0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan26 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang dan tujuan penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Taman Rama Jimbaran untuk periode 2020-2024 2. RKJM disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan bertujuan untuk memastikan pencapaian tujuan sekolah serta mengoptimalkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan 3. Proses penyus

Diunggah oleh

Indah Diana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan26 halaman

Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang dan tujuan penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SD Taman Rama Jimbaran untuk periode 2020-2024 2. RKJM disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan bertujuan untuk memastikan pencapaian tujuan sekolah serta mengoptimalkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan 3. Proses penyus

Diunggah oleh

Indah Diana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan di era global menuntut adanya upaya-upaya inovatif di segala bidang, lebih-
lebih lagi dunia pendidikan, sebagai lembaga yang berfungsi menyiapkan generasi emas yakni
generasi yang bukan hanya mampu bersaing pada masanya juga mampu memenangkan
persaingan tersebut. Untuk mencapai hal tersebut, Sekolah menjadi ujung tombak dalam
pengembangan pendidikan yang berkualitas. Pentingnya proses pengelolaan sekolah akan
memberi kontribusi positif terhadap pengembangan sumber daya pendidikan yang yang
berkualitas sebagai tuntutan perkembangan global yang mengarah pada out put dan out come
berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Hal tersebut sejalan dengan Tujuan Pendidikan
Nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sebagai konsekuensi logis dari hal tersebut maka kualitas pendidikan oleh masing-
masing jenjang dan lembaga pendidikan hendaklah senantiasa diupayakan. Dalam hal ini
kualitas pendidikan haruslah merujuk pada kualitas proses dan kualitas produk. Suatu
pendidikan berkualitas dari segi proses jika peserta didik mengalami proses pembelajaran
yang bermakna ditunjang oleh sumber daya yang wajar. Kualitas produk sangat ditentukan
oleh daya saing lulusan di tengah-tengah arus perkembangan global dan relevansinya dengan
kebutuhan masyarakat. Logikanya proses pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan
produk yang berkualitas pula.
Untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas sehingga menghasilkan
produk yang berkualitas diperlukan adanya suatu sistem pengelolaan lembaga pendidikan
secara terencana, konfrehensif, sistematis, dan selalu bersinergi dengan komponen-
komponen yang terkait dengan lembaga pendidikan secara simultan dan terkolaborasi
partisipasif.
Sistem pengelolaan haruslah memuat rangkaian program sekolah secara keseluruhan
baik dalam bentuk Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang bersumber dari Rencana
Kerja Jangka Panjang (RKJP), dan nantinya RKJM tersebut dijabarkan ke dalam Rencana

1
Kerja Tahunan Sekolah (RKTS), yang implementasinya menggunakan pola MPMBS
(Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah ).
MPMBS atau yang lebih dikenal dengan istilah School Based Management
merupakan strategi untuk mencapai sekolah efektif, yaitu kekuasaan pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan pendidikan diserahkan sepenuhnya pada sekolah dengan tetap
memperhatikan mekanisme yang ada. Konsep ini didasarkan pada Self Determination Theory
yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan untuk
mengambil keputusan sendiri maka orang atau kelompok tersebut akan memiliki tanggung
jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. Pengambilan
keputusan oleh pihak pengelola sekolah memiliki nilai yang sangat positif sebab secara realita
tentu sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam menciptakan proses pembelajaran yang
berkualitas.
Berdasarkan pola pikir tersebut maka Kepala Sekolah bersama seluruh komponen
sekolah serta didukung oleh Komite Sekolah menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) Tahun 2020 - 2024.
Untuk memberikan gambaran umum, maka RKJM SD Taman Rama Jimbaran ini,
memuat: manfaat RKJM, tujuan RKJM, Landasan Hukum, Visi, Misi dan tujuan sekolah,
Rencana Kegiatan, dan Anggaran Sekolah (RKAS).

1.2  Landasan

Landasan hukum Perumusan RKJM ini adalah :


1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 (Pengelolaan
Dana Pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efesiensi, transparansi dan
akuntabilitas publik).
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2015 sebagai
penyempurnaan kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19  Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 53 (Setiap Satuan
Pendidikan dikelola  atas dasar Rencana Kerja Tahunan yang merupakan penjabaran
rinci dari Rencana Kerja Jangka Menengah Satuan Pendidikan yang meliputi masa 4
tahun).

3. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan : Sekolah


membuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 4 tahun, Rencana Kerja Tahunan
Sekolah (RKTS) dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
2
dilaksanakan berdasarkan RKJM.  RKJM disetujui dalam rapat dewan pendidik
setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah dan disyahkan
berlakunya.  

 1.3 Maksud dan Tujuan

RKJM dirumuskan dengan maksud dan tujuan untuk:


1. Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan
tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;

3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah dan dinas pendidikan;

4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan


pengawasan;

5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;

6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan


berkelanjutan.

 1.4   Metode Penyusunan

Proses penyusunan RKJM dilakukan melalui tiga jenjang, yaitu: persiapan,


perumusan RKJM, dan pengesahan RKJM.  

1.4 1 Persiapan

Pada tahap persiapan, Kepala Sekolah dan Dewan Guru bersama Komite Sekolah
membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) berasal dari unsur kepala sekolah, wakil kepala
sekolah, unsur dewan guru, unsur komite sekolah, dan unsur Tenaga Administrasi.

