100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
584 tayangan12 halaman

Metode Token Ekonomi dalam Perilaku

Makalah ini membahas konsep metode token ekonomi untuk modifikasi perilaku, di mana individu diberi token sebagai imbalan atas perilaku yang diinginkan yang kemudian dapat ditukarkan dengan barang atau hadiah. Metode ini didasarkan pada prinsip conditioning reinforcement dengan memberikan token segera setelah perilaku terjadi."

Diunggah oleh

yuliyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
584 tayangan12 halaman

Metode Token Ekonomi dalam Perilaku

Makalah ini membahas konsep metode token ekonomi untuk modifikasi perilaku, di mana individu diberi token sebagai imbalan atas perilaku yang diinginkan yang kemudian dapat ditukarkan dengan barang atau hadiah. Metode ini didasarkan pada prinsip conditioning reinforcement dengan memberikan token segera setelah perilaku terjadi."

Diunggah oleh

yuliyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

       Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan Makalah Modifikasi Perilaku tentang
Token Ekonomi dengan tepat waktu.

      Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Token Ekonomi. Saya juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik dan saran.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.


Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sebagai
penulis maupun orang yang membacanya. Mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan berharap kepada para pembaca
untuk memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

Jakara, 3 November 2019

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perilaku adalah cerminan dari kepribadian seseorang. Perilaku tidak lain
adalah suatu fungsi dan interaksi antara individu dengan lingkungannya.
Perilaku merupakan hal penting dimana banyak hal yang dapat di pengaruhi,
misalnya saja tujuan hidup dari individu itu sendiri. Dalam ruang lingkup
psikologi, perilaku seseorang dapat di ubah sesuai dengan hal yang di
inginkan.
Modifikasi perilaku merupakan salah satu jenis intervensi klinis dimana
perilaku yang dianggap bagus pada individu dapat di tingkatkan serta
perilaku yang dianggap kurang baik dapat di tekan. Banyak metode dalam
intervensi Modifikasi Perilaku yang dapat di gunakan. Salah satu metode
yang sering di gunakan adalah metode token ekonomi. Bagaimana
sebenarnya metode ini sehingga banyak di gunakan?

B. Fokus Masalah
Berdasarkan pemaparan singkat dari latar belakang di atas, dapat di lihat
bahwa fokus masalah pada makalah ini adalah “Bagaimana konsep Metode
Token Ekonomi yang marak digunakan?”

C. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk melihat bagaimana
Bagaimana konsep Metode Token Ekonomi.

2
BAB II

TOKEN EKONOMI

A. Pengertian
Martin dan Pear (1996) memaparkan bahwa token ekonomi adalah
sebuah program dimana sekelompok individu bisa mendapatkan token untuk
beberapa tingkah laku yang diharapkan muncul, dan token yang dihasilkan
bisa ditukar dengan sesuatu yang di anggap subjek sebagai hal
menyenangkan. Token ekonomi di buat berdasarkan prinsip conditioning
reinforcement. Conditioning reinforcement adalah stimulus yang tdak secara
langsung menguatkan tingkah laku, namun stimulus tersebut bisa menjadi
penguat jika dipasangkan dengan reinforcer lain.
Susanti (2012) mendefinisikan token ekonomi sebagai salah satu bentuk
pemberian imbalan sebagai penguat secara simbolik. Dalam hal ini subjek
diberikan motivasi dan reinforcement berupa imbalan. Subjek akan diberikan
imbalan apabila subjek bisa melakukan sesuai dengan target yang telah
disepakati. Kazdin (Nurmawati, 2013) berpendapat bahwa token ekonomy
merupakan penerapan operant conditioning dengan mengganti hadiah
langsung dengan sesuatu yang dapat ditukarkan kemudian. Disebut operant
karena memberikan perlakuan terhadap lingkungan yaitu berupa hadiah
kepada tingkah laku.
Nurwanti (2013) menambahkan bahwa hadiah atau ganjaran ini dapat
digolongkan kepada yang primer (yaitu yang berupa makanan, uang, alat-
alat permainan, dan benda-benda nyata lainnya) dan yang bersifat
sekunder (yaitu yang bersifat pujian dari masyarakat, perhatian dan
perasaan terkenal). Dengan adanya hadiah, perilaku akan terus berulang
atau muncul. Token ekonomy merupakan salah satu contoh dari perkuatan
ekstrinsik yang menjadikan seseorang melakukan sesuatu untuk diraihnya
yakni dapat meningkatkan perhatiannya baik dari tingkat intensitas maupun
dari tingkat validitas, tujuannya adalah mengubah motivasi yang ekstrinsik
menjadi motivasi yang instrinsik, dengan cara ini diharapkan bahwa
perolehan tingkah laku yang diinginkan dapat menjadi ganjaran untuk
memelihara tingkah laku yang baru.

