfaat:
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan di atas antara lain :
1. Bagi Peserta Didik, akan memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar
yang lebih efektif.
2. Bagi Guru, dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai
dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa
datang.
Indikator Keberhasilan:
a. Kompetensi dan komitmen guru semakin meningkat
b. Kompetensi dan komitmen tenaga kpendidikan semakin meningkat
Rincian Program
1) Mengupayakan Rasio kelas dengan rombel
2) Pemenuhan ruang belajar
18
3) Mengupayakan pemenuhan buku-buku pelajaran dan buku-buku refrensi sesuai
kurikulum yang berlaku
4) Pemenuhan alat-alat pembelajaran/ media pembelajaran yang mendukung proses
pembelajaran inovatif
5) Mengupayakan ruang perpustakaan yang refrensentatif
6) Mengupayakan ruang UKS yang memadai
7) Mengupayakan kantin yang memenuhi syarat-syarat kesehatan
8) Mengupayakan alat-alat olah raga sesuai potensi siswa
9) Mengupayakan alat-alat kesenian, khususnya kesenian tradisional (gong) dari
kerrawang sebagai sarana pengembangan diri siswa
Indikator Keberhasilan
a. Rasio kelas dengan rombel sesuai standar nasional ( setiap kelas maksimum 28 siswa)
b. Ruang belajar sesuai rombel
c. Buku-buku pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku terpenuhbi dengan rasio 1:1 dan
buku-buku refrensi tersedia di perpustakaan
d. Alat pembelajaran/ media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran
inovatif tersedia dan memadai
e. Memiliki ruang perpustakaan yang refrensentatif
f. Memiliki ruang UKS yang memadai
g. Memiliki kantin yang memenuhi syarat-syarat kesehatan
h. Alat-alat olah raga sesuai potensi siswa tersedia dan termanfaatkan
i. Alat-alat kesenian, khususnya kesenian tradisional (gong) dari kerrawang sebagai
sarana pengembangan diri siswa tersedia dan termanfaatkan secara optimal
Rincian Program
19
1) Kegiatan penerimaan Peserta Dididk Baru (PPDB) secara on line
2) Penentuan struktur organisasi sekolah dilengkapi deskripsi tugas yang jelas
(Pembagiantugas guru dan staf secara lengkap)
3) Memfasilitasi penyusunan program dan kegiatan-kegiatan sekolah (RKTS,RKAS,dll)
4) Peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui KKKS di gugus dan kecamatan
5) Melaksanakan supervisi akademik secara rutin dan terprogram
6) Melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi
7) Melaksanakan PKG secara berkesinambungan
8) Melaksanakan evaluasi program bersama-sama dengan guru dan staf
9) Membina komunikasi secara inten dengan orang tua siswa, komite sekolah dan
masyarakat sekitar
10) Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan melalui pengawas, UPT, dan bidang
yang sesuai di Disdikpora kab. Klungkung
Indikator Keberhasilan
a. PPDB on line terselenggara sesuai ketentuan yang berlaku
b. Tugas-tugas guru dan staf sesuai deskripsi dalam struktur organisasi terlaksanakan
dengan baik
c. Sekolah memiliki program dan kegiatan-kegiatan sekolah secara jelas dan terukur
(RKTS)
d. KKKS di gugus dan kecamatan dalam peningkatan kompetensi manajerail kepala
sekolah terlaksana dengan teratur dan berkesinambungan
e. Supervisi akademik terlaksana secara rutin dan terprogram
f. Program tindak lanjut hasil supervisi terlaksana dengan baik
g. Hasil PKG guru minimum pada kriteria baik
h. Evaluasi program terlaksana bersama-sama dengan guru dan staf
i. Komunikasi dengan orang tua siswa, komite sekolah dan masyarakat sekitar
terpelihara dengan baik
j. Terjalin koordinasi yang sangat baik dengan jajaran dinas pendidikan melalui
pengawas, UPT, dan bidang yang sesuai di Disdik kab. Klungkung
20
Pengelolaan pendanaan sekolah secara tranparan dan akuntabel menjadi hal yan sangat
penting dalam rangka peningkatan kinerja sekolah dan mendapoatkan dukungan dari semua
pihak terkait.
Rincian Program
1) Penyusunan RKAS
2) Pelaksanaan Operasional dana-dana BOS sesuai dengan RKAS
Indikator Keberhasilan
a. Sekolah memiuliki RKAS sesuai ketentuan
b. Pengelolaan keuangan dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel
Rincian Program
6) Penyusunan berbagai instrumen penilaian (format-format, LKS, dll)
7) Penilaian Harian (PH)
8) Penilaian Tengah Semester (PTS)
9) Penilaian Akhir Semester (PAS)
10) Penilaian Akhir Tahun (PAT)
11) Analisis hasil ulangan (analisis PH,PAS,PAT)
12) Program Perbaikan dan pengayaan
13) Ujian
14) Pembagian rapor
15) Kenaikan kelas
21
Indikator Keberhasilan
a. Guru-guru memiliki berbagai instrumen penilaian (format-format, LKS, dll)
b. Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester
(PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT) terlaksana dengan baik
c. Setiap guru melaksanakan analisis hasil PH,PTS, PAS,PAT dan tindak lanjut hasilnya
melalui program perbaikan dan pengayaan
d. Ujian terlaksana sesuai dengan POS dan petunjuk teknis lainnya
e. Pembagian rapor (akhir semester dan akhir tahun ) dan kenaikan kelas berjalan lancar
22
3.8 TABEL JADWAL KEGIATAN
Th I Th II Th III Th IV
No Bentuk Kegiatan (2019/2020) (2020/2021) (2021/2022) (2022/2023)
Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I
I Peningkatan Kualitas Lulusan ( Standar Kompetensi Kelulusan)
1 Analisis hasil US/USBN tahun terdahulu x x x x
2 Prediksi kemungkinan-kemungkinan soal US/USBN pada tahun x x x x x x x x
mendatang dan penyusunan model-model paket soal
3 Mentransformasikan model-model paket soal sesuai KD-KD dalam proses x x x x x x x x
pembelajaran
4 Tambahan Pelajaran/les sore hari x x x x x x x x
24
3 3. Pembuatan SPJ-SPJ Bantuan lainnya x x x x x x x x
25
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Bertolak dari hal di atas maka dapat kami simpulkan bahwa Rencana Kerja Jangka
Menengah (RKJM) yang nantinya dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan Sekolah
(RKTS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) memiliki kedudukan yang
sangat strategis dalam mewujudkan pengelolaan sekolah berbasis kualitas.
4.2 Saran-saran
Dengan selesainya RKJM ini, di samping kami selalu berdoa kepada Tuhan Yang
Maha Esa semoga selalu melimpahkan rahmat dan petunjuknya kepada kami, sehingga kami
dapat melaksanakan Program Kerja ini secara baik, juga berharap partisipasi semua pihak
untuk secara kolaboratif ikut mendukung terlaksanya program-program yang ada.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa: walaupun dalam pembuatan RKJM ini kami
telah berusaha sebaik-baiknya dengan melibatkan semua pihak terkait, sesuai dengan
kemampuan kami, namun disana-sini tentu masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan saran dan petunjuk serta pembinaan dari pihak-pihak yang terkait,
untuk penyempurnaan tugas dan kewajiban kami di masa yang akan datang.
26