1.4.2 Perumusan RKJM

Perumusan RKJM dilakukan melalui 4 tahap, sebagai berikut:

1. Tahap Kesatu        : Identifikasi Tantangan

3
Tujuan tahap I ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan sekolah, yaitu dengan cara
membandingkan antara apa yang diinginkan (harapan) dengan apa yang ada saat ini di SDN
Sampalan Tengah atau upaya dalam mempertahankan suatu keberhasilan yang telah dicapai
sekolah.
Identifikasi tantangan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini.
1)      Menyusun Profil SDN Sampalan Tengah
2)      Mengidentifikasi Harapan Pemangku Kepentingan 
3)      Merumuskan Tantangan SDN Sampalan Tengah

2. Tahap Kedua         :  Analisis Pemecahan Tantangan

Langkah-langkah dalam menganalisis tantangan adalah sebagai berikut:

1)      Menentukan Penyebab Tantangan Utama


2)      Menentukan Alternatif Pemecahan Tantangan Utama 

3. Tahap Ketiga         :           Penyusunan Program


Dalam penyusunan program, ada 6 langkah yang perlu dilakukan, yaitu:
1)      Menetapkan Sasaran
2)      Menetapkan Program
3)      Menetapkan Penanggungjawab Program
4)      Menentukan Indikator Keberhasilan Program
5)      Menentukan Kegiatan dan
6)      Menyusun Jadwal Kegiatan.

4. Tahap Keempat     : Penyusunan Rencana Biaya dan Pendanaan                              

Pada tahap ini ditetapkan jenis dan banyaknya dana yang dibutuhkan, perkiraan jenis dan
jumlah sumber pendanaan, aturan-aturan dari sumber pendanaan dan alokasi jenis dan sumber
pendanaan untuk setiap jenis kebutuhan dana.

1.4.3 Pengesahan RKJM

Setelah RKJM selesai dirumuskan oleh TPS, RKJM dibahas bersama oleh kepala
sekolah, Dewan Guru, dan Komite Sekolah untuk dikaji ulang agar RKJM yang telah
dirumuskan sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya RKJM yang telah dikaji ulang dan
4
diperbaiki disahkan oleh kepala SDN Sampalan Tengah dan disetujui [Link] Sekolah.
Akhirnya, RKJM yang telah disahkan, disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan di
Sekolah Dasar.
 
1.5 Kerangka Berpikir
Bagi sekolah penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
sebenarnya merupakan jawaban dari terhadap semakin  kompleksnya permasalahan yang
dihadapi dunia pendidikan kita sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap
dunia pendidikan . Untuk mengembalikan keprcayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan
tersebut, SDN Sampalan Tengah wajib hukumnya memiliki alternatif dan kebijakan yang
memiliki nilai akuntabilitas terhadap semua pihak terkait. Segala potensi yang ada di SDN
Sampalan Tengah dioptimalkan agar menjadi Sekolah yang berprestasi, berdisiplin,
berbudaya, dilandasi nilai-nilai yang tertuang dalam visi dan misi SDN Sampalan Tengah
Sebagai aktualisasinya diwujudkan dalam berbagai macam kegiatan yang antara lain :
1. Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan orang tua murid.
2. Peningkatan jumlah jenis dan mutu sebagai peningkatan dan pemerataan pelayanan
pendidikan.

3. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai usaha pelayanan pendidikan


yang merata.

4. Peningkatan mutu pendidikan

5. Sebagai kegiatan yang bersifat kemasyarakatan.

Kegiatan – kegiatan tersebut di atas harus ditunjang dengan pelayanan administrasi


Sekolah yang terencana, teratur, terarah, dan berkesinambungan yang dituangkan dalam
bentuk Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
Rencana Kerja Sekolah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai kerangka
acuan oleh kepala Sekolah dalam mengambil  kebijakan, disamping itu sebagai pedoman
dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan progam belajar mengajar dan administrasi Sekolah 
yang lain, agar pengelola Sekolah  tidak menyimpang dari prinsip – prinsip manajemen.
Keberhasilan perencanaan ini menurut peran serta aktif dari segala warga Sekolah dan
dukungan dari warga masyarakat. Seluruh komponen Sekolah harus mempunyai persepsi
yang sama terhadap visi dan misi sehingga seluruh progam yang dijalankan oleh Sekolah
tidak menyimpang dari visi dan misi tersebut.

5
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran yang komfrehensif dan sitematis maka sistematika
penulisannya adalah sbb :
COVER/HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR  ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Landasan
1.3 Maksud dan Tujuan
1.4 Metode Penyusunan
1.5 Kerangka Berpikir
1.6 Sistematika Penulisan
BAB II KONDISI UMUM
2.1 Kondisi Masa Lalu
2.2 Kondisi Sekolah Sekarang
2.3 Tantangan yang dihadapi

