0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan44 halaman

Pelatihan Keamanan Fasilitas Pelabuhan

BKI Academy adalah lembaga pelatihan milik PT. Biro Klasifikasi Indonesia yang menyediakan layanan pelatihan untuk industri maritim, K3, energi, dan sistem manajemen. Lembaga ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Diunggah oleh

rahman1070
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan44 halaman

Pelatihan Keamanan Fasilitas Pelabuhan

BKI Academy adalah lembaga pelatihan milik PT. Biro Klasifikasi Indonesia yang menyediakan layanan pelatihan untuk industri maritim, K3, energi, dan sistem manajemen. Lembaga ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Diunggah oleh

rahman1070
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATALOG

BKI Academy
PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
Graha BKI Lantai 8, Jl. Yos Sudarso No. 38 - Tanjung Priok, Jakarta Utara
Telp: (021) 4393 7409 Email: info@[Link] Web: [Link]
BKI ACADEMY: SOLUSI PENGEMBANGAN KOMPETENSI ANDA

BKI ACADEMY ADALAH UNIT BISNIS PT. BIRO KLASIFIKASI INDONESIA


DENGAN LAYANAN TRAINING UNTUK MARKET KATEGORI MARITIM, K3,
ENERGI, DAN SISTEM MANAJEMEN. DALAM PERJALANANNYA, BKI
ACADEMY MENYEDIAKAN LAYANAN CONSULTING & MICE UNTUK
MENDUKUNG LAYANAN TRAININGNYA

ABOUT BKI ACADEMY


BKI Academy adalah lembaga pelatihan profesional yang dibentuk oleh Biro Klasifikasi
Indonesia (BKI) sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi, kualifikasi dan
pengetahuan di bidang industri maritim, industri, energi serta bidang terkait lainnya.

Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah satu-satunya badan klasifikasi di Indonesia yang bertugas untuk mengklaskan kapal-kapal
niaga berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia. Kegiatan klasifikasi
kapal BKI merupakan pengklasifikasian kapal berdasarkan konstruksi lambung, mesin dan listrik kapal dengan tujuan memberikan
penilaian teknis atas laik tidaknya kapal tersebut untuk berlayar. Selain itu, BKI juga dipercaya oleh Pemerintah untuk melaksanakan
survei dan sertifikasi statutoria atas nama Pemerintah Republik Indonesia, antara lain Load Line, ISM Code dan ISPS Code.

Tidak hanya pengklasifikasian kapal, saat ini BKI juga telah memiliki ijin untuk melakukan pengklasifikasian terhadap bangunan lepas
pantai atau fasilitas apung di lingkungan minyak dan gas. Bangunan Lepas Pantai sendiri meliputi F(P)SO, FPU, MODU, MOPU, FS(R)U,
FLNG, Tank Barge, Single Point Mooring, Platform, Rig, Jacket, Pipeline dan fasilitas pendukung lainnya. BKI juga sudah melakukan
proses klasifikasi untuk beberapa jenis fasilitas apung dan kapal penunjang bangunan baru maupun exisiting ataupun konversi, baik
dual class maupun single class.

Untuk mempersiapkan personil yang mendukung kegiatan tersebut, perlu dibentuk lembaga pelatihan pengembangan personil
tersebut. Untuk itulah dibentuk BKI Academy.
OUR VISI
VISION & MISSION
MISI

VISION MISSION
TUJUAN
Memberikan knowledge dan skill 1. Memastikan peserta mencapai kualifikasi pada waktu yang tepat
yang secara signifikan dapat dan menerima layanan berkualitas yang menghasilkan pengalaman
meningkatkan produktivitas kerja pembelajaran yang positif
dan secara efektif meningkatkan 2. Menciptakan pemahaman yang sama agar dalam proses survey
kontribusi untuk mencapai maupun inspeksi tidak tejadi interpretasi yang berbeda dan
tujuan organisasi Update perkembangan regulasi kepada stake holder
PERJALANAN KAMI

2018
Vocational training Bidang
Safety, Security, Survey,
Crewing, Environment
Ship Design, and
IMO Model Course
by BKI Academy

2019
Vocational training Bidang
Safety, Security, Survey,
Crewing, Environment
Ship Design, IMO Model Course,
1999 Kemenaker, BNSP, OSH Academy,
NEBOSH & IOSH, Mining,
Oil & Gas, and ISO Series
Vocational training by BKI Academy
ISM Code by UKS
2000
Vocational Training
ISPS Code by UKS

1980
Vocational training
Welding Inspector 1982
by Unit Klasindo
Vocational Training
Marine Surveyor
by Unit Klasindo
BKI ACADEMY
BKI Academy is a Training Provider in Mari�me, K3, Energy and Management Systems Market Categories, for related Industries with
certain unique value preposi�on for Professional and Student Segments in Indonesia

BKI ACADEMY SERVICES & PRODUCTS

MARITIME HEALTH & SAFETY MANAGEMENT


ENERGY CATEGORY
CATEGORY CATEGORY SYSTEM CATEGORY
• Safety • Kemenaker • Oil & Gas • ISO Series
• Security • BNSP • Mining
• Survey • OSH Academy
• Crewing • NEBOSH & IOSH
• Environment
1. TRAINING
• Ship Design
• IMO Model Course

Event
Seminar Conference
Organizer

2. MICE Exhibi�on Mee�ng


FASILITATOR
20 Orang Fasilitator SINEMATIK
5 Orang Fasilitator Rekanan 1 Ruang Sinematik
OUR Kapasitas 100 Orang
RESOURCES

KATEGORI RUANG KELAS


Kategori Maritim 1 Ruang Komunal
Kategori K3 3 Ruang Assessment
Kategori Energi 4 Ruang Kelas Kapasitas 10 Orang
Kategori Sistem Manajemen 2 Ruang Kelas Kapasitas 15 Orang
5 Ruang Kelas Kapasitas 24 Orang

SUMBER DAYA
YANG KAMI MILIKI LABORATORIUM
WORKSHOP
1 buah Welding Shop 1 Lab Multimedia
1 Lab Mekanik dan Kimia
APA YANG MEMBUAT KAMI UNIK

01 02 03 04
INTERAKTIF PROAKTIF EFEKTIF OTENTIK
Studi kasus otentik
Sesi training yang Diskusi yang proaktif Peluang untuk yang memungkinkan
interaktif akan memungkin seluruh interaksi dalam peserta untuk menerap-
membuat seluruh peserta untuk dapat kelompok-kelompok kan apa yang telah
peserta training saling berbagi kecil memastikan mereka pelajari dan
menjadi aktif knowledge dan skill lingkungan belajar memperdalam pema-
yang efektif haman mereka tentang
materi pelajaran
1 2 3 M
E
FASILITATOR
BERPENGALAMAN
TRAINING REGULASI N
KOMPREHENSIF TERUPDATE
G
Trainer/Fasilitator
kami terdiri dari para Menawarkan program
Sebagai badan klasifi-
kasi nasional, kami A
Subject Matter Expert training yang kompre- selalu berpartisipasi P
dan Ex Officio yang
memiliki kualifikasi
hensif, terukur dan
sistimatis yang sesuai
dalam pertemuan IMO
dan dengan demikian AM
dan pengalaman yang
tinggi di bidangnya
kebutuhan perusa-
haan client
selalu terupdate
dengan perkembangan E
masing-masing regulasi terbaru dan
keputusan yang dibuat
M
di sana I
L
I
HK
A
M
I
Lebih dari 100+ Perusahaan Telah menggunakan jasa kami
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL

IMO MODEL COURSE 3.25


SECURITY AWARENESS FOR ALL PORT FACILITY PERSONNEL
IMO MODEL
1 Days Training (IMO MODEL COURSE 3.25)
COURSE

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


Training ini bertujuan untuk memberikan 1. Pengenalan ISPS Code
pengetahuan dan kesadaran (Awareness) 2. Kebijakan Keamanan Maritim
kepada seluruh personil/ karyawan yang 3. Tanggung Jawab Keamanan
bekerja di fasilitas pelabuhan sesuai yang 4. Ancaman, Pengenalan Pola Ancaman, dan
KATEGORI MARITIM dijelaskan pada rancangan keamanan fasilitas
pelabuhan (PFSP) sesuai dengan persyaratan
Respon Terhadap Ancaman
5. Tindakan Keamanan Fasilitas Pelabuhan
SOLAS 74 Bab 11-2 dan perubahannya, ISPS 6. Tanggap Darurat, Geladi (Drills), dan
Code, IMDG Code, [Link] Code of Practice Latihan (Excercises)
on Security in Ports, guidance pada IMO
MSC.1/Circ.1341, dan juga Peraturan Menteri SIAPA YANG PERLU IKUT
Perhubungan No. 134 Tahun 2016. • Seluruh karyawan yang bekerja pada
fasilitas pelabuhan
TUJUAN
Setelah mengikuti Training IMO Model Course PERSYARATAN
3.25 ini peserta diharapkan: -
• Mampu mengenal pola-pola ancaman
keamanan dan meresponnya secara tepat

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Internal Auditor Designated Person Ashore


MARITIME
SEGMENT
3 Days Training SAFETY INTERNATIONAL SAFETY 3 Days Training SAFETY INTERNATIONAL SAFETY
COURSE MANAGEMENT (ISM) CODE COURSE MANAGEMENT (ISM) CODE

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN Training Designated Person Ashore dilaksanakan dalam 1. Persyaratan ISM Code
Training Internal Auditor ISM Code ini dilaksanakan untuk 1. Interpretasi Elemen ISM Code 2. Tugas dan tanggung jawab DPA di kapal dan perusahaan:
mendapatkan kompetensi yang handal bagi personil dalam rangka memberikan pemahaman tentang International
a. Implementasi ISM code
mengukur penerapan suatu sistem manajemen 2. Tugas dan tanggung jawab auditor internal Safety Management Code atau yang lebih dikenal dengan b. Mengkoordinir Familirisasi dan Pelatihan ISM Code
keselamatan (ISM Code), kategori penerapan dapat 3. Cara pembuatan prosedur dan jadwal audit ISM Code yang merupakan Koda International c. Kendali Dokumen
dikatakan berhasil atau tidak sangat bergantung pada internal Manajemen keselamatan yang mengatur cara d. Evaluasi Kecelakaan, NC dan Near Misses
bagaimana cara untuk mengimplementasikan sistem pengoperasian kapal dengan aman dan perlindungan e. Mengkoordinir Internal Audit.
manajemen tersebut, bagaimana cara mengukurnya dan 4. Cara penyusunan laporan audit internal f. Memimpin Team Tanggap Darurat
sekaligus menindaklanjuti temuan hasil pengukuran (audit). lingkungan di laut. ISM Code ini diatur dalam Chapter XI-1 g. Memonitor pelaksanaan Safety Dril & Safety Meeting di
SOLAS 74, Resolusi IMO No.A741 (18) dan Amandemen
Keunggulan audit dibanding dengan metode pengukuran SIAPA YANG PERLU IKUT kapal
lain adalah : MSC 104 (73). ISM Code ini bersifat mandatory dan mulai h. Koordinasi pelaksanaan External Audit.
• Perwira Kapal (Officer/Engineer) berlaku sejak 1 juli 1998. Bagi perusahaan pelayaran yang
1. Hasil temuannya harus ditindaklanjuti dan diverifikasi
2. Pelaksanaannya terencana dan terjadwal • Marine Superintendent (Owner Surveyor) & telah menerapkan ISM Code diterbitkan Sertifikat ISM SIAPA YANG PERLU IKUT
3. Pelaksananya (auditor) terlatih dan memahami sistem Staff Code yang disebut DOC dan bagi kapal yang telah • Perwira Kapal (Officer/Engineer)
manajemen yang diterapkan di perusahaan • Personil di darat: bagian armada, operasi, • Marine Superintendent (Owner Surveyor) & Staff
4. Merupakan wujud dari pelaksanaan sistem manajemen menerapkan ISM Code diterbitkan Sertifikat ISM Code
teknik, personalia, pembelian. • Personil di darat: bagian armada, operasi, teknik,
(sesuatu yang diwajibkan untuk dilaksanakan) yang disebut SMC.
personalia, pembelian.
Untuk itu keberhasilan penerapan ISM Code, tergantung • Jajaran Akademisi Implementasi ISM – Code di Indonesia berdasarkan Surat • Jajaran Akademisi
pada tersedianya para internal auditor yang terlatih, karena Keputusan Ditjen Perhubungan Laut No. PY.67/1/6-96
dengan memiliki internal auditor ISM Code yang baik maka PERSYARATAN tanggal 12 Juli 1996. PERSYARATAN
diharapkan pelaksanaan proses audit internal juga dapat 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan tinggi
berjalan dengan baik sehingga nantinya akan 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari Untuk menjamin terlaksananya ISM Code di perusahaan terutama pada bidang teknik atau ilmu fisik, atau
memperlancar pelaksanaan proses audit yang perguruan tinggi terutama pada bidang teknik & kapal serta penghubung antara perusahaan dan kapal 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau nautical
dilaksanakan oleh Badan Sertifikasi. atau ilmu fisik, atau ditunjuklah personal darat yang bertanggung jawab atas dan berpengalaman berlayar (Ijazah ANT/ATT II), atau
2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine pelaksanaan ISM Code yang disebut Designated Person 3. Pengalaman manajemen operasional kapal (minimal 3
TUJUAN atau nautical dan berpengalaman berlayar Ashore (DPA). DPA harus mengerti aspek keselamatan
tahun).
Setelah mengikuti Training Internal Auditor ISM Code ini peserta kapal, perlindungan lingkungan dan persyaratan training
diharapkan: (Ijazah ANT/ATT II)
DPA yang disyaratkan.
• Mengerti proses menyeluruh pelaksanaan audit internal dan
memahami semua ketentuan yang harus dipenuhi
dalam pelaksanaan audit internal ISM Code. TUJUAN
• Dapat melaksanakan prosedur audit internal serta Setelah mengikuti Training Designated Person Ashore ini
menyusun laporan sesuai tugas dan tanggung peserta diharapkan:
jawabnya. • Mengerti persyaratan ISM Code, Tugas dan tanggung
jawab DPA dalam Implementasikan ISM Code, Internal
Audit dan Tim Tanggap Darurat
• Mengerti aspek keselamatan kapal dan perlindungan
lingkungan.

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Marine Accident Risk Assessment


& Investigation MARITIME
SEGMENT MARITIME
SAFETY INTERNATIONAL SAFETY SEGMENT
3 Days Training
3 Days Training SAFETY COURSE COURSE 2018 MANAGEMENT (ISM) CODE

DESKRIPSI SIAPA YANG PERLU IKUT


DESKRIPSI Training Risk Assessment ISM Code dilaksanakan • Perwira Kapal (Officer/Engineer)
MATERI PEMBAHASAN
Training Marine Accident and Investigation ini akan berdasarkan Amandemen 2010 ISM Code yang berlaku
1. Introduction to Maritime Transportation • DPA, QHSE
memberikan pendahuluan bagi peserta training untuk System efektif pada tanggal 1 Juli 2010 yang mensyaratkan
memahami kemungkinan resiko di laut. Peserta • Marine Superintendent (Owner Surveyor) &
2. Casualty Investigation Code (National and pelaksanaan penilaian resiko (risk assement) dalam Staff
diharapkan mampu mengidentifikasi, estimasi dan International) pengoperasian kapal. Konsukuensi dari amandemen ini
langkah-langkah dalam pengendalian bahaya. 3. Maritime Accidents Investigation : • Personil di darat: bagian armada, operasi,
adalah perusahaan harus melengkapi manual Sistem
Investigasi keselamatan kecelakaan dan proses analisis a. An Introduction Manajemen Keselamatan dengan prosedur risk
teknik
berkonsentrasi pada pengumpulan data dan metodologi b. Preparation assessment, memiliki personil yang memiliki pengetahuan • Jajaran Akademisi
analisis data yang akan mengarah pada identifikasi akar
c. Conducting the Investigation risk assessment untuk melaksanakan penilaian tersebut,
penyebab melalui pendekatan terstruktur yang akan membuat dan melaksanakan prosedur pengoperasian
dibahas dalam Training Marine Accident and Investigation
d. Result and Analysis
4. Further Enhancement kapal berbasis penilaian resiko. PERSYARATAN
ini.
5. Study Cases and Many more 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari
Training Marine Accident and Investigation ini TUJUAN perguruan tinggi terutama pada bidang teknik
dilaksanakan selama 3 hari sebagai pemahaman dasar Setelah mengikuti Training Risk Assessment ISM Code ini atau ilmu fisik, atau
melakukan investigasi keselamatan kecelakaan dengan SIAPA YANG PERLU IKUT
peserta diharapkan: 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine
beberapa studi kasus. • Management Senior (armada, operasi, teknik) • Mendapatkan pengetahuan mengenai penerapan
• DPA, Marine Superintendent (Owner Surveyor) atau nautical dan berpengalaman berlayar
metode penilaian resiko dalam pengopeasian kapal.
TUJUAN dan Staff (Ijazah ANT/ATT II)
• Memahami Konsep Resiko, dasar-dasar Risk
Setelah mengikuti Training Marine Accident and • Perwira Kapal (Officer & Engineer) Management, Metode Risk Assessment, langkah demi
Investigation n ini peserta diharapkan: • Jajaran Akademisi langkah melaksanakan Risk Assessment & penerapan
• Dapat membantu mengembangkan keterampilan untuk Risk Assessment dalam ISM Code.
menyusun program investigasi untuk perusahaan PERSYARATAN • Mensukseskan sosialisasi penerapan keselamatan di
pelayaran. 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari kapal dalam metode penilaian resiko yang disyaratkan
• Dapat memberikan gambaran yang komprehensif oleh ISM Code amandemen 2010
perguruan tinggi terutama pada bidang teknik
tentang bagaimana melakukan investigasi kecelakaan
laut, merangkum pembelajaran dan pengaturan tindakan atau ilmu fisik, atau
pencegahan untuk mencegah terulangnya kecelakaan di 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine MATERI PEMBAHASAN
laut serta perbaikan operasi yang aman dalam sistem atau nautical dan berpengalaman berlayar 1. Pemahaman terhadap aspek keselamatan kapal.
transportasi maritim (Ijazah ANT/ATT II) 2. Pemahaman terhadap prosedur penilaian dalam
mekanisme sistem keselamatan.
3. Pemahaman penerapan keselamatan di kapal
dalam metode penilaian resiko yang disyaratkan
oleh ISM Code amandemen 2010

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

International Maritime
Dangerous Goods Code MARITIME
Company Security Officer
SEGMENT
3 Days Training SECURITY INTERNATIONAL SHIP SECURITY &
3 Days Training SAFETY COURSE
COURSE PORT FACILITY SECURITY (ISPS) CODE

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN DESKRIPSI Security Plan (SSP)