3
Purwanto (2012) mengartikan token ekonomi atau tabungan kepingan
sebagai salah satu metode modifikasi perilaku dengan cara pemberian
kepingan (Tanda) sesegera mungkin setiap kali setelah perilaku-perilaku
yang di harapkan muncul. Kepingan-kepingan ini yang nantinya dapat di
tukarkan dengan benda atau fasilitas tertentu yang diinginkan subjek. Benda
yang di tukarkan itu yang sering disebut dengan pengukuh idaman dari
target. Salah satu contoh dari token ekonomi adalah Ibu-ibu yang berbelanja
di toserba dengan kelipatan tertentu. Kelipatan tertentu itu dapat beberapa
kupon dan jumlah kupon tertentu dapat di tukarkan dengan gelas cantik
yang motif dan modelnya dapat di pilih sendiri.

B. Prinsip-prinsip Token Ekonomi


Token ekonomi merupakan prosedur untuk meningkatkan, mengajar,
mengurangi, dan memelihara berbagai perilaku. Token ekonomi
dicadangkan untuk menangani perilaku-perilaku yang tidak mempan dengan
program lain. oleh karena itu perencanaan dalam metode ini harus cermat.
Salah satu prinsip yang harus diperhatikan oleh pengembang adalah
berkaitan dengan token atau kepingan itu sendiri. Kazdin (Purwanto, 2012)
menjelaskan bahwa meski jenis dan ukuran dari token berbeda-beda tapi
karakteristik harus dimiliki oleh semua kepingan yaitu dapat dilihat jelas,
dapat diraba dan dapat dihitung.
Selain berhubungan dengan tokennya, Walker ( Purwanto, 2012)
menjelaskan bahwa dalam token ekonomi terdapat beberapa elemen pokok.
Elemen tersebut adalah:
1. Lingkungan dapat dikontrol, maksudnya adalah pelaksanaan program
pada lingkungan yang menimbulkan perilaku dapat diprediksi dan
dikendalikan.
2. Sasaran perilaku harus spesifik. Maksudnya adalah sasaran perilaku
harus di deskripsikan dengan jelas.
3. Tujuan dapat terukur.
4. Bentuk benda yang di jadikan token harus jelas.

4
5. Kepingan sebagai hadiah dengan kualitas yang baik dan benar-benar di
inginkan agar makna hadiah dapat terpenuhi.
6. Sesuai dengan perilaku yang di inginkan
7. Kepingan memiliki makna sebagai pengukuh