BAB III RENCANA STRATEGIS


3.1 Visi
3.2 Misi
3.3 Tujuan Sekolah
3.4 Tantangan Nyata
3.5 Analisis Konteks
3.6 Analisis SWOT
3.7 Program Strategis

BAB IV PENUTUP
4.1 Simpulan
4.2 Saran-saran

6
 

BAB II
KONDISI UMUM

 2.1.  Kondisi Sekolah Masa Lalu

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang  cepat,  akan


berdampak langsung terhadap sendi-sendi  kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, budaya
dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Demikian pula Indonesia sebagai salah satu bangsa
tidak bisa menghindar dari proses globalisasi dunia. Pengaruh global terhadap bangsa
Indonesia berdampak positif, namun banyak juga sisi negatifnya. Hal tersebut harus disikapi
sebagai sebuah peluang dan sekaligus sebagai sebuah tantangan. Salah satu pengaruh global
terhadap kehidupan sosial bangsa Indonesia adalah mulai terkikisnya nilai-nilai dan norma-
norma ketimuran yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan, seperti gotong royong,
kesantunan, dsb. Di sisi lain mengakibatkan semakin suburnya individualisme, pragmatisme,
materialisme, dsb. Ini merupakan sebuah tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia, yang
menjadi tulang punggung filter transformasi budaya, bagaimana dunia pendidikan harus
menyikapi hal tersebut.
Tugas SD Negeri  Sampalan Tengah, begitu berat untuk menyongsong masa-masa yang
akan datang, namun hal itu tetap harus disikapi sebagai sebuah tantangan ke depan. Dengan
tetap menjaga keutuhan, kepribadian dan budaya bangsa, SD Negeri  Sampalan Tengah
memiliki peranan  yang sangat penting khususnya di Klungkung Bali, untuk terus
meningkatkan kwalitas sehingga mampu mewujudkan lulusannya menjadi manusia Indonesia
seutuhnya, Pancasilais, dan mampu ikut serta dalam persaingan global.

 2.2 Kondisi Sekolah Sekarang


Kondisi pendidikan Indonesia pada saat ini  banyak mengalami kemajuan dibandingkan
dengan beberapa tahun lalu. Perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap
bidang pendidikan cukup tinggi, baik dalam hal upaya pemerataan memperoleh pendidikan,
peningkatan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kwalitas guru, dan sebagainya,
sehingga secara kualitas kini menjadi salah satu SD yang mendapat perhatian tinggi dari
masyarakat. Indikatornya setiap tahun jumlah melamar dalam PPDB selalu melebihi kapasitas
yang dibutuhkan, bahka prestasi-prestasi yang diraih semakin banyak.

7
Namun demikian karena perkembangan secara eksternal juga pesat maka, tuntutan
kualitas juga semakin tinggi. SD Negeri  Sampalan Tengah dituntut untuk senantiasa
mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan teknologi,
sesuai standar nasional yang harus dipenuhi oleh sekolah.
Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, pasal 35
bahwa “ Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan,
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian
pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala”. Selanjutnya Peraturan
Pemerintah REpublik Indonesia No. 13 tahun 2015 sebagai perubahan kedua atas Peraturan
Pemerintah REpublik Indonesia nomor 19 tahun 2005 pasal 4 menyatakan bahwa “ Standar
Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat”.
Bertolak dari uraian tersebut SD Negeri  Sampalan Tengah sejak didirikan terus
berbenah diri dalam mengimplementasikan kedelapan standar pendidikan dimaksud secara
bertahap dengan memperhatikan skala prioritas yang ada.

 2.3 Tantangan Yang Dihadapi


Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menuntut kesiapan sumber daya
manusia Indonesia dalam berbagai bidang. Kebutuhan dunia kerja dan persaingan global pada
masa yang akan datang membutuhkan tenaga kerja berkwalitas yang trampil dan handal.
Dengan pesatnya perkembangan arus teknologi dan informasi, perkembangan dunia menjadi
sulit diprediksi.
Tumbuh berkembangnya sekolah-sekolah asing di Indonesia, yang dalam berbagai hal lebih
maju baik managemen, sarana prasarana maupun kurikulumnya, dapat dijadikan sebagai
cambuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, dan dalam berbagai hal dapat dijadikan
barometer penyelenggaraan pendidikan di Indonesia
 
 

8
BAB III
RENCANA STRATEGIS
 
3.1 Visi Sekolah
Visi adalah merupakan gambaran masa depan yang dicita-citakan oleh segenap pemangku
kepentingan. Adapun visi SD Negeri  Sampalan Tengah adalah: ” Menuju Sekolah yang
Unggul dalam Prestasi Berdasarkan Iptek dan Takwa dengan Berwawasan Budaya Bali.”

Indikator Visi :

1. Unggul perolehan nilai ujian akhir


2. Unggul dalam persaingan melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi
3. Unggul dalam desiplin
4. Unggul dalam setiap lomba
5. Unggul dalam aktivitas keagamaan

3.2. Misi
1. Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan berbasis PAKEM
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keunggulan inovatif seluruh warga sekolah
3. Mengembangkan segenap potensi siswa sesuai bakat dan minatnya
4. Meningkatkan wawasan dan profesionalisme guru secara berkelanjutan
5. Mewujudkan sekolah yang berprestasi : baik peserta didik, guru, kepala sekolah,
tenaga tata usaha maupun tenaga perpustakaan.
6. Menumbuhkembangkan kesadaran religius sesuai agama dan keyakinan yang
dianut
7. Menata kelola sarana prasarana pendidikan secara optimal dan berdaya guna

3.3 .  Tujuan Sekolah


Sejalan dengan visi, misi, dan karakteristik SDN Sampalan Tengah sebagai SD
imbas di Gugus I Kecamatan Dawan, maka tujuan pendidikan pada SDN Sampalan Tengah
yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan sehingga cerdas dalam Ilmu pengetahuan, dan perilaku serta memiliki
kemampuan untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. Cerdas, terampil dan mandiri
berdasarkan Imtaq dan budaya antara lain :

1. Terselenggaranya pembelajaran dan bimbingan berbasis PAKEM


2. Tumbuhnya kreatifitas dan keunggulan inovatif seluruh warga sekolah
9
3. Berkembangnya segenap potensi siswa sesuai bakat dan minatnya
4. Meningkatnya wawasan dan profesionalisme guru secara berkelanjutan.
5. Terwujudnya sekolah yang berprestasi : baik peserta didik, guru, kepala sekolah,
tenaga tata usaha maupun tenaga perpustakaan.
6. Tumbuh dan berkembangnya kesadaran religius sesuai agama dan keyakinan yang
dianut.
7. Terkelolanya sarana prasarana pendidikan secara optimal dan berdaya guna