Training Company Security Officer ini dilaksanakan dalam • Memahami integrasi penerapan ISPS Code
Training International Maritime Dangerous Goods Code ini 1. Introduction to marine transportation of
dilaksanakan sebagai dasar dari International Maritime menyikapi makin meningkatnya ancaman global terhadap dan ISM Code
dangerous goods • Memahami tugas & tanggungjawab CSO (Menurut PM
Dangerous Goods (IMDG) Code itu sendiri yang terorisme, persyaratan baru terhadap keamanan kapal dan
2. Hazardous materials and substance Perhubungan No 134 tahun 2016)
dikembangkan sebagai kode internasional untuk fasilitas pelabuhan yang telah ditetapkan oleh
menyeragamkan transportasi barang berbahaya melalui 3. Dangerous goods list
Internasional Maritime Organization (IMO) yaitu Chapter
laut yang meliputi cara packing, lalu lintas container dan 4. Markings and labels XI-2 dari SOLAS dan ‘ International Ship and Port Facility MATERI PEMBAHASAN
penyimpanannya, dengan referensi khusus untuk segregasi 5. Basics of risk management Security Code (ISPS Code), bagian A dari Koda ini adalah 1. Pemahaman terhadap aspek keamanan maritim dan
zat yang tidak sesuai. 6. Emergency preparedness and other measures wajib (mandatory) bagi kapal-kapal dari dan ke perairan ancaman keamanan
Training International Maritime Dangerous Goods Code ini 7. Shipping documentation internasional. yang telah efektif diberlakukan per 1 Juli 2. Pemahaman terhadap prosedur, mekanisme sistem
dimaksudkan untuk membiasakan personel di kapal dan di 8. Packaging of hazardous materials
darat dengan Peraturan yang mengatur pengangkutan 2004 yang lalu keamanan
barang berbahaya melalui laut. 9. Placarding and transportation Pasal 11 dan 12 dari Bagian A – ISPS Code 3. Pemahaman terhadap amandemen SOLAS Chapter
Training International Maritime Dangerous Goods Code ini mempersyaratkan bahwa perusahaan pelayaran harus XI-2 dan ISPS Code
mencakup persyaratan yang terkait dengan klasifikasi, SIAPA YANG PERLU IKUT menunjuk ‘Company Security Officer (CSO)’ dan disetiap 4. Aplikasi peraturan IMO model course 3.20
packaging, marking dan labeling termasuk metode untuk • Management Senior (armada, operasi, teknik) kapal harus ditunjuk seorang ‘Ship Security Officer (SSO)’ 5. Familiarisasi PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016
memisahkan dan mengangkut barang berbahaya di atas • DPA, Marine Superintendent (Owner Surveyor) yang tentunya mempunyai tugas dan tanggung berkaitan
kapal dengan benar. dan Staff dengan keamanan maritime SIAPA YANG PERLU IKUT
Training International Maritime Dangerous Goods Code ini • Perwira Kapal (Officer & Engineer) • Manajemen Senior (armada, operasi, teknik,
Pasal 13 dari Bagian A – ISPS Code menyatakan bahwa
juga mereview persyaratan dokumentasi untuk pengiriman • Jajaran Akademisi CSO dan SSO harus memiliki pengetahuan yang cukup keamanan)
barang berbahaya.
melalui training dengan topic yang berkaitan dengan • DPA, Marine Superintendent (Owner Surveyor) & Staff
TUJUAN PERSYARATAN keamanan maritime (maritime security). Untuk itu materi • Nahkoda, Officer, Engineers, Kepala Security, Safety
Setelah mengikuti Training International Maritime 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari disusun dalam training ini mengacu pada peraturan IMO Internal Auditor atau personil yang ditunjuk sebagai
Dangerous Goods Code ini peserta diharapkan memahami perguruan tinggi terutama pada bidang teknik model course 3.20 Security Auditor
maksud dari implementasi IMDG Code dan dapat atau ilmu fisik, atau • Jajaran Akademisi
menggunakannya sebagai referensi untuk memenuhi
persyaratan-persyaratan IMDG Code terkait dengan 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine TUJUAN
klasifikasinya, cara packing. lalu lintas container atau nautical dan berpengalaman berlayar Setelah mengikuti Training Company Security Officer ini PERSYARATAN
dan penyimpanannya, marking dan labeling (Ijazah ANT/ATT II) peserta diharapkan: 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
termasuk metode untuk memisahkan dan • Memahami aspek keamanan maritime dan ancaman tinggi
mengangkut barang berbahaya di atas kapal keamanan. 2. Telah mengikuti Internal Auditor ISPS Code
dengan benar. • Memahami prosedur dan mekanisme system keamanan
di kapal
• Memahami peraturan amandemen SOLAS Chapter XI-2
dan ISPS Code
• Memahami tata cara melakukan Ship Security
Assessment (SSA) dan menyusun Ship

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Internal Auditor ISPS Code Port Facility Security Officer


MARITIME SECURITY INTERNATIONAL SHIP SECURITY & 3 Days Training MARITIME SECURITY INTERNATIONAL SHIP SECURITY &
3 Days Training COURSE PACKAGE PORT FACILITY SECURITY (ISPS) CODE
COURSE PACKAGE PORT FACILITY SECURITY (ISPS) CODE

DESKRIPSI pelabuhan dalam rangka pemenuhan DESKRIPSI 6. Training, Drill & Exercise (TDE).
persyaratan ISPS Code & persyaratan yang Training Port Facility Security Officer dilaksanakan berdasarkan 7. Mekanisme Internal Audit & External Audit.
Training Internal Auditor ISPS Code ini dilaksanakan International Ship and Port Security Code atau yang lebih dikenal ISPS
untuk memberikan kompetensi menjadi Internal 8. Memahami PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016.
tertuang dalam PM Perhubungan No. 134 Tahun Code adalah Koda Internasional Manajemen Keamanan Kapal dan
Security Auditor sebagaimana ketentuan yang 9. Persyaratan & Implementasi DoS.
2016, Pasal 28 ayat 2. Fasilitas Pelabuhan seperti yang tercantum pada Chapter XI-2 SOLAS 74.
[Link] & tanggung jawab PFSO.
disyaratkan oleh Amandemen SOLAS 74 dalam
meningkatkan sistim keamanan kapal dan fasilitas 2. Mampu melakukan maritime security audit [Link] inspection in port.
ISPS Code ini bersifat Mandatory dan berlaku secara International yang
pelabuhan. Amandemen tersebut adalah Chapter mengacu pada ISO 19011 (Guidelines for diterapkan terhadap kapal pelayaran Internasional dan Fasilitas [Link] Facility inspection.
baru dari SOLAS, yaitu XI-2 ”Special Measure to Auditing Management Systems). Pelabuhan yang melayani Kapal International yang mulai berlaku sejak 1 [Link] & Registrasi GISIS (Global Integrated Shipping
Enhance Maritime security & persyaratan dalam PM Juli 2004. Information Systems) pada website IMO.
Perhubungan No. 134 tahun 2016, Pasal 28 ayat 2. MATERI PEMBAHASAN Implementasi ISPS Code di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri [Link] & Port facility inspection checklist.
Perhubungan No: 33/2003 tanggal 14 Agustus 2003 & diimplementasikan [Link].
1. Pemahaman terhadap aspek keamanan maritim
Selanjutnya IMO juga menyetujui pemberlakuan pada 1 Juli 2004. Fasilitas Pelabuhan yang telah menerapkan, memenuhi
International Ship Security and Port Facility Security dan freed/pola ancaman keamanan ketentuan akan diberikan sertifikat ISPS Code yang disebut SoCPF SIAPA YANG PERLU IKUT
Code (ISPS Code) yang berlaku secara efektif per 1 2. Pemahaman terhadap impelmentasi 19 chapter (Statement of Compliance of a Port Facility) yang diterbitkan oleh
• PFSO & Deputy PFS.
Juli 2004. Pemenuhan persyaratan ISPS Code pada ISPS Code (Part A & Part B). Direktorat KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan atas
• Managemen Senior Fasilitas Pelabuhan (GM) Port Facility.
adalah mandatory dari kapal yang terkena lingkup 3. Pemahaman terhadap tata cara melakukan nama pemerintah Indonesia. Renewal Verification harus dilaksanakan
• RSO Perusahaan.
penerapan serta fasilitas pelabuhan yang melayani terhadap Fasilitas Pelabuhan terkait mempertahankan Sertifikat SoCPF
jasa kepelabuhan terhadap kapal-kapal alur audit, sikap auditor, persiapan audit, penggunaan tersebut. • Port Facility Security Supervisor & Port Facility Super
International. check list, pelaksanaan audit dan pelaporan hasil Intendent
audit (Refrensi ISO 19011). • Praktisi Marine Security
TUJUAN
Dalam persyaratan ISPS Code tersebut,melalui Setelah mengikuti Training Port Facility Security Officer ini peserta
Pasal 28 PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016, SIAPA YANG PERLU IKUT diharapkan:
diharuskan bahwa sistim manajemen keamanan, • Internal Auditor pada fasilitas pelabuhan.
• Mendapatkan informasi tentang perkembangan pelaksanaan ISPS
baik di kapal maupun fasilitas pelabuhan, harus Code saat ini di Indonesia & trend ancaman di Indonesia & dunia.
dievaluasi efektiftifitas penerapannya melalui • Managemen Senior Shipping Company/Ship • Mengetahui pengetahuan tentang bagaimana proses dan persiapan
Internal Security Audit dan dilakukan oleh Auditor Operator (armada, operasi, teknik, keamanan). pelaksanaan, Verifikasi Awal, Verifikasi Antara & Pembaruan SoCPF, dan
yang kompeten dan independent. Verifikasi Khusus
• DPA, Marine Superintendent & Auditor Staff . • Memahami bekal pada PFSO terhadap proses pembuatan PFSA,
• Nahkoda, Officer, Engineers, Kepala Security, pembuatan PFSP, Revisi PFSA & PFSP, Pelaksanaan Internal Audit
TUJUAN
Setelah mengikuti Training Internal Auditor ISPS Safety Internal Auditor atau personil yang Training, Drill dan Exercises serta persiapan pelaksanaan
ditunjuk sebagai Internal Security Auditor. External Audit oleh Dit. KPLP/KSOP, dll.
Code ini peserta diharapkan:
1. Mampu melakukan pemeriksaan efektifitas dari penerapan • Jajaran Akademisi/Praktisi Perkapalan.
sistim manajemen keamanan dalam rangka kesiapan MATERI PEMBAHASAN
kapal atau fasilitas pelabuhan menghadapi 1. Latar belakang ISPS Code & trend pola ancaman.
ancaman keamanan yang mungkin terjadi, serta 2. Persyaratan part A & B ISPS Code.
sebagai antisipasi menghadapi eksternal auditor Dit 3. Sistimasi Audit ISPS Code.
KPLP atau pemeriksaan dari Auditor KSOP/KOPP, 4. PM Perhubungan No. 134 Tahun 2016.
karena Pelaksanaan Internal Security Audit wajib 5. Pembuatan & Review PFSA dan PFSP, dan Proses mendapatkan
dilakukan oleh perusahaan pelayaran atau fasilitas persetujuan (Approval) dari Dit, KPLP.

BKI ACADEMY Solui Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Marine Surveyor MARITIME


New Building Supervision
SEGMENT
5 Days Training SURVEY & INSPECTION COURSE 3 Days Training SURVEY & INSPECTION COURSE

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


DESKRIPSI SIAPA YANG PERLU IKUT
Training Marine Surveyor hadir dalam menghadapi 1. Shipping Classification Regulation
Training New Building Supervision hadir dalam mendukung • Crew Kapal (Officer/Engineer)
persaingan bisnis yang semakin kompetitif saat ini 2. Hull Construction Regulation
terutama di bidang Perkapalan yang membutuhkan
semua pihak terkait Kompetensi personil dalam rangka • Pengawas lapangan untuk proyek
3. Mechanical & Electrical Shipping Installation Pembangunan Kapal Bangunan Baru yang sangat dibutuhkan
personil yang terampil. pembangunan kapal baru
regulation untuk menjamin kapal yang dibangun sesuai dengan spesifikasi
PT. BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (Persero) melalui Unit • Marine Superintendent (Owner Surveyor) &
4. Shipping Automation Survey dan ketentuan yang disyaratkan dari badan klasifikasi.
BKI Academy berpartisipasi dalam mempersiapkan dan Staff
mendidik personil yang memiliki knowledge dan skill yang 5. Ship Insurance & Maritime Law Training New Building Supervision ini dilaksanakan untuk
memberikan pemahaman kepada seluruh personil yang terlibat • Personil galangan kapal
terampil untuk mendukung bisnis Anda di industri maritim 6. Load Line and Cargo Gear
dalam proses pembangunan kapal baru untuk lebih mengetahui • Jajaran Akademisi
dengan mengadakan Training Marine Surveyor ini. 7. Marine Pollution, safety and Tonnage bagaimana proses pembangunannya mulai dari perencanaan
PT. BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (Persero) mencoba (MARPOL, SOLAS, TM 1969), Introduction to sampai ke penyerahan kapal.
untuk menjawab kebutuhan dan tantangan hari ini dan PERSYARATAN
ISM & ISPS Code .
bahkan besok dengan selalu mengupdate modul-modul 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari
training yang disesuaikan dengan perkembangan industri TUJUAN perguruan tinggi terutama pada bidang teknik
maritim itu sendiri dan kami selalu menjalin kerjasama SIAPA YANG PERLU IKUT Setelah mengikuti Training New Building Supervisionini peserta
atau ilmu fisik, atau
yang baik dengan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, • Crew Kapal (Officer/Engineer) diharapkan:
Memahami perencanaan dan prosedur yang diperlukan terkait 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine
Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai • Pengawas lapangan untuk proyek
(Iperindo), Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia
perincian, proses serta memberikan gambaran secara umum atau nautical dan berpengalaman berlayar
maintenance maupun repair kapal mengenai berbagai hal terkait pembangunan kapal bangunan baru,
(INSA) untuk program training kami dan pengetahuan para (Ijazah ANT/ATT II)
• Marine Superintendent (Owner Surveyor) & mulai dari pemesanan kapal sampai pengiriman akhir dan sertifikasi
fasilitator. yang sesuai dengan peraturan badan klasifikasi.
Staff
TUJUAN • Jajaran Akademisi
MATERI PEMBAHASAN
Setelah mengikuti Training Marine Surveyor ini peserta 1. Marine Introduction and Mandatory Rules, Regulation &
diharapkan: PERSYARATAN Classification Survey
• Memberikan pengetahuan teoritis dan praktis sebagai 1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari 2. Introduction to New Ship Building and Production
Marine Surveyor. perguruan tinggi terutama pada bidang teknik 3. New Building Survey Planning and Procedure Hull
• Menciptakan visi yang sama antara Marine Structure Inspection
atau ilmu fisik, atau
Surveyor dan Class Surveyor. 4. Machinery, Electrical Inspection and Inspection
2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine Before Launching
• Menyiapkan Marine Surveyor yang terampil atau nautical dan berpengalaman berlayar 5. Inclining or Stability Experiments and Inspection
dan berkompeten.
(Ijazah ANT/ATT II) After Launching
6. Sea Trial and Certification

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Maritime Labour Convention 2006


(MLC 2006) Ballast Water Management
3 Days Training CREWING COURSE MARITIME LABOUR CONVENTION 2006 3 Days Training ENVIRONTMENT & ENERGY EFFICIENCY COURSE

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


1. Background to the MLC 2006 and Maritime Training Ballast Water Management dilaksanakan 1. Introduction to Ballast Water Management
Training MLC 2006 ini memberikan peserta pemahaman
Context. berdasarkan Konvensi Internasional untuk Pengendalian 2. Relevant Instruments, Principles and Strategies
tentang struktur dan latar belakang serta dasar-dasar dan Pengelolaan Air Ballast dan Sedimen Kapal yang 3. Ballast Water Management Convention and
Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006 yang berlaku 2. The Articles of the MLC 2006.
3. Minimum Requirements for seafarers to
diadopsi IMO Pada tahun 2004. Air ballast dan sedimen Guidelines:
untuk industri maritim di dunia. Konvensi MLC 2006 mulai yang dibawa oleh kapal telah diidentifikasi sebagai jalur a. General and technical provisions in the annex
berlaku di dunia pada tanggal 20 Agustus 2013. work on a ship utama untuk pengangkutan organisme akuatik dan b. Summary of flag state and port state obligation
Training MLC 2006 ini mencakup isu-isu terkait seperti 4. Condition of employment patogen yang berbahaya. under convention
tugas dan tanggung jawab pemilik/operator kapal untuk 5. Accommodation, recreational facilities, food c. Overview of ballast water treatment
perlindungan pekerja yang ada di kapal, persyaratan untuk and catering Training Ballast Water Management ini dilaksanakan agar
peserta training dapat memahami persyaratan dan technologies
kesehatan dan keselamatan serta pencegahan kecelakaan 6. Health protection, medical care, welfare and peraturan dalam mengambil langkah-langkah untuk 4. Flag, Port and Coastal State Aspects of Ballast
pekerja yang ada di kapal dan penerapan standar yang social security merencanakan dan mengawasi pemasangan sistem BWT Water Management
tepat melalui sistem manajemen keselamatan yang efektif
7. On Board Complain Procedure (Ballast Water Treatment) yang diperlukan. 5. Survey for Ballast Water Management a Key Flag
dan berkesinambungan.
8. Flag State inspection. State Obligation
9. Port State Control Inspection. TUJUAN 6. Compliance Monitoring and Enforcement (CME)
TUJUAN Setelah mengikuti training Ballast Water Management ini
Setelah mengikuti Training MLC 2006 ini peserta 10. UU No. 15 Tahun 2018 tentang pengesahan Strategies and Risk Assessment
konversi ketenagakerjaan Maritim 2006. peserta diharapkan:
diharapkan: • Memberikan gambaran Umum mengenai Air Ballast
• Mendapatkan pengetahuan tentang persyaratan, Aplikasi 11. Peraturan Dirjen Hubla No: SIAPA YANG PERLU IKUT
yang bertujuan sebagai pengenalan organisme akuatik
dan Tanggung Jawab pemilik/operator kapal dalam HK.103/3/23/DJPL-18 tentang Tata Cara yang berbahaya dan patogen. • Perwira Kapal (Officer/Engineer)
penerapan MLC 2006 ini. Penerbitan Sertifikat Ketenagakerjaan • Untuk memperkenalkan berbagai instrumen, prinsip dan • Pengawas lapangan untuk proyek maintenance
• Memahami aspek aspek utama dalam mematuhi DMLC Maritim. strategi yang relevan terkait dengan system water maupun repair kapal
Part I. ballast. • DPA, Marine Superintendent
• Mampu menyiapkan dokumen-dokumen yang tertera SIAPA YANG PERLU IKUT • Memahami dan mengerti mengenai kewajiban dan • Jajaran Akademisi
pada DMLC Part II. keistimewaan suatu pihak sebagai Negara Bendera,
• Crewing Division
• DPA, Marine Superintendent dan Staff Pelabuhan dan Pesisir terhadap prosedur dan Panduan PERSYARATAN
• Personil di darat: bagian armada, operasi, di bawah Konvensi Pengelolaan Air Ballast (BWM)
1. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari
teknik, personalia, pengadaan, General Affair & perguruan tinggi terutama pada bidang teknik
Human Resource Division. atau ilmu fisik, atau
• Jajaran Akademisi. 2. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau
nautical dan berpengalaman berlayar (Ijazah
ANT/ATT II)

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Marpol Oil Outflow Ship-Intact Stability &


Ship-Damage Stab. Calculation
3 Days Training ENVIRONTMENT & ENERGY EFFICIENCY COURSE 5 Days Training SHIP-DESIGN ENGINEERING COURSE

DESKRIPSI SIAPA YANG PERLU IKUT DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


