Asuhan Keperawatan RDS pada Bayi Ny.K
Asuhan Keperawatan RDS pada Bayi Ny.K
LAPORAN KASUS
Oleh :
Melinda Br Silalahi : 081914029
A. Data Demografi
1. Klien / Pasien
Inisial klien : Bayi Ny. K
Tanggal lahir
: 4 November 2019
Agama
: Islam
Alamat : Semarang
Diagnosa Medis : Respiratoy Distress Syndrom – BBLR- Aterm
2. Orang Tua / Penanggung Jawab
Ibu
Nama : Ny. K
Umur : 41 tahun
Hub. Dengan klien : Ibu
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan
: SMA
Suku
: Jawa
Agama : Islam
Alamat : Lasem, Rembang
Ayah
Nama : Tn. S
Umur : 42 tahun
Hub. Dengan klien : Ayah
Pekerjaan : Nelayan
Pendidikan : SD
Suku
: Jawa
Agama : Islam
Alamat
: Laem, Rembang
B. Riwayat Klien
1. Riwayat Kehamilan
ANC : Ibu klien mengatakan rutin memeriksakan kehamilanya ke bidan,
kemudian di rujuk ke RSUD Rembang untuk mendapatkan penanganan lebih
lanut dikarenakan kehamilan Ny.K bermasalah yaitu janin mengalami fetal
distress
2. Riwayat penggunaan obat – obatan
Ibu rajin minum tablet Fe dengan nilai Hb yang normal.
3. Riwayat persalinan
Usia gestasi
: 33 minggu
BB lahir
: 2160 gram
Jenis Persalinan
: SCTP + MOW
Apgar score
:0-7-9
APGAR- 10
0 1 2 1 menit menit
menit
SCORE
Tak ada < 100 >100 Denyut jantung 0 2 2
Tak ada Tak teratur Baik Pernafasan 0 1 1
Lemah Sedang Baik Tonus otot 0 1 2
Tak ada Meringis Menangis Peka rangsang 0 1 2
Biru/ putih Merah jambu Merah jambu Warna 0 2 2
Ujung2 biru
Total 0 7 9
4. Riwayat alergi
Tidak ada alergi pada ibu klien
C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat penyakit dalam keluarga
Ibu klien mengatakan memiliki penyakit Hipertensi dan Diabetus Mellitus tipe
2
D. Riwayat Penyakit Sekarang
1. Penampilan umum
a. Keadaan Umum
KU baik, bayi bergerak namun kurang aktif
b. Pemeriksaan Tanda – tanda vital
RR : 60x/menit
Suhu : 36.6oC
Nadi : 145x/menit
SpO2 : 98 %
2. Oksigenasi
Klien terpasang alat bantu nafas O2 HFNC dengan FiO2 35% , Flow
6L/menit
Irama nafas : Iegular (tidak teratur)
Kedalaman nafas : dangkal
Penggunaan alat bantu nafas : ada
Penggunaan otot bantu napas : ada otot bantu nafas, tidak ada sianosis,
pernafasan cuping hidung (+)
3. Nutrisi
a. Berat Badan lahir
: 2160 gr
b. Berat Badan Sekarang : 2205 gr
c. Panjang badan
: 47 cm
d. Lingkar kepala
: 30,5 cm
e. Lingkar dada
: 30 cm
f. Jenis nutrisi : Asi Ibu
g. Terpasang OGT
: terpasang OGT no. 5
h. Residu OGT
:-
i. Ada reflek menghisap
4. Cairan
a. Jenis minuman : ASI
b. Turgor kulit
: kembali dengan segera < 2 detik
c. Bibir
: lembab, berwarna merah muda
d. Ubun ubun
: tidak cekung
e. Mata : conjungtiva tidak anemis
f. Kapilary refil : < dari 2 detik
5. Istirahat tidur
a. Status tidur – terjaga : klien tertidur terus, bangun saat terasa lapar, BAB
dan BAK
b. Kualitas tidur : kuat, baik, bayi tidur 16 jam perhari.
6. Aktivitas
a. Gerakan : aktif
b. Tangisan : kuat
c. System Muskuloskeletal: Tonus otot baik, tidak terjadi gangguan
Kuning ikterik
Seluruh kulit
2. Kepala dan leher
- Tengkorak : simetris , tidak ada kelainan
- Warna dan distribusi rambut : hitam
- Kelopak mata : betuk simetris, gerak simetris
- Warna konjungtiva : tidak anemis
- Sklera : ikterik
- Telinga : bentuk simetris, bersih
- Hidung : bentuk simetris, tidak ada serumen, bersih
- Leher : bentuk normal
3. Dada, Paru-paru dan Jantung
- Pengembangan dada simetris, tidak ada retraksi
- Ictus cordis tidak teraba
- suara paru vesikuler
- suara jantung s1 s2 murni
4. Abdomen
- Bentuk simetris
- Tidak terdapat distensi abdomen
- Lambung tympani
- Sudah BAB
5. Alat Kelamin
- Tidak ada kelainan
- Bayi berjenis kelamin perempuan
- Kebersihan terjaga bersih
- Tidak ada kemerahan/iritasi
6. Ekstermitas
- Atas : Simetris kanan dan kiri, lengkap tidak ada kelainan, terlihat bersih,
SpO2 98%, tidak ada oedema. Akral dingin
- Bawah : simetris kanan dan kiri, tidak ada kelainan, terlihat bersih
Gerakan aktif
7. Perkembangan refleks
Bayi memiliki reflek moro yang baik, reflek menggengam ada, refleks
menghisap belum begitu kuat namun sudah bisa, menangis ketika di stimulasi.
