5.4.
3 Penentuan Fasilitas Produksi
Penentuan fasilitas produksi pada praktikum pembuatan boneka danbo didasarkan
pada hal berikut ini yaitu :
a. Perencanaan lokasi pabrik atau produksi
Dalam perencanaan lokasi pabrik ini dilakukan pemilihan lokasi pabrik secara
tepat untuk memproduksi suatu produk. Pemilihan lokasi pabrik perlu
diperhatikan dalam menentukan hal seperti letak lokasi untuk dibangun
sebuah pabrik apakah pabrik tersebut dengan lokasi bahan baku, konsumen,
persediaan seperti air,listrik, transportasi. Hal ini diperlukan untuk operssi
proses produksi agar berjalan dengan lancer, biaya dalam operasional yang
rendah, dan menghasilkan keuntungan yang besar sehingga bisa dilakukan
perluasan pabrik. Setelah melihat hal-hal tersebut dalam perencanaan lokasi
pabrik, maka pabrik danbo ini direncanakan berada di Provinsi Kalimantan
Timur kota Balikpapan.
b. Perencanaan tata letak pabrik
Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang
meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat peralatan, tempat penyimpanan
bahan baku dan produk, dan sarana lain seperti utilitas, taman,toilet dan
tempat parkir. Berikut ini adalah perencanaan tata letak pabrik pembuatan
boneka danbo :
Ruang Lantai Produksi
Ruang produksi merupakan tempat seluruh kegiatan produksi sebagai
lalu lintas pekerja, bahan baku telah tersedia disana, dan dalam
pembuatan boneka danbo kegiatan produksi dibagi lagi dalam
beberapa stasiun yaitu stasiun desain, stasiun pemotongan, stasiun
pelipatan, stasiun perakitan dan stasiun quality control.
Locker Room
Locker Room adalah ruangan di lantai produksi yang mencakup ruang
ganti dan tempat penyimpanan pakaian baik pakaian yang dikenakan,
pakaian rumah maupun pakaian kerja para karyawan sebuah
perusahaan atau pabrik. Letak ruang
ganti berada tidak jauh dari lantai produksi, sehingga mudahdijangkau.
Locker room dipisah antara laki-laki dan perempuan.
Office Room
Office Room adalah ruangan yang dipakai untuk para pekerja yang
bekerja sebagai staff khusus dikantor.
Kantin
Kantin sebagai tempat para staff karyawan dan pekerja untuk
beristirahat dan makan.
Mushola
Sebagai tempat untuk karyawan atau pekerja yang beragama islam
dalam melaksanakan ibadah sholat.
Toilet
Berada di lantai produksi sebagai tempat untuk memudahkan para
pekerja dan operator dalam kebutuhannya akan kamar kecil baik cuci
muka, buang air besar maupun buang air kecil. Toilet dibagi 2 yaitu
toilet untuk laki-laki dan toilet untuk perempuan.
Gudang
Sebagai tempat penyimpanan barang yang sudah jadi atau boneka
danbo.
5.4.4 Layout Lantai Produksi
Berikut ini adalah layout lantai produksi pada pembuatan boneka danbo :
pintu
pintu
Stasiun Stasiun Stasiun
Desain Pemotongan Pelipatan
Stasiun Stasiun
Quality Perakitan
Control
5.4.5 Material Handling
Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang
dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang
setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan.
Memindahan bahan baku dalam hal ini yaitu cara yang tepat dan baik untuk
memindahkan bahan baku ini dari tempat produksi yang satu ke tempat produksi
lainnya. Memindahkan bahan baku pada praktikum pembuatan danbo ini dimulai dari
kertas pola yang telah didesain dan di print dibawa oleh kanban dilakukan
pemindahan bahan baku atau kertas pola danbo secara manual dengan kegiatan
pengantaran benda (Caryying Task) ke stasiun pelipatan setelah kertas pola danbo
dilipat, kemudian dibawa oleh kanban dilakukan pemindahan bahan baku atau kertas
pola danbo secara manual dengan kegiatan pengantaran benda (Caryying Task) ke
stasiun perakitan, setelah dirakit danbo dibawa oleh kanban dilakukan pemindahan
bahan baku atau kertas pola danbo secara manual dengan kegiatan pengantaran benda
(Caryying Task) ke stasiun quality control dan setelah danbo dipastikan telah benar-
benar baik dan tidak ada kerusakan atau kecacatan selama proses pengecekan danbo
dibawa ke meja atau bisa disebut gudang dan dibawa oleh kanban dilakukan
pemindahan bahan baku atau kertas pola danbo secara manual dengan kegiatan
pengantaran benda (Caryying Task). Dalam pengantaran benda atau danbo ini tidak
diperlukan ongkos penanganan material karena pemindahan bahan tersebut tidak
mencakup jenis alat karena bahan dibawa kanban dengan kegiatan pengantaran benda
(Caryying Task) dan jarak yang ditempuh tidak sampai 1 km.
5.4.6 Penentuan Jumlah Exhaust Fan
Dalam menjaga kondisi atmosfer dalam ruangan dapat digunakan exhaust fan sebagai
alat bantu, untuk mendapatkan penggunaan exhaust fan secara efisien dibutuhkan
perhitungan mengenai jumlah yang dibutuhkan oleh ruangan tersebut. Lantai
produksi pada pembuatan boneka danbo memiliki dimensi 25 m× 26 m× 4,2 m dengan
kapasitas sedot sebesar 34 m 3 /menit dan waktu sirkulasi adalah 10 menit. Berikut ini
merupakan penentuan jumlah exhaust fan pada ruangan :
V
N=
kapasitas sedot ×waktu sirkulasi
25 ×26 × 4,2
N=
34 × 10
2730
N=
340
N=8,029≈ 9 Exhaust Fan
5.4.7 Rekap Fasilitas Lantai Produksi
Berikut ini adalah tabel rekap fasilitas yang berada di lantai produksi, bagian yang
tidak termasuk lantai produksi seperti kantin, office room, mushola,taman, dan lain-
lain.
Tabel Rekap Fasilitas Lantai Produksi
Fasilitas Jumlah
Toilet 2
Locker Room 2
Storage 1
flow process chart (peta aliran proses) merupakan suatu peta yang memperlihatkan
semua aktivitas proses produksi seperti transportasi, pemeriksaan, operasi,
penyimpanan dan terdapat analisis untuk waktu yang dibutuhkan setiap aktivitas dan
jarak perpindahan. Peta aliran proses ini digunakan ketika untuk mengetahui aliran
bahan masuk serta prosesnya hingga aktivitas barang tersebut berakhir.
operation process chart (peta proses operasi) adalah peta yang menggambarkan
langkah-langkah proses dalam mengerjakan material mengenai kegiatan operasi dan
pemeriksaann. Peta proses operasi ini digunakan untuk mengetahui kebutuhan
mesin, menentukan tata letak pabrik, dan untuk memperkirakan kebutuhan dari bahan
baku yang di produksi.
karena peta proses operasi pada peta ini mencakup keseluruhan proses operasi kerja
sesuai dengan simbol dari urutan-urutan kerja karena ini merupakan peta kerja
keseluruhan, menggambarkan langkah-langkah operasi dan pemeriksaan yang
dialami bahan dalam urut-urutan sejak awal sampai menjadi produk jadi utuh maupun
sebagai bagian setengah jadi.
karena dalam peta kerja setempat menyangkut hanya satu sistem kerja saja yang
biasanya melibatkan orang dan fasilitas seperti peta manusia-mesin yang
menunjukkan hubungan waktu kerja antara siklus kerja operator (pekerja) dan siklus
operasi dari mesin atau fasilitas kerja lainnya yang ditangani oleh pekerja tersebut.
mempergunakan metode work sampling ketika mengadakan sejumlah besar
pengamatan terhadap aktivitas kinerja dari mesin, proses atau pekerja/operator dan
mempergunakan metode stop-watch time study ketika mengerjakan tugas-tugas
tertentu yang spesifik, dengan ketentuan kualitasdan kemampuan kerja dari operator
yang cukup serta dengan tempo kerja normal