Training MARPOL Oil Outflow dilaksanakan berdasarkan [Link] officer/Engineer dan crew Kursus ini memberikan pemahaman tentang 1. Sejarah dan teori ship-intact stability
konvensi internasional IMO MARPOL 73/78 Annex I Regulation [Link] Engineer & Naval architect
pentingnya kinerja ship stability bagi keselamatan & damage stability.
12A dan Regulation 23 tentang pengaturan tangki untuk kapal, dan pemahaman terhadap kinerja ship 2. Aturan ship-intact stability dan Teori
pencegahan aliran minyak keluar (oil outflow) ketika kapal [Link] (Ship Designer & Engineer) stability saat kapal mengalami kebocoran damage stability (added weight & lost
mengalami kandas atau tabrakan. Aturan tersebut berlaku untuk [Link] (damage stability). Penilaian stabilitas dilakukan buoyancy).
kapal-kapal tanker yang diserah-terimakan pada atau setelah 1 [Link] berdasar pada ketentuan IMO (SOLAS, ICLL & 3. Inclining experiment dan karakteristik bentuk
Januari 2010. Kursus ini nantinya akan memberikan MARPOL) dan regulasi domestik sehingga kapal kapal terhadap damage stability.
pemahaman kepada peserta terkait metodologi yang digunakan
pada Reg. 12A dan 23, mampu melakukan analisa perhitungan
PERSYARATAN memiliki kelayakan desain dan aman saat 4. Prosedur persetujuan ship-intact stability &
oil outflow dan solusi penyekatan pada tangki minyak sehingga 1. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine beroperasi di laut. damage stability.
memenuhi aturan tersebut. atau nautical (Ijazah ANT/ATT II) 5. Damage stability calculation (MARPOL, ICLL)
2. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari TUJUAN 6. Probabilistic damage stability (SOLAS)
TUJUAN perguruan tinggi terutama pada bidang Teknik
[Link] memahami aturan ship-intact stability & 7. Simulasi damage calculation (pemodelan,
Setelah mengikuti training Marpol Oil Outflow ini peserta damage calcualtion sesuai ketentuan IMO. hidrostatik, kalibrasi tangki, aturan bukaan &
atau ilmu fisik [Link] memahami pengaturan pemuatan guna kekedapan, analisa intact stability, dll)
diharapkan:
[Link] MARPOL Annex I menghindari kegagalan ship-intact stability.
[Link] definisi dan terminology MARPOL Oil Outflow [Link] memahami metode damage calculation SIAPA YANG PERLU IKUT
(Reg. 12A dan Reg. 23) secara determinstik & probabilistik. 1. Ship officer/Engineer
[Link] konsep probabilistik untuk perhitungan Oil Ouflow [Link] melakukan perhitungan kalibrasi tangki. 2. Shipping company (owner surveyor)
[Link] melakukan simulasi perhitungan Mean Oil Outflow [Link] teori perhitungan kebocoran (added 3. Marine Engineer & Naval architect
sesuai Reg. 12A dan 23 weight & lost buoyancy). 4. Shipbuilder (Ship Designer & Engineer)
[Link] prosedur persetujuan dokumen perhitungan [Link] prosedur inclining test, tonnage 5. QA/QC, ship-building supervisor
MARPOL Oil Outflow
calculation dan mampu melakukan perhitungan 6. Maritime practisioner & academy
damage calculation. 7. Ship consulting & industries
MATERI PEMBAHASAN [Link] melakukan perhitungan ship-intact
1. Pengenalan MARPOL Annex I
2. Pengenalan dan latar belakang MARPOL Probabilistic Oil
stability dan memahami syarat & prosedur PERSYARATAN
Outflow mendapatkan persetujuan (approval). 1. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine
3. Definisi dan Terminologi Regulation 12A tentang [Link] memahami prosedur persetujuan atau nautical background (Ijazah ANT/ATT II).
Fuel Oil Protection (approval) damage calculation. Termasuk 2. D3/D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi
4. Definisi dan Terminologi Regulation 23 tentang mampu menentukan jumlah dan lokasi sekat Kapal, Teknik Bangunan Kapal, dan Teknik
Accidental Oil Outflow Performance pada badan kapal secara optimal. Permesinan Kapal.
5. Simulasi perhitungan (pemodelan kapal, definisi [Link] melakukan tindakan yang tepat saat [Link] atau kualifikasi yang setara dari
tangki & kompartemen, analisa rata-rata aliran kapal mengalami kegagalan ship-intact stability. perguruan tinggi terutama pada bidang
minyak keluar) Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, Teknik
Kelautan dan Teknik Transportasi Laut.

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

Ship-Design Engineering Ship Handling & Maneuvering


Review Workshop
5 Days Training SHIP-DESIGN ENGINEERING COURSE 3 Days Training SHIP DESIGN COURSE

DESKRIPSI 3.1 and Standard A3.1 Maritime Labour DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN
Workshop ini memberikan pemahaman tentang Convention 2006 (the size of rooms and other Kursus ini di disain untuk melatih para pelaut dalam 1. Definisi dan teori gerak manuver
Prinsip-prinsip Dasar Engineering dalam mendesain sebuah accommodation spaces; heating and ventilation; melakukan manuver dan pengemudian kapal (Ship
kapal dalam rangka mendapatkan persetujuan (approval) noise and vibration and other ambient factors; 2. Resolusi IMO terkait gerak manuver kapal
handling & Maneuvering) yang tepat. Disamping pula
dari Badan Klasifikasi Nasional, PT. BKI (Persero) terkait dari sanitary facilities; lighting; hospital accommodation, 3. Jenis-jenis gerak manuver kapal
sebagai acuan bagi para desainer kapal agar kapal yang di
Hull, Machinery dan Electrical drawings, sehingga etc.). disain memiliki kemampuan manuver yang efektif dan 4. Teknik eksperimen untuk memperoleh koefisien
gambar-gambar Engineering tersebut dapat dikirimkan 8. Basic concept of machinery & electric systems hidrodinamika pada gerak manuver
dengan harapan lebih efisien dan efektif dan mendapatkan (Design principles, Machinery and Electrical optimal. Kursus Ini juga memberikan kesempatan kepada
peserta pelatihan untuk dapat secara langsung melakukan 5. Solusi peningkatan gerak manuver
persamaan pandangan/persepsi antara Ship Designer dan equipment and the function, Distribution principles &
Engineering reviewer dari Divisi Persetujuan Rancang redundancy, Instrumentation and control systems, simulasi pengemudian kapal menggunakan peralatan 6. Kriteria pemenuhan gerak manuver sesuai aturan
Bangun (PRB), PT. BKI (Persero). Emergency source, General Installation onboard). simulator dengan kondisi navigasi yang aktual. Pada tiap badan klasifikasi
9. Bulk carrier design concept and parameters akhir pelaksanaan latihan, peserta mampu melakukan 7. Simulasi pengemudian & manuver kapal (bridge
TUJUAN (Scantling calculation and strength analysis, analisis aktivitas dan analisis efisiensi manuver yang simulator)
1. Memahami informasi secara umum perihal ships & Structural detail & function of bulk carriers, dilakukan, khususnya dalam melatih keterampilan
shipbuilding, class systematic, ship’s operation condition Theoretical knowledge of beams/loads/strength, menangani kapal pada kondisi navigasi tertentu.
dan critical points, ships’ general systems & function, hull CSR for bulk carriers). SIAPA YANG PERLU IKUT
structure and force flow, strength, concept & design points, [Link] handling system and cargo vessels, Applicable [Link] officer/Engineer dan crew
TUJUAN
dan design basic general hull Rules background. Class Rules and international requirements (Design [Link] Engineer & Naval architect
[Link] Basic concept of machinery & electrical principles of ballast, bilge, air, sounding, deck, [Link] prinsip manuver & pengemudian kapal
[Link] (Ship Designer & Engineer)
systems (Design principles, machinery & electrical fire-fighting, fire integrity, load line and ventilation [Link] beberapa jenis gerak manuver kapal
[Link]
equipment and the function, electrical distribution system in cargo area [Link] pengaruh komponen gaya internal &
principles & redundancy, Instrumentation & control [Link]
eksternal pada gerak manuver
systems, Emergency source, General Installation onboard) PERSYARATAN [Link] cara pengemudian kapal pada kondisi
[Link]fikasi yang relevan dari institusi marine atau PERSYARATAN
MATERI PEMBAHASAN nautical background (Ijazah ANT/ATT II). navigasi tertentu
1. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau
1. Organization of maritime regime, Rules & Regulations, 2. D3/D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, [Link] stabilitas dinamis dan pengaruhnya pada
nautical (Ijazah ANT/ATT II)
Class roles, Shipyard position. Teknik Bangunan Kapal, dan Teknik Permesinan gerak manuver kapal
2. Ships structure & Basic design concept (Bulk Kapal. 2. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
[Link] prosedur pengujian untuk perhitungan gerak
carriers/Tankers/Containers – structure and details.) [Link] atau kualifikasi yang setara dari perguruan tinggi terutama pada bidang Teknik atau ilmu fisik
manuver
tinggi terutama pada bidang Teknik Perkapalan,
3. Hierarchy of hull structure & Strength, Information on hull Sistem Perkapalan, Teknik Kelautan dan Teknik [Link] prosedur pengemudian kapal menggunakan
production & inspection. Transportasi Laut. marine simulator
4. Basic principles of accommodation design, Basic
principles of machinery arrangement, piping, ventilation SIAPA YANG PERLU IKUT
and insulation. 1. Ship Designer
5. General review of machinery outfitting, hull outfitting, 2. Ship Engineering, Shipping Production
piping and accommodation outfitting 3. Marine Insurance
6. Acceptance Criteria Class-Review for 4. Ship-Owner Surveyor, QC and Supervisor.
Classification Rules for Hull, Machinery, 5. Maritime Practioner
Electrical, & Material
7. Acceptance Criteria for Accommodation &
Recreational Facilities drawings on Regulation

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM PROGRAM
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL PROFESIONAL

T.O.T IMO MODEL COURSE 6.09 IMO MODEL COURSE 3.24


IMO MODEL SECURITY AWARENESS FOR PORT FACILITY PERSONNEL
8 Days Training COURSE 2 Days Training IMO MODEL WITH DESIGNATED SECURITY DUTIES
COURSE (IMO MODEL COURSE 3.24)

DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN


Training ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan 1. Pengenalan ISPS Code
DESKRIPSI MATERI PEMBAHASAN 2. Kebijakan Keamanan Maritim
Pelatihan ini ditujukan dalan rangka pemenuhan terhadap dan kesadaran (Awareness) kepada seluruh personil
1. Introduction to the Course 3. Tanggung Jawab Keamanan
IMO model course 6.09 berdasarkan STCW 1978 yang telah di yang bertugas menjaga keamanan yang terkait dengan
2. STCW Code 4. Penilaian Keamanan Fasilitas Pelabuhan
Amandemen STCW 1995. Tujuan dari training ini termasuk rancangan fasilitas keamanan pelabuhan (PFSP) dalam
3. Principles of Course Design 5. Peralatan Keamanan
didalamnya merencanakan dan mempersiapkan metode rangka menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan
4. Learning Models and Approaches 6. Identifikasi Ancaman, Pengenalan Pola Ancaman,
pengajaran yang efektif, seleksi metode pengajaran yang tepat persyaratan SOLAS 74 Bab 11-2 dan perubahannya,
5. Planning for the Conduct of a Lesson/Session dan Respon Terhadap Ancaman
dan material pengajaran serta proses evaluasi pengajaran ISPS Code, IMDG Code, [Link] Code of Practice on
6. Instructional Methods 7. Tindakan Keamanan Fasilitas Pelabuhan
Security in Ports, guidance pada IMO MSC.1/Circ.1341,
7. Teaching and Learning Aids 8. Kesiapan Tanggap Darurat, Geladi (Drills), dan
TUJUAN dan juga Peraturan Menteri Perhubungan No. 134 Tahun
8. Micro and Team Teaching (with Processing/ Critique) Latihan (Excercises)
Setelah mengikuti T.O.T IMO Model Course 6.09 ini peserta 2016.
9. Preparing a Lesson Plan 9. Sistem Administrasi Keamanan
diharapkan: 10. Assessing Learning
1. Memahami dan mampu menjelaskan persyaratan TUJUAN
11. Evaluation SIAPA YANG PERLU IKUT
kompetensi dari training STCW 1978. Setelah mengikuti Training IMO Model COurse 3.24 ini
peserta diharapkan: • Seluruh tenaga yang terlibat dalam keamanan suatu
2. Mampu menciptakan lingkungan pengajaran yang efektif. SIAPA YANG PERLU IKUT fasilitas pelabuhan (Security Manager, Security
3. Dapat menggunakan metode pengajaran yang efektif. • Mampu mendemonstrasikan pemahaman terkait
1. Perwira kapal (Minimal ANT III / ATT III ) Supervisor, Security Guard, dll)
4. Dapat menggunakan alat bantu pengajaran tugas-tugas mereka yang dijelaskan pada PFSP
2. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
(training aid). tinggi terutama pada bidang teknik atau management PERSYARATAN
5. Mampu mendesign rencana materi (lesson plan). transportasi laut. (Ijazah S-1) -
6. Mampu mengevaluasi proses belajar mengajar.
7. Mampu mendesign sebuah kegiatan training
PERSYARATAN
1. Copy Ijazah terakhir.
2. Surat keterangan Kesehatan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training
Ahli K3 Elevator & Escavator

0815

12 Hari Training | K3 ELEVATOR & ESCAVATOR

DESKRIPSI I. Kelompok Dasar


Alat berat adalah segala macam peralatan/pesawat mekanis 1. Kebijakan dan Peraturan K3
termasuk attachment & implementnya baik yang bergerak dengan 2. Dasar-dasar K3

KATEGORI
tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik (towed-type) maupun yang 3. Pengetahuan Dasar Elevator & Escalator
diam ditempat (stationer) dan mempunyai daya lebih dari satu II. Kelompok Keahlian
kilo-watt, yang dipakai untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan 1. Manajemen Resiko Elevator & Escalator

K3 kontruksi pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan


dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak merupakan
alat processing langsung.
2. Komponen & Perlengkapan Pengaman
3. Teknik Perencanaan
4. Konstruksi da Tata Letak
Dalam pengoperasian alat berat banyak hal dan aspek yang 5. Kelistrikan dan Pengkabelan
harus diperhatikan, mulai dari ketrampilan dan skill operator, prosedur 6. Stadar Teknik Pemasangan
pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) dan aspek perawatan 7. Standar Teknik Pengoperasian
dan troubleshooting. Alat berat ini merupakan peralatan teknik yang 8. Standar Teknik Pemeliharaan & Perawatan
mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya 9. Pemeriksaan Pengujian
kecelakaan kerja bilamana tidak ditangani secara baik dan benar. 10. Prosedur Kerja aman & Penyelamatan
Dengan semakin meningkatnya penggunaan alat berat 11. Observasi
(Tractor, Loader, Excavator, & ALAT BERAT) di bidang industri dan jasa, 12. Praktek
dimana keran angkat/ALAT BERAT dapat juga menyebabkan kecelakaan III. Evaluasi
yang dapat menimbulkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa 1. Ujian Teori
manusia, maka perlu diusahakan pencegahan. 2. Penulisan Kertas Kerja
3. Seminar
TUJUAN
Setelah menyelesaikan program K3 Muda Elevator & Escavator ini, PERSYARATAN PESERTA TRAINING AHLI K3 ANGKAT ANGKUT
peserta diharapkan mampu: 1. Pendidikan minimal D3 Teknik dengan pengalaman 3 tahun dibidang Elevator & Escalator
2. Berbadab sehat dengan melampirkan surat keterangan dari dokter
Meningkatkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui 3. Surat rekomendasi permohonan dari Perusahaan
pendekatan inspeksi teknik K3 guna mewujudkan produktivitas kerja 4. Pas Photo berwarna 4×6 dan 2×3 masing-masing 2 lembar ( background merah)
dan efisiensi yang optimal. 5. APD (Safety Shoes & Helm) untuk praktek
Meningkatkan pelaksanaan inspeksi teknik dan penilaian kelayakan
konstruksi pesawat angkat angkut berdasarkan standard dan
peraturan perundang-undangan Keselamatan Kerja (K3) yang
berlaku dalam bentuk teori dan praktek inspeksi teknik di lapangan
dan pembuatan aporan inspeksi untuk keperluan sertifikat dan
perizinan.
Memberi Sertifikat Kompetensi K3 kepada tenaga Inspector / Ahli K3
Pesawat Angkat angkut (Crane) sesuai standar kompetensi dan
peraturan perundangan K3 yang berlaku.

MATERI

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


Training K3 Ahli K3 Kebakaran Training Ahli K3 Listrik

3 Hari Training | K3 KEBAKARAN 12 Hari Training | K3 Listrik

DESKRIPSI DESKRIPSI
Pelatihan dan sertifikasi kompetensi Ahli K3 4. Perancangan Sistem Proteksi Kebakaran kapannya
berdasarkan Basis Kinerja. Sesuai dengan amanat UU No. 1 Tahun 1970 Tentang 7. Persyaratan K3 Instalasi Penerangan
Spesialis Penanggulangan Kebakaran atau biasa 5. Model dan Simulasi Kebakaran (visualisasi Keselamatan Kerja, Kepmenakertrans No : Kep – 8. Persyaratan K3 Peralatan Instalasi Tenaga/Daya
disebut dengan Training Ahli K3 Kebakaran menggunakan komputer). 75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional 9. Persyaratan K3 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali
ditujukan bagi Petugas yang telah ditunjuk untuk 6. Prinsip Analisa Biaya & Metode Penilaian Investasi (SNI) No. SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum (PHB) serta komponennya
pada Kebakaran. 10. Persyaratan Ketentuan Bagi Berbagai Ruang dan
mengidentifikasi sumber-sumber bahaya dan Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat Kerja dan Instalasi khusus
melaksanakan upaya-upaya penanggulangan 7. Perlindungan Terhadap Bahaya Peledakan.
8. Sistem Pengendalian Asap. Permenaker No : Per – 02/MEN/1992 Tentang Tata Cara 11. Persyaratan K3 pada penggunaan peralatan uji listrik
kebakaran. Satuan tugas khusus yang 9. Konstruksi Bangunan yang Berkaitan dengan Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan 12. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Instalasi Penyalur Petir
mempunyai tugas manajerial di bidang 10. Penanggulangan Kebakaran. dan Kesehatan Kerja, maka perusahaan berkewajban untuk 13. Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko
listrik
penanggulangan kebakaran, diselenggarakan 11. Dampak Lingkungan pada Penanggulangan memiliki tenaga ahli K3 bidang kelistrikan yang kompeten 14. Pelaporan dan analisa kecelakaan kerja bidang listrik
berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Kebakaran. dan bersertifikasi guna mencegah terjadinya kecelakaan 15. Prosedur kerja aman pada instalasi listrik
12. Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran.
[Link].186/MEN/1999 tentang Unit Penanggu- 13. Uji Sifat Bakar Bahan Banguna dan Uji Ketahanan akibat bahaya listrik ditempat kerja. 16. Praktek kerja Lapangan (PKL)
langan Kebakaran di Tempat Kerja. Api
TUJUAN PERSYARATANNYA
14. Komponen Struktur Bangunan. 1. Berpendidikan sarjana, sarajana muda atau sederajat dengan
TUJUAN 15. Audit Kebakaran Internal. 1. Peserta memahami peraturan perundangan terkait K3 ketentuan sebagai berikut :
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan Listrik - Sarjana muda atau sederajat dengan pengalaman kerja sesuai
PERSYARATAN PESERTA TRAINING AHLI K3 KEBAKARAN 2. Peserta mampu melakukan Identifikasi, evaluasi dan
melakukan pelatihan Ahli K3 Kebakaran ini yaitu 1. Photo copy ijazah terakhir.
dengan bidang kelistrikan
pengendalian bahaya listrik - Berbadan sehat
untuk menyiapkan personil yang memiliki 2. Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP); - Berkelakuan baik
kompetensi 3. Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 3. Peserta memahami cara kerja yang aman dalam - Bekerja penuh di perusahaan / tempat kerja yang bersangkutan
sebagai berikut : 1,5×2 menangani pekerjaan elektrikal 2. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
1. Melaksanakan inspeksi pencegahan masing-masing 2 lembar. 4. Peserta memahami penggunaan dan manajemen Alat 3. Membawa Foto Copy ijazah terakhir
4. Mengisi biodata peserta. Pelindung Diri 4. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
kebakaran. 5. Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan 5. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar
2. Memeriksa dan memelihara sarana alat untuk mengikuti pelatihan. (background merah)
pelindung kebakaran. 6. Pendidikan minimal D3.
MATERI
3. Memadamkan kebakaran tingkat lanjut. 1. Kebijakan & Program Pengawasan Ketenagakerjaan
4. Menyelamatkan dan memberi pertolongan 2. Pengawasan & Pembinaan Norma K3 Bidang Listrik
3. Persyaratan K3 Rancangan Instalasi Listrik
MATERI : 4. Persyaratan K3 Sistem Proteksi Untuk Keselamatan
1. Pengembangan Program Keselamatan & Listrik
Kesehatan Kerja. 5. Persyaratan K3 Pembangkitan Tenaga Listrik
2. Praktek Perancangan Sistem Proteksi 6. Persyaratan K3 Jaringan Instalasi Tenaga dan Perleng
Kebakaran.
3. Penaksiran Resiko Kebakaran.