3.4 Tantangan Nyata


3.4.1 Kondisi Riil:

Pada Tahun Pelajaran 2019/2010 Program SDN Sampalan Tengah telah terimplementasi
dengan baik, namun dari petunjuk dan prinsip pengembangannya masih terlihat beberapa
kekurangan antara lain :

1. Dalam prinsip pengembangan Kurikulum , bahwa dalam proses pembelajaran


saintifik sesuai tuntutan Kurikulum 2013 peserta didik memiliki posisi sentral
untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , beraklak mulia , sehat , berilmu, cakap,
kreatif , mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.

Namun hal tersebut belum sepenuhnya bisa dilaksanakan karena belum


sepenuhnya didukung oleh Sumber daya sekolah yang memadai khususnya masih
kurangnya sarana dan prasarana jika dibandingkan dengan jumlah siswa.
Pembelajaran belum mengacu kepada student centre oriented, sehingga belum bisa
mengembangkan kompetensi siswa secara personal.

2. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi belum sepenuhnya bisa


dilaksanakan, baru pada tingkat teknologi informasi dan komunikasi sebagai
media pembelajaran.

3. Muatan Lokal Bahasa Bali, Budi Pekerti, dan bahasa Inggris, sebagai kegiatan
kurikuler sudah didukung KI-KD sehingga dapat mendukung potensi lokal (lokal
genius), namun belum optimal karena terbatasnya alokasi waktu yang tersedia.

4. Pengembangan diri telah berjalan dengan baik namun belum sepenuhnya dapat
memenuhi tuntutan potensi peserta didik.

10
3.4.2 Upaya Pemenuhan

Dengan adanya kekurangan tersebut maka SDN Sampalan Tengah secara bertahap
melakukan berbagai upaya penyempurnaan sebagai berikut, antara lain :

1. Peningkatan wawasan Guru dengan jalan melaksanakan PKG dan PKB di tingkat
sekolah dan KKG atau bintek di tingkat gugus untuk meningkatkan pencapaian
standar proses sesuai dengan Permendiknas No.22 Tahun 2016 sehingga
pembelajaran berpusat pada peserta didik dapat diwujudkan.

2. Sekolah secara bertahap mengalokasikan dana yang lebih besar untuk


pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

3. Akan dilakukan pengkajian terhadap potensi daerah setempat sehingga muatan


lokal lebih variatif dan benar-benar dapat mengembangkan potensi peserta didik.

4. Guru akan diberikan peranan yang lebih luas dalam menganalisis KI,KD sehingga
mampu mengkaji dan menemukan materi , media dan sumber belajar yang tepat
untuk dapat menuntaskan kompetensi dasar tersebut serta dapat merancang strategi
dan metode yang tepat dalam mengelola pembelajaran sehingga kompetensi
profesionalnya meningkat secara berkelanjutan. Hal ini akan berpengaruh pada
kenaikan KKM yaitu dari sisi kompetensi daya dukungnya.

3.5 Analisis Konteks


Analisis Konteks Sekolah
a. Internal
1) Sekolah berada di kawasan pemukiman penduduk yang memiliki penghidupan
heterogen dengan strata yang sangat beragam.
2) Secara geografis mudah dijangkau oleh alat transportasi darat.
3) Kepercayaan masyarakat dan orang tua siswa terhadap SDN Sampalan Tengah
setiap tahun semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya calon
siswa kelas I baru yang tidak tertampung di SDN Sampalan Tengah
4) Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar sekolah adalah menengah ke atas
5) Motivasi belajar siswa cukup tinggi karena input yang diterima umumnya dari
hasil seleksi.

11
b. Eksternal
1) Sarana prasarana pembelajaran dan pengembangan diri cukup tersedia, walaupun
masih jauh dari yang diinginkan.
2) Dukungan pendanaan sekolah dari stakeholder dan orang tua murid yang bersifat
temporer cukup tinggi.
3) Hubungan kerjasama antara masyarakat sekitar sekolah dan lembaga/instansi yang
terkait cukup baik.
4) Jaringan komunikasi internet telah tersedia dan telah pula memiliki web tersendiri.

3.6 Analisis SWOT ( Analisis Tingkat Kesiapan Fungsi )

Analisis SWOT ( Strength = Kekuatan; Weakness = Kelemahan ; Opportunity =


Peluang ; Threat = Ancaman/Tantangan ) merupakan upaya untuk pengenalan fungsi-fungsi
secara keseluruhan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Untuk tingkat kesiapan yang memadai yang tergolong faktor internal disebut
Kekuatan, sedangkan yang tergolong faktor eksternal disebut disebut Peluang.

Kesiapan yang kurang memadai yang berasal dari internal disebut Kelemahan,
sedangkan dari eksternal disebut Ancaman/Tantangan.

 Kekuatan
1. Tingkat disiplin dan komitmen guru yang cukup tinggi sehingga memungkinkan
terjadinya berbagai pengembangan pola-pola inovasi sesuai tuntutan aktualitas
2. Jumlah siswa yang tidak terlaly banyak memungkinkan melakukan berbagai
kegiatan yang lebih efektif kolosal serta memiliki banyak alternatif dalam pemilihan
siswa
3. Sarana dan Prasarana yang cukup terutama sarana kreativitas ekstrakurikuler
akan memungkinkan pengembangan segenap potensi siswa sesuai bakat dan minatnya
4. Dukungan dan partisipasi orang tua siswa terhadap berbagai aktivitas siswa
memberi peluang siswa mengikuti berbagai kegiatan yang dislenggarakan oleh
sekolah.