F. Pengkajian Psikososial
1. Respon Hospitalisasi
Tidak dapat dikaji
2. Pengetahuan orang tua tentang kondisi bayi
Orang tua klien tahu tentang kondisi klien
3. Kunjungan orang tua terhadap bayi
Ibu menengok bayi 1-2 kali dalam sehari.
4. Interaksi orang tua dan bayi
Klien dengan ibu bertemu 1-2 kali dalam sehari, namun ibu tidak menyusui
klien karena klien masih terpasang OGT.
5. Suasana hati orang tua
Orang tua senang anaknya telah lahir kedunia namun sedikit cemas karena
kondisi anaknya saat ini.
G. Terapi Obat
Obat Dosis Ru Rute
D10%+Na = 13,5 ml, K = 6,7 ml 6ml/jam IV
Ivelip 20% 1 ml/jam IV
Amenosteril 6% 4,5 ml/jam IV
Ca Gluconas 1 ml/12 jam IV
Gentamicin 10 mg/36jam IV
Dopamin 20% 3 mg/kgBB/jam IV
Cefotaxim 110mg/16jam IV
H. Program diit
mg/dl 0-0.30
CRP Kuantitatif / 0.76
HsCRP mg/dl
Catatan : Serum
Ikterik
2. Pemeriksaan Radiologi
Tanggal :9 / 11/ 2019
Klinis : Respiratory Distress Syndrome
Tampak terpasang gastric tube dengan ujung distal pada hemiabdomen kiri
setinggi corpus vertebra L.3
COR : CTR = 42%
Bentuk dan letak jantung normal
PULMO : Corakan vaskular tampak meningkat
Tampak bercak perihiler kiri dan paacardial kanan
Hernidiafragma kanan setinggi costa 9 posterior
Sinus cotofrenikus kanan kiri lancip
ABDOMEN
- Tampak terpasang umbilical catheter dengan ujung oranial setinggi corpus vertebra
Th.10
- Jumlah dan distribusi udara usus normal
- Tak tampak dilatasi dan distensi loop usus
- Tampak udara minimal pada cavum pelvis
- Tak tampak free air
KESAN :
- Cor tak
membesar
- Gambaran neonatal pneumonia
- Abdomen dalam batas normal
J. Daftar Masalah
No Tgl/jam Data focus Ttd
Masalah
1. 11/11/201 DS : -
Ketidakefektifan pola
9
DO : nafas bd
Hiperventilasi
K. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas bd hiperventilasi
2. Ikterik neonatus b.d kesulitan bayi dalam masa transisi kehidupan ekstra
uterin
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intake yang kurang
L. INTERVENSI
N INTERVENSI TTD
OTGL/JAM DP TUJUAN
.
1. 11 / 11 /19 Ketidakefektifan Setelah dilakukan 1. Monitor tanda tanda
pola nafas tindakan keperawatan vital dan warna kulit
11.00 WIB jam 2. Posisikan supinasi
berhubungan dengan selama 3x24
hiperventilasi diharapkan masalah pola 3. Pasang nassal kanul
nafas tidak efektif dapat
bayi
teratasi dengan kriteria 4. Tempatkan bayi baru
hasil : lahir dibawah
penghangatan (dalam
- Bayi bernafas spontan inkubator)
- Nadi dan RR dalam
5. Kaji status pernafasan
rentang normal
6. Timbang BB bayi setiap
- Berat Badan hari
mengalami
7. Berikan informasi
peningkatan kepada keluarga
mengenai perawatan
bayi dengan gangguan
nafas sedang
2 11 /11/ 2019 Ikterik neonatus b.d Setelah dilakukan 1. Observasi tanda-tanda
kesulitan bayi dalam tindakan keperawatan ikterus
11:05 WIB
masa transisi selama 3x24 jam 2. Tempatkan lampu
kehidupan ekstra
diharapkan masalah fototerapi diatas bayi
uterin dengan
ikterik neonates dapat tinggi yang
teratasi dengan kriteria sesuai
hasil : 3. Buka penutup mata
setiap 4 jam atau ketika
lampu dimatikan untuk
- Tidak ada tanda-tanda (bisa dilakukannya)
ikterik kontak (bayi dan)orang
- Konjunctiva normal, tua dan
sklera putih membran
(memungkingkan
mukosa normal. dilakukannya) aktivitas
- Berat badan menyusui.
naikkondisi tidak 4. Timbang berat badan.
lemah (aktif). 5. Dorong pemberian asi 8
- Reflek menghisap kali per hari.
- (menetek) ASI lancer 6. Edukasi keluarga
Kadar bilirubin
Normal : <20 mg/dl. mengenai prosedur dan
perawatan fototerapi.
7. Periksa kadar serum
bilirubin
Catatan : Serum
Ikterik
11/ 11/ 2019 Ketidakseimbangann 1. Mengecek residu pada S:-
utrisi kurang dari OGT klien O:
11.45 WIB
kebutuhan tubuh b.d - Bayi memiliki
intake yang kurang residu pada OGT 5
2. Mengkaji cc
refleks
menghisap dan - Bayi mampu
menelan menghisap namun
tidak kuat
- Diit dalam 24 jam :
8x2cc
2 12/ 11/ 2019 Ketidakefektifan 1. Memonitor tanda tanda S: -
pola nafas vital dan warna kulit
21.00 WIB O:
berhubungan dengan 2. Memposisikan
hiperventilasi supinasi
- S S=36.6oC, RR:
60x/menit, Nadi
3. Menonitor 146x/ menit, warna
pemasangan nasal kulit kuning
kanul pada bayi kemerahan
- Bayi masih
bayi
4. Menempatkan terpasang alat bantu
baru lahir dibawah pernafasan CPAP
penghangatan (dalam
dengan FiO2 21% ,
inkubator)
Flow 2L/menit),
5. Mengkaji status
- Kulit berwarna
pernafasan dan kuning, akral dingin
meposisikan ventilasi - Posisi supinasi dan
yang maksimal pada pemberian ganjal
bayi dengan ganjal pada bahu agar
pada bahu memaksimalkan
ventilasi
12/ 11/ 2019 Ikterik neonatus b.d 1. Observasi tanda-tanda S : -
kesulitan bayi dalam ikterus
21.05 WIB O:
masa transisi 2. Tempatkan lampu
kehidupan
ekstra fototerapi diatas bayi
- Ikterik pada
uterin dengan tinggi yang ekstremitas
sesuai Klien
3. Buka penutup mata -
mendapatkan
setiap 4 jam atau ketika fototerapi
lampu dimatikan untuk -
Bayi tampak
(bisa dilakukannya)
tidak terlalu aktif
kontak (bayi dan)orang bergerak
tua dan
- Bilirubin total
(memungkingkan 24,67 mg/dL
dilakukannya) aktivitas - Bilirubin direk
menyusui. 1,29 mg/dL
4. Timbang berat badan.
5. Dorong pemberian asi - Bilirubin indirek
8 kali per hari. 23,38 mg/dL
6. Periksa kadar serum
-
bilirubin CRP Kuantitatif /
HsCRP 0,76
mg/dL
Catatan : Serum
Ikterik
12/ 11 /2019 Ketidakseimbangann 1. Memonitor residu padaS S : -
utrisi kurang dari OGT bayi
21.10 WIB O:
kebutuhan tubuh b.d
intake yang kurang - Hasil residu
bayi berwarna
kecoklatan ±3ml
- Diit dalam 24
jam : 8x2cc
3 13/ 11/ 2019 Ketidakefektifan 1. Memonitor tanda tanda S:-
pola nafas vital dan warna kulit
21.10 WIB O:
berhubungan dengan
hiperventilasi
- S : 36.4o
C,
- RR: 61x/menit
2. Mengkaji status
- Nadi 166x/
pernafasan dan
menit
meposisikan ventilasi Warna kulit
-
yang maksimal pada kuning
bayi dengan ganjal
kemerahan,
pada bahu -
Terpasang alat
bantu nafas
CPAP dengan
FiO2 21% ,
Flow
2L/menit),
- Posisi supinasi dan
pemberian ganjal
pada bahu agar
memaksimalkan
ventilasi
13/ 11/ 2019 Ikterik neonatus b.d 1. Observasi tanda-tanda S:-
kesulitan bayi dalam
ikterus
21.10 WIB
masa transisi 2. Timbang berat badan.
kehidupan
ekstra 3. Dorong pemberian asi
uterin O:
8 kali per hari.
4. Periksa kadar serum - Ikterik berkurang
bilirubin - Klien sudah tidak
lagi mendapatkan
fototerapi
- Bayi tampak tidak
terlalu aktif
bergerak
Diagnosa
No Tanggal Catatan Perkembangan TTD
Keperawatan
1. 13/11/2019
Ketidakefektifan S:-
pola nafas
23.1 WIB O : Bayi menggunakan alat bantu nafas CPAP
berhubungan
dengan dengan FiO2 21% , Flow 2L/menit),
hiperventilasi
dengan FiO 35% , Flow 6L/menit), S: 36,4 0C, N:
P : Lanjutkan intervensi:
P : Lanjutkan intervensi
3 13/11/2019
Ketidakseimbangan S:-
nutrisi kurang dari
23.30 WIB
kebutuhan tubuh O : Residu pada OGT bayi sudah tidak ada, bayi
b.d telah diberikan program diit pemberian ASI
yang
intake dalam 24 jam 4x5cc dan 5x 7cc,
kuran
g
P : Lanjutkan intervensi