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training K3 Training K3
Ahli Pesawat K3 Angkat Angkut Ahli K3 Pesawat Tenaga Produksi

25 Hari Training | K3 ANGKAT ANGKUT 25 Hari Training | PTP

DESKRIPSI N0. 09/Men/VII/2010 DESKRIPSI


Tenaga Produksi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala daya upaya untuk 2. Jenis-jenis dan proses kerja Pesawat Angkat dan Angkut
Tingginya tingkat kecelakaan kerja di dunia industry atas pewnggunaan 8. Sumber Bahaya Pesawat Tenaga Produksi
3. Perlengkapan dan Pengamanan Pesawat Angkat dan
melindungi pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang Angkut (Safety Device) Pesawat Tenaga dan Produksi membutuhkan keahlian dan pengawasan 9. Pengelasan dan Pengujian Tidak Merusak
optimal merupakan hak asasi manusia yang dilindungi oleh 4. Sistem hidrolik dan Pneumatic yang handal oleh seorang Ahli K3 PTP (Pesawat Tenaga dan Produksi). (Non Destructive Test)
Undang-undang Dasar 1945 dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. 5. Perhitungan Kekuatan Konstruksi Pesawat Angkat dan 10. Pemeriksaaan dan Pengujian Motor Bakar
Angkut Dengan pentingnya peran Ahli K3 PTP, pemerintah melalui uu No. 1
Untuk itu setiap pelaku dalam proses produksi harus dapat memberikan 11. Pemeriksaaan dan Pengujian Motor Turbin
jaminan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengoperasian setiap 6. Tali kawat baja dan alat bantu angkat
7. Pengikatan (Rigging) untuk pengujian beban
thaun 1970, Permanaker No. 38 thaun 2016, Permenaker No. 12. Pemeriksaaan dan Pengujian Kincir Angin
peralatan di tempat kerja. Tempat dioperasikannya pesawat angkat angkut 8. Stabilitas dan daftar beban 04/Men/1985 dan Kep. Dirjen No. Kerp. 75/PPk/XII/2013 mewajibkan 13. Pemeriksaaan dan Pengujian Perlengkapan Transmisi
baik di tempat kerja industri maupun proyek-proyek konstruksi seperti 9. Pengelasan dan pengujian tidak merusak (Non Destructive test) setiap industry menggunakan atau bekerja pada lingkup peralatan Tenaga Mekanik
crane, overhead crane, forklift, dan peralatan sejenis lainnya yang dapat 10. Pemeriksaan dan pengujian pesawat angkat dan angkut pesawat tenaga dan produksi memiliki Ahli K3 PTP. 14. Pemeriksaaan dan Pengujian Mesin Produksi
menimbulkan kecelakaan karena beban lebih, konstruksi tidak layak pakai 11. Praktek pemeriksaan dan pengujian di lapangan 15. Pemeriksaaan dan Pengujian Mesin Perkakas
dan penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kerugian korban jiwa / III. Kelompok Penunjang
1. Mekanika teknik terapan
16. Pemeriksaaan dan Pengujian Dapur / Tanur
TUJUAN
tenaga kerja sebagai asset perusahaan dan orang lain di tempat kerja. 2. Kelistrikan 17. Pemeriksaaan dan Pengujian Pondasi
3. Pengetahuanmotor penggerak Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam ahli K3 secara aman, 18. Praktek Lapangan Kerja
TUJUAN 4. Pengetahuan bahan benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang
• Meningkatkan upaya Keselamatan dan Kesehatan 5. Pengetahuan korosi dan pencegahannya Kelompok Penunjang
Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku.
6. Membaca gambar teknik 1. Mekanika Teknik Terapan
Kerja melalui pendekatan inspeksi teknik K3 guna 7. Job safety analysis (JSA)
mewujudkan produktivitas kerja dan efisiensi yang 2. Kelistrikan
MATERI 3. Pengetahuan Bahan
optimal. PERSYARATAN PESERTA TRAINING AHLI K3 ANGKAT ANGKUT
1. Minimal D3/S1 Teknik dan berpengalaman di bidangnya. Kelompok Dasar 4. Pengetahuan Korosi dan Pencegahannya
• Meningkatkan pelaksanaan inspeksi teknik dan penilaian
kelayakan konstruksi pesawat angkat angkut berdasarkan 2. Surat keterangan pengalaman kerja 1. Kebijakan K3
3. Surat rekomendasi dari perusahaan PERSYARATANNYA
standard dan peraturan perundang-undangan 4. Fotocopy KTP
2. Dasar – Dasar K3
1. Berpendidikan Minimal Sarjana Teknik dengan pengalaman kerja
Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku dalam bentuk teori 5. Fotocopy Ijazah terakhir 3. Undang – undang No 1 Tahun 1970 dibidangnya sekurang-kurangnya 2 tahun, atau sarjana muda/D3
dan praktek inspeksi teknik di lapangan dan pembuatan 6. Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 5 lembar 4. Sistem Manajemen K3 teknik dengan pengalaman kerja dibidangnya sekurang-kurangnya
laporan inspeksi untuk keperluan sertifikat dan perizinan. (background merah)
5. Investigasi Kecelakaan Kerja 4 tahun
• Memberi Sertifikat Kompetensi K3 kepada tenaga 2. Berbadan sehat ( medical Check-up) & berkelakuan baik
Inspector / Ahli K3 Pesawat Angkat angkut (Crane) sesuai 3. Mengisi formulir pendaftaran yang telah diisi beserta melampirkan
standar kompetensi dan peraturan perundangan K3 yang Kelompok Keahlian
surat tugas/konfirmasi kesertaan
berlaku. 1. Permenaker No. 04/Men/1985 4. Pakaian bebas & Rapi (tidak boleh memakai kaos)
2. Penggerak Mula (Turbin Uap, Turbin Gas, Turbin Air, Kincir 5. Hari PKL Peserta wajib memakai Safety Shoes/sepatu Safety
MATERI Angin, Motor Bakar dan Motor Gas) termasuk Transmisi
I. Kelompok Dasar Tenaga Mekanik
1. Kebijakan K3
3. Mesin Perkakas
2. Dasar-dasar K3
3. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 4. Mesin Produksi
4. Sistem Manajemen K3 5. Tanur dan Dapur
5. Investigasi Kecelakaan Kerja 6. Teknik pondasi
II. Kelompok Keahlian 7. Dasar-Dasar Penilaian Perhitungan Konstruksi Pesawat
1. Permenaker No. 05/Men/1985 dan Permenaker

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Ahli K3
Pesawat Uap dan Bejana Tekan Training Ahli K3 Umum

25 Hari Training | PUBT 12 Hari Training | K3 UMUM

DESKRIPSI MATERI
DESKRIPSI Power boiler (ASME Code Sec. I) Training K3 Umum ini hadir untuk mewujudkan budaya K3 1. Kebijakan K3
Pemanfaatan bejana tekan akhir-akhir ini telah berkembang pesat di 2. UU No.1/1970
8. Penilaian design dan konstruksi bejana tekan Perusahaan melalui pelatihan yang berkualitas dan yang 3. Dasar – dasar K3
berbagai proses industri barang dan jasa maupun untuk fasilitas umum (ASME Code Sec. VIII Div. 1)
berdasarkan Undang - Undang No.1 Tahun 1970 Tentang
9. Pengetahuan material (ASME Code Sec. II) 4. P2K3 Kelembagaan K3
dan bahkan di rumah-rumah tangga. Bejana tekanan merupakan Keselamatan Kerja. 5. K3 Penanggulangan Kebakaran Pengawasan
10. Pekerjaan pengelasan ( ASME Code Sec. IX)
peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat Training K3 Umum didukung oleh para ahli, akademisi dan 6. K3 Listrik
11. Instalasi jaringan pipa (ANSI B31.1)
menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko 12. Tangki timbun (API650) praktisi dibidang K3 yang mumpuni dan expert dibidangnya, 7. K3 Pesawat Uap
kecelakaan kerja dibidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan (PUBT) 8. K3 Bejana Tekan
13. Aplikasi NDT & DT (ASME Code Sec. V) serta menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan, 9. K3 Mekanik
membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin 14. Jenis – Jenis Pesawat Uap
universitas, dan balai latihan kerja yang memiliki concern dengan
15. Jenis – Jenis Bejana Tekan 10. K3 Konstruksi Bangunan
ditimbulkan dari kecelakaan kerja PUBT. Perlu peran seorang Ahli K3 bidang K3. 11. K3 Pengawasan Kesehatan Kerja
16. Air Pengisi Ketel dan Pengolahannya
Pesawat Uap dan Bejana Tekan yang melakukan fungsi pengawasan dan 12. Pengawasan Kesehatan Kerja
17. Bahan Bakar dan Pemindahan Panas
kontrol yang optimal di perusahaan untuk mengelola risiko yang 18. Alat Perlengkapan dan Alat Pengaman TUJUAN 13. Pengawasan Lingkungan Kerja Sistem Manajemen K3(SMK3)
mungkin timbul. 19. Gas Industri, Karakteristik dan Penanganannya 14. Audit SMK3
Setelah menyelesaikan program K3 Umum ini, 15. Manajemen Resiko
Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau 20. Syarat – Syarat Pabrikasi, Pemeriksaan dan
peserta diharapkan mampu :
21. Pembuatan Dokumen / Manufacture Report Pesawat Uap 16. Analisa Kecelakaan/Statistik dan Laporan Kecelakaan Studi
peledakan, sangat penting untuk melakukan prosedur pengoperasian 1. Terpenuhinya pengisian jabatan Sekretaris dan anggota Kasus
22. Syarat – Syarat Pabrikasi, Pemeriksaan dan Pembuatan Dokumen /
PUBT sesuai dengan standar yang berlaku. Sebelum dalam periode Manu facture Report Bejana Tekan P2K3 di perusahaan 17. Praktek
pemakaian setiap bejana tekan dan alat pengaman/perlengkapannya 18. Inspeksi/Kunjungan Lapangan Seminar
23. Pola Pembuatan Laporan Inspeksi dan Sertifikasi Kelayakan 2. Tersedianya Ahli K3 perusahaan sebagai tenaga
harus dilakukan pemeriksaan, pengujian, serta dirawat dengan baik dan Pemakaian Pesawat Uap bejana TekanKunjungan Pabrik Pembuat
teknis pelaksana K3 di perusahaan.
PUBT dan Praktek Inspeksi PERSYARATANNYA
teratur. Adanya tenaga kerja yang telah memiliki sertifikat ahli K3 PUBT 3. Memberikan Sertifikasi Kompetensi dan Surat 1. Pendidikan formal minimal S1 semua jurusan
juga merupakan faktor penting dalam menunjang pencegahan 24. Pembuatan Laporan Praktek
Keputusan Penunjukan Ahli K3 (Umum) sesuai Peraturan. 2. Bekerja penuh di perusahaan dan mendapat Surat Tugas
kecelakaan kerja PUBT yang mungkin terjadi karena dapat PERSYARATANNYA 4. Peserta memahami tugas, wewenang dan tanggung untuk mengikuti pelatihan
meminimalisir faktor – faktor yang dapat menjadi sumber kecelakaan 3. Melampirkan fotocopy ijasah terakhir
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas jawab Ahli K3 4. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 4×6 & 2X3
kerja PUBT terutama human error dalam pengoperasian PUBT, 2. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan dengan di lengkapi
5. Peserta memahami hak pekerja dalam bidang K3
pernyataan telah berpengalaman minimal 2 tahun @sebanyak 2 lembar, Berdasi, Berjas dan Background warna biru
sebagaimana diketahui bahwa human error berdampak besar sebagai 6. Peserta mampu menjelaskan tujuan sistem manajemen K3
3. Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 3 lembar
asal mula terjadinya sebuah kecelakaan kerja. 7. Peserta memahami sistem pelaporan kecelakaan
(background merah)
4. Membawa fotocopy ijazah terakhir min D3 TEKNIK 8. Peserta mampu menganalisa kasus kecelakaan,
TUJUAN 5. Surat keterangan sehat dari dokter mengetahui faktor penyebabnya dan dapat
Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk memberikan pengetahuan 6. Membawa laptop untuk keperluan pembuatan laporan dan tugas
menyiapkan laporan kecelakaan kepada pihak terkait.
dan keterampilan dalam tehnik pengoperasian pesawat uap secara 9. Peserta memahami tugas, tanggung jawab dan
aman, benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di wewenang P2K3
bidang Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku. 10. Peserta mampu mengidentifikasi obyek pengawasan K3
11. Peserta memahami persyaratan dan pemenuhan
MATERI terhadap peraturan perundangan di tempat kerja.
1. UU No. 01/1970 tentang Keselamatan 12. Peserta memahami persyaratan keselamatan dan
2. UU dan peraturan uap 1930 kesehatan kerja di tempat kerja
3. Per. 01/Men/1982 tentang bejana tekan 13. Peserta memahami proses audit dan ruang
4. Per. 02/Men/1982 tentang juru las lingkupnya untuk mengukur tingkat pencapaian
5. PP No. : 19/1973
6. PP No. : 11/1979
7. Penilaian design dan konstruksi Pesawat uap/ Steam

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Auditor SMK 3
Konsultasi SMK3

4 Hari Training | Auditor SMK 3

LATAR BELAKANG
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen
dan melaporkan internal audit SMK3 LATAR BELAKANG berlaku bagi perusahaan:
6. Mengumpulkan, menganalisa, verifikasi bukti audit
Penerapan keselamatan dan kesehata kerja (K3) - Memperkerjakan pekerja/buruh paling sedikit
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dalam pasal 3 serta mengkomunikasikan hasil observasi yang 100 orang; atau
dijelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan signifikan untuk ditindaklanjuti melalui Suatu Sistem Manajemen telah - Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau 7. Mengevaluasi pemenuhan peraturan perundangan K3 berkembang di berbagai Negara melalui c) Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya
mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh
8. Mengerti dan memahami peran auditor SMk3 dan Lead pedoman dan standar yang dikeluarkan oleh tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
auditor dalam melaksanakan audit SMK3 pemerintah maupun asosiasi. Maksud dan tujuan huruf b sesuai dengan ketentuan peraturan
karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat perundangan.
menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, MATERI
penerapannya adalah untuk memberikan d) Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib
pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan 1. Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja keseragaman bagi setiap perusahaan dalam berpedoman pada peraturan Pemerintah ini
SMK3. 2. Peraturan Perundangan K3 mengimplementasikan Sistem Manajemen dan ketentuan peraturan perundang -
Maestro yang adalah brand name/ merk untuk safety training
3. Prinsip-Prinsip SMK3 Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) sehingga undangan serta dapat memperhatikan
4. Elemen-Elemen dan Kriteria Audit SMK3 memberikan perlindungan keselamatan dan konveksi atau standar internasional.
dan consulting yang dimiliki oleh [Link] Indah Namaste , 5. Tugas dan Fungsi Auditor SMK3
Perusahaan Jasa Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6. Wewenang, kewajiban dan jenjang karier auditor kesehatan kerja bagi tenaga kerja (karyawan), TUJUAN
yang bekerjasama dan mendpatkan Surat Keterangan SMK3 tamu dan kontraktor, peningkatan efisiensi dan 1. Keselamatan pekerja dan orang lain
Penunjukkan dari Kementrian Ketenagakerjaan untuk 7. Badan Audit SMK3 produktifias perusahaan agar terwujud maka perlu 2. Menjaga asset perusahaan dan
mengadakan pelatihan kompetisi yang bersertifikat
8. Instrumen Audit SMK3 ditetapkan Peraturan Pemerintah yang mangatur 3. Agar semua alat produksi dapat dipakai
9. Laporan Audit SMK3
penerapan SMK3. secara aman dan efisien guna meningkatkan
Kementrian Ketenagakerjaan. 10. Teknik Audit SMK3 produktifitas.
Maestro didukung oleh para ahli, akademisi dan praktisi PESERTA YANG PERLU MENGIKUTI TRAINING SMK3:
dibidang K3 yang mumpuni dan expert dibidangnya, serta 1. Calon peserta berpendidikan minimal D3 DASAR HUKUM KONSULTASI MENCAKUP
menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan,
2. Sudah pernah mengikuti Training AK3 Umum 1. UU No. 1 Tahun 1970 [Link] analysis;
3. Kelengkapan Dokumen bagi calon peserta : 2. Penerapan SMK3 dipertugas melalui UU No. 13 2. Pendampingan dalam pembuatan dokumen;
universitas, dan balai latihan kerja yang memiliki concern - Melampirkan copy sertifikat AK3 Umum beserta SKP 3. Mendampingi P2K3;
dengan bidang K3. - Melampirkan copy ijazah terakhir (D3) sederajat
tahun 4. Melakukan pelatihan internal (Awareness K3, IBPR,
- Foto berwarna 4×6 sebanyak 2 Lembar 2003 pasal 87 yang menyatakan: JSA, Internal Audit, Drill Kebakaran)
TUJUAN a) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem 5. Pendampingan dalam impelementasi SMK3;
1. Memenuhi criteria Peraturan Pemerintah (PP) no 2 manajemen keselamatan dan kesehatan kerja 6. Pendampingan dalam membantu internal dan
yang berintegrasi dengan sistem manajemen eksternal audit;
tahun 2012 mengenai Penerapan SMK3. 7. Membantu untuk menyelesaikan temuan external
perusahaan. audit.;
2. Menjadi auditor internal SMK3 yang kompeten dan b) Ketentuan mengenai penerapan system
professional yang mampu melakukan audit manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
internal di perusahaan diatur dengan Peraturan Pemerintah.
3. Berpotensi menjadi auditor eksternal SMK3 3. SMK3 Bab II pasal 5 PP No. 50/2012, menyatakan:
4. Memahami prinsip-prinsip, elemen-elemen dan a) Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3
kriteria SMK3 diperusahaan
5. Merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan b) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator Alat Berat Training Operator K3 Crane