12
5. Kekompakan guru-guru baik dalam kaitan dengan tugas-tugas dinas maupun dalam
hubungan horizontal internal dan eksterna l menyebabkan munculnya kebersamaan
dan kekeluargaan dalam setiap pemecahan masalah.

 Peluang
1. Adanya berbagai lomba memberi peluang siswa selalu meningkatkan diri secara
kompetitif.
2. Dukungan yang sangat besar dari Komite Sekolah dan beberapa partisipan
pendukung pendidikan.
3. Lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah yang cukup
kondusif berdampak kondisi pembelajaran kondusif pula.
4. Perhatian pihak terkait seperti Dinas Pendidikan , dan instansi lainnya memberi
ruang gerak yang cukup bagi sekolah untuk berkreativitas berbasis mutu

 Kelemahan
1. Jumlah guru kelas saat ini belum memadai dibandingkan dengan jumlah siswa,
sehingga menyulitkan guru secara optimal memberikan perhatian individual.
2. Ruang belajar yang ada saat ini belum mencukupi sesuai tuntutan rombel atau tidak
semua kelas mempunyai ruang tersendiri yang juga menyulitkan pengaturan dan
penataan masing-masing kelas.
3. Ruang perpustakaan belum optimal masih dalam proses pengerjaan, sehingga
kurang memberi nuansa nyaman bagi siswa dalam aktivitas bacanya.
4. Kurangnya tingkat disiplin siswa dalam menjaga kebersihan terutama mulai istirahat
sampai jam pulang.

 Tantangan dan Ancaman


1. Tingkat kemajuan dan perkembangan sekolah lain yang mulai merata menyebabkan
tingkat persaingan semakin ketat.
2. Tuntutan orang tua siswa terhadap kualitas mutu sesuai dengan tingkat
perkembanganzaman membawa konsekuensi guru senantiasa harus selalu
meningkatkan kualitas diri

 Deskripsi Hasil Analisis


13
Bertolak dari uraian di atas, ternyata bahwa kondisi SDN Sampalan Tengah baik
secara internal maupun eksternal, memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini memberikan
peluang masing-masing komponen terkait untuk melakukan improfisasi inovasi pengelolaan,
sehingga operasional berbasis mutu sebagai landasan kinerja dapat diimplementasikan secara
optimal. Sisi positifnya dikembangkan dan ditingkatkan sementara sisi negatifnya secara
partisipatif kolaboratif diatasi.

3.7 Program Strategis

Terhadapa berbagai kelemahan dan kekurangan yang ada maka beberapa program strategis
yang akan dilaksanakan yakni :
3.7.1 Peningkatan Kualitas Lulusan ( Standar Kompetensi Lulusan)
Berdasarkan analisis yang dilakukan ternyata bahwa alokasi waktu efektif setiap tahun
yang telah dirancang berdasarkan kalender pendidikan tidak sepenuhnya dapat direalisasikan
untuk proses pembelajaran akibat adanya berbagai kendala lapangan seperti kegiatan yang
secara tiba-tiba di luar rencana, bahkan alokasi waktu yang diperhitungkan sampai dengan
Mei ternyata pemantapan ujian mulai Pebruaripada tahun berjalan. Untuk mengatasi hal
tersebut maka diadakan tambahan pelajaran (les) setiap sore mulai bulan September.
Penentuan awal mulai bulan September ssebab pada Juli masih proses awal tahun pelajaran
sementara Agustus banyak kegiatan yang berhubungan dengan peringatan HUT RI.
 Rincian Program :
1) Analisis hasil US/USBN tahun terdahulu, baik melalui analisis hasil yang diperoleh
siswa maupun analisis terhadap kisi-kisi soal
2) Melakukan prediksi kemungkinan-kemungkinan soal US/USBN pada tahun
mendatang dengan cara menyusun model-model paket soal
3) Mentransformasikan model-model paket soal sesuai KD-KD dalam proses
pembelajaran
4) Pemberian tambahan pelajaran pada sore hari berdasarkan model-model soal yang
diparalelkan dengan kurikulum yang berlaku
5) Pemantapan pengamalan nilai-nilai sikap baik sikap spiritual maupun sikap sosial

Indikator Keberhasilan    :

14
a. Nilai kelulusan siswa meningkat
b. Seluruh lulusan diterima di SMP-SMP sesuai pilihan siswa
c. Lulusan mampu bersaing dengan lulusan dari SD lain
d. Sikap spiritual dan sikap social siswa mampu menjadi teladan bagi siswa lain

3.7.2 Layanan Kurikulum (Standar Isi)


Dari hasil analisis, kendala yang mendasar mulai dibenahi pada SDN Sampalan
Tengah  sistem pengadministrasian kurikulum, baik administrasi siswa, administrasi guru dan
ministrasi sekolah. Dengan sistem administrasi yang baik akan menjamin proses pembelajaran
dan tentunya juga hasil pembelajaran akan terus meningkat.