C. Prosedur
Langkah-langkah Implementasi Token Economy
1. Menentukan Perilaku Target
Semakin homogen individu kelompok yang akan dikenai token
economy, maka akan semakin mudah menstandardisasikan aturan-
aturan yang berlaku dalam token economy.
2. Mencari Garis Basal
Yakni memperoleh data sebelum melakukan penanganan,
biasanya melalui pengamatan selama dua minggu terhadap perilaku
target. Sesudah program dimulai, kita bisa membandingkan data dengan
data yang diperoleh saat menentukan garis basal, sehingga dapat
menentukan efektivitas program.
3. Memilih Back up Reinforcer
Perlu diperhatikan bagaimana karakteristik peserta program dan
apa saja ikira-kira barang yang dibutuhkannya. Barang yang menjadi
pengukuh pendukung haruslah barang yang dapat digunakan atau
consumable. Perlu diperhatikan pula tempat penyimpanan, dan dana
yang dibutuhkan untuk melaksanakan program.
4.  Memilih Tipe Token Yang Akan Digunakan
Secara umum, tipe token haruslah menarik, ringan, mudah
dipindahkan, tahan lama, mudah dipegang, dan tidak mudah dipalsukan.
Beberapa contoh yaitu stiker, keping logam, koin, check-mark,
poin, poker chip, stempel yang dicap di buku, tanda bintang, kartu, dll.
5. Mengidentifikasi Sumber-sumber Yang Bisa Membantu
Beberapa sumber yang bisa membantu adalah staf, relawan,
mahasiswa, residen, orang yang akan dikenai token itu sendiri.
6. Memilih Lokasi Yang Tepat.
Token dapat diberikan dimana saja, asal diberikan setelah
perilaku target muncul.

5
7.  Menyiapkan Manual / pedoman Token Economy Pada Klien Dan Staf.

Ada suatu prosedur spesifik dalam penerapan program token economy


1. Perlu diperhatikan bagaimana cara penyimpanan data, kertas data
yang akan digunakan, siapa dan bagaimana data itu akan dicatat.
2. Siapa yang akan memberikan pengukuh atau agen pengukuh
(reinforcing agent), dan untuk perilaku apa.
3. Menentukan jumlah token yang bisa didapat pada setiap perilaku.
Pemberian token dapat mulai dikurangi bila perilaku target telah
terbentuk.
4. Menyusun prosedur dan menentukan jumlah token untuk
memperoleh back up reinforcer. Pada awal program, frekuensi
penyediaan pengukuh pendukung harus cukup tinggi, lalu berkurang
secara bertahap.
5.  Berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya [Link]
kemungkinan hukuman bersyarat (possible punishment contingencies).
Klien membayar dengan token bila ia melakukan tindakan
kontraproduktif.
6.  Memastikan bahwa tugas yang harus dilakukan staf sudah jelas, dan
pemberian pengukuh pada staf.
7.  Membuat rencana untuk menghadapi kemungkinan masalah yang
akan timbul. Masalah yang biasa timbul antara lain, kebingungan,
kekurangan staf, peserta merusak token, dan lain-lain.

D. Aturan dalam Implementasi Token Ekonomi


Ada beberapa aturan yang harus di perhatikan dalam implementasi token
ekonomi. Soetarlinah Soekadji (Purwanto, 2012) mengemukakan beberapa
aturan, yaitu:
1. Hindari penundaan karena token harus segera di berikan setelah
perilaku muncul.
2. Pemberian token secara konsisten karena akan mempercepat
peningkatan perilaku sasaran.

6
3. Memperhitungkan pengukuh dengan harga token. Dalam perencanaan
perlu dipertimbangkan banyaknya kepingan yang akan diterima cukup
untuk ditukar dengan pengukuh idaman.
4. Persyaratan atau aturan harus jelas.
5. Pengukuh harus dicocokkan macam dan kualitasnya dengan situasi dan
kondisi subjek.
6. Kelancaran pengadaan pengukuh idaman harus di perhatikan
7. Memperhitungkan efek terhadap orang lain misalkan saudara subjek
yang iri.
8. Pentingnya kerja sama subjek
9. Kombinasi dengan prosedur lain
10. Pentingnya memperhatikan penundaan serta pentingnya follow up.

E. Kelebihan dan kelemahan


Kelebihan token Ekonomi:
1. Mereka dapat diberikan segera sesudah suatu perilaku yan diinginkan
terjadi dan dipertukarkan di waktu mendatang dengan backup
reinforcers. Dengan demikian mereka dapat dipakai untuk menjembatani
penundaan yang sangat panjang antara respon target dengan back up
reinforcers, yang sangat penting ketika situasinya tidak praktis/ mustahil
untuk memberikan backup reinforcers sesudah perilaku.
2. Token mempermudah untuk mengatur penguat-penguat yang konsisten
dan efektif ketika menangani sekelompok individu.

Kelemahan Token ekonomi:


1. Kurangnya pembentukan motivasi reinforce, karena token merupakan
dorongan dari luar diri.
2. Dibutuhkan dana lebih banyak untuk penyediaan pengukuh pendukung/
back up reinforce.
·          

7
BAB III

CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN

A. CONTOH KASUS

JURNAL SAINS DAN PRAKTIK PSIKOLOGI 2013, Volume I (1), 37 – 47

Penerapan token ekonomi untuk meningkatkan atensi dalam mengerjakan


tugas pada anak ADHD

Berdasarkan studi awal di sekolah ketika pelajaran sedang berlangsung,


anak dengan ADHD tidak mendengarkan apa yang disampaikan guru. Saat di
ajak bicara, dia seolah-olah tidak memperhatikan dengan melihat kekanan, ke
kiri atau bahkan menunduk. Perhatian anak ADHD juga mudah beralih dan
hanya bisa bertahan 5-10 menit seperti ketika sedang menulis lalu tiba-tiba
terdengar temannya bicara, ia langsung melihat kearah temannya tersebut dan
menghentikan kegiatan menulisnya. Dia juga sering terlihat “bengong”,saat
diberitahu apa yang harus dikerjakan dan sesekali terlihat menggangguk-
anggukkan kepalanya, meskipun tidak bisa mengerjakan apa yang
diperintahkan. Selain itu anak juga mudah lupa, ketika ditanya tadi belajar apa,
subyek mengatakan “tidak tahu” dan “lupa”. Diajuga tidak mengerjakan tugas
yang diberikan guru sampai selesai dan sering jalan-jalan ketempat duduk
temannya ketika pelajaran berlangsung dan tidak pernah duduk tenang.

Subyek dalam penelitian ini adalah 2 (dua) orang anak laki-laki yang
sama-sama berusia 8 tahun dan duduk di kelas 1 SD, yang diidentifikasi
mengalami gangguan ADHD sesuai kriteria DSM-IV. Variabel dan instrumen
pengumpulan data Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah token ekonomi
dan variabel terikatnya adalah atensi dalam mengerjakan tugas. Sedangkan
instrumen pengumpulan data menggunakan metode observasi yaitu dengan cara
mengamati perilaku yang menjadi sasaran dalam penelitian ini. Pengamatan
dilakukan sebelum dan selama intervensi dilaksanakan. Untuk
baseline,pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch untuk mencatat

8
waktu atau durasi dalam satuan menit yaitu berapa lama subyek bisa
memusatkan perhatian pada kedua mata pelajaran tersebut. Setiap hari
dilakukan satu kali observasi untuk satu mata pelajaran ketika belajar di kelas,
peneliti mengamati sekaligus mencatat berapa lama subyek bisa memusatkan
perhatian pada tugas yang diberikan. Dalam fase intervensi, pengumpulan data
juga dilakukan dengan mencatat waktu berapa lama subyek bisa fokus dan
kemudian diberikan token apabila subyek bisa fokus sesuai waktu yang
ditentukan.

Prosedur penelitian dimulai dengan menentukan dan memilih subyek


yang sesuai dengan karakteristik subyek penelitian yaitu anak [Link]
meminta persetujuan dan kesediaan subyek dan pihak lain yang bertanggung
jawab terhadap subyek, seperti guru dan orangtua. Dalam penelitian ini guru
dilibatkan pada penerapan teknik token ekonomi yang akan dilakukan lebih
kurang selama tiga minggu yang terdiri dari 16 sesi. Sesi intervensi dibagi
menjadi dua yaitu delapan sesi untuk mengerjakan tugas matematika dan
delapan sesi untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Sebelum sesi
intervensi, dilakukan pengukuran(baseline) selama delapan hari untuk mengukur
atensi subyek ketika mengerjakan tugas tanpa token lalu dibandingkan dengan
sesi intervensi (diberikan token). Peneliti juga mengadakan kontrak dengan
subyek dan memberitahu tentang perilaku apa yang diharapkan dari subyek
serta mengkomunikasikan kepada subyek bagaimana caranya untuk
mendapatkan token.

