“MAKALAH TENTANG PROPELLER ATAU BALING – BALING
KAPAL BESERTA PENGGUNAANYA ”
Disusun Oleh :
Nama : Rifki Fajar
NPM : 05.2018.1.90373
Mata Kuliah : Tahanan dan Propulsi II
Dosen : Erifive Pranata, S.T., M.T
JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2019
PENDAHULUAN
Definisi Baling – Baling / Propeller
Baling-baling adalah alat penggerak kapal, salah satu bentuknya yang paling
umum ialah baling-baling ulir. Baling-baling ini memiliki daun yang berjumlah dua
atau lebih dengan posisi yang menjorok dari hub atau boss. Daun baling baling
tersebut merupakan bagian yang menyatu atau merupakan bagian yang dapat dilepas
dari dan dipasang pada hub dan merupakan daun yang dapat dikendalikan
(controllable pitch propeller). Sedangkan hub baling-baling ini diposisikan pada poros
agar dapat digerakkan oleh mesin penggerak kapal.
Teori Baling – baling / Propeller
Prinsip kerja mur dan baut (screw & nut) merupakan hal yang mendasari teori
awal balingbaling karena dapat menjelaskan dengan cara yang sangat sederhana. Jika
berdasarkan rumus tersebut hasilnya sangat janggal karena kalau nilai slip tidak ada
maka effisiensi baling-baling 100%. Akibat dari kejanggalan ini maka menimbulkan
munculnya teori baling-baling sesuai dengan berkembangnya waktu atau zaman.
Material Baling – Baling / Propeller
Penggunaan moda transportasi laut dalam hal ini kapal belakangan ini semakin
bertambah intensitas penggunanya karena dianggap cukup efektif sehingga
memberikan dampak juga terhadap bertambahnya material logam yang dipakai
sebagai bahan utama pembuatan balingbaling kapal.
Pada penelitian kali ini material propeller yang digunakan ialah monel atau
nickel alloys. Material ini merupakan campuran logam nikel dengan copper,
manganese, carbon dan sedikit sulfur. Tidak terlalu familiar dipakai sebagai material
propeller dikarenakan kekuatan tariknya yang kecil.
Namun, hal yang paling dibutuhkan dari sifat material propeller yang digunakan
antara lain:
1. Tingkat ketahanan yang tinggi terhadap kelelahan akibat korosi saat di laut.
2. Tingkat ketahanan yang tinggi terhadap erosi akibat kavitasi.
3. Tingkat kekuatan yang tinggi terhadap rasio beban.
MACAM - MACAM PROPELLER
Contra Rotating Propeller
Contra Rotating atau dua propeller
yang dipasang secara berlawanan pada
satu poros pendorong. Dengan
menempatkan baling-baling kedua
(belakang) satu poros pendorong dengan
baling-baling pertama (depan).
Kelebihan:
Baling-baling kedua (belakang) dapSat memulihkan rotasi slip stream yang
disebabkan oleh baling-baling pertama (depan).
Kekurangan:
Jika diaplikasikan pada kapal besar maka poros relatif mempunyai ukuran
lebih panjang.
Jenis Kapal:
Small outboard units yang beroperasi pada putaran 1500 sampai dengan
2000 RPM.
Tandem Propeller
Pengaturan baling-baling
tandem sekali lagi bukan hal baru
konsep propulsi. Mungkin contoh
paling terkenal adalah Turbinia
Parson tempat tiga baling-baling
berada dipasang pada
masing-masing dari tiga
baling-baling untuk mengatasi efek
kavitasi yang disebabkan kerusakan
dorong, Memang, alasan utama
untuk pekerjaan baling-baling
tandem adalah untuk memudahkan situasi pemuatan baling-baling yang sulit namun,
ini kesempatannya relatif sedikit.
Kelebihan:
pada sistem baling – baling jenis ini yaitu untuk penyerapan daya sangat
tinggi sehingga daya yang dikeluarkan dalam jumlah besar dapat terserap
dengan efektif ibandingkan dengan pada saat penggunaan baling – baling
dengan sistem tunggal
Kekurangan:
Kerugian dari pengaturan baling-baling tandem bila diterapkan konvensional
single dan twin-screwships adalah bobot itu dan distribusi aksial dari
baling-baling menciptakan momen lentur besar yang harus direaksikan
terutama oleh bantalan tabung buritan..
Jenis Kapal:
pada kapal niaga seperti kapal kontainer , kapal pengangkut minyak, dll.
Waterjet
Sistem propulsi (penggerak)
waterjet telah menjawab tentang
kebutuhan akan aplikasi sistem
propulsi untuk variasi dari small
high speed crafts. Propulsi jenis
ini adalah memanfaatkan fluida
air untuk mendapatkan gaya
dorong kapal. Prinsip operasi dari
waterjet, air dihisap oleh internal
pump dimana akan terjadi penambahan energi pada air. Kemudian, air tersebut di
semprotkan ke belakang dengan kecepatan yang tinggi. Gaya dorong (Thrust) yang
dihasilkan merupakan hasil dari penambahan momentum yang diberikan ke air. .Pada
saat manuver, kemudi kapal dapat diabaikan karena kapal dapat memutar hanya
dengan mengarahkan outlet pada waterjet sesuai keperluan. Sistem lebih disukai
untuk suatu baling-baling konvensional. Sebab suatu baling-baling konvensional
mengalami cavitation pada kecepatan sangat tinggi berkisar antara 45 knots.
Kelebihan:
1. Kerusakan serta bahaya baling-baling khususnya untuk kapal penyelamat
2. Propulsi waterjet juga sangat menguntungkan jika digunakan pada
perairan dangkal.
Kelebihan:
Efisiensi propulsi jenis waterjet lebih rendah dibandingkan dengan
penggunaan sebuah baling-baling pada kapal.
Jenis Kapal:
Kapal Patroli, atau Kapal Cepat, dll
Azimuth Podded Propulsion System
Jenis propulsion system ini
memiliki tingkat olah-gerak kapal dan
efisiensi yang tinggi, demikian juga
dengan tingkat noise dan cavitation
yang relatif rendah. Saat ini
pengguna terbanyak dari sistem pod
units ini adalah . Pengenalan
teknologi pada aplikasi Pod
Propulsion ini akan membawa
perubahan. untuk penempatan unit
propulsi, yang sedemikian hingga tanpa perlu lagi mempertimbangkan susunan shaft
atau space untuk motor penggerak. Tentu saja, hal ini akan memberikan
kesempatan-kesempatan baru kepada designers kapal untuk membuat rancangan
‘ultimate hullform’.
Kelebihan:
1. Tingkat olah-gerak kapal dan efisiensi yang tinggi
2. Tingkat noise dan cavitationyang relatif rendah
Kekurangan:
jika merapkan sistem ini yakni pada proses pemasangan baling – baling ini
membutuhkan waktu yang cukup lama karena membutuhkan ketelitian yang
sangat tinggi serta biaya pemasangan dan suku cadang yang sangat tinggi
pula.
Jenis Kapal:
Kapal-kapal cruise liner
Cycloidal Propellers
Sistem Cycloidal Propellers juga dikenal dengan
sebutan baling-baling poros vertikal meliputi satu set
verically mounted vanes, enam atau delapan dalam
jumlah, berputar pada suatu cakram horisontal atau
mendekati bidang horisontal. Dengan aplikasi propulsor
jenis ini, maka instalasi kemudi yang terpisah pada kapal
sudah tidaklah diperlukan. Sistem memperlengkapi
dengan rangka pengaman untuk membantu melindungi propulsor tersebut dari
kerusakan-kerusakan yang di sebabkan oleh sumber lainnya.
Kelebihan:
Kemampuan olah gerak dalam mempertahankan posisi kapal
Kekurangan:
Sistem propulsi jenis ini yaitu ada pada roda gigi mekanik yang diaktifkan
secara hidraulik yang perlu dilumasi dengan tempo secara berkala, dibutuhak
roda gigi mekanis yang presisi.
Jenis Kapal:
Sistem propulsi ini sering digunakan pada kapal dengan kecepatan tinggi
seperti patrol ship
Paddle Wheels (Roda Pedal)
Salah satu tipe propulsi mekanik
yang aplikasinya sudah jarang ditemui
saat ini. Seperti namanya, maka Paddle
Wheels ini adalah suatu roda yang pada
bagian diameter luarnya terdapat
sejumlah bilah/sudu-sudu yang
berfungsi untuk memperoleh
momentum geraknya. Ada dua tipe
bilah/sudu yang diterapkan pada
propulsors jenis ini, antara lain : fixed blades dan adjustable blades. Pada fixed blades,
sudu-sudu terikat secara mati pada bagian roda pedal tersebut. Sehingga hasil
momentum gerak dari roda pedal tidaklah begitu optimal. Namun bila ditinjau dari
aspek teknis pembuatannya adalah sangat jauh lebih mudah daripada adjustable
blades. Hal ini disebabkan oleh tingkat kompleksitas konstruksi - adjustable
blades-nya, yang mana harus mampu menjaga posisi blades agar selalu tegak lurus
terhadap arah gerak kapal.
Kelebihan:
kapal yang menerapkan sistem propulsi jenis ini yaitu penerapan instalasi
pada kapal tidak rumit sehingga dapat mengurangi resiko pembangunan
kapal yang cukup lama.
Kekurangan:
Mahal bila diproduksi dibandingkan model propeller pitch biasa.
Jenis Kapal:
Kapal di sungai dengan kecepatan rendah.
Z-Driver Propeller
Z-driver adalah salah satu jenis baling –
baling yang mempunyai fungsi ganda dalam sistem
gerak kapal. Fungsi tersebut yaitu memberikan gaya
dorong pada kapal dan juga mengarahkan gaya
dorong tersebut sesuai arah yang dikehendaki karena
dapat dilihat bentuk propeller ini telah di modifikasi
sedemikian rupa agar dapat berfungsi sebagai baling
– baling dan rudder.
Keuntungan yang dapat dilihat yakni lebih kepada sistem manuver yang
sangat fleksibel dan dapat mencapai sudut elongation yang besar tidak seperti sistem
propulsi konvensional. Kerugian dari tipe baling – baling ini yaitu sistem baling –
baling seperti ini tidak cocok diterapkan pada kapal niaga atau kapal berukuran besar
karena membutuhkan biaya yang cukup banyak pula untuk pemasangan maupun
perawatannya. Sitem baling – baling seperti ini biasa digunakan pada kapal tunda /
tug boat, kapal patroli, kapal ambulance dll.