 Rincian Program:
1) Melaksanakan review dokumen I Kurikulum 2013 oleh Tim Pengembang Kurikulum
sekolah
2) Melaksanakan penyusunan dokumen II (Silabus dan RPP) sesuai tuntutan
permendindas 23/2016 pola tematik terpadu dengan pendekatan saintifik sesuai
kurikulum 2013
3) Melakukan kajian dan review Visi-Misi sesuai tuntutan tahun berjalan
4) Pengembangan muatan lokal bahasa Bali sesuai ketentuan Peraturan Gubernur No. 87
tahun 2018
5) Menyertakan Tim Pengembang Kurikulum dalam pelatihan-pelatihan
6) Penyusunan kalender pendidikan dengan mengadaptasi kalender pendidikan yang
dikeluarkan oleh Disdikpora Provinsi Bali
7) Menyusun jadwal pelajaran

Indikator Keberhasilan    :
a. Sekolah memiliki dokumen kurikuluman yang baik (dokumen I dan II) beserta
perangkat pendukungnya
b. Sekolah memiliki tim pengembang kurikulum yang produktif

3.7.3 Pengembangan Proses Pembelajaran (Standar Proses)


Kualitas proses pembelajaran yang baik adalam proses mampu menciptakan situasi
peserta didik menjadi pembelajar yang baik, guru berfungsi sebagai fasilitator dan mediator
bagi proses pembelajaran tersebut. Guru harus mampu mengubah paradigm lama dari teacher
15
centre ke arah student centre dan dari siswa sebagai objek pembelajaran menjadi siswa
sebagai subjek pembelajaran.

Rincian Program :
1) Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai tuntutan permendinas 23 tahun 2016 tentang
standar proses
2) Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan pola penilaian autentik
secara berkesinambungan
3) Penggunaan multimedia, multi sumber, dan multi pendekatan

Indikator Keberhasilan    :
a. Proses pembelajaran sesuai permendiknas 23 tahun 2016 dan saintifik
b. Penilaian komfrehensih melalui pola autentik
c. Hasil proses pembelajaran dalam bentuk nilai perolehan siswa meningkat

3.7.4 Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru (Standar Pendidik dan


Tenaga Kependidikan)
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat
penting   dalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan
kompetitif. Oleh  karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang
bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen. Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, diperlukan suatu sistem
pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram dan berkelanjutan.

Rincian Program :
1) Melaksanakan Penilaian Kinerja Guru (PKG)
Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran
penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan
mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan
Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan
teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.
Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan
negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu
dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional

16
guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru
dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja
Guru (PKG) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua
jenjang pendidikan.
Pelaksanaan PKG dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi
sebaliknya PKG dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena
harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang
bermutu. Menemukan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan
membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, akan
memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang
dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional.
Oleh karena itu, untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di
bidangnya dan sebagai penghargaan atas prestasi kerjanya, maka PKG harus dilakukan
terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh
pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, termasuk bagi guru-guru di SDN
Sampalan Tengah.

2) Mendorong Guru untuk melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


(PKB) yang meliputi Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif.
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat strategis dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional. Oleh sebab itu, guru
sebagai salah satu pelaku pendidikan haruslah seorang yang profesional. Dengan
demikian keberadaan guru di dalam proses pendidikan dapat bermakna bagi
masyarakat dan bangsa. Kebermaknaan guru bagi masyarakat akan mendorong pada
penghargaan yang lebih baik dari masyarakat kepada guru. Guru diharapkan mampu
berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan
teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.
Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan
negara sebagian besar ditentukan oleh guru. Agar tugas dan fungsi yang melekat pada
jabatan fungsional guru dilaksanakan maka semua pihak haruslah senantiasa
mendorong pengembangan potensi guru, melalui kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB)
3) Pembinaan berkelanjutan tenaga kependidikan sesuai tupoksinya

17
Manfaat:
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan di atas antara lain :
1. Bagi Peserta Didik, akan memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar
yang lebih efektif. 
2. Bagi Guru, dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai
dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa
datang. 

3. Bagi Sekolah, akan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas


kepada peserta didik. 

4. Bagi Orang Tua/Masyarakat, akan memperoleh jaminan bahwa anak mereka


mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar yang
efektif. 

5. Bagi Pemerintah, akan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang layanan


pendidikan yang berkualitas dan professional

Indikator Keberhasilan:
a. Kompetensi dan komitmen guru semakin meningkat
b. Kompetensi dan komitmen tenaga kpendidikan semakin meningkat

3.7.5 Pemenuhan Sarana dan Prasana (Standar Sarpras)


Betapapun tingginya kualitas sumber daya manusianya, tanpa didukung oleh sarana
prasarana yang memadai maka mustahil akan menghasilkan sesutu yang berkualitas. Untuk
itulah SDN Sampalan Tengah, secara bertahap akan memenuhi sarana prasarana sekolah dan
pembelajaran sesuai tuntutan standar sarpras. Namun mengingat kondisi pendanaan yang ada
maka pemenuhan tersebut dilaksanakan berdasarkan skala prioritas hasil evaluasi Diri
Sekolah (EDS).

Rincian Program
1) Mengupayakan Rasio kelas dengan rombel
2) Pemenuhan ruang belajar

18
3) Mengupayakan pemenuhan buku-buku pelajaran dan buku-buku refrensi sesuai
kurikulum yang berlaku
4) Pemenuhan alat-alat pembelajaran/ media pembelajaran yang mendukung proses
pembelajaran inovatif
5) Mengupayakan ruang perpustakaan yang refrensentatif
6) Mengupayakan ruang UKS yang memadai
7) Mengupayakan kantin yang memenuhi syarat-syarat kesehatan
8) Mengupayakan alat-alat olah raga sesuai potensi siswa
9) Mengupayakan alat-alat kesenian, khususnya kesenian tradisional (gong) dari
kerrawang sebagai sarana pengembangan diri siswa

Indikator Keberhasilan
a. Rasio kelas dengan rombel sesuai standar nasional ( setiap kelas maksimum 28 siswa)
b. Ruang belajar sesuai rombel
c. Buku-buku pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku terpenuhbi dengan rasio 1:1 dan
buku-buku refrensi tersedia di perpustakaan
d. Alat pembelajaran/ media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran
inovatif tersedia dan memadai
e. Memiliki ruang perpustakaan yang refrensentatif
f. Memiliki ruang UKS yang memadai
g. Memiliki kantin yang memenuhi syarat-syarat kesehatan
h. Alat-alat olah raga sesuai potensi siswa tersedia dan termanfaatkan
i. Alat-alat kesenian, khususnya kesenian tradisional (gong) dari kerrawang sebagai
sarana pengembangan diri siswa tersedia dan termanfaatkan secara optimal

3.7.6 Peningkatan pengelolaan manajerial Kepala Sekolah (Standar Pengelolaan)


Kepala sekolah sebagai pendidik dan manajer mempunyai peran yang sangat sentral
dan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Tugas dan tanggung jawab kepala Sekolah Dasar (SD) yang sangat penting tersebut, dapat
terpenuhi jika kompetensinya dalam pengelolaan sekolah jelas dan terukur sehingga perlu
dijabarkan dalam program sekolah secara komprehensif.

Rincian Program

19
1) Kegiatan penerimaan Peserta Dididk Baru (PPDB) secara on line
2) Penentuan struktur organisasi sekolah dilengkapi deskripsi tugas yang jelas
(Pembagiantugas guru dan staf secara lengkap)
3) Memfasilitasi penyusunan program dan kegiatan-kegiatan sekolah (RKTS,RKAS,dll)
4) Peningkatan kompetensi kepala sekolah melalui KKKS di gugus dan kecamatan
5) Melaksanakan supervisi akademik secara rutin dan terprogram
6) Melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi
7) Melaksanakan PKG secara berkesinambungan
8) Melaksanakan evaluasi program bersama-sama dengan guru dan staf
9) Membina komunikasi secara inten dengan orang tua siswa, komite sekolah dan
masyarakat sekitar
10) Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan melalui pengawas, UPT, dan bidang
yang sesuai di Disdikpora kab. Klungkung

Indikator Keberhasilan
a. PPDB on line terselenggara sesuai ketentuan yang berlaku
b. Tugas-tugas guru dan staf sesuai deskripsi dalam struktur organisasi terlaksanakan
dengan baik
c. Sekolah memiliki program dan kegiatan-kegiatan sekolah secara jelas dan terukur
(RKTS)
d. KKKS di gugus dan kecamatan dalam peningkatan kompetensi manajerail kepala
sekolah terlaksana dengan teratur dan berkesinambungan
e. Supervisi akademik terlaksana secara rutin dan terprogram
f. Program tindak lanjut hasil supervisi terlaksana dengan baik
g. Hasil PKG guru minimum pada kriteria baik
h. Evaluasi program terlaksana bersama-sama dengan guru dan staf
i. Komunikasi dengan orang tua siswa, komite sekolah dan masyarakat sekitar
terpelihara dengan baik
j. Terjalin koordinasi yang sangat baik dengan jajaran dinas pendidikan melalui
pengawas, UPT, dan bidang yang sesuai di Disdik kab. Klungkung

3.7.7 Pengembangan Pendanaan Sekolah (Standar Pembiayaan)

20
Pengelolaan pendanaan sekolah secara tranparan dan akuntabel menjadi hal yan sangat
penting dalam rangka peningkatan kinerja sekolah dan mendapoatkan dukungan dari semua
pihak terkait.

Rincian Program
1) Penyusunan RKAS
2) Pelaksanaan Operasional dana-dana BOS sesuai dengan RKAS

3) Pemantauan Internal dan atau Ekternal

4) Pembuatan SPJ BOS dan SPJ bantuan-bantuan dari sumber lain

5) Pelaporan sesuai dengan petunjuk BOS

Indikator Keberhasilan
a. Sekolah memiuliki RKAS sesuai ketentuan
b. Pengelolaan keuangan dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel

3.7.8 Peningkatan Sistem Penilaian (Standar Penilaian)


Penilaian di samping berfungsi mengetahui tingkat kemampuan peserta didik
sekaligus sebagai umpan balik tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan.

Rincian Program
6) Penyusunan berbagai instrumen penilaian (format-format, LKS, dll)
7) Penilaian Harian (PH)
8) Penilaian Tengah Semester (PTS)
9) Penilaian Akhir Semester (PAS)
10) Penilaian Akhir Tahun (PAT)
11) Analisis hasil ulangan (analisis PH,PAS,PAT)
12) Program Perbaikan dan pengayaan
13) Ujian
14) Pembagian rapor
15) Kenaikan kelas

21
Indikator Keberhasilan
a. Guru-guru memiliki berbagai instrumen penilaian (format-format, LKS, dll)
b. Penilaian Harian (PH), Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester
(PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT) terlaksana dengan baik
c. Setiap guru melaksanakan analisis hasil PH,PTS, PAS,PAT dan tindak lanjut hasilnya
melalui program perbaikan dan pengayaan
d. Ujian terlaksana sesuai dengan POS dan petunjuk teknis lainnya
e. Pembagian rapor (akhir semester dan akhir tahun ) dan kenaikan kelas berjalan lancar

