0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan13 halaman

Penyuluhan Penyakit Lupus untuk Masyarakat

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan mengenai penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus). Dokumen tersebut membahas tentang tujuan, metode, sasaran, dan tahapan pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengertian, gejala, dan pencegahan penyakit SLE.

Diunggah oleh

azharia syafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan13 halaman

Penyuluhan Penyakit Lupus untuk Masyarakat

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan mengenai penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus). Dokumen tersebut membahas tentang tujuan, metode, sasaran, dan tahapan pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengertian, gejala, dan pencegahan penyakit SLE.

Diunggah oleh

azharia syafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan tugas


mata kuliah KMB II

Oleh
YELVI NADIA WATI : (181211465)
INNAFIL JANNATI : (181211439)
NOFIRA SARI : (181211445)
DEWI MOUREEN : (181211429)
HERU SEPTIADI : (181211436)
SINDY FEBRI LASARI : (181211456)
KENI FHADILAH : (181211441)
ULVA MARDILA PUTRI : (171211369)
RODRIGO ARRAYA : (181211453)
TIARA AYU FANNY : (181211429)

Kelas 1.B

Dosen pengampu

Ulvi Mariati, [Link], [Link]

PROGRAM STUDI S.1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MERCUBAKTIJAYA PADANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN

[Link] SITUASI
Kebanyakan masyarakat kurang mengerti akan penyakit SLE (Systemic
Lupus Erythematosus ). Oleh karna kami selaku mahasiswa STIKes
MERCUBAKTIJAYA PADANG akan melakukan penyuluhan tentang SLE.

B. PERMASALAHAN MITRA
faktor yang menyebabkan seseorang beresiko terkena penyakit
SLE (Systemic Lupus Erythematosus) atau Lupus, diantaranya :
1. Faktor genetik/keturunan : kemungkinan 10% seseorang terkena lupus jika
ada anggota keluarganya yang menderita lupus (orangtua, kakak adik).
2. Stress yang berlebihan, karena mempengaruhi peningkatan hormone
kortisol, dan memicu disregulasi imun.
3. Obat-obatan antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin).
4. Lupus banyak diderita wanita subur, sehingga diduga hormon estrogen
turut berpengaruh.
5. Paparan sinar matahari (ultraviolet) yang berlebihan.
6. Infeksi virus (infeksi cytomegalovirus (CMV), Hepatitis C, Epstein Barr)
BAB II
SOLUSI DAN TERGET LUARAN

A. SOLUSI
Penyakit ini memang belum banyak dikenal orang. Seabad lalu, penyebab
penyakit ini diperkirakan adalah karena faktor keturunan, selain faktor hormon
dan lingkungan (seperti stres, sinar matahari, infeksi,makanan dan obat-obatan).
Namun, kini disimpulkan para ahli bahwa penyebab dari penyakitLupus adalah
bukan merupakan penyakit keturunan. Penyakit Lupus tidak diturunkan, hanya5-
10% pasien Lupus yang diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar (90%) pasien
Lupustidak mempunyai saudara ataupun orangtua yang juga sakit Lupus. Penyakit
Lupusmenyerang hampir 90% perempuan. Organisasi Kesehatan Dunia atau
WHO mencatat jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia dewasa ini
mencapai lima juta orang.

B. TERGET LUARAN

1. Evaluasi struktur
Lupus dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan/serigala”. Istilah ini mulai
dikenal sekitar satu abad lalu. Hal ini disebabkan penderita penyakit.

2. Evaluasi proses
Pada penderita penyakit lupus,antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh
jaringan dengan dua cara yaitu :.-
1. Pertama,antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh,
seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur.
Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau
anemia. -
2. Kedua,antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang
pembentukan antibodi),membentuk ikatan yang disebut kompleks imun,
yaitu gabungan antibodi dan antigenmengalir bersama darah, sampai
tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.
3. Evaluasi hasil
Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan
sinar mataharisecara langung dan berkelebihan. Selain itu anda juga harus
berganti pola hidup andadenganpola hidup sehatseperti olah raga yang teratur
mengganti menu makanan andadengan di banyaki sayuran dan buah-buahan.
Dalam makanan sendiri anda juga harusmemperhatikan kandungannya, untuk
lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yangmengandung banyak vitamin D
dan protein.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. METODE PELAKSANAAN
Berdasarkan pembahasan yang diuraikan diatas secara umum dapat
disimpulkan bahwa metode pelaksanaan yang digunakan yaitu metode
penyuluhan langsung.
B. Pengorganisasian
1. Moderator :yelvi nadia wati
2. Penyuluhan :nofira sari
3. Fasilitator : -heru septiadi
-sindy febrilasari
-rodrigo arraya
-Kenni fhadillah
-Dewi moureen
-innafil jannati
4. Observer :- tiara ayu fanny
-Ulva mardila putri

