Pelatihan Keamanan Fasilitas Pelabuhan
Pelatihan Keamanan Fasilitas Pelabuhan
BKI Academy
PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
Graha BKI Lantai 8, Jl. Yos Sudarso No. 38 - Tanjung Priok, Jakarta Utara
Telp: (021) 4393 7409 Email: info@[Link] Web: [Link]
BKI ACADEMY: SOLUSI PENGEMBANGAN KOMPETENSI ANDA
Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah satu-satunya badan klasifikasi di Indonesia yang bertugas untuk mengklaskan kapal-kapal
niaga berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia. Kegiatan klasifikasi
kapal BKI merupakan pengklasifikasian kapal berdasarkan konstruksi lambung, mesin dan listrik kapal dengan tujuan memberikan
penilaian teknis atas laik tidaknya kapal tersebut untuk berlayar. Selain itu, BKI juga dipercaya oleh Pemerintah untuk melaksanakan
survei dan sertifikasi statutoria atas nama Pemerintah Republik Indonesia, antara lain Load Line, ISM Code dan ISPS Code.
Tidak hanya pengklasifikasian kapal, saat ini BKI juga telah memiliki ijin untuk melakukan pengklasifikasian terhadap bangunan lepas
pantai atau fasilitas apung di lingkungan minyak dan gas. Bangunan Lepas Pantai sendiri meliputi F(P)SO, FPU, MODU, MOPU, FS(R)U,
FLNG, Tank Barge, Single Point Mooring, Platform, Rig, Jacket, Pipeline dan fasilitas pendukung lainnya. BKI juga sudah melakukan
proses klasifikasi untuk beberapa jenis fasilitas apung dan kapal penunjang bangunan baru maupun exisiting ataupun konversi, baik
dual class maupun single class.
Untuk mempersiapkan personil yang mendukung kegiatan tersebut, perlu dibentuk lembaga pelatihan pengembangan personil
tersebut. Untuk itulah dibentuk BKI Academy.
OUR VISI
VISION & MISSION
MISI
VISION MISSION
TUJUAN
Memberikan knowledge dan skill 1. Memastikan peserta mencapai kualifikasi pada waktu yang tepat
yang secara signifikan dapat dan menerima layanan berkualitas yang menghasilkan pengalaman
meningkatkan produktivitas kerja pembelajaran yang positif
dan secara efektif meningkatkan 2. Menciptakan pemahaman yang sama agar dalam proses survey
kontribusi untuk mencapai maupun inspeksi tidak tejadi interpretasi yang berbeda dan
tujuan organisasi Update perkembangan regulasi kepada stake holder
PERJALANAN KAMI
2018
Vocational training Bidang
Safety, Security, Survey,
Crewing, Environment
Ship Design, and
IMO Model Course
by BKI Academy
2019
Vocational training Bidang
Safety, Security, Survey,
Crewing, Environment
Ship Design, IMO Model Course,
1999 Kemenaker, BNSP, OSH Academy,
NEBOSH & IOSH, Mining,
Oil & Gas, and ISO Series
Vocational training by BKI Academy
ISM Code by UKS
2000
Vocational Training
ISPS Code by UKS
1980
Vocational training
Welding Inspector 1982
by Unit Klasindo
Vocational Training
Marine Surveyor
by Unit Klasindo
BKI ACADEMY
BKI Academy is a Training Provider in Mari�me, K3, Energy and Management Systems Market Categories, for related Industries with
certain unique value preposi�on for Professional and Student Segments in Indonesia
Event
Seminar Conference
Organizer
SUMBER DAYA
YANG KAMI MILIKI LABORATORIUM
WORKSHOP
1 buah Welding Shop 1 Lab Multimedia
1 Lab Mekanik dan Kimia
APA YANG MEMBUAT KAMI UNIK
01 02 03 04
INTERAKTIF PROAKTIF EFEKTIF OTENTIK
Studi kasus otentik
Sesi training yang Diskusi yang proaktif Peluang untuk yang memungkinkan
interaktif akan memungkin seluruh interaksi dalam peserta untuk menerap-
membuat seluruh peserta untuk dapat kelompok-kelompok kan apa yang telah
peserta training saling berbagi kecil memastikan mereka pelajari dan
menjadi aktif knowledge dan skill lingkungan belajar memperdalam pema-
yang efektif haman mereka tentang
materi pelajaran
1 2 3 M
E
FASILITATOR
BERPENGALAMAN
TRAINING REGULASI N
KOMPREHENSIF TERUPDATE
G
Trainer/Fasilitator
kami terdiri dari para Menawarkan program
Sebagai badan klasifi-
kasi nasional, kami A
Subject Matter Expert training yang kompre- selalu berpartisipasi P
dan Ex Officio yang
memiliki kualifikasi
hensif, terukur dan
sistimatis yang sesuai
dalam pertemuan IMO
dan dengan demikian AM
dan pengalaman yang
tinggi di bidangnya
kebutuhan perusa-
haan client
selalu terupdate
dengan perkembangan E
masing-masing regulasi terbaru dan
keputusan yang dibuat
M
di sana I
L
I
HK
A
M
I
Lebih dari 100+ Perusahaan Telah menggunakan jasa kami
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
International Maritime
Dangerous Goods Code MARITIME
Company Security Officer
SEGMENT
3 Days Training SECURITY INTERNATIONAL SHIP SECURITY &
3 Days Training SAFETY COURSE
COURSE PORT FACILITY SECURITY (ISPS) CODE
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
DESKRIPSI pelabuhan dalam rangka pemenuhan DESKRIPSI 6. Training, Drill & Exercise (TDE).
persyaratan ISPS Code & persyaratan yang Training Port Facility Security Officer dilaksanakan berdasarkan 7. Mekanisme Internal Audit & External Audit.
Training Internal Auditor ISPS Code ini dilaksanakan International Ship and Port Security Code atau yang lebih dikenal ISPS
untuk memberikan kompetensi menjadi Internal 8. Memahami PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016.
tertuang dalam PM Perhubungan No. 134 Tahun Code adalah Koda Internasional Manajemen Keamanan Kapal dan
Security Auditor sebagaimana ketentuan yang 9. Persyaratan & Implementasi DoS.
2016, Pasal 28 ayat 2. Fasilitas Pelabuhan seperti yang tercantum pada Chapter XI-2 SOLAS 74.
[Link] & tanggung jawab PFSO.
disyaratkan oleh Amandemen SOLAS 74 dalam
meningkatkan sistim keamanan kapal dan fasilitas 2. Mampu melakukan maritime security audit [Link] inspection in port.
ISPS Code ini bersifat Mandatory dan berlaku secara International yang
pelabuhan. Amandemen tersebut adalah Chapter mengacu pada ISO 19011 (Guidelines for diterapkan terhadap kapal pelayaran Internasional dan Fasilitas [Link] Facility inspection.
baru dari SOLAS, yaitu XI-2 ”Special Measure to Auditing Management Systems). Pelabuhan yang melayani Kapal International yang mulai berlaku sejak 1 [Link] & Registrasi GISIS (Global Integrated Shipping
Enhance Maritime security & persyaratan dalam PM Juli 2004. Information Systems) pada website IMO.
Perhubungan No. 134 tahun 2016, Pasal 28 ayat 2. MATERI PEMBAHASAN Implementasi ISPS Code di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri [Link] & Port facility inspection checklist.
Perhubungan No: 33/2003 tanggal 14 Agustus 2003 & diimplementasikan [Link].
1. Pemahaman terhadap aspek keamanan maritim
Selanjutnya IMO juga menyetujui pemberlakuan pada 1 Juli 2004. Fasilitas Pelabuhan yang telah menerapkan, memenuhi
International Ship Security and Port Facility Security dan freed/pola ancaman keamanan ketentuan akan diberikan sertifikat ISPS Code yang disebut SoCPF SIAPA YANG PERLU IKUT
Code (ISPS Code) yang berlaku secara efektif per 1 2. Pemahaman terhadap impelmentasi 19 chapter (Statement of Compliance of a Port Facility) yang diterbitkan oleh
• PFSO & Deputy PFS.