22
3.8 TABEL JADWAL KEGIATAN

Th I Th II Th III Th IV
No Bentuk Kegiatan (2019/2020) (2020/2021) (2021/2022) (2022/2023)
Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I
I Peningkatan Kualitas Lulusan ( Standar Kompetensi Kelulusan)
1 Analisis hasil US/USBN tahun terdahulu x x x x
2 Prediksi kemungkinan-kemungkinan soal US/USBN pada tahun x x x x x x x x
mendatang dan penyusunan model-model paket soal
3 Mentransformasikan model-model paket soal sesuai KD-KD dalam proses x x x x x x x x
pembelajaran
4 Tambahan Pelajaran/les sore hari x x x x x x x x

II Layanan Kurikulum (Standar Isi)


1 Melaksanakan review dokumen I K-13 x x x x
2 Melaksanakan penyusunan dokumen II (Silabus dan RPP) sesuai x x x x x x x x
3 Pengembangan muatan lokal bahasa Bali sesuai ketentuan Peraturan Gubernur x x x x
No. 20 tahun 2013, tanggal 26 April 2013
4 Menyertakan Tim Pengembang Kurikulum dalam pelatihan-pelatihan x x x x x x x x
5 Penyusunan kalender pendidikan x x x x
6 Menyusun jadwal pelajaran x x x x

III Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru (Standar Pendidik


dan Tenaga Kependidikan)
1 PKG x x x x
2 PKB x x x x x x x x

No Bentuk Kegiatan Th I (2018) Th II (2019) Th III (2020) Th IV (2021)


23
Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I Smt II Smt I

IV Pemenuhan Sarana dan Prasana (Standar Sarpras)


1 Mengupayakan Rasio kelas dengan rombel x x x x
2 Pemenuhan ruang belajar x x
3 Pemenuhan buku-buku pelajaran dan buku-buku refrensi x x x x x x x x
4 Pemenuhan alat-alat pembelajaran/ media pembelajaran x x x x x x x x
5 Pembangunan ruang perpustakaan yang refrensentatif x
6 Mengupayakan ruang UKS yang memadai x
7 Mengupayakan kantin yang memenuhi syarat-syarat kesehatan x
8 Mengupayakan alat-alat olahraga x x x x x x x x
9 Mengupayakan alat-alat kesenian, khususnya kesenian tradisional (gong) x
kerawang

V Peningkatan pengelolaan manajerial Kepala Sekolah (Standar Pengelolaan)


1 PPDB x x x x
2 Penentuan struktur organisasi sekolah dilengkapi deskripsi tugas (Pembagian x x x x
tugas guru dan staf)
3 Penyusunan program dan kegiatan-kegiatan sekolah (RKTS,RKAS) x x x x
4 KKKS di gugus dan kecamatan x x x x x x x x
5 Supervisi Akademik x x x x x x x x
6 Tindak hasil Supervisi Akademik x x x x x x x x
7 Melaksanakan PKG x x x x
8 Melaksanakan evaluasi program sekolah x x x x
9 Membina komunikasi secara inten dengan orang tua siswa, komite x x x x x x x x
sekolah dan masyarakat sekitar
10 Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan melalui pengawas, UPT, x x x x x x x x
dan bidang yang sesuai di Disdikpora kab. Klungkung

VI Pengembangan Pendanaan Sekolah (Standar Pembiayaan)


1 1. Penyusunan RKAS x x x x
2 2. Pembuatan SPJ BOS x x x x x x x x

24
3 3. Pembuatan SPJ-SPJ Bantuan lainnya x x x x x x x x

VII Peningkatan Sistem Penilaian (Standar Penilaian)


1 Penyusunan berbagai instrumen penilaian (format-format, LKS, dll) x x x x x x x x
2 Penilaian Harian (PH) x x x x x x x x
3 Penilaian Tengah Semester (PTS) x x x x x x x x
4 Penilaian Akhir Semester (PAS) x x x x
5 Penilaian Akhir Tahun (PAT) x x x x
6 Analisis hasil ulangan (PH,PTS,PAS,PAT) x x x x x x x x
7 Program Perbaikan dan pengayaan x x x x x x x x
8 Ujian/ USBN x x x x
9 Pembagian rapor x x x x x x x x
10 Kenaikan kelas x x x x

25
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Bertolak dari hal di atas maka dapat kami simpulkan bahwa Rencana Kerja Jangka
Menengah (RKJM) yang nantinya dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan Sekolah
(RKTS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) memiliki kedudukan yang
sangat strategis dalam mewujudkan pengelolaan sekolah berbasis kualitas.

4.2 Saran-saran
Dengan selesainya RKJM ini, di samping kami selalu berdoa kepada Tuhan Yang
Maha Esa semoga selalu melimpahkan rahmat dan petunjuknya kepada kami, sehingga kami
dapat melaksanakan Program Kerja ini secara baik, juga berharap partisipasi semua pihak
untuk secara kolaboratif ikut mendukung terlaksanya program-program yang ada.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa: walaupun dalam pembuatan RKJM ini kami
telah berusaha sebaik-baiknya dengan melibatkan semua pihak terkait, sesuai dengan
kemampuan kami, namun disana-sini tentu masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu
kami sangat mengharapkan saran dan petunjuk serta pembinaan dari pihak-pihak yang terkait,
untuk penyempurnaan tugas dan kewajiban kami di masa yang akan datang.

Kamasan, 15 Juli 2019

Kepala SDN Sampalan Tengah

Ida Ayu Putu Sri Candrakusuma, [Link]. [Link].


NIP. 19640918 198606 2 004

26

Anda mungkin juga menyukai