19 Desember 2018 JS12 Maslakhatul Maftukhah
14.00 - 21.00 [Link].1
PENGATURAN PENERANGAN
Drs. Juwarta, M.M DENGAN SAKLAR IMPULS LT -1A/11
I. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat membuat rangkaian pengaturan penerangan dengan saklar
impuls secara baik dan benar.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian pengaturan penerangan
dengan saklar impuls.
3. Mahasiswa dapat mengatasi kendala yang timbul pada rangkaian pengaturan
penerangan dengan saklar impuls.
4. Mahasiswa dapat memahami aplikasi dari rangkaian pengaturan penerangan
dengan saklar impuls
II. ALAT
1. Power supply (1buah)
2. Kotak hubung (2buah)
3. Saklar impuls (1buah)
4. Tombol tekan NO (1buah)
5. Lampu pijar 25W/220V (1buah)
6. Fitting lampu pijar (1buah)
7. Kabel penghubung (20buah)
III. DASAR TEORI
Saklar impuls adalah saklar yang bekerja dengan menggunakan prinsip
elektro magnetis. Ketika tegangan masuk ke coil, maka akan menggerakan tuas
saklar. Pada penggunaanya saklar impuls dibantu dengan tombol tekan (push
button) yang digunakan untuk memutus dan juga menghubungkan rangkaian
dalam keadaan bertegangan tanpa penguncian.
IV. GAMBAR RANGKAIAN
1. One Line Diagram
2. Diagram Pengawatan
3. Diagram Kerja
4. Diagram Kerja Fungsi Waktu
V. LANGKAH KERJA
1. Siapkan masing-masing alat dan bahan.
2. Pasang lampu pijar pada fitting lampu pijar.
3. Ambil satu kabel warna hitam, hubungkan kabel warna hitam ke power
supply dan ke kontak hubung warna putih.
4. Setelah itu ambil satu kabel penghubung hitam dan hubungkan dari kotak
hubung fasa ke input push button NO S2.
5. Lalu ambil satu kabel penghubung hitam dan hubungkan dari output push
button NO S2 ke coil a Saklar Impuls S1.
6. Ambil satu kabel penghubung warna biru dan hubungkan dari power supply
kontak N ke coil b Saklar Impuls S1.
7. Kemudian ambil kabel penghubung warna hitam dan hubungkan ke terminal
1 Saklar Impuls S1 dari power supply kontak fasa.
8. Hubungkan dari terminal 3 Saklar Impuls S1 ke fitting lampu E1 bagian fasa
dan hubungkan dari power supply kontak N ke fitting lampu E1 bagian netral.
9. Sambungkan power supply ke sumber listrik.
VI. DATA
NO. POSISI KEADAAN
S2 S1 E1
1. PA 0 0
2. OP 1 1
3. PA 1 1
4. OP 0 0
VII. ANALISA DATA
Berdasarkan tabel pengamatan diatas, dapat diketahui bahwa:
1. Jika push button S2 dalam Posisi Awal (PA), maka saklar impuls S1 tidak
aktif (0) dan lampu E1 mati.
2. Jika push button S2 dalam ditekan (OP), maka saklar impuls S1 akan aktif (1)
dan lampu E1 menyala.
3. Jika push button S2 dilepas setelah ditekan (PA), maka saklar impuls S1 tetap
aktif (1) dan lampu E1 tetap menyala.
4. Jika push button S2 kembali ditekan (OP), maka saklar impuls S1 akan
terbuka (0) dan lampu E1 akan mati.
VIII. PERTANYAAN
1. Jelaskan cara kerja rangkaian percobaan tersebut!
2. Mengapa saklar itu tidak dapat bekerja sendiri? (tanpa bantuan push button
NO)
3. Dimanakah saklar impuls yang paling cocok digunakan?
IX. JAWABAN
1. Cara kerja sistem penerangan pada percobaan ini yaitu dengan
mengkombinasikan push button NO (sekali tekan) dengan saklar impuls, yang
mana saklar impuls berkerja seperti halnya kontaktor yg didalamnya terdapat
koil yang berkerja bila mana dikenai suatu sumber tegangan(secara menerus).
Bedanya untuk saklar impuls hanya membutuhkan trigger sesaat untuk
mengubah keadaan koil, dan untuk mengembalikan nya juga dikenai trigger
sesaat. Saat PB NO ditekan sekali lalu dilepas, arus listrik akan mengaktifkan
koil dari PA ke OP yg membuat saklar tertutup sehingga lampu menyala.
Bilamana PB NO ditekan sekali lagi, akan memicu koil dari OP ke PA yg
membutuhkan saklar menjadi terbuka kembali sehingga lampu mati/padam.
2. Saklar impuls tidak dapat bekerja sendiri karena saklar impuls hanya berfungsi
sebagai pengunci untuk push button NO. Jadi jika saklar impuls tanpa bantuan
push button NO maka saklar impuls tidak dapat bekerja. Jadi, saklar implus
memiliki fungsi sama dengan Magnetic Contaktor.
3. Saklar impuls biasanya digunakan untuk mengendalikan dari beberapa tempat
dengan dikombinasikan dengan push button. Seperti di lorong bawah tanah
atau di gudang.
X. KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dari praktek kali ini dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk penggunaan
saklar impuls dan push button ini sama dengan penggunaanya dengan saklar silang,
yaitu untuk menghidupkan lampu dari banyak tempat. Akan tetapi penggunaan
saklar impuls lebih murah biayanya dalam penggunaan penghantar yang digunakan.
SARAN
1. Pemasangan rangkaian harus dilakukan secara hati-hati terutama saat
pemasangan kabel pada saat merangkai rangkaian pengaturan penerangan
tangga dengan dua buah saklar tukar.
2. Jangan menyentuh secara langsung sumber tegangan listrik 220 V.
3. Periksalah rangkaian terlebih dahulu sebelum memasukkan steker power
supply ke sumber listrik.
4. Ketelitian sangat dibutuhkan dalam menjalankan praktek ini.