C. SETING TEMPAT
Berdasarkan pembahasan yang diuraikan diatas secara umum dapat
disimpulkan bahwa setting tempat pada satuan penyuluhhan SLE (Sistemick
lupus ertymatosus) itu dapat di lakukan dengan kolaborasi dengan kader
masyarakat setempat di linkunnganya exc: lingkunngan komplek di rumah kader
atau pun di posyandu.

D. KEGIATAN PENYULUHAN
Dalam pelaksanaan penyuluhhan pada masyarakat/klien , diharapkan untuk
meninggkat pelayanan mutu kualitas pelayanan saran dan prasarana kesehatan
dengan baik dalam melakukan tindakan keperwatan berdasarkan prosrdur yang
telah di tentukan serta telah sesuai dengan satuan tuntunan acara penyuluhhan
yang telah di susun dan di rencanakan secara sistematis.
BAB IV
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : SLE (sistemic lupus erythematosus)


Sasaran : Masyarakat
Tempat : Puskesmas Nanggalo, Siteba Padang
Tanggal : 03 juni 2020
Waktu : 09:15 WIB

A. Tujuan umum
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Penyakit Lupus.

B. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit tentang Lupus
diharapkan Masyarakat dapat:
A. Menyebutkan pengertian Lupus
B. Menyebutkan penyebab Lupus
C. Menyebutkan tanda dan gejala Lupus
D. Menjelaskan pencegahan Lupus
E. Menyebutkan pengobatan/penatalaksanaan Lupus

C. Metode
A. Ceramah
B. Tanya jawab

D. Media/alat
A. PPT
E. Materi
Terlampir

F. Kegiatan penyuluhan
No Tahapan dan waktu Kegiatan pembelajaran Kegiatan masyarakat
1. Pembukaan (5’) 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan
umum
2. Kegiatan inti (10’) 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan
pengertian Lupus 2. Memperhatikan
2. Penjelasan penyebab 3. Memperhatikan
penyakit Lupus 4. Memperhatikan
3. Menjelaskan tanda dan 5. Memperhatikan
gejala Lupus
4. Menjelaskan cara
pencegahan penyakit
Lupus
5. Menjelaskan cara
penanganan penyakit
Lupus

3. Penutup (5’) 1. Mengajukan beberapa 1. menjawab


pertanyaan 2. Memperhatikan
2. Merangkum 3. menjawab
hasil/kesimpulan materi
3. Salam penutup

G. Kriteria Evaluasi
A. Apakah yang dimaksud dengan penyakit Lupus?
B. Jelaskan cara masuk dari antibody yang berlebihan kejaringan tubuh?
C. Sebut dan jelaskan tanda dan gejala dari penderita Lupus?
BAB V
LAMPIRAN MATERI
SLE ( sistemic lupus erithrmatosus )

1. pengertian Lupus
Lupus dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan/serigala”. Istilah ini mulai
dikenal sekitar satu abad lalu. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada
umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi
yang serupa di pipi serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit Lupus dalam ilmu
kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika
penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam
ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kan
keratau HIV/AIDS. Pada Penyakit Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap
rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibody atau
semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuhsendiri.
Dengan demikian, Penyakit Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit
dengan kekebalan tubuh berlebihan). Pada penderita penyakit lupus, antibodi yang
berlebihan ini, bisa masuk keseluruh jaringandengan duacara yaitu:

1. Pertama, anti bodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh,
seperti pada sel- sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur.
Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau
anemia.
2. Kedua, anti bodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang
pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut komplek simun,
yaitu gabungan anti bodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai
tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.

Gejala Lupus dapat terjadi dari ringan sampai berat. Gejala pada sebagian
Odapus cukup ringan. Sedangkan bagi yang lainnya, lupus bisa menjadi masalah
serius dan dapat berakibat fatal bahkan mengancam kelangsungan hidupnya. Pada
kasus satu penyakit ini bisa membuat kulit seperti ruam merah yang rasanya
terbakar (lupus DLE). Pada kasus lain ketika system imun yang berlebihan itu
menyerang persendian dapat menyebabkan kelumpuhan (lupus SLE).

2. Tanda dan Gejala Lupus


Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :
Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulny agangguan
pencernaan.
A. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) [Link] kulit,
akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-
kupu. Kadang disebut (butterfly rash).Namun ruam merah menyerupai
cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang
bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah
terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh
penyakit LUPU Sini Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang
berlebihan

B. Penyebab Lupus

1. Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi
penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai
keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5%
bayi yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar
identik, kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar
tersebut.
2. Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya
:infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan
penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat
tertentu.
3. Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih sering
terkena penyakit lupus dibandingkan dengan laki-laki. Meningkatnya
angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau
selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon, khususnya
ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi hingga
kini belum diketahui jenis hormone apa yang menjadi penyebab besarnya
prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan
meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.

4. Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat memperburuk
gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari memiliki
banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi autoimmune.
Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada malam hari.
Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah
pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan
matahari. Teriknya sinar matahari di Negara tropis seperti Indonesia,
merupakan factor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang peka
terhadap sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan di
bagian muka. kepekaan terhadap sinar matahari (photosensitivity) sebagai
reaksi kulit yang tidak normal terhadap sinar matahari.

3. Jenis-Jenis Lupus
Jenis-jenis penyakit Lupus ada 3 yaitu :

A. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkenahanyabagiankulit!


Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala, ruam di
sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang [Link] Lupus jenis ini
dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada discoid lupus hasil biopsi
akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis
ini pada umumnya tidak melibatkan organ-organ tubuh bagian dalam. Oleh karena
itu, tes ANA (pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengetahui keberadaan
sistemik lupus – hasilnya bisa saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid
lupus. Akan tetapi pada sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil
pemeriksaan ANA-nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang
rendah.10% pasien Discoid dapat menjadi SLE.

B. Drug-Induced Lupus – lupus yang timbul akibat efek samping obat.


Pada lupus jenis ini baru muncul setelah odapus menggunakan jenis obat tertentu
dalam jangka waktu yang panjang. Ada 38 jenis obat yang dapat menyebabkan
Drug Induced. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi DIL adalah akibat
penggunaan obat-obatan hydralazine ( untuk mengobati darah tinggi ) dan
procainamide ( untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur ). Tapi tidak
semua penderita yang menggunakan obat-obatan ini akan berkembang menjadi
druginduced Lupus, hanya sekitar 4% orang-orang yang menggunakan obat-
obatan tersebut yang akan berkembang menjadi drug induced dan gejala akan
mereda apabila obat-obatan tersebut [Link] dari drug-induced lupus
(DIL) serupa dengan sistemik lupus. Umumnya gejala akan hilang dalam jangka
waktu 6 bulan setelah obat dihentikan. Pemeriksaan Tes Anti Nuclear Antibody
( ANA ) dapat tetap positif.

C. Sistemic LupusErythematosus.
Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus – karena gejalanya
menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien Lupus. Pada sebagian
orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena , akan tetapi pada sebagian
pasien lupus lainnya menyerang organ vital organ: Jantung – Paru, Ginjal,
Syaraf,Otak.

4. Cara Pencegahan Lupus


Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan
sinar matahari secara langung dan [Link] itu anda juga harus
berganti pola hidup anda dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang teratur
mengganti menu makanan anda dengan di banyaki sayuran dan buah-
[Link] makanan sendiri anda juga harus memperhatikan kandungannya,
untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung banyak
vitamin D dan [Link] itu waspadai juga penyakit yang menyerang bagian
pencernaan, namun karena penyakit ini termasuk penyakit genetik sehingga ada
juga yang di sebabkan oleh keturunan. Secara ringkas, dapat disebutkan cara
pencegahan penyakit Lupus ialah:
A. Menghindari stress
B. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
C. Mengurangi beban kerja yang berlebihan
D. Menghindari pemakaian obat tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
Dongoes M. E. et all, 1989, Nursing Care Plans, Guidelines for
Planning Patient Care, Second Ed, F. A. Davis, Philadelpia.

Harsono (ED), 1996, Kapita Selekta Neurologi , Second Ed, Gajah Mada
University Press, Yogyakarta.

Hudack. M. C. R and Gallo B. M, 1997, Keperawatan Kritis


Pendekatan Holistik (Terjemahan), Edisi VI, EGC, Jakarta
Indonesia.

Kariasa Made, 1997, Asuhan Keperawatan Klien Epilepsi, FIK-UI, Jakarta.

Luckman and Sorensen S, 1993, Medikal Surgical Nursing Psychology


Approach, Fourt Ed, Philadelpia London.

Anda mungkin juga menyukai