Pada tahap pelaksanaan intervensi, subyek diberikan tugas pada dua


mata pelajaran yang berbeda yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia. Tugas
yang diberikan berupa tugas individu yang dikerjakan sendiri. Kemudian peneliti
melakukan pengamatan dan menghitung/mencatat berapa lama subyek dapat
memusatkan perhatian pada tugas ketika mendapatkan perlakuan. Atensinya itu
dilihat dari subyek mengerjakan tugas dengan tetap duduk ditempat duduknya
dan tidak beralih pada aktivitas atau kegiatan lain. Subyek diberitahu bahwa
akan mendapatkan token jika bisa memusatkan perhatian lebih dari 10 menit
karena dari hasil observasi awal, subyek hanya bisa memusatkan perhatian 5
-10 menit. Peneliti juga membuat catatan berapa kupon yang didapat subyek

9
setiap harinya dan mengatur harga untuk hadiah yang akan ditukar dengan
kupon.

Dari keseluruhan hasil penelitian mengenai“Penerapan Token Ekonomi


untuk Meningkatkan Atensi dalam Mengerjakan Tugas pada Anak ADHD” maka
dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik token ekonomi dapat meningkatkan
perhatian dalam mengerjakan tugas pada anak ADHD, yang berarti kemampuan
anak dalam memperhatikan lebih lama dibandingkan sebelum mendapatkan
intervensi melalui teknik token ekonomi.

Dalam mengerjakan tugas terdapat adanya peningkatan pada kedua


subyek FK dan [Link] ini terlihat dari perubahan antara baseline dengan hasil
intervensi. Untuk FK, selama intervensi atensinya bisa mencapai 24.11 menit
untuk pelajaran bahasa Indonesia. Jika dibandingkan pada kedua mata pelajaran
yaitu bahasa Indonesia dan matematika, peningkatan perhatian FK lebih baik
pada mata pelajaran bahasa Indonesia karena FK lebih menyukai pelajaran
bahasa Indonesia dibandingkan dengan matematika atau berhitung. Sedangkan
untuk subyek FL, selama intervensi atensinya bisa mencapai 25 menit 10 detik
dalam mengerjakan tugas matematika. Jika dibandingkan pada kedua mata
pelajaran yaitu bahasa Indonesia dan matematika, peningkatan perhatian FL
lebih baik pada mata pelajaran matematika karena FL lebih cepat dalam hitung-
hitungan namun paling malas ketika harus menulis seperti melengkapi kalimat
atau mengisi titik-titik. Begitu juga setelah intervensi, subyek FK dan FL masih
menunjukkan atensi yang relatif stabil seperti ketika pengukuran saat intervensi
(15-22 menit).

10
11
DAFTAR PUSTAKA

Nurmawati, E. 2013. Penerapan metode modifikasi perilaku Token Economy


untuk mengurangi Conduct Disorder. Procedia Studi Kasus dan Intervensi
Psikolog. Vol 1 (1), 31-35.

Purwanta, E. 2012. Modifikasi Perilaku. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Susanti, E. 2012. Meningkatkan keterampilan menganyam sarang ketupat


Melalui teknik token ekonomi pada anak tunagrahita ringan Di smp
perwari padang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus. Vol 1 no. 3, 273-283.

Mulyani, Rila Rahma, 2013 . Penerapan token ekonomi untuk meningkatkan


atensi dalam mengerjakan tugas pada anak ADHD. Jurnal Sains Dan
Praktik Psikologi 2013, Volume I (1), 37 – 47.

12

Anda mungkin juga menyukai