4 Hari Training | K3 ANGKAT ANGKUT 03 Hari Training | K3 Crane

DESKRIPSI
DESKRIPSI operasikan alat berat seperti bulldozer dan excavator Dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. MATERI
Alat berat adalah segala macam peralatan/pesawat mekanis dengan baik dan benar,. Per.01/MEN/1989 telah ditetapkan kualifikasi dan 1. Undang – Undang No.01 Tahun 1970
termasuk attachment & implement-nya baik yang bergerak 2. Terciptanya efektifitas, efisiensi, produktifitas dan 2. Kebijakan Depnaker
keselamatan kerja lebih meningkat, seiring dengan
syarat-syarat operator Crane. Setiap operator Crane harus 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05 Tahun
dengan tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik memiliki sertifikat yang diperoleh melalui Pelatihan
implementasi Undang Undang N0.1 Thn. 1970 dan 1985
(towed-type) maupun yang diam ditempat (stationer) dan Permenaker No. Per.05/MEN/1985. Operator Crane Sertifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja 4. Pengetahuan Dasar crane
mempunyai daya lebih dari satu kilo-watt, yang dipakai 3. Meningkatkan skill pada tenaga kerja operator ALAT Republik Indonesia. Operator yang memiliki sertifikat 5. Penggerak Mula (motor bakar)
untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kontruksi BERAT / Pesawat Angkat & Angkut sehingga dapat memegang peranan penting dalam mencegah 6. Dasar – dasar hidrolik
pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan mencegah/mengurangi kecelakaan kerja 7. Sebab – sebab kecelakaan pada pengoperasian
kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dalam crane
dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak mengoperasikan Crane, karena operator mengetahui dan
MATERI 8. Pengoperasian yang aman
merupakan alat processing langsung. Dalam pengoperasian 1. Kebijakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memahami prosedur pengoperasian yang aman. Di 9. Dasar pengukuran kapasitas & signal (aba – aba)
alat berat banyak hal dan aspek yang harus diperhatikan, 2. Dasar-Dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) samping itu, dalam sebuah tim operator crane, perlu 10. Tali kawat baja & alat bantu angkat
mulai dari ketrampilan dan skill operator, prosedur 3. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
manajemen yang menjamin konsistensi pemahaman dan
11. Perawatan dan pemeliharaan crane
pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) dan aspek 4. Undang-UndangNomor : 1 Tahun 1970 12. Praktek
5. Permennaker Nomor : Per.05/Men/1985 pengertian tentang persyaratan keselamatan dan kesehatan
perawatan dan troubleshooting. Alat berat ini merupakan kerja operator crane. Untuk itu keberadaan para Operator PERSYARATANNYA
6. Permennakertrans Nomor : Per. 09/Men/2010
peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi 7. Pengetahuan Dasar Alat Berat crane yang bersertifikasi dalam sebuah perusahaan sangat 1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja 8. Pengetahuan Tenaga Penggerak dan Hidrolik dibutuhkan khususnya untuk aktifitas inspeksi. 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir
bilamana tidak ditangani secara baik dan benar. 9. Safety Device 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
Pelatihan K3 Operator Alat Berat dirancang untuk 10. Sebab-Sebab Kecelakaan Pada Alat Berat 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar
11. Faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja Aman TUJUAN (background merah)
memenuhi kebutuhan operasional perusahaan menuju Setelah menyelesaikan program K3 Crane ini,
12. Pengoperasian Aman
produktivitas dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing 13. Perawatan dan Pemeriksaan Alat Berat peserta diharapkan mampu : Untuk operator kelas 1 :
perusahaan. Dalam rangka penerapan Sistem Manajemen 14. Kunjungan Lapangan (Praktek) 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), diperlukan 2. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai operator
PERSYARATANNYA
1. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dengan kapasitas 50 ton.
operator-operator alat-alat Berat yang memiliki kualifikasi dalam mengoperasikan crane sehingga operator
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundangan. 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir akan bertanggungjawab dan lebih berdisiplin. Untuk operator kelas 2 :
Keberadaan operator yang kompeten, akan dapat 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan 2. Memahami dan mengerti persyaratan 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP
meminimalkan risiko kecelakaan selama mengoperasikan 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar keselamatan & kesehatan kerja (K3) dalam
2. Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai operator
peralatan-peralatan tersebut. (background merah) dengan kapasitas 25 s.d 50 ton.
mengoperasikan
crane yang lebih efisien produktif dan aman. Untuk operator kelas 3 :
TUJUAN 3. Mengendalikan bahaya sehingga penyebab 1. Sekurang – kurangnya pendidikan SLTP
1. Melengkapi pengetahuan dan keterampilan secara terjadinya kecelakaan dengan mengenal dan 2. Berpengalaman minimal 1 tahun sebagai operator
terpadu bagi operator dalam menangani dan meng mengevaluasi sumber bahaya yang mungkin
dengan kapasitas 25 ton.

terdapat di tempat kerja.

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator Forklift Training K3
Operator Rigger

03 Hari Training | K3 Forklift 3 Hari Training | Operator Rigger

DESKRIPSI
DESKRIPSI MATERI
1. Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Alat berat adalah segala macam peralatan/pesawat mekanis merupakan suatu kualifikasi dan syarat-syarat bagi Operator
Dalam penggunaan forklift hal yang pertama harus
Keselamatan Kerja termasuk attachment & implement-nya baik yang bergerak Rigger sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.
di perhatikan yakni operator, seorang operator 2. Dasar - Dasar Forklift dengan tenaga sendiri (self propelled) atau ditarik PER.09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan
forklift wajib mempunyai SIO (Surat Ijin Operator), 3. Motor Bakar (towed-type) maupun yang diam ditempat (stationer) dan
Angkut.

meskipun seorang operator yang sudah mahir 4. Sistem Hidrolik Pada Forklift mempunyai daya lebih dari satu kilo-watt, yang dipakai MATERI
sekalipun tetap saja operator tersebut telah 5. Sebab – Sebab Kecelakaan Pada Forklift untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kontruksi 1. Undang-Undang No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan
melanggar ketentuan yang berlaku. Karena 6. Dasar Pengukuran Kapasitas dan Daftar Beban pertambangan, industri umum, pertanian/kehutanan Kerja
7. Pengoperasian Forklift dan/atau bidang-bidang pekerjaan lainnya, sepanjang tidak 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 05 Tahun 1985
operator yang mempunyai SIO mengerti betul akan 8. Perawatan, Pemeliharaan, Pemeriksaan, dan Tentang Pesawat Angkat Angkut
merupakan alat processing langsung. Dalam pengopera-
dasar – dasar keselamatan kerja Pada Forklift Pengujian pada forklift 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 01. Tahun 1989
sian alat berat banyak hal dan aspek yang harus Tentang Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator
9. Praktik Lapangan
diperhatikan, mulai dari ketrampilan dan skill operator, Keran Angkat
TUJUAN prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) 4. Alat Bantu Angkat (ABA)
PERSYARATANNYA
Setelah menyelesaikan program K3 Forklift ini, dan aspek perawatan dan troubleshooting. Alat berat ini 5. Tali Kawat Baja
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas 6. Metode Kerja Pengikatan dan Pemberian ABA
peserta diharapkan mampu : 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko 7. Petunjuk Praktis pada pekerjaan pengikatan
1. Memberikan bekal pengetahuan tentang 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya 8. Praktek & Evaluasi
Regulasi dalam Pengoperasian 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 kecelakaan kerja bilamana tidak ditangani secara baik dan
lembar (background merah) benar. PERSYARATANNYA
2. Memberikan bekal pengetahuan tentang 1. Fotokopi ijazah terakhir
Pengoperasian Forkilft yang aman, produktif dan 2. Pas foto background merah
TUJUAN (3×4 = 2 lembar, 2×3 = 2 lembar).
efisien. Sebagai pemenuhan terhadap peraturan
Training K3 Operator Rigger bertujuan untuk memberikan 3. Surat penunjukan dari perusahaan.
dan perundang-udangan yang berlaku pengetahuan dan keterampilan mengenai tugas dan fungsi 4. Surat keterangan sehat dari dokter.
3. Menentukan jenis forklift yang benar untuk dari pekerjaan pengikatan yang benar dan aman. Aman 5. Daftar riwayat hidup.
memindahkan barang bagi para tenaga kerja, barang-barang yang dibawa atau
4. Mengerti istilah-istilah asing yang ada dalam diikat dan aman bagi lingkungan tempat kerja. Sehingga
forklift akan menciptakan tenaga kerja yang professional dibidang
5. Mengetahui cara mengoprasikan bagian-bagian pengikatan atau rigging. Training K3 Operator Rigger
yang penting dari forklift

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training P3K di Tempat Kerja Working at Confined Space Training

3 Hari Training | P3K 5 Hari Training | Confined Space

MATERI
DESKRIPSI
DESKRIPSI 8. Rencana & prosedur tanggap darurat di
1. Dasar-Dasar Kesehatan Kerja dan Peraturan Program pelatihan kompetensi petugas K3 utama di ruang
Pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan P3K di tempat terbatas/ruang tertutup pertolongan pertama
Perundangan di bidang P3K terbatas (confined space) merupakan program kerjasama pada kecelakaan
kerja bagi pengusaha dan dan pekerja sangat penting 2. Dasar-Dasai Kesehatan Kerja kami dengan Kemenaker RI untuk memenuhi ketentuan 9. Alat Pelindung Diri untuk pekerjaan di
sehingga kecelakaan kerja dapat ditangani dengan baik dan 3. Dasar-Dasar P3K di tempat kerja pemerintah no. [Link]. 01/DJPPK/I/2011 tentang terbatas/ruang tertutup (confined space)
dampak akibat kecelakaan dapat ditekan. Keterlambatan 4. Anatomi dan Faal tubuh Manusia
5. Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K kompetensi, kurikulum dan persyaratan khusus Petugas
dalam mendapatkan pertolongan pertama korban MATERI
6. Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, Keselamatan & Kesehatan Kerja Utama Ruang Terbatas
kecelakaan kerja akan mengalami suatu kondisi buruk Teori :
keracunan, paparan bahan kimia dan kejang (Confined Space), Dan no. KEP.113/DJPPK/IX/2006 tentang 1. Peraturan Perundang – undangan K3 di ruang
berupa kecacatan dan kematian. 7. Gangguan Lokal (luka, pendarahan, luka bakar, patah kompetensi, kurikulum dan persyaratan khusus Petugas terbatas/ruang tertutup.
UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja jo. Peraturan Tulang) dan dan tindakan pertolongannya
Keselamatan & Kesehatan Kerja Madya Ruang Terbatas 2. Dasar – dasar K3 di ruangterbatas/ruang tertutup
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No Per-03/Men/1982 8. Gangguan kesadaran dan tindakan pertolongannya 3. Pengenalan karakteristik bahan kimia berbahaya
9. Gangguan pernafasan dan tindakan pertolongannya (Confined Space).
tentang Pelayanan Kesehatan Kerja telah mewajibkan di ruang terbatas
10. Gangguan pperedaran darah dan tindakan Selain untuk memenuhi persyaratan salah satu program
kepada pengusaha untuk melakukan pembinaan kepada 4. Prosedur ijin kerja di ruang terbatas/tertutup
pertolongannya pemerintah, diharapkan peserta mampu bekerja secara (work permit system)
pekerja tentang pemberian pertolongan pertama pada 11. Resisutasi Jantung Paru aman di ruang terbatas / tertutup dan melaksanakan 5. Teknik pengukuran & deteksi gas di ruang
kecelakaan ditempat kerja sebagaimana juga telah menjadi 12. Evakuasi korban
13. P3K pada keadaan tertentu (P3K sengatan listrik)
prosedur kerja sesuai dengan program memasuki ruang terbatas/tertutup.
salah satu tugas pokok dalam pelayanan kesehatan kerja. 6. Rencana & prosedur tanggap darurat (ERP) dan P3K
14. Simulasi terbatas/tertutup dalam rangka pencegahan kecelakaan
Selain itu dalampelaksanaan P3K ditempat kerja telah diatur 7. Program memasuki ruang terbatas/ruang tertutup
15. Evaluasi kerja dan penyakit akibat kerja serta kegiatan keselamatan 8. Pengetahuan Alat Pelindung Diri untuk pekerjaan
melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No
kerja lainnya. di ruang terbatas/tertutup
15/MEN/ VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada PERSYARATANNYA
Kecelakaan di Tempat Kerja. 1. Bekerja penuh di perusahaan Praktek :
2. Sehat Jasmani dan Rohani TUJUAN
1. Kebijakaan keselamatan dan kesehatan kerja 1. Prosedur memasuki ruang terbatas/tertutup
3. Pendidikan Minimal SLTA
TUJUAN (confined space) & aplikasi work permit system
4. Bersedia ditunjuk sebagai petugas P3K di tempat untuk pekerjaan di ruang terbatas/ruang tertutup 2. Pengukuran dan deteksi gas beracun
1. Peserta memahami peraturan dan konsep P3K di tempat kerja (confined space). 3. Penggunaan alat bantu pernapasan (SCBA)
kerja 5. Melampirkan CV
2. Dasar – dasar keselamatan & kesehatan kerja di
2. Peserta memahami tanggap darurat untuk pertolongan 6. Pas Photo 4 x 6 dan 3x4 masing-masing 2 lembar PERSYARATANNYA
(back ground merah) ruang terbatas/ruang tertutup (confined space)
pertama pada kecelakaan ditempat kerja 1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
3. Work permit procedure
3. Peserta mampu memberikan Pertolongan Pertama jika 2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir min SMA sederajat
4. Identifikasi dan penilaian resiko bahaya diruang 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
terjadi kecelakaan di tempat kerja
terbatas (HIRA/JSA) 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3
4. Peserta mampu mengembangkan sistem P3K di tempat
5. Prosedur Log Out – Tag Out lembar (background merah)
kerja
6. karakteristik bahan kimia berbahaya di ruang
terbatas/tertutup (confined space).
7. Teknis pengukuran & deteksi gas beracun dan
mudah meledak di dalam ruang terbatas/ruang
tertutup (confined space)

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Working at Height
Training HAZOPS

3 Hari Training | Working at Height 04 Hari Training | HAZOPS

DESKRIPSI 5. Peserta memahami persyaratan untuk akses yang aman DESKRIPSI TUJUAN
dan jalan keluar untuk bekerja wilayah di ketinggian Setelah menyelesaikan program HAZOPS ini,
Pelatihan ini dimaksudkan sebagai pedoman pelaksanaan Pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan peserta
pekerjaan sebagai suatu upaya Pencegahan Kecelakaan peserta diharapkan mampu :
MATERI untuk memperoleh sertifikat Kompetensi Studi 1. Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan
Fatal dalam hal Bekerja Di Ketinggian dan untuk 1. Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja HAZOP dari BNSP. Pelatihan persiapan sertifikasi dan kemampuan untuk memahami dan
memastikan bahwa usaha-usaha dan perlengkapan 2. Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja tingkat
pelindung dan pencegah jatuh yang memadai diadakan lanjut BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) menerapkan konsep HAZOPs,
3. Peraturan Perundangan yang terkait dengan bekerja di KOMPETENSI Studi HAZOP dirancang berbasis 2. Peserta mampu melakukan analisis bahaya dan
untuk menjaga keselamatan personil dari risiko terjatuh penilain risiko ditempat kerja dengan
ketinggian kompetensi (Competency Based Training) yang
yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Jatuh dari 4. Akses tali tingkat dasar metode/teknik HAZOPs
ketinggian merupakan salah satu jenis kecelakaan yang 5. Pengenalan peralatan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional 3. Peserta mampu mengembangkan sistem
cukup sering terjadi di hampir semua jenis industri. Cedera 6. Ikatan Dasar Indonesia (SKKNI) K3. Untuk mendapatkan pengendalian bahaya dan risiko di perusahaan.
yang ditimbulkan dari luka karena kecelakaan jenis ini 7. Pengenalan sistem keselamatan bekerja di ketinggian
8. Standar Operating Prosedure (Petunjuk Pelaksanaan)
sertifikasi kompetensi, para peserta training akan
biasanya cukup serius karena bagian-bagian vital tubuh diuji oleh assessor dari LSK-K3 (Lembaga Sertifikasi PERSYARATANNYA
tingkat dasar
seperti kepala atau kaki menjadi bagian yang paling sering 1. Minimal Pendidikan D3 Teknik,
terkena. Seseorang yang jatuh dari ketinggian dua meter
9. Faktor jatuh tingkat dasar Kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja). 2. Pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.
10. Teknik lanjutan turun melalui tali
sudah mempunyai peluang untuk mengalami cedera yang 11. Teknik lanjutan naik melalui tali LSK-K3 didukung oleh KEMENAKERTRANS melalui 3. Pengalaman melakukan studi HAZOPS.
fatal. 12. Teknik lanjutan memanjat bangunan tinggi surat resmi dari Direktur Jendral BINWASNAKER 4. Foto copy Ijasah terakhir
13. Menaikan dan menurunkan beban lanjutan NOMOR B-710 tertanggal 31 DESEMBER 2008 5. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
Sertifikasi bekerja pada ketinggian ada 2 jenis yaitu: 14. Teknik penyelamatan diri dan evakuasi
1. Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK), dan Untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi K3 di 6. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
15. Praktek & Evaluasi
2. Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT). 7. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
Indonesia dalam menghadapi era persaingan Rekanan Kerja (bila ada)
PERSYARATANNYA
1. Membawa Foto Copy Kartu Identitas
global / AFTA 8. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya (bila
TUJUAN
2. Membawa Foto Copy ijazah terakhir ada)
1. Peserta memahami apa yang dimaksud dengan bekerja 3. Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan MATERI 9. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
di ketinggian dan potensi risikonya 4. Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing
2. Peserta memahami hirarki pengendalian bahaya 3 lembar (background merah) 1. Pengenanlan HAZOPs
sehubungan dengan bekerja di ketinggian 2. Teknik Analisa Bahaya Proses
3. Peserta memahami persyaratan minimum untuk 3. Teknik HAZOPs
platform kerja yang ditinggikan (tetap maupun 4. Metode dan Prosedur HAZOPs
perancah) 5. Latihan / Praktek HAZOPs
4. Peserta mampu memilih dan menggunakan Harness
untuk keselamatan dan kelengkapannya secara benar
6. Ujian Kompetensi
dan tepat

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Operator K3 Migas Training Pengawas K3 Migas