Juli 2004. Pemenuhan persyaratan ISPS Code pada ISPS Code (Part A & Part B). Direktorat KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan atas
• Managemen Senior Fasilitas Pelabuhan (GM) Port Facility.
adalah mandatory dari kapal yang terkena lingkup 3. Pemahaman terhadap tata cara melakukan nama pemerintah Indonesia. Renewal Verification harus dilaksanakan
• RSO Perusahaan.
penerapan serta fasilitas pelabuhan yang melayani terhadap Fasilitas Pelabuhan terkait mempertahankan Sertifikat SoCPF
jasa kepelabuhan terhadap kapal-kapal alur audit, sikap auditor, persiapan audit, penggunaan tersebut. • Port Facility Security Supervisor & Port Facility Super
International. check list, pelaksanaan audit dan pelaporan hasil Intendent
audit (Refrensi ISO 19011). • Praktisi Marine Security
TUJUAN
Dalam persyaratan ISPS Code tersebut,melalui Setelah mengikuti Training Port Facility Security Officer ini peserta
Pasal 28 PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016, SIAPA YANG PERLU IKUT diharapkan:
diharuskan bahwa sistim manajemen keamanan, • Internal Auditor pada fasilitas pelabuhan.
• Mendapatkan informasi tentang perkembangan pelaksanaan ISPS
baik di kapal maupun fasilitas pelabuhan, harus Code saat ini di Indonesia & trend ancaman di Indonesia & dunia.
dievaluasi efektiftifitas penerapannya melalui • Managemen Senior Shipping Company/Ship • Mengetahui pengetahuan tentang bagaimana proses dan persiapan
Internal Security Audit dan dilakukan oleh Auditor Operator (armada, operasi, teknik, keamanan). pelaksanaan, Verifikasi Awal, Verifikasi Antara & Pembaruan SoCPF, dan
yang kompeten dan independent. Verifikasi Khusus
• DPA, Marine Superintendent & Auditor Staff . • Memahami bekal pada PFSO terhadap proses pembuatan PFSA,
• Nahkoda, Officer, Engineers, Kepala Security, pembuatan PFSP, Revisi PFSA & PFSP, Pelaksanaan Internal Audit
TUJUAN
Setelah mengikuti Training Internal Auditor ISPS Safety Internal Auditor atau personil yang Training, Drill dan Exercises serta persiapan pelaksanaan
ditunjuk sebagai Internal Security Auditor. External Audit oleh Dit. KPLP/KSOP, dll.
Code ini peserta diharapkan:
1. Mampu melakukan pemeriksaan efektifitas dari penerapan • Jajaran Akademisi/Praktisi Perkapalan.
sistim manajemen keamanan dalam rangka kesiapan MATERI PEMBAHASAN
kapal atau fasilitas pelabuhan menghadapi 1. Latar belakang ISPS Code & trend pola ancaman.
ancaman keamanan yang mungkin terjadi, serta 2. Persyaratan part A & B ISPS Code.
sebagai antisipasi menghadapi eksternal auditor Dit 3. Sistimasi Audit ISPS Code.
KPLP atau pemeriksaan dari Auditor KSOP/KOPP, 4. PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016.
karena Pelaksanaan Internal Security Audit wajib 5. Pembuatan & Review PFSA dan PFSP, dan Proses mendapatkan
dilakukan oleh perusahaan pelayaran atau fasilitas persetujuan (Approval) dari Dit, KPLP.
BKI ACADEMY Solui Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
DESKRIPSI 3.1 and Standard A3.1 Maritime Labour DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN
Workshop ini memberikan pemahaman tentang Convention 2006 (the size of rooms and other Kursus ini di disain untuk melatih para pelaut dalam 1. Definisi dan teori gerak manuver
Prinsip-prinsip Dasar Engineering dalam mendesain sebuah accommodation spaces; heating and ventilation; melakukan manuver dan pengemudian kapal (Ship
kapal dalam rangka mendapatkan persetujuan (approval) noise and vibration and other ambient factors; 2. Resolusi IMO terkait gerak manuver kapal
handling & Maneuvering) yang tepat. Disamping pula
dari Badan Klasifikasi Nasional, PT. BKI (Persero) terkait dari sanitary facilities; lighting; hospital accommodation, 3. Jenis-jenis gerak manuver kapal
sebagai acuan bagi para desainer kapal agar kapal yang di
Hull, Machinery dan Electrical drawings, sehingga etc.). disain memiliki kemampuan manuver yang efektif dan 4. Teknik eksperimen untuk memperoleh koefisien
gambar-gambar Engineering tersebut dapat dikirimkan 8. Basic concept of machinery & electric systems hidrodinamika pada gerak manuver
dengan harapan lebih efisien dan efektif dan mendapatkan (Design principles, Machinery and Electrical optimal. Kursus Ini juga memberikan kesempatan kepada
peserta pelatihan untuk dapat secara langsung melakukan 5. Solusi peningkatan gerak manuver
persamaan pandangan/persepsi antara Ship Designer dan equipment and the function, Distribution principles &
Engineering reviewer dari Divisi Persetujuan Rancang redundancy, Instrumentation and control systems, simulasi pengemudian kapal menggunakan peralatan 6. Kriteria pemenuhan gerak manuver sesuai aturan
Bangun (PRB), PT. BKI (Persero). Emergency source, General Installation onboard). simulator dengan kondisi navigasi yang aktual. Pada tiap badan klasifikasi
9. Bulk carrier design concept and parameters akhir pelaksanaan latihan, peserta mampu melakukan 7. Simulasi pengemudian & manuver kapal (bridge
TUJUAN (Scantling calculation and strength analysis, analisis aktivitas dan analisis efisiensi manuver yang simulator)
1. Memahami informasi secara umum perihal ships & Structural detail & function of bulk carriers, dilakukan, khususnya dalam melatih keterampilan
shipbuilding, class systematic, ship’s operation condition Theoretical knowledge of beams/loads/strength, menangani kapal pada kondisi navigasi tertentu.
dan critical points, ships’ general systems & function, hull CSR for bulk carriers). SIAPA YANG PERLU IKUT
structure and force flow, strength, concept & design points, [Link] handling system and cargo vessels, Applicable [Link] officer/Engineer dan crew
TUJUAN
dan design basic general hull Rules background. Class Rules and international requirements (Design [Link] Engineer & Naval architect
[Link] Basic concept of machinery & electrical principles of ballast, bilge, air, sounding, deck, [Link] prinsip manuver & pengemudian kapal
[Link] (Ship Designer & Engineer)
systems (Design principles, machinery & electrical fire-fighting, fire integrity, load line and ventilation [Link] beberapa jenis gerak manuver kapal
[Link]
equipment and the function, electrical distribution system in cargo area [Link] pengaruh komponen gaya internal &
principles & redundancy, Instrumentation & control [Link]
eksternal pada gerak manuver
systems, Emergency source, General Installation onboard) PERSYARATAN [Link] cara pengemudian kapal pada kondisi
[Link]fikasi yang relevan dari institusi marine atau PERSYARATAN
MATERI PEMBAHASAN nautical background (Ijazah ANT/ATT II). navigasi tertentu
1. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau
1. Organization of maritime regime, Rules & Regulations, 2. D3/D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, [Link] stabilitas dinamis dan pengaruhnya pada
nautical (Ijazah ANT/ATT II)
Class roles, Shipyard position. Teknik Bangunan Kapal, dan Teknik Permesinan gerak manuver kapal
2. Ships structure & Basic design concept (Bulk Kapal. 2. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
[Link] prosedur pengujian untuk perhitungan gerak
carriers/Tankers/Containers – structure and details.) [Link] atau kualifikasi yang setara dari perguruan tinggi terutama pada bidang Teknik atau ilmu fisik
manuver
tinggi terutama pada bidang Teknik Perkapalan,
3. Hierarchy of hull structure & Strength, Information on hull Sistem Perkapalan, Teknik Kelautan dan Teknik [Link] prosedur pengemudian kapal menggunakan