4 Hari Training | Operator K3 MIgas 05 Hari Training | K3 Migas

DESKRIPSI 10. Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan


6. Peralatan Pemadam dan Teknik Pemadaman DESKRIPSI 11. Pelaporan dan Pencatatan Kecelakaan Kerja
Industri Minyak dan Gas (Migas) merupakan 7. Keselamatan Kerja Ruang Terbatas dan Penggunaan Industri Minyak dan Gas (Migas) merupakan industri yang 12. Audit K3
industri yang beresiko tinggi. Sejarah kecelakaan SCBA beresiko tinggi. Sejarah kecelakaan dalam industry Migas 13. Penanggulangan Keadaan Darurat (ERP)
8. Pengukuran Gas Berbahaya
dalam industry Migas telah memberikan banyak 9. Pengukuran Kebisingan telah memberikan banyak pelajaran bagi dunia industry 14. Manajemen Pencegahan Kebakaran
pelajaran bagi dunia industry secara umum. 10. Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan secara umum. Kesalahan yang disebabkan akibat kelalaian 15. Forcible Entry
Simulasi Praktek:
Kesalahan yang disebabkan akibat kelalaian dan Praktek: dan ketidakpedulian yang kecil sekalipun terhadap 1. Dasar P3K
ketidakpedulian yang kecil sekalipun terhadap 1. Dasar P3K persyaratan keselamatan (K3) dapat berakibat fatal sehingga 2. Penggunaan Gas Detector dan Sound Level Mater
persyaratan keselamatan (K3) dapat berakibat fatal 2. Penggunaan Gas Detector dan Sound Level Mater
3. Penggunaan SCBA menimbulkan bencana yang berdampak sangat serius. Oleh 3. Penggunaan SCBA
sehingga menimbulkan bencana yang berdampak 4. Pemadaman kebakaran dengan APAR dan Hydran sebab itu, pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin 4. Pemadaman kebakaran dengan APAR dan Hydran
sangat serius. Oleh sebab itu, pemerintah terus 5. Ujian Kompetensi untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan dan penerapan 5. Ujian Kompetensi
berusaha semaksimal mungkin untuk mengawasi standar keselamatan pada kegiatan operasi MIGAS mulai PERSYARATANNYA
secara ketat pelaksanaan dan penerapan standar PERSYARATANNYA dari sektor hilir hingga sektor hulu. 1. Pendidikan dan Pengalaman
keselamatan pada kegiatan operasi MIGAS mulai 1. Pendidikan dan Pengalaman • Minimal D3, pengalaman kerja bidang Pengawas K3
• Minimal SMA/SMK, pengalaman kerja 1 tahun
dari sektor hilir hingga sektor hulu. • D3 pengalaman kerja 6 bulan TUJUAN 2 tahun
2. Foto copy Ijasah terakhir
2. Foto copy Ijasah terakhir Memberikan sertifikasi kompetensi kerja nasional dalam 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
TUJUAN 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas bidang pengawas K3 terutama yang terkait dengan Industri 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 dan 3 x 2 sebanyak 2 lembar
Memberikan sertifikasi kompetensi kerja nasional 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 dan 3 x 2 sebanyak 2 lembar Migas. SDM yang berkualitas dan berkompeten ini 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Langsung/
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan
dalam bidang K3 terutama yang terkait dengan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada) diperlukan mengingat tingginya potensi kecelakaan dan Rekanan Kerja (bila ada)
Industri Migas. SDM yang berkualitas dan 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti kebakaran mulai dari proses produksi, pengolahan sampai 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
(bila ada)
berkompeten ini diperlukan mengingat tingginya sebelumnya (bila ada) dengan transportasi dalam Industri Migas 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
potensi kecelakaan dan kebakaran mulai dari 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
proses produksi, pengolahan sampai dengan MATERI
transportasi dalam Industri Migas Teori:
1. UU dan Peraturan K3 Migas
MATERI 2. Dasar-Dasar K3 Migas
Teori: 3. Inspeksi Keselamatan Kerja
1. UU dan Peraturan K3 Migas 4. Surat Ijin Keselamatan Kerja (Work Permit)
2. Dasar-Dasar K3 Migas 5. Alat Pelindung Diri (APD)
3. Inspeksi Keselamatan Kerja 6. Peralatan Pemadam dan Teknik Pemadaman
4. Ijin Keselamatan Kerja 7. Keselamatan Kerja Ruang Terbatas dan
5. Alat Pelindung Diri (APD) Penggunaan SCBA
8. Pengukuran Gas Berbahaya
9. Pengukuran Kebisingan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training
Training Petugas K3 Laboratorium NEBOSH International General

3 Hari Training | Petugas K3 Laboratorium 11 Hari Training | NEBOSH

DESKRIPSI DESKRIPSI
Laboratorium adalah tempat berkumpulnya berbagai jenis
4.
5.
MSDS and Labeling
Laboratory Safety Practices.
MATERI
bahan kimia, bahkan bahan kimia yang tidak digunakan 6. Ventilation. Pelatihan dan sertifikasi kompetensi NEBOSH 1. Management of International Health and Safety
didalam proses produksi diperlukan di laboratorium. 7. Personal Protective Equipment
8. Laboratory Ergonomics General Certificate in Occupational Health and
Meskipun dari sisi volume jumlah bahan kimia di laboratorium 9. Hazardous Waste and Emergency Procedure 2. Control of International Workplace Risk
tergolong relative sangat kecil jika dibandingkan dengan 10. Laboratory Safety Management System (Laboratory Safety Plan) Safety hadir untuk memberikan solusi pengemban-
volume bahan kimia dibagian produksi atau gudang, namun 11. Exposure monitoring, Medical Surveillance and Bio Monitoring. 3. International Health and Safety Practical
tingkat bahaya yang ada dilaboratorium tidak bisa diabaikan 12. Accident Investigation
gan kompetensi dalam menghadapi
begitu saja. Sudah banyak kejadian kecelakaan yang berasal 13. Basic First Aid persaingan bisnis yang semakin kompetitif saat ini Application
14. Ujian Kompetensi
dari laboratorium yang kemudian menyebar ketempat lain.
Proses eksperimen yang dilakukan di laboratorium seringkali terutama di bidang K3L agar dapat sejajar dengan
DURASI
tidak bisa diestimasi bahaya yang dapat terjadi jika laboran 03 (Tiga) hari tenaga K3LL perusahaan kelas dunia. PERSYARATAN PESERTA
tidak mengenali dengan baik bahaya bahan kimia yang
digunakan. Potensi bahaya di laboratorium yang harus PERSYARATANNYA
1. Pendidikan dan Pengalaman
diwaspadai dan dikendalikan seperti proses pencampuran • Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja 6 bulan dibidang K3 TUJUAN
atau eksperimen, penyimpanan bahan kimia, pembuangan • D3 pengalaman kerja 1 Tahun dibidang K3
sisa bahan kimia, kesalahan penggunaan bahan kimia dan 2. Foto copy Ijasah terakhir
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan
pajanan terhadap laboran. 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas pelatihan NEBOSH General ini yaitu :
4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan Kerja (bila
TUJUAN ada)
1. Memahami teknik identifikasi bahaya dan risiko 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
Dapat menunjukan pemahaman dan
2. Memahami teknik pengendalian bahaya dan risiko (bila ada) mengimplementasikan mengenai manajemen
3. Memahami prinsip-prinsip higiene industri untuk 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
keamanan dan kesehatan di dalam semua area
mengendalikan risiko
4. Memahami efek dan risiko kesehatan kerja dan mampu operasional.
mengembangkan sistem pengendalian Dapat memahami bahwa prinsip-prinsip
5. Memahami penggunaan dan perawata alat pelindung pengelolaan risiko adalah kunci dari budaya
diri keselamatan yang efektif.
6. Memahami prinsip-prinsip pemadaman Api
7. Mampu melakukan pemadaman api kecil dengan APAR
8. Mampu melakukan pertolongan pertama pada
kecelakaan
MATERI
1. The Occupational Health Introduction.
2. Potential Hazards in Laboratory (ILO – International
Hazard Datasheets on Occupation)
3. COSHH (Control of Substances Hazardous to Health)

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI Academy (Solusi Pengembangan Kompetensi Anda) | PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
Graha BKI Lantai 8 Jl. Yos Sudarso No.38 Tanjung Priok Jakarta 14320 Indonesia T: (021) 4393 7409 W: [Link]
Training
IOSH Managing Safely Training Behavior Based Safety

4 Hari Training | IOSH Managing Safely 3 Hari Training | BBS

DESKRIPSI MATERI DESKRIPSI MATERI


Pelatihan dan sertifikasi kompetensi IOSH Managing 1. Introducing Managing Safely Sejak diperkenalkan di awal tahun 1990, konsep Behavior 1. Principles of behavioral safety
Safely hadir untuk memberikan solusi pengemban- 2. Assesing Risk Based Safety (BBS) semakin dikenal dan banyak 2. Behavioral analysis
3. Controling Risk diaplikasikan di berbagai perusahaan. Konsep ini dibuat 3. Development of critical behavioral checklist
gan kompetensi dalam menghadapi persaingan
4. Understanding the Responsibility of Personnel berdasarkan penelitian yang menyebutkan bahwa faktor 4. Observation methodology
bisnis yang semakin kompetitif saat ini terutama di dominan penyebab kecelakaan adalah unsur manusia. 5. Communication skills
bidang K3L agar dapat sejajar dengan tenaga K3LL 5. Identification of Hazard Sign Karena itu pendekatan pencegahan kecelakaan harus 6. Coaching skills
6. Investigating Accidents and Incidents menempatkan aspek manusia sebagai unsur sentral melalui 7. Statistical analysis of observation data
perusahaan kelas dunia.
7. Measuring Performance pendekatan behavior safety. 8. Behavior-based safety process implementation models
8. Enviromental Protection Penelitian angka statistik menunjukkan bahwa 96% dari
TUJUAN semua kecelakaan kerja disebabkan karena faktor perilaku PERSYARATANNYA
Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan manusia. Pekerja adalah manusia yang cenderung 1. Pendidikan dan Pengalaman
pelatihan IOSH Managing Safely ini yaitu : Siapa Yang Perlu Ikut mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan •Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 1 tahun dibidang K3
1. Safety Manager pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, •S1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 1 Tahun
2. Supervisor dll. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg dibidang K3
Dapat menunjukan pemahaman dan mengimple- Paradigm), yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman •S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 1 Tahun
mentasikan mengenai keamanan dan kesehatan di 3. Personil K3
(unsafe behaviour). Perilaku aman dan tidak aman dari dibidang K3
dalam semua area operasional. seorang pekerja tidak pernah dianalisa, bahkan tidak pernah •D3 pengalaman kerja 2 Tahun dibidang K3
Dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman dilaporkan sama sekali. Kalaupun ada sistem pelaporannya, 2. Foto copy Ijasah terakhir
untuk mengatasi masalah kesehatan dan akan cenderung mengarah pada suasana saling 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
keselamatan di area operasional menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture). 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
TUJUAN Rekanan Kerja (bila ada)
Pelatihan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
kemampuan peserta dalam memahami konsep dan strategi (bila ada)
implementasi BBS dalam perusahaan secara sistematis dan 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
komprehensif. Selanjutnya melalui pelatihan ini peserta
dapat menjalankan program kerja K3 secara maksimal

BKI Academy (Solusi Pengembangan Kompetensi Anda) | PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Graha BKI Lantai 8 Jl. Yos Sudarso No.38 Tanjung Priok Jakarta 14320 Indonesia T: (021) 4393 7409 W: [Link]
Training Oil & Gas Safety Operation Training Process Safety Management

3 Hari Training | Oil & Gas Safety Operation 3 Hari Training | Process Safety Management

DESKRIPSI MATERI DESKRIPSI TUJUAN


1. HSE Management Beberapa Bencana Industri terjadi melibatkan bahan kimia 1. Peserta diharapkan memahami konsep terjadinya
Industri Minyak dan Gas (Migas) merupakan industri bverbahaya yang diikuti oleh kebakaran, peledakan dan kecelakaan
- Learning from Incidents 2. Peserta memahami secara benar, konseptual dan
yang beresiko tinggi. Sejarah kecelakaan dalam - Hazards inherent in oil and gas
paparan bahan kimia beracun. Contohnya kasus Bhopal
komprehensif tentang PSM
India (1984) yang menyebabkan lebih dari 2000 orang
industry Migas telah memberikan banyak pelajaran - Risk management techniques used in the oil meninggal dunia. Piper Alpha (1988) mengakibatkan 176
3. Peserta mampu melakukan proses hazard analysis di
tempat kerja
bagi dunia industry secara umum. Kesalahan yang and gas industries orang meninggal dunia. 4. Peserta mampu merancang sistem pengendalian
2. Hydrocarbon Process Safety 1 Dari beberapa bencana industri diatas menunjukan bahwa bahaya proses
disebabkan akibat kelalaian dan ketidakpedulian bencana tersebut sulit dicegah dengan pendekatan 5. Peserta mampu memahami element PSM
- Process safety management (PSM) traditional occuptional Safety and Health. Yang berfokus 6. Peserta memahami “Continous Improvement” dalam
yang kecil sekalipun terhadap persyaratan Implementasi PSM
- Contractor management pada hubungan individu pekerja dengan peralatan maupun
keselamatan (K3) dapat berakibat fatal sehingga - Mechanical Integrity proses. Banyak keputusan penting yang mengarah pada MATERI
menimbulkan bencana yang berdampak sangat - Plant operations and maintenance insiden serius dan kejadian yang tidak diduga terjadi diluar 1. Pengenalan Process Safety Management
kontrol pekerja ataupun atasan. Dibutuhkan pengontrolan 2. Aspek-aspek Process Safety Management:
serius. Oleh sebab itu, pemerintah terus berusaha - Permit-to-work system yang efektif yang memperhitungkan aktivitas proses , 3. Dasar-dasar Human error
4. Pelibatan Karyawan
semaksimal mungkin untuk mengawasi secara ketat 3. Hydrocarbon Process Safety 2 termasuk peralatan, prosedur serta organisasi yang dikelola 5. Informasi keselamatan proses
- Safe storage of hydrocarbons oleh Sistem untuk memastikan bahwa semua bahaya telah 6. Prosedur Operasional
pelaksanaan dan penerapan standar keselamatan diidentifikasi dan dikontrol demi kelangsungan suatu 7. Izin Kerja
- Safety critical equipment controls 8. Training
pada kegiatan operasi MIGAS mulai dari sektor hilir proses produksi.
- Furnace and boiler operations 9. Kontraktor
Process Safety Management (PSM adalah merupakan suatu 10. Analisis Bahaya dalam Proses Kerja
hingga sektor hulu. BKI Academy sebagai Partner dari 4. Fire Protection and Emergency Response regulasi yang dikeluarkan oleh OSHA tujuannya adalah 11. Manajemen Perubahan
OSHAcademy USA dan WSO menyelenggarakan - Fire and explosion risk in the oil and gas untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau bencana 12. Tinjauan Keselamatan saat Pre-startup
industri dengan membuat standar yang mengatur cara 13. Perencanaan Kesiagaan Tanggap Darurat
program pelatihan Health & Safety (OHS) Manager - FERA/FSA penanganan bahan-bahan kimia berbahaya dan membuat 14. Investigasi Insiden
- Emergency response 15. Audit Keselamatan
suatu program secara komprehensif dan terintegrasi ke
untuk membina dan mencetak Oil & Gas. dalam proses teknologi,prosedur dan manajemen praktis.
16. Tanggung Jawab dan Wewenang
5. Environmental Protection & Waste 17. Penyusunan program Process Safety Management
6. Human Factor & in Process Safety Pelatihan Process Safety Management (PSM) memberikan 18. Penerapan Process Safety Management
kajian mendalam dari setiap elemen PSM. Peserta akan
TUJUAN 7. Logistic & Transport Operation dibimbing dalam memenuhi persyaratan setiap elemen dan
1. Memberikan pemahaman kepada peserta - Marine Transport mengintegrasikannya kedalam program perusahaan
- Land Tranport lainnya.
mengenai K3 dalam kegiatan industri Migas
8. Basic First Aid
2. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian peserta
dalam usaha pencegahan dan penanggulangan
kecelakaan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Safety Manager Training Safety Supervisor

4 Hari Training | Safety Manager 3 Hari Training | Safety Supervisor

DESKRIPSI PERSYARATANNYA
DESKRIPSI MATERI
Sesuai dengan pasal 87 UU No 13 tahun 2003 tentang 1. Pendidikan dan Pengalaman Sesuai dengan pasal 87 UU No 13 tahun 2003 1. Introduction to Safety MAnagement
Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib menerapkan 2. Effective Accident Investigation
• Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 3 tahun tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib 3. Introduction to OSH Training
SMK3 yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan. dibidang K3
• S1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 3 Tahun menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan 4. Personel Protective Equipment
Penerapan SMK3 dan SML (lingkungan) tersebut secara dibidang K3 manajemen perusahaan. Penerapan SMK3 dan SML 5. Introduction to Ergonomics
tidak langsung akan menuntut tersedianya tenaga HSE • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 3 6. Safety Supervisor and Leadership
Manager yang mampu mengelola, mengembangkan dan Tahun dibidang K3
(lingkungan) tersebut secara tidak langsung akan
7. Safety Management System Evaluation
menerapkan sistem manajemen K3L dengan baik. • D3 pengalaman kerja 4 Tahun dibidang K3 menuntut tersedianya tenaga HSE Supervisor
Meningkatnya kebutuhan tenaga HSE Manager dapat 2. Foto copy Ijasah terakhir menerapkan sistem manajemen K3L dengan baik. PERSYARATANNYA
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
dilihat dari berbagai lowongan kerja yang membutuhkan 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar BKI Academy sebagai Partner dari OSHAcademy 1. Pendidikan dan Pengalaman
tenaga HSE Manager dengan kualifikasi yang sangat ketat. 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan USA dan • Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 1 tahun
Untuk itu diperlukan pembinaan dan pelatihan bagi Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
WSO menyelenggarakan program pelatihan Health dibidang K3
calon-calon HSE Manager. 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti • S 1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 1 Tahun
sebelumnya (bila ada) & Safety (OHS) Manager untuk membina dan dibidang K3
BKI Academy sebagai Partner dari OSHAcademy USA dan
WSO menyelenggarakan program pelatihan Health & Safety
7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja mencetak Manager K3L profesional di bidangnya • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 1
(OHS) Manager untuk membina dan mencetak Manager MATERI masing masing seperti Migas, Konstruksi dan Tahun dibidang K3
K3L profesional di bidangnya masing masing seperti Migas, 1. Introduction Safety Management Umum. • D3 pengalaman kerja 2 Tahun dibidang K3
Konstruksi dan Umum. 2. Effective OSH Commitee Operation 2. Foto copy Ijasah terakhir
3. Effective Accident Investigation 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
4. Safety Supervision and leadership TUJUAN 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
TUJUAN 5. Safety Management System Evaluation 1. Memahami tugas dan fungsi supervisor dalam 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan
Pelatihan Health & Safety (OHS) Manager ini dimaksudkan 6. Emergency Action Plan
7. Fire Prevention Plan pencegahan kecelakaan di perusahaan Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
untuk membina profesional K3 menjadi safety manager 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti
yang menguasai teknik kepemimpinan dan pengelolaaan 8. Fleet Safety Management 2. Memahami mekanisme kecelakaan serta proses
9. Ergonomic Program Management sebelumnya (bila ada)
K3 dalam perusahaan dengan menerapkan standar, praktik penyelidikan dan analisa kecelakaan 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
dan kepemimpinan yang efektif. Selain itu, dengan 3. Memahami metode untuk mendorong dan
mendapatkan sertifikasi ini maka akan menambah melibatkan tenaga kerja agar berperan serta
kepercayaan diri para manajer dalam mengelola Sistem dalam
Manajemen K3 diperusahaannya masing-masing usaha pencegahan kecelakaan.
4. Memahami Metode identifikasi bahaya dan
pengendaliannya

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL

Welding Inspector
28 Days Training SURVEY & INSPECTION COURSE

DESKRIPSI Destructive Test, (DT/NDT) ,Welding & Pipe


Training Welding Inspector hadir untuk memberikan 11. SKKNI (Standard Welding Profession), Inspection
solusi pengembangan kompetensi dalam menghadapi Quality Control
persaingan bisnis yang semakin kompetitif saat ini 12. BKI Rules (Material, Welding, Ship Construction)

KATEGORI terutama di bidang Pengembangan Sumber Daya


Manusia (HRD), untuk meningkatkan kualifikasi dan daya PERSYARATAN

ENERGI saing mereka agar dapat tetap bersaing. PT. BIRO 1. Sekolah Menengah atas (SMA/SMK/STM dengan
KLASIFIKASI INDONESIA (Persero) bersemangat untuk 5 tahun pengalaman kerja dalam konstruksi dan
berpartisipasi dalam mempersiapkan dan menyediakan pengelasan, atau
tenaga terampil di industri terkait dengan 2. Politeknik-D3, atau
menyelengarakan Training Welding Inspector. 3. Sarjana atau kualifikasi yang setara dari perguruan
tinggi terutama pada bidang teknik atau ilmu fisik,
TUJUAN atau
Setelah mengikuti Training Welding Inspector ini peserta 4. Kualifikasi yang relevan dari institusi marine atau
diharapkan: nautical dan berpengalaman berlayar (Ijazah
• Mendapatkan pengetahuan teoritis dan praktis sebagai ANT/ATT II)
Inspektur Pengelasan 5. Mengirimkan Curriculum Vitae, Pas Photo 3x4 latar
• Memahami regulasi dalam pengelasan; uji destruktif belakang merah dan biru masing-masing 3 lembar
dan tidak merusak; Kode Internasional berkaitan 6. Mengirimkan Copy Ijazah Pendidikan Terakhir
dengan ilmu pengelasan; metalurgi; bahan; lingkungan 7. Mengikuti Pre Test dengan Subject Basic Welding,
keamanan kesehatan Ilmu Fisik dan English Pada H-8 atau H-1 dari
jadwal training di Graha BKI Lt.9
MATERI PEMBAHASAN SIAPA YANG PERLU IKUT
1. Pre-requirement and responsibilities for Welding
• Pengawas lapangan untuk proyek konstruksi
Inspector also welding report system.
2. Welding Specification Procedure (Welding Technology, maintenance maupun repair yang berkaitan dengan
welding defect, process, construction, filler Metal) teknologi minyak, gas dan perkapalan.
3. Welding Design Procedure (Isometric, matrix practice , • Personil Industri Konstruksi Manufaktur
WPS & PQR) • Crew Kapal (Officer/Engineer)
4. Risk Based Inspection & Corrotion. • Superintendent & Staff
5. Welding Qualification according to API 1104. • Jajaran Akademisi dalam bidang teknik atau
6. Storage Tank API 650 & Pipeline (ANSI/ASME) B31 teknologi industri
Series
7. ASME Section VIII/IX, AWS D1.1 & Offshore Structure
8. Welding Symbol, Welding Metallurgy
9. Working Safety, (K3 Umum & K3 MIGAS) & LSP Migas
10. Welding Result test by Destructive Test or Non

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


Training Inspektur Tangki Penimbun Training Inspektur RIG

14 Hari Training | Inspektur Tangki Penimbun 6 Hari Training | Inspektur RIG

DESKRIPSI MATERI DESKRIPSI


1. Dasar – Dasar K3 Inspeksi terhadap kelistrikan diperlukan untuk memastikan MATERI
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik 1. Dasar – Dasar K3
2. Peraturan Perundang-Undangan K3 bahwa pemasangan peralatan listrik tersebut memenuhi
khusus yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat 2. Peraturan Perundang-Undangan K3
industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas persyaratan spesifikasi teknis, standar dan peraturan 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
Kerja pemerintah yang berlaku. Sebetulnya inspeksi itu sendiri Kerja
yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya 4. Melakukan Identifikasi Dokumen dilakukan bertahap dan oleh semua pihak yang terkait 4. Melakukan Identifikasi Dokumen
yang tinggi. Kompetensi kerja personil ini merupakan 5. Persyaratan/ketentuan Rancang Bangun Tangki Timbun: dengan pemasangan, operasi dan perawatan kelistrikan ini. 5. Inspeksi RIG & Review dokumen
6. Jenis-Jenis Tangki Timbun Berdasarkan Tekanan Kerja, 6. Inspeksi/Pemeriksaan Sistem Pengangkat
persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang Mulai dari pihak pemilik yang adalah operator/perusahaan 7. Inspeksi/Pemeriksaan sistem pemutar
Bentuk dan Posisi serta Phisical Properties
jabatan tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas 7. Mekanisme Instalasi dan Aplikasi Tangki Timbun
minyak dan gas itu sendiri, pihak kontraktor dan ada pula 8. Inspeksi/Pemeriksaan Sistem Sirkulasi
serta panas bumi, sub sektor industri migas hulu dan hilir 8. Kelengkapan Tangki (Tank Accessories)
badan sertifikasi bertindak sebagai badan indenpen yang 9. Inspeksi/Pemeriksaan Sistem Pencegah Semburan Liar
memastikan bahwa semua aspek kualitas memenuhi 10. Inspeksi/Pemeriksaan Sistem Tenaga
antara lain untuk bidang inspektur tangki timbun di 9. Pemeliharaan Tangki 11. Code dan Standard
10. Code dan Standard persyaratan keselamatan dan integritas dari pada peraturan 12. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi RIG
Indonesia. Kegiatan Kompetensi kerja personil (sertifikasi pemerintah yang berlaku. Segala langkah pelaksanaan
11. Pemahaman Unit Kompetensi Inspektor Tangki 13. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi RIG
kompetensi) sangat diperlukan bagi para teknisi, operator Timbun inspeksi harus dilakukan berdasarkan pedoman
dan staf maintenance pada pekerjaan inspeksi tangki 12. Pencegahan Potensi Bahaya Kebakaran dan Ledakan pelaksanaan yang telah saling disetujui oleh berbagai pihak DURASI
yang terkait atau yang berkepentingan 6 (Enam) hari
timbun agar mampu melakukan klasifikasi dan identifikasi
bejana tekan serta mampu melaksanakan prinsip-prinsip PERSYARATANNYA PERSYARATANNYA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam instalasi, 1. Pendidikan dan Pengalaman TUJUAN 1. Pendidikan dan Pengalaman
• D3 Teknik pengalaman kerja 3 Tahun dibidang 1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait • Minimal D3 Teknik pengalaman kerja 5 Tahun
pengoperasian dan perawatan tangki timbun Tangki Timbun dengan kelistrikan khususnya yang diaplikasikan pada dibidang Kelistrikan Migas
2. Foto copy Ijasah terakhir industri migas 2. Foto copy Ijasah terakhir
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
TUJUAN 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas 2. Peserta memahami tahap-tahap inspeksi teknik 4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3
1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait 4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing kelistrikan, mulai dari tahap engineering (desain) lembar (background merah)
dengan tangki timbun (storage tank) khususnya yang 3 lembar (background merah) sampai saat operasi dan pemeliharaan. Desain 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / peralatan listrik harus diperiksa dengan cermat. Rekanan Kerja (bila ada)
diaplikasikan pada industri migas Rekanan Kerja (bila ada) 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
3. Peserta mampu menganalisa atau menelaah semua (bila ada)
2. Peserta memahami serta mampu melakukan klasifikasi 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya persyaratan code/ peraturan yang berlaku sudah 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
dan identifikasi tangki timbun yang sesuai dengan (bila ada) tercakup dalam rencana inspeksi dan uji (Inspection
peruntukannya 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja Test Plan/ITP) yang dibuat oleh pihak pemanufaktur
3. Peserta mampu melaksanakan prinsip-prinsip (untuk kelistrikan baru) atau pun pihak pemilik/owner
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam instalasi, peng (untuk kelistrikan terpasang)
operasian dan perawatan tangki timbun 4. Peserta mampu melaksanakan rekaman hasil inspeksi
(inspection recording)
4. Peserta memahami standar material dan kode-kode 5. Dapat melakukan inspeksi secara benar dan aman
yang berlaku internasional untuk jaminan sistem yang dikelola khususnya system
kelistrikan perusahaan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Inspektur Peralatan Putar
Training Inspektur Pipa Penyalur
(Rotating Equipment)

14 Hari Training | Inspektur Pipa Penyalur 10 Hari Training | Inspektur Peralatan Putar

MATERI DESKRIPSI
DESKRIPSI MATERI
1. Dasar – Dasar K3 Sebagian besar peralatan Migas merupakan Rotating
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik 1. Dasar – Dasar K3
2. Peraturan Perundang-Undangan K3 Equipment. Oleh karena itu, memahami prinsip-prinsip
khusus yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
2. Peraturan Perundang-Undangan K3
peralatan Rotating Equipment sangat penting. Identifikasi 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas Kerja
mode kegagalan dan metode pemantauan gejala kegagalan Kerja
yang padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya 4. Melakukan Identifikasi Dokumen
4. Melakukan Identifikasi Dokumen
5. Perencanaan dan/atau Riwayat Data Pipa Penyalur juga penting, untuk membangun program pemeliharaan
yang tinggi. Kompetensi kerja personil ini merupakan 5. Definition of Rotating Equipment, types, functions and
6. Melakukan Identifikasi Pipa Penyalur yang paling efektif. Kursus ini dimulai dengan membahas
persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh pemegang general characteristics.
7. Melakukan Inspeksi Fisik Sistem Pipa Penyalur definisi peralatan Rotating Equipment, jenis dan fungsi 6. Pumps: classification, performance characteristics and
jabatan tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas, 8. Melakukan Inspeksi Fisik Komponen Pipa Penyalur utamanya, serta karakteristik umum peralatan Rotating frequent failure modes
subsektor industri minyak dan gas bumi antara lain untuk 9. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur Diatas
Equipment sehubungan dengan kinerjanya. Kemudian, 7. Compressors: classification, performance characteristics
bidang Inspektur Pipa Penyalur di Indonesia. Disamping hal Permukaan
and frequent failure modes.
10. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur Dibawah diskusi rinci tentang peralatan berputar primer, yaitu
tersebut di atas dan karena potensi pertambangan, minyak 8. Turbines: classification, performance characteristics and
Tanah pompa, kompresor, turbin dan kipas/blower, akan diberikan.
dan gas bumi masih merupakan faktor dominan dalam 11. Melakukan Inspeksi Sistem Pipa Penyalur di Bawah Air
frequent failure modes.
strategi pembangunan bangsa dan negara Indonesia 9. Fan/ Blowers: classification, performance characteristics
12. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Pipa Penyalur TUJUAN and frequent failure modes.
terutama dalam menghadapi era globalisasi dan 13. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi
Pipa Penyalur 1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait 10. Alignment of axles.
perdagangan bebas tingkat AFTA dan AFLA, maka perlu 11. Summary of rotating equipment’s failure modes.
dengan kelistrikan khususnya yang diaplikasikan pada
mendorong dan merealisasikan SDM yang kompeten. 12. Predictive maintenance for rotating equipments.
PERSYARATANNYA industri migas
Dengan demikian akan dihasilkan SDM yang handal untuk 1. Pendidikan dan Pengalaman
13. Method for test performance of the equipment
2. Peserta memahami tahap-tahap inspeksi teknik 14. Equipment installation requirement
mengelola kekayaan SDA secara profesional • Minimal D3 Teknik pengalaman kerja 5 Tahun
Rotating Equipment, mulai dari tahap engineering 15. Equipment log book
dibidang Piping Engineer
(desain) sampai saat operasi dan pemeliharaan. Desain 16. Operation manual & parts book
TUJUAN 2. Foto copy Ijasah terakhir
peralatan listrik harus diperiksa dengan cermat. 17. Software for operation & maintenance
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait 18. Pedestal Crane
4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 3. Peserta mampu menganalisa atau menelaah semua 19. Geometric Dimensional Measurement Techniques
dengan Pipa Penyalur khususnya yang diaplikasikan lembar (background merah) persyaratan code/ peraturan yang berlaku sudah 20. Code dan Standard
pada industri migas 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
tercakup dalam rencana inspeksi dan uji (Inspection 21. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Rotating Equipment
2. Memahami prosedur kerja dan standar keselelamatan Rekanan Kerja (bila ada)
22. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi
6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya Test Plan/ITP) yang dibuat oleh pihak pemanufaktur
dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan Rotating Equipment
(bila ada) (untuk kelistrikan baru) atau pun pihak pemilik/owner
pipa penyalur 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja (untuk kelistrikan terpasang)
3. Melaksanakan pekerjaan pengawasan/inspeksi pipa
4. Peserta mampu melaksanakan rekaman hasil inspeksi
penyalur dengan sikap kerja yang baik
(inspection recording)
4. Melaksanakan pelaporan hasil inspeksi pekerjaan pipa
5. Dapat melakukan inspeksi secara benar dan aman
penyalur
untuk jaminan sistem yang dikelola khususnya system
Rotating Equipment

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Inspektur Kelistrikan Migas Training Inspektor K3

8 Hari Training | Inspektur Kelistrikan 4 Hari Training | Inspektor K3

DESKRIPSI MATERI DESKRIPSI MATERI


Inspeksi terhadap kelistrikan diperlukan untuk memastikan Persaingan global menuntut pelaku industry di Indonesia 1. Dasar – Dasar K3
1. Dasar – Dasar K3 2. Peraturan Perundang-Undangan K3
bahwa pemasangan peralatan listrik tersebut memenuhi 2. Peraturan Perundang-Undangan K3 untuk lebih meningkatkan pelaksanaan program kesehatan 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat
persyaratan spesifikasi teknis, standar dan peraturan 3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat dan keselamatan kerja (K3). Perusahaan-perusahaan kelas Kerja
pemerintah yang berlaku. Sebetulnya inspeksi itu sendiri Kerja dunia bahkan sudah menjadikan indikator keberhasilan K3 4. Melakukan Identifikasi Dokumen
4. Melakukan Identifikasi Dokumen 5. Teknik Identifikasi bahaya dan Risiko
dilakukan bertahap dan oleh semua pihak yang terkait 5. Pengantar K3 Listrikdan OSHA untuk Pemeriksaan Listrik sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan daya
dengan pemasangan, operasi dan perawatan kelistrikan ini. saing dalam pasar global. Keberhasilan peningkatan 6. Teknik Pengendalian Bahaya dan Risiko
Industri (Electrical Inspection) 7. Persyaratan Kerja Aman
Mulai dari pihak pemilik yang adalah operator/perusahaan 6. Electrical Tools pelaksanaan program K3 didalam perusahaan tentu tidak 8. Teknik Inspeksi K3
minyak dan gas itu sendiri, pihak kontraktor dan ada pula 7. Sistem Kelistrikan Pembangkitan bisa dilepaskan dari kemampuan atau kompetensi 9. Perencanaan Inspeksi K3
8. Identifikasi resiko dan Pencegahan Potensi Bahaya pelaksana program K3 tersebut. Training safety inspector
badan sertifikasi bertindak sebagai badan indenpen yang Kebakaran dan Ledakan
10. Prosedur Inspeksi K3
memastikan bahwa semua aspek kualitas memenuhi lebih menekan kepada aplikasi lapangan yang difasilitasi 11. Pengembangan Form Inspeksi K3
9. Prosedur Pengujian, Gambar dan Spesifikasi peralatan 12. Pelaporan Inspeksi K3
persyaratan keselamatan dan integritas dari pada peraturan Pembangkitan oleh instruktur-instruktur yang sudah sangat berpengala- 13. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi K3
pemerintah yang berlaku. Segala langkah pelaksanaan 10. Teknis Inspeksi dan Pra-syarat Kondisi man dalam bidang K3 di Industri MIGAS. Training safety 14. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi K3
inspeksi harus dilakukan berdasarkan pedoman 11. Pembuatan Form check list pemeriksaan listrik ( inspector sangat tepat bagi anda yang baru lulus atau baru
(Electrical Inspection Check List Form)
pelaksanaan yang telah saling disetujui oleh berbagai pihak 12. Code dan Standard memiliki pengalaman kerja untuk meningkatkan PERSYARATANNYA
yang terkait atau yang berkepentingan. kompetensi anda dalam bidang K3. 1. Pendidikan dan Pengalaman
13. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Kelistrikan • Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 1 tahun
14. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi dibidang K3 Migas
TUJUAN Kelistrikan TUJUAN • S1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 1 Tahun
1. Peserta memahami landasan hukum yang terkait PERSYARATANNYA
1. Menghasilkan Inspektor K3. dibidang K3 Migas
dengan kelistrikan khususnya yang diaplikasikan pada 1. Pendidikan dan Pengalaman 2. Peserta diharapkan memahami peraturan perundangan • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 1
industri migas K3 yang berlaku. Tahun dibidang K3 Migas
• Minimal D3 Teknik pengalaman kerja 5 Tahun • D3 pengalaman kerja 1,5 Tahun dibidang K3
2. Peserta memahami tahap-tahap inspeksi teknik dibidang Kelistrikan Migas 3. Peserta mampu melakukan identifikasi bahaya dan risiko Migas
kelistrikan, mulai dari tahap engineering (desain) sampai 2. Foto copy Ijasah terakhir ditempat kerja. 2. Foto copy Ijasah terakhir
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas 4. Peserta mampu memahami cara bekerja secara aman
saat operasi dan pemeliharaan. Desain peralatan listrik 4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
harus diperiksa dengan cermat. 5. Peserta mampu melakukan inspeksi K3 secara tepat dan 4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing
3 lembar (background merah) 3 lembar (background merah)
3. Peserta mampu menganalisa atau menelaah semua 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / akurat 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan
persyaratan code/ peraturan yang berlaku sudah Rekanan Kerja (bila ada) 6. Peserta mampu membuat laporan inspeksi K3 Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
tercakup dalam rencana inspeksi dan uji (Inspection Test 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya 7. Peserta mampu memberikan rekomendasi temuan 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti
(bila ada)
Plan/ITP) yang dibuat oleh pihak pemanufaktur (untuk 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja inspeksi sebelumnya (bila ada)
kelistrikan baru) atau pun pihak pemilik/owner (untuk 8. Peserta mampu menggunakan APD secara benar 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
kelistrikan terpasang)
4. Peserta mampu melaksanakan rekaman hasil inspeksi
(inspection recording)
5. Dapat melakukan inspeksi secara benar dan aman untuk
jaminan sistem yang dikelola khususnya system
kelistrikan perusahaan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Training Inspektur
Inspektur Bejana Tekan Pesawat Angkat Angkut

14 Hari Training | Inspektur Bejana Tekan 14 Hari Training | Inspektur Pesawat Angkat Angkut

DESKRIPSI Inspector / Ahli K3 Pesawat Angkat angkut (Crane)


DESKRIPSI 8. Bagian-bagian pada bejana Tekan
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik sesuai standar kompetensi dan peraturan
Kebutuhan akan personil pemegang jabatan tenaga teknik khusus 9. Keterampilan pada Pekerjaan Inspeksi Pada Bejana Tekan
khusus yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor perundangan K3 yang berlaku
10. Kompetensi Inspektor Bejana Tekan
yang mempunyai kompetensi kerja standar sektor industri migas, 11. Code dan Standard industri migas, makin dirasakan karena sifat industri migas yang 4. Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab sebagai
makin dirasakan karena sifat industri migas yang padat teknologi, inspector Crane dengan baik dan benar serta sesuai
12. Pemahaman Unit Kompetensi Inspektor Tangki Timbun padat teknologi, padat modal dan berisiko bahaya yang tinggi. dengan Standar International
padat modal dan berisiko bahaya yang tinggi. Kompetensi kerja 13. Melakukan Evaluasi Hasil Inspeksi Bejana Tekan Kompetensi kerja personil ini merupakan persyaratan minimal
personil ini merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh 14. Membuat Laporan dan Rekomendasi Hasil Inspeksi
Bejana Tekan yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan tenaga teknik MATERI
pemegang jabatan tenaga teknik khusus (TTK) sektor industri migas, khusus (TTK) sektor industri migas serta panas bumi, sub sektor 1. Introduction Crane Inspection and Certification Migas
subsektor industri minyak dan gas bumi antara lain untuk bidang PERSYARATAN PESERTA TRAINING AHLI K3 ANGKAT ANGKUT industri migas hulu dan hilir antara lain untuk bidang inspektur
2. Metric Practice
Inspektur Bejana Tekan di Indonesia. Kegiatan Kompetensi kerja 3. NDT Inspection
1. Pendidikan dan Pengalaman pesawat angkat angkut di Indonesia. Pengoperasian pesawat 4. Material prop and destructive test
personil (sertifikasi kompetensi) sangat diperlukan bagi para teknisi, • D3 Teknik pengalaman kerja 1 Tahun dibidang Bejana Tekan
angkat & angkut baik di tempat kerja industri maupun 5. Swing circle inspection
operator dan staf maintenance pada pekerjaan inspeksi bejana tekan • SLTA pengalaman kerja 3 Tahun dibidang Bejana Tekan
proyek–proyek konstruksi seperti crane, overhead crane, forklift, 6. Crane load test
2. Foto copy Ijasah terakhir
agar mampu melakukan klasifikasi dan identifikasi bejana tekan serta dan peralatan sejenis lainnya yang dapat menimbulkan 7. Crane bolt inspection
3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
mampu melaksanakan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan 8. Safe practice for crane
4. Pas Photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar kecelakaan karena beban lebih. Penilaian kelayakan konstruksi 9. Safety regulation
Kerja dalam instalasi, pengoperasian dan perawatan bejana tekan (background merah) pesawat angkat & angkut (crane) dalam sistem operasi pabrik dan 10. Hydraulic and pneumatic crane
5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung / Rekanan
Kerja (bila ada)
proyek sangat ditentukan oleh hasil penilaian Ahli K3 yang 11. Crane electrical system
TUJUAN memiliki kompetensi dibidang inspeksi teknik dan penilaian 12. Primer mover
6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
• Peserta dapat memastikan dan memelihara kompetensi para (bila ada) kelayakan konstruksi dibidang pesawat angkat angkut sebagai 13. Safety device
Inspektur Bejana Tekanlingkup industri minyak dan gas bumi. 14. Crane document
7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja pemenuhan kriteria standar internasional K3 yang berlaku. 15. Welding crane
• Peserta dapat memastikan dan memelihara kompetensi para 16. Wire rope and hook block inspection
Inspektur Bejana Tekan di bisnis kegiatan di industri minyak dan TUJUAN 17. Tower crane
gas bumi 1. Meningkatkan upaya Keselamatan dan Kesehatan 18. Standard API 2D
• Peserta dapat memastikan dan memelihara kompetensi para Kerja melalui pendekatan inspeksi teknik K3 guna
19. Crane repair and structure
Inspektur Bejana Tekan pada lembaga penilaian kesesuaian. 20. Mobile crane
mewujudkan produktivitas kerja dan efisiensi yang optimal. 21. Rigging
• Peserta dapat memastikan dan memelihara kompetensi para 2. Meningkatkan pelaksanaan inspeksi teknik dan 22. Physical crane inspection
Inspektur Bejana Tekan mandiri. penilaian kelayakan konstruksi pesawat angkat angkut 23. Workshop
berdasarkan standard dan peraturan perundang -
MATERI undangan Keselamatan Kerja ( K3) yang berlaku dalam
1. Dasar – Dasar K3 bentuk teori dan praktek inspeksi teknik di lapangan
2. Peraturan Perundang-Undangan K3 dan pembuatan laporan inspeksi untuk keperluan
3. Menerapkan Keselamatan Kerja Peralatan di Tempat Kerja sertifikat dan perizinan.
4. Melakukan Identifikasi Dokumen 3. Memberi Sertifikat Kompetensi K3 kepada tenaga
5. Inspeksi: Pengertian dan Aspek-aspeknya
6. Tahap-tahap Inspeksi
7. Klasifikasi Bejana Tekan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Pengawas Operasional Training Pengawas Operasional
Madya Pertambangan (POM) Pertama Pertambangan (POP)

5 Hari Training | POM 4 Hari Training | POP

DESKRIPSI 7. Pengelolaan Lingkungan Pertambangan DESKRIPSI MATERI


Sesuai dengan Kepmen 555.K/26/[Link]/1995 pasal 28 8. Konservasi sumber daya mineral dan batubara 1. Peraturan K3 di Pertambangan
Peran Pengawas Operasional Pertama (POP) sebagai front 2. Dasar-dasar Lingkungan Hidup
bahwa Kepala Teknik Tambang Wajib menyelenggarakan line supervisor yang membawahi Langsung para karyawan 3. Hazard Identification, Risk Assessment and Risk
PERSYARATANNYA
pelatihan bagi pengawas, dengan materi minimal untuk 1. Calon Pengawas Operasional Madya yang telah tingkat pelaksana dan bertanggungjawab dalam Control
Pengawas operasional telah ditetapkan dalam Pasal 30, hal memiliki sertifikat kelulusan Uji Kompetensi pengelolaan K3 pertambangan, sesuai dengan keputusan 4. Job Safety Analysis (JSA)
ini juga seiring dengan keputusan Dirjen Geologi dan Perngawas Operasional Pertama; Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/d- 5. Teknik Inspeksi dan Pengamatan
Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang 2. Minimal telah bekerja sebagai Pengawas 6. Safety Meeting (Pertemuan K3)
Operasional Pertama selama 1 (satu) tahun. jg/2003 tentang kompetensi Pengawas Operasional pada 7. Teknik Pemeriksaan Kecelakaan
Diklat dan kompetensi Pengawas Operasional pada 3. Foto copy Ijasah terakhir perusahaan pertambangan mineral dan batu bara serta 8. Safety Accountability ( Tanggunggugat K3
perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta 4. Foto copy KTP / Paspor / Kitas panas bumi. Untuk dapat diangkat sebagai pengawas Pengawas Operasional)
panas bumi. Dengan memperhatikan peraturan 5. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar operasional pertama, seseorang harus memiliki kompetensi
perundangan diatas dan peningkatan kompetensi Para 6. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan PERSYARATANNYA
sesuai dengan [Link] pemenuhan terhadap 1. Pendidikan dan Pengalaman
Pengawas, maka perlu dilakukan pelatihan dengan materi Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
7. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya kompetensi tersebut akan dirasakan perlu diberikan • Sarjana K3 (S1) pengalaman kerja 1 tahun dibidang
sesuai dengan peraturan tersebut. Untuk memenuhi (bila ada) pelatihan dan keterampilan yang sesuai, sehingga pertambangan
persyaratan kompetensi tersebut, diperlukan Training POM 8. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja membantu peserta dapat memenuhi standard kompetensi • S 1 – Teknik (non K3) pengalaman kerja 1 Tahun
(Pengawasan Operasional Madya) yang memadai, sehingga 9. Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri yang ditetapkan oleh pemerintah. dibidang pertambangan
peserta pelatihan dapat memenuhi standar kompetensi (APL 02) dan dilengkapi dengan dokumen • S1 – Non Teknik + non K3 pengalaman kerja 1 Tahun
pendukung :
Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM dibidang pertambangan
yang diperlukan. Nomor 1827 K/30/MEM/2018, tentang Pedoman
• Sertifikat Pelatihan terkait Peraturan – • D3 pengalaman kerja 2 Tahun dibidan
peraturan keselamatan, kesehatan, Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang baik. pertambangan
TUJUAN pengelolaan lingkungan, kaidah teknis, Untuk memenuhi persyaratan kompetensi tersebut, • SLTA, pengalaman 3 tahun di bidang pertambangan
1. Peserta memahami tugas dan fungsi menjadi konservasi sumber daya dan jasa di bidang diperlukan Training POP (Pengawasan Operasional 2. Foto copy Ijasah terakhir
seorang pemimpin di bidang Keselamatan pertambangan mineral. 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
• Laporan inspeksi tempat kerja/pemeriksaan Pertambangan) yang memadai, sehingga peserta pelatihan 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
Pertambangan & Lingkungan dan pengujian peralatan. dapat memenuhi standar kompetensi yang diperlukan. 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
2. Peserta mampu memenuhi persyaratan • Hasil evaluasi laporan investigasi. Rekanan Kerja (bila ada)
kompetensi sebagai Pengawas Operasional • Implementasi dan (RKAB) Rencana kerja terkait TUJUAN 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
Madya penerapan teknis pertambangan yang baik, (bila ada)
1. Keterampilan untuk Pengawas terkait Keselamatan
Keselamatan pertambangan, Lindungan 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
Lingkungan, konservasi, pemanfaatan jasa dan dan Kesehatan Kerja Pertambangan
MATERI teknologi. 2. Pemenuhan standar competency sebagai
1. Kebijakan Pengawasan Pertambangan • Laporan Risk Assessment. Pengawas Operasional Pertama (POP)
2. Peraturan Lindungan Lingkungan Pertambangan 3. Penerapan kerja efektif untuk membantu tugas
3. Peraturan K3 Pertambangan Kepala Teknik Tambang
4. Pengelolaan teknis pertambangan
5. Prinsip Manajemen Keselamatan Pertambangan
6. Manajemen Keadaan Darurat

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
Training Pengawas Operasional
Utama Pertambangan (POU)

6 Hari Training | POU

DESKRIPSI 4. Mengelola Konservasi Mineral dan Batubara


Sesuai dengan Kepmen 555.K/26/[Link]/1995 pasal 28 5. Mengevaluasi Penerapan Kaidah Teknis Pertambangan
bahwa Kepala Teknik Tambang Wajib menyelenggarakan Mineral dan Batubara
pelatihan bagi pengawas, dengan materi minimal untuk 6. Mengelola Kegiatan Usaha Jasa Pertambangan Mineral
Pengawas operasional telah ditetapkan dalam Pasal 30, hal dan Batubara
ini juga seiring dengan keputusan Dirjen Geologi dan 7. Mengelola Standardisasi Pertambangan Mineral dan
Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang Batubara
Diklat dan kompetensi Pengawas Operasional pada
perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta PERSYARATANNYA
panas bumi. Dengan memperhatikan peraturan 1. Calon Pengawas Operasional Madya yang telah
perundangan diatas dan peningkatan kompetensi Para memiliki sertifikat kelulusan Uji Kompetensi Perngawas
Pengawas, maka perlu dilakukan pelatihan dengan materi Operasional Pertama dan Pengawas Operasional Madya;
sesuai dengan peraturan tersebut. Untuk memenuhi 2. Minimal telah bekerja sebagai Pengawas Operasional
persyaratan kompetensi tersebut, diperlukan Training POU Madya selama 3 (tiga) tahun.
(Pengawasan Operasional Utama) yang memadai, sehingga 3. Foto copy Ijasah terakhir
peserta pelatihan dapat memenuhi standar kompetensi 4. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
yang diperlukan. 5. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
6. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
TUJUAN Rekanan Kerja (bila ada)
1. Peserta memahami tugas dan fungsi menjadi seorang 7. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
pemimpin di bidang Keselamatan Pertambangan & (bila ada)
Lingkungan 8. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
2. Peserta mampu memenuhi persyaratan kompetensi
sebagai Pengawas Operasional Utama

MATERI
1. Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab sebagai
Pengawas Operasional Utama (POU)
2. Melakukan Pengelolaan Keselamatan Pertambangan
Mineral dan Batubara
3. Mengelola Perlindungan Lingkungan Pertambangan

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


Training ISO 9001:2015
Quality Management System

3 Hari Training | ISO 9001:2015

KATEGORI DESKRIPSI
Training ISO 9001:2015, ISO 9001 adalah standar
MATERI
1. Pengenalan Sistem Manajemen Mutu

SISTEM MANAJEMEN internasional mengenai persyaratan suatu Sistem


Manajemen Mutu yang sudah diakui lebih dari 180
2. Perbedaan prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO
9001:2008 dengan ISO 9001:2015
negara di dunia. Saat ini sedang dalam proses revisi 3. Perubahan mendasar Sistem Manajemen Mutu
dengan status Final Draft (FDIS) sehingga untuk ISO 9001:2015
perusahaan yang sudah menerapkan versi 2008 4. Transisi implementasi dan langkah – langkah
perlu melakukan pemahaman terhadap versi 2015 dalam menerapkan ISO 9001:2015
guna mempersiapkan upgrading ke versi 2015.
Training ISO 9001:2015 ini akan mengarahkan dan PERSYARATANNYA
memberi kepahaman kepada peserta dalam 1. Pendidikan dan Pengalaman
menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang • Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja
teruji sebagai dasar penerapan dan evaluasi, serta minimal 2 tahun dibidang K3
strategi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO • D3 pengalaman kerja minimal 3 Tahun
9001:2015 bagi perusahaan yang berkomitmen dibidang K3
menghasilkan produk dan layanan bermutu serta 2. Foto copy Ijasah terakhir
kinerja yang tinggi. 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
TUJUAN 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan
Mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi Langsung / Rekanan Kerja (bila ada)
perbaikan usaha melalui penerapan Internal Audit 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti
yang efektif sehingga berdampak pada kualitas sebelumnya (bila ada)
yang meningkat, peningkatan produktifitas, 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, kerja
sama team yang baik, dan mampu menterjemah-
kan kebijakan top Manajemen, melalui strategy
inisiatif dan aksi nyata sehingga laba perusahaan
meningkat.

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda


Training ISO 14001:2015 Training ISO 31000:2009
Environmental Management System Risk Management
(Understanding and Implementing) (Understanding and Implementing)

3 Hari Training | ISO 14001:2015 3 Hari Training | ISO 31000:2015

DESKRIPSI DESKRIPSI kerja manajemen risiko


6. Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup
ISO 14001 adalah sebuah spesifikasi internasional untuk 7. Persyaratan ISO 14001 Menurut SAEAS 9100 C (Society Automotive Engineers 3. Peserta pelatihan akan mampu memahami proses cara
sistem manajemen lingkungan (SML) yang membantu 8. Elemen dan Sub Elemen ISO 14001 Aerospace Standards) produksi maupun proyek sebagai mengelola risiko
perusahaan Anda mengidentifikasi, memprioritaskan, dan 9. Korespondensi ISO 14001, OHSAS 18001 dan ISO 9001 kegiatan suatu industri organisasi harus merencanakan dan
mengatur risiko-risiko lingkungan sebagai bagian dari 10. Panduan Penerapan ISO 14001 MATERI
praktek bisnis normal. mengelola realisasi produk secara terstruktur dan terkendali
11. Panduan Pengembangan untuk memenuhi persyaratan serta risiko yang dapat 1. Menentukan Konteks
Training ISO 14001:2015 ini akan mengarahkan dan 12. Pelaksanaan ISO 14001
memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan diterima. Oleh karena itu diperlukan proses manajemen 2. Identifikasi Risiko
13. Integrasi Persyaratan ISO 14001 terhadap Sistem
dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar risiko dalam setiap tindakan dan keputusan agar tujuan 3. Analisis Risiko
Manajemen Lainnya.
penerapan dan evaluasi, serta strategi penerapan Sistem 14. Integrasi ISO 14001 dengan Sistem Manajemen industri atau organisasi dapat tercapai. Hubungan yang kuat 4. Evaluasi Risiko
Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 bagi perusahaan Keselamatan antara risiko dengan pencapaian tujuan menimbulkan 5. Perlakukan Risiko
yang berkomitmen menghasilkan produk dan jasa yang 15. Kesehatan Kerja (SMK3) kesadaran mengenai pentingnya manajemen risiko yang 6. Komunikasi & Konsultasi
ramah terhadap lingkungan 16. Studi kasus dan diskusi 7. Monitoring & Review
telah menghasilkan berbagai macam standar mengenai
manajemen risiko di barbagai negara, seperti di Australia 8. Studi kasus dan diskusi
TUJUAN PERSYARATANNYA
1. Memahami apa yang harus direvisi dalam Sistem dan New Zealand AS/NZS 4360:2004; Canada CAN/CSA
1. Pendidikan dan Pengalaman
Manajemen Lingkungan yang sudah diterapkan Q850-97; Jepang JIS Q_2001; Amerika Serikat NFPA 1600 dan PERSYARATANNYA
• Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja minimal 2
sekarang untuk memenuhi persyaratan ISO 14001:2015 tahun dibidang K3 COSO-ERM Integrated Framework; United Kingdom BS 1. Pendidikan dan Pengalaman
2. Memahami perubahan utama ISO 14001:2015 • D3 pengalaman kerja minimal 3 Tahun dibidang K3 6079-3:2000. Dengan adanya berbagai standar manajemen • Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja minimal 2
3. Mampu merumuskan action plan untuk penerapan 2. Foto copy Ijasah terakhir risiko dan konsensus global tentang manajemen risiko, tahun dibidang K3
ISO 14001:2015 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas • D3 pengalaman kerja minimal 3 Tahun dibidang K3
maka International Standard Organization mulai menyusun
4. Mampu melakukan persiapan resertifikasi 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar sebuah standar manajemen risiko, yaitu ISO 31000 Risk 2. Foto copy Ijasah terakhir
ISO 14001:2015 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
Management – Guideline on principles and implementation 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
Rekanan Kerja (bila ada)
MATERI of risk management. Setelah melalui proses voting dan revisi 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
1. Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pencegahan (bila ada) dari semua anggota ISO, standar ini diluncurkan menjadi 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan / Atasan Langsung /
Pencemaran 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja standar internasional. Rekanan Kerja (bila ada)
2. Kasus dan Masalah Lingkungan Hidup 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti sebelumnya
3. Mengapa Mengelola Lingkungan Hidup (bila ada)
TUJUAN
4. Sejarah Pengelolaan Lingkungan Hidup
1. Peserta pelatihan akan mampu memahami Prinsip- 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman kerja
5. Mencegah dan Mengurangi Pencemaran
Prinsip Manajemen Risiko
2. Peserta pelatihan akan mampu memahami kerangka

BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda BKI ACADEMY Solusi Pengembangan Kompetensi Anda
PROGRAM
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL

ISO 45001:2018 - OHS Management System


3 Days Training

DESKRIPSI 4. Overview of ISO 45001:2018


ISO 45001: 2018 – standar internasional baru 5. Action Plan for Implementation
untuk sistem manajemen kesehatan dan 6. Certification Process of ISO 45001:2018
keselamatan kerja telah diterbitkan pada 12 7. Workshop / simulation / case study
Maret 2018 oleh International Organization for
Standardization (ISO). ISO 45001 akan
menggantikan OHSAS 18001, yang telah SIAPA YANG PERLU IKUT
banyak diadopsi bersamaan dengan sejumlah • HSE Dept, Operation/Production Manager,
standar nasional lainnya. Organisasi yang HRD Manager, Training and Development
disertifikasi untuk OHSAS 18001 akan Manager, Management Representative
memiliki tiga tahun untuk bermigrasi ke (MR), Superintendent/Supervisor, Tim
standar baru sebelum OHSAS 18001 ditarik penerapan SMK3 PP No.50: 2012 / ISO
pada bulan Maret 2021 45001:2018, dan semua yang terkait dalam
pengembangan HSE / Keselamatan dan
TUJUAN Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan
• Persyaratan tambahan / perubahan dalam
ISO 45001:2018 bila dibandingkan dengan PERSYARATAN
OHSAS 18001: 2007 1. Pendidikan dan Pengalaman
• Memahami apa dampak dari Annex SL (apa • Pendidikan Sarjana, pengalaman kerja
itu Annex SL dan pengaruhnya dalam semua minimal 2 tahun dibidang K3
Standard Sistem Manajemen) • D3 pengalaman kerja minimal 3 Tahun
• Peserta dapat memahami apa saja yang dibidang K3
perlu direvisi dalam sistem manajemen • SLTA/SMK, pengalaman kerja minimal 5
kesehatan dan keselamatan kerja Anda saat Tahun dibidang K3
ini 2. Foto copy Ijasah terakhir
•Peserta dapat memahami berapa lama 3. Foto copy KTP / Paspor / Kitas
waktu yang dimiliki oleh peserta sebelum 4. Pas Photo ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar
perubahan dari OHSAS 18001 ke ISO 45001 5. Surat Rekomendasi dari Pimpinan /
menjadi mandatory Atasan Langsung / Rekanan Kerja
(bila ada)
MATERI PEMBAHASAN 6. Sertifikat Pelatihan K3 yang pernah diikuti
1. Occupational Health & Safety Introduction sebelumnya (bila ada)
2. Annex SL Appendix 2 and the framework for 7. CV atau Surat Keterangan Pengalaman
the new ISO high level structure kerja dan berpengalaman berlayar (Ijazah
3. Summary of Key Changes between OHSAS ANT/ATT II)
18001:2007 & ISO 45001:2018

BKI ACADEMY Solui Pengembangan Kompetensi Anda

Anda mungkin juga menyukai