production & inspection. Transportasi Laut. marine simulator
4. Basic principles of accommodation design, Basic
principles of machinery arrangement, piping, ventilation SIAPA YANG PERLU IKUT
and insulation. 1. Ship Designer
5. General review of machinery outfitting, hull outfitting, 2. Ship Engineering, Shipping Production
piping and accommodation outfitting 3. Marine Insurance
6. Acceptance Criteria Class-Review for 4. Ship-Owner Surveyor, QC and Supervisor.
Classification Rules for Hull, Machinery, 5. Maritime Practioner
Electrical, & Material
7. Acceptance Criteria for Accommodation &
Recreational Facilities drawings on Regulation
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training
Ahli K3 Elevator & Escavator
0815
KATEGORI
tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik (towed-type) maupun yang 3. Pengetahuan Dasar Elevator & Escalator
diam ditempat (stationer) dan mempunyai daya lebih dari satu II. Kelompok Keahlian
kilo-watt, yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan 1. Manajemen Resiko Elevator & Escalator
MATERI
DESKRIPSI DESKRIPSI
Pelatihan dan sertifikasi kompetensi Ahli K3 4. Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran kapannya
berdasarkan Basis Kinerja. Sesuai dengan amanat UU No. 1 Tahun 1970 Tentang 7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
Spesialis Penanggulangan Kebakaran atau biasa 5. Model dan Simulasi Kebakaran (visualisasi Keselamatan Kerja, Kepmenakertrans No : Kep – 8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
disebut dengan Training Ahli K3 Kebakaran menggunakan komputer). 75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional 9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali
ditujukan bagi Petugas yang telah ditunjuk untuk 6. Prinsip Analisa Biaya & Metode Penilaian Investasi (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum (PHB) serta komponennya
pada Kebakaran. 10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan
mengidentifikasi sumber-sumber bahaya dan Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dan Instalasi khusus
melaksanakan upaya-upaya penanggulangan 7. Perlindungan Terhadap Bahaya Peledakan.
8. Sistem Pengendalian Asap. Permenaker No : Per – 02/MEN/1992 Tentang Tata Cara 11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
kebakaran. Satuan tugas khusus yang 9. Konstruksi Bangunan yang Berkaitan dengan Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan 12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
mempunyai tugas manajerial di bidang 10. Penanggulangan Kebakaran. dan Kesehatan Kerja, maka perusahaan berkewajban untuk 13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko
listrik
penanggulangan kebakaran, diselenggarakan 11. Dampak Lingkungan pada Penanggulangan memiliki tenaga ahli K3 bidang kelistrikan yang kompeten 14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Kebakaran. dan bersertifikasi guna mencegah terjadinya kecelakaan 15. Prosedur kerja aman pada instalasi listrik
12. Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran.
[Link].186/MEN/1999 tentang Unit Penanggu- 13. Uji Sifat Bakar Bahan Banguna dan Uji Ketahanan akibat bahaya listrik ditempat kerja. 16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
langan Kebakaran di Tempat Kerja. Api
TUJUAN PERSYARATANNYA
14. Komponen Struktur Bangunan. 1. Berpendidikan sarjana, sarajana muda atau sederajat dengan
TUJUAN 15. Audit Kebakaran Internal. 1. Peserta memahami peraturan perundangan terkait K3 ketentuan sebagai berikut :
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan Listrik - Sarjana muda atau sederajat dengan pengalaman kerja sesuai
PERSYARATAN PESERTA TRAINING AHLI K3 KEBAKARAN 2. Peserta mampu melakukan Identifikasi, evaluasi dan
melakukan pelatihan Ahli K3 Kebakaran ini yaitu 1. Photo copy ijazah terakhir.
dengan bidang kelistrikan
pengendalian bahaya listrik - Berbadan sehat
untuk menyiapkan personil yang memiliki 2. Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP); - Berkelakuan baik
kompetensi 3. Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 3. Peserta memahami cara kerja yang aman dalam - Bekerja penuh di perusahaan / tempat kerja yang bersangkutan
sebagai berikut : 1,5×2 menangani pekerjaan elektrikal 2. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
1. Melaksanakan inspeksi pencegahan masing-masing 2 lembar. 4. Peserta memahami penggunaan dan manajemen Alat 3. Membawa Foto Copy ijazah terakhir
4. Mengisi biodata peserta. Pelindung Diri 4. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
kebakaran. 5. Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan 5. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar
2. Memeriksa dan memelihara sarana alat untuk mengikuti pelatihan. (background merah)
pelindung kebakaran. 6. Pendidikan minimal D3.
MATERI
3. Memadamkan kebakaran tingkat lanjut. 1. Kebijakan & Program Pengawasan Ketenagakerjaan
4. Menyelamatkan dan memberi pertolongan 2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
MATERI : 4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan
1. Pengembangan Program Keselamatan & Listrik
Kesehatan Kerja. 5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
2. Praktek Perancangan Sistem Proteksi 6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perleng
Kebakaran.
3. Penaksiran Resiko Kebakaran.
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training K3 Training K3
Ahli Pesawat K3 Angkat Angkut Ahli K3 Pesawat Tenaga Produksi
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Ahli K3
Pesawat Uap dan Bejana Tekan Training Ahli K3 Umum
DESKRIPSI MATERI
DESKRIPSI Power boiler (ASME Code Sec. I) Training K3 Umum ini hadir untuk mewujudkan budaya K3 1. Kebijakan K3
Pemanfaatan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di 2. UU No.1/1970
8. Penilaian design dan konstruksi bejana tekan Perusahaan melalui pelatihan yang berkualitas dan yang 3. Dasar – dasar K3
berbagai proses industri barang dan jasa maupun untuk fasilitas umum (ASME Code Sec. VIII Div. 1)
berdasarkan Undang - Undang No.1 Tahun 1970 Tentang
9. Pengetahuan material (ASME Code Sec. II) 4. P2K3 Kelembagaan K3
dan bahkan di rumah-rumah tangga. Bejana tekanan merupakan Keselamatan Kerja. 5. K3 Penanggulangan Kebakaran Pengawasan
10. Pekerjaan pengelasan ( ASME Code Sec. IX)
peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat Training K3 Umum didukung oleh para ahli, akademisi dan 6. K3 Listrik
11. Instalasi jaringan pipa (ANSI B31.1)
menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko 12. Tangki timbun (API650) praktisi dibidang K3 yang mumpuni dan expert dibidangnya, 7. K3 Pesawat Uap
kecelakaan kerja dibidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) 8. K3 Bejana Tekan
13. Aplikasi NDT & DT (ASME Code Sec. V) serta menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan, 9. K3 Mekanik
membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin 14. Jenis – Jenis Pesawat Uap
universitas, dan balai latihan kerja yang memiliki concern dengan
15. Jenis – Jenis Bejana Tekan 10. K3 Konstruksi Bangunan
ditimbulkan dari kecelakaan kerja PUBT. Perlu peran seorang Ahli K3 bidang K3. 11. K3 Pengawasan Kesehatan Kerja
16. Air Pengisi Ketel dan Pengolahannya
Pesawat Uap dan Bejana Tekan yang melakukan fungsi pengawasan dan 12. Pengawasan Kesehatan Kerja
17. Bahan Bakar dan Pemindahan Panas
kontrol yang optimal di perusahaan untuk mengelola risiko yang 18. Alat Perlengkapan dan Alat Pengaman TUJUAN 13. Pengawasan Lingkungan Kerja Sistem Manajemen K3(SMK3)
mungkin timbul. 19. Gas Industri, Karakteristik dan Penanganannya 14. Audit SMK3
Setelah menyelesaikan program K3 Umum ini, 15. Manajemen Resiko
Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau 20. Syarat – Syarat Pabrikasi, Pemeriksaan dan
peserta diharapkan mampu :
21. Pembuatan Dokumen / Manufacture Report Pesawat Uap 16. Analisa Kecelakaan/Statistik dan Laporan Kecelakaan Studi
peledakan, sangat penting untuk melakukan prosedur pengoperasian 1. Terpenuhinya pengisian jabatan Sekretaris dan anggota Kasus
22. Syarat – Syarat Pabrikasi, Pemeriksaan dan Pembuatan Dokumen /
PUBT sesuai dengan standar yang berlaku. Sebelum dalam periode Manu facture Report Bejana Tekan P2K3 di perusahaan 17. Praktek
pemakaian setiap bejana tekan dan alat pengaman/perlengkapannya 18. Inspeksi/Kunjungan Lapangan Seminar
23. Pola Pembuatan Laporan Inspeksi dan Sertifikasi Kelayakan 2. Tersedianya Ahli K3 perusahaan sebagai tenaga
harus dilakukan pemeriksaan, pengujian, serta dirawat dengan baik dan Pemakaian Pesawat Uap bejana TekanKunjungan Pabrik Pembuat
teknis pelaksana K3 di perusahaan.
PUBT dan Praktek Inspeksi PERSYARATANNYA
teratur. Adanya tenaga kerja yang telah memiliki sertifikat ahli K3 PUBT 3. Memberikan Sertifikasi Kompetensi dan Surat 1. Pendidikan formal minimal S1 semua jurusan
juga merupakan faktor penting dalam menunjang pencegahan 24. Pembuatan Laporan Praktek
Keputusan Penunjukan Ahli K3 (Umum) sesuai Peraturan. 2. Bekerja penuh di perusahaan dan mendapat Surat Tugas
kecelakaan kerja PUBT yang mungkin terjadi karena dapat PERSYARATANNYA 4. Peserta memahami tugas, wewenang dan tanggung untuk mengikuti pelatihan
meminimalisir faktor – faktor yang dapat menjadi sumber kecelakaan 3. Melampirkan fotocopy ijasah terakhir
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas jawab Ahli K3 4. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4×6 & 2X3
kerja PUBT terutama human error dalam pengoperasian PUBT, 2. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan dengan di lengkapi
5. Peserta memahami hak pekerja dalam bidang K3
pernyataan telah berpengalaman minimal 2 tahun @sebanyak 2 lembar, Berdasi, Berjas dan Background warna biru
sebagaimana diketahui bahwa human error berdampak besar sebagai 6. Peserta mampu menjelaskan tujuan sistem manajemen K3
3. Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 3 lembar
asal mula terjadinya sebuah kecelakaan kerja. 7. Peserta memahami sistem pelaporan kecelakaan
(background merah)
4. Membawa fotocopy ijazah terakhir min D3 TEKNIK 8. Peserta mampu menganalisa kasus kecelakaan,
TUJUAN 5. Surat keterangan sehat dari dokter mengetahui faktor penyebabnya dan dapat
Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk memberikan pengetahuan 6. Membawa laptop untuk keperluan pembuatan laporan dan tugas
menyiapkan laporan kecelakaan kepada pihak terkait.
dan keterampilan dalam tehnik pengoperasian pesawat uap secara 9. Peserta memahami tugas, tanggung jawab dan
aman, benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di wewenang P2K3
bidang Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku. 10. Peserta mampu mengidentifikasi obyek pengawasan K3
11. Peserta memahami persyaratan dan pemenuhan
MATERI terhadap peraturan perundangan di tempat kerja.
1. UU No. 01/1970 tentang Keselamatan 12. Peserta memahami persyaratan keselamatan dan
2. UU dan peraturan uap 1930 kesehatan kerja di tempat kerja
3. Per. 01/Men/1982 tentang bejana tekan 13. Peserta memahami proses audit dan ruang
4. Per. 02/Men/1982 tentang juru las lingkupnya untuk mengukur tingkat pencapaian
5. PP No. : 19/1973
6. PP No. : 11/1979
7. Penilaian design dan konstruksi Pesawat uap/ Steam
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Auditor SMK 3
Konsultasi SMK3
LATAR BELAKANG
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen
dan melaporkan internal audit SMK3 LATAR BELAKANG berlaku bagi perusahaan:
6. Mengumpulkan, menganalisa, verifikasi bukti audit
Penerapan keselamatan dan kesehata kerja (K3) - Memperkerjakan pekerja/buruh paling sedikit
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dalam pasal 3 serta mengkomunikasikan hasil observasi yang 100 orang; atau
dijelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan signifikan untuk ditindaklanjuti melalui Suatu Sistem Manajemen telah - Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau 7. Mengevaluasi pemenuhan peraturan perundangan K3 berkembang di berbagai Negara melalui c) Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya
mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh
8. Mengerti dan memahami peran auditor SMk3 dan Lead pedoman dan standar yang dikeluarkan oleh tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
auditor dalam melaksanakan audit SMK3 pemerintah maupun asosiasi. Maksud dan tujuan huruf b sesuai dengan ketentuan peraturan
karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat perundangan.
menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, MATERI
penerapannya adalah untuk memberikan d) Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib
pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan 1. Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja keseragaman bagi setiap perusahaan dalam berpedoman pada peraturan Pemerintah ini
SMK3. 2. Peraturan Perundangan K3 mengimplementasikan Sistem Manajemen dan ketentuan peraturan perundang -
Maestro yang adalah brand name/ merk untuk safety training
3. Prinsip-Prinsip SMK3 Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) sehingga undangan serta dapat memperhatikan
4. Elemen-Elemen dan Kriteria Audit SMK3 memberikan perlindungan keselamatan dan konveksi atau standar internasional.
dan consulting yang dimiliki oleh [Link] Indah Namaste , 5. Tugas dan Fungsi Auditor SMK3
Perusahaan Jasa Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6. Wewenang, kewajiban dan jenjang karier auditor kesehatan kerja bagi tenaga kerja (karyawan), TUJUAN
yang bekerjasama dan mendpatkan Surat Keterangan SMK3 tamu dan kontraktor, peningkatan efisiensi dan 1. Keselamatan pekerja dan orang lain
Penunjukkan dari Kementrian Ketenagakerjaan untuk 7. Badan Audit SMK3 produktifias perusahaan agar terwujud maka perlu 2. Menjaga asset perusahaan dan
mengadakan pelatihan kompetisi yang bersertifikat
8. Instrumen Audit SMK3 ditetapkan Peraturan Pemerintah yang mangatur 3. Agar semua alat produksi dapat dipakai
9. Laporan Audit SMK3
penerapan SMK3. secara aman dan efisien guna meningkatkan
Kementrian Ketenagakerjaan. 10. Teknik Audit SMK3 produktifitas.
Maestro didukung oleh para ahli, akademisi dan praktisi PESERTA YANG PERLU MENGIKUTI TRAINING SMK3:
dibidang K3 yang mumpuni dan expert dibidangnya, serta 1. Calon peserta berpendidikan minimal D3 DASAR HUKUM KONSULTASI MENCAKUP
menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan,
2. Sudah pernah mengikuti Training AK3 Umum 1. UU No. 1 Tahun 1970 [Link] analysis;
3. Kelengkapan Dokumen bagi calon peserta : 2. Penerapan SMK3 dipertugas melalui UU No. 13 2. Pendampingan dalam pembuatan dokumen;
universitas, dan balai latihan kerja yang memiliki concern - Melampirkan copy sertifikat AK3 Umum beserta SKP 3. Mendampingi P2K3;
dengan bidang K3. - Melampirkan copy ijazah terakhir (D3) sederajat
tahun 4. Melakukan pelatihan internal (Awareness K3, IBPR,
- Foto berwarna 4×6 sebanyak 2 Lembar 2003 pasal 87 yang menyatakan: JSA, Internal Audit, Drill Kebakaran)
TUJUAN a) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem 5. Pendampingan dalam impelementasi SMK3;
1. Memenuhi criteria Peraturan Pemerintah (PP) no 2 manajemen keselamatan dan kesehatan kerja 6. Pendampingan dalam membantu internal dan
yang berintegrasi dengan sistem manajemen eksternal audit;
tahun 2012 mengenai Penerapan SMK3. 7. Membantu untuk menyelesaikan temuan external
perusahaan. audit.;
2. Menjadi auditor internal SMK3 yang kompeten dan b) Ketentuan mengenai penerapan system
professional yang mampu melakukan audit manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
internal di perusahaan diatur dengan Peraturan Pemerintah.
3. Berpotensi menjadi auditor eksternal SMK3 3. SMK3 Bab II pasal 5 PP No. 50/2012, menyatakan:
4. Memahami prinsip-prinsip, elemen-elemen dan a) Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3
kriteria SMK3 diperusahaan
5. Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan b) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator Alat Berat Training Operator K3 Crane
DESKRIPSI
DESKRIPSI operasikan alat berat seperti bulldozer dan excavator Dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. MATERI
Alat berat adalah segala macam peralatan/pesawat mekanis dengan baik dan benar,. Per.01/MEN/1989 telah ditetapkan kualifikasi dan 1. Undang – Undang No.01 Tahun 1970
termasuk attachment & implement-nya baik yang bergerak 2. Terciptanya efektifitas, efisiensi, produktifitas dan 2. Kebijakan Depnaker
keselamatan kerja lebih meningkat, seiring dengan
syarat-syarat operator Crane. Setiap operator Crane harus 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun
dengan tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik memiliki sertifikat yang diperoleh melalui Pelatihan
implementasi Undang Undang N0.1 Thn. 1970 dan 1985
(towed-type) maupun yang diam ditempat (stationer) dan Permenaker No. Per.05/MEN/1985. Operator Crane Sertifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja 4. Pengetahuan Dasar crane
mempunyai daya lebih dari satu kilo-watt, yang dipakai 3. Meningkatkan skill pada tenaga kerja operator ALAT Republik Indonesia. Operator yang memiliki sertifikat 5. Penggerak Mula (motor bakar)
untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kontruksi BERAT / Pesawat Angkat & Angkut sehingga dapat memegang peranan penting dalam mencegah 6. Dasar – dasar hidrolik
pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan mencegah/mengurangi kecelakaan kerja 7. Sebab – sebab kecelakaan pada pengoperasian
kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam crane
dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak mengoperasikan Crane, karena operator mengetahui dan
MATERI 8. Pengoperasian yang aman
merupakan alat processing langsung. Dalam pengoperasian 1. Kebijakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memahami prosedur pengoperasian yang aman. Di 9. Dasar pengukuran kapasitas & signal (aba – aba)
alat berat banyak hal dan aspek yang harus diperhatikan, 2. Dasar-Dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) samping itu, dalam sebuah tim operator crane, perlu 10. Tali kawat baja & alat bantu angkat
mulai dari ketrampilan dan skill operator, prosedur 3. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
manajemen yang menjamin konsistensi pemahaman dan
11. Perawatan dan pemeliharaan crane
pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) dan aspek 4. Undang-UndangNomor : 1 Tahun 1970 12. Praktek
5. Permennaker Nomor : Per.05/Men/1985 pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan
perawatan dan troubleshooting. Alat berat ini merupakan kerja operator crane. Untuk itu keberadaan para Operator PERSYARATANNYA
6. Permennakertrans Nomor : Per. 09/Men/2010
peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi 7. Pengetahuan Dasar Alat Berat crane yang bersertifikasi dalam sebuah perusahaan sangat 1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja 8. Pengetahuan Tenaga Penggerak dan Hidrolik dibutuhkan khususnya untuk aktifitas inspeksi. 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir
bilamana tidak ditangani secara baik dan benar. 9. Safety Device 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
Pelatihan K3 Operator Alat Berat dirancang untuk 10. Sebab-Sebab Kecelakaan Pada Alat Berat 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar
11. Faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja Aman TUJUAN (background merah)
memenuhi kebutuhan operasional perusahaan menuju Setelah menyelesaikan program K3 Crane ini,
12. Pengoperasian Aman
produktivitas dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing 13. Perawatan dan Pemeriksaan Alat Berat peserta diharapkan mampu : Untuk operator kelas 1 :
perusahaan. Dalam rangka penerapan Sistem Manajemen 14. Kunjungan Lapangan (Praktek) 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), diperlukan 2. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai operator
PERSYARATANNYA
1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dengan kapasitas 50 ton.
operator-operator alat-alat Berat yang memiliki kualifikasi dalam mengoperasikan crane sehingga operator
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundangan. 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir akan bertanggungjawab dan lebih berdisiplin. Untuk operator kelas 2 :
Keberadaan operator yang kompeten, akan dapat 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan 2. Memahami dan mengerti persyaratan 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP
meminimalkan risiko kecelakaan selama mengoperasikan 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam
2. Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai operator
peralatan-peralatan tersebut. (background merah) dengan kapasitas 25 s.d 50 ton.
mengoperasikan
crane yang lebih efisien produktif dan aman. Untuk operator kelas 3 :
TUJUAN 3. Mengendalikan bahaya sehingga penyebab 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP
1. Melengkapi pengetahuan dan keterampilan secara terjadinya kecelakaan dengan mengenal dan 2. Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai operator
terpadu bagi operator dalam menangani dan meng mengevaluasi sumber bahaya yang mungkin
dengan kapasitas 25 ton.
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator Forklift Training K3
Operator Rigger
DESKRIPSI
DESKRIPSI MATERI
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Alat berat adalah segala macam peralatan/pesawat mekanis merupakan suatu kualifikasi dan syarat-syarat bagi Operator
Dalam penggunaan forklift hal yang pertama harus
Keselamatan Kerja termasuk attachment & implement-nya baik yang bergerak Rigger sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.
di perhatikan yakni operator, seorang operator 2. Dasar - Dasar Forklift dengan tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik PER.09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan
forklift wajib mempunyai SIO (Surat Ijin Operator), 3. Motor Bakar (towed-type) maupun yang diam ditempat (stationer) dan
Angkut.
meskipun seorang operator yang sudah mahir 4. Sistem Hidrolik Pada Forklift mempunyai daya lebih dari satu kilo-watt, yang dipakai MATERI
sekalipun tetap saja operator tersebut telah 5. Sebab – Sebab Kecelakaan Pada Forklift untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kontruksi 1. Undang-Undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
melanggar ketentuan yang berlaku. Karena 6. Dasar Pengukuran Kapasitas dan Daftar Beban pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan Kerja
7. Pengoperasian Forklift dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05 Tahun 1985
operator yang mempunyai SIO mengerti betul akan 8. Perawatan, Pemeliharaan, Pemeriksaan, dan Tentang Pesawat Angkat Angkut
merupakan alat processing langsung. Dalam pengopera-
dasar – dasar keselamatan kerja Pada Forklift Pengujian pada forklift 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 01. Tahun 1989
sian alat berat banyak hal dan aspek yang harus Tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator
9. Praktik Lapangan
diperhatikan, mulai dari ketrampilan dan skill operator, Keran Angkat
TUJUAN prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) 4. Alat Bantu Angkat (ABA)
PERSYARATANNYA
Setelah menyelesaikan program K3 Forklift ini, dan aspek perawatan dan troubleshooting. Alat berat ini 5. Tali Kawat Baja
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas 6. Metode Kerja Pengikatan dan Pemberian ABA
peserta diharapkan mampu : 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko 7. Petunjuk Praktis pada pekerjaan pengikatan
1. Memberikan bekal pengetahuan tentang 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya 8. Praktek & Evaluasi
Regulasi dalam Pengoperasian 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 kecelakaan kerja bilamana tidak ditangani secara baik dan
lembar (background merah) benar. PERSYARATANNYA
2. Memberikan bekal pengetahuan tentang 1. Fotokopi ijazah terakhir
Pengoperasian Forkilft yang aman, produktif dan 2. Pas foto background merah
TUJUAN (3×4 = 2 lembar, 2×3 = 2 lembar).
efisien. Sebagai pemenuhan terhadap peraturan
Training K3 Operator Rigger bertujuan untuk memberikan 3. Surat penunjukan dari perusahaan.
dan perundang-udangan yang berlaku pengetahuan dan keterampilan mengenai tugas dan fungsi 4. Surat keterangan sehat dari dokter.
3. Menentukan jenis forklift yang benar untuk dari pekerjaan pengikatan yang benar dan aman. Aman 5. Daftar riwayat hidup.
memindahkan barang bagi para tenaga kerja, barang-barang yang dibawa atau
4. Mengerti istilah-istilah asing yang ada dalam diikat dan aman bagi lingkungan tempat kerja. Sehingga
forklift akan menciptakan tenaga kerja yang professional dibidang
5. Mengetahui cara mengoprasikan bagian-bagian pengikatan atau rigging. Training K3 Operator Rigger
yang penting dari forklift
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training P3K di Tempat Kerja Working at Confined Space Training
MATERI
DESKRIPSI
DESKRIPSI 8. Rencana & prosedur tanggap darurat di
1. Dasar-Dasar Kesehatan Kerja dan Peraturan Program pelatihan kompetensi petugas K3 utama di ruang
Pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan P3K di tempat terbatas/ruang tertutup pertolongan pertama
Perundangan di bidang P3K terbatas (confined space) merupakan program kerjasama pada kecelakaan
kerja bagi pengusaha dan dan pekerja sangat penting 2. Dasar-Dasai Kesehatan Kerja kami dengan Kemenaker RI untuk memenuhi ketentuan 9. Alat Pelindung Diri untuk pekerjaan di
sehingga kecelakaan kerja dapat ditangani dengan baik dan 3. Dasar-Dasar P3K di tempat kerja pemerintah no. [Link]. 01/DJPPK/I/2011 tentang terbatas/ruang tertutup (confined space)
dampak akibat kecelakaan dapat ditekan. Keterlambatan 4. Anatomi dan Faal tubuh Manusia
5. Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K kompetensi, kurikulum dan persyaratan khusus Petugas
dalam mendapatkan pertolongan pertama korban MATERI
6. Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, Keselamatan & Kesehatan Kerja Utama Ruang Terbatas
kecelakaan kerja akan mengalami suatu kondisi buruk Teori :
keracunan, paparan bahan kimia dan kejang (Confined Space), Dan no. KEP.113/DJPPK/IX/2006 tentang 1. Peraturan Perundang – undangan K3 di ruang
berupa kecacatan dan kematian. 7. Gangguan Lokal (luka, pendarahan, luka bakar, patah kompetensi, kurikulum dan persyaratan khusus Petugas terbatas/ruang tertutup.
UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja jo. Peraturan Tulang) dan dan tindakan pertolongannya
Keselamatan & Kesehatan Kerja Madya Ruang Terbatas 2. Dasar – dasar K3 di ruangterbatas/ruang tertutup
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No Per-03/Men/1982 8. Gangguan kesadaran dan tindakan pertolongannya 3. Pengenalan karakteristik bahan kimia berbahaya
9. Gangguan pernafasan dan tindakan pertolongannya (Confined Space).
tentang Pelayanan Kesehatan Kerja telah mewajibkan di ruang terbatas
10. Gangguan pperedaran darah dan tindakan Selain untuk memenuhi persyaratan salah satu program
kepada pengusaha untuk melakukan pembinaan kepada 4. Prosedur ijin kerja di ruang terbatas/tertutup
pertolongannya pemerintah, diharapkan peserta mampu bekerja secara (work permit system)
pekerja tentang pemberian pertolongan pertama pada 11. Resisutasi Jantung Paru aman di ruang terbatas / tertutup dan melaksanakan 5. Teknik pengukuran & deteksi gas di ruang
kecelakaan ditempat kerja sebagaimana juga telah menjadi 12. Evakuasi korban
13. P3K pada keadaan tertentu (P3K sengatan listrik)
prosedur kerja sesuai dengan program memasuki ruang terbatas/tertutup.
salah satu tugas pokok dalam pelayanan kesehatan kerja. 6. Rencana & prosedur tanggap darurat (ERP) dan P3K
14. Simulasi terbatas/tertutup dalam rangka pencegahan kecelakaan
Selain itu dalampelaksanaan P3K ditempat kerja telah diatur 7. Program memasuki ruang terbatas/ruang tertutup
15. Evaluasi kerja dan penyakit akibat kerja serta kegiatan keselamatan 8. Pengetahuan Alat Pelindung Diri untuk pekerjaan
melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No
kerja lainnya. di ruang terbatas/tertutup
15/MEN/ VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada PERSYARATANNYA
Kecelakaan di Tempat Kerja. 1. Bekerja penuh di perusahaan Praktek :
2. Sehat Jasmani dan Rohani TUJUAN
1. Kebijakaan keselamatan dan kesehatan kerja 1. Prosedur memasuki ruang terbatas/tertutup
3. Pendidikan Minimal SLTA
TUJUAN (confined space) & aplikasi work permit system
4. Bersedia ditunjuk sebagai petugas P3K di tempat untuk pekerjaan di ruang terbatas/ruang tertutup 2. Pengukuran dan deteksi gas beracun
1. Peserta memahami peraturan dan konsep P3K di tempat kerja (confined space). 3. Penggunaan alat bantu pernapasan (SCBA)
kerja 5. Melampirkan CV
2. Dasar – dasar keselamatan & kesehatan kerja di
2. Peserta memahami tanggap darurat untuk pertolongan 6. Pas Photo 4 x 6 dan 3x4 masing-masing 2 lembar PERSYARATANNYA
(back ground merah) ruang terbatas/ruang tertutup (confined space)
pertama pada kecelakaan ditempat kerja 1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
3. Work permit procedure
3. Peserta mampu memberikan Pertolongan Pertama jika 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir min SMA sederajat
4. Identifikasi dan penilaian resiko bahaya diruang 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
terjadi kecelakaan di tempat kerja
terbatas (HIRA/JSA) 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3
4. Peserta mampu mengembangkan sistem P3K di tempat
5. Prosedur Log Out – Tag Out lembar (background merah)
kerja
6. karakteristik bahan kimia berbahaya di ruang
terbatas/tertutup (confined space).
7. Teknis pengukuran & deteksi gas beracun dan
mudah meledak di dalam ruang terbatas/ruang
tertutup (confined space)
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Working at Height
Training HAZOPS
DESKRIPSI 5. Peserta memahami persyaratan untuk akses yang aman DESKRIPSI TUJUAN
dan jalan keluar untuk bekerja wilayah di ketinggian Setelah menyelesaikan program HAZOPS ini,
Pelatihan ini dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan Pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan peserta
pekerjaan sebagai suatu upaya Pencegahan Kecelakaan peserta diharapkan mampu :
MATERI untuk memperoleh sertifikat Kompetensi Studi 1. Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan
Fatal dalam hal Bekerja Di Ketinggian dan untuk 1. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja HAZOP dari BNSP. Pelatihan persiapan sertifikasi dan kemampuan untuk memahami dan
memastikan bahwa usaha-usaha dan perlengkapan 2. Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja tingkat
pelindung dan pencegah jatuh yang memadai diadakan lanjut BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) menerapkan konsep HAZOPs,
3. Peraturan Perundangan yang terkait dengan bekerja di KOMPETENSI Studi HAZOP dirancang berbasis 2. Peserta mampu melakukan analisis bahaya dan
untuk menjaga keselamatan personil dari risiko terjatuh penilain risiko ditempat kerja dengan
ketinggian kompetensi (Competency Based Training) yang
yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Jatuh dari 4. Akses tali tingkat dasar metode/teknik HAZOPs
ketinggian merupakan salah satu jenis kecelakaan yang 5. Pengenalan peralatan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional 3. Peserta mampu mengembangkan sistem
cukup sering terjadi di hampir semua jenis industri. Cedera 6. Ikatan Dasar Indonesia (SKKNI) K3. Untuk mendapatkan pengendalian bahaya dan risiko di perusahaan.
yang ditimbulkan dari luka karena kecelakaan jenis ini 7. Pengenalan sistem keselamatan bekerja di ketinggian
8. Standar Operating Prosedure (Petunjuk Pelaksanaan)
sertifikasi kompetensi, para peserta training akan
biasanya cukup serius karena bagian-bagian vital tubuh diuji oleh assessor dari LSK-K3 (Lembaga Sertifikasi PERSYARATANNYA
tingkat dasar
seperti kepala atau kaki menjadi bagian yang paling sering 1. Minimal Pendidikan D3 Teknik,
terkena. Seseorang yang jatuh dari ketinggian dua meter
9. Faktor jatuh tingkat dasar Kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja). 2. Pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.
10. Teknik lanjutan turun melalui tali
sudah mempunyai peluang untuk mengalami cedera yang 11. Teknik lanjutan naik melalui tali LSK-K3 didukung oleh KEMENAKERTRANS melalui 3. Pengalaman melakukan studi HAZOPS.
fatal. 12. Teknik lanjutan memanjat bangunan tinggi surat resmi dari Direktur Jendral BINWASNAKER 4. Foto copy Ijasah terakhir
13. Menaikan dan menurunkan beban lanjutan NOMOR B-710 tertanggal 31 DESEMBER 2008 5. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
Sertifikasi bekerja pada ketinggian ada 2 jenis yaitu: 14. Teknik penyelamatan diri dan evakuasi
1. Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK), dan Untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi K3 di 6. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
15. Praktek & Evaluasi
2. Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT). 7. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
Indonesia dalam menghadapi era persaingan Rekanan Kerja (bila ada)
PERSYARATANNYA
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
global / AFTA 8. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya (bila
TUJUAN
2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir ada)
1. Peserta memahami apa yang dimaksud dengan bekerja 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan MATERI 9. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
di ketinggian dan potensi risikonya 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing
2. Peserta memahami hirarki pengendalian bahaya 3 lembar (background merah) 1. Pengenanlan HAZOPs
sehubungan dengan bekerja di ketinggian 2. Teknik Analisa Bahaya Proses
3. Peserta memahami persyaratan minimum untuk 3. Teknik HAZOPs
platform kerja yang ditinggikan (tetap maupun 4. Metode dan Prosedur HAZOPs
perancah) 5. Latihan / Praktek HAZOPs
4. Peserta mampu memilih dan menggunakan Harness
untuk keselamatan dan kelengkapannya secara benar
6. Ujian Kompetensi
dan tepat
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator K3 Migas Training Pengawas K3 Migas
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training
Training Petugas K3 Laboratorium NEBOSH International General
DESKRIPSI DESKRIPSI
Laboratorium adalah tempat berkumpulnya berbagai jenis
4.
5.
MSDS and Labeling
Laboratory Safety Practices.
MATERI
bahan kimia, bahkan bahan kimia yang tidak digunakan 6. Ventilation. Pelatihan dan sertifikasi kompetensi NEBOSH 1. Management of International Health and Safety
didalam proses produksi diperlukan di laboratorium. 7. Personal Protective Equipment
8. Laboratory Ergonomics General Certificate in Occupational Health and
Meskipun dari sisi volume jumlah bahan kimia di laboratorium 9. Hazardous Waste and Emergency Procedure 2. Control of International Workplace Risk
tergolong relative sangat kecil jika dibandingkan dengan 10. Laboratory Safety Management System (Laboratory Safety Plan) Safety hadir untuk memberikan solusi pengemban-
volume bahan kimia dibagian produksi atau gudang, namun 11. Exposure monitoring, Medical Surveillance and Bio Monitoring. 3. International Health and Safety Practical
tingkat bahaya yang ada dilaboratorium tidak bisa diabaikan 12. Accident Investigation
gan kompetensi dalam menghadapi
begitu saja. Sudah banyak kejadian kecelakaan yang berasal 13. Basic First Aid persaingan bisnis yang semakin kompetitif saat ini Application
14. Ujian Kompetensi
dari laboratorium yang kemudian menyebar ketempat lain.
Proses eksperimen yang dilakukan di laboratorium seringkali terutama di bidang K3L agar dapat sejajar dengan
DURASI
tidak bisa diestimasi bahaya yang dapat terjadi jika laboran 03 (Tiga) hari tenaga K3LL perusahaan kelas dunia. PERSYARATAN PESERTA
tidak mengenali dengan baik bahaya bahan kimia yang
digunakan. Potensi bahaya di laboratorium yang harus PERSYARATANNYA
1. Pendidikan dan Pengalaman
diwaspadai dan dikendalikan seperti proses pencampuran • Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja 6 bulan dibidang K3 TUJUAN
atau eksperimen, penyimpanan bahan kimia, pembuangan • D3 pengalaman kerja 1 Tahun dibidang K3
sisa bahan kimia, kesalahan penggunaan bahan kimia dan 2. Foto copy Ijasah terakhir
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan
pajanan terhadap laboran. 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas pelatihan NEBOSH General ini yaitu :
4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila
TUJUAN ada)
1. Memahami teknik identifikasi bahaya dan risiko 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
Dapat menunjukan pemahaman dan
2. Memahami teknik pengendalian bahaya dan risiko (bila ada) mengimplementasikan mengenai manajemen
3. Memahami prinsip-prinsip higiene industri untuk 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
keamanan dan kesehatan di dalam semua area
mengendalikan risiko
4. Memahami efek dan risiko kesehatan kerja dan mampu operasional.
mengembangkan sistem pengendalian Dapat memahami bahwa prinsip-prinsip
5. Memahami penggunaan dan perawata alat pelindung pengelolaan risiko adalah kunci dari budaya
diri keselamatan yang efektif.
6. Memahami prinsip-prinsip pemadaman Api
7. Mampu melakukan pemadaman api kecil dengan APAR
8. Mampu melakukan pertolongan pertama pada
kecelakaan
MATERI
1. The Occupational Health Introduction.
2. Potential Hazards in Laboratory (ILO – International
Hazard Datasheets on Occupation)
3. COSHH (Control of Substances Hazardous to Health)
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI Academy (Solusi Pengembangan Kompetensi Anda) | PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
Graha BKI Lantai 8 Jl. Yos Sudarso No.38 Tanjung Priok Jakarta 14320 Indonesia T: (021) 4393 7409 W: [Link]
Training
IOSH Managing Safely Training Behavior Based Safety
BKI Academy (Solusi Pengembangan Kompetensi Anda) | PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Graha BKI Lantai 8 Jl. Yos Sudarso No.38 Tanjung Priok Jakarta 14320 Indonesia T: (021) 4393 7409 W: [Link]
Training Oil & Gas Safety Operation Training Process Safety Management
3 Hari Training | Oil & Gas Safety Operation 3 Hari Training | Process Safety Management
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Safety Manager Training Safety Supervisor
DESKRIPSI PERSYARATANNYA
DESKRIPSI MATERI
Sesuai dengan pasal 87 UU No 13 tahun 2003 tentang 1. Pendidikan dan Pengalaman Sesuai dengan pasal 87 UU No 13 tahun 2003 1. Introduction to Safety MAnagement
Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib menerapkan 2. Effective Accident Investigation
• Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 3 tahun tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib 3. Introduction to OSH Training
SMK3 yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan. dibidang K3
• S1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 3 Tahun menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan 4. Personel Protective Equipment
Penerapan SMK3 dan SML (lingkungan) tersebut secara dibidang K3 manajemen perusahaan. Penerapan SMK3 dan SML 5. Introduction to Ergonomics
tidak langsung akan menuntut tersedianya tenaga HSE • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 3 6. Safety Supervisor and Leadership
Manager yang mampu mengelola, mengembangkan dan Tahun dibidang K3
(lingkungan) tersebut secara tidak langsung akan
7. Safety Management System Evaluation
menerapkan sistem manajemen K3L dengan baik. • D3 pengalaman kerja 4 Tahun dibidang K3 menuntut tersedianya tenaga HSE Supervisor
Meningkatnya kebutuhan tenaga HSE Manager dapat 2. Foto copy Ijasah terakhir menerapkan sistem manajemen K3L dengan baik. PERSYARATANNYA
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
dilihat dari berbagai lowongan kerja yang membutuhkan 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar BKI Academy sebagai Partner dari OSHAcademy 1. Pendidikan dan Pengalaman
tenaga HSE Manager dengan kualifikasi yang sangat ketat. 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan USA dan • Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 1 tahun
Untuk itu diperlukan pembinaan dan pelatihan bagi Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
WSO menyelenggarakan program pelatihan Health dibidang K3
calon-calon HSE Manager. 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti • S 1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 1 Tahun
sebelumnya (bila ada) & Safety (OHS) Manager untuk membina dan dibidang K3
BKI Academy sebagai Partner dari OSHAcademy USA dan
WSO menyelenggarakan program pelatihan Health & Safety
7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja mencetak Manager K3L profesional di bidangnya • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 1
(OHS) Manager untuk membina dan mencetak Manager MATERI masing masing seperti Migas, Konstruksi dan Tahun dibidang K3
K3L profesional di bidangnya masing masing seperti Migas, 1. Introduction Safety Management Umum. • D3 pengalaman kerja 2 Tahun dibidang K3
Konstruksi dan Umum. 2. Effective OSH Commitee Operation 2. Foto copy Ijasah terakhir
3. Effective Accident Investigation 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
4. Safety Supervision and leadership TUJUAN 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
TUJUAN 5. Safety Management System Evaluation 1. Memahami tugas dan fungsi supervisor dalam 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan
Pelatihan Health & Safety (OHS) Manager ini dimaksudkan 6. Emergency Action Plan
7. Fire Prevention Plan pencegahan kecelakaan di perusahaan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
untuk membina profesional K3 menjadi safety manager 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti
yang menguasai teknik kepemimpinan dan pengelolaaan 8. Fleet Safety Management 2. Memahami mekanisme kecelakaan serta proses
9. Ergonomic Program Management sebelumnya (bila ada)
K3 dalam perusahaan dengan menerapkan standar, praktik penyelidikan dan analisa kecelakaan 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
dan kepemimpinan yang efektif. Selain itu, dengan 3. Memahami metode untuk mendorong dan
mendapatkan sertifikasi ini maka akan menambah melibatkan tenaga kerja agar berperan serta
kepercayaan diri para manajer dalam mengelola Sistem dalam
Manajemen K3 diperusahaannya masing-masing usaha pencegahan kecelakaan.
4. Memahami Metode identifikasi bahaya dan
pengendaliannya
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
Welding Inspector
28 Days Training SURVEY & INSPECTION COURSE
ENERGI saing mereka agar dapat tetap bersaing. PT. BIRO 1. Sekolah Menengah atas (SMA/SMK/STM dengan
KLASIFIKASI INDONESIA (Persero) bersemangat untuk 5 tahun pengalaman kerja dalam konstruksi dan
berpartisipasi dalam mempersiapkan dan menyediakan pengelasan, atau
tenaga terampil di industri terkait dengan 2. Politeknik-D3, atau
menyelengarakan Training Welding Inspector. 3. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
tinggi terutama pada bidang teknik atau ilmu fisik,
TUJUAN atau
Setelah mengikuti Training Welding Inspector ini peserta 4. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau
diharapkan: nautical dan berpengalaman berlayar (Ijazah
• Mendapatkan pengetahuan teoritis dan praktis sebagai ANT/ATT II)
Inspektur Pengelasan 5. Mengirimkan Curriculum Vitae, Pas Photo 3x4 latar
• Memahami regulasi dalam pengelasan; uji destruktif belakang merah dan biru masing-masing 3 lembar
dan tidak merusak; Kode Internasional berkaitan 6. Mengirimkan Copy Ijazah Pendidikan Terakhir
dengan ilmu pengelasan; metalurgi; bahan; lingkungan 7. Mengikuti Pre Test dengan Subject Basic Welding,
keamanan kesehatan Ilmu Fisik dan English Pada H-8 atau H-1 dari
jadwal training di Graha BKI Lt.9
MATERI PEMBAHASAN SIAPA YANG PERLU IKUT
1. Pre-requirement and responsibilities for Welding
• Pengawas lapangan untuk proyek konstruksi
Inspector also welding report system.
2. Welding Specification Procedure (Welding Technology, maintenance maupun repair yang berkaitan dengan
welding defect, process, construction, filler Metal) teknologi minyak, gas dan perkapalan.
3. Welding Design Procedure (Isometric, matrix practice , • Personil Industri Konstruksi Manufaktur
WPS & PQR) • Crew Kapal (Officer/Engineer)
4. Risk Based Inspection & Corrotion. • Superintendent & Staff
5. Welding Qualification according to API 1104. • Jajaran Akademisi dalam bidang teknik atau
6. Storage Tank API 650 & Pipeline (ANSI/ASME) B31 teknologi industri
Series
7. ASME Section VIII/IX, AWS D1.1 & Offshore Structure
8. Welding Symbol, Welding Metallurgy
9. Working Safety, (K3 Umum & K3 MIGAS) & LSP Migas
10. Welding Result test by Destructive Test or Non
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Inspektur Peralatan Putar
Training Inspektur Pipa Penyalur
(Rotating Equipment)
14 Hari Training | Inspektur Pipa Penyalur 10 Hari Training | Inspektur Peralatan Putar
MATERI DESKRIPSI
DESKRIPSI MATERI
1. Dasar – Dasar K3 Sebagian besar peralatan Migas merupakan Rotating
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik 1. Dasar – Dasar K3
2. Peraturan Perundang-Undangan K3 Equipment. Oleh karena itu, memahami prinsip-prinsip
khusus yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
2. Peraturan Perundang-Undangan K3
peralatan Rotating Equipment sangat penting. Identifikasi 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas Kerja
mode kegagalan dan metode pemantauan gejala kegagalan Kerja
yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya 4. Melakukan Identifikasi Dokumen
4. Melakukan Identifikasi Dokumen
5. Perencanaan dan/atau Riwayat Data Pipa Penyalur juga penting, untuk membangun program pemeliharaan
yang tinggi. Kompetensi kerja personil ini merupakan 5. Definition of Rotating Equipment, types, functions and
6. Melakukan Identifikasi Pipa Penyalur yang paling efektif. Kursus ini dimulai dengan membahas
persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang general characteristics.
7. Melakukan Inspeksi Fisik Sistem Pipa Penyalur definisi peralatan Rotating Equipment, jenis dan fungsi 6. Pumps: classification, performance characteristics and
jabatan tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas, 8. Melakukan Inspeksi Fisik Komponen Pipa Penyalur utamanya, serta karakteristik umum peralatan Rotating frequent failure modes
subsektor industri minyak dan gas bumi antara lain untuk 9. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur Diatas
Equipment sehubungan dengan kinerjanya. Kemudian, 7. Compressors: classification, performance characteristics
bidang Inspektur Pipa Penyalur di Indonesia. Disamping hal Permukaan
and frequent failure modes.
10. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur Dibawah diskusi rinci tentang peralatan berputar primer, yaitu
tersebut di atas dan karena potensi pertambangan, minyak 8. Turbines: classification, performance characteristics and
Tanah pompa, kompresor, turbin dan kipas/blower, akan diberikan.
dan gas bumi masih merupakan faktor dominan dalam 11. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur di Bawah Air
frequent failure modes.
strategi pembangunan bangsa dan negara Indonesia 9. Fan/ Blowers: classification, performance characteristics
12. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Pipa Penyalur TUJUAN and frequent failure modes.
terutama dalam menghadapi era globalisasi dan 13. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi
Pipa Penyalur 1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait 10. Alignment of axles.
perdagangan bebas tingkat AFTA dan AFLA, maka perlu 11. Summary of rotating equipment’s failure modes.
dengan kelistrikan khususnya yang diaplikasikan pada
mendorong dan merealisasikan SDM yang kompeten. 12. Predictive maintenance for rotating equipments.
PERSYARATANNYA industri migas
Dengan demikian akan dihasilkan SDM yang handal untuk 1. Pendidikan dan Pengalaman
13. Method for test performance of the equipment
2. Peserta memahami tahap-tahap inspeksi teknik 14. Equipment installation requirement
mengelola kekayaan SDA secara profesional • Minimal D3 Teknik pengalaman kerja 5 Tahun
Rotating Equipment, mulai dari tahap engineering 15. Equipment log book
dibidang Piping Engineer
(desain) sampai saat operasi dan pemeliharaan. Desain 16. Operation manual & parts book
TUJUAN 2. Foto copy Ijasah terakhir
peralatan listrik harus diperiksa dengan cermat. 17. Software for operation & maintenance
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait 18. Pedestal Crane
4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 3. Peserta mampu menganalisa atau menelaah semua 19. Geometric Dimensional Measurement Techniques
dengan Pipa Penyalur khususnya yang diaplikasikan lembar (background merah) persyaratan code/ peraturan yang berlaku sudah 20. Code dan Standard
pada industri migas 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
tercakup dalam rencana inspeksi dan uji (Inspection 21. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Rotating Equipment
2. Memahami prosedur kerja dan standar keselelamatan Rekanan Kerja (bila ada)
22. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi
6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya Test Plan/ITP) yang dibuat oleh pihak pemanufaktur
dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan Rotating Equipment
(bila ada) (untuk kelistrikan baru) atau pun pihak pemilik/owner
pipa penyalur 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja (untuk kelistrikan terpasang)
3. Melaksanakan pekerjaan pengawasan/inspeksi pipa
4. Peserta mampu melaksanakan rekaman hasil inspeksi
penyalur dengan sikap kerja yang baik
(inspection recording)
4. Melaksanakan pelaporan hasil inspeksi pekerjaan pipa
5. Dapat melakukan inspeksi secara benar dan aman
penyalur
untuk jaminan sistem yang dikelola khususnya system
Rotating Equipment
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Inspektur Kelistrikan Migas Training Inspektor K3
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Training Inspektur
Inspektur Bejana Tekan Pesawat Angkat Angkut
14 Hari Training | Inspektur Bejana Tekan 14 Hari Training | Inspektur Pesawat Angkat Angkut
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Pengawas Operasional
Utama Pertambangan (POU)
MATERI
1. Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab sebagai
Pengawas Operasional Utama (POU)
2. Melakukan Pengelolaan Keselamatan Pertambangan
Mineral dan Batubara
3. Mengelola Perlindungan Lingkungan Pertambangan
KATEGORI DESKRIPSI
Training ISO 9001:2015, ISO 9001 adalah standar
MATERI
1. Pengenalan Sistem Manajemen